Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
    162 research outputs found

    PENYEBARAN INFORMASI TEKNOLOGI LADA PUTIH RAMAH LINGKUNGAN DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU DAN PRODUKSI YANG BERKELANJUTAN DI DESA SERDANG KECAMATAN TOBOALI KABUPATEN BANGKA SELATAN: Penyebaran Informasi Teknologi Lada Putih Ramah Lingkungan Dalam Upaya Peningkatan Mutu Dan Produksi Yang Berkelanjutan Di Desa Serdang Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan

    No full text
    Tujuan dari kegiatan ini adalah antara lain: 1) Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani untuk melakukan budidaya lada ramah lingkungan, 2) Meningkatkan kesadaran petani untuk melakukan penanganan pasca panen yang baik guna meningkatkan kualitas lada, 3) Menjalin kerjasama kemitraan antara perguruan tinggi, masyarakat, dan BP3L. Kegiatan ini dilaksanakan mulai 20 Juli- 24 Agustus 2016 di Desa Serdang Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan. Strategi pokok yang diterapkan adalah melalui sosialisasi, demonstrasi plot, dan pendampingan untuk petani dengan lima kegiatan operasional utama yakni: 1) Penyuluhan budidaya lada putih ramah lingkungan, 2) Penyuluhan pengolahan pascapanen, 3) Demonstrasi plot pembibitan lada, 4) Demonstrasi plot bak perendaman, dan 5) Pembentukan kelompok petani lada dan data base petani lada. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan: 1) Peningkatan pengetahuan dan kesadaran petani tentang budidaya lada ramah lingkungan, dan 2) Meningkatnya kesadaran petani dalam penanganan pasca panen lada yang baik sehingga mutu lada meningkat, 3) Terjalinnya kerjasama kemitraan antara perguruan tinggi, masyarakat dan BP3LTujuan dari kegiatan ini adalah antara lain: 1) Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani untuk melakukan budidaya lada ramah lingkungan, 2) Meningkatkan kesadaran petani untuk melakukan penanganan pasca panen yang baik guna meningkatkan kualitas lada, 3) Menjalin kerjasama kemitraan antara perguruan tinggi, masyarakat, dan BP3L. Kegiatan ini dilaksanakan mulai 20 Juli- 24 Agustus 2016 di Desa Serdang Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan. Strategi pokok yang diterapkan adalah melalui sosialisasi, demonstrasi plot, dan pendampingan untuk petani dengan lima kegiatan operasional utama yakni: 1) Penyuluhan budidaya lada putih ramah lingkungan, 2) Penyuluhan pengolahan pascapanen, 3) Demonstrasi plot pembibitan lada, 4) Demonstrasi plot bak perendaman, dan 5) Pembentukan kelompok petani lada dan data base petani lada. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan: 1) Peningkatan pengetahuan dan kesadaran petani tentang budidaya lada ramah lingkungan, dan 2) Meningkatnya kesadaran petani dalam penanganan pasca panen lada yang baik sehingga mutu lada meningkat, 3) Terjalinnya kerjasama kemitraan antara perguruan tinggi, masyarakat dan BP3

    IbM MENINGKATKAN PRODUKSI IKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN BAGAN TANCAP DESA REBO KAB. BANGKA DENGAN TEKNOLOGI LAMPU CELUP DALAM AIR (LACUDA): Meningkatkan Produksi Ikan Hasil Tangkapan Nelayan Bagan Tancap Desa Rebo Kabupaten Bangka Dengan Teknologi Lampu Celup Dalam Air (Lacuda)

    No full text
    Potensi perikanan yang terdapat di Kabupaten Bangka yang memiliki nilai ekonomi tinggi diantaranya adalah cumi-cumi dan teri. Biasanya, nelayan menangkap kedua jenis ikan ini dengan menggunakan alat tangkap bagan tancap (fixed bagan). Bagan tancap biasanya menggunakan lampu neon atau lampu AC yang menggunakan arus listrik yang kuat dan memakan banyak biaya dalam pengoperasiannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah nelayan yang menggunakan Lacuda sebagai alat bantu penangkapan ikan pada alat tangkap bagan tancap dan menyebarkan teknik perakitan lacuda dari lampu LED menggunakan bahan yang sederhana. Pengabdian ini dilaksanakan di dua tempat yaitu di laboratorium MSP UBB dan di Desa Rebo Kabupaten Bangka. Waktu pelaksanaan dilaksanakan pada Bulan Mei-Oktober 2017. Perakitan lacuda menggunakan bahan sederhana dan dilakukan perakitan berdasarkan metode Kurniawan (2017) dengan menggunakan lampu LED. Lacuda yang sudah dirakit dibagikan ke kelompok nelayan dan diberikan pengarahan terkait penelitian yang telah dilakukan dan teknik pengoperasiannya. Penyebaran IPTEK perakitan lacuda ini juga dilakukan dengan menggunakanmedia sosial dengan melakukan pembuaan video perakitan lacuda. Penyerahan lacuda rakitan diberikan kepada 2 (dua) kelompok nelayan yang diketuai oleh Bapak Asui dan Bapak Ibnu.Potensi perikanan yang terdapat di Kabupaten Bangka yang memiliki nilai ekonomi tinggi diantaranya adalah cumi-cumi dan teri. Biasanya, nelayan menangkap kedua jenis ikan ini dengan menggunakan alat tangkap bagan tancap (fixed bagan). Bagan tancap biasanya menggunakan lampu neon atau lampu AC yang menggunakan arus listrik yang kuat dan memakan banyak biaya dalam pengoperasiannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah nelayan yang menggunakan Lacuda sebagai alat bantu penangkapan ikan pada alat tangkap bagan tancap dan menyebarkan teknik perakitan lacuda dari lampu LED menggunakan bahan yang sederhana. Pengabdian ini dilaksanakan di dua tempat yaitu di laboratorium MSP UBB dan di Desa Rebo Kabupaten Bangka. Waktu pelaksanaan dilaksanakan pada Bulan Mei-Oktober 2017. Perakitan lacuda menggunakan bahan sederhana dan dilakukan perakitan berdasarkan metode Kurniawan (2017) dengan menggunakan lampu LED. Lacuda yang sudah dirakit dibagikan ke kelompok nelayan dan diberikan pengarahan terkait penelitian yang telah dilakukan dan teknik pengoperasiannya. Penyebaran IPTEK perakitan lacuda ini juga dilakukan dengan menggunakanmedia sosial dengan melakukan pembuaan video perakitan lacuda. Penyerahan lacuda rakitan diberikan kepada 2 (dua) kelompok nelayan yang diketuai oleh Bapak Asui dan Bapak Ibnu

    PEMANFAATAN TEMPURUNG KELAPA UNTUK PEMBUATAN BRIKET ARANG SEBAGAI POTENSI ENERGI BARU PENGGANTI BAHAN BAKAR GAS DI DESA ZED KABUPATEN BANGKA: Pemanfaatan Tempurung Kelapa Untuk Pembuatan Briket Arang Sebagai Potensi Energi Baru Pengganti Bahan Bakar Gas Di Desa Zed Kabupaten Bangka

    No full text
    Desa zed merupakan salah satu desa penghasil batok kelapa di Kabupaten Bangka. Tetapi sangat disayangkan jika dengan jumlah yang banyak tetapi tidak dimanfaatkan sebagai nilai tambah bagi masyarakat. Briket tempurung kelapa atau orang bangka menyebutnya lebih terkenal dengan batok kelapa. Nilai pemanfaatan briket ini sangat menjadi impian jika memang dilakukan dengan baik dan bisa menjadi alternatif bahan bakar pengganti bahan bakar gas yang harganya semakin mahal. Briket tempurung kelapa merupakan bagian kecil dari energi baru yang saat ini menjadi tren dunia dalam hal pengelolaan energi baru untuk masyarakat. Dibeberapa daerah di Indonesia pemberdayaan tempurung kelapa sudah lama dilakukan khususnya di Daerah Istimewah Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Bantul dengan skala industri rumah tangga. Hasilnya pembuatan dengan skala besar dan sudah menjadi komoditi ekspor ke luar negeri. Bukan hal yang mustahil jika usaha ini juga bisa dilakukan didaerah kita sendiri. Dalam KKN ini, penekanan yang hendak diambil dalam kegiatan KKN Tematik ini adalah pemanfaatan tempurung kelapa sebagai briket arang bakar pengganti gas elpiji di desa Zed kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka. Serta identifikasi potensi energi barudan terbaharukan di Propinsi Bangka Belitung, khususnya di daerah desa Zed kecamatan Bangka Belitung.Desa zed merupakan salah satu desa penghasil batok kelapa di Kabupaten Bangka. Tetapi sangat disayangkan jika dengan jumlah yang banyak tetapi tidak dimanfaatkan sebagai nilai tambah bagi masyarakat. Briket tempurung kelapa atau orang bangka menyebutnya lebih terkenal dengan batok kelapa. Nilai pemanfaatan briket ini sangat menjadi impian jika memang dilakukan dengan baik dan bisa menjadi alternatif bahan bakar pengganti bahan bakar gas yang harganya semakin mahal. Briket tempurung kelapa merupakan bagian kecil dari energi baru yang saat ini menjadi tren dunia dalam hal pengelolaan energi baru untuk masyarakat. Dibeberapa daerah di Indonesia pemberdayaan tempurung kelapa sudah lama dilakukan khususnya di Daerah Istimewah Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Bantul dengan skala industri rumah tangga. Hasilnya pembuatan dengan skala besar dan sudah menjadi komoditi ekspor ke luar negeri. Bukan hal yang mustahil jika usaha ini juga bisa dilakukan didaerah kita sendiri. Dalam KKN ini, penekanan yang hendak diambil dalam kegiatan KKN Tematik ini adalah pemanfaatan tempurung kelapa sebagai briket arang bakar pengganti gas elpiji di desa Zed kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka. Serta identifikasi potensi energi barudan terbaharukan di Propinsi Bangka Belitung, khususnya di daerah desa Zed kecamatan Bangka Belitung

    PENINGKATAN SDM DAN PELAYANAN ADMINISTRASI PUBLIK DEMI TERWUJUDNYA AIR MESU TIMUR YANG BERSINAR (BERSIH, SANTUN, INDAH, NYAMAN, DAN RELIGIUS): Peningkatan Sumberdaya Manusia Dan Pelayanan Administrasi Publik Demi Terwujudnya Air Mesu Timur Yang Bersinar (Bersih, Santun, Indah, Nyaman, Dan Religius)

    No full text
    Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk perwujudan dari pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu tujuan dari KKN ialah untuk melatih mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya serta mengembangkan softskills dan karakter mahasiswa. Kuliah Kerja Nyata XII Universitas Bangka Belitung dibidang tematik yang diselenggarakan di desa Air Mesu Timur ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta mengoptimalkan pelayanan administrasi publik demi terwujudnya Air Mesu Timur yang BERSINAR (Bersih, Santun, Indah, Nyaman, dan Religius). Metode pelaksanaan dilakukan melalui survey, sosialiasi serta pendampingan terhadap warga yang dilaksanakan selama 35 hari kerja. Peserta KKN merupakan mahasiswa UBB yang berasal dari empat Fakultas, diantaranya Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, FISIP dan Fakultas Hukum. Program yang terlaksana diantaranya Sosialisasi dan Pembuatan Laporan Keuangan Desa, Pembuatan Web Desa, Pengembangan Sektor Kewirausahaan, Sosialisasi dan Pendaftaran Keanggotaan BPJS Kesehatan, Sosialisasi Bahaya Penggunaan Narkoba, Pendidikan Keaksaraan, Rumah Pintar, serta Peringatan Hari Kemerdekaan.Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk perwujudan dari pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu tujuan dari KKN ialah untuk melatih mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya serta mengembangkan softskills dan karakter mahasiswa. Kuliah Kerja Nyata XII Universitas Bangka Belitung dibidang tematik yang diselenggarakan di desa Air Mesu Timur ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta mengoptimalkan pelayanan administrasi publik demi terwujudnya Air Mesu Timur yang BERSINAR (Bersih, Santun, Indah, Nyaman, dan Religius). Metode pelaksanaan dilakukan melalui survey, sosialiasi serta pendampingan terhadap warga yang dilaksanakan selama 35 hari kerja. Peserta KKN merupakan mahasiswa UBB yang berasal dari empat Fakultas, diantaranya Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, FISIP dan Fakultas Hukum. Program yang terlaksana diantaranya Sosialisasi dan Pembuatan Laporan Keuangan Desa, Pembuatan Web Desa, Pengembangan Sektor Kewirausahaan, Sosialisasi dan Pendaftaran Keanggotaan BPJS Kesehatan, Sosialisasi Bahaya Penggunaan Narkoba, Pendidikan Keaksaraan, Rumah Pintar, serta Peringatan Hari Kemerdekaan

    IPTEK BAGI MASYARAKAT TUA TUNU DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MELALUI PEMANFAATAN PRODUK OLAHAN NANAS MENJADI PRODUK YANG MEMILIKI VALUE ADDED: IPTEK Bagi Masyarakat Tua Tunu Dalam Meningkatkan Perekonomian Melalui Pemanfaatan Produk Olahan Nanas Menjadi Produk Yang Memiliki Value Added

    No full text
    Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Tua Tunu adalah keterbatasan skill dalam mengolah nanas menjadi produk lain yang memiliki value added. Banyaknya Nanas di Daerah Tua Tunu menyebabkan hasil nanas melimpah hal ini mengakibatkan harga nanas di pasaran menjadi sangat murah. Oleh karena itulah perlu dilakukannya pemberian skill tambahan bagi masyarakat tua tunu untuk pengolahan nanas menjadi produk lain yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Adapun Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah memberikan sosialisasi tentang pemanfaatan nanas, memberikan skill pelatihan pembuatan kue berbahan dasar nanas, serta pemberian informasi tentang bagaimana cara mengemas dan memasarkan produk olahan nanas melalui media sosial ataupun melalui penjualan secara langsung.Tahap akhir adalah akan dilakukan evaluasi kegiatan dan publikasi di jurnal nasional.Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Tua Tunu adalah keterbatasan skill dalam mengolah nanas menjadi produk lain yang memiliki value added. Banyaknya Nanas di Daerah Tua Tunu menyebabkan hasil nanas melimpah hal ini mengakibatkan harga nanas di pasaran menjadi sangat murah. Oleh karena itulah perlu dilakukannya pemberian skill tambahan bagi masyarakat tua tunu untuk pengolahan nanas menjadi produk lain yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Adapun Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah memberikan sosialisasi tentang pemanfaatan nanas, memberikan skill pelatihan pembuatan kue berbahan dasar nanas, serta pemberian informasi tentang bagaimana cara mengemas dan memasarkan produk olahan nanas melalui media sosial ataupun melalui penjualan secara langsung.Tahap akhir adalah akan dilakukan evaluasi kegiatan dan publikasi di jurnal nasional

    PEMETAAN POTENSI SUMBER DAYA ALAM GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN TUKAK SADAI KABUPATEN BANGKA SELATAN: Pemetaan Potensi Sumber Daya Alam Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Kecamatan Tukak Sadai Kabupaten Bangka Selatan

    No full text
    The potential of Tukak Sadai Sub-district has not been maximized and there is no potential mapping program in Tukak Sadai Sub-district. The location of Tukak Sadai Sub-district is in South Bangka Regency and is the smallest sub-district in size. This potential mapping is carried out by plotting the position of the location geographically using survey methods and interviews with local communities, then the results are outlined in the form of thematic maps. The results of surveys and interviews conducted obtained data in the form of information on the potential wealth of natural resources, among others: The potential of tin and its associated mineral content, agricultural and plantation potential, namely pepper, rubber and palm oil and medicinal plants, fishery potential such as kurisi fish, mackerel, shrimp, crabs and squid, tourism potential such as educational tourism about mining, underwater tourism and beach tourism.Potensi yang dimiliki oleh Kecamatan Tukak Sadai masih belum dimanfaatkan secara maksimal dan belum adanya program pemetaan potensi pada Kecamatan Tukak Sadai. Lokasi Kecamatan Tukak Sadai berada pada Kabupaten Bangka Selatan dan merupakan kecamatan yang luasnya paling kecil. Pemetaan potensi ini dilakukan dengan cara memplot posisi lokasi secara geografis menggunakan metode survey dan wawancara kepada masyarakat setempat, kemudian hasilnya dituangkan dalam bentuk peta tematik. Hasil survey dan wawancara yang dilakukan diperoleh data berupa informasi potensi kekayaan sumber daya alam antara lain: Potensi kandungan mineral timah dan ikutannya, potensi pertanian dan perkebunan yaitu lada, karet dan sawit serta tanaman obat, potensi perikanan seperti ikan kurisi, tenggiri, udang, kepiting dan cumi, potensi pariwisata seperti wisata edukasi tentang pertambangan, wisata kolong dan wisata pantai

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERPARADIGMA ”PEOPLE CENTERED DEVELOPMENT” (PENANGGULANGAN DAMPAK BURUK PERTAMBANGAN DENGAN PEMETAAN DAN PEMANFAATAN MODAL SOSIAL): Pemberdayaan Masyarakat Berparadigma ”People Centered Development” (Penanggulangan Dampak Buruk Pertambangan Dengan Pemetaan Dan Pemanfaatan Modal Sosial)

    No full text
    Community empowerment in Gunung Muda Village, Riding Panjang, and Lumut Village, Belinyu Sub-district, Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province through the Community Empowerment Learning Program (KKN-PPM) aims to map and identify the fundamental problems experienced by the people of Bangka Belitung, especially the people in Gunung Muda Village, Riding Panjang, and Lumut Village, Belinyu Sub-district related to tin mining activities, plan and develop the potential of social capital owned by the community for the benefit of science and community welfare in Belinyu Sub-district and map potential social capital to be used as capital to overcome the adverse effects of tin mining. Empowerment activities with the People Centered Development approach as a people-centered participatory development model using social mapping and physical mapping methods. Social mapping and physical mapping focus on mapping the problems caused as a bad impact of tin mining faced by the community in Belinyu Sub-district. In an effort to map the social problems of the physical environment, what is done is to identify potential social capital and adverse effects of tin mining, find alternative solutions to handling adverse effects of tin mining, increase public awareness and knowledge related to handling adverse effects of tin mining, increase community and government participation, and form and strengthen the social institutional system in handling adverse effects of tin mining.The results of the implementation of activities as a form of KKN-PPM 2015 program found several methods outlined in the activities, namely (1) social mapping and physical mapping in an effort to identify potential social capital and adverse impacts of mining, (2) focus group discussions and socialization to find alternative solutions to handling adverse impacts of tin mining, (3) counseling and training to increase community awareness and knowledge, (4) counseling, training and site visits to increase community and government participation, and (5) group mentoring to form and strengthen the social institutional system in handling adverse impacts of tin mining.Pemberdayaan masyarakat di Desa Gunung Muda, Riding Panjang, dan Desa Lumut, Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) bertujuan untuk memetakan dan mengidentifikasi masalah-masalah mendasar yang dialami oleh masyarakat Bangka Belitung khususnya masyarakat di Desa Gunung Muda, Riding Panjang, dan Desa Lumut, Kecamatan Belinyu terkait kegiatan penambangan timah, merencanakan dan mengembangkan potensi modal sosial yang dimiliki masyarakat untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Belinyu dan memetakan modal modal sosial yang potensial untuk dijadikan sebagai modal untuk mengatasi dampak buruk pertambangan timah. Kegiatan pemberdayaan dengan pendekatan People Centered Development sebagai sebuah model pembangunan partisipatoris yang berpusat pada rakyat menggunakan metode pemetaan sosial dan pemetaan fisik.Pemetaan sosial dan pemataan fisik fokus untuk memetakan permasalahan yang ditimbulkan sebagai dampak buruk pertambangan timah yang dihadapi oleh masyarakat di Kecamatan Belinyu. Dalam upaya memetakan permasalahan sosial lingkungan fisik, maka yang dilakukan adalah mengidentifikasi modal sosial potensial dan dampak buruk pertambangan timah, menemukan alternatif solusi penanganan dampak buruk pertambangan timah, meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait penanganan dampak buruk pertambangan timah, meningkatkan peran serta masyarakat dan pemerintah, serta membentuk dan menguatkan sistem kelembagaan sosial dalam penanganan dampak buruk pertambangan timah.Adapun hasil pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk program KKN-PPM 2015 ditemukan beberapa metode yang dituangkan dalam kegiatan yaitu (1) pemetaan sosial dan pemetaan fisik dalam upaya mengidentifikasi modal sosial potensial dan dampak buruk pertambangan, (2) diskusi kelompok terarah (focus group discussion) dan sosialisasi untuk menemukan alternatif solusi penanganan dampak buruk pertambangan timah, (3) penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, (4) penyuluhan, pelatihan dan kunjungan lapangan (site visit) untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan pemerintah, dan (5) pendampingan kelompok untuk membentuk dan menguatkan sistem kelembagaan sosial dalam penanganan dampak buruk pertambangan timah

    PEMETAAN FISIK LINGKUNGAN TAMBANG, DAMPAK DAN POTENSI YANG DAPAT DIKEMBANGKAN: Pemetaan Fisik Lingkungan Tambang, Dampak Dan Potensi Yang Dapat Dikembangkan

    No full text
    Hundreds of years of tin mining on Bangka Island has caused damage to tens of thousands of hectares of land. Through the Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), physical mapping of environmental damage due to mining and the potential that can be developed in Lumut Village, Riding Panjang and Gn. Muda village, Belinyu sub-district, Bangka district. Physical mapping was conducted through field observations of the mining area, focus group discussions (FGDs) and socialization of the potential of the pit. More than 3,000 ha of land is critical land, environmental damage resulting in erosion, sedimentation, flooding, drought and potential landslides. The pit has the potential to be developed as a source of clean water, fish farming and pit tourism. Generally, the community utilizes the pit as a source of clean water during the dry season. A total of 40 out of 128 collars have the potential to be developed as a source of clean water, a location for freshwater fish farming and the development of collector tourism.Penambangan timah selama ratusan tahun di Pulau Bangka menyebabkan kerusakan puluhan ribu hektar lahan. Melalui Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dilakukan pemetaan fisik kerusakan lingkungan akibat penambangan beserta potensi yang dapat dikembangkan di Desa Lumut, Riding Panjang dan Gn. Muda Kec. Belinyu, Kab. Bangka. Pemetaan fisik dilakukan melalui observasi lapang wilayah tambang, diskusi kelompok terarah (FGD) dan sosialisasi potensi kolong. Lebih dari 3.000 ha lahan berupa lahan kritis, kerusakan lingkungan mengakibatkan erosi, sedimentasi, banjir, kekeringan dan potensi longsoran. Kolong memiliki potensi dikembangkan sebagai sumber air bersih, budidaya ikan dan wisata kolong. Umumnya masyarakat memanfaatkan kolong sebagai sumber air bersih pada musim kemarau. Sebanyak 40 dari 128 kolong memiliki potensi dikembangkan sebagai sumber air bersih, lokasi budidaya ikan air tawar dan pengembangan wisata kolong

    UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK HORTIKULTURA DI DESA BALUNIJUK, KECAMATAN MERAWANG KABUPATEN BANGKA: Upaya Peningkatan Nilai Tambah Produk Hortikultura Di Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka

    No full text
    Balunijuk Village is one of the centers of horticultural crop production in the Bangka Belitung Islands Province. The agricultural system of horticultural crops in this village is classified as conventional and there are still problems. Community service activities carried out in Balunijuk Village basically aim to overcome the problems that exist in the village. The main problems faced are horticultural agriculture which is less profitable due to expensive agricultural inputs and the perishable nature of horticultural products. The activities that are the solution to overcome these problems are: making compost based on vegetable waste, post-harvest handling of horticultural products, integrated pest control and terrarium making. The implementation of community service activities was welcomed by villagers and farmers in Balunijuk Village because it was felt to provide benefits in the future. The implementation of community service activities in Balunijuk Village needs to be continued to assist the sustainability of the programs that have been implemented.Desa Balunijuk merupakan salah satusentra produksi tanaman hortikulturadi Provinsi Bangka Belitug. Sistempertanian tanaman hortikutura di Desaini tergolong konvensional dan masihterdapat permasalahan. Kegiatanpengabdian pada masyarakat yangdilakukan di Desa Balunijuk padadasarnya bertujuan untuk mengatasimasalah-masalah yang ada di desatersebut. Adapun masalah utama yangdihadapi adalah pertanian hortikulturayang kurang menguntungkan karenainput pertanian yang mahal dan sifatproduk hortikultura yang mudahrusak. Kegiatan-kegiatan yangmenjadi solusi untuk mengatasimasalah tersebut adalah: pembuatankompos berbahan dasar limbahsayuran, penanganan pasca panenproduk hortikultura, pengendalianhama terpadu dan pembuatanterrarium. Pelaksanaan kegiatanpengabdian disambut baik oleh wargadesa dan petani di Desa Balunijukkarena dirasa memberi manfaat kedepannya. Pelaksanaan kegiatanpengabdian pada masyarakat di DesaBalunijuk perlu dilanjutkan untukmendampingi keberlanjutan programyang telah dilaksanakan

    OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN UNTUK PERTANIAN DI DESA JADA BAHRIN, KECAMATAN MERAWANG KABUPATEN BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG: Optimalisasi Lahan Pekarangan Untuk Pertanian Di Desa Jada Bahrin, Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

    No full text
    Food sovereignty is an effort to fulfill food needs in a self-sufficient manner. Fulfilling food needs starting from the household level is considered capable of improving national food security. Land utilization up to the yard level is needed in order to achieve food sovereignty in an area. Thematic Community Service Program (KKN) was conducted in Jada Bahrin village as an effort to help achieve food sovereignty in the village. The expected output targets are: 1. Encouraging the optimization of the use of yard land for agricultural cultivation; 2. Facilitating the transfer of technology of food crop and horticultural cultivation systems and integrated pest control from the university level to the community; 3. Development of community independence, especially farmer groups in farming activities; 4. Improving the knowledge and skills of farmers in the utilization of yard land. The main activities carried out to achieve these output targets are: 1. Training on hydroponic cultivation system; 2. Training on making compost based on household waste; 3. Application of integrated pest control technology; 4. Training on making food products made from local plants; 5. Implementation of Village Farmer Consultation Activities. The results obtained during the Thematic KKN are: 1. Utilization of hydroponic systems in the village hall and residents\u27 yards; 2. Utilization of household waste as compost raw material. 3. Pest control using papaya leaves; 4. Making dodol made from kemilik as a typical food of Jada Bahrin village; 5. Implementation of farmer meetings in 3 villages, namely Jada Bahrin, Balunijuk, and Kimak villages. In addition, it is expected that program sustainability will be achieved such as The utilization of Jada Bahrin Village\u27s agricultural location as an example village for the application of simple hydroponic technology, and the establishment of a farmer clinic that can help farmers overcome pests and plant diseases.Kedaulatan pangan merupakanupaya pemenuhan kebutuhan pangansecara swasembada. Pemenuhankebutuhan pangan yang dimulai daritingkat rumah tangga dinilai mampumeningkatkan ketahanan pangannasional. Pemanfaatan lahan hingga ketingkat pekarangan dibutuhkan agardapat mencapai kedaulatan pangandalam suatu wilayah. Kuliah KerjaNyata (KKN) Tematik dilakukan didesa Jada Bahrin sebagai upaya untukmembantu mencapai kedaulatanpangan di desa tersebut. Target luaranyang diharapkan yaitu; 1. Mendorongoptimalisasi pemanfaatan lahanpekarangan untuk budidayapertanian.; 2. Memfasilitasi transferteknologi sistem budidaya tanamanpangan dan hortikultura sertapengendalian hama terpadu daritingkat perguruan tinggi kepadamasyarakat; 3. Pengembangankemandirian masyarakat khususnyakelompok tani dalam kegiatan usahatani tanaman pangan; 5. Peningkatanpengetahuan dan keterampilan petanidalam pemanfaatan lahan pekarangan.Kegiatan utama yang dilakukan untukmencapai target luaran tersebut adalah: 1. Pelatihan sistem budidayahidroponik; 2. Pelatihan pembuatankompos berbahan dasar limbah rumahtangga; 3. Aplikasi teknologipengendalian hama terpadu; 4.Pelatihan pembuatan produk panganberbahan tanaman lokal; 5.Pelaksanaan Kegiatan Rembuk TaniDesa. Hasil yang diperoleh selamaKKN Tematik adalah : 1. Pemanfaatansistem hidroponik di balai desa danpekarangan warga; 2. Pemanfaatanlimbah rumah tangga sebagai bahanbaku kompos. 3. Pengendalian hamamemanfaatkan daun pepaya; 4.Pembuatan dodol berbahan kemiliksebagai pangan khas desa Jada Bahrin;5. Terlaksananya rembuk tani 3 desa,yaitu desa Jada Bahrin, Balunijuk, danKimak. Selain itu diharapkan akantercapai keberlanjutan program sepertipemanfaatan lokasi pertanian DesaJada Bahrin sebagai sebagai desacontoh penerapan teknologihidroponik sederhana, dan berdirinyaklinik tani yang dapat membantupetani dalam mengatasi gangguanhama dan penyakit tanaman

    18

    full texts

    162

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇