Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
162 research outputs found
Sort by
AKTIVASI DAN MOBILISASI MASYARAKAT SADAR WISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL, BAHARISME, & SUSTAINABLE GREEN TOURISM: Aktivasi Dan Mobilisasi Masyarakat Sadar Wisata Berbasis Kearifan Lokal, Baharisme, & Sustainable Green Tourism
Pasca tambang, pariwisata merupakan salah satu bidang yang sedang dikembangkan oleh hampir seluruh pemerintah daerah yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, termasuk Kabupaten Bangka Selatan. Salah satu daerah yang menjadi gudang destinasi berupa pantai di wilayah ini adalah Desa Pasirputih, Kecamatan Tukak Sadai. Berbagai upaya yang dilakukan oleh masyarakat dan pemuda desa setempat selama ini ternyata belum cukup mampu mendatangkan minat wisatawan untuk datang berulang kali ke destinasi wisata yang ada di sana, utamanya wisatawan yang berasal dari luar Pulau Bangka. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan sosialisasi, mobilisasi & pendampingan Desa Pasirputih dengan menggarap model destinasi wisata berbasis kearifan lokal potensi bahari & sustainable green tourism. Sebagai upaya lanjut untuk menggali potensi kearifan lokal yang dimiliki, diadakan workshop dan focus group discussion (FGD). Setelahnya, dicanangkan Pasirputih sebagai desa wisata berbasis kearifan lokal, potensi bahari, dan sustainable green tourism. Melalui beberapa kegiatan yang sudah dilakukan, tercipta beberapa hal, seperti semobayan Pasirputih Berseri (Berbudaya, Religius, Santun, Elok, Ramah dan Indah), komitmen untuk penguatan identitas Melayu di kawasan wisata, formulasi atraksi wisata, dan pembuatan website desa wisataPasca tambang, pariwisata merupakan salah satu bidang yang sedang dikembangkan oleh hampir seluruh pemerintah daerah yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, termasuk Kabupaten Bangka Selatan. Salah satu daerah yang menjadi gudang destinasi berupa pantai di wilayah ini adalah Desa Pasirputih, Kecamatan Tukak Sadai. Berbagai upaya yang dilakukan oleh masyarakat dan pemuda desa setempat selama ini ternyata belum cukup mampu mendatangkan minat wisatawan untuk datang berulang kali ke destinasi wisata yang ada di sana, utamanya wisatawan yang berasal dari luar Pulau Bangka. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan sosialisasi, mobilisasi & pendampingan Desa Pasirputih dengan menggarap model destinasi wisata berbasis kearifan lokal potensi bahari & sustainable green tourism. Sebagai upaya lanjut untuk menggali potensi kearifan lokal yang dimiliki, diadakan workshop dan focus group discussion (FGD). Setelahnya, dicanangkan Pasirputih sebagai desa wisata berbasis kearifan lokal, potensi bahari, dan sustainable green tourism. Melalui beberapa kegiatan yang sudah dilakukan, tercipta beberapa hal, seperti semobayan Pasirputih Berseri (Berbudaya, Religius, Santun, Elok, Ramah dan Indah), komitmen untuk penguatan identitas Melayu di kawasan wisata, formulasi atraksi wisata, dan pembuatan website desa wisat
PENDAMPINGAN DALAM PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN SEKTOR PARIWISATA DI DESA PASIRPUTIH MELALUI PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DI BIDANG HUKUM: Pendampingan Dalam Pengembangan Dan Pengelolaan Sektor Pariwisata Di Desa Pasirputih Melalui Peningkatan Kesadaran Masyarakat Di Bidang Hukum
Pariwisata menjadi salah satu sektor yang menjadi prioritas utama hampir seluruh pemerintah daerah yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal yang sama juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. Desa Pasirputih di Kecamatan Tukak Sadai Kabupaten Bangka Selatan merupakan salah satu daerah di Negeri Junjung Besaoh yang memiliki banyak potensi untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata. Dalam tahap implementasi, penarikan retribusi yang dilakukan semata-mata sebagai upaya untuk mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana yang ada di tempat wisata. Hanya saja, usaha ini kemudian menemui beberapa persoalan, salah satunya setelah terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). Oleh karenanya, kegiatan ini berupaya untuk melakukan pendampingan dalam pengembangan dan pengelolaan sektor pariwisata melalui pengingkatan kesadaran masyarakat di bidang hukum. Beberapa hal yang sudah dilakukan di antaraya adalah sosialisasi dan pelatihan pengelolaan tempat wisata dan pembangunan fasilitas wisata di lokasi percontohan, pendampingan.Pariwisata menjadi salah satu sektor yang menjadi prioritas utama hampir seluruh pemerintah daerah yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal yang sama juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. Desa Pasirputih di Kecamatan Tukak Sadai Kabupaten Bangka Selatan merupakan salah satu daerah di Negeri Junjung Besaoh yang memiliki banyak potensi untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata. Dalam tahap implementasi, penarikan retribusi yang dilakukan semata-mata sebagai upaya untuk mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana yang ada di tempat wisata. Hanya saja, usaha ini kemudian menemui beberapa persoalan, salah satunya setelah terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). Oleh karenanya, kegiatan ini berupaya untuk melakukan pendampingan dalam pengembangan dan pengelolaan sektor pariwisata melalui pengingkatan kesadaran masyarakat di bidang hukum. Beberapa hal yang sudah dilakukan di antaraya adalah sosialisasi dan pelatihan pengelolaan tempat wisata dan pembangunan fasilitas wisata di lokasi percontohan, pendampingan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN POTENSI DESA SEBAGAI DESTINASI WISATA DI DESA BELILIK: Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Potensi Desa Sebagai Destinasi Wisata Di Desa Belilik
Desa Belilik merupakan desa terbesar di Kecamatan Namang dengan luas wilayahnya meliputi 4,12% dari total luas Kecamatan Namang. Desa Belilik belum memiliki wisata yang cukup dikenal di masyarakat dan tertinggal dari Desa Namang yang memiliki wisata Hutan Pelawan. Hal ini menunjukkan bahwa saat ini sebagian besar potensi wilayah Desa Belilik masih belum dikembangkan secara optimal. Hal ini lah yang menjadi dasar untuk melakukan kegiatan pengabdian dengan memberdayakan masyarakat Desa Belilik dalam pemanfaatan potensi desa sebagai destinasi wisata. Berdasarkan hasil survey, permasalahan di desa Belilik dapat digolongkan menjadi dua yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) dan lingkungan. Permasalahan inilah yang menjadi acuan dalam merancang program kerja apa saja yang akan dilaksanakan dalam kegiatan pengabdian. Adapun metode yang dilakukan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah melakukan survey lokasi, penyusunan program kerja, pembekalan mahasiswa sebagai bagian tim pengabdian, sosialisasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat, pelaksanaan kegiatan dan melakukan promosi terhadap Desa Belilik. Kegiatan pengabdian di Desa Belilik dapat dikatakan berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat respon positif dari masyarakat. Terbukti dari respon masyarakat yang rata-rata memberikan apresiasi puas terhadap kegiatan pengabdian. Kerjasama tim yang dilakukan saat kegiatan pengabdian sedikit demi sedikit mengikis sikap individualisme antar warga maupun internal tim pengabdian. Pengetahuan masyarakat pun bertambah, terutama mengenai kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan maupun potensi desa. Destinasi wisata di Desa Belilik kembali dibuka dengan adanya objek wisata Mahali Park hasil pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan potensi desaDesa Belilik merupakan desa terbesar di Kecamatan Namang dengan luas wilayahnya meliputi 4,12% dari total luas Kecamatan Namang. Desa Belilik belum memiliki wisata yang cukup dikenal di masyarakat dan tertinggal dari Desa Namang yang memiliki wisata Hutan Pelawan. Hal ini menunjukkan bahwa saat ini sebagian besar potensi wilayah Desa Belilik masih belum dikembangkan secara optimal. Hal ini lah yang menjadi dasar untuk melakukan kegiatan pengabdian dengan memberdayakan masyarakat Desa Belilik dalam pemanfaatan potensi desa sebagai destinasi wisata. Berdasarkan hasil survey, permasalahan di desa Belilik dapat digolongkan menjadi dua yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) dan lingkungan. Permasalahan inilah yang menjadi acuan dalam merancang program kerja apa saja yang akan dilaksanakan dalam kegiatan pengabdian. Adapun metode yang dilakukan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah melakukan survey lokasi, penyusunan program kerja, pembekalan mahasiswa sebagai bagian tim pengabdian, sosialisasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat, pelaksanaan kegiatan dan melakukan promosi terhadap Desa Belilik. Kegiatan pengabdian di Desa Belilik dapat dikatakan berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat respon positif dari masyarakat. Terbukti dari respon masyarakat yang rata-rata memberikan apresiasi puas terhadap kegiatan pengabdian. Kerjasama tim yang dilakukan saat kegiatan pengabdian sedikit demi sedikit mengikis sikap individualisme antar warga maupun internal tim pengabdian. Pengetahuan masyarakat pun bertambah, terutama mengenai kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan maupun potensi desa. Destinasi wisata di Desa Belilik kembali dibuka dengan adanya objek wisata Mahali Park hasil pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan potensi des
UPAYA PEMANFAATAN PEKARANGAN DENGAN POLA KRPL (KEBUN RUMAH PANGAN LESTARI) SEBAGAI UNIT PRODUKSI BIBIT LADA DAN KEBUN SUMBER PESTISIDA NABATI RAMAH LINGKUNGAN DI DESA NAMANG – KAB. BANGKA TENGAH: Upaya Pemanfaatan Pekarangan Dengan Pola KRPL (Kebun Rumah Pangan Lestari) Sebagai Unit Produksi Bibit Lada Dan Kebun Sumber Pestisida Nabati Ramah Lingkungan Di Desa Namang – Kabupaten Bangka Tengah
Pasokan lada Indonesia salah satunya berasal dari Provinsi Bangka Belitung dengan produk lada putih yang terkenal secara populer dengan muntok white pepper. Pengendalian hama terpadu belum menjadi fokus utama karena sebagian besar petani lada masih menerapkan pengendalian hama menggunakan pestisida / insektisida kimia sintetik. Penggunaan insektisida sintetik yang berlebihan menjadikan lingkungan tercemar dan berdampak buruk pada keseimbangan ekosistem bahkan kesehatan petani. Untuk itu, pengendalian secara terpadu menggunakan pestisida nabati perlu dimaksimalkan dalam rangka menjaga stabilitas produksi komoditas lada sekaligus mempertahankan kondisi lingkungan yang bebas bahan pencemar kimia. Pestisida nabati memiliki prospek yang baik sebagai teknologi alternatif pengganti pestisida sintetik. Optimalisasi program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) merupakan upaya intensifikasi pemanfaatan pagar hidup, pekarangan rumah, jalan desa, dan fasilitas umum lainnya (sekolah, rumah ibadah), serta lahan terbuka hijau. Selain kendala pemanfaatan pekarangan untuk menanam tanaman sumber pestisida nabati masih belum pernah dilakukan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Namang Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah. Kegiatan yang telah dilakukan dipusatkan dirumah kediaman Bapak Wahid, Bapak Rozi dan Kantor Kepala Desa Namang. Kegiatan yang telah dilakukan meliputi pelatihan petani mitra mengenai teknik produksi bibit lada sehat, produksi pestisida nabati berbasis tanaman pekarangan dan optimalisasi pekarangan sebagai unit usahatani berskala mikroPasokan lada Indonesia salah satunya berasal dari Provinsi Bangka Belitung dengan produk lada putih yang terkenal secara populer dengan muntok white pepper. Pengendalian hama terpadu belum menjadi fokus utama karena sebagian besar petani lada masih menerapkan pengendalian hama menggunakan pestisida / insektisida kimia sintetik. Penggunaan insektisida sintetik yang berlebihan menjadikan lingkungan tercemar dan berdampak buruk pada keseimbangan ekosistem bahkan kesehatan petani. Untuk itu, pengendalian secara terpadu menggunakan pestisida nabati perlu dimaksimalkan dalam rangka menjaga stabilitas produksi komoditas lada sekaligus mempertahankan kondisi lingkungan yang bebas bahan pencemar kimia. Pestisida nabati memiliki prospek yang baik sebagai teknologi alternatif pengganti pestisida sintetik. Optimalisasi program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) merupakan upaya intensifikasi pemanfaatan pagar hidup, pekarangan rumah, jalan desa, dan fasilitas umum lainnya (sekolah, rumah ibadah), serta lahan terbuka hijau. Selain kendala pemanfaatan pekarangan untuk menanam tanaman sumber pestisida nabati masih belum pernah dilakukan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Namang Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah. Kegiatan yang telah dilakukan dipusatkan dirumah kediaman Bapak Wahid, Bapak Rozi dan Kantor Kepala Desa Namang. Kegiatan yang telah dilakukan meliputi pelatihan petani mitra mengenai teknik produksi bibit lada sehat, produksi pestisida nabati berbasis tanaman pekarangan dan optimalisasi pekarangan sebagai unit usahatani berskala mikr
IBU RUMAH TANGGA BERDAYA DENGAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KERAJINAN MACRAME: Ibu Rumah Tangga Berdaya Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Kerajinan Macrame
Desa Labu Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka sebagian besar mata pencaharian penduduknya mengandalkan alam. Salah satu sektor yang sangat besar untuk dikembangkan adalah sektor perkebunan berupa kelapa sawit. Pekerjaan yang menjadi andalan pencaharian didesa ini dilakukan dominan oleh para suami/lelaki. Sementara didesa ini masih banyak ibu-ibu rumah tangga yang aktif namun kurang produktif, sehingga tidak memiliki penghasilan sendiri untuk menunjang kebutuhan keluarga. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan di Desa Labu Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka dalam upaya pemberdayaan ibu rumah tangga dengan memberikan motivasi tentang pengetahuan berwirausaha dan memberikan keterampilan kerajinan Macrame yaitu pembuatan tas dari bahan tali kur. Pelaksanaan kegiatan mulai dari penyuluhan sampai memberikan pelatihan keterampilan kerajinan macramé dilakukan sejak bulan juni sampai oktober 2019. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga usia produktif yang tergabung dalam ibu-ibu PKK sebanyak 30 orang. Melalui program Iptek bagi Masyarakat ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan melalui sosialisasi dan penyuluhan tentang berwirausaha dan memberikan pelatihan kerajinan macramé (tali kur) kepada ibu-ibu rumah tangga. Dengan bekal pengetahuan wirausaha dan keterampilan kerajinan diharapkan ibu rumah tangga bisa menghasilkan sebuah produk yang dapat dijual dan meningkatkan penghasilan mitra.Desa Labu Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka sebagian besar mata pencaharian penduduknya mengandalkan alam. Salah satu sektor yang sangat besar untuk dikembangkan adalah sektor perkebunan berupa kelapa sawit. Pekerjaan yang menjadi andalan pencaharian didesa ini dilakukan dominan oleh para suami/lelaki. Sementara didesa ini masih banyak ibu-ibu rumah tangga yang aktif namun kurang produktif, sehingga tidak memiliki penghasilan sendiri untuk menunjang kebutuhan keluarga. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan di Desa Labu Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka dalam upaya pemberdayaan ibu rumah tangga dengan memberikan motivasi tentang pengetahuan berwirausaha dan memberikan keterampilan kerajinan Macrame yaitu pembuatan tas dari bahan tali kur. Pelaksanaan kegiatan mulai dari penyuluhan sampai memberikan pelatihan keterampilan kerajinan macramé dilakukan sejak bulan juni sampai oktober 2019. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga usia produktif yang tergabung dalam ibu-ibu PKK sebanyak 30 orang. Melalui program Iptek bagi Masyarakat ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan melalui sosialisasi dan penyuluhan tentang berwirausaha dan memberikan pelatihan kerajinan macramé (tali kur) kepada ibu-ibu rumah tangga. Dengan bekal pengetahuan wirausaha dan keterampilan kerajinan diharapkan ibu rumah tangga bisa menghasilkan sebuah produk yang dapat dijual dan meningkatkan penghasilan mitra
DESAIN IKON DESA KAPIT, DESA HUTAN WISATA KELEKAK RIMBA MENAMBAR: Desain Ikon Desa Kapit, Desa Hutan Wisata Kelekak Rimba Menambar
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan mata kuliah intra kurikuler yang diselenggarakan oleh akademik di seluruh perguruan tinggi yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan untuk mengambil mata kuliah ini dengan tujuan untuk meningkatan kemampuan serta wawasan mahasiswa sebagai bekal hidup di masyarakat setelah lulus kuliah nanti. Pada dasarnya Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk dari pendidikan dengan cara memberikan pengalaman empiris kepada mahasiswa untuk hidup ditengah-tengah masyarakat di luar kampus, dan secara langsung megajarkan kepada mahasiswa cara mengidentifikasi masalah-masalah sosial pada masyarakat yang ada disekitarnya. Pariwisata bagi masyarakat Desa Kapit adalah sesuatu hal baru. Namun setelah dibukanya kawasan areal hutan wisata dan bumi perkemahan telah menimbulkan berbagai dinamika bagi masyarakat. Perencanaan ini menggunakan metode survey terhadap setiap warga yang ada di Desa Kapit dilakukan dengan penilaian subjektif masyarakat, dengan bertujuan untuk pengambilan data dan analisis sifatsifat yang khas dari Desa Kapit. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan (observasi) dan wawancara. Data yang diperoleh dan dikumpulkan dilapangan kemudian dianalisis untuk pembuatan ikon. Pembuatan ikon ini lebih mengarah kepada makna simbolis dari segala potensi-potensi dan juga karakteristik masyarakat yang ada di Desa Kapit, yang secara langsung akan dikembangkan kedepannya. Dengan dibuatnya perencanaan desain pembuatan ikon Desa Kapit ini, bertujuan untuk lebih mengangkat identitas dari Desa Kapit. Sekaligus menjembatani visi dan misi desa dalam proses pengembangannya menuju desa yang lebih maju kedepannya.Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan mata kuliah intra kurikuler yang diselenggarakan oleh akademik di seluruh perguruan tinggi yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan untuk mengambil mata kuliah ini dengan tujuan untuk meningkatan kemampuan serta wawasan mahasiswa sebagai bekal hidup di masyarakat setelah lulus kuliah nanti. Pada dasarnya Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk dari pendidikan dengan cara memberikan pengalaman empiris kepada mahasiswa untuk hidup ditengah-tengah masyarakat di luar kampus, dan secara langsung megajarkan kepada mahasiswa cara mengidentifikasi masalah-masalah sosial pada masyarakat yang ada disekitarnya. Pariwisata bagi masyarakat Desa Kapit adalah sesuatu hal baru. Namun setelah dibukanya kawasan areal hutan wisata dan bumi perkemahan telah menimbulkan berbagai dinamika bagi masyarakat. Perencanaan ini menggunakan metode survey terhadap setiap warga yang ada di Desa Kapit dilakukan dengan penilaian subjektif masyarakat, dengan bertujuan untuk pengambilan data dan analisis sifatsifat yang khas dari Desa Kapit. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan (observasi) dan wawancara. Data yang diperoleh dan dikumpulkan dilapangan kemudian dianalisis untuk pembuatan ikon. Pembuatan ikon ini lebih mengarah kepada makna simbolis dari segala potensi-potensi dan juga karakteristik masyarakat yang ada di Desa Kapit, yang secara langsung akan dikembangkan kedepannya. Dengan dibuatnya perencanaan desain pembuatan ikon Desa Kapit ini, bertujuan untuk lebih mengangkat identitas dari Desa Kapit. Sekaligus menjembatani visi dan misi desa dalam proses pengembangannya menuju desa yang lebih maju kedepannya
PENGEMBANGAN KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DESA BUKIT LAYANG KECAMATAN BAKAM KABUPATEN BANGKA: Pengembangan Kesadaran Hukum Masyarakat Desa Bukit Layang Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka
The implementation of this community service aims to become a facilitator between village officials and the community in identifying problems faced by the village related to the community, providing suggestions for alternative legal solutions in the village and providing ideas for understanding the law to the community in accordance with the scientific field that has been owned. The methods used are socialization of laws and regulations, discussions, training and visits to people\u27s homes. With all the advantages and disadvantages, it is hoped that this work program can be useful for students and the Bukit Layang Village community and can be a stimulant for developing legal awareness for the village community.Dengan dilaksanakannya pengabdian masyarakat ini bertujuan menjadi fasilitator antara aparat desa dan masyarakat dalam identifikasi masalah yang dihadapi oleh desa yang berkaitan dengan masyarakat, memberikan saran untuk alternatif pemecahan masalah hukum yang ada di desa dan memberikan ide- ide pemahaman hukum kepada masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan yang telah dimiliki. Metode yang digunakan dengan sosialisasi peraturan perundang-undangan, diskusi, pelatihan dan kunjungan ke rumah-rumah warga. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dengan harapan semoga program kerja ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa serta masyarakat Desa Bukit Layang dan dapat menjadi stimulan pengembangan kesadaran hukum bagi masyarakat desa
Pemetaan Pola Sebaran Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Untuk Membantu Masyarakat Mencari Aquifer Air Tanah di Desa Jada Bahrain Kecamatan Merawang: Pemetaan Pola Sebaran Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Untuk Membantu Masyarakat Mencari Aquifer Air Tanah Di Desa Jada Bahrain Kecamatan Merawang
The service was carried out in Jada Bahrain Village, Merawang District using the wenner configuration geoelectric method based on the resistivity value (Ohm meter). This service is an initial service in analyzing the pattern of Res2DInv software results in the form of a resistivity cross section of the soil layer which is indicated to have groundwater.Measurements were carried out based on a survey design (trajectory) of 4 tracks with the length of each measurement track of 160 meters and a spacing between electrodes of 10 meters. The results of the service show that the soil layer on the measurement track obtained the groundwater distribution pattern in the service area has a relatively small resistivity. The soil layer in the form of sand containing groundwater is found at a depth above about 18.5 meters with a resistivity value ranging from 5.27-247 Ohm meters.Pengabdian dilakukan di Desa Jada Bahrain, Kecamatan Merawang menggunakan metode geolistrik konfigurasi wenner berdasarkan nilai resistivitas (Ohm meter). Pengabdian ini sebagai pengabdian awal dalam menganalisis pola hasil Res2DInv software berupa penampang resistivitas dari lapisan tanah yang diindikasikan terdapat air tanah.Pengukuran dilakukan berdasarkan desain survey (lintasan) sebanyak 4 lintasan dengan panjang tiap lintasan pengukuran sepanjang 160 meter dan spasi antar elektroda sebesar 10 meter. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa lapisan tanah pada lintasan pengukuran diperoleh pola sebaran air tanah di daerah pengabdian memiliki resistivitas yang relatif kecil. Lapisan tanah berupa pasir yang mengandung air tanah terdapat pada kedalaman di atas sekitar 18,5 meter dengan nilai resistivitas berkisar 5,27-247 Ohm meter
AKUNTANSI MEMBANGUN DESA DI DESA AIR ANYIR KECAMATAN MERAWANG KABUPATEN BANGKA: Akuntansi Membangun Desa Di Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka
This KKN activity aims to make efforts to learn accounting for the village. It is hoped that accounting is not a difficult and difficult thing to learn. But in learning. However, village officials, especially those who handle village funds, must be equipped intensively through experts in the field of accounting who provide assistance. This KKN activity was carried out by Bangka Belitung University students from various disciplines totaling 35 students, which began with the release of students on July 19, 2016 and ended with the pick-up of students at the KKN location on August 24, 2016. The main programs of this KKN activity include: 1) Socialization of the Village Law, 2) Socialization of Assistance and Preparation of Medium Term Development Plan (RPJM), 3) Socialization and Entrepreneurship Training for UMKM, 4) Assistance and Preparation of Village Accounting and Finance and 5) Assistance in Preparing Village Financial Reports. The results of this KKN activity include KKN students, especially those who have received debriefing on Village Accounting, can become Agents of Change in educating the Nation\u27s Life, especially the Village Apparatus. educate the Nation\u27s Life, especially the Village Apparatus that handles finances and the preparation of village financial reports, especially in the Village of financial reports, especially in Air Anyir Village, Merawang District, Bangka Regency.Kegiatan KKN ini bertujuan untuk melakukan upaya-upaya pembelajaran akuntansi bagi desa. Sehingga diharapkan akuntansi bukan hal yang sulit dan menyulitkan untuk dipelajari. Tetapi dalam pembelajarantersebut, aparatur desa khususnya yang menangani dana desa tersebut harus dibekali secara intensif melalui Ahli/pakar di Bidang Akuntansi yang melakukan pendampingan tersebut. Kegiatan KKN ini dilaksanakan oleh Mahasiswa Universitas Bangka Belitung dari berbagai disiplin ilmu yang berjumlah sebanyak 35 mahasiswa yang dimulai dengan acara pelepasan mahasiswa pada tanggal 19 Juli 2016 dan berakhir dengan penjemputan mahasiswa di lokasi KKN pada tanggal 24 Agustus 2016. Adapun pogram pokok dari kegiatan KKN ini antara lain: 1) Sosialisasi UU Desa, 2) Sosialisasi Pendampingan dan Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa, 3) Sosialisasi dan Pelatihan Kewirausahan Bagi UMKM, 4) Pendampingan dan Penyusunan Akuntansi dan Keuangan Desa dan 5) Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Desa. Hasil dari kegiatan KKN ini antara lain mahasiswa KKN khususnya yang telah mendapatkan Pembekalan tentang Akuntansi Desa dapat menjadi Agent of Change dalam mencerdaskan Kehidupan Bangsa khususnya Aparatur Desa yang menangani keuangan dan penyusunan laporan keuangan desa tersebut, khususnya di Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka
EKOWISATA (ONE PRODUCT ONE VILLAGE) DI DESA KURAU BARAT KABUPATEN BANGKA TENGAH: Ekowisata (One Product One Village) Di Desa Kurau Barat Kabupaten Bangka Tengah
Students are young intellectuals who are legally still students in an educational institution.education institution. It is only natural that the role of students in society must be realized with a real application. So that can have an impact positive development in the field of human resources. Lecture Real Work Lecture XI, University of Bangka Belitung University in the thematic field organized in Kurau Barat Village village aims to build tourism potential. Strategies that are built together to increase tourism potentialThe strategies built together to increase tourism potential consisted of ecotourism seminars, socialization of innovative products and making handicraft products. The implementation method was carried out through socialization to the community and to surrounding schools and directly providing a direct approach to the community\u27s home which was carried out from July 20 to August 24, 2016.August 2016. Students were divided into 2 groups according to the main program that had been planned, namely group 1 (One Product One Village) and group 2 (1 Tree 1 Tourist). These programs are expected to build an interesting and newest tourist attraction for the community. attractive and up-to-date tourist attraction for the the welfare of the surrounding community.Mahasiswa adalah kaum muda intelektual yang secara legalformalnya masih menjadi peserta didikdalam sebuah kelembagaanpendidikan. Sudah sewajarnyaperanan mahasiswa dalam masyarakatharus diwujudkan dengan sebuahpengaplikasian yang nyata.Sehinggadapat memberikan dampakpembangunan yang positif dalambidang sumber daya manusia. KuliahKerja Nyata XI Universitas BangkaBelitung dibidang tematik yangdiselenggarakan di Desa Kurau Baratini bertujuan untuk membangunpotensi wisata. Startegi yang dibangunbersama untuk meningkatkan potesiwisata terdiri dari dengan seminarekowisata, sosialisai produk inovatifdan pembuatan produsk kerajinan.Metode pelaksanaan dilakuka melaluisosialisasi ke masyarakat dan kesekolah sekitar dan langsungmemberikan pendekatan langsung kerumah masyarakat yang dilaksanakanmulai 20Juli sampai dengan 24Agustus 2016. Mahasiswa dibagi 2kelompok sesuai program utama yangtelah direncanakan, yaitu kelompok 1(One Product One Village) dankelompok 2 (1 Pohon 1 Wisatawan).Program- program ini diharapkanjakan membangun objek wisata yangmenarik dan terbaru untukkesejahteraan masyarakat sekitar