Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Not a member yet
339 research outputs found
Sort by
Commodification and Commercialization of Islamic Da\u27wah Practice on Indonesian Television
This study aims to understand and analyze the relationship between da\u27wah\u27s practice, especially in the form of Islamic broadcasting on television media, and the presence of popular culture in society. This research is qualitative research using descriptive and holistic research methods. Data collection was carried out through interviews, observation, and documentation techniques. Besides, researchers also use critical discourse analysis methods as data analysis methods. The use of analytical techniques that combines various approaches in critical discourse analysis, such as textual analysis, sociological macro analysis, as well as the use of ideological and power relations theories, is assumed to be the right technique in formulating meaning and understanding the practice of da\u27wah on television more critically. This research wants to answer how the construct of da\u27wah practice on television and the role of television media in the commodification and commercialization of Islamic da\u27wah from the perspective of critical discourse analysis. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis bagaimana relasi antara praktik dakwah, terutama dalam bentuk penyiaran Islam di media televisi, dengan kehadiran budaya populer di masyarakat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif dan holistic. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Selain itu, peneliti juga menggunakan metode analisis wacana kritis sebagai metode analisa datanya. Penggunaan teknik analisa dilakukan untuk analisis tekstual, analisis makro sosiologis, juga penggunaan teori ideologi dan relasi kuasa, diasumsikan sebagai teknik yang tepat dalam merumuskan makna dan memahami praktik dakwah di televisi secara lebih kritis. Penelitian ingin menjawab bagaimana konstruk praktik dakwah di televisi dan peran media televisi dalam hal komodifikasi dan komersialisasi dakwah Islam dalamperspektif analisis wacana kritis. Â
Islamic Counseling Guidance in Increasing the Maturity of Student’s Career
This research aims to develop the format of Islamic career guidance through lectures in an effort to improve optimal career maturity with good processes and results. The research method combines quantitative and qualitative methods together. This research involved a department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Da\u27wah and Communication, State Islamic University Bandung. The results showed that, there were four methods as efforts to intervene career advancement, they are career theory lectures, career portfolios, field trips, student presentations of career inspiration read from books. Different time share method for portions. Better than more interesting. The final result of career maturity through career guidance courses can achieve high career maturity. This research can be widely used as an effort to improve career progress through career guidance.Penelitian ini bertujuan membangun format bimbingan karir Islam melalui perkuliahan dalam upaya meningkatkan kematangan karier yang optimum secara proses maupun hasil yang baik. Penelitian menggunakan metode kombinasi antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara bersama-sama. Penelitian ini melibatkan satu jurusan Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat metode sebagai upaya intervensi kematangan karier, yakni; ceramah teori karier, portofolio karier, kunjungan lapangan, presentasi mahasiwa dan buku bacaan inspirasi karier. Hasil akhir tindakan kematangan karier melalui mata kuliah bimbingan karier dapat mencapai kematangan karier tinggi dan sangat tinggi. Penelitian ini dapat digunakan secara luas sebagai upaya peningkatan kematangan karier melalui bimbingan karier
The phenomenon of the Islamic Spiritual Youth Da\u27wah Movement of Pekanbaru City
This article examines the phenomenon of the Islamic spiritual youth da\u27wah movement in Pekanbaru. Da\u27wah movement in this context to deepen and strengthen Islamic teachings. The spiritual function of Islam is a forum, teaching, preaching, and sharing Islamic knowledge. This study uses qualitative methods to understand the phenomena of their da\u27wah movements. The data obtained were analyzed by the phenomenology approach. The study results show that Islamic spiritual youth make the organization a forum for their activities and exercises. The finding indicates that Islamic spiritual organization uses a platform for change movements, Islamic coaching, syiar and da\u27wah, Islamic activities, strengthening friendship, and social solidarity.Artikel ini mengkaji fenomena gerakan dakwah remaja Rohani Islam Kota Pekanbaru. Gerakan dakwah dalam konteks ini untuk memperdalam dan memperkuat ajaran Islam. Fungsi Rohani Islam adalah sebagai forum, pengajaran, dakwah, dan berbagi pengetahuan Islam. Kajian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami fenomena gerakan dakwah mereka. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan fenomenologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa remaja Rohani Islam menjadikan organisasi sebagai wadah untuk kegiatan dan gerakan dakwah mereka. Fakta ini ditunjukkan dengan temuan bahwa organisasi Rohani Islam dijadikan sebagai wadah gerakan perubahan, wadah pembinaan keislaman, wadah syiar dan dakwah, wadah kegiatan Islam, wadah mempererat silaturrahmi, dan wadah solidaritas sosial
Majelis Taklim and the Shifting of Religious Public Role in Urban Areas
Majelis taklim is a very special Islamic medium in Indonesia. Its existence is quite phenomenal not only because of the large number of worshipers but also because it is very close to the lives of people both in rural and urban areas. Its development is quite massive in demand by many groups and social classes, especially among women so that it is often identified as a religious group that is "genre" women. This research will reveal how the development of majelis taklim in urban society? How does a shift in the social role of religion in urban society? This study uses a qualitative method with a sociological approach, at the Taklim Women\u27s Assembly in the Setiabudi area of South Jakarta. This research found that the development of the majelis taklim was very dominant among women and had shifted socio-religious roles that had previously been in the hands of men. Majelis taklim has become a gateway that connects women with the outside world, also becomes a door for access and social mobility of women and even gives birth to women\u27s leadership authority in religious public spaces. Majelis taklim menjadi sarana syiar Islam yang sangat khas di Indonesia. Keberadaannya cukup fenomenal bukan saja karena jumlah jamaahnya yang besar akan tetapi juga karena sangat dekat dengan kehidupan umat baik di pedesaan maupun di perkotaan. Perkembangannya cukup massif diminati banyak kalangan dan kelas sosial, terlebih di kalangan kaum perempuan sehingga kerap diidentikkan sebagai kelompok keagamaan yang “bergenre†perempuan. Penelitian ini akan mengungkapkan perkembangan majelis taklim pada masyarakat perkotaan? Bagaimana terjadi pergeseran peran sosial keagamaan pada masyarakat perkotaan? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologis, pada Majelis Taklim Perempuan di wilayah Setiabudi Jakarta Selatan. Penelitian ini menemukan bahwa perkembangan majelis taklim sangat dominan di kalangan kaum perempuan dan telah menggeser peran-peran sosial keagamaan yang sebelumnya berada di tangan kaum laki-laki. Majelis taklim telah menjadi pintu gerbang yang menjadi penghubung kaum perempuan dengan dunia luar, juga menjadi pintu akses dan mobilitas sosial kaum perempuan bahkan juga melahirkan otoritas kepemimpinan perempuan pada ruang publik keagamaan
Patterns of Interpersonal Communication Students through the Class Tarkiz Quran Memorizers
This research came from the uniqueness of the Alquran Elementary School (SDQu) in Indonesia which was interesting to be studied. This study highlighted the instructional communication orientation of students through an analysis of interpersonal communication in learning activities in the Tarkiz classroom. Using the case study method, we employed the theoretical lens of social construction, symbolic interaction, and social cognitive as a way to capture the truth and explore this phenomenon more to make model of interpersonal communication in the field of instructional communication. Findings are discussed effective instructional communication between students and teachers Tarkiz created conducive learning for students to developed an interpersonal communication model on the openness of student and teacher, the interaction of the environment, and equality of student and teacher. This study makes contributions to interpersonal communication in practice. Penelitian ini membahas keunikan Sekolah Dasar Alquran (SDQu) di Indonesia yang menarik untuk dipelajari. Penelitian ini menyoroti orientasi komunikasi instruksional siswa melalui analisis komunikasi interpersonal dalam kegiatan pembelajaran di kelas Tarkiz. Menggunakan metode studi kasus, kami menggunakan lensa teoritis konstruksi sosial, interaksi simbolik, dan kognitif sosial sebagai cara untuk menangkap kebenaran dan mengeksplorasi fenomena ini lebih untuk membuat model komunikasi interpersonal di bidang komunikasi instruksional. Temuan dibahas komunikasi instruksional yang efektif antara siswa dan guru Tarkiz menciptakan pembelajaran yang kondusif bagi siswa untuk mengembangkan model komunikasi interpersonal pada keterbukaan siswa dan guru, interaksi lingkungan, dan kesetaraan siswa dan guru. Penelitian ini memberikan kontribusi pada komunikasi interpersonal dalam praktik
Salman Mosque as a Center of Islamic Da\u27wah and Spiritual Laboratory for Campus Community
This research explains the role of the Salman mosque of ITB (Institut Teknologi Bandung) as the center of Islamic da\u27wah and the spiritual laboratory for the campus community in preaching Islamic teachings as rahmatan lil’alamin (mercy to the world). This research explicitly reveals the role of the Salman mosque in the development of Islamic da\u27wah for students, educating moderate character for students, and the concept of Salman mosque as a spiritual laboratory for the campus community. The research methods was descriptive and the data were obtained through the response of mosque members and they were analyzed qualitatively. The findings showed that the Salman mosque acts as a Madani mosque with complete facilities, namely, educational facilities, open green spaces, da’wah institutions, and economic development institutions for the Muslim community. Therefore, the Salman mosque becomes a pleasant place for families, play and learning spaces for children, and center for spiritual studies, as well as center of civilization in the development of science, technology, arts and culture.Tulisan ini menjelaskan peran masjid Salman ITB (Institut Teknologi Bandung) sebagai pusat dakwah Islamiyah dan laboratorium ruhani masyarakat kampus dalam mendakwahkan ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin. Secara khusus penelitian ini mengungkapkan peran masjid Salman ITB dalam pengembangan dakwah Islamiyah bagi mahasiswa, pendidikan karakter moderat bagi mahasiswa dan konsep masjid sebagai laboratorium ruhani bagi masyarakat kampus. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilengkapi respons jamaah ini menemukan bahwa masjid Salman ITB berperan sebagai masjid madani dengan fasilitas lengkap, yaitu sarana pendidikan, ruang hijau terbuka, lembaga dakwah, dan lembaga pengembangan ekonomi umat. Oleh karena itu, masjid Salman ITB menjadi tempat menyenangkan bagi keluarga, ruang bermain dan belajar bagi anak-anak, serta pusat studi kajian ruhani dan pusat peradaban dalam pengembangan sains, teknologi, seni dan budaya
Da\u27wah Communication in Sunda Wiwitan Community
Da\u27wah in the Baduy Indigenous people who have firmness in carrying out the Slamsundawiwitan religion or religion has a number of uniqueness, because even though the process of preaching is only limited to the conventional da\u27wah movement but has shown significant success. Besides there have been many Baduy Dangka people who embrace Islam, there have also been many absorption terms taken from words or terms from Islam used by the Baduy community in social interaction activities in the midst of their daily lives. The focus of this research is how the da\u27wah communication in the Outer Baduy Indigenous Peoples who adheres to the Slamsundawiwitan religion or religion. The purpose of his research is to analyze and describe the Slamsundawiwitan religion adopted by the Baduy Indigenous people, and preaching communication in the hands of the Baduy Indigenous people who embrace Slamsundawiwitan religion in Ciboleger village, Bojongmenteng Village, Leuwidamar District, Lebak Regency, Banten. This research is based on Herbert Blummer\u27s Symbolic Interactionism Theory which is then derived in three dimensions, namely: Mind, Self and Society. While the research procedure uses the type of qualitative research with the case study method, so the data collection techniques use in-depth interviews and participatory observation. Because of that the data analysis technique is culaitative which only does general categorization and conclusions, and does not generalize. Dakwah pada masyarakat Adat Baduy yang memiliki keteguhan dalam menjalankan kepercayaan atau agama Slamsundawiwitan memiliki sejumlah keunikannya, karena sekalipun proses dakwahnya hanya sebatas gerakan dakwah konvensional tetapi telah menunjukkan keberhasilan yang cukup signifikan. Selain telah terdapat banyak masyarakat Baduy Dangka yang memeluk Islam juga telah banyak istilah serapan yang diambil dari kata atau istilah dari Islam digunakan oleh masyarakat Baduy dalam kegiatan interaksi sosial di tengah kehidupannya sehari-hari. Fokus penelitian ini adalah bagaimana komunikasi dakwah pada Masyarakat Adat Baduy Luar yang menganut kepercayaan atau agama Slamsundawiwitan. Tujuan penelitiannya untuk menganalisis dan mendeskripsikan tentang agama Slamsundawiwitan yang dianut masyarakat Adat Baduy, dan komunikasi dakwah di tangah masyarakat Adat Baduy yang menganut agama Slamsundawiwitan di kampung Ciboleger Desa Bojongmenteng Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Banten. Penelitian ini didasarkan pada Teori Interaksionisme Simbolik Herbert Blummer yang kemudian diturunkan dalam tiga dimensi, yaitu: Mind, Self dan Society. Sedangkan prosedur penelitianya menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, sehingga teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Karena itu teknik analisis datanya bersifat kulaitatif yang hanya melakukan kategorisasi dan kesimpulan umum, serta tidak melakukan generalisasi
The Development of the Current Da\u27wah Model through the Diagnosis Counseling Technique of the 10 Big Sins
The dynamics and needs of the Islamic community are developing by the demands of the times. This article aims to create an alternative model of da\u27wah to answer the needs of the Islamic community, especially for the millennial generation. The da\u27wah model is practical and focuses on solving problems through the diagnosis of 10 significant sins which including Syirik, Leave the Sholat, Disobedience to parents, Adultery, Eating illegitimate or Haram (assets of orphans), Drinking Khamr, Deciding of Silaturahm (Moslem Relationship), Fake Oaths, Miser; and Slandering. The present model of da\u27wah through the diagnosis technique of 10 major sins is designed by integrating the "person to person" communication and counseling approach with the principle of empathy and unconditional acceptance. The use of new terms refers to the use of various social media platforms to encompass the public to fulfill devotional da\u27wah for the Ummah.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model alternatif dakwah guna menjawab tuntutan masyarakat Islam, khususnya bagi generasi milenial. Model dakwah praktis dan menitikberatkan pada penyelesaian masalah melalui diagnosa 10 dosa besar yang meliputi; Syirik, Tinggalkan Sholat, Ketidakpedulian terhadap orang tua, Perzinahan, Makan haram, Minum Khamr, Penetapan Silaturahm, Sumpah Palsu, Pelit dan Fitnah. Model dakwah saat ini melalui teknik diagnosis 10 dosa besar dirancang dengan integrasi pendekatan komunikasi dan konseling “orang ke orang†dengan prinsip empati dan penerimaan tanpa syarat. Penggunaan istilah kontemporer mengacu pada penggunaan berbagai platform media sosial untuk menjaring publik guna memenuhi tujuan dakwah bakti bagi umat
Da’i Credibility in The Post-Truth Era: A Study of Da’i in Surabaya
The development of media technology and the level of one\u27s ability to use social media to be one of the triggers for the birth of the post-truth era, an era in which too much truth will become a lie. Da\u27wah in the post-truth era requires the credibility of a competent preacher to bring people back so that they are not lulled by the flow of technological development. This study aims to describe the methods of da’i (Islamic preachers) in building and increasing their credibility in the post-truth era in Surabaya. The study conducted by  descriptive-qualitative and the data collection techniques used interview and observation. Data were analyzed by the perspective of the source credibility theory. The results of study describe that building and increasing its credibility, a da’i uses several methods applied in preaching in the post-truth era by including his scientific ‘sanad’ clearly, using the main literature as reference material such as classic books that are synergized with contemporary literature (internet), having written works that have been published, and sorting diction messages in accordance with mad’u or the communicant situation.   Perkembangan teknologi media dan tingkat kemampuan seseorang dalam menggunakan media sosial menjadi salah satu pemicu lahirnya era post-truth, yaitu era di mana sebuah kebenaran yang terlampau berlebihan akan menjadi sebuah kebohongan. Dakwah di era post-truth memerlukan kredibilitas seorang da’i yang kompeten untuk membawa kembali masyarakat agar tidak terlena oleh arus perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara da’i dalam membangun dan meningkatkan kredibilitasnya di era post-truth di Surabaya. Penelitian dilakukan dengan jenis deskriptif-kualitatif dan teknik pengumpulan data dengan wawancara dan pengamatan. Data dianalisis dengan perspektif teori kredibilitas sumber. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa dalam membangun dan meningkatkan kredibilitasnya, seorang da’i menggunakan beberapa cara yang diterapkan dalam berdakwah di era post-truth yaitu dengan menyertakan sanad keilmuan yang dimilikinya dengan jelas, menggunakan literatur utama sebagai referensi materi, seperti kitab-kitab klasik yang disinergikan dengan literatur kekinian (internet), memiliki hasil karya tulis yang telah dipublikasikan, dan pemilihan diksi pesan yang sesuai dengan keadaan mad’unya
Problems of Da’wah in Social Media in Gorontalo City Communities
This study reveals how the reality of da’wah on social media in the people of Gorontalo City, how is the problem of da\u27wah on social media, and what are the implications of this problem for the future of Islamic da\u27wah. Through this study, it will be illustrated how social media acts as a medium of da\u27wah and the problems that occur in it. The results of this qualitative research revealed that besides being used as a means of entertainment and interaction, social media was also used as a medium of da’wah. In general, da’wah on social media such as the implementation of da\u27wah in the real world even though it is packaged differently. Even so, da’wah on social media has a distinctive form that is in accordance with the character of social media itself, namely in the form of writing and drawing. The problematic da’wah on social media in the people of Gorontalo City is more visible in cyberspace than in the real world. This problem is driven by two main factors, namely the material of da\u27wah which is inconsistent and vulnerable to infiltration by other elements outside the da\u27wah and the figure of the prosecutor himself who lacks the scientific capacity to da’wah and has an exclusive religious character that tends to give birth to conflict. The problem of da’wah on social media will be dangerous if it is not resolved completely because it will have negative implications for the future of da\u27wah itself. The problem of da\u27wah on social media will cause people to be unsympathetic to Islamic da\u27wah and cause da\u27wah to lose opportunities to take advantage of the progress of the times for the development of da\u27wah.Penelitian ini mengungkapkan bagaimana realitas dakwah di media sosial di masyarakat Kota Gorontalo, masalah dakwah di media sosial, dan apa implikasi dari masalah ini bagi masa depan dakwah Islam. Melalui penelitian ini, diilustrasikan bagaimana media sosial bertindak sebagai media dakwah dan masalah apa saja yang terjadi di dalamnya. Hasil penelitian kualitatif ini mengungkapkan bahwa selain digunakan sebagai sarana hiburan dan interaksi, media sosial juga digunakan sebagai media dakwah. Secara umum, dakwah di media sosial sama seperti penerapan dakwah di dunia nyata meski dikemas berbeda. Meski begitu, dakwah di media sosial memiliki bentuk khas yang sesuai dengan karakter media sosial itu sendiri, yaitu dalam bentuk tulisan dan gambar. Dakwah yang bermasalah di media sosial di masyarakat Kota Gorontalo lebih terlihat di dunia maya daripada di dunia nyata. Masalah ini didorong oleh dua faktor utama, yaitu bahan dakwah yang tidak konsisten dan rentan terhadap infiltrasi oleh unsur-unsur lain di luar dakwah dan sosok da’i sendiri yang tidak memiliki kapasitas ilmiah untuk berdakwah dan memiliki karakter religius eksklusif yang cenderung melahirkan konflik. Masalah dakwah di media sosial akan berbahaya jika tidak diselesaikan sepenuhnya karena akan berdampak negatif bagi masa depan dakwah itu sendiri. Masalah dakwah di media sosial akan menyebabkan orang tidak simpatik pada dakwah Islam dan menyebabkan dakwah kehilangan kesempatan untuk mengambil keuntungan dari perkembangan zaman untuk pengembangan dakwah