BAHASANTODEA
Not a member yet
    177 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA PADA SISWA KELAS III SDN 1 TATURA PALU

    Full text link
    Basen on the explanation on the background of rhis research, the formula of this reearch: how is the application of coopertive learning model  can improve  learning income in scrutinize of a story at the third grade students of SDN 1 Tatura Palu? and how is the improvement of cooperative learning model ability in learning  scrutinize of the story at the third grade students of SDN 1 Tatura Palu? the objective of this research to describe application of coopertive learning model  in scrutinize of story ability at the third grade students of SDN 1 Tatura Palu and to improve scrutinize of the story ability with using cooperative learning in the scrutinize of the story learning at the third grade students of SDN 1 Tatura Palu. Kind of this research is a classroom actio research which implemented by a cycl. Each of cycle of this research consist of 4 steps, there are 1) plannning step, 2) action, 3) observation, 4) reflection. Based on the result of this reserach, there are five aspects os assesment, those are backgorund aspect, plot aspect, person and personage, content and theme. Based on the assesment of background aspect of cycle I is 34,78% and cycle Ii is 91,30%. Person and personage aspect of cycle I is 47,82% and in the cycle II is 78,26%. Plot aspect at the cycle I is 26,08% and at the cycle II is 78,26%. Content aspect at the cycle I is 30,43% ad at the cycle II is 91,30%. Theme aspect at the cycle I is 34,78% and at the cycle II is 69,56%. At the cycle I the percentage of completeness achieve 21,73% an at the cycle II happen an improvement to be 82,60%. All of the aspects had an improvement from cycle I to cycle II. At the cycle I the average of percentage completeness is 61 and at the cycle II had an improvement and the average percentage of completenes tobe 85,39. It can state that the reseacrh which found with a title application of cooperative learning can improve scrutinize ability of the story at the third grade students of SDN 1 Tatura Palu

    IMPROVING LISTENING SKILL OF GRADE ELEVEN STUDENTS AT MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 1 PALU THROUGH DICTOGLOSS TECHNIQUE

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bagaimana penerapan teknik Dictogloss dalam mengajar bahasa Inggris dapat memperbaiki keterampilan menyimak siswa kelas XI di MAN 1 Palu. Teknik dictogloss adalah sebuah teknik yang digunakan guru untuk mendikte teks pada siswa. Mereka menyimak dan mencatat untuk kemudian mereka menyusun teks tersebut menggunakan kata-kata yang tepat mereka sendiri sesuai dengan yang telah mereka dengarkan. Penelitian ini menggunakan desain PTK (Penelitian Tindakan Kelas). PTK ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas pengajaran guru dan pencapaian belajar Bahasa Inggris siswa di dalam kelas. Penelitian ini terdiri dari satu siklus.Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI bahasa tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 25 orang siswa. Instrument penelitian ini menggunakan lembar observasi,catatan lapangan, test dan kamera. Data kualitatif diperoleh dari lembar observasi dan catatan lapangan. Sementara, data kuantitatif diambil dari nilai sesuai kriteria ketuntuasan minimal(KKM) yaitu 75 dan pencapaian klasikal di kelas yaitu delapan puluh persen siswa mendapatkan nilai lebih besar atau sama dengan 75.Berdasarkan hasil pencapaian menyimak siswa di siklus ini, 20 dari 25 siswa medapatkan nilai lebih besar atau sama dengan 75. Secara klasikal pencapaian adalah 80%. Artinya pencapaian hasil siswa di siklus ini telah memenuhi kriteria ketuntasan. Sehingga disimpulkan penerapan teknik Dictogloss dapat memperbaiki kemampuan siswa dalam menyimak

    PENERAPAN METODE BERCERITA MENGGUNAKAN BONEKA TANGAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK PADA ANAK KELOMPOK A2 TK AISYIYAH 1 TOLITOLI

    Full text link
    The problem statement in this research is lack of the scrutinizing ability of the A2 group children at TK Aisyah 1 Toli-toli. This research has the purpose for  improving scrutinizing ability of the children through telling method in A2 group at TK Aisyah 1 Toli-toli, which have 18 children, they are consist of 8 boys children and 10 girls children which registered at the year 2015/2016. This research used kemmis research design and Mc. Taggart, which consist of 2 cycles, where at the every cycle implemented once meeting in the class and every cycle has 4 steps, there are planning, implementing, observation and reflection. The collected data through observation technique, giving the task, and documentation. Then, the data analyzed by descriptive from qualitative and quantitative data. Based on the data and the research outcomes at every cycle which has done in the A2 group at TK Aisyah 1 Toli-toli, there is able to take the conclude that : to improve scrutinizing children ability, so it did the repair with apply telling method using hand doll and in this research the kinds of the hand doll used base on the the children happiness and suitable with the learning topic. The telling method with using hand doll, it did a collaboration with the classmate to resulting the data and observation outcomes which will support to see the outcome of development. Children scrutinize ability of the A2 group at TK Aisyah 1 Toli-toli after applied the telling method using hand doll there is a signifigance chance. At the cycle (I), children scrutinize ability is less from 80%, and after did a repair, the children scruitinize ability to be close from the outcome which very well, with there is a oral language communication between the children and the teacher in learning process. At the cycle (II) action, the children scrutinize ability more than 80%. This is show that the application telling method using hand doll can improve the children scrutinize ability of the A2 group at TK Aisyah 1 Toli-toli

    PENERAPAN MEDIA GAMBAR DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS XB SMAN 2 DAMPELAS

    Full text link
    Berasarkan latar belakang penelitian, rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah langkah-langkah penerapan media gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas XB SMAN 2 Dampelas? Dan  apakah dengan menggunakan media gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas XB SMAN 2 Dampelas? Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan media gambar dalam menulis karangan deskripsi siswa kelas XB SMAN 2 Dampelas dan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas XB SMAN 2 dampelas. Jenis penelitian ini adalah  penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan menggunakan media gambar  dengan menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas pada penelitian ini terdiri atas empat tahap, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, pada siklus I masih terdapat lima siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan minimal sebesar 67, untuk itu dilakukan tindakan siklus II. Pada siklus II materi yang diberikan sama dengan siklus I, namun pada siklus II guru lebih memfokuskan pembelajaran pada kesulitan atau kekurangan yang dialami siswa pada siklus I. Pembelajaran kembali menggunakan media gambar, namun gambar yang diberikan berbeda dengan siklus I. Pada siklus II ini guru dapat mengoptimalkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Dari 35 siswa yang hadir mengikuti pembelajaran menulis karangan deskripsi pada siklus II sudah mencapai batas tuntas minimal 67, ditunjukkan dengan nilai rata-rata siswa sebesar 79,5 yang naik dari data awal dan siklus I. Dari data awal yang telah diperoleh, siklus II meningkat sebanyak 22,3% dan dari siklus I meningkat sebanyak 12,4%

    THE IMPLEMENTATION OF 2013 CURRICULUM BY THE ENGLISH TEACHERS OF SENIOR HIGH SCHOOL IN PALU

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan perencanaan pembelajaran, proses pemgajaran, dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru bahasa Inggris dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dan masalah yang dihadapi oleh guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013. Dengan menggunakan desain kualitatif, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi dalam mengambil data, yaitu observasi, kuesioner, dan wawancara terhadap seluruh guru bahasa Inggris di MAN 1 Palu, Man 2 Palu, dan SMAN 3 Palu. Hasil analisa data menunjukkan beberapa hal. Pertama, dalam perencanaan pembelajaran, semua guru bahasa Inggris menggunakan RPP. Selanjutnya, dalam proses pembelajaran beberapa guru menanyakan materi sebelumnya sebelum memulai materi, sedangkan guru yang lain langsung melanjutkan materi, setelah itu beberapa guru menggunakan lembar penilaian untuk mencapai indikator pembelajaran, sedangkan guru yang lain hanya fokus terhadap pemberian materi, dan dalam proses pembelajaran menunjukkan keaktifan siswa dalam mengikuti materi. Dan dalam mengevaluasi hasil belajar, beberapa guru menggunakan kuis dan latihan soal, sedangkan yang lain menggunakan pilihan ganda atau esai untuk mengevaluasi keterampilan menulis dan menggunakan dialog atau drama daam mengevaluasi keterampilan berbicara. Kedua, masalah yang dihadapi guru bahasa Ingris dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 adalah menyusun RPP, membuat siswa aktif dalam proses pembeajaran, dan mengevaluasi siswa secara kontextual dan mengevaluasi siswa dalam proses pembeajaran

    IMPROVING VOCABULARY MASTERY THROUGH MEANINGFUL ALPHABET TECHNIQUE AT THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI MODEL TERPADU MADANI PALU

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan teknik meaningful alphabet memperbaiki penguasaan kosa kata siswa. Penerapan teknik tersebut melalui definisi, konteks, sinonim, antonim dan mengenal kategori kata. Hasil penelitian ini menunjukan pemahaman siswa tentang pengetahuan kata menjadi lebih baik. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian berhasil dilaksanakan dalam putaran pertama yang terdiri dari empat kali pertemuan. Dari hasil evaluasi berhubungan dengan test kosa kata siswa memperoleh hasil yang maximal. Jumlah siswa yang lulus sesuai dengan criteria ketuntasan minimal (KKM) adalah 29 siswa atau 96,6% dari jumlah 30 siswa secara keseluruhan. Berdasarkan angket questioner dan observasi, kesimpulan dapat dinyatakan bahwa   proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Guru mengimprovisasi pengajaran setelah mengoreksi beberapa kekurangan yang diobservasi pada pertemuan sebelumnya dan siswa-siswa terlibat aktif pada proses pembelajaran. 

    IMPROVING READING COMPREHENSION OF GRADE XI STUDENTS OF SMA NEGERI 4 PALU THROUGH KWL STRATEGY

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan strategi KWL dapat memperbaiki pemahaman membaca siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Palu dan untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi ini dalam mengaktifkan dan memotivasi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan nonequivalent pretest-posttest kelompok kontrol sebagai desainnya. Sampel dari penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Peneliti memilih kelas XI MIA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIA 1 sebagai kelas control. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, kuesionner, dan test. Data dianalisa menggunakan statistik uji-t dan metode deskriptif. Berdasarkan hasil test, ditemukan bahwa nilai t-counted (2.08) lebih tinggi dibandingkan nilai t-table (1.998). Nilai rata-rata siswa pada kelas control meningkat dari 68.9 menjadi 80.5 setelah mendapatkan perlakuan. Selanjutnya, penerapan strategi KWL juga secara signifikan mengaktifkan dan memotivasi siswa di dalam kelas. Hal ini didukung oleh hasil dari observasi dan kuestionner. Setelah menganalisa kuestionner secara statistik, ditemukan bahwa nilai t-counted (2.85) lebih tinggi dibandingkan nilai t-table (2.042 dan nilai rata-rata motivasi siswa meningkat dari 31.88 menjadi 33.05. Selanjutnya, hasil dari observasi menunjukkan bahwa sembilan puluh empat persen (94%)siswa berpartisipasi secara aktif selama proses pembelajaran. Berdasarkan hasil test, kuesionner, dan observasi, ditemukan bahwa hipotesa alternatif (Ha) diterima dan hipotesa nol (Ho) ditolak. Dengan kata lain; (1) Penerapan strategi KWL secara signifikan memperbaiki pemahaman membaca siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Palu, dan (2) Penerapan strategi KWL secara signifikan mengaktifkan dan memotivasi siswa di dalam kelas

    EXPRESSING ORAL ARGUMENT THROUGH BUZZ GROUP DISCUSSION AT ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 3 PALU

    Full text link
    Tujuan penelitian ini ialah untuk membuktikan bahwa pengunaan tehnik Buzz Group Diskusi dapat mempengaruhi keterampilan berargumentasi siswa SMA Negeri 3 Palu. Penelitian ini menggunakan tru eksperimental berdasarkan tujuan untuk menentukan sampel kelompok ekperimental . Instrument pengumpulan data mengunakan test untuk mengukur keterampilan siswa dalam memberikan argument. Pengumpulan data mengunakan statistik deskriftif dan statistik uji t. Data yang diperoleh dianalisa dan diuji melalui SPSS. Ditemukan nilai rata rata dari keterampilan berbicara kelompok experimen adalah 72.64 lebih besar dari kelompok pre test 56.6 . Hasil perbandingan melalui uji t menggambarkan nilai thitung = 2.850  nilai ttable = 2.048 sehinga Ha diterima dan Ho di tolak dapat disimpulkan bahwa pengunaan tehnik Buzz Group Dsikusi dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam memberikan argumentasi di SMA Negeri 3 Palu

    TEACHING ENGLISH VOCABULARY TO THE SEVENTH YEAR STUDENTS OF SMP NEGERI 10 PALU THROUGH MAKE-A-MATCH TECHNIQUE

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pencapaian kosakata dengan menggunakan teknik “Mencari Pasangan”. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII E SMP Negeri 10 Palu tahun ajaran 2017-2018, dengan jumlah 27 siswa. Penelitian ini menggunakan metode PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dengan dua siklus proses. Setiap siklus terdiri dari empat pertemuan, yang mana terdiri dari perencanaan, pelaksanaan,observasi dan refleksi. Teknik analisis data yang digunakan adalah data kuanlitatif dan kualitatif (deskriptif). Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes siswa dalam penguasaan kosakata, sedangkan kualitatif diperoleh dari observasi dan field note. Kriteria keberhasilan penelitian ini adalah 80% siswa harus memperoleh nilai 70  secara individu. Hasil tes pada siklus 1 menunjukkan 48,14 % atau 13 siswa berhasil,sementara 14 siswa belum berhasil. Setelah merevisi kekurangan dari kegiatan belajar mengajar pada siklus 1 hasil tes meningkat menjadi 85,18 % atau 23 siswa berhasil dan 14,82% atau 4 siswa belum berhasil. Hasil tes pada siklus 2 meningkat 37% dibandingkan dengan hasil pada siklus 1. Artinya, kriteria keberhasilan telah tercapai pada siklus 2. Jadi hal tersebut membuktikan bahwa tehnik “ Mencari Pasangan “ efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris sisw

    PENERAPAN METODE PEMODELAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIDATO SISWA KELAS VI SDN INPRES 1 UJUNA KECAMATAN PALU BARAT

    Full text link
    This researh about learning problem in the class with the problem statement is “How is the application of modelling method in improving speech ability of the sixth grade student at SDN Inpres 1 Ujuna ? and what is the application of modelling method can improve speech ability of sixth grade student at SDN Inpres 1 Ujuna?. the purpose of this research is to describe the application of modelling method in improving speech ability of sixth grade student at SDN Inpres 1 Ujuna and to describe speech ability of sixth grade student at SDN Inpres 1 Ujuna in the learning process through modelling method. Genre of this research is a class action research. Design of this research refers at the kurt  lewin model which developed by kemmis and Mc. Taggart (2012). There are 4 steps : (a) Planning, (b) Implementing, (c) Observation, and (d) reflection. There are 4 aspects of assesment, they are pronounciation aspect, fluently aspect, material mastery aspect, and expression aspect. Based on the assesment of pronounciation aspect at the cycle I is 14,4 or 80%, fluently aspect is 10,05 or 100%, material mastery aspect is 12,7 or 65% and expression aspect is 12,7 or 70%, whereas at the cycle II at the pronounciation aspect is 20 or 100%, fluently aspect is 19,5 or 100%, material mastery aspect is 15,6 or  95%, nd expression aspect is 15,8 or 85%. Those aspects have improvement from cycle I to cycle II. At the cycle I the average completeness percentage  is 65,05 or 35%, and at the cycle II was happen the average completeness percentage tobe 82,3 or 85%. There is an improvement at the learning outcomes of speech after has done speech learning process with using modelling method at the cycle I and cycle II. The students completeness percentage in the speech at the cycle I only achieve 35% with the average score is 65,05 and still less from the standar completeness, that is 70. At the cycle II the completeness percentage was happen improvement to be 85% with the average score 82,3 and already fulfill the completeness standar which decided. The improvement which happen can be seen from the result that get it. That is the percentage is more increase from the cycle I to cycle II

    177

    full texts

    177

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    BAHASANTODEA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇