Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
162 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT DESA BETUMPANG KECAMATAN PULAU BESAR KABUPATEN BANGKA SELATAN PROVINSI KEP. BANGKA BELITUNG: Peningkatan Sumber Daya Manusia Dan Pengembangan Kewirausahaan Masyarakat Desa Betumpang Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN)mengharapkan mahasiswa dapatmengaktualisasikan disiplin ilmuyang masih dalam tataran teoritisterhadap realisasi praktisberhubungan langsung denganmasyarakat. Melalui program KKNTematik tahun 2016 melalui programPendampingan pelatihan komputer,Pendampingan penyusunanadministrasi yang baik,Pendampingan penyusunan akuntansidan keuangan desa, Pendampinganpenyusunan peta desa, Kegiatanmembersihkan lingkungan dankegiatan 3M, Penyuluhandiversifikasi hasil olahan Pelatihankewirausahaan, Merayakan HUTKemerdekaan RI, Membuat tuguKKN. Dengan adanya KKN Tematikini diharapkan terjadi peningkatanproduksi dan peningkatan tarafekonomi masyarakat melaluidiversifikasi pengolahan bahanmakanan dan peningkatan usaha daripariwisata. Jumlah mahasiswa yangKKN di Desa Batu Betumpangberjumlah 39 orang dan kegiatandimulai dari 20 Juli sampai 24Agustus 2016.Program Kuliah Kerja Nyata (KKN)mengharapkan mahasiswa dapatmengaktualisasikan disiplin ilmuyang masih dalam tataran teoritisterhadap realisasi praktisberhubungan langsung denganmasyarakat. Melalui program KKNTematik tahun 2016 melalui programPendampingan pelatihan komputer,Pendampingan penyusunanadministrasi yang baik,Pendampingan penyusunan akuntansidan keuangan desa, Pendampinganpenyusunan peta desa, Kegiatanmembersihkan lingkungan dankegiatan 3M, Penyuluhandiversifikasi hasil olahan Pelatihankewirausahaan, Merayakan HUTKemerdekaan RI, Membuat tuguKKN. Dengan adanya KKN Tematikini diharapkan terjadi peningkatanproduksi dan peningkatan tarafekonomi masyarakat melaluidiversifikasi pengolahan bahanmakanan dan peningkatan usaha daripariwisata. Jumlah mahasiswa yangKKN di Desa Batu Betumpangberjumlah 39 orang dan kegiatandimulai dari 20 Juli sampai 24Agustus 2016
PENDAMPINGAN KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA: Pendampingan Kebijakan Alokasi Dana Desa
Kebijakan publik (Public Policy) merupakan bidang kajian yang amat penting dalam ketatalaksanaan kenegaraan, terlebih dalam proses pembuatan kebijaksanaan yang melibatkan masyarakat, maka kajian public policy ini menjadi suatu keniscayaan dalam melaksanakan roda pemerintahan. Kebijakan yang belakangan ini makin santer terdengar di sisi pembangunan pedesaan adalah Kebijakan Tata Kelola Desa melalui UU Desa No. 6 tahun 2014 dan PP Desa No 43 tahun 2014. Kebijakan Tata Kelola Desa ini dikenal dengan Alokasi Dana Desa (ADD), yang diharapkan dapat mendorong produktivitas masyarakat pedesaan. Dalam rangka mensukseskan program dana desa ini, tim pengabdian kepada masyarakat dalam kegiatan Iptek bagi Masyarakat Jurusan lmu Politik FISIP UBB menyelenggarakan “Pendampingan Kebijakan Alokasi Dana Desa : Sosialisasi dan Workshop Penyusunan Laporan Dana Desa Bagi Perangkat Desa Se Kecamatan Merawang”. Tujuan dari penyelengaraan Program IbM Dana Desa di Kecamatan Merawang ini untuk: 1). Memberikan pengetahuan yang memadai mengenai penyusunan laporan keuangan dana desa, dan 2). Memberikan pelatihan untukmenyusun laporan keuangan dana desa. Kegiatan pelatihan ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus September 2017, dengan melibatkan Perangkat Desa yang ada di Kecamatan Merawang, Kab. Bangka. Adapun pelaksanaan kegiatan pendampingan kebijakan ini meliputi sosialisasi dan workshop penyusunan laporan keuangan desa yang dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, tutorial, dan diskusi. Kegiatan pelatihan penyusunan laporan keuangan dana desa bagi perangkat desa Se Kecamatan Merawang berjalan dengan baik.. Pelatihan ini penting dan sangat diperlukan bagi perangkat desa guna terciptanya Pemerintahan Desa yang mengedepankan prinsipprinsip Good Governance and Clean Government.Kebijakan publik (Public Policy) merupakan bidang kajian yang amat penting dalam ketatalaksanaan kenegaraan, terlebih dalam proses pembuatan kebijaksanaan yang melibatkan masyarakat, maka kajian public policy ini menjadi suatu keniscayaan dalam melaksanakan roda pemerintahan. Kebijakan yang belakangan ini makin santer terdengar di sisi pembangunan pedesaan adalah Kebijakan Tata Kelola Desa melalui UU Desa No. 6 tahun 2014 dan PP Desa No 43 tahun 2014. Kebijakan Tata Kelola Desa ini dikenal dengan Alokasi Dana Desa (ADD), yang diharapkan dapat mendorong produktivitas masyarakat pedesaan. Dalam rangka mensukseskan program dana desa ini, tim pengabdian kepada masyarakat dalam kegiatan Iptek bagi Masyarakat Jurusan lmu Politik FISIP UBB menyelenggarakan “Pendampingan Kebijakan Alokasi Dana Desa : Sosialisasi dan Workshop Penyusunan Laporan Dana Desa Bagi Perangkat Desa Se Kecamatan Merawang”. Tujuan dari penyelengaraan Program IbM Dana Desa di Kecamatan Merawang ini untuk: 1). Memberikan pengetahuan yang memadai mengenai penyusunan laporan keuangan dana desa, dan 2). Memberikan pelatihan untukmenyusun laporan keuangan dana desa. Kegiatan pelatihan ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus September 2017, dengan melibatkan Perangkat Desa yang ada di Kecamatan Merawang, Kab. Bangka. Adapun pelaksanaan kegiatan pendampingan kebijakan ini meliputi sosialisasi dan workshop penyusunan laporan keuangan desa yang dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, tutorial, dan diskusi. Kegiatan pelatihan penyusunan laporan keuangan dana desa bagi perangkat desa Se Kecamatan Merawang berjalan dengan baik.. Pelatihan ini penting dan sangat diperlukan bagi perangkat desa guna terciptanya Pemerintahan Desa yang mengedepankan prinsipprinsip Good Governance and Clean Government
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA CENGKONG ABANG MENUJU DESA MANDIRI: Pemberdayaan Masyarakat Desa Cengkong Abang Menuju Desa Mandiri
Pemberdayaan masyarakat desa merupakan kegiatan yang memanfaatkan semua sumber daya yang ada pada suatu desa agar dapat mengembangkanpotensi desa untuk kemajuan desa.Sasaran dalam program pemberdayaan masyarakat ini mencakup semua bidang, diantaranay pemerintahan, kelembagaan, kesehatan, ekonomi, teknologi, dan pendidikan.Lokasi kegiatan yang dipilih dalam kegiatan tesebut yakni Desa Cengkong Abang, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.Letak Desa Cengkong Abang yang strategis tentunya memiliki banyak potensi terutama di bidang pertanian dan perkebunan.Dengan potensi tersebut desamampu menyelesaikan permasalahan yang ada dan dapat memberikan solusi atas permasalahan tersebut sehingga Desa Cengkong Abang dapat berkembang menuju desa mandiri.Pemberdayaan masyarakat desa merupakan kegiatan yang memanfaatkan semua sumber daya yang ada pada suatu desa agar dapat mengembangkanpotensi desa untuk kemajuan desa.Sasaran dalam program pemberdayaan masyarakat ini mencakup semua bidang, diantaranay pemerintahan, kelembagaan, kesehatan, ekonomi, teknologi, dan pendidikan.Lokasi kegiatan yang dipilih dalam kegiatan tesebut yakni Desa Cengkong Abang, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.Letak Desa Cengkong Abang yang strategis tentunya memiliki banyak potensi terutama di bidang pertanian dan perkebunan.Dengan potensi tersebut desamampu menyelesaikan permasalahan yang ada dan dapat memberikan solusi atas permasalahan tersebut sehingga Desa Cengkong Abang dapat berkembang menuju desa mandiri
UPAYA PENGEMBANGAN KAMPUNG DUL (BANGKA TENGAH) MENJADI DAERAH HOME INDUSTRY YANG PRODUKTIF DI KAMPUNG DUL, KEC. PANGKALAN BARU, KAB. BANGKA TENGAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG: Upaya Pengembangan Kampung Dul (Bangka Tengah) Menjadi Daerah Home Industry Yang Produktif Di Kampung Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengharapkan mahasiswa dapat mengaktualisasikan disiplin ilmu yang masih dalam tataran teoritis terhadap realisasi praktis berhubungan langsung dengan masyarakat. Melalui program KKN Tematik tahun 2018 melalui program Pembuatan E-Warung, Pendampingan Pemasaran Secara Online, Pendampingan Pembuatan Laporan Keuangan UMKM Berdasarkan SAK EMKM, Pendampingan Pelatihan Komputer, Pendampingan Penyusunan Administrasi Yang Baik, Pendampingan Penyusunan Akuntansi Dan Keuangan Desa, Kegiatan Membersihkan Lingkungan Dan Kegiatan 3M, Merayakan HUT Kemerdekaan RI, Membuat Peta Kampung Dul. Dengan adanya KKN Tematik ini diharapkan terjadi peningkatan taraf ekonomi masyarakat. Jumlah mahasiswa yang KKN di Desa Batu Betumpang berjumlah 29 orang dan kegiatan dimulai dari 12 Juli sampai 20 Agustus 2018Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengharapkan mahasiswa dapat mengaktualisasikan disiplin ilmu yang masih dalam tataran teoritis terhadap realisasi praktis berhubungan langsung dengan masyarakat. Melalui program KKN Tematik tahun 2018 melalui program Pembuatan E-Warung, Pendampingan Pemasaran Secara Online, Pendampingan Pembuatan Laporan Keuangan UMKM Berdasarkan SAK EMKM, Pendampingan Pelatihan Komputer, Pendampingan Penyusunan Administrasi Yang Baik, Pendampingan Penyusunan Akuntansi Dan Keuangan Desa, Kegiatan Membersihkan Lingkungan Dan Kegiatan 3M, Merayakan HUT Kemerdekaan RI, Membuat Peta Kampung Dul. Dengan adanya KKN Tematik ini diharapkan terjadi peningkatan taraf ekonomi masyarakat. Jumlah mahasiswa yang KKN di Desa Batu Betumpang berjumlah 29 orang dan kegiatan dimulai dari 12 Juli sampai 20 Agustus 201
IbM DESA PEDINDANG DALAM UPAYA IMPLEMENTASI KONSEP BLUE ECONOMY: PEMANFAATAN LIMBAH IKAN UNTUK PEMBUATAN PELOR (PELET ORGANIK) SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF BUDIDAYA IKAN LELE DUMBO: Desa Pedindang Dalam Upaya Implementasi Konsep Blue Economy: Pemanfaatan Limbah Ikan Untuk Pembuatan Pelor (Pelet Organik) Sebagai Pakan Alternatif Budidaya Ikan Lele Dumbo
Biaya pakan menjadi kendala tersendiri bagi pembudidaya ikan khususnya di Desa Pedindang Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk membantu pembudidaya mampu memenuhi kebutuhan pakan secara mandiri, melalui pemanfaatan limbah ikan dan sayur. Selain itu, membantu pembudidaya mengatur keuangan usaha agar lebih professional. Metode pengabdian kepada masyarakat adalah aplikasi pembuatan pelet organik (pelor), sekaligus analisis kelayakan usaha pembuatan pakan meliputi analisa laba/rugi, payback period (PP), Return of Investmen (ROI), dan R/C Ratio. Hasil pengabdian, pembudidaya ikan dapat mengaplikasikan teknologi pembuatan pelor sederhana. Hasil analisa kelayakan usaha memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan pembudidaya ikan. Jika sebelum ada teknologi keuntungan pembudidaya ikan sebesar Rp 8.069.600,- per 7.000 ekor lele budidaya, maka setelah adanya teknologi, pendapatan pembudidaya meningkat 23% menjadi Rp 9.962.189,5 per 7.000 ekor lele budidaya selama periode pemeliharaan 3 bulan. Aplikasi teknologi ini memiliki periode pengembalian investasi cukup pendek yaitu 0,4 tahun, nilai pengembalian investasi (ROI) sebesar 245,7%, dan R/C ratio sebesar 1,3 atau lebih dari 1 sehingga usaha pembuatan pakan ini layak dikembangkan. Pembudidayajuga mampu mengelola keuangan secara lebih professionalBiaya pakan menjadi kendala tersendiri bagi pembudidaya ikan khususnya di Desa Pedindang Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk membantu pembudidaya mampu memenuhi kebutuhan pakan secara mandiri, melalui pemanfaatan limbah ikan dan sayur. Selain itu, membantu pembudidaya mengatur keuangan usaha agar lebih professional. Metode pengabdian kepada masyarakat adalah aplikasi pembuatan pelet organik (pelor), sekaligus analisis kelayakan usaha pembuatan pakan meliputi analisa laba/rugi, payback period (PP), Return of Investmen (ROI), dan R/C Ratio. Hasil pengabdian, pembudidaya ikan dapat mengaplikasikan teknologi pembuatan pelor sederhana. Hasil analisa kelayakan usaha memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan pembudidaya ikan. Jika sebelum ada teknologi keuntungan pembudidaya ikan sebesar Rp 8.069.600,- per 7.000 ekor lele budidaya, maka setelah adanya teknologi, pendapatan pembudidaya meningkat 23% menjadi Rp 9.962.189,5 per 7.000 ekor lele budidaya selama periode pemeliharaan 3 bulan. Aplikasi teknologi ini memiliki periode pengembalian investasi cukup pendek yaitu 0,4 tahun, nilai pengembalian investasi (ROI) sebesar 245,7%, dan R/C ratio sebesar 1,3 atau lebih dari 1 sehingga usaha pembuatan pakan ini layak dikembangkan. Pembudidayajuga mampu mengelola keuangan secara lebih professiona
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DAN PEMASARAN PRODUK KELOMPOK KERAJINAN PEWTER DI PANGKALPINANG: Peningkatan Kapasitas Produksi Dan Pemasaran Produk Kelompok Kerajinan Pewter Di Pangkalpinang
Kelompok pengrajin pewter di Pangkalpinang telah berdiri sejak tahun 90-an dengan teknologi yang sangat sederhana. Perkembangan kelompok pengrajin tersebut sangat lambat baik dilihat dari teknologi yang digunakan maupun omset yang dikelola. Permasalahan yang dialami oleh para pengrajin adalah bagaimana memproduksi produk kerajinan pewter dengan berbagai motif yang dapat menarik calon konsumen dengan kemampuan produksi yang banyak. Permasalahan lain yang dialami pengrajin adalah bagaimana cara memasarkan produk kerajinan mereka sehingga dapat menarik minat calon konsumen untuk membeli. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan membuat berbagai motif cetakan pewter yang terbuat dari bahan alumunium sedangkan cara memasarkan produk kerajinan pewteradalah dengan mendatangi calon konsumen dengan menawarkan motifmotif yang melambangkan logo institusi, logo produk, ataupun merek dagang. Kegiatan ini dapat membuat berbagai motif cetakan dengan kemampuan produksi yang banyak serta mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari calon konsumenKelompok pengrajin pewter di Pangkalpinang telah berdiri sejak tahun 90-an dengan teknologi yang sangat sederhana. Perkembangan kelompok pengrajin tersebut sangat lambat baik dilihat dari teknologi yang digunakan maupun omset yang dikelola. Permasalahan yang dialami oleh para pengrajin adalah bagaimana memproduksi produk kerajinan pewter dengan berbagai motif yang dapat menarik calon konsumen dengan kemampuan produksi yang banyak. Permasalahan lain yang dialami pengrajin adalah bagaimana cara memasarkan produk kerajinan mereka sehingga dapat menarik minat calon konsumen untuk membeli. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan membuat berbagai motif cetakan pewter yang terbuat dari bahan alumunium sedangkan cara memasarkan produk kerajinan pewteradalah dengan mendatangi calon konsumen dengan menawarkan motifmotif yang melambangkan logo institusi, logo produk, ataupun merek dagang. Kegiatan ini dapat membuat berbagai motif cetakan dengan kemampuan produksi yang banyak serta mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari calon konsume
PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN USAHA MIKRO DI DESA BALUNIJUK MENJADI USAHA MIKRO KOMPETITIF HALALAN TOYYIBAN: Pengelolaan Dan Pengembangan Usaha Mikro Di Desa Balunijuk Menjadi Usaha Mikro Kompetitif Halalan Toyyiban
Halal Products merupakan salah satu divisi pada kerjasama Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Keberadaan divisi tersebut dalam rangka memenuhi tuntutan konsumen akan tersedianya produk yang memenuhi standar halal. Pemerintah Bangka Belitung mendukung program halal products dengan dikeluarkannya Peraturan Daerah No.16 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Jaminan Pangan Aman dan Halal. Desa Balunijuk berada dalam wilayah pemerintahan Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Beberapa lembaga pendidikan tingkat perguruan tinggi terdapat di Desa Balunijuk, sehingga masyarakat sekitar banyak membuka warung makanan dan minuman. Pemilik usaha makanan dan minuman di Desa Balunijuk rata-rata berpendidikan rendah ≤ SMA. Hal tersebut berdampak pada lemahnya pengelolaan manajemen yang dilakukan pada usaha yang dikelola, kurangnya informasi mengenai produk yang memenuhi standar bersih dan halal, serta kurangnya informasi mengenai prosedur pengajuan sertifikasi Laik Hyegene Sanitasi (HS) dan halal LPPOM MUI. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mempersiapkan sumber daya manusia dalam mengelola manajemen keuangan dan organisasi pada usaha yang dikelola, dan meningkatkan pengetahuan pemilik usaha mengenai standar dan prosedur pengajuan sertifikasi halal LPPOM MUI dan bersih (Laik Hyegene Sanitasi). Metode yang digunakan untuk mendukung kegiatan ini meliputi sosialisasi kepada pemilik usaha warung makanan dan minumam mengenai tata kelola manajemen, kriteria produk yang memenuhi standar bersih dan halal LPPOM MUI, dan prosedur pengajuan sertifikasi HS dan halal LPPOM MUI. Hasil dari kegiatan ini adalah Kegiatan sosialisasi dapat diterima dengan baik oleh peserta dan antusiasme peserta sangat tinggi hal ini tercermin dengan adanya keinginan dari aparat Desa Balunijuk dan peserta untuk mewujudkan Desa Balunijuk sebagai Kampung Halal. Melalui kegiatan sosialisasi ini peserta mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai pengelolaan manajemen keuangan dan organisasi pada usaha mikro, prosedur untuk memproduksi produk yang memenuhi standar bersih dan halal, serta prosedur pengajuan sertifikasi HS dan Halal LPPOM MUIHalal Products merupakan salah satu divisi pada kerjasama Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Keberadaan divisi tersebut dalam rangka memenuhi tuntutan konsumen akan tersedianya produk yang memenuhi standar halal. Pemerintah Bangka Belitung mendukung program halal products dengan dikeluarkannya Peraturan Daerah No.16 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Jaminan Pangan Aman dan Halal. Desa Balunijuk berada dalam wilayah pemerintahan Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Beberapa lembaga pendidikan tingkat perguruan tinggi terdapat di Desa Balunijuk, sehingga masyarakat sekitar banyak membuka warung makanan dan minuman. Pemilik usaha makanan dan minuman di Desa Balunijuk rata-rata berpendidikan rendah ≤ SMA. Hal tersebut berdampak pada lemahnya pengelolaan manajemen yang dilakukan pada usaha yang dikelola, kurangnya informasi mengenai produk yang memenuhi standar bersih dan halal, serta kurangnya informasi mengenai prosedur pengajuan sertifikasi Laik Hyegene Sanitasi (HS) dan halal LPPOM MUI. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mempersiapkan sumber daya manusia dalam mengelola manajemen keuangan dan organisasi pada usaha yang dikelola, dan meningkatkan pengetahuan pemilik usaha mengenai standar dan prosedur pengajuan sertifikasi halal LPPOM MUI dan bersih (Laik Hyegene Sanitasi). Metode yang digunakan untuk mendukung kegiatan ini meliputi sosialisasi kepada pemilik usaha warung makanan dan minumam mengenai tata kelola manajemen, kriteria produk yang memenuhi standar bersih dan halal LPPOM MUI, dan prosedur pengajuan sertifikasi HS dan halal LPPOM MUI. Hasil dari kegiatan ini adalah Kegiatan sosialisasi dapat diterima dengan baik oleh peserta dan antusiasme peserta sangat tinggi hal ini tercermin dengan adanya keinginan dari aparat Desa Balunijuk dan peserta untuk mewujudkan Desa Balunijuk sebagai Kampung Halal. Melalui kegiatan sosialisasi ini peserta mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai pengelolaan manajemen keuangan dan organisasi pada usaha mikro, prosedur untuk memproduksi produk yang memenuhi standar bersih dan halal, serta prosedur pengajuan sertifikasi HS dan Halal LPPOM MU
BINA DESA JADA BAHRIN MANDIRI BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN SIPIL SAHABAT DESA: Bina Desa Jada Bahrin Mandiri Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kegiatan Sipil Sahabat Desa
The new paradigm in the national education system mandated in Law Number 23 of 2003 is a local wisdom-based education unit that encourages the acceleration of development in the region based on the potential of local communities. The Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Bangka Belitung as part of the education unit in question has the responsibility to carry out this mandate, which is outlined in the department\u27s work program.The work program in question is the Bina Desa Mandiri program which is also the flagship program of the Faculty of Engineering, Universitas Bangka Belitung. In the Bina Desa Mandiri program, the Civil Engineering Department chose Jada Bahrin Village to be developed, especially in the field of infrastructure. The first activity with the theme "Sipil Sahabat Desa" was carried out in the even semester of the 2014/2015 academic year in the form of community service in structuring the area (cleanliness and tree planting), initiating a reading garden, health checks and treatment, blood donation, and socialization of healthy settlement sanitation. All of these activities are the first step in order to build community awareness in the management and development of Jada Bahrin Village infrastructure which is the target of the Independent Village of the Faculty of Engineering, Universitas Bangka Belitung.Paradigma baru dalam sistem pendidikan nasional yang diamanatkan dalam Undang undang Nomor 23 tahun 2003 adalah satuan pendidikan berbasis kearifan lokal yang mendorong percepatan pembangunan di daerah berdasarkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat lokal. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung sebagai bagian dari satuan pendidikan yang dimaksud memiliki tanggungjawab untuk menjalankan amanat tersebut, yang dituangkan dalam program kerja jurusan.Program kerja yang dimaksud adalah program Bina Desa Mandiri yang juga merupakan program unggulan Fakultas Teknik UBB. Dalam program Bina Desa Mandiri, Jurusan Teknik Sipil memilih Desa Jada Bahrin untuk dikembangkan, khusunya pada bidang infrastruktur. Kegiatan pertama mengangkat tema “Sipil Sahabat Desa” telah dilakukan pada mid semester Genap tahun ajaran 2014/2015 berupa kerja bakti penataan kawasan (kebersihan dan penanaman pohon), inisiasi taman bacaan, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, donor darah, serta sosialisasi sanitasi pemukiman sehat. Seluruh kegiatan ini merupakan langkah awal dalam rangka membangun kesadaran (awareness) masyarakat dalam pengelolaan dan pengembangan infrastruktur Desa Jada bahrin yang merupakan sasaran Desa Mandiri Fakultas Teknik UBB
MODEL PEMANFAATAN SUMBERDAYA KOLONG BEKAS TAMBANG TIMAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SOSIALEKONOMI MASYARAKAT MENUJU GREEN ECONOMY DEVELOPMENT DI DESA PARIT PADANG KECAMATAN SUNGAILIAT KABUPATEN BANGKA: Model Pemanfaatan Sumberdaya Kolong Bekas Tambang Timah Untuk Meningkatkan Kualitas Sosial Ekonomi Masyarakat Menuju Green Economy Development Di Desa Parit Padang Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka
Kolong is a basin area filled with water as a result of tin mining. The number of collars in Bangka Belitung is 887 with an area of 11712.65 Ha. The collars are scattered in Bangka island with 544 holes with an area of 1035.51 Ha and Belitung island with 343 holes with an area of 677.14 Ha. The comparison between the area of Bangka is 0.09% and Belitung island is 0.14%. (PT Timah Tbk, 2000). The pit has great potential to provide economic impact to the community such as fisheries and tourism potential. However, the community mostly utilizes kolong for bathing and washing while the rest is left unattended.
The Community Learning and Empowerment Program (KKN PPM) of the Universitas Bangka Belitung, which raises the theme of the Utilization Model of Former Tin Mine Underground Resources to Improve the Socio-Economic Quality of the Community Towards Green Economy Development in Parit Padang Village, Sungailiat District, Bangka Regency, is funded by DIKTI. The objectives of the KKN-PPM program can be divided into three, namely: community empowerment, enhancing the role of higher education, and supporting the government. KKN PPM consists of 45 students who are divided into three groups. Group 1 is located in Bukit Betung Village, Group 2 is located in Parit Padang Village and Group 3 is located in Merawang District. Each group was assigned to run the main program and supporting programs.
The KKN PPM program at the Universitas Bangka Belitung has been successfully implemented with active community involvement in every activity. For this reason, universities need to implement more programs that empower the community. This KKN PPM has also made Apat and Merawang pits a model of planned pits management. They have created comprehensive maps and development plans to empower the community. For this reason, in addition to making local regulations, the local government should set aside the APBD for the management of the empties. The government is also expected to be able to realize the site plan and master plan for the Apat and Merawang pits in collaboration with various parties in order to improve the socio-economic quality of the community. Last but not least, the community must play a role in the Kolong Lovers Community to maintain and care for the kolong.Kolong merupakan daerah cekungan yang terisi air sebagai akibat penambangan timah. Jumlah kolong di Bangka Belitung sebanyak 887 lobang dengan luas 11712,65 Ha. Kolong tersebut tersebar di pulau Bangka sebanyak 544 lobang dengan luas 1035,51 Ha dan pulau Belitung sebanyak 343 lobang dengan luas 677,14 Ha. Perbandingan antara luas wilayah Bangka sebesar 0,09% dan pulau Belitung sebesar 0,14%. (PT Timah Tbk, 2000). Kolong memiliki potensi yang besar untuk memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat seperti potensi perikanan dan pariwisata. Namun, masyarakat lebih banyak memanfaatkan kolong untuk mandi dan mencuci selebihnya dibiarkan begitu saja.Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Bangka Belitung yang mengangkat tema Model Pemanfaatan Sumberdaya Kolong Bekas Tambang Timah Untuk Meningkatkan Kualitas Sosial- Ekonomi Masyarakat Menuju Green Economy Development Di Kelurahan Parit Padang Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka didanai oleh DIKTI. Tujuan dari Program KKN-PPM dapat dibagi menjadi tiga yaitu: pemberdayaan masyarakat, peningkatan peran perguruan tinggi dan dukungan bagi Pemerintah. KKN PPM ini terdiri dari 45 orang mahasiswa yang dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok 1 berlokasi di Kelurahan Bukit Betung, Kelompok 2 berlokasi di Kelurahan Parit Padang dan Kelompok 3 berlokasi di Kecamatan Merawang. Setiap kelompok diberikan tugas untuk menjalankan program utama dan program pendukung.Program KKN PPM Universitas Bangka Belitung telah berhasil dilaksanakan dengan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap kegiatan. Untuk itulah, perguruan tinggi perlu melaksanakan program yang lebih banyak memberdayakan masyarakat.PPM ini juga telah menjadikan kolong Apat dan Kolong Merawang sebagai model pengelolaan kolong yang terencana. Kedua kolong ini telah dibuat peta dan rancangan pembangunan secara komprehensif untuk memberdayakan masyarakat. Untuk itulah, selain membuat peraturan daerah pemerintah daerah sudah semestinya menyisihkan APBD utuk pengelolaan kolong. Pemerintah juga diharapakan mampu merealisasikan site plan dan master plan kolong Apat dan Kolong Merawang dengan bekerjasama dengan berbagai pihak agar mampu meningkatkan kualitas sosial ekonomi masyarakat. Hal yang tidak kalah penting, masyarakat harus berperan dalam Komunitas Pecinta Kolong untuk menjaga dan merawat kolong
Ibm Aplikasi Kelompok Nelayan Transplantasi Karang Untuk Meningkatkan Produksi Perikanan: Aplikasi Kelompok Nelayan Transplantasi Karang Untuk Meningkatkan Produksi Perikanan
Coral transplantation technology is a rehabilitation effort through grafting or cutting live corals to be planted in other places that are damaged. Transplantation can accelerate the regeneration of damaged coral reefs and to build areas that previously did not have coral reefs. Transplantation activities are carried out in the waters of Camban Bay, using a relatively easy method and a high level of efficiency so that it is more effective in the process of making and applying it. This activity uses iron skeleton media. The iron frame is used as a place to attach the fragments to be transplanted. Coral transplantation in Camban Bay produces outcomes in the form of fish and coral reefs. Monitoring of coral transplantation showed good growth of coral fragments. The growth of coral fragments per month is ± 0.6 cm and with a survival rate of 35%.Teknologi transplantasi karang (coral transplantation) merupakan suatu upaya rehabilitasi melalui pencangkokan atau pemotongan karang hidup untuk ditanam di tempat lain yang mengalami kerusakan.Transplantasi dapat mempercepat regenerasi terumbu karang rusak dan untuk membangun daerah yang sebelumnya belum terdapat terumbu karang. Kegiatan transplantasi dilaksanakan di perairan Teluk Camban, menggunakan metode yang relatif mudah dan tingkat efesiensinya tinggi sehingga lebih efektif dalam proses pembuatan dan aplikasinya. Kegiatan ini menggunakan media kerangka besi. Kerangka besi digunakan sebagai tempat diikatkannya fragmen yang akan ditransplantasikan. Transplantasi karang di Teluk Camban menghasilkan luaran berupa ikan dan terumbu karang. Monitoring transplantasi karang menunjukkan pertumbuhan fragmen karang yang baik. Pertumbuhan fragmen karang per bulan sebesar ± 0.6 cm dan dengan tingkat kelangsungan hidup 35%