Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Not a member yet
339 research outputs found
Sort by
Model Bimbingan Dan Konseling Komprehensif dalam Meningkatkan Akhlak Mahasiswa
Guidance and counseling become one of the pillars to overcome bad morality and to improve good morals. One form of guidance and counseling in universities in accordance with the conditions in Indonesia is comprehensive guidance and counseling covering academic, social-personal, and career. This paper aims to develop a model of guidance and counseling in Islamic Religious College for students, based on guiding concepts that have been done by academic supervisors with categorization aspects of trust, tawadhu, qana\u27ah and tawakal. The method used in this research is research and development (R & D) to UIN Sunan Gunung Djati Bandung students. The result is the effort of academic advisors in improving the noble character of the students through the guidance is classified as less effective and needs to be improved
Dakwah Islam: Kajian Ontologis
Although academic explanations for ilmu dakwah have been elaborated relatively often, the nature of ilmu dakwah as a science remains a big question This paper supplies another explanation of that kind in order to provide philosophical grounds necessary to every single science to stand alive.It elaborates ilnm dakwah from an ontological point of view. In doing so, it starts from the very basic tenet of scientific search, which is the ontology of philosophy itse1f. Having clear about this, it goes on explaoiog the ontology of dakwah. Eventually, it discusses the maio concern of the philosophy of dakwah, defined mainly as a sean:h for the nature of dakwah.From the viewpoint of philosophy, dakwah can be understood as the close interactions of the elements of dakwah as an activity. These interactions create huge problems of dakwah, that can be categorized in such a way as to constitute the subdisciplines of ilmu dakwah. These subdisciplines call altogether for humanization, liberation, and transendentio
Implementation of Da’wah Training and Social Interaction between Muslim and Christian in Bandung
The purpose of this study was to determine: implementation of traning dakwah about the religious motives of Muslims interacting with Christians, patterns of Muslims interaction with Christians and the influence of religious motives between Muslims and Christians and the effect on the pattern of interaction between them in Bukit Permata Housing, Cinunuk, Cileunyi District of Bandung Regency. This study uses a case method with qualitative and quantitative approach, which is believed to be capable of being used to reveal the specific situation in a community using social facts emerge. The research method chosen by the researchers is a case study. That\u27s because the object to be studied regarding a specific phase or typical of the whole personality, and aims to obtain an adequate picture of the religious motives of Muslims interacted with Christians is the nature and distinctive character of the cases in Bukit Permata Housing Karsamanik. Research conducted involving 25 respondents with various predetermined criteria, based on the following conditions: (1). Respondents Muslims who have lived with Christian proximity, (2). Respondents are members of the Housing society Bukit Permata Karsamanik who has settled for at least 1.5 years; and (3). Respondents were considered to meet the requirements to provide a response regarding research themes; From the research conducted, the results obtained in the calculation of the indicators of the implementation Dakwah Training shows that religious motives of Muslims interacting with Christians, obtained an average value of 32.4: 14 = 2.30. If the qualifying criteria are interpreted at the high and low motives, the figures were included in the category quite well. The result of the calculation of the indicators associative patterns of social interaction between Christians Muslims with values obtained by an average of 36.3: 14 = 2.60. If the qualifying criteria are interpreted at the high and low motives, the figure is well categorized either. While the index value obtained correlation of 0.31 which is in the interval from 0.21 to 0.40 with a lower category. The hypothesis testing showed that tcount obtained is at 1.62, while the value of ttable 1.71. With these results, the hypothesis (H0) is received and the alternative hypothesis (H1) declined. Based on the calculation, the influence of variable X to Y varabel is 5%. Thus it can be said that, patterns of social interaction of Muslims with Christians influenced by religious motives with a value of 5% and 95% influenced by other factors. Religious motives of Muslims in interacting with Christians, is quite good. The pattern of interaction between Muslims with Christians, either. And the influence of religious motives to the interaction patterns among those with a value of 5%
Manajemen Komunikasi Entrepreneur Usaha Mikro Berbasis Pondok Pasantren
Pasantren sering kali di anggap sebagai lembaga pendidikan yang hanya bertugas untuk mendidik seseorang menjadi manusia yang berilmu. Namun akhir-akhir ini, paradigma umat muslim khusus sudah berkembang, mulai dari yang menganggap pesantren alah lembaga pendidikan klasik yang identik dengan pendidikan baca al-Qur’an, pendidikan fikih, pendidikan ceramah atau khutbah, dan lebih cenderung bersifat keakhiratan, namun sekarang paradigma tersebut mulai beralih menjadi paradigma yang lebih modern tidak hanya terfokus pada aspek keakhiratan saja melainkan aspek keduniaan juga. Sebagai contoh berbagai programa dikembangkan di pondok pasantren di Indonesia sekarang ini. Fakta ini dapat dibuktikan dengan mulai lahirnya pondok pasantren di Indonesia yang menjadikan enterpreneur sebagai program unggulan, seperti beberapa kasus di pondok pasantren Gontor yang terkenal di Jombang Jawa Timur. Sehingga lembaga pendidikan pondok pesantren tersebut dipandang mapan untuk menjadi lembaga yang melahirkan santri-santri berpendidikan yang siap untuk mandiri ketika selesai menempuh pendidikan di pondok pasantren. Sistem manajemen komunikasi yang baik merupakan salah satu faktor pendukung untuk menjadikan sebuah lembaga pendidikan berbasis keagamaan menjadi lembaga yang mampu berkembang dan maju melebihi lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Demikian pula untuk lembaga pendidikan berbasis keagamaan lainnya yang ada di daerah-daerah seluruh Indonesia seperti Pondok Pasantren di Sambas, mengembangkan usaha-usaha mikro (usaha kecil) merupakan solusi alternatif untuk dikembangkan. Karena menurut hasil pengamatan para pakar ekonomi pada perkembangan ekonomi dunia segmen pasar untuk usaha mikro masih sangat memungkinkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas bagaimana proses manajemen komunikasi yang dilakukan di Pondok Pasantren Muhammad Basuini Imran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan Filed Reasearch, melalui pendekatan studi kasus, yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. Dari penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa teori manajemen yang digunakan adalah teori fungsi manajemen menurut Robbins, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengontrolan. Adapun kegiatan usaha yang dilakukan terdiri dari pengelolaan sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, pengelolaan produksi, dan pemasaran
Dakwah Digital Akademisi Dakwah
Dakwah field in cyberspace requires the da\u27i, who in addition to the depth of Islamic science, broad insight kedakwahannya, also has the technical ability of internet usage is qualified. Researchers interested in studying how da\u27i academic da\u27i done in cyberspace. The subject of this research is the da\u27i of academics at Faculty of Da\u27wah and Communication UIN Bandung. The method used is descriptive analysis, which describes systematically facts or certain characteristics factually and meticulously. The theoretical perspective used is the theory of symbolic interaction. The results showed that the understanding of academicians to the internet as a medium of da\u27wah can be said relatively good enough. However, the level of mastery is relatively minimal, coupled with considerable obstacles resulted in low activity of academic da\u27i in utilizing the internet as da\u27wah. To improve effectiveness, integrated training is needed, availability of network access and adequate infrastructure, reward and punishmnet, exemplary, and the need to establish a separate institution with professional and forward-looking managers.Medan dakwah di dunia maya mensyaratkan para da’i, yang selain mendalam ilmu keislamannya, luas wawasan kedakwahannya, juga memiliki kemampuan teknis penggunaan internet yang mumpuni. Peneliti tertarik mengkaji bagaimana dakwah da’i akademisi dilakukan di jagat maya. Subyek penelitian ini adalah para da’i akademisi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung. Metode yang digunakan deskriptif analisis, yang melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik tertentu secara faktual dan cermat. Perspektif teoretis yang digunakan adalah teori interaksi simbolik. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman da’i akademisi terhadap internet sebagai media dakwah dapat dikatakan relatif cukup baik. Namun, tingkat penguasaan yang relatif minim, ditambah dengan kendala yang cukup besar berakibat pada rendahnya aktivitas para da’i akademisi di dalam memanfaatkan internet sebagai dakwah. Untuk meningkatkan efektivitas, dibutuhkan pelatihan terpadu, ketersediaan akses jaringan dan infrastruktur memadai, pemberian reward dan punishmnet, adanya keteladanan, dan perlu dibentuknya lembaga tersendiri dengan pengelola yang profesional dan berwawasan ke depan
Rijal al-Da’wah: Studi Faktor Karismatik Praktisi Dakwah di Kota Bandung
This study aims to describe charismatic characteristics inherent in some dakwah practitioners in the city of Bandung, which is related to personal quality, epektif communication ability, and social achievement. This research uses descriptive method with qualitative approach. The result shows some of the first charismatic dakwah practitioners, from the aspect of personal quality generally have good personality integrity characteristic, consistent in holding principle, uphold honesty in message delivery and in their daily life. They also aretiqomah carry out da\u27wah despite the exam at times come to them. Both epices of communication are characterized by intelligence in choosing words, strategies for initiating communication, using humor as a lecture insert, communication style, and their ability to convey diverse topics. Third, community achievement is characterized by their ability to take advantage of crisis situations in society with intelligent solutions provided. An accumulation of courage, intelligence and ability. The implication of one\u27s charisma can be built not only one factor but must be integral starting from the personal quality, competence and context of the situation.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik karismatik yang melekat pada beberapa praktisi dakwah di kota Bandung, yaitu berkait dengan mutu personal, kemampuan komunikasi epektif, serta prestasi kemasyarakatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasilnya menunjukkan beberapa praktisi dakwah yang tergolong karismatik itu pertama, dari aspek mutu personal umumnya memiliki ciri integritas kepribadian yang baik, konsisten dalam memegang prinsip, menjunjung tinggi kejujuran dalam penyampaian pesan maupun dalam hidup kesehariannya. Mereka juga istiqomah menjalankan dakwah kendati ujian sewaktu-waktu datang menimpa mereka. Kedua kemampuan komunikasi epektif ditandai dengan kecerdasan dalam memilih kata, strategi mengawali komunikasi, penggunaan humor sebagai sisipan ceramah, gaya komunikasi, serta kemampuan mereka dalam menyampaikan topik yang beragam. Ketiga, prestasi kemasyarakatan ditandai dengan kemampuan mereka memanfaatkan situasi krisis di masyarakat dengan solusi-solusi cerdas yang diberikan. Suatu akumulasi keberanian, kecerdasan dan kemampuan. Implikasinya karisma seseorang dapat terbangun tidak hanya satu faktor saja melainkan harus integral mulai dari mutu personal, kompetensi dan konteks situasi
Strategi Dakwah Persuasif dalam Mengubah Perilaku Masyarakat
In delivering the message of da\u27wah verbally or directly, the missionary interpreter will be faced with a group of audiences who have the same tendency, for this reason the missionary interpreter can display the delivery of da\u27wah messages in accordance with your needs. This writing with library research method reveals persuasive da\u27wah strategies in changing community behavior (mad\u27u). Based on the results of the study it was found that the da\u27wah communication aims to form a social structure that is complemented by social norms and shapes community behavior as mad\u27u. In the communication of persuasive da\u27wah, it is necessary to pay attention to the principles of persuasive da\u27wah, namely qaulan layyinan, qaulan sadidan, qaulan maysuran, qaulan baligha, qulan ma\u27rufa, qaulan karima and the stages of changing mad\u27u, namely their knowledge, attitudes and behavior.Dalam penyampaian pesan dakwah secara lisan atau langsuang, juru dakwah akan berhadapan dengan kelompok audiens yang mempunyai kecenderungan sama, untuk itu juru dakwah dapat menampilkan penyampaian pesan dakwah yang sesuai dengan kebutuhan mad’u. Tulisan dengan metode library research ini mengungkapkan tentang strategi dakwah persuasif dalam mengubah perilaku masyarakat (mad’u). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa komunikasi dakwah bertujuan membentuk suatu struktur sosial yang dilengkapi dengan norma-norma sosial serta membentuk perilaku masyarakat sebagai mad’u. Dalam komunikasi dakwah persuasif perlu diperhatikan prinsip-prinsip dakwah persuasif yaitu qaulan layyinan, qaulan sadidan, qaulan maysuran, qaulan baligha, qulan ma’rufa, qaulan karima dan tahapan perubahan mad’u yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku mereka
Manajemen Media Massa Hizbut Tahrir Indonesia
The background of this research is based on the access of people in Sambas Regency, West Kalimantan Province who know and read the bulletin of Al-Islam published by Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). It’s happen because the Bulletin Al-Islam is widely circulated in mosques in Sambas District. The purpose of this research is to know the publishing management of bulletin Al-Islam issued by HTI of Sambas Regency. This research uses qualitative method with field research and using case study. The results of this study are firstly the topic of news prioritized by editors of Al-Islam bulletin is the news that is discussed by reader of Sambas Regency. Secondly, the editorial frames of language and facts are in line with the perceived by the readers, as a result it is personal interaction between the bulletin and the readers. Thirdly, the editor frames the bulletin for gaining intention and response of the event so the local governments could make policies that can realize the concept of Khilafah Al-Islamiyah through the local regulations. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada banyaknya masyarakat Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat yang mengetahui dan membaca buletin Al-Islam yang diterbitkan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ini terjadi karena Buletin Al-Islam banyak beredar di masjid-masjid di Kabupaten Sambas. Untuk itu penelitian ini ingin mengetahui bagaimana manajemen penerbitan buletin Al-Islam yang diterbitkan HTI Kabupaten Sambas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian field research dan menggunakan pendekatan studi kasus. Adapun hasil dari penelitian ini di antaranya pertama, topik berita yang diprioritaskan redaksi buletin Al-Islam adalah berita yang sedang hangat dibahas masyarakat Kabupaten Sambas. Kedua, redaksi membingkai bahasa dan fakta yang sesuai dengan yang dirasakan masyarakat sehingga terjadi interaksi personal antara buletin dan pembaca. Ketiga, redaksi membingkai buletin dengan maksud memberikan sebuah tanggapan dalam peristiwa yang terjadi agar pemerintah daerah membuat kebijakan yang dapat mewujudkan konsep khilafah Al-Islamiyah melalui peraturan-peraturan daerah
Revitalisasi Kesenian Tari Topeng sebagai Media Dakwah
Mask dance is one of the artistic potential of traditional media can be used as an alternate to the development of Islam. Elements of traditional and communicative nature of the performing arts, enabling to serve as an effective medium of information, without losing the element of entertainment. Unfortunately, the art of dance performances mask yet empowered as a package for maximum performance as well as guidance. the role of the mask dance used functioned as a medium for the spread of Islam, gradually shrinking. Globalization has led to the emergence of modern cultures and marginalized traditional art, art that potential existence is increasingly squeezed by the presence of popular art, and gradually abandoned his fans and Mask dance more exclusive. Therefore, needs to be revitalized, especially the function and role of the missionary expansion in the future.Tari topeng merupakan salah satu potensi kesenian tradisional yang dapat dijadikan sebagai media aternatif untuk pengembangan dakwah Islam. Unsur tradisional dan sifat komunikatif dari seni pertunjukkan tersebut, memudahkan untuk dijadikan sebagai media penerangan yang efektif, tanpa harus kehilangan unsur hiburannya. Sayangnya, seni pertunjukkan tari topeng belum diberdayakan secara maksimal sebagai paket tontonan sekaligus tuntunan. Peran tari topeng yang dulu difungsikan sebagai media syiar Islam, lambat laun menyusut. Arus globalisasi telah mendorong munculnya kebudayaan-kebudayaan modern dan memarginalisasi kesenian tradisonal, sehingga seni yang potensial ini keberadaannya makin terjepit oleh keberadaan seni populer, dan berangsur-angsur ditinggalkan penggemarnya sehingga tari topengpun makin ekslusif. Oleh karena itu, perlu direvitalisasi terutama makna, fungsi dan perannya untuk pengembangan dakwah di masa depan
Manajemen Komunikasi Dompet Ummat dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat Islam
Filantropi sebenarnya merupakan sebuah istilah yang relatif baru di Indonesia dibandingkan dengan istilah-istilah zakat, wakaf atau sedekah dan infak, yang sudah akrab di telinga masyarakat. Oleh karena itu kajian filantropi belum banyak mendapat perhatian dari para sarjana. Sehingga dengan adanya kajian tentang manajemen filantropi Dompet Ummat Kabupaten Sambas dapat memberikan penjelasan pengelolaan filantropi dari sebuah organisasi. Selain itu juga melalui kajian ini dapat melihat pemberdayaan ekonomi umat Islam yang dibantu oleh Dompet Ummat kabupaten Sambas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan pendekatan sosiologi. Sedangkan metode yang digunakan dalam riset ini adalah metode deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori manajemen dari Stephen P. Robbins dan James A.F. Stoner, yaitu adanya perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian. Keberhasilan dalam manajemen filantropi yang dilakukan oleh Dompet Ummat yaitu dengan menerapkan empat unsur manajemen. Empat unsur tersebut adalah perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian. Pemberdayaan ekonomi umat Islam di kabupaten Sambas oleh Dompet Ummat dilakukan melalui penyaluran bantuan dari hasil sumbangan donatur, maupun dari zakat, infak dan sedekah yang disusun berdasarkan program kerja yang telah dibuat. Program kerja yang dibuat oleh Dompet Ummat adalah bidang, kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial dan keagamaan maupun sosial bisnis