Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
162 research outputs found
Sort by
TEKNOLOGI DOMESTIKASI IKAN TAPAH DI DESA TANAH BAWAH KABUPATEN BANGKA: Teknologi Domestikasi Ikan Tapah Di Desa Tanah Bawah Kabupaten Bangka
Tapah fish (Wallago leerii), one of Bangka\u27s local fish species found only along the Jeruk River in Tanah Bawah Village, is now threatened with extinction due to fishing pressure and ecological pressure caused by human activities. Moreover, the trend of environmental degradation due to the rampant tin mining on Bangka Island is feared to threaten the original habitat of tapah fish. Tapah fish is one of the most economically important fish because it is not only very popular with the public due to its large size, good taste and savory, but also because of its nutritional value and high price. So far, the supply of tapah fish has only been obtained from natural catches. If this is done continuously due to higher demand, it will threaten the sustainability and even extinction of tapah fish. This condition will also have an impact on the economy of people who depend on river fish catches, especially tapah fish.
Proper management of tapah fisheries is needed so that its utilization can be sustainable and optimal and sustainable, one of which is through domestication efforts. This Ipteks for Communities (IbM) program tries to introduce a simple domestication technology that has been tested in the waters of the Kampar River in Riau. The activity begins with rearing tapah fish fry from nature and then enlarging them to a consumable size. Proper maintenance techniques include acclimatization techniques, selecting the right type and dose of feed to stimulate growth and monitoring the water quality of the cultivation container.Ikan tapah (Wallago leerii) salahsatu spesies ikan lokal Bangka yang hanyaditemukan di sepanjang aliran SungaiJeruk Desa Tanah Bawah kini terancampunah karena tekanan penangkapan dantekanan ekologi akibat aktivitas manusia.Apalagi trend kerusakan lingkunganakibat maraknya penambangan timah diPulau Bangka dikhawatirkan mengancamhabitat asli ikan tapah. Ikan tapah menjadisalah satu ikan ekonomis penting karenaselain sangat digemari masyarakat karenaukurannya yang besar, rasa yang enak dangurih, juga karena nilai gizi dan harganyayang tinggi. Selama ini penyediaan ikantapah hanya diperoleh dari hasiltangkapan di alam. Bila hal ini dilakukanterus-menerus karena permintaan yangsemakin tinggi akan mengancamkelestariannya bahkan punahnya ikantapah. Kondisi ini juga akan berdampakpada ekonomi masyarakat yangmenggantungkan hidupnya pada hasiltangkapan ikan sungai khususnya ikantapah. Diperlukan upaya pengelolaanperikanan tapah yang tepat agarpemanfaatannya dapat berkelanjutan danoptimal serta lestari, salah satunya melaluiupaya domestikasi. Program Ipteks bagiMasyarakat (IbM) ini mencobamengintroduksi teknologi domestikasisederhana yang pernah diujicoba diperairan Sungai Kampar Riau. Kegiatandiawali dengan melakukan pemeliharaanbenih ikan tapah dari alam untukkemudian dilakukan pembesaran hinggamenghasilkan ukuran konsumsi. Teknikpemeliharaan yang tepat berupa teknikaklimatisasi, pemilihan jenis dan dosispakan yang tepat untuk merangsangpertumbuhan serta Pemantauan kualitasair wadah budidaya
IBM BUDIDAYA JAMUR PANGAN DAN KULTUR JARINGAN TANAMAN SKALA RUMAH TANGGA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS MASYARAKAT: Budidaya Jamur Pangan Dan Kultur Jaringan Tanaman Skala Rumah Tangga Sebagai Upaya Meningkatkan Produktivitas Masyarakat
Desa Namang dan Desa Balunijuk merupakan daerah di sekitar Universitas Bangka Belitung yang memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Mitra kegiatan IbM ini, yaitu Komunitas Pelawan Desa Namang dan Karang Taruna Desa Balunijuk merupakan kelompok masyarakat yang kurang produktif namun memiliki keinginan kuat untuk memperbaiki perekonomiannya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan terkait budidaya jamur dan penerapan teknologi perbanyakan tanaman dalam laboratorium skala rumah tangga. Dalam pelaksanaannya, para mitra dilatih beberapa teknik budidaya (sterilisasi, inisiasi dan pembibitan tanaman dan jamur), didampingi dalam melakukan teknikteknik tersebut dan dilatih untuk membuat analisis keuntungan sederhana untuk kegiatan lebih lanjut. Secara umum, mitra menyambut baik kegiatan ini. Rangkaian kegiatan yang direncanakan dapat dilaksanakan dengan dengan baik dan antusiasme yang tinggi. Mitra yang dilatih dapat mengikuti kegiatan pelatihan dengan baik dan menularkan semangat dan ilmu yang mereka peroleh kepada warga desa. Dengan adanya kegiatan ini, mitra dan masyarakat desa mitra dapat memahami teknik budidayajamur pangan dan kultur jaringan skala rumah tangga untuk meningkatkan produktivitasnya.Desa Namang dan Desa Balunijuk merupakan daerah di sekitar Universitas Bangka Belitung yang memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Mitra kegiatan IbM ini, yaitu Komunitas Pelawan Desa Namang dan Karang Taruna Desa Balunijuk merupakan kelompok masyarakat yang kurang produktif namun memiliki keinginan kuat untuk memperbaiki perekonomiannya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan terkait budidaya jamur dan penerapan teknologi perbanyakan tanaman dalam laboratorium skala rumah tangga. Dalam pelaksanaannya, para mitra dilatih beberapa teknik budidaya (sterilisasi, inisiasi dan pembibitan tanaman dan jamur), didampingi dalam melakukan teknikteknik tersebut dan dilatih untuk membuat analisis keuntungan sederhana untuk kegiatan lebih lanjut. Secara umum, mitra menyambut baik kegiatan ini. Rangkaian kegiatan yang direncanakan dapat dilaksanakan dengan dengan baik dan antusiasme yang tinggi. Mitra yang dilatih dapat mengikuti kegiatan pelatihan dengan baik dan menularkan semangat dan ilmu yang mereka peroleh kepada warga desa. Dengan adanya kegiatan ini, mitra dan masyarakat desa mitra dapat memahami teknik budidayajamur pangan dan kultur jaringan skala rumah tangga untuk meningkatkan produktivitasnya
MENGKAMPANYEKAN HALAL LIFESTYLE BAGI MAHASISWA: Mengkampanyekan Halal Lifestyle Bagi Mahasiswa
Halal Lifestyle merupakan gaya hidup yang sesuai dengan tuntunan ajaran Agama Islam. Sekarang ini gaya hidup halal telah menjadi trend baru bagi masyarakat baik di Indonesia dan masyarakat internasional. Kampus UBB sebagai wahana meningkatkan kecerdasan intelektual, emosional dan mental mahasiswanya, rasanya tepat jika gaya hidup halal menjadi gaya hidup yang dijalankan oleh seluruh civitas akademika. Metode kegiatan ini dengan presentasi dari narasumber LPPOM MUI dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan ini, mahasiswa memahami konsep hidup halal sebagai gaya hidup dan memahami proses terbitnya sertifikat jaminan halal. Disamping itu terbentuknya Ikatan Mahasiswa Peduli Halal (IMAPELA). Tindak lanjut, pelatihan TOT bagi mahasiswa agar mampu melaksanakan Halal goes to campus dan menginisiasikan unit kegiatan mahasiswa (UKM) halal center di kampus.Halal Lifestyle merupakan gaya hidup yang sesuai dengan tuntunan ajaran Agama Islam. Sekarang ini gaya hidup halal telah menjadi trend baru bagi masyarakat baik di Indonesia dan masyarakat internasional. Kampus UBB sebagai wahana meningkatkan kecerdasan intelektual, emosional dan mental mahasiswanya, rasanya tepat jika gaya hidup halal menjadi gaya hidup yang dijalankan oleh seluruh civitas akademika. Metode kegiatan ini dengan presentasi dari narasumber LPPOM MUI dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan ini, mahasiswa memahami konsep hidup halal sebagai gaya hidup dan memahami proses terbitnya sertifikat jaminan halal. Disamping itu terbentuknya Ikatan Mahasiswa Peduli Halal (IMAPELA). Tindak lanjut, pelatihan TOT bagi mahasiswa agar mampu melaksanakan Halal goes to campus dan menginisiasikan unit kegiatan mahasiswa (UKM) halal center di kampus
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP KOSITEM PESISIR (MANGROVE ) DAN SOSIALISASI PERPRES NO 73 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE DI DESA TANAH BAWAH KAB.BANGKA: Peningkatan Pemahaman Masyarakat Terhadap Ekosistem Pesisir (Mangrove) Dan Sosialisasi Perpres No 73 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Ekosistem Mangrove Di Desa Tanah Bawah Kabupaten Bangka
Desa Tanah Bawah merupakan salah satu Desa yang terdapat di Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Kab.Bangka., Kepulauan Bangka Belitung. Desa Tanah Bawah memiliki potensi besar di ekosistem pesisir seperti ekosistem mangrove yang terdapat di muara sungai upang, Ekosistem-ekosistem pesisir ini, menujang kehidupan masyarakat Desa Tanah Bawah dimana sekitar 30% masyarakat hidup bergantung ke ekosistem tersebut yang berprofesi sebagai penangkap ikan di sepanjang sungai upang. Saat ini masyarakat juga belum mengerti dan mengetahui adanya aturan Perpres No 73 Tahun 2012, yang melarang melakukan penebangan di area hutan mangrove sekaligus mengatur mengenai pelaksanaan dan pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Karena keberadaan ekosistem mangrove merupakan habitat tempat tinggal berbagai macam sumberdaya yang bernilai ekonomis. Selain itu sudah terdapat aturan mengenai sanksi yang akan dikenakan ketika masyarakat terbukti tertangkap sedang melakukan kegiatan penebangan mangrove. Sungai upang yang mengalir di daerah Desa Tanah Bawah menyimpan potensi jenis ikan yang sangat tinggi baik itu yang dapat digunakan untuk ikan konsumsi maupun untuk ikan hias. Masyarakat Desa Tanah Bawah mayoritas belum begitu mengetahui ikan apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian warga. Sungai upang menyimpan potensi jenis ikan sebanyak 14 spesies, terdiri dari ikan konsumsi 7 spesies, hias 3 spesies dan konsumsi-hias 4 spesiesDesa Tanah Bawah merupakan salah satu Desa yang terdapat di Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Kab.Bangka., Kepulauan Bangka Belitung. Desa Tanah Bawah memiliki potensi besar di ekosistem pesisir seperti ekosistem mangrove yang terdapat di muara sungai upang, Ekosistem-ekosistem pesisir ini, menujang kehidupan masyarakat Desa Tanah Bawah dimana sekitar 30% masyarakat hidup bergantung ke ekosistem tersebut yang berprofesi sebagai penangkap ikan di sepanjang sungai upang. Saat ini masyarakat juga belum mengerti dan mengetahui adanya aturan Perpres No 73 Tahun 2012, yang melarang melakukan penebangan di area hutan mangrove sekaligus mengatur mengenai pelaksanaan dan pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Karena keberadaan ekosistem mangrove merupakan habitat tempat tinggal berbagai macam sumberdaya yang bernilai ekonomis. Selain itu sudah terdapat aturan mengenai sanksi yang akan dikenakan ketika masyarakat terbukti tertangkap sedang melakukan kegiatan penebangan mangrove. Sungai upang yang mengalir di daerah Desa Tanah Bawah menyimpan potensi jenis ikan yang sangat tinggi baik itu yang dapat digunakan untuk ikan konsumsi maupun untuk ikan hias. Masyarakat Desa Tanah Bawah mayoritas belum begitu mengetahui ikan apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian warga. Sungai upang menyimpan potensi jenis ikan sebanyak 14 spesies, terdiri dari ikan konsumsi 7 spesies, hias 3 spesies dan konsumsi-hias 4 spesie
PENGEMBANGAN BUDIDAYA CUMI-CUMI (Urotheutis chinensis) DI PERAIRAN TUING PULAU BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG: Pengembangan Budidaya Cumi-Cumi (Urotheutis chinensis) Di Perairan Tuing Pulau Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
In Bangka Belitung Islands Province, squid (Urotheutis chinensis) is a non-fish category fisheries export commodity with a larger amount than other commodities. The high rate of ecosystem damage and high sedimentation of marine areas due to mining activities has caused squid catches in coastal areas to tend to decrease. Based on the research results, the Coral Reef Exploration Team of the University of Bangka Belitung, Tuing waters are a fisheries stronghold in Bangka Regency. This is evidenced by the absence of tin mining activities. The Universitas Bangka Belitung Community Service Program (KKN) in Tuing Hamlet, Mapur Village, Riau Silip Subdistrict, Bangka Regency began in 2014 and 2015 by starting activities to build squid attractor FADs. In 2016, this program was again focused on pioneering Bangka squid cultivation activities with additional programs in the form of developing local potential-based natural tourism potential and educational work programs to increase understanding for the community of the importance of preserving marine ecosystems.marine ecosystem. The results that have been carried out are the collection of squid eggs using a fisherman\u27s net, then incubated in a maintenance aquarium that has been set up using a top filter.
The successfully reared squid larvae were then released as a form of restocking activity. natural resources with related stakeholders. The next activity is to increase the potential of coastal tourism (beach) by promoting tourism through website development and building supporting facilities in the form of Saung (simple shelter) provided to all visitors to rest after climbing. can rest after the hike. Another ecotourism development is the coral reef transplantation program by involving the community to increase awareness of the importance of coral reefs in increasing fish biodiversity in Tuing waters. in Tuing waters. In addition to the community, other educational activities were carried out through teaching activities for students of SDN 11 Riau Silip in the classroom by providing exposure related to the topic of marine ecosystems. The educational presentation provided consisted of several topics, namely the introduction of marine ecosystems, the introduction of freshwater and marine biota, the impact of damage to marine ecosystems, and the introduction of the movement to love eating fish.Di Provinsi Kepulauan BangkaBelitung, cumi-cumi (Urotheutischinensis) merupakan komoditasekspor perikanan kategori non-ikandengan jumlah yang lebih besardibandingkan komoditas lainnya.Tingginya laju kerusakan ekosistemdan sedimentasi wilayah laut yangtinggi akibat kegiatan pertambanganmenyebabkan hasil tangkapan cumicumidi daerah pesisir cenderungberkurang. Berdasarkan hasilpenelitian, Tim Eksplorasi TerumbuKarang Universitas Bangka Belitungperairan Tuing merupakan bentengperikanan di Kabupaten Bangka. Halini dibuktikan dengan tidak adanyaaktivitas penambangan timah laut.Program Kuliah Kerja Nyata (KKN)UBB di Dusun Tuing, Desa Mapur,Kecamatan Riau Silip, KabupatenBangka mulai dirintis dari tahun 2014dan 2015 dengan memulai kegiatanpembuatan rumpon atraktor cumi.Tahun 2016, program ini kembalidifokuskan untuk merintis kegiatanbudidaya Cumi Bangka denganprogram tambahan berupapengembangan potensi wisata alamberbasis potensi lokal dan programkerja edukasi untuk meningkatkanpemahaman bagi masyarakat akanpentingnya menjaga kelestarianekosistem bahari (laut). Hasil yangtelah dilakukan adalah pengumpulantelur cumi menggunakan jaringnelayan, selanjutnya diinkubasi dalamakuarium pemeliharaan yang telah disetting dengan menggunakan topfilter. Larva cumi yang berhasildipelihara kemudian dilepaskansebagai bentuk kegiatan restockingsumberdaya alam bersama stakeholderyang terkait. Kegiatan selanjutnyaadalah peningkatan potensi wisatapesisir (pantai) dengan melakukanpromosi wisata melalui pembuatanwebsite dan membangun saranapendukung berupa Saung (rumahsinggah sederhana) yang disediakankepada seluruh pengunjung untukdapat beristirahat setelah pendakian.Pengembangan ekowisata lainnyaadalah program transplantasi terumbukarang dengan melibatkan masyarakatguna meningkatkan kesadaranterhadap pentingnya tembu karangdalam meningatkan biodiversitas ikandi perairan Tuing. Sealain masyarakatkegiatan edukasi lain dilakukanmelalui kegiatan pengajaran bagisiswa SDN 11 Riau Silip di dalamkelas dengan memberikan pemaparanterkait topik ekosistem bahari. Paparanedukasi yang diberikan terdiri daribeberapa topik yaitu pengenalanekosistem laut, pengenalan biota airtawar dan air laut, dampak kerusakanekosistem laut, serta pengenalangerakan gemar makan ikan
PEMANFAATAN PERAIRAN SUNGAI TANAH BAWAH MELALUI TEKNOLOGI BUDIDAYA POLIKULTUR BERWAWASAN LINGKUNGAN: Pemanfaatan Perairan Sungai Tanah Bawah Melalui Teknologi Budidaya Polikultur Berwawasan Lingkungan
Desa Tanah Bawah memiliki potensi lahan dengan ketersediaan sumber air yang melimpah. Selain dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan air baku konsumsi, mandi dan cuci, potensi lahan perairan dapat dioptimalkan untuk pengembangan budidaya perikanan. Budidaya polikultur diharapkan dapat memberdayakan masyarakat serta menjadikan Desa Tanah Bawah berpotensi menjadi desa mandiri pangan dari produksi padi sawah dan hasil perkebunan yang melimpah serta perikanan budidaya. Teknologi budidaya polikultur dinilai ramah lingkungan karena didesain untuk meminimalisir limbah buangan sisa pakan yang tidak termanfaatkan. Daya dukung lingkungan perairan bisa tetap dipertahankan. Selain itu secara hitungan ekonomi, pilihan teknologi budidaya polikultur dengan sistem KJA dinilai sangat menguntungkan karena hasil panen yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem monokultur. Hasil panen ikan yang berlipat dari dua komoditas yang dibudidayakan (ikan nila dan ikan mas), otomatis akan mendatangkan keuntungan yang berlipat juga walaupun dengan input biaya produksi yang sama, karena efisiensi dan pemanfaatan pakan yang optimal. Pelaksanaan IbM ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat secara signifikan dan dapat berkelanjutan.Desa Tanah Bawah memiliki potensi lahan dengan ketersediaan sumber air yang melimpah. Selain dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan air baku konsumsi, mandi dan cuci, potensi lahan perairan dapat dioptimalkan untuk pengembangan budidaya perikanan. Budidaya polikultur diharapkan dapat memberdayakan masyarakat serta menjadikan Desa Tanah Bawah berpotensi menjadi desa mandiri pangan dari produksi padi sawah dan hasil perkebunan yang melimpah serta perikanan budidaya. Teknologi budidaya polikultur dinilai ramah lingkungan karena didesain untuk meminimalisir limbah buangan sisa pakan yang tidak termanfaatkan. Daya dukung lingkungan perairan bisa tetap dipertahankan. Selain itu secara hitungan ekonomi, pilihan teknologi budidaya polikultur dengan sistem KJA dinilai sangat menguntungkan karena hasil panen yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem monokultur. Hasil panen ikan yang berlipat dari dua komoditas yang dibudidayakan (ikan nila dan ikan mas), otomatis akan mendatangkan keuntungan yang berlipat juga walaupun dengan input biaya produksi yang sama, karena efisiensi dan pemanfaatan pakan yang optimal. Pelaksanaan IbM ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat secara signifikan dan dapat berkelanjutan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENUJU DESA WISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA KUNDI BERSATU KAB. BANGKA BARAT: Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Kundi Bersatu Kabupaten Bangka Barat
Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu strategi dalam pembangunan. Dalam konsep pembangunan, sumber daya manusia menjadi hal penting dalam upaya meningkatkan kemandirian dan kekuatan internal dari sumber daya materi dan nonmaterial yang ada. Konsep pemberdayaan mencakup kekuatan sendiri, kemandirian, pilihan sendiri, kedaulatan hidup sesuai dengan nilai-nilai yang dianut seseorang atau masyarakat, kapasitas untuk memperjuangkan hak, kemerdekaan, pembuatan keputusan sendiri, menjadi bebas, kebangkitan, dan kapabilitas, yang pada dasarnya tertanam dalam nilai dan sistem keyakinan lokal. Pemberdayaan masyarakat menuju desa wisata berbasis kearifan lokal (budaya, pertanian, kehutanan, budidaya kelautan, dan industri kreatif) menjadi penting artinya untuk mengembangkan lapangan kerja dan berusaha serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Kundi, Kundi Air Menduyung, dan Kundi Bukit Terak, sebagai suatu daerah yang memiliki potensi besar untuk diberdayakan menjadi daerah yang lebih berkembang secara sosial dan ekonomi berbasis budaya, pertanian, budidaya laut, dan industri kreatif.Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu strategi dalam pembangunan. Dalam konsep pembangunan, sumber daya manusia menjadi hal penting dalam upaya meningkatkan kemandirian dan kekuatan internal dari sumber daya materi dan nonmaterial yang ada. Konsep pemberdayaan mencakup kekuatan sendiri, kemandirian, pilihan sendiri, kedaulatan hidup sesuai dengan nilai-nilai yang dianut seseorang atau masyarakat, kapasitas untuk memperjuangkan hak, kemerdekaan, pembuatan keputusan sendiri, menjadi bebas, kebangkitan, dan kapabilitas, yang pada dasarnya tertanam dalam nilai dan sistem keyakinan lokal. Pemberdayaan masyarakat menuju desa wisata berbasis kearifan lokal (budaya, pertanian, kehutanan, budidaya kelautan, dan industri kreatif) menjadi penting artinya untuk mengembangkan lapangan kerja dan berusaha serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Kundi, Kundi Air Menduyung, dan Kundi Bukit Terak, sebagai suatu daerah yang memiliki potensi besar untuk diberdayakan menjadi daerah yang lebih berkembang secara sosial dan ekonomi berbasis budaya, pertanian, budidaya laut, dan industri kreatif
KONSERVASI AIR TANAH MELALUI PEMBUATAN BIOPORI SEBAGAI UPAYA MENGATASI KEKERINGAN DI DESA JADA BAHRIN KECAMATAN MERAWANG: Konservasi Air Tanah Melalui Pembuatan Biopori Sebagai Upaya Mengatasi Kekeringan Di Desa Jada Bahrin Kecamatan Merawang
Water plays a very important role for humans and the surrounding environment. The amount of water in a particular area can be analyzed through the geology and geohydrology of the area. The lack of water resources in Jada Bahrain Village requires a conservation effort. The conservation efforts made are by making biopores. Making biopores aims to store water reserves so as to overcome drought. The amount of stored water volume can be predicted through the biopore infiltration rate. From the infiltration data obtained, 50 biopore holes in Jada Bahrain Village are estimated to be able to infiltrate water as much as 6286.23 mL/second.Air memegang peranan yang sangat penting bagi manusia dan lingkungan sekitarnya. Sedikit banyaknya air di wilayah tertentu dapat dianalisa melalui keadaan geologi dan geohidrologi di wilayah tersebut. Kurangnya sumber daya air di Desa Jada Bahrain memerlukan suatu upaya konservasi. Upaya konservasi yang dilakukan yaitu dengan pembuatan biopori. Pembuatan biopori bertujuan untuk menyimpan cadangan air sehingga mengatasi kekeringan. Jumlah volume air yang tersimpan dapat diprediksi melalui laju resapan biopori. Dari data resapan yang diperoleh, 50 lubang biopori di Desa Jada Bahrain diperkirakan mampu meresapkan air sebanyak 6286,23 mL/detik
PERANAN AKUNTANSI DALAM AKUNTABILITAS DANA DESA DAN UMKM DI DESA AIR DUREN KECAMATAN PEMALI KABUPATEN BANGKA: Peranan Akuntansi Dalam Akuntabilitas Dana Desa Dan UMKM Di Desa Air Duren Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka
This KKN activity aims to provide accounting assistance for village finances, assist villages in preparing Village Financial Reports, and provide an understanding of the importance of bookkeeping or accounting for UMKM.This KKN was carried out in Air Duren Village, Pemali Subdistrict, Bangka Regency with 40 students from various study programs at the Universitas Bangka Belitung from July 27 to September 2, 2015.The KKN work programs are: 1) Debriefing to students from the BPKP Expert Team of Bangka Belitung Representative and Supervisors, 2) Socializing the Village Law from the BPKP Expert Team, KKN Students and KKN Field Supervisors at the Universitas Bangka Belitung, 3) Socializing the importance of bookkeeping for UMKM, 4) Assistance in preparing Village Accounting and Finance, and assistance in preparing Village Financial Reports.The result of this KKN activity is that students are able to transfer knowledge through their work program in accordance with their respective fields of knowledge to assist the preparation of Village Financial Reports, so that the perpetrators can understand the importance of accounting. Furthermore, it is recommended that accounting training be routinely held for village officials and UMKM actors.Kegiatan KKN ini bertujuan untuk memberikan pendampingan akuntansi bagi keuangan desa, membantu desa dalam melakukan penyusunan Laporan Keuangan Desa, dan memberikan pemahaman pentingnya pembukuan atau akuntansi bagi UMKM.KKN ini dilaksanakan di Desa Air Duren Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka dengan peserta 40 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi yang ada di Universitas Bangka Belitung mulai tanggal 27 Juli sampai dengan 2 September 2015.Program kerja KKN yaitu: 1) Pembekalan kepada Mahasiswa dari Tim Ahli BPKP Perwakilan Bangka Belitung dan Dosen Pembimbing, 2) Melakukan sosialisasi UU Desa dari Tim Ahli BPKP, Mahasiswa KKN dan Dosen Pembimbing Lapangan KKN UBB, 3) Melakukan sosialisasi pentingnya pembukuan untuk UMKM, 4) Pendampingan penyusunan Akuntansi dan Keuangan Desa, dan pendampingan penyusunan Laporan Keuangan Desa.Hasil dari kegiatan KKN ini adalah mahasiswa mampu melakukan transfer knowledge melalui program kerjanya sesuai dengan bidang ilmu masing-masing untuk membantu Penyusunan Laporan Keuangan Desa pelaku dapat memahami pentingnya akuntansi. Selanjutnya direkomendasikan agar rutin diadakannya pelatihan akuntansi bagi perangkat desa dan pelaku UMKM
36 HARI PENGEMBANGAN DESA BARU MENJADI DESA BERWAWASAN LINGKUNGAN DAN SEJAHTERA: 36 Hari Pengembangan Desa Baru Menjadi Desa Berwawasan Lingkungan Dan Sejahtera
One of the objectives of the Community Service Program (KKN) is the realization of integration and participation of the University\u27s academic community in studying and solving various community problems, fostering and developing religious and social life in rural areas. In their community service activities, students provide experience in science, technology, art, and religion to provide direction in order to solve problems and overcome them appropriately. In addition, improving facilities and infrastructure is one of the activities carried out and becomes a work program for students. In other words, through the activities of the Real Work Lecture (KKN) activities, students can help the development in an area, improve human resources for both students and the community. human resources both for students and for the community in / / processing natural resources and in the community life sector, especially in the field of tourism. So that it is possible for an the area becomes a Tourism Attraction Object (ODTW) that can improve the welfare of the people around it.Salah satu tujuan Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah Terwujudnya integrasi dan peran serta civitas akademika Universitas dalam mengkaji dan memecahkan berbagai persoalan masyarakat, membina dan mengembangkan kehidupan beragama dan sosial kemasyarakatan di pedesaan. Dalam kegiatan pengabdiannya pada masyarakat, mahasiswa memberikan pengalaman ilmu pengetahuan, teknologi, seni,dan agama untuk memberikan pengarahan agar dapat memecahkan masalah dan menanggulanginya secara tepat. Selain itu, pembenahan sarana dan prasarana merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan serta menjadi program kerja bagi mahasiswa. Dengan kata lain, melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN)ini, mahasiswa dapat membantu pembangunan yang ada di suatu daerah, meningkatkan sumber dayamanusia baik bagi mahasiswa maupun bagi masyarakat dalam// pengolahan sumber daya alam dan dalam sektor kehidupan masyarakat, terutama dalam bidang kepariwisataan. Sehingga memungkinkan suatudaerah tersebut menjadi Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada disekitarnya