Journal of Biota
Not a member yet
606 research outputs found
Sort by
Keanekaragaman Ular dan Kadal (Reptilia: Squamata) di Kawasan Karst Suaka Margasatwa Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta
Kadal dan ular termasuk dalam hewan anggota bangsa Squamata, kelas Reptilia. Dua kelompok hewan reptil tersebut secara umum sering sekali ditemukan di dalam dan di sekitar kawasan hutan terutama yang memiliki sumber air. Bagi beberapa masyarakat, spesies ular dan kadal tersebut sering dimanfaatkan untuk dijadikan hewan peliharaan dan kadang dikonsumsi. Suaka Margasatwa Paliyan adalah kawasan hutan yang memiliki keanekaragaman spesies fauna yang perlu untuk diteliti. Kawasan dilindungi tersebut merupakan habitat bagi salah satu jenis cicak jenis baru yaitu Cyrtodactylus semiadii. Berdasarkan temuan tersebut perlu dilihat keanekaragaman spesies anggota reptil ordo Squamata di Kawasan Suaka Margasatwa Paliyan, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis reptil anggota ordo Squamata yang ada di wilayah Suaka Margasatwa Paliyan. Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Paliyan merupakan habitat bagi 7 spesies kadal dan 6 spesies ular. Keanekaragaman kadal dan ular di SM Paliyan berdasarkan Indeks Shanon-Wiener (H’) dikategorikan “sedang”, dimana nilai indeks untuk Kadal dan Cicak (Lacertilia) adalah H’: 1,45, dan Ular (Serpentes) adalah H’:1,6. Wilayah SM Paliyan cocok bagi habitat kadal dan ular karena memiliki termasuk ke dalam hutan yang rindang dengan semak yang lebat, sungai-sungai dan telaga, serta area yang jarang dijadikan aktivitas manusia.
Penapisan Enzim Hidrolase pada Bakteri Streptomyces sp. strain I18
Enzim hidrolase memiliki peranan penting dalam proses industri salah satunya sebagai biokatalisator. Bakteri sebagai produsen enzim hidrolase dapat dimanfaatkan potensinya dalam proses industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi enzim hidrolase dari Streptomyces sp. strain I18 koleksi Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung. Pengujian dilakukan secara kualitatif dengan mengukur zona bening yang terbentuk disekitar isolat. Diameter zona bening diukur dan dibagi dengan diameter koloni isolat yang tumbuh untuk mendapatkan nilai indeks enzimatis. Zona jernih merupakan indikator adanya aktivitas enzimatik pada mikroorganisme tersebut. Pada penelitian ini didapatkan bahwa Streptomyces sp. strain I18 memiliki potensi yang tinggi dalam mendegradasi pati dengan enzim amilase yang dihasilkannya dengan nilai indeks enzimatis yang diperoleh sebesar 2,94. Selain itu juga memiliki potensi menghasilkan enzim protease, kitinase, mananase, selulase dan lipase dengan nilai indeks enzimatisnya secara berurutan, yaitu 1,89, 0,25, 0,36, 1,00, dan 2,26. Kesimpulannya, enzim hidrolase yang dihasilkan oleh Streptomyces sp. strain I18 memiliki potensi untuk digunakan sebagai kandidat biokatalisator di berbagai bidang, seperti industri, biomedis, dan agen biokontrol.
Peningkatan Hasil Padi Melalui Penerapan Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi di Lahan Sawah Tadah Hujan
Pertumbuhan dan hasil padi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya ketersediaan hara yang cukup. Penyediaan hara dapat dilakukan melalui pemupukan berdasarkan spesifikasi lokasi dan kebutuhan tanaman. Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan hara spesifik lokasi (PHSL) terhadap pertumbuhan dan hasil padi di lahan sawah tadah hujan. Kegiatan pengkajian dilaksanakan pada Maret-Juni 2021 di Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Indonesia. Kajian meliputi penerapan teknologi PHSL, dan pengelolan hara sesuai kebiasaan petani (eksisting petani) sebagai variabel kontrol. Penerapan PHSL dan eksisting petani dilakukan pada lahan seluas 0,5 ha dan masing-masing diulang sebanyak dua kali dengan melibatkan dua orang petani. Pengelolaan hara spesifik lokasi dilakukan berdasarkan hasil uji menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). PHSL menggunakan pupuk dengan dosis 250 kg/ha Urea, 100 kg/ha SP-36 dan 100 kg/ha KCl dengan penambahan 2 ton/ha kompos, sedangkan eksistening petani menggunakan dosis pupuk 200 kg/ha Urea, 300 kg/ha Phonska, dan 25 kg/ha KCl. Pengelolaan hara spesifik lokasi dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan meningkatkan hasil padi sebesar 6,18% dibanding perlakuan eksisting petani pada lahan sawah tadah hujan
Keragaman Koleksi Rhododendron dan Tanggapan Bunganya Terhadap Suhu Udara di Sekitarnya Serta Kendala dalam Pengayaan Jenisnya di Kebun Raya Biologi Wamena
Kebun Raya Biologi Wamena (KRBW) merupakan satu - satunya kawasan konservasi ex-situ di ekoregion Papua yang terletak di Kabupaten Jayawijaya. Sebagai kebun koleksi di dataran tinggi, maka dipilihlah marga Rhododendron sebagai salah satu dari beberapa koleksi tumbuhan. Hingga saat ini, KRBW telah mengoleksi 8 jenis Rhododendron, artinya hanya 7,07% dari total jenis Rhododendron yang tersebar di Papua. Dari koleksi ini ditemukan 3 warna bunga yaitu kuning, putih dan ungu. Setiap warna bunga memiliki perbedaan respon terhadap suhu udara di sekitar tumbuhan. Pada penelitian ini didapatkan bahwa pada pagi hari suhu pada mahkota bunga lebih tinggi rata-rata 4,4 - 7,0oC, dibandingkan suhu udara rata-rata 15,72oC, sedangkan pada siang hari suhu pada mahkota bunga lebih rendah. rata-rata 3,6 - 6,0oC dari rata-rata suhu udara 29,9oC. dan juga telah terungkap bahwa pada corolla kuning tersimpan temperatur lebih tinggi daripada temperatur pada corolla putih dan ungu. Beberapa kendala yang dihadapi untuk meningkatkan jumlah jenis Rhododendron di KRBW sebagai berikut; kurangnya kemampuan untuk mengatasi perbedaan suhu antara suhu di habitat Rhododendron terutama di dataran tinggi sekitar 2000 - 3500 m dpl dan suhu udara di KRBW; Belum ada kegiatan khusus untuk mengumpulkan beberapa jenis baru Rhododendron terutama pada beberapa lokasi yang memiliki ketinggian yang sama atau sedikit berbeda dengan KRBW dan kondisi tanah di KRBW yang kurang mendukung pertumbuhan Rhododendron
Pengaruh Santan Kelapa Terhadap Laju Pertumbuhan Rumput Laut Eucheuma cottonii
Rumput laut Eucheuma cottonii merupakan alga yang mengandung karaginan yang berguna dalam berbagai industri. Kualitas rumput laut yang baik dapat ditentukan berdasarkan ukuran talus yang besar. Salah satu upaya untuk mendapatkan talus yang besar adalah dengan memanfaatkan bahan alami berupa santan kelapa yang diperkirakan berperan sebagai zat pengatur tumbuh bagi rumput laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian santan kelapa dengan lama perendaman yang berbeda terhadap laju pertumbuhan Eucheuma cottonii. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu lama perendaman 0, 6, 12, 18 jam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analis of varian (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Perbedaan hasil antar perlakuan dianalisis dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian santan kelapa dengan lama perendaman yang berbeda memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Eucheuma cottonii. Berdasarkan rata-rata parameter pengamatan yang meliputi berat basah, panjang dan kadar air, pemberian santan kelapa dengan lama perendaman 12 jam memberikan laju pertumbuhan Eucheuma cottonii yang lebih tinggi dibandingkan durasi waktu perendaman yang lain.
Analisis In Silico Naringenin dari Umbi Akar Batu (Gerrardanthus macrorhizus Harv.ex Benth. & Hook.f.) sebagai Antitusif terhadap Reseptor N-methyl-D-aspartate
Batuk merupakan refleks pertahanan tubuh alami yang membersihkan saluran pernapasan dari benda asing. Dekstrometorfan merupakan obat antitusif yang bersifat antagonis non-competitive chanel blocker terhadap reseptor N-Methyl-D-aspartate yang mampu menekan batuk di pusat ambang batuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi naringenin sebagai antitusif berdasarkan nilai afinitas pengikatannya dengan reseptor NMDA, sifat farmakokinetik, potensi biooral dan toksisitas melalui pendekatan in silico dengan teknik molecular docking. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dekstrometorfan dan naringenin berikatan di residu asam amino yang sama dengan NMDA pada MET A: 145, ILE A: 85, ALA B: 888 dengan ikatan hidrofobik, SER A: 81 dengan ikatan hidrogen pada dekstrometorfan dan ikatan unfavorabel donor-donor pada naringenin. Nilai binding affinitas naringenin -6,7 kkal/mol lebih kecil dibandingkan dengan dekstrometorfan -6,4 kkal/mol, hal ini menunjukkan bahwa naringenin berpotensi sebagai antitusif yang hampir sama dengan dekstrometorfan. Hasil uji toksisitas, menunjukan bahwa naringenin dan dekstrometorfan dapat dikonsumsi secara oral dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Analisis potensi bioral dan uji farmakokinetik membuktikan bahwa naringenin mampu diabsorbsi, didistribusi, dimetabolisme dan diekskresi, sehingga berpotensi sebagai kandidat obat antitusif.
Pengaruh Cekaman Garam (NaCl) terhadap Kandungan Klorofil pada Planlet Pisang Raja Bulu (Musa paradisiaca L. var. sapientum) secara In Vitro
Pisang Raja Bulu merupakan jenis pisang yang memiliki nilai ekonomis tinggi di Indonesia, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tanaman Pisang Raja Bulu yang toleran atau resisten terhadap cekaman lingkungan salah satunya yaitu cekaman garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi NaCl tertinggi pada medium yang tidak mempengaruhi kandungan klorofil pada daun planlet Pisang Raja Bulu; dengan demikian akan diperoleh planlet Pisang Raja Bulu yang resisten terhadap cekaman garam secara in vitro. Planlet Pisang Raja Bulu ditanam di medium Murashige and Skoog padat dengan penambahan beberapa konsentrasi NaCl yaitu P0 (0%), P1 (0,25% b/v), P2 (0,50% b/v), P3 (0,75%b/v), dan P4 (1%b/v). Masing-masing perlakuan NaCl dilakukan 5 kali ulangan. Kandungan klorofil pada daun Pisang Raja Bulu umur 4 minggu dianalisis dengan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 648 nm dan 664 nm yang masing-masing panjang gelombang mendeteksi klorofil b dan a. Homogenitas data dianalisis dengan uji Levene dan dilanjutkan dengan uji Anova one way dan Tukey pada taraf nyata 5%. Konsentrasi NaCl yang tidak banyak menurunkan kandungan klorofil pada daun Pisang Raja Bulu adalah 0,75% b/v, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada konsentrasi NaCl 0,75% b/v, tanaman Pisang Raja Bulu resisten terhadap cekaman garam.
Aktivitas Ganoderma boninense sebagai Biofungisida terhadap Cendawan Patogen Aspergilus flavus pada Benih Padi Lokal, Aceh
Padi lokal Aceh merupakan bagian dari kekayaan plasma nutfah di Indonesia, akan tetapi eksistensi padi lokal Aceh mengalami penurunan yang disebabkan infeksi cendawan patogen Aspergilus flavus pada benih padi. Cendawan ini mengakibatkan penurunan daya kecambah benih sehingga kualitias benih menjadi rendah. Untuk menjaga kekayaan platma nutfah padi,maka kualitas benih padi lokal Aceh perlu ditingkatkan salah satunya yaitu dengan penggunaan biofungisida dari Ganoderma boninense. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas Ganoderma boninense sebagai biofungisida terhadap Aspergilus flavus pada benih padi lokal Aceh. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 5 ulangan dan 5 perlakuan konsentrasi ekstrak Ganoderma boninense yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%. Data dianalisis dengan ANOVA pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil . Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak Ganoderma boninense mengandung flavonoid, saponin, saponin steroid, dan fenol. Semakin meningkatnya konsentrasi ekstrak Ganoderma boninense maka semakin meningkat pula penghambatan pertumbuhan Aspergilus flavus. Ekstrak Ganoderma boninense dengan konsentrasi 40% efektif menghambat pertumbuhan Aspergilus sp pada benih tanaman padi dengan diameter zona hambat sebesar 188 mm
Inventarisasi Fauna di Taman Kehati Lido, Bogor, Jawa Barat
PT. Tirta Investama-Plant Citeureup (PT. TIV-PC) merupakan perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) dan telah meraih penghargaan lingkungan PROPER biru atas ketaatan berlebih melalui upaya konservasi keanekaragaman hayati. PT. TIV-PC telah mengembangkan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Lido sebagai sarana perlindungan sumber mata air yang menjadi bahan baku industrinya. Taman Kehati Lido (TKL) yang memiliki luar area 5.46 Ha telah memperkaya vegetasi yang ada dan mendukung kondisi habitat berbagai jenis satwa. Penelitian ini bertujuan memantau spesies fauna serta mempelajari struktur dan komposisi komunitas satwaliar di Taman Kehati Lido. Inventarisasi satwa menggunakan metode transek dengan menggunakan jalan dan sungai sebagai transek serta pemasangan jaring kabut (mist net) untuk mengamati semua spesies fauna. Burung diamati dengan metode IPA dan transek. Hasil penelitian ini menemukan 35 spesies satwa vertebrata (9 spesies mamalia, 18 spesies burung, 13 spesies herpetofauna, 4 spesies capung, dan 14 spesies kupu-kupu). Indeks keanekaragaman jenis total komunitas satwa adalah 3,5725 dan indeks kemerataan jenisnya 0,9767. Taman Kehati Lido (TKL) yang terletak di sekitar pabrik terbukti mampu menjadi habitat berbagai jenis satwa
Optimasi Antioksidan sebagai Penghambat Browning pada Tahap Inisiasi Kultur In Vitro Bambu Petung (Dendrocalamus asper)
Browning terjadi akibat adanya reaksi senyawa fenolik dengan enzim Polifenol Oksidase (PPO) yang menghasilkan warna coklat pada bagian perlukaan eksplan, apabila dibiarkan akan menyebabkan kematian eksplan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis dan konsentrasi antioksidan yang optimal dalam menghambat browning pada eksplan bambu petung melalui penambahan senyawa antioksidan berupa ekstrak tomat, asam askorbat, dan kombinasinya disertai arang aktif 0,5 g/L pada media kultur in vitro. Sumber eksplan untuk iniasi adalah batang muda bambu petung (Dendrocalamus asper). Penelitian dilakukan selama 10 minggu dengan parameter yang diukur meliputi: waktu muncul browning, persentase browning, waktu muncul pertumbuhan, dan persentase pertumbuhan. Penambahan senyawa antioksidan dalam media kultur in vitro terbukti mampu menghambat browning. Perlakuan yang optimal dalam menghambat browning eksplan bambu petung adalah ekstrak tomat 150 mg/L dan arang aktif 0,5 g/L dengan persentase browning terendah 25% yang muncul pada 9 HST.