Journal of Biota
Not a member yet
    606 research outputs found

    Isolasi dan Identifikasi Khamir Toleran Alkohol dari Molase

    Get PDF
    Khamir mampu menghasilkan bioetanol dari molases. Selama proses produksi (proses fermentasi) terjadi proses akumulasi alkohol sehingga konsentrasi alkohol semakin meningkat. Konsentrasi etanol yang melebihi 8% (v/v) dapat menyebabkan ketidakstabilan membran yang kemudian dapat menurunkan permeabilitas membran dan homeostasis sel. Penelitian ini dilakukan isolasi dan identifikasi khamir indigenus dari molase yang toleran terhadap alkohol. Karakterisasi morfologi meliputi bentuk koloni, bentuk sel dan tipe pertunasa, sedangkan karaktersasi fisiologis dilakukan dengan kit API 20C. Identifikasi molekuler dilakukan dengan PCR dan sequencing DNA menggunakan primer ITS1-ITS4. Hasil penelitian didapatkan dua isolat khamir yaitu isolat X dan Z yang memiliki potensi toleran terhadap alkohol. Berdasarkan hasil karakteristik fisiologis, isolat X dan isolate Z memiliki kedekatan dengan Candida tropicalis. Hasil sequencing DNA dengan primer ITS1-ITS4 dan analisis dengan program blastn menunjukkan bahwa isolat X teridentifikasi sebagai spesies Candida parapsilosis strain AUMC 10714 dan isolat Z teridentifikasi sebagai spesies Candida parapsilosis ZA012

    Keanekaragaman Burung Pantai di Pantai Pukan, Merawang, Kabupaten Bangka

    Get PDF
    Pulau Bangka merupakan sebuah pulau di wilayah barat Indonesia yang berpotensi sebagai habitat yang baik bagi burung pantai. Keberadaan burung pantai di Pulau Bangka pernah tercatat dalam penelitian terdahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunitas, indeks ekologi, dan frekuensi kehadiran burung pantai. Penelitian dilakukan di Pantai Pukan pada bulan Agustus sampai September 2020. Metode concentration count digunakan dalam pengambilan data burung pantai. Hasil menunjukkan terdapat 7 spesies burung air yaitu Ixobrychus flavicollis, Charadrius javanicus, Charadrius mongolus, Numenius phaeopus, Tringa nebularia, Actitis hypoleucos, dan Gelochelidon nilotica dengan nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener 1,317; indeks kemerataan spesies 0,677; dan indeks kelimpahan spesies 0,328. Frekuensi kehadiran burung air yaitu: (1) sangat jarang: Ixobrychus flavicollis, (2) jarang: Numenius phaeopus, Tringa nebularia, Actitis hypoleucos, Gelochelidon nilotica, (3) sedang: Charadrius mongolus, dan (4) absolut: Charadrius javanicus. 

    Keanekaragaman dan Kelimpahan Kepiting Bakau (Scylla spp.) pada Kawasan Ekosistem Mangrove Pesisir Timur, Kabupaten Bangka Tengah

    Get PDF
    Pemanfaatan kepiting bakau (Scylla spp.)  oleh masyarakat setempat khususnya nelayan di wilayah pesisir Timur Bangka Tengah cukup intensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis keanekaragaman dan kelimpahan kepiting bakau, parameter Fisik-Kimia perairan, kerapatan mangrove serta saling keterkaitannya di pesisir timur Bangka Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2020 di kawasan hutan mangrove, Desa Belilik (Stasiun 1), Desa Kurau Barat (Stasiun 2) dan Desa Kurau Timur (Stasiun 3). Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah purposive sampling dan transek plot. Jenis kepiting bakau yang ditemukan teridentifikasi sebagai Scylla serrata, Scylla tranquebarica, Scylla olivacea dan Scylla paramamosain. Indeks keanekaragaman kepiting bakau pada kawasan tersebut tergolong rendah dengan nilai rata-rata sebesar 0,94, dan kelimpahan jenis kepiting bakau yang tertinggi adalah Scylla serrata yaitu sebesar 71 individu/m2. Tingkat kerapatan mangrove pada ketiga stasiun tergolong rendah dengan jenis vegetasi yang ditemukan adalah Rhizophora apiculata dan Sonneratia alba. Hasil principal component analysis menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis kepiting bakau dipengaruhi oleh salinitas dan kecepatan arus air, sedangkan kelimpahan kepiting bakau dipengaruhi oleh kedalaman dan salinitas air. 

    Coprinellus sect. Disseminati: Source of Gastropod Mycophagy in Bogor-Indonesia

    Get PDF
    Mycophagy is the process of the organism consuming fungi. Fungal  tissue considered  as  valuable  resource  with  high  nutritional content for organisms which have the metabolic abilities to digest it. To date, there is no previously published record of animal mycophagy in Indonesia. Field observations in IPB University Campus Forest has been done to monitor mycophagy activity by any animals in sampling site. Only 1 of the 4 observasion period showed the evidence of animal mycophagy in sampling site. Mycophagous gastropod found to consume Coprinellus disseminatus fruit body as diet source. Macrofungi fruit body was eaten within two to three minutes. The snail only consume the pileus part of fruit body of Coprinellus disseminatus. It showed to use it’s anterior tentacles to pick the stages of fruit body. The gastropod tend to prefer mature fruitbody, yet the the reasons are still not clear. This is the first report of animal mycophagy evidence in Indonesia

    Pemanfaatan dan Skrining Fitokimia Infusa Daun Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.)

    Get PDF
    Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.)  banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional  oleh masyarakat suku Toraja.  Informasi  ilmiah tentang pemanfaatan Rumput Knop dan kandungan metabolit sekundernya yang berkhasiat sebagai obat tradisional  masih terbatas.  Penelitian ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi dari masyarakat suku Toraja mengenai khasiat Rumput Knop dalam mengatasi berbagai penyakit, variasi organ tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat dan cara pengolahannya. Data pemanfaatan rumput knop diperoleh melalui wawancara. Untuk mendukung data khasiat, dilakukan uji fitokimia kualitatif meliputi uji alkaloid, triterpenoid, steroid, saponin, tannin dan flavonoid. Rumput knop diaplikasikan untuk beberapa penyakit seperti sakit perut, sakit kepala, demam dan luka terbuka. Organ tumbuhan yang sering digunakan dalam pengobatan adalah daun muda. Cara pengolahan yang paling banyak dilakukan adalah perebusan. Berdasarkan hasil tersebut, maka organ yang dipilih untuk dilakukan skrining fitokimia adalah daun dan metode ekstraksi metabolit sekundernya dengan metode infusa. Skrining fitokimia menunjukkan infusa daun Rumput Knop mengandung flavonoid, steroid dan tannin.  Kata Kunci: Etnobotani, Infusa, rumput knop, nutrasetik

    Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Batang Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

    Get PDF
    Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) memiliki sejarah etnobotani. Informasi mengenai keamanan pemanfaatan rumput Knop sebagai obat tradisional perlu untuk dilakukan. Uji keamanan dilakukan dengan uji toksisitas. Uji toksisitas akut dengan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dilakukan sebagai uji toksisitas awal. Batang rumput Knop diekstrak dengan  metode maserasi, menggunakan penyari etanol. Ekstrak etanol batang rumput Knop dibuat dengan berbagai konsentrasi, yakni 1000, 500, 250, 125 dan 62,5 µg/ml. Larva Artemia salina (L.) diberi paparan ekstrak etanol batang rumput Knop selama 24 jam. Toksisitas ekstrak ditentukan berdasarkan jumlah larva yang mati setelah paparan ekstrak. Jumlah larva yang mati, dianalisis dengan analisis probit untuk menentukan nilai LC50. Kandungan senyawa fitokimia dalam ekstrak etanol batang rumput Knop diuji dengan uji fitokimia kualitatif. Besar nilai LC50 ekstrak etanol batang rumput Knop adalah 880,579 µg/ml. Ekstrak etanol batang rumput Knop mengandung steroid.

    Identifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara

    Get PDF
    Tumbuhan Cryptogamae merupakan kelompok tumbuhan tingkat rendah yang berkembang biak dengan tidak memakai biji. Tumbuhan paku (Pteridophyta) merupakan salah satu divisi tumbuhan Cryptogamae yang memiliki pola penyebaran yang cukup luas dan lazim ditemui di sekitar lingkungan. Kampus II UINSU. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tumbuhan tumbuhan paku yang terdapat di kampus II UINSU yang diharapkan dapat bermanfaat sebagai pengembangan dalam pembelajaran kontekstual Botani Cryptogamae yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata dengan mengamati berbagai spesies tumbuhan Cryptogamae yang ditemukan di areal kampus II UINSU. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survey eksploratif dan deskriptif, dengan melakukan pendataan tumbuhan serta mengamati morfologi dan deskripsi tumbuhan tersebut. sampel dikoleksi dalam bentuk segar dan diidentifikasi di laboratorium Tadris Biologi FITK UINSU. Identifikasi tumbuhan menggunakan prosedur pendataan ciri morfologi tumbuhan dan kunci identifikasi yang bersumber dari buku Tjitrosoepomo (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 kelas tumbuhan paku yakni kelas Filicinae dan Lycopodiinae, dimana terdapat 1 ordo, 1 famili, 5 sub famili dan 6 spesies untuk kelas Filicinae serta 1 ordo, 1 famili, dan 1 spesies untuk kelas Lycopodiinae yang ditemukan di Kampus II UINSU

    Pengaruh Bioaktivator Selulolitik untuk Mempercepat Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)

    Get PDF
    Oil palm plantations are very extensive in Indonesia which have produced oil palm solid waste in the form of oil palm empty fruit bunches (OPEFB, shells and fibers. Generally, OPEFB is processed into compost but has a constraint that requires a long time of three months. The solution is to provided bioactivators.  This study aims to determine variations in the amount of cellulolytic bioactivators in composting OPEFB that is 0 ml (P1), 50 ml (P2), 75 ml (P3) and 100 ml (P4). Composting is carried out at an incubation laboratory scale for 45 days. The best research results were obtained in P4 treatment with compost quality: N-total of 2.13; C-organic: 35,45 and C/N ratio 16,68 which are in accordance with SNI standards. This cellulotic bioactivator can be developed for the production of TKKS compost on a larger scale

    Pengaruh Hormon terhadap Induksi Embrio Somatik Kacapiring (Gardenia jasminoides) dan Potensi Aplikasinya dalam Pembuatan Benih Sintetik

    Get PDF
    Kacapiring (Gardenia jasminoides) merupakan tanaman hias yang memiliki banyak kegunaan, sebagai penghasil bunga potong, bahan makanan, bahan tekstil, bahan baku kosmetik, dan mengandung senyawa terapeutik. Tingginya permintaan kacapiring perlu diseimbangkan dengan hasil budidayanya. Perbanyakan konvensional kacapiring memiliki kelemahan seperti daur hidup yang lama, genotip dapat berbeda dari induk, dan dapat membawa penyakit dari induk. Oleh karena itu, diperlukan teknik perbanyakan kacapiring yang lebih efisien, salah satunya adalah dengan membuat benih sintetik. Benih sintetik dapat dihasilkan dengan cara melakukan enkapsulasi embrio somatik. Embrio somatik adalah kumpulan sel embrionik yang terbentuk dari sel soma yang memiliki kemampuan untuk beregenerasi menjadi tanaman baru yang utuh. Hormon merupakan bahan organik yang terdapat secara alami pada tumbuhan atau sintetik. Hormon berpengaruh dalam diferensiasi dan pertumbuhan tanaman. Embriogenesis somatik dapat dilakukan menggunakan hormon auksin dan sitokinin, karena auksin dapat menginduksi kalus embriogenik dan sitokinin dapat menginisiasi terjadinya proses embriogenik pada kalus. Benih sintetik adalah embrio somatik tunggal yang diselubungi oleh matrik, sehingga dapat disimpan dengan durasi waktu tertentu dan dapat tumbuh menjadi tanaman yang utuh dalam keadaan in vitro maupun exvitro

    Pengaruh Konsentrasi Minyak Nabati terhadap Lama Simpan dan Kualitas Pasta Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

    Get PDF
    Shallots (Allium ascalonicum L.) have a short shelf life because these tubers can experience decay and premature germination. Therefore, innovation is needed in shallot processing, one of which is by processing shallots into pasta products. This research conducted the making of onion paste with the addition of vegetable oil to improve the quality of the paste. The purpose of this study was to examine the effect of vegetable oil concentration treatment on shelf life and quality of shallot paste and to determine the level of preference for the panelists to shallot paste by organoleptic test. This study used a completely randomized design (CRD), namely one treatment factor with the addition of vegetable oil concentrations of 30%, 25%, and 20%. The data were analyzed using variance, if the results were significantly different, then it was further tested with DMRT with a significant level of 5%. The results showed that the concentration of vegetable oil on shelf life and quality of shallot paste were not significantly different so that the addition of vegetable oil concentration had no effect on shelf life and quality of shallot paste. Panelists preferred color and taste parameters of shallot paste with the addition of 30% vegetable oil. Meanwhile, for the pasta aroma that the panelists like, the paste with the addition of 25% and 20% vegetable oil

    549

    full texts

    606

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Biota
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇