Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Not a member yet
339 research outputs found
Sort by
Talqin Zikir sebagai Metode Dakwah
This paper reveals the concept and process of talqin dhikr, the success of talqin dhikr as a method of da\u27wah and the implications of talqin zikir for the development of contemporary da\u27wah method. This research used qualitative approach and case study research method with observation and interview techniques. The results showed that talqin dhikr is a method of dakwah that answer the problems of modern society. Talqin dhikr both in congregate and individually could bring  the members to the good condition ini emotional-spiritual aspect (al-\u27âthifiy); rational aspects (al-\u27aqliy); and sensory aspect (al-hissiy). Talqin dhikr offer to fulfil the needs of modern society for the emptiness of spirituality through a short and fast process and also managed to change the emotional-spiritual state, perspective and member’s mindset and allow them to move positive activites. Talqin dhikr become a significant contribution to the development of da\u27wah
Keberagamaan dan Dakwah Tionghoa Muslim
Research on the religious activities and da’wah of Chinese Muslims in Indonesia are still very minimal, even though this ethnic group also contributes to the spread of Islam in Indonesia. This study describes the diversity and propaganda of Muslim Chinese in the city of Bandung. With the case study method, we find out how the religious experience and da\u27wah of Muslim Chinese as a form of thought, deed and congregation. The results of the study revealed that diversity and da\u27wah among Muslim Chinese is a social act as part of religious experience in the form of (1) thought that religious diversity is not only limited to facts social that the Chinese ethnic are Muslims, but also felt and lived in the form of social interaction. (2) rites, da\u27wah activities for the ethnic Chinese need an initial study of their ancestral culture and (3) congregation in the form of support from external Chinese Muslims and the spirit of some of them to unite in the form of activities in the Laotze 2 mosque and in the Al-Imtizaj mosque Bandung.Kajian tentang keberagamaan dan dakwah Tionghoa Muslim di Indonesia masih sangat minim, padahal etnis ini juga turut memberikan kontribusi bagi penyebaran Islam di Indonesia. Penelitian ini menggambarkan keberagamaan dan dakwah Tionghoa muslim di Kota Bandung. Dengan metode studi kasus dicari bagaimana pengalaman keagamaan dan dakwah tionghoa muslim sebagai bentuk pemikiran, perbuatan dan persekutuan Hasil penelitian mengungkapkan bahwa keberagaman dan dakwah di kalangan Tionghoa Muslim merupakan tindakan sosial sebagai bagian dari pengalaman keagamaan berbentuk (1) pemikiran yaitu keberagamaan tidak hanya terbatas pada fakta sosial bahwa etnis Tionghoa beragama Islam, tetapi juga dirasakan dan dihayati dalam bentuk interaksi sosial. (2) ritus, kegiatan dakwah bagi etnis Tionghoa memerlukan kajian awal tentang budaya leluhur mereka dan (3) persekutuan berupa dukungan dari pihak eksternal Tionghoa Muslim dan semangat sebagian dari mereka untuk bersatu yaitu dalam bentuk aktivitas di masjid Laotze 2 maupun di masjid Al-Imtizaj Bandung
Kontestasi Retorika Islam Nusantara
This study aims to describe the contestation of Islamic Nusantara rhetoric in Social Media between two Islamic organizations in Indonesia. The first mass organization was NU as the creator of Islam Nusantara idea and HTI as the repudiation of Islam Nusantara idea. To obtain the description, the researchers used the theory of Gramsi to analyze the text contained in the official web of NU and HTI on Islam Nusantara. The results show that there is contestation between NU and HTI in producing Islamic Nusantara rhetoric in New Media. NU as the largest Islamic organization in Indonesia feels the need to develop the Islamic Nusantara model as a distinctive feature of Islam in Indonesia against the hegemony of radical Islamic values entering Indonesia. The intellectual elite of NU is also widely revealed in its text on the official web of NU, that radical Islamic values are also carried by other Islamic organizations such as HTI which is the international Islamic organization of the Middle East. Meanwhile, HTI elites also produce texts to reject Islam Nusantara because Islam is only one, and invites the Islamic community of Indonesia not to be divided.Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan kontestasi retorika Islam Nusantara di Media Sosial antara dua ormas Islam di Indonesia. Ormas pertama adalah NU sebagai pengusung gagasan Islam Nusantara dan HTI sebagai penolak gagasan Islam Nusantara. Untuk memperoleh gambaran tersebut, peneliti memakai teori dari Gramsi untuk menganalisa teks yang dimuat dalam web resmi NU dan HTI mengenai Islam Nusantara. Hasil penelitian menunjukan terdapat kontestasi antara NU dan HTI dalam memproduksi retorika Islam Nusantara di Media Baru. NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia merasa perlu melakukan pengembangan model Islam Nusantara sebagai ciri khas dari Islam di Indonesia untuk melawan hegemoni dari nilai-nilai Islam radikal yang tengah memasuki Indonesia. Elit intelektual NU juga banyak mengungkapkan dalam teksnya di web resmi NU, bahwa nilai-nilai Islam radikal tersebut juga dibawa oleh ormas islam lain seperti HTI yang merupakan organisasi islam internasional dari Timur Tengah. Sementara itu, elit HTI juga memproduksi teks untuk menolak Islam Nusantara dikarenakan Islam itu hanya satu, dan mengajak masyarakat Islam Indonesia untuk tidak terpecah-bela
Komunikasi Spiritual Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh melalui Gerakan Dakwah Tarekat
The purpose of this study analyzes the Spiritual Communication of Abah Aos in da\u27wah movement in Tarekat Qodiriyah Naqsabandiyah Suryalaya (TQNS). This research is based on Max Weber\u27s action theory. The method used is phenomenological method of qualitative approach. Based on the results of the research, it can be seen that, Abah Aos spiritual communication is based on da\u27wah movement, da\u27wah attitude, da\u27wah tradition and belief da\u27wah TQNS which comes from Amaliyah Mursyid book and certain deeds. Abah Aos spiritual communication can not be separated from the development of preaching TQNS Abah Sepuh, Abah Anom, and Abah Aos. This study enriches the study of spiritual communication with the da\u27wah approach of Tarekat. Tujuan penelitian ini menganalisa Komunikasi Spiritual Abah Aos dalam gerakan dakwah di Tarekat Qodiriyah Naqsabandiyah Suryalaya (TQNS). Penelitian ini berpijak pada teori tindakan Max Weber. Metode yang digunakan adalah metode fenomenologi pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa, komunikasi spiritual Abah Aos didasarkan pada gerakan dakwah, sikap dakwah, tradisi dakwah dan keyakinan dakwah TQNS yang bersumber dari buku Amaliyah Mursyid dan amalan-amalan tertentu. Komunikasi spiritual Abah Aos tidak bias dilepaskan dari perkembangan dakwah TQNS masa Abah Sepuh, Abah Anom, dan Abah Aos. Penelitian ini memperkaya kajian komunikasi spiritual dengan pendekatan dakwah Tarekat.Â
Komunikasi Terapeutik Korban Penyalahgunaan Narkoba melalui Tarekat
The study aims to describe therapeutic processes, strategies, methods and techniques of drug abuse victims. The method used is case study. The research explains, the process of rehabilitation conducted Inabah II Putri at various stages of rehabilitation, found steps in the healing process, namely the existence of communication process between the coaches with child development, communication is therapeutic. Strategy is done by coaching to the child of bina through interaction verbal communication and nonverbal therapeutic, by giving teachings of Tariqat Qodiriyyah Naqsabandiyyah, that is; Talqin dhikr, bath repentance, prayer, dhikr and khataman. Coaching is done to help reduce the burden of thoughts and their feelings so slowly but surely the child can be recovered, have the awareness to always be on the path that is pleasing Allah SWT.Penelitian bertujuan mendeskribsikan proses, strategi, metode dan teknik komunikasi terapeutik terhadap korban penyalahgunaan narkoba. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Penelitian menjelaskan, proses rehabilitasi dilakukan Inabah II Putri pada berbagai tahapan rehabilitasi, ditemukan langkah-langkah dalam proses penyembuhan, yaitu adanya proses komunikasi antara para pembina dengan anak bina, komunikasi tersebut bersifat terapeutik. Strategi dilakukan dengan pembinaan kepada anak bina melalui interaksi komunikasi verbal dan nonverbal terapeutik, dengan memberikan ajaran Thariqat Qodiriyyah Naqsabandiyyah, yaitu; talqin dzikir, mandi taubat, sholat, dzikir dan khataman. Pembinaan dilakukan untuk membantu mengurangi beban fikiran dan perasaan mereka sehingga pelahan-lahan tapi pasti anak bina bisa pulih, mempunyai kesadaran untuk senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah SWT
Makna dan Aktualisasi Dakwah Islam Rahmatan lil‘Alamin di Indonesia
Rahmatan Lil\u27alamin is the term al-Quran refers to the main purpose of propaganda carried by Prophet Muhammad SAW. This term is often used to explain that Islam is a religion of peace, compassion, tolerance, and love of goodness. But in the Qur\u27an, the hadith and the history of the Prophet Muhammad and his companions show that not all activities aimed at upholding the rahmatan lil\u27alamin can be presented with peace, compassion, tolerance and love of goodness, but there is also the concept of jihad, amar ma \u27 ruf nahi munkar and wala \u27with fellow believers. This paper tries to explore the meaning of grace in the Qur\u27an as well as how to make it happen with thematic interpretive method approach. Based on the results of the study found that the meaning of rahmatan lil\u27alamin will be realized when there is a balance hablun minallah and hablun minannas, which apply twelve activities related to the relationship hablun minallah and twelve activities associated with hablun minannas.Rahmatan Lil‘alamin merupakan istilah yang dipopulerkan oleh al-Quran untuk merujuk kepada tujuan utama dakwah yang diusung oleh Nabi Muhammad SAW. Istilah ini sering digunakan untuk menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang damai, kasih sayang, toleran, dan cinta kebaikan. Sehingga, seetiap tindakan yang bertujuan untuk menegakkan syariat Islam yang terkesan ‘bertentangan’ dengan makna di atas disebut sebagai tindakan yang tidak ‘rahmatan lil‘alamin.’ Namun dalam al-Quran,hadis dan sejarah dakwah Nabi Muhammad dan para sahabatnya menunjukkan bahwa tidak semua aktivitas yang bertujuan untuk menegakkan rahmatan lil’alamin bisa dihadirkan dengan damai, kasih sayang, toleran, dan cinta kebaikan. Di sana ada jihad, amar ma’ruf nahi munkar dan wala’ dengan sesama mukmin. Untuk menghindari kesalahan dalam penggunaaan istilah ini dan untuk mewujudkan rahmatan lil’alamin yang sesuai dengan ruh al-Quran itu sendiri maka penelitian ini dilakukan. Tulisan ini mencoba untuk menggali makna rahmat dalam al-Quran serta bagaimana cara mewujudkannya dengan pendekatan tafsir tematik.  Sebagai kesimpulan rahmatan lil’alamin akan terwujud manakala terjadi keseimbangan hablun minallah dan hablun minannas, yaitu menerapkan duabelas aktivitas yang terkait dengan hubungan hablun minallah dan duabelas aktivitas yang terkait dengan hablun minannas
Strategi Komunikasi Badan Amil Zakat Nasional dalam Pengumpulan Zakat Maal
This study aims to find out: communication strategy of National Amil Zakat Agency (Baznas) covering communication management, communication form, and socialization in collecting Zakat Maal. Research in Baznas West Java Province is done using qualitative approach with descriptive method whose data obtained through observation, interview, and documentation. The results of the study found that communication strategy used by Baznas of West Java Province in collecting zalcat maal was done through the implementation of International Standard Operation (ISO) and Strategic Plan (RESTRA) and Initial Activity Plan (RKAT). The form of communication in collecting zakat maal using online media means and face to face communication, with muzakki. While socialization of zalcat gathering maal done continuously through work program branding mechanism of online media and offline. Through this communication strategy Baznas West Java Province managed to increase the amount of zakat gathering maal from the community.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: strategi komunikasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meliputi manajemen komunikasi, bentuk komunikasi, dan sosialisasi dalam pengumpulan Zakat Maal. Penelitian di Baznas Provinsi Jawa Barat ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang datanya diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa strategi komunikasi yang digunakan oleh Baznas Provinsi Jawa Barat dalam mengumpulkan zakat maal dilakukan melalui penerapan International Standart Operation (ISO) dan Rencana Strategis (RESTRA) serta Rencana Kegiatan Awal Tahun (RKAT). Bentuk komunikasi dalam mengumpulkan zakat maal menggunakan sarana media online dan komunikasi tatap muka, dengan muzakki. Sedangkan Sosialisasi pengumpulan zakat maal dilakukan secara terus-menerus melalui program-program kerja mekanisme branding media online dan offline. Melalui strategi komunikasi ini Baznas Provinsi Jawa Barat berhasil meningkatkan jumlah pengumpulan zakat maal dari masyarakat
Pesan Dakwah Hasan Al-Banna dalam Buku Majmu’at al-Rasail
This article analyzes the message of Hasan al-Banna\u27s preaching in the book Majmu\u27at al-Rasail relating to the aqeedah, sharia and morals. The study used critical discouse analysis method of Norman Fairclough with an emphasis on the background of the social situation until the message of da\u27wah was formulated. The results of the research show that the message of da\u27wah in the book Majmu\u27at al-Rasail can be explained, among others: the message of the faith in theological discourse, the message of sharia in the discourse of power and the moral message in the discourse of social relations. The monotheistic belief system must be able to provide the divine spirit in all dimensions of life. This spirit grows out of true, pure, clean faith from the element of shirk to God; the sharia system requires applicable law according to the teachings of Islam, focusing on a number of social and political problems that hit the country of Egypt after the destruction of the Ottoman Caliph which fell into British hands. The message of Hasan al-Banna\u27s preaching was oriented towards reforming the living system which was damaged by colonialism and desirous of returning it to the Islamic system.Artikel ini menganalisis pesan dakwah Hasan al-Banna dalam buku Majmu’at al-Rasail yang berkaitan dengan akidah, syariah dan akhlak. Penelitian menggunakan metode analisis wacana kritis Norman Fairclough dengan penekanan pada latar situasi sosial sampai pesan dakwah terumuskan. Hasil penelitian menunjukkan pesan dakwah dalam  buku Majmu’at al-Rasail dapat dijelaskan antara lain: pesan akidah dalam wacana teologi, pesan syariah dalam wacana kekuasaan dan pesan akhlak dalam wacana relasi sosial. Sistem keyakinan tauhid harus mampu memberikan semangat ketuhanan dalam segenap dimensi kehidupan. Semangat tersebut tumbuh dari akidah yang benar, murni, bersih dari unsur syirik kepada Allah; sistem syariah menghendaki hukum yang berlaku sesuai ajaran Islam, fokus pada sejumlah permasalahan sosial dan politik yang melanda negeri Mesir pasca kehancuran Khalifah Utsmaniyah yang jatuh ke tangan Inggris. Pesan dakwah Hasan al-Banna berorientasi pada pembenahan sistem kehidupan yang rusak karena penjajahan dan berhasrat mengembalikannya pada sistem Islam
Media Massa Melawan Teror: Analisis Framing pada Tajuk Koran Republika
This study aims to describe the view of mass media with the Islamic ideology of Republika in response to mass shooting incident by Stephen Craig Paddock (64 years) in Las Vegas United States on Sunday (1/10/2017) which killed 59 people and injured 500 people. This research uses qualitative method with framing analysis of Robert Entman model which produces four important things. First, the editorial (header) entitled "Irony Paddock, Irony Trump" affirms the attitude of Republika who called the Las Vegas tragedy an act of terror. Secondly, Republika constructed the United States president Donald Trump as a problem because of judging Paddock\u27s brutal action as a casual shoot, not including terrorists. Thirdly, Republika rejects the double standard of Western countries, especially the US which does not mention terrorist acts because the perpetrators are not Muslim and not black. Fourthly, Republika offers a definition of terrorism as an act involving the use or attempts of sabotage, coercion, or violence that result in the death of the population in general. This research can be used as a discourse forming critical awareness in opposing the negative views of US superpower leaders who often impose the meaning of acts of terrorism with Islam and the Muslims.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pandangan media massa berideologi Islam Republika dalam menyikapi peristiwa penembakan massal oleh Stephen Craig Paddock (64 tahun) di Las Vegas Amerika Serikat, Ahad (1/10/2017) yang menewaskan 59 orang dan melukai 500 orang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis framing model Robert Entman yang menghasilkan empat hal penting. Pertama, editorial (tajuk) berjudul “Ironi Paddock, Ironi Trump†menegaskan sikap Republika yang menyebut tragedi Las Vegas sebagai aksi teror. Kedua, Republika mengontruksikan presiden Amerika Serikat (AS) Donal Trump sebagai masalah karena menilai aksi brutal Paddock sebagai penembakan biasa, bukan termasuk teroris. Ketiga, Republika menolak standar ganda negara Barat, terutama AS yang tidak menyebut tindakan teroris karena pelakunya bukan muslim dan tidak berkulit hitam. Keempat, Republika menawarkan definisi terorisme sebagai aksi yang melibatkan penggunaan atau upaya sabotase, pemaksaan, atau kekerasan yang mengakibatkan kematian populasi secara umum. Penelitian ini dapat dijadikan wacana pembentuk kesadaran kritis dalam melawan pandangan negatif pemimpin negara adidaya AS yang sering kali memaksakan makna aksi terorisme dengan Islam dan kaum muslimin
Manajemen Dakwah melalui Bantuan Kemanusiaan Korban Banjir di Kabupaten Sambas
Bencana alam merupakan fenomena yang sudah tidak lagi asing bagi masyarakat Indonesia. Diantara bencana alam yang sering terjadi di Indonesia adalah banjir. Akibat banjir yang terjadi, begitu banyak kerugian yang harus ditanggung oleh pemerintah dan masyarakat. Kerugian yang ditimbulkan banjir ini akan semakin kompleks lagi jika daerah yang terkena banjir tersebut merupakan daerah terpencil, tertinggal seperti di desa Semangak dan Sepantai kecamatan Sejangkung kabupaten Sambas. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk memberikan bantuan kepada korban banjir dua daerah ini. Diantara upaya tersebut seperti yang dilakukan oleh asrama Romantika yaitu dengan memberikan bantuan makanan dan pakaian layak pakai. Kegiatan filantropi yang dilakukan oleh asrama Romantika mencapai hasil yang melampaui target awal. Keberhasilan ini merupakan indikasi bahwa proses manajemen dalam kegiatan filantropis ini berjalan dengan baik. Masalah yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah tentang proses formulasi, implementasi dan evaluasi dalam manajemen filantropi bantuan untuk bencana banjir di kabupaten Sambas oleh asrama Mahasiswa tahun 2015. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan proses formulasi, implementasi dan evaluasi dalam manajemen filantropi bantuan untuk bencana banjir di kabupaten Sambas oleh asrama Mahasiswa tahun 2015. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah deskriptip analitis. Berdasarkan analisa disimpulkan bahwa proses manajemen filantropi dalam bantuan untuk bencana banjir di kabupaten Sambas oleh asrama Mahasiswa tahun 2015 telah dilakukan dengan baik. Masing-masing tahapan dalam manajemen filantropi ini menggunakan pendekatan dan metode yang relevan. Proses formulasi yang digunakan dalam manajemen filantropi asrama Romantika adalah model perencanaan skenario. Proses implementasi dalam manajemen filantropi asrama Romantika menggunakan pendekatan job deskription. Sedangkan proses evaluasi yang dilakukan dalam manajemen filantropi asrama Romantika menggunakan model CIPP