Journal of Biota
Not a member yet
    606 research outputs found

    Respon Ketahanan Tanaman Caisim (Brassica Juncea L.) terhadap Intensitas Serangan Hama dan Penyakit setelah Pemberian Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk Hayati Provibio®

    Get PDF
    Caisim (Brassica juncea L.) merupakan sayuran yang hasil produk berupa daun segar. Kerusakan tanaman caisim dapat menurunkan nilai jual. Hama belalang (Oxya spp.), ulat pemakan daun, penyakit bercak daun pada (Brassica juncea L.) merupakan hama yang merusak daun tanaman caisim. Penelitian bertujuan mempelajari respon ketahanan pada caisim serangan hama dan penyakit setelah pemberian pupuk kandang dan pupuk hayati Provibio. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah pupuk kambing (P0 = 0 ton/ha (kontrol), P1 = 5 ton-1 per polibag, P2 = 15 ton-1 per polibag) dan faktor kedua adalah pupuk hayati (D0 = 0 mL/polibag (kontrol), D1 = 5 mL/polibag, dan D2 = 10 mL/polibag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang kambing tidak menunjukkan peningkatan ketahanan yang nyata terhadap intensitas serangan belalang, ulat pemakan daun dan penyakit bercak daun tanaman caisim. Aplikasi pupuk hayati Provibio belum mampu menurunkan hama belalang secara optimal dengan dosis 5 mL, serta belum mampu memberikan ketahanan terhadap ulat daun dan penyakit bercak daun tanaman caisim

    Transformasi Genetik pada Kalus Embriogenik Tanaman Suku Rubiaceae

    Get PDF
    Tanaman dari suku Rubiaceae memiliki peran yang penting dalam masyarakat, terutama di bidang kesehatan. Propagasi konvensional dapat menghasilkan tanaman baru namun membutuhkan waktu yang lama, sehingga diperlukan metode perbanyakan yang efisien agar tidak terjadi overeksploitasi di alam. Induksi kalus embriogenik tanaman Rubiaceae dapat dilakukan dengan menggunakan kombinasi Thidiazuron (TDZ), Asam 2,4-Diklorofenoksiasetat (2,4-D) dan 1-Naphthylaceticacid (NAA), selanjutnya disubkultur ke medium yang mengandung 6-Benzilaminopurin (6-BA) dan NAA untuk diferensiasi membentuk tunas. Tahapan ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan beberapa aspek bioteknologi, termasuk diantaranya adalah mikropropagasi dan transformasi genetik. Keberhasilan transformasi genetik dipengaruhi oleh banyak faktor dimana dua faktor yang paling berpengaruh adalah konsentrasi asetosiringon dan strain Agrobacterium tumefaciens yang digunakan sebagai perantara transformasi genetik. Asetosiringon adalah senyawa pengaktivasi gen vir untuk transfer DNA ke sel tanaman. Konsentrasi asetosiringon yang paling optimal diketahui adalah 50 mg/L karena mampu menghasilkan persentase efisiensi transformasi tertinggi saat digunakan bersamaan dengan strain supervirulen seperti A. tumefaciens EHA101. Literature review ini membahas pengaruh asetosiringon pada berbagai konsentrasi dan jenis strain A. tumefaciens terhadap efisiensi transformasi gen ke kalus embiogenik tanaman suku Rubiaceae.

    Kualitas dan Aktivitas Antioksidan Selai Lembaran Kombinasi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) dan Ekstrak Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.)

    Get PDF
    Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) dan kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) dikombinasikan untuk diolah menjadi selai lembaran yang memiliki manfaat kesehatan. Manfaat tersebut diperoleh dari kandungan antioksidan dari kedua bahan yang dapat mencegah timbulnya penyakit degeneratif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi ubi jalar ungu dan ekstrak kelopak bunga rosella terhadap kualitas kimia, fisik, mikrobiologi, dan organoleptik. Berdasarkan hasil uji tersebut akan ditentukan pula selai lembaran dengan kualitas paling baik. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan kombinasi ubi jalar ungu dan ekstrak kelopak bunga rosella yaitu 100:0 (P), 100:20 (Q), 100:40 (R), 100:60 (S). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selai lembaran kombinasi ubi jalar ungu dan ekstrak kelopak bunga rosella memberikan pengaruh terhadap kadar air, kadar abu, serat kasar, serat terlarut, total padatan terlarut, total asam tertitrasi, total fenolik, aktivitas antioksidan, tekstur dan angka kapang khamir, tetapi tidak memberikan pengaruh pada warna dan angka lempeng total. Selai lembaran perlakuan 100:60 (S) menghasilkan kualitas paling baik berdasarkan parameter kimia, fisik, mikrobiologi, dan organoleptik.

    Pertumbuhan Benih Cabai (Capsicum annuum L.) dengan Induksi Medan Magnet 0,2 mT dan Infeksi Fusarium oxysporum

    Get PDF
    Medan magnet merupakan salah satu upaya yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman cabai (Capsicum annuum L.). Pengendalian yang diharapkan tidak berdampak negatif terhadap manusia dan hewan serta ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama paparan medan magnet 0,2 mT (M) dan infeksi Fusarium oxysporum  (F) terhadap pertumbuhan kecambah cabai. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan antara lain M0F0, M7F0, M15F0, M0F60, M7F60, dan M15F60. Benih cabai diinfeksi dengan Fusarium oxysporum selama 0 menit (F0) dan 60 menit (F60). Data yang diperoleh dilakukan analisis ragam, apabila perlakuan memberikan pengaruh terhadap parameter yang diukur, akan dilanjutkan dengan Uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas enzim α-amilase tertinggi terdapat pada M15F60 sebesar 2,78 U/mL pada benih dan 5,28 U/mL pada kecambah. Indeks vigor memiliki korelasi positif terhadap tinggi kecambah. Semakin meningkatnya indeks vigor maka semakin meningkat pula tinggi kecambah. Indeks vigor tertinggi diperoleh pada hari ke-6 dengan perlakuan M7F60 sebesar 4,04. Tinggi kecambah tertinggi diperoleh pada hari ke-9 dengan perlakuan yang sama seperti indeks vigor yaitu M7F60 sebesar 2,04 cm

    Keanekaragaman Famili Asteraceae di Pematang Sawah Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, Denpasar

    Get PDF
    Asteraceae merupakan famili yang memiliki keanekaragaman tinggi dan memiliki jumlah spesies terbesar kedua pada Kingdom Plantae. Tanaman hias, obat dan pangan merupakan tiga fungsi utama famili Asteraceae. Pene;itian ini dilakukan untuk mengetahui indeks keanekaragaman (H’) famili Asteraceae yang terdapat di pematang sawah Desa Ubung Kaja Kota Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai keanekaragaman famili Asteraceae di persawahan Desa Ubung Kaja sehingga kegunaannya bisa lebih dioptimalkan. Desa Ubung Kaja memiliki wilayah yang sebagian besar merupakan lahan kering, digunakan berupa lahan sawah dan fasilitas umum. Prosedur kerja dalam pengamatan ini dimulai dari menetapkan lokasi, melakukan pengamatan, mendokumentasikan sample spesies, mendeskripsikan spesies ke dalam tabel identifikasi, mentabulasi data untuk memperoleh indeks keanekaragaman (H’) dan mengolah data dalam bentuk pembahasan. Spesies Asteraceae yang ditemukan yaitu Acmella oleracea, Eclipta prostrata, Emilia sonchifolia, Sphagneticola trilobata dan Tagetes erecta. Indeks keanekaragaman famili Asteraceae di kawasan persawahan Desa Ubung Kaja Kota Denpasar adalah sedang, dengan nilai (H’ = 1,4).

    Kualitas Virgin Coconut Oil (VCO) Dengan Penambahan Minyak Daun Salam (Syzygium polyanthum(Wight) Walp)

    Get PDF
    Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan produk yang memiliki potensi dan manfaat yang baik untuk dikonsumsi. Namun dalam proses penyimpanannya dapat mengalami reaksi oksidasi dan hidrolisis yang mempengaruhi kualitas VCO menjadi buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak atsiri daun salam terhadap kualitas Virgin Coconut Oil (VCO). Rancangan percobaan yang dipakai dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan menggunakan variasi konsentrasi penambahan minyak daun salam sebesar 1 %, 2 % dan 3 %. Pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kualitas VCO yaitu kadar air, asam lemak bebas, bilangan iod, bilangan peroksida, aktivitas antioksidan dan pengujian mikrobiologis yang meliputi pengujian angka lempeng total dan angka kapang khamir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa VCO konsentrasi 3 % menunjukkan hasil yang optimal dalam pengujian dengan kadar air sebesar 0,09 %, bilangan iod sebesar 5,57 g iod/ 100 g, bilangan peroksida sebesar 1,14 mg ek/g, asam lemak bebas sebesar 0,16 %, aktivitas antioksidan sebesar 69,28, angka lempeng total sebesar 0 CFU/ ml dan angka kapang khamir sebesar 1,67 CFU/ml

    Variasi Respon Anggrek Hasil Induksi Rhizoctonia Terhadap Infeksi Odontoglossum ringspot virus (ORSV)

    Get PDF
    Anggrek sangat terkenal karena memiliki corak, bentuk, ukuran, dan warna bunga beranekaragam. Phalaenopsis dan Dendrobium termasuk jenis anggrek yang diminati sehingga produksinya perlu ditingkatkan secara kuantitas maupun kualitas. Adanya infeksi virus Odontoglossum ringspot pada anggrek menjadi salah satu kendala dalam budidaya anggrek. Odontoglossum ringspot virus (ORSV) merupakan virus yang banyak menginfeksi anggrek dan menimbulkan gejala pada bagian daun berupa mosaik, nekrosis, klorotik, kelayuan serta daun menggulung. Upaya pengendalian infeksi ORSV dapat memanfaatkan mikroorganisme, seperti Rhizoctonia yang akan berasosiasi dengan perakaran anggrek membentuk simbiosis mutualisme yang kemudian dapat menyediakan nutrisi bagi anggrek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari respon anggrek Phalaenopsis amabilis dan Dendrobium discolor terinduksi Rhizoctonia terhadap infeksi ORSV. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial menggunakan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Phalaenopsis amabilis lebih rentan terinfeksi ORSV daripada Dendrobium discolor, dengan gejala yaitu daun mosaik, nekrotik, dan malformasi pada kisaran waktu 11 hari setelah inokulasi dengan Rhizoctonia . Hal ini mengindikasikan bahwa inokulasi Rhizoctonia pada Dendrobium discolor yang terinfeksi ORSV memberikan ketahanan yang lebih baik dibandingkan pada Phalaenopsis amabilis. 

    Efektivitas Filtrat Trichoderma asperellum TKD terhadap Pertumbuhan Aspergillus flavus pada Biji Kopi Arabika (Coffea arabica)

    Get PDF
    Penurunan produksi biji kopi arabika diakibatkan oleh keberadaan hama penggerek yang melubangi biji sehingga mudah terinfeksi spora A. flavus. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji efektivitas filtrat T. asperellum TKD terhadap A. flavus pada biji kopi arabika secara in vitro dan in vivo. Perlakuan secara in vitro dan in vivo yaitu kontrol negatif, kontrol positif, filtrat konsentrasi 10, 30, 50, 70, dan 90% (v/v). Parameter yang diamati adalah populasi A. flavus setelah perlakuan in vitro dengan pengujian filtrat ke A. flavus dan in vivo dengan pengujian filtrat ke biji kopi arabika. Hasil penelitian menunjukkan filtrat T. asperellum TKD konsentrasi 10-90% (v/v) efektif dalam mengurangi populasi A. flavus secara in vitro dan in vivo pada biji kopi arabika (P≤0.05). Pengujian secara in vitro menghasilkan diameter zona hambat terbesar pada perlakuan 90% (v/v) filtrat yaitu 11,56±0,83 mm, sedangkan diameter zona bening terkecil pada perlakuan 10% (v/v) filtrat yaitu 3,38±1,32 mm. Pengujian secara in vivo menunjukkan populasi terkecil pada 90% (v/v) filtrat yaitu 5×105±0,07 CFU/g, sedangkan populasi terbesar pada 10% (v/v) filtrat yaitu 50,0×105±0,01 CFU/g. Filtrat T. asperellum TKD mampu menghasilkan konsentrasi dependen dalam mengurangi populasi A. flavus pada biji kopi arabika secara in vitro dan in vivo.

    Biopreservasi Santan Kelapa (Cocus nucifera L.) dengan Serbuk Bakteriosin dari Lactobacillus plantarum

    Get PDF
    Santan kelapa merupakan bahan pangan hasil olahan dari daging buah kelapa yang diperas dengan penambahan air. Santan kelapa biasanya banyak dimanfaatkan sebagai campuran berbagai makanan dan minuman, namun santan kelapa memiliki kelemahan yaitu memiliki umur simpan pendek. Oleh karena itu, perlu adanya pengawetan santan kelapa secara alami yaitu salah satunya menggunakan bakteriosin dari L. plantarum. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui peran serbuk bakteriosin dari L. plantarum FNCC 0027 sebagai biopreservatif santan kelapa dan mengetahui konsentrasi optimal serbuk bakteriosin dari L. plantarum untuk mempertahankan kualitas santan kelapa. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan menggunakan dua faktor yaitu penambahan bakteriosin (0, 2,5, 5 dan 7,5%) dan lama penyimpanan (0, 8, 16 dan 24 jam) pada suhu ruang dengan tiga kali pengulangan. Penelitian ini memberikan hasil bahwa serbuk bakteriosin dari L. plantarum mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Selain itu, bakteriosin L. plantarum mampu berperan sebagai biopreservatif santan kelapa. Serbuk bakteriosin L. plantarum memiliki pengaruh beda nyata terhadap hasil angka lempeng total, jumlah coliform, kadar protein, kadar air dan pH santan kelapa, serta tidak berpengaruh terhadap warna santan kelapa. Serbuk bakteriosin L. plantarum dengan konsentrasi 5% merupakan perlakuan yang optimal dalam mempertahankan kualitas santan kelapa

    Variasi Morfologi Bunga Anggrek Bulan Hybrida Phalaenopsisamabilis: Analisa Karakter dengan Pendekatan Numerik

    Get PDF
    Informasi mengenai keanekaragaman bunga hibrida Phalaenopsis amabilis sebagai tanaman hias telah terdokumentasi secara lengkap. Namun, karakter yang menentukan varietas bunga masih belum teridentifikasi. Oleh karena itu penelitian ini akan mengeksplorasi dan mengidentifikasi karakter morfologi yang berperan dalam pembentukan keanekaragaman Phalaenopsis amabilis. Secara keseluruhan terdapat tiga puluh lima karakter morfologi yang terbagi menjadi sebelas sifat vegetatif dan dua puluh empat sifat generatif yang digunakan untuk menganalisis enam belas sampel anggrek. Enam belas sampel tanaman anggrek Phalaenopsis amabilis teridentifikasi sebagai delapan varietas. Delapan varietas tersebut kemudian dianalisis menggunakan PATN versi 4.00. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik sifat vegetatif maupun generatif dapat digunakan sebagai indikator identifikasi dan penentuan verietas Phalaenopsis amabilis. Dua klaster hierarkis dalam setiap dendrogram analisis sifat vegetatif, sifat generatif atau gabungan keduanya menunjukkan dua kelompok varietas. Karakter morfologi batang, daun dan bunga merupakan parameter yang menentukan keanekaragaman varietas dari Phalaenopsis amabilis.

    549

    full texts

    606

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Biota
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇