Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Not a member yet
339 research outputs found
Sort by
Internalisasi Nilai Keislaman Melalui Majelis Taklim
Perkembangan majlis taklim  terus mengalami peningkatan. Kegiatan-kegiatannya, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif meningkat dengan pesat. Majlis taklim memiliki peranan yang sangat penting khususnya melalui kegiatan pengajian dalam menumbuhkan kesadaran beragama, membentuk kepribadian muslim, meningkatkan kemampuan ilmu tulis baca Al-Qur’an serta pemahamannya; dan membimbing ke arah pandangan hidup yang Islami. Namun demikian pesatnya perkembangan itu patut diakui belum maksimal. Problem utama kegiatan majlis taklim bukan terletak pada kuantitas kegiatan, melainkan terletak pada belum efektifnya aktivitas pembinaan dalam  menginternalisasikan nilai-nilai ajaran Islam. Seyagyanya nilai-nilai Islam itu bukan sekedar diketahui, dipahami, dan dihayati tetapi juga harus sampai ke tingkat pengemalannya dalam kehidupan sehari-hari
Stress-Cultural Democracy Da\u27wah at the Mosque
This study examines the collision of democratic systems through the election of village heads and the process of the resilience of cultural da\u27wah at mosques, which has an impact on the weakening of dakwah in Kampung Baru and Lonthor Banda Neira villages. The issue of the discussion examines the da\u27wah experience of mosque administrators regarding the encounter of democracy through the process of cultural da\u27wah at the mosque. This research uses a case study method with a qualitative approach. Data collection techniques through observation, interviews, and focus discussion groups. This study\u27s results indicate that the adaptation of a democratic culture through village head elections occurs cultural stress between mosque administrators who maintain the resilience of the dakwah culture with a democratic system through the voting of the village head in Banda Neira. The cultural stress process goes through three stages: the cultural meeting stage, cultural clash action, cultural assimilation, and artistic collaboration. Due to social stress, social reality creates a feeling of shame, underappreciation, and a weakening of the solidarity of mosque administrators. Penelitian ini mengkaji benturan sistem demokrasi melalui pemilihan kepala desa dan proses ketahanan dakwah kultural pada masjid, yang berdampak terhadap pelemahan dakwah di desa Kampung baru dan Lonthor Banda Neira. Isu pembahasannya mengkaji pengalaman dakwah pengurus masjid terhadap perjumpaan demokrasi melalui proses dakwah kultural di Masjid. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan focus discussion group. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adabtasi budaya demokrasi melalui pemilihan kepala desa terjadi stress cultural antara pengurus masjid yang menjaga ketahanan cultural dakwah dengan sistem demokrasi melalui pemilihan kepala Desa di Banda Neira. Proses stress cultural melalui tiga tahap yakni; tahap meeting cultural, aksi benturan cultural, cultural asimilation, dan collaboration cultural. Realitas sosial akibat stress cultural memunculkan rasa malu, kurang dihargai, dan melemahnya solodaritas pengurus masjid
E-Dakwah Islam Digest Republika.Co.Id. di Indonesia
The research aims to analyze and understand the vision and mission of E-Da\u27wah, sources of content that are used as a reference, selected preaching content, and language style displayed in Islam Digest Republika.co.id. The research uses a case study method, a qualitative approach, using new media theory, and information dissemination theory. The research results show that the vision carried out by Republika.co.id\u27s Digest Islamic Digest is modern, moderate, Muslim, nationality, and populist, with a mission as an advanced, intelligent, and civilized new online media. While the sources of the Islamic Digest news are taken from the primary causes of the teachings of Islam al-Quran Hadith and the works of classical and contemporary scholars. Likewise, the selected content around aqidah, sharia, Sufism, history, and others, by displaying popular language styles that are interesting and easy to read.Penelitian bertujuan untuk menganalisis dan memahami visi misi E-Dakwah, sumber-sumber konten yang dijadikan rujukan, konten-konten dakwah yang dipilih dan gaya bahasa yang ditampilkan dalam Islam Digest Republika.co.id. Penelitian menggunakan metode studi kasus, pendekatan kualitatif, dengan menggunakan teori media baru dan teori penyebaran informasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa visi yang diemban E-Dakwah Islam Digest Republika.co.id adalah modern, moderat, muslim, kebangsaan, dan kerakyatan, dengan misi sebagai media online masyarakat baru yang maju, cerdas, dan beradab. Sedangkan sumber-sumber berita Islam Digest diambil dari sumber pokok ajaran Islam al-Quran Hadits dan karya-karya ulama klasik dan kontemporer. Demikian pula konten-konten yang dipilih sekitar aqidah, syariah, akhlak tasawuf, sejarah, dan yang lainnya, dengan menampilkan gaya bahasa populer yang menarik dan enak dibaca
Youth Religiosity and Da\u27wah Development in The LPKA Class II Detention Sukamiskin Bandung
The purpose of this study, first to obtain empirical data on the level of adolescent religiosity of assisted residents in Rutan LPKA Class II Sukamiskin Bandung. Secondly, to obtain data on the development of da\u27wah and religious formation towards adolescent Guidance residents in the LPKA Class II Detention Center Sukamiskin Bandung. This study uses the Research and Development (R&D) method or research and development with a qualitative approach. The results showed that the religiosity of the assisted residents in the LPKA Prison was categorized into three, namely: the level of religion was very good, good enough and less, of the three categories determined the da\u27wah program and religious coaching at the Prison for Youth LPKA Sukamiskin Bandung. The development of da\u27wah and patterns of religious guidance for youth assisted residents at the Class II Sukamisnin Bandung Prison LPKA is carried out by involving various parties. As an institution, collaborating with the Ministry of Religious Affairs in Bandung and MUI in Bandung is carried out periodically and on a scheduled basis. Then with the local cleric figure, the leader of the Sukamiskin boarding school in developing da\u27wah about child worship and morals.Tujuan penelitian ini, pertama untuk mendapartkan data empirik tingkat religiusitas remaja warga binaan di Rutan LPKA Kelas II Sukamiskin Bandung. Kedua untuk mendapatkan data tentang pengembangan dakwah dan pebinaan keagamaan terhadap remaja warga Binaan di Rutan LPKA kelas II Sukamiskin Bandung. Penelitian ini menggunakan Metode Research and Development (R&D) atau penelitian dan pengembangan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, religiusitas warga binaan di Rutan LPKA dikatagorikan menjadi tiga yaitu: tingkat keagamaan sangat baik, cukup baik dan kurang, dari tiga katagori tersebut ditentukan program dakwah dan pembinaan kegamaan di Rutan remaja LPKA Sukamiskin Bandung. Pengembangan dakwah dan pola pembinaan keagamaan terhadap remaja warga binaan di Rutan LPKA kelas II Sukamisnin Bandung dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak. Secara kelembagaan bekerja sama dengan Kementrian Agama kota Bandung, dan MUI kota Bandung, dilaksanakan secara periodik dan terjadwal. Kemudian dengan tokoh ulama setempat yakni pimpinan pesantren Sukamiskin dalam pengembangan dakwah tentang ibadah dan akhlak anak
The Identity Construction of Da\u27wah Leadership on Jama\u27ah Tabligh Movement
The presence of religious social groups is driven by the process of leadership emergence. The purpose of this study is to find (1) the concept of leadership of the Tablighi Jamaah from various perspectives; Sufism, jurisprudence, laity, and religious authority; (2) Construction of the identity of the religious leaders of the Jamaah Tabligh. The research paradigm uses virtual ethnographic methods with social identity construction theory. The results showed that (1) the concept of leadership in the Tablighi Jamaah emphasized more on religious authority and charismatic leadership (2) The construction of the religious identity of the leadership dimension of the Tablighi Jama\u27at was a combination of charismatic and transformational authority. This research can have an impact on the leadership model of social and religious institutions in Indonesia as a model that is quite effective in creating observance of pilgrims.Kehadiran kelompok sosial keagamaan didorong oleh proses munculnya kepemimpinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan (1) konsep kepemimpinan Jamaah Tabligh dari beragam perspektif; sufistik, yurisprudensi, awam, dan otoritas keagamaan; (2) Konstruksi identitas kepemimpinan agama Jamaah Tabligh. Paradigma penelitian menggunakan metode etnografi virtual dengan teori konstruksi identitas social. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) konsep kepemimpinan pada Jamaah Tabligh lebih menekankan pada otoritas keagamaan dan kepemimpinan yang bersifat kharismatik (2) Konstruksi identitas keagamaan dimensi kepemimpinan Jama’ah Tabligh merupakan perpaduan antara otoritas kharisma dan transformasional. Penelitian ini dapat berdampak terhadap model kepemimpinan instusi social maupun keagamaan di Indonesia sebagai model yang cukup efektif dalam menciptakan ketaatan jamaah
The Da’wah Communication Strategy of Jamaah Tabligh in Sub-district of Tondo, Palu City
This study aims to analyze the da\u27wah communication strategy of Jamaah Tabligh that includes planning, implementing and identifying agents of change in the Jamaah da’wah in sub-district of Tondo, Palu. The research used phenomenological method with interviews and observations as data collection techniques. The results showed that Jamaah Tabligh da’wah communication strategies include; first, planning with tafakud which means ensuring readiness. Second, the implementation of da\u27wah through khuruj emphasizes the practice of Intiqoli (Amal Intiqoli) and the practice of maqami (Amal maqami). Third, the agents of change in the da\u27wah communication process are individuals and groups. The Agents referred to are ahbab karkun and amir. The role of the changer is to change morals to be praiseworthy according to the guidance of the Prophet Muhammad SAW.Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi dakwah yang mencakup perencanaan, pelaksanaan dan mengidentifikasi agen perubahan dakwah Jamaah Tabligh di Tondo, Kota Palu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode fenomenologi dengan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dakwah Jamaah Tabligh meliputi; pertama perencanaan dengan tafakud yaitu memastikan kesiapan. Kedua pelaksanaan dakwah melalui khuruj, dengan memperhatikan amalan Intiqoli dan amalan maqami. Ketiga, agen pengubah dalam proses komunikasi dakwah Jamaah Tabligh yakni individu dan kelompok. Agen pengubah yang dimaksud adalah ahbab karkun dan amir. Peran pengubah ialah merubah akhlak menjadi terpuji sesuai tuntunan Rasulullah SAW
Tarekat Da’wah through the Islamic Educational Institutions at Pesantren Suryalaya
This study seeks to analyze the objectives and methods of da\u27wah tarekat through Islamic educational institutions at pesantren Suryalaya. The research was conducted by exploring the basic concepts, objectives, principles, ethics, and tarekat-based education methods applied in Islamic education institutions MTs-MA Serbia Bakti. This research uses a qualitative approach with descriptive-analytic methods. The data were collected through observation, interviews, and literature studies, while data analysis was carried out through phenomenological reduction, eidetic reduction, and transcendental reduction. The study results concluded that the basic concepts, principles, and ethics of tarekat da\u27wah applied in Islamic educational institutions were based on the teachings of TQN, Tanbih manuscripts, Pearl strands, and the exemplary figure of Abah Anom. The tarekat da\u27wah aims to form human beings who are Cageur-Bageur and Serba-Bakti. This goal is implemented into the vision, mission, and profile of the institution\u27s graduates. Dzikir becomes the epicenter of the tarekat da\u27wah method as an effort of Tazkiyat al-Nafs. The research implication shows that the commitment and consistency of the teachings of TQN Suryalaya to form a perfect human (insan kamil) in various spheres of life.Penelitian ini berupaya untuk menganalisis tujuan dan metode dakwah tarekat melalui lembaga pendidikan Islam di Pesantren Suryalaya. Penelitian dilakukan dengan menggali konsep dasar, tujuan, prinsip, etika dan metode pendidikan berbasis tarekat yang diterapkan di lembaga pendidikan Islam MTs-MA Serba Bakti. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi pustaka, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi fenomenologis, reduksi eiditis dan reduksi transcendental. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsep dasar, prinsip dan etika dakwah tarekat yang diterapkan di lembaga pendidikan Islam bersumberkan pada ajaran TQN, naskah Tanbih, Untaian Mutiara dan keteladanan dari sosok Abah Anom. Tujuan dakwah tarekat adalah membentuk manusia yang Cageur-Bageur dan Serba Bakti. Tujuan ini dimplementasikan ke dalam visi, misi dan profil lulusan lembaga. Dzikir menjadi episentrum metode dakwah tarekat sebagai upaya Tazkiyat al-Nafs yang pada prakteknya dilakukan untuk mengoreksi tindakan agar tilik pamilih dina nyiar jalan kahadean lahir batin, dunia akhirat, sangkan ngeunah nyawa betah jasad, memperhatikan tindakan dan niat tindakan agar sesuai dengan kebaikan sehingga mencapai kebahagiaan lahir batin, dunia dan akhirat. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa komitmen dan konsistensi ajaran TQN Suryalaya dalam upaya membentuk manusia sempurna (insan kamil) dalam berbagai ruang lingkup kehidupan
Kearifan Sunda, Kearifan Semesta: Menelusuri Jejak Islam dalam Khazanah Budaya Sunda
Sundanese culture and Islam has been concluded by anthropologists as two inseparable things. Corelationship between Sundanese culture and Islam is like that of sugar and its sweetness which cannot be separated. Often stated that Islam and Sundanese culture bear similar paradigm. On the one side, Islam views and comprehends the world as expressions of absolute principles and recorded in divine revelation of God. On the other, Sundanese culture has long laid down absolute values that manifest on folkways and traditions. But, social acceptance of this is not without problem. The relation between Islam and Sunda must not be exagerated. We need to be proporsional in identifying similarities and differences of those two cultural entities
Islamic Counseling Communication of Nurses on Cancer Patients in Islamic Hospital
This study aims to determine the therapeutic communication of Islamic perspectives conducted by nurses in cancer patients in Islamic Hospitals. The research was conducted through a qualitative approach with the study of symbolic interactionism. The results showed that the communication management carried out by RSI nurses in chemotherapy patients was carried out with an interpersonal approach, the use of persuasive sentences, empathic communication of patients\u27 families, and trancedental communication. The meaning of verbal communication is done when providing relevant information to patients and collecting patient data. The meaning of non-verbal communication is done to read the patient\u27s emotions through facial expressions and intonation. The symbolic interaction process can be seen when nurses treating chemotherapy patients have fear or worry when interacting with their patients.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi terapeutik perspektif Islam yang dilakukan oleh perawat pada pasien kanker di Rumah Sakit Islam. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan studi interaksionisme simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan komunikasi yang dilakukan para perawat RSI pada pasien kemoterapi dilakukan dengan pendekatan interpersonal, penggunaan kalimat persuasif, komunikasi empatik keluarga pasien dan komunikasi transedental. Makna komunikasi verbal dilakukan pada saat memberikan informasi penting kepada pasien dan mengumpulkan data pasien. Makna komunikasi non verbal dilakukan untuk membaca emosi pasien baik melalui ekspresi wajah maupun intonasi. Proses interaksi simbolik dapat dilihat pada saat perawat merawat pasien kemoterapi memiliki rasa takut atau khawatir pada saat berinteraksi dengan pasiennya
Pluralistic Da\u27wah Model in Maintaining Religious Tolerance in Bekasi
This article aims to explore perceptions of religious pluralism, identify the models of da\u27wah being carried out, and describe the community\u27s efforts in building harmony between muslims and christians in Kampung Sawah Bekasi. This study uses a qualitative descriptive method. From the study results, it can be explained that the community interprets pluralism as an awareness of mutual respect. There are three da\u27wah models, namely, preaching that is wise, transformative, and inclusive preaching. Meanwhile, the community\u27s efforts to maintain harmony include avoiding conflict, dialogue, cooperation, and holding the Ngariung Bareng Forum. The practical implications of this research impact efforts to build harmony and harmony between religious communities in Bekasi. Besides, research is expected to become a model for the development of da\u27wah in a pluralistic society.Artikel ini bertujuan menggali persepsi pluralisme agama, mengidentifikasi model dakwah yang dilakukan dan mendeskripsikan upaya masyarakat dalam membangun kerukunan umat Islam dan umat Kristen di Kampung Sawah Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa masyarakat memaknai pluralisme sebagai kesadaran saling menghargai. Terdapat tiga model dakwah pluralistik yaitu; dakwah yang arif, dakwah transformatif dan dakwah inklusif. Sedangkan upaya masyarakat dalam menjaga kerukunan, yaitu dengan menghindari konflik; berdialog; gotong royong; dan menyelenggarakan Forum Ngariung Bareng. Implikasi praktis penelitian berdampak pada upaya membangun keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama di Bekasi. Selain itu, penelitian diharapkan dapat menjadi model pengembangan dakwah pada masyarakat pluralistik