Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Not a member yet
219 research outputs found
Sort by
Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Keterampilan Metakognitif pada Konsep Sistem Reproduksi Manusia
Kajian penerapan pembelajaran berbasis masalah terhadap peningkatan keterampilan metakognitif siswa pada konsep sistem reproduksi manusia telah dilakukan di SMA Negeri 2 Sigli dengan menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian the one group pre-test and pos-test. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI semester ganjil pada Tahun Ajaran 2012/2013 yang berjumlah 120 orang. Sampel diambil siswa kelas XI-B yang berjumlah 30 orang. Analisis data dilakukan dengan uji t menggunakan program SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat perbedaan skor keterampilan metakognitif siswa yang signifikan (P0,05) dengan nilai thiting= 16,76 ttabel =2,045 antara sebelum dan sesudah pembelajaran berbasis masalah. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan keterampilan metakognitif siswa pada konsep sistem reproduksi manusia
Pemanfaatan Getah Pepaya (Carica papaya) sebagai Katalis pada Pembuatan Biodisel dari Minyak Jelantah
Penelitian ini bertujuan memanfaatkan getah pepaya (Carica papaya) sebagai katalis pada pembuatan biodisel dari minyak jelantah. Getah pepaya (Carica papaya) diperoleh dari Lembah Seulawah Aceh Besar dan minyak jelantah berasal dari Kentucky Fried Chiken (KFC). Target khusus yang ingin dicapai adalah mendapatkan informasi tentang kemampuan getah papaya (Carica papaya) bertindak sebagai sumber enzim lipase. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa getah pepaya (Carica papaya) dapat berfungsi sebagai sumber enzim lipase pada proses transesterifikasi antara minyak jelantah dan 1-butanol. Struktur butil ester ditegaskan oleh spektrum FT-IR pada 1746 cm-1 untuk regang C=O dan pada 1213,7 cm -1 untuk regang C-O. Meskipun demikian, butil ester yang dihasilkan masih bercampur dengan alkohol dan asam lemak bebas yang ditegaskan adanya puncak pada 3350,5 cm-1 untuk regang O-H
Uji Biodegradasi Bioplastik dari Khitosan Limbah Kulit Udang dan Pati Tapioka
Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah mendapatkan suatu plastik kemasan makanan dari bahan baku khitosan dari limbah kulit udang dan pati tapioka dari ubi kayu dengan karakteristik selain kuat pada saat digunakan akan tetapi segera hancur pada saat dibuang. Target khusus yang ingin dicapai yaitu memperoleh informasi tentang pengaruh komposisi khitosan dan pati tapioka dengan minyak kelapa sawit sebagai pemlastis terhadap kemampuan biodegradasi bioplastik. Untuk mencapai tujuan jangka panjang dan target khusus tersebut maka dilakukan eksperimen di laboratorium. Percobaan yang dilakukan meliputi ekstraksi pati tapioka dari ubi kayu, pembuatan bioplastik dengan cara blending antara pati tapioka, khitosan, dan minyak kelapa sawit pada berbagai komposisi, analisis dan karakterisasi. Karakterisasi yang dilakukan yaitu uji biodegradasi beserta karakterisasinya. Karakterisasi hasil biodegradasi dilakukan dengan cara penentuan kehilangan berat. Hasil isolasi pati tapioka diperoleh rendemen sebesar 12,03% b/b. Hasil sintesis diperoleh film bioplastik yang transparan. Hasil uji biodegradasi terhadap bioplastik diperoleh informasi bahwa laju biodegradasi bioplastik pada berbagai komposisi menunjukkan kecenderungan yang sama, yakni semakin lama waktu inkubasi maka semakin tinggi kehilangan berat sampel. Semakin tinggi kandungan pati tapioka dalam campuran bioplastik maka semakin tinggi kehilangan berat pada lama waktu inkubasi yang sama
Pengaruh Model Pembelajaran Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R) dan Learning Strategy terhadap Kesadaran Metakognisi dan Hasil Belajar Kognitif pada Materi Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia terhadap Lingkungan
Penelitian yang berjudul Pengaruh Model Pembelajaran Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R) dan Learning Strategy Terhadap Kesadaran Metakognisi dan Hasil Belajar Kognitif Pada Materi Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia Terhadap Lingkungan. telah dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2013 di MTsN Rukoh Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model SQ3R dan Learning Strategy terhadap kesadaran metakognisi dan hasil belajar kognitif serta hubungan antara kesadaran metakognisi dan hasil belajar kognitif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dan deskriptif untuk 2 kelas experimen dan satu kelas kontrol dengan desain One-variable Multiple-condition . Data penelitian diperoleh dengan pemberian posttes dan angket MAI (Metacognitive Awareness Inventory) pada akhir pembelajaran. Data dianalisis dengan menggunakan uji t dan deskriptif. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai t-hitung dari t-tabel 1,645. Kesadaran metakognisi menunjukkan nilai t-hitung t-tabel. Kesadaran metakognisi kelas eksperimen 1 adalah 0,74, kelas eksperimen 2 adalah 0,41 dan kelas kontrol 0,15. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya peningkatan kesadaran metakognisi dan hasil belajar kognitif dengan penerapan model SQ3R dan Learning Strategy dan adanya hubungan antara kesadaran metakognisi dan hasil belajar kognitif
Karakterisasi Lichenes di Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan Kabupaten Aceh Besar
Spesies dan morfologi talus Lichen yang terdapat di Taman Hutan Raya (TAHURA) Pocut Meurah Intan Kabupaten Aceh Besar belum teridentifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies dan tipe morfologi talus Lichen yang terdapat di Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan Kabupaten Aceh Besar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode survey (eksploratif) yang dilakukan di dua stasiun penelitian, yaitu di kawasan Vegetasi Pinus dan Akasia. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif disajikan dalam tabel dan gambar. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat 38 Spesies Lichen yang termasuk dalam 27 famili. Tipe morfologi talus yang ditemukan di Stasiun I (kawasan Vegetasi Pinus) adalah tipe morfologi talus crustose, foliose, squamulose dan fruticose, sedangkan di stasiun II (Kawasan Vegetasi Akasia) ditemukan tipe morfologi talus crustose dan squamulose. Crustose adalah tipe talus yang umum dimiliki oleh spesies Lichen yang ditemukan
Jenis Fungi Yang Terdapat Pada Serasah Daun Acacia mangium
Fungi are cosmopolite organisms that able to grow in any substrates such as Acacias leaf litters. The aim of this research was to identify the fungi from litter layers. Identifying was done by observing fungal structure and colonies characters on PDA. Isolates which were estimated as Basidiomycetes tested by laccase test and peroxidase test. Based on those characters, there was 7 isolates from genera of Pythium belongs to Mastigomycetes, 1 isolate from Basidiomycetes and 6 genera belongs to Deuteromycetes, i.e. 5 isolates of Penicillium, 10 isolates of Aspergillus, 5 isolates of Trichoderma, 2 isolates of Fusarium, 1 isolate of Geotrichum and 1 isolate of Phialophora. Seven other isolates were unidentified
Kualitas Air Sumur di Kawasan Pemukiman Mahasiswa Berdasarkan Uji Bakteriologis dengan Bioindikator Bakteri Escherichia coli
Kualitas air tidak hanya ditentukan dari sifat fisiknya saja, tetapi juga kandungan mikroorganisme penyebab penyakit (patogen) dan zat kimia yang merusak kesehatan. Mikroorganisme sebagai indikator kualitas air adalah coli fecal dan coli non-fecal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air sumur berdasarkan uji ada tidaknya Escherichia coli. Sampel terdiri dari 10 sumur, dengan rincian 5 sampel sumur di Kopelma Darussalam (Lampoh U) dan 5 sampel sumur di Desa Rukoh. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan MPN seri lima tabung. Adapun tahapan pengujian yaitu presumptive test (uji dugaan), confirmed test (uji penguat), dan completed test (uji kesempurnaan). Hasil pengujian menunjukkan indeks MPN coliform yang diperoleh dari ke-sepuluh sampel air sumur tidak memenuhi standar mutu Kementerian Kesehatan yang tertuang dalam Permenkes No.907/Menkes/SK/VII/2002, yaitu 3 koloni per 100 mL. Bakteri coliform yang mengkontaminasi air sumur di lokasi penelitian adalah Escherichia coli dengan katagori tercemar berat
Uji Alat Pengasap Tipe Rak untuk Pisang Sale dengan Variasi Bahan Bakar
Selama ini kualitas pisang sale di Aceh masih belum memuaskan konsumen. Perlu adanya upaya memperbaiki mutu pisang sale misalnya melalui peningkatan kualitas pengasapannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji performansi alat pengasap tipe rak pada pengolahan pisang sale dengan menggunakan bahan bakar biomassa. Sebuah alat pengasap pisang sale dirancang dengan 2 bahagian yang masing-masing mempunyai 7 buah rak. Alat pengasap ini diuji dengan variasi 3 jenis bahan bakar yaitu kayu bakar, kayu bakau dan tempurung kelapa. Proses pengasapan dilakukan sampai kadar air maksimal 18%. Parameter analisis meliputi temperatur dan kelembaban relatif ruang pengasapan, kapasitas kerja alat, rendemen, kadar air, karbohidrat, vitamin C dan uji organoleptik terhadap karakteristik bentuk, warna, bau, rasa dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur dan kelembaban relatif ruang pengasap ketika alat menggunakan bahan bakar tempurung lebih baik dari bahan bakar kayu. Hal ini mengakibatkan waktu yang diperlukan untuk pengasapan pisang sale dan kapasitas kerja alat ketika alat pengasap menggunakan bahan bakar tempurung kelapa juga lebih singkat yaitu 10 jam dan 4 kg/jam. Perbedaan jenis bahan bakar tidak menyebabkan terjadinya perbedaan rendemen pisang sale. Kandungan karbohidrat pisang sale mengalami peningkatan setelah proses pengasapan menjadi 8,84%, 10,18%, dan 9,45% masing-masing menggunakan bahan bakar kayu bakar, kayu bakau dan tempurung kelapa. Sedangkan kandungan vitamin C pisang sale mengalami penurunan menjadi 7,37 mg/100g (kayu bakar), 7,458 mg/100g (kayu bakau), dan 7,194 mg/100g (tempurung kelapa). Berdasarkan uji organoleptik, pisang sale yang proses pengasapannya menggunakan bahan bakar tempurung kelapa dan kayu bakau adalah yang paling disukai bentuk, warna, bau, rasa dan teksturnya
Pengetahuan Masyarakat dan Status Malaria di Desa Bumi Sari Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengetahuan masyarakat terhadap malaria dan mendapatkan gambaran status malaria di desa Bumi Sari wilayah kerja pusekmas Beutong, Kabupaten Nagan Raya.Metodologi penelitian yang digunakan adalah survei eksploratif non intervensi dan pemeriksaan mikroskopis sediaan darah jari. Hasil wawancara yang dilakukan pada 75 responden menunjukkan sebesar 74,7% memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan 25,3% tingkat pengetahuan yang kurang baik terhadap malaria. Berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopis pada 119 sampel, tidak ditemukan sampel darah yang positif mengandung parasit penyebab malaria, oleh karena itu gambaran status malaria desa Bumi Sari wilayah kerja puskemas Beutong berada pada tahap pre-eliminasi
Penerapan Peta Konsep sebagai Bentuk Asesmen Formatif dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Struktur dan Perkembangan Tumbuhan
Telah dilakukan penelitian tentang penerapan peta konsep sebagai bentuk asesmen formatif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah struktur dan perkembangan tumbuhan. Penelitian ini dilakukan pada semester genap (Juni-Desember 2013) di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unsyiah dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah struktur dan perkembangan tumbuhan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental desain Pretest-posttest Control Group. Jumlah sampel 92 orang mahasiswa yang dikelompokkan dalam dua kelompok secara acak, yaitu kelompok eksperimen (perkuliahan penerapan peta konsep) dan kelompok kontrol (perkuliahan tidak menerapkan peta konsep). Untuk keperluan pengumpulan data dikembangkan sejumlah instrumen yang meliputi peta konsep standar, lembar kerja mahasiswa (LKM), dan perangkat tes (objektif tes). Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan. Data peningkatan hasil belajar diperoleh dengan menghitung skor gain ternormalisasi. Untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dilakukan uji beda dua rata-rata skor gain ternormalisasi dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan peta konsep sebagai bentuk asesmen formatif dapat meningkatkan hasil belajar mahasiwa dalam memahami konsep-konsep stuktur dan perkembangan tumbuhan. Pemberian scaffolding, umpan balik yang intensif serta kesempatan self assessment yang diberikan kepada mahasiswa memberikan dampak baik terhadap hasil belajar. Sebaliknya scaffolding, umpan balik dan kesempatan self assessment tidak diberikan menyebabkan hasil belajar yang kurang optimal