Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
162 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG RAJUNGAN MENJADI PUPUK ORGANIK DI PULAU SELIU, KABUPATEN BELITUNG: Peningkatan Produksi Pertanian Dengan Pemanfaatan Limbah Cangkang Rajungan Menjadi Pupuk Organik Di Pulau Seliu, Kabupaten Belitung
Produksi rajungan di Kepulauan Bangka Belitung cukup tinggi berbanding lurus dengan limbah yang dihasilkan. Tingginya kandungan hara makro dan mikro serta produksi limbah rajungan di kabupaten Belitung memberikan potensi yang besar untuk dijadikan kompos sebagai nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teknologi pembuatan pupuk kompos dan pembelajaran bagi masyarakat terkait tahapannya dengan memanfaatkan limbah cangkang rajungan dalam sistem budidaya pertanian. Metode yang digunakan dalam pembuatan kompos rajungan yaitu dengan menerapkan teknologi pembuatan pupuk organik menggunakan mikroba secara anaerob. Kegiatan dalam pembuatan kompos rajungan ini dilaksanakan selama 35 hari. Tempat yang digunakan adalah rumah kompos di Desa Seliu Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Parameter yang diamati pada proses pengomposan yaitu parameter fisika dan parameter kimia. Kematangan kompos ditandai dengan warna bahan kompos setelah kompos matang menjadi hitam kecoklatan menyerupai warna tanah, suhu kompos yaitu telah sama dengan suhu air tanah (28 0 C–300C), bau kompostidak lagi menyengat dan pH menjadi netral yaitu 7. Peranan kompos rajungan dalam sistem budidaya pertanian yaitu untuk memberikan nutrisi bagi tanaman dan meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Pupuk yang telah dibuat kemudian dikemas dan dibagikan ke petani, masyarakat dan perangkat Desa P. Seliu Kab. BelitungProduksi rajungan di Kepulauan Bangka Belitung cukup tinggi berbanding lurus dengan limbah yang dihasilkan. Tingginya kandungan hara makro dan mikro serta produksi limbah rajungan di kabupaten Belitung memberikan potensi yang besar untuk dijadikan kompos sebagai nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teknologi pembuatan pupuk kompos dan pembelajaran bagi masyarakat terkait tahapannya dengan memanfaatkan limbah cangkang rajungan dalam sistem budidaya pertanian. Metode yang digunakan dalam pembuatan kompos rajungan yaitu dengan menerapkan teknologi pembuatan pupuk organik menggunakan mikroba secara anaerob. Kegiatan dalam pembuatan kompos rajungan ini dilaksanakan selama 35 hari. Tempat yang digunakan adalah rumah kompos di Desa Seliu Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Parameter yang diamati pada proses pengomposan yaitu parameter fisika dan parameter kimia. Kematangan kompos ditandai dengan warna bahan kompos setelah kompos matang menjadi hitam kecoklatan menyerupai warna tanah, suhu kompos yaitu telah sama dengan suhu air tanah (28 0 C–300C), bau kompostidak lagi menyengat dan pH menjadi netral yaitu 7. Peranan kompos rajungan dalam sistem budidaya pertanian yaitu untuk memberikan nutrisi bagi tanaman dan meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Pupuk yang telah dibuat kemudian dikemas dan dibagikan ke petani, masyarakat dan perangkat Desa P. Seliu Kab. Belitun
MITIGASI BENCANA BANJIR KECAMATAN TAMAN SARI KOTA PANGKAPINANG: Mitigasi Bencana Banjir Kecamatan Taman Sari Kota Pangkalpinang
Kegiatan ini diterbelakangi oleh kepentingan masyarakat khususnya permasalahan mengenai penanggulan bencana banjir yang ada di kota Pangkalpinang terutama di kelurahan Rawabangun dan Gedung Nasional kecamatan Taman Sari. Salah satu penanggulangan bencana tersebut adalah dengan melakukan mitigasi. Tujuan dari KKN ini adalah untuk mengidentifikasi daerah rawan terkena bencana banjir dengan membuat peta wilayah rawan banjir, melakukan pencegahan dan pengurangan resiko banjir, melakukan upaya pengembangan dan sosialisasi peringatan bahaya banjir. Metode pengumpulan data untuk mitigasi bencana banjir adalah dengan melakukan identifikasi masalah di Kelurahan Gedung Nasional dan Kelurahan Rawabangun. Identifikasi masalah dilakukan melalui survei langsung mewawancarai masyarakat, melihat drainase saluran air dan membuat peta kontur pada kelurahan tersebut. Berdasarkan kegiatan KKN XI UBB tahun 2016 yang telah dilakukan yaitu suvey dan pemetaan, pembuatan biopori, pengembangan dan sosialisasi hidup besih dan sehat. Lubang Biopori di Kelurahan Rawa Bangun dan Gedung Nasional berjumlah 180 lubang. Sosialisasi hidup bersih dan sehat sebagaimana yang telah dilakukan memfokuskan pada penyuluhan hidup bersih dan sehat pada siswa-siswi Sekolah Dasar. Serta program kerja penunjang dari “Mitigasi Bencana Banjir” diantaranya seperti kegiatan membersihkan lingkungan, pembuatan peta rawan bencana, pembuatan tugu peringatan banjir dan penyuluhan sanitasi pemukiman sehatKegiatan ini diterbelakangi oleh kepentingan masyarakat khususnya permasalahan mengenai penanggulan bencana banjir yang ada di kota Pangkalpinang terutama di kelurahan Rawabangun dan Gedung Nasional kecamatan Taman Sari. Salah satu penanggulangan bencana tersebut adalah dengan melakukan mitigasi. Tujuan dari KKN ini adalah untuk mengidentifikasi daerah rawan terkena bencana banjir dengan membuat peta wilayah rawan banjir, melakukan pencegahan dan pengurangan resiko banjir, melakukan upaya pengembangan dan sosialisasi peringatan bahaya banjir. Metode pengumpulan data untuk mitigasi bencana banjir adalah dengan melakukan identifikasi masalah di Kelurahan Gedung Nasional dan Kelurahan Rawabangun. Identifikasi masalah dilakukan melalui survei langsung mewawancarai masyarakat, melihat drainase saluran air dan membuat peta kontur pada kelurahan tersebut. Berdasarkan kegiatan KKN XI UBB tahun 2016 yang telah dilakukan yaitu suvey dan pemetaan, pembuatan biopori, pengembangan dan sosialisasi hidup besih dan sehat. Lubang Biopori di Kelurahan Rawa Bangun dan Gedung Nasional berjumlah 180 lubang. Sosialisasi hidup bersih dan sehat sebagaimana yang telah dilakukan memfokuskan pada penyuluhan hidup bersih dan sehat pada siswa-siswi Sekolah Dasar. Serta program kerja penunjang dari “Mitigasi Bencana Banjir” diantaranya seperti kegiatan membersihkan lingkungan, pembuatan peta rawan bencana, pembuatan tugu peringatan banjir dan penyuluhan sanitasi pemukiman seha
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI TUNAS BARU MELALUI USAHA PENGOLAHAN BIOURIN BERBASIS PROBIO_FM DALAM PENERAPAN SISTEM INTEGRASI SAPI KELAPA SAWIT DI BANGKA TENGAH: Pemberdayaan Kelompok Tani Tunas Baru Melalui Usaha Pengolahan Biourin Berbasis Probio_FM Dalam Penerapan Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit Di Bangka Tengah
Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini secara khusus adalah untuk memberdayakan peternak dalam pemanfaatan potensi limbah, melalui penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan (IPTEK), agar penerapan usahatani berbasis sistem integrasi sapi kelapa sawit semakin menguntungkan. Tujuan umum dari kegiatan pengabdian ini untuk mengajak kelompok menerapkan pertanian ramah lingungan atau Good Agricultural Practices (GAP) dalam penerapan program sistem integrasi sapi kelapa sawit di kabupaten Bangka tengah. Target luaran dari kegiatan pengabdian diantaranya 1) Adanya perubahan perilaku peternak menerapkan teknologi probio_FM dalam pengolahan biourin 2) limbah urin sapi diolah menjadi biourin dan tidak ada limbah urin yang terbuang. upaya yang dilakukan adalah dengan memberi penyuluhan dan pengenalan teknologi probio_FM, pelatihan pembuatan biourin berbasis probio_FM, pendampingan selama proses fermentasi produk, pendampingan dalam pengemasan produk, pendampingan pada proses aplikasi produk pada tanaman tomat. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa peternak sepakat mau dan mampu untuk mengolah limbah dengan menggunakan tekologi probio_FM. pelatihan pembuatan biourin menghasilkan 12 peternak trampil dalam memproduksi biourin berbasis probio_FMTujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini secara khusus adalah untuk memberdayakan peternak dalam pemanfaatan potensi limbah, melalui penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan (IPTEK), agar penerapan usahatani berbasis sistem integrasi sapi kelapa sawit semakin menguntungkan. Tujuan umum dari kegiatan pengabdian ini untuk mengajak kelompok menerapkan pertanian ramah lingungan atau Good Agricultural Practices (GAP) dalam penerapan program sistem integrasi sapi kelapa sawit di kabupaten Bangka tengah. Target luaran dari kegiatan pengabdian diantaranya 1) Adanya perubahan perilaku peternak menerapkan teknologi probio_FM dalam pengolahan biourin 2) limbah urin sapi diolah menjadi biourin dan tidak ada limbah urin yang terbuang. upaya yang dilakukan adalah dengan memberi penyuluhan dan pengenalan teknologi probio_FM, pelatihan pembuatan biourin berbasis probio_FM, pendampingan selama proses fermentasi produk, pendampingan dalam pengemasan produk, pendampingan pada proses aplikasi produk pada tanaman tomat. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa peternak sepakat mau dan mampu untuk mengolah limbah dengan menggunakan tekologi probio_FM. pelatihan pembuatan biourin menghasilkan 12 peternak trampil dalam memproduksi biourin berbasis probio_F
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI IKAN MELALUI TEKNOLOGI ORGANIC WASTE TRAP DALAM SISTEM POLIKULTUR BAGI PEMBUDIDAYA IKAN DI DESA TUA TUNU, KOTA PANGKALPINANG: Peningkatan Kapasitas Produksi Ikan Melalui Teknologi Organic Waste Trap Dalam Sistem Polikultur Bagi Pembudidaya Ikan Di Desa Tua Tunu, Kota Pangkalpinang
Fish farming activities carried out by fish farmers often face problems that cause production activities to be not optimal. In fact, increasing production capacity is very important to increase profits. Problems that often arise are basically common. However, due to a lack of mastery of technology and production management, these problems become a major obstacle to optimizing business activities. Fish farmers in Tua Tunu Village, Pangkalpinang City are fish farmers engaged in freshwater fish farming activities, especially catfish (Pangasius pangasius).
So far, fish farming activities carried out by fish farmers have faced problems caused by two main factors, namely poor water quality in aquaculture ponds due to waste from feed and fish feces and lack of diversification of fish farming commodities. The purpose of this activity is to provide science and technology applications in the form of technology to minimize aquaculture waste and aquaculture technology systems so that the production capacity of fish farmers increases. This activity was carried out in fish farming ponds owned by fish farmers in Tua Tunu Village, Pangkalpinang City.The specific target is to increase the production capacity of fish farming with the application of technology in all fish farming ponds for fish farmers in Tua Tunu. The method used is a survey method by conducting fish farming activities by inserting technology applications in the form of organic waste trap technology and polyculture system technology.
The results obtained show that the production capacity of the pond and the harvest of the fish farmers are more optimal. The results of the activity show that the fish farmer partners can harvest more types of fish and more profits. The water quality in the fish farming media is better. The good water quality from the application of this technology can be seen physically from the color of the water with a lower level of turbidity by suspended solids from feed compared to ponds that do not use this technology.Kegiatan budidaya ikan yang dilakukan oleh para pembudidaya ikan seringkali menghadapi permasalahan yang menyebabkan kegiatan produksi menjadi tidak optimal. Padahal peningkatan kapasitas produksi merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan keuntungan. Permasalahan yang seringkali muncul pada dasarnya merupakan hal yang umum terjadi. Namun akibat kurangnya penguasaan terhadap teknologi dan manajemen produksi maka permasalahan tersebut menjadi hal yang sangat menghambat optimalnya kegiatan usaha yang dilakukan. Pembudidaya Ikan di Desa Tua Tunu, Kota Pangkalpinang merupakan pembudidaya ikan yang bergerak dalam kegiatan budidaya ikan air tawar khususnya ikan patin (Pangasius pangasius).Selama ini kegiatan budidaya ikan yang dilakukan oleh para pembudidaya ikan ini menghadapi permasalahan yang disebabkan oleh dua faktor utama yaitu buruknya kualitas air pada kolam-kolam budidaya akibat limbah sisa pakan dan feses ikan serta kurangnya diversifikasi komoditi budidaya ikan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan aplikasi IPTEKS berupa teknologi untuk meminimaliasi limbah budidaya dan sistem teknologi akuakultur sehingga kapasitas produksi para pembudidaya ikan meningkat. Kegiatan ini dilaksanakan di kolam budidaya ikan yang dimiliki oleh para pembudidaya ikan di Desa Tua Tunu, Kota Pangkalpinang.Target khususnya yaitu meningkatnya kapasitas produksi budidaya ikan dengan teraplikasinya teknologi pada semua kolam budidaya ikan bagi bagi para pembudidaya ikan di Tua Tunu. Metode yang digunakan yaitu metode survey dengan cara melakukan kegiatan budidaya ikan dengan menyisipkan aplikasi teknologi berupa teknologi organic waste trap dan teknologi sistem polikultur.Hasil yang didapatkan menunjukan bahwa kapasitas produksi kolam dan hasil panen para pembudidaya ikan lebih optimal. Hasil kegiatan menunjukan bahwa mitra pembudidaya ikan dapat memanen ikan dengan jenis yang lebih banyak dan keuntungan yang lebih banyak. Kualitas air pada media budidaya ikan menjadi lebih baik. Baiknya kualitas air dari penerapan teknologi ini terlihat secara fisik dari warna air dengan tingkat kekeruhan oleh padatan tersuspensi sisa pakan yang lebih rendah dibandingkan dengan kolam-kolam yang tidak menggunakan teknologi in
APLIKASI KOLAM BUNDAR DAN BIOFLOK PADA PEMBESARAN IKAN LELE DI KELOMPOK REMAJA MASJID PARITPADANG, SUNGAILIAT, BANGKA: Aplikasi Kolam Bundar Dan Bioflok Pada Pembesaran Ikan Lele Di Kelompok Remaja Masjid Paritpadang, Sungailiat, Bangka
Permasalahan umum pada budidaya ikan lele yang juga terjadi pada kelompok pembudidaya ikan di Sungailiat, kabupaten Bangka adalah penekanan biaya produksi dan peningkatan produktifitas. Penekanan biaya produksi dapat meningkatkan pendapatan atau keuntungan dimana harga ikan lele telah terstandart oleh pasar dan memiliki fluktuasi yang rendah sehingga potensi peningkatan pendapatan pada pengelolaan biaya produksi. Penekanan jumlah kematian, pencegahan penyakit, dan percepatan pertumbuhan dapat memberikan pendapatan yang lebih baik bagi pengusaha budidaya ikan. Remaja masjid di Parit Padang, Bangka telahmerintis usaha bersama dalam pembesaran ikan Lele dan bekerjasama sebagai mitra dalam penerapan teknologi kolam bundar dan bioflok. Teknologi kolam bundar dan pemanfaatan bakteri probiotik dalam teknologi bioflok memiliki potensi membantu penyelesaian masalah dengan produktifitas yang tinggi. Kolam bundar dan bioflok meningkatkan kepadatan tebar, menyediakan pakan alami berupa flok, membantu pencernakan ikan dan mempertahankan kualitas air dengan perombakan unsur organik dalam kolam yang berpotensi meningkatkan kadar amonia dalam media budidaya. Penerapan teknologi dilaksanakan secara bersama antara tim UniversitasBangka Belitung dengan kelompok pembudidaya ikan mitra dengan metode demplot melalui tahap penyamaan visi dan teknis program, pembuatan kolam, persiapan bioflok, penebaran benih, pemeliharaan ikan dan monitoring serta evaluasi. Aplikasi teknologi kolam bundar dan bioflok terlaksana dengan kerjasama yang baik dan memberikan pengalaman berbeda dengan teknologi yang telah digunakan sebelumnya dalam pembesaran ikan lele. Penerapan teknologi bioflok meminimalkan pergantian air, proses grading dan dapat diaplikasikan dengan mudah karena tidak membutuhkan lahan yang luas untuk kepadatan yang tinggi.Permasalahan umum pada budidaya ikan lele yang juga terjadi pada kelompok pembudidaya ikan di Sungailiat, kabupaten Bangka adalah penekanan biaya produksi dan peningkatan produktifitas. Penekanan biaya produksi dapat meningkatkan pendapatan atau keuntungan dimana harga ikan lele telah terstandart oleh pasar dan memiliki fluktuasi yang rendah sehingga potensi peningkatan pendapatan pada pengelolaan biaya produksi. Penekanan jumlah kematian, pencegahan penyakit, dan percepatan pertumbuhan dapat memberikan pendapatan yang lebih baik bagi pengusaha budidaya ikan. Remaja masjid di Parit Padang, Bangka telahmerintis usaha bersama dalam pembesaran ikan Lele dan bekerjasama sebagai mitra dalam penerapan teknologi kolam bundar dan bioflok. Teknologi kolam bundar dan pemanfaatan bakteri probiotik dalam teknologi bioflok memiliki potensi membantu penyelesaian masalah dengan produktifitas yang tinggi. Kolam bundar dan bioflok meningkatkan kepadatan tebar, menyediakan pakan alami berupa flok, membantu pencernakan ikan dan mempertahankan kualitas air dengan perombakan unsur organik dalam kolam yang berpotensi meningkatkan kadar amonia dalam media budidaya. Penerapan teknologi dilaksanakan secara bersama antara tim UniversitasBangka Belitung dengan kelompok pembudidaya ikan mitra dengan metode demplot melalui tahap penyamaan visi dan teknis program, pembuatan kolam, persiapan bioflok, penebaran benih, pemeliharaan ikan dan monitoring serta evaluasi. Aplikasi teknologi kolam bundar dan bioflok terlaksana dengan kerjasama yang baik dan memberikan pengalaman berbeda dengan teknologi yang telah digunakan sebelumnya dalam pembesaran ikan lele. Penerapan teknologi bioflok meminimalkan pergantian air, proses grading dan dapat diaplikasikan dengan mudah karena tidak membutuhkan lahan yang luas untuk kepadatan yang tinggi
REVITALISASI HUTAN KOTA SUNGAILIAT BERBASIS PENDIDIKAN: Revitalisasi Hutan Kota Sungailiat Berbasis Pendidikan
Hutan Kota Sungailiat merupakan hutan wisata yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai tempat olahraga, perkemahan dan lomba. Manfaat revitalisasi hutan berbasis pendidikan adalah menghidupkan atau mengembangkan hutan kota sungailiat sebagai daya tarik masyarakat untuk rekreasi dan olahraga sekaligus sarana pembelajaran bagi anak-anak dengan adanya infrastruktur berbasis pendidikan tersebut. Hasil yang diperoleh melalui kegiatan pengabdian ini yakni berupa pembenahan fisik hutan kota Sungailiat yang berada di kecamatan Bukit Betung, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Dengan adanya kegiatan ini, potensi hutan kota sungailiat dapat dimaksimalkan secara menyeluruh terutama dalam aspek tempat wisata serta belajar.Hutan Kota Sungailiat merupakan hutan wisata yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai tempat olahraga, perkemahan dan lomba. Manfaat revitalisasi hutan berbasis pendidikan adalah menghidupkan atau mengembangkan hutan kota sungailiat sebagai daya tarik masyarakat untuk rekreasi dan olahraga sekaligus sarana pembelajaran bagi anak-anak dengan adanya infrastruktur berbasis pendidikan tersebut. Hasil yang diperoleh melalui kegiatan pengabdian ini yakni berupa pembenahan fisik hutan kota Sungailiat yang berada di kecamatan Bukit Betung, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Dengan adanya kegiatan ini, potensi hutan kota sungailiat dapat dimaksimalkan secara menyeluruh terutama dalam aspek tempat wisata serta belajar
PEMETAAN POTENSI PARIWISATA DAN PEMBANGUNAN MASYARAKAT DALIL BERBASIS FUNGSI HUTAN, KEARIFAN LOKAL DAN TATA KELOLA PEMERINTAH DESA DALIL: Pemetaan Potensi Pariwisata Dan Pembangunan Masyarakat Dalil Berbasis Fungsi Hutan, Kearifan Lokal Dan Tata Kelola Pemerintah Desa Dalil
The responsibility of students is not limited to the academic field of the campus, but also has a responsibility in nation building efforts. Students are required to play an active role in efforts to build the nation through the application of their knowledge in society. The application of this knowledge is expected to be able to bring changes in society towards a better direction. Community development is a form of student service that is in accordance with the Tri Bakti Darma of higher education. The form of student service in building society is in the form of applying their knowledge in the form of work and service.Real Work Lecture (KKN) is one form of student service in the community by applying the knowledge gained on campus to the community. Students are required to use science to solve problems that exist in the community. For students, it is hoped that after KKN, students will gain life skills and soft skills that are useful in the world of work later.The Universitas Bangka Belitung is one of the state universities that carries out Real Work Lectures (KKN) with the theme of organizing Bangka Belitung based on local wisdom. The implementation of this KKN must be carried out professionally and scientifically without having to change the local wisdom that exists in the community. KKN implemented by the Universitas Bangka Belitung is divided into three, namely KKN Kebangsaan, KKN PPM (Community Learning Empowerment) and Thematic KKN. After this KKN, Universitas Bangka Belitung students are expected to be able to build a community that goes hand in hand with the local wisdom that exists in the community.The Community Service Program (KKN) carried out in Dalil Village is Thematic KKN. The title of this Thematic KKN is Mapping Tourism Potential and Dalil Community Development Based on Forest Functions, Local Wisdom and Village Government Governance. Dalil Village has an area of about 66.35 km2. Dalil Village has two places with tourism potential, namely Rimba\u27 Mambang Forest and Bukit Maras Waterfall. The main priority of the implementation of the Real Work Lecture (KKN) in Dalil Village is to pioneer the Rimbe\u27 Mambang Forest as a tourist forest and Bukit Maras Waterfall as a tourist attraction. In addition, it also promotes these attractions to the general public.Tanggung jawab mahasiswa tidak terbatas dalam bidang akademis kampus saja, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam upaya pembangunan bangsa. Mahasiswa dituntut berperan aktif dalam upaya membangun bangsa melalui penerapan ilmu pengetahuannya dalam masyarakat.Penerapan ilmu pengetahuan ini diharapkan mampu membawa perubahan dalam masyarakat menuju kearah yang lebih baik. Pembangunan masyarakat merupakan bentuk pengabdian mahasiswa yang sesuai dengan Tri Bakti Darma perguruan tinggi. Bentuk pengabdian mahasiswa dalam membangun masyarakat berupa pengaplikasian ilmu pengetahuannya dalam bentuk karya dan bakti.Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam masyarakat dengan menerapkan ilmu pengetahuan yang di peroleh di kampus ke dalam masyarakat. Mahasiswa dituntut untuk menggunakan ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan masalah masalah yang ada ditengah masyarakat. Bagi mahasiswa diharapkan setelah dilaksanakan KKN, mahasiswa memperoleh life skill dan soft skill yang berguna di dunia kerja nantinya.Universitas Bangka Belitung adalah salah satu perguruan tinggi negeri yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan tema menata Bangka Belitung berbasis kearifan lokal. Pelaksanaan KKN ini harus dilaksanakan secara profesional dan ilmiah tanpa harus mengubah kearifan lokal yang ada dalam masyarakat. KKN yang dilaksanakan oleh Universitas Bangka Belitung terbagi menjadi tiga yaitu KKN Kebangsaan, KKN PPM (Pemberdayaan Pembelajaran Masyarakat) dan KKN Tematik. Setelah dilaksanakan KKN ini, mahasiswa Universitas Bangka Belitung diharapkan mampu membangun masyarakat yang beriringan dengan kearifan lokal yang ada dalam masyarakat tersebut.Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan di Desa Dalil merupakan KKN Tematik. Judul KKN Tematik ini adalah Pemetaan Potensi Pariwisata dan Pembangunan Masyarakat Dalil Berbasis Fungsi Hutan, Kearifan Lokal dan Tata Kelola Pemerintah Desa. Desa Dalil memiliki luas daerah sekitar 66,35 km2. Desa Dalil memiliki dua tempat yang berpotensi wisata yaitu Hutan Rimba’ Mambang dan Air Terjun Bukit Maras. Prioritas utama dari penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dalil ini adalah merintis Hutan Rimbe’ Mambang sebagai hutan wisata dan Air Terjun Bukit Maras sebagai objek wisata. Selain itu juga mempromosikan objek wisata tersebut kepada masyarakat umum
PEMANFAATAN MESIN TETAS TELUR UNTUK PENINGKATAN SEKTOR PETERNAKAN DI DESA LALANG KABUPATEN BELITUNG TIMUR: Pemanfaatan Mesin Tetas Telur Uuntuk Peningkatan Sektor Peternakan Di Desa Lalang Kabupaten Belitung Timur
In the implementation of this Community Service Program (KKN), the main activities are focused on making egg hatching machines and utilizing these machines for chicken cultivation.Hatching chicken eggs using a hatching machine can be a quick way for the eggs to hatch. Without the help of a hatching machine, the process of eggs becoming chicks will take a long time and the risk of death is greater. For farmers, time is very valuable for the smooth running of the farm business, besides the success of hatching eggs is much greater than the manual method.The implementation of KKN is divided into 4 stages, the first stage is the manufacture of machines carried out before the implementation of KKN as well as the search for egg seeds. The second stage held a socialization on the use of egg hatching machines and how to breed chickens, the socialization was carried out by the East Belitung Regency Livestock Service Office. The third stage is making cages. Cages are made in the homes of lalang villagers who are selected based on an agreement from the village where the selected residents will then use the egg hatching machine to become chicken farmers. The fourth stage is chicken breeding, including feeding and vitamins. The last stage is monitoring, this stage is done to see how the chickens are developing before the KKN is completed.Dalam penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini kegiatan utama difokuskan kepada pembuatan mesin tetas telur dan pemanfaatan mesin tersebut untuk budidaya ayam.Menetaskan telur ayam menggunakan mesin penetas bisa menjadi cara cepat agar telur tersebut menetas. Tanpa bantuan mesin tetas, proses telur menjadi anak ayam akan memakan waktu lama dan resiko kematian yang lebih besar. Bagi peternak, waktu sangatlah berharga untuk kelancaran usaha peternakan, disamping itu keberhasilan penetasan telur jauh lebih besar dibandingkan cara manual.Pelaksanaan KKN dibagi menjadi 4 tahap, tahap pertama yaitu pembuatan mesin dilakukan sebelum pelaksanaan KKN juga pencarian bibit telur. Tahap kedua mengadakan sosialisasi penggunaan mesin tetas telur dan bagaimana cara pembiakan ayam, sosialisasi dilakukan oleh dinas peternakan kabupaten Belitung timur. Tahap ketiga adalah pembuatan kandang. Kandang dibuat di rumah warga desa lalang yang dipilih berdasarkan kesepakatan dari desa dimana warga yang dipilih tersebut selanjutnya akan mempergunakan mesin tetas telur untuk menjadi peternak ayam. Tahap keempat pembiakan ayam, meliputi pemberian makanan dan vitamin. Tahap terakhir adalah pemantauan, tahap ini dilakukan untuk melihat bagaimana perkembangan ayam sebelum KKN selesai dilakukan
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK UNTUK PEMBUATAN BRIKET SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF UNTUK KEBUTUHAN MASYARAKAT DI DESA KULUR ILIR KABUPATEN BANGKA TENGAH: Pemanfaatan Limbah Organik Untuk Pembuatan Briket Sebagai Energi Alternatif Untuk Kebutuhan Masyarakat Di Desa Kulur Ilir Kabupaten Bangka Tengah
Kulur Ilir is a village located in Lubuk Besar District, Central Bangka Regency, where the majority of the population, 63%, work as rubber, palm oil and pepper farmers. The large number of agriculture that develops in Kulur Ilir Village is also a very interesting potential for developing new innovations, namely making alternative energy briquettes using agricultural waste because most of the organic waste produced has not been utilized. Briquettes were developed to be one of the solutions to reduce the problem of community dependence on firewood, LPG gas and kerosene whose availability is getting thinner and cannot be renewed. The existence of the Universitas Bangka Belitung KKN-Tematik in Kulur Ilir Village regarding briquettes as alternative energy is expected to provide benefits to the community such as: the Kulur Ilir Village community can produce briquettes with raw materials in the village continuously both to meet personal needs and to be marketed, improve the economic level of the community through the briquette business, the community is no longer dependent on LPG gas and firewood whose availability is uncertain because they can use alternative energy, namely briquettes. as well as fostering an entrepreneurial spirit for anyone who wants to be an entrepreneur. As well as fostering an entrepreneurial spirit for anyone involved.Kulur Ilir merupakan satu desa yangberlokasi di Kecamatan Lubuk BesarKabupaten Bangka Tengah yangmayoritas penduduk sebanyak 63 %berprofesi sebagai petani karet, sawitdan lada. Besarnya angka pertanianyang berkembang di Desa Kulur Ilirjuga menjadi potensi yang sangatmenarik untuk dikembangkannyainovasi baru yaitu pembuatan energialternatif briket menggunakan limbahpertanian tersebut karena sebagainbesar limbah organik yang dihasilkanbelum termanfaatkan. Briketdikembangkan menjadi salah satusolusi untuk mengurangipermasalahan ketergantunganmasyarakat terhadap kayu bakar, gaselpiji dan minyak tanah yangketersediaannya seakin meipis dantidak dapat diperbaharui. AdanyaKKN-Tematik UBB di Desa Kulur Ilirmengenai briket sebagai energialternatif diharapkan dapatmemberikan manfaat kepadamasyarakat seperti : masyarakat DesaKulur Ilir dapat memproduksi briketdengan bahan baku yang ada di desasecara kontinu baik untuk memenuhikebutuhan pribadi maupun untukdipasarkan, meningkatkan tarapperekonomian masyarakat melaluiusaha briket, masyarakat tidaktergantung lagi pada gas elpiji dankayu bakar yang ketersediaannya tidakmenentu karena bisa menggunakanenergi alternatif yaitu briket. Sertamenumbuhkan jiwa kewirausahaanbagi siapa saja yang terliba
RUMAH PENDIDIKAN DAN REVOLUSI MENTAL UNTUK FAKIR MISKIN DAN ANAK YATIM PIATU GUNA MENCERDASKAN ANAK BANGSA: Rumah Pendidikan Dan Revolusi Mental Untuk Fakir Miskin Dan Anak Yatim Piatu Guna Mencerdaskan Anak Bangsa
Pendidikan mempengaruhi aspekaspek kehidupan manusia mulai dari segi ahlak, moral, pengetahuan hingga penghidupan seseorang di masa depan. Oleh karena itu pendidikan seharusnya menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan, karena tingkat pendidikan masyarakat sangat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di suatu negara yang berdaulat. Sebagian diantara masyarakat Indonesia mengalami kemiskinan yang cukup memprihatikan sehingga terjadinya mata rantai pendidikan yang terputus. Oleh karena itu dengan adanya kegiatan IbM (IPTEK bagi Masyarakat), penulis mencoba berinisiatif untuk membuat sebuah wadah pembelajaran yang disebut Rumah Pendidikan dan Revolusi Mental bagi mereka yang kurang beruntung karena tidak memiliki orang tua, putus sekolah karena kekurangan biaya dan sebagai tindakan preventif dalam rangka menurunkan gejala vandalisme dan kriminalisme di Desa Balunijuk, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Rumah Pendidikan dan Revolusi Mental yang penulis sediakan dibuat dengan beberapa kluster kompetensi yang dimiliki oleh peserta dengan jumlah maksimal 20 peserta dan batas waktu efektif dua bulan. Metode observasi lapangan, wawancara dan survei langsung digunakan untuk mendapatkan gambaran deskriptif kualitatif dankuantitatif serta uji Wilcoxon dengan aplikasi SPSS versi 22 untuk mengetahui nilai kemampuan ilmu komputer sebelum dan sesudah pelatihan para peserta. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat perdesaaan dan memberikan kontribusi terhadap literatur pendidikan dalam bentuk publikasi ilmiah.Pendidikan mempengaruhi aspekaspek kehidupan manusia mulai dari segi ahlak, moral, pengetahuan hingga penghidupan seseorang di masa depan. Oleh karena itu pendidikan seharusnya menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan, karena tingkat pendidikan masyarakat sangat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di suatu negara yang berdaulat. Sebagian diantara masyarakat Indonesia mengalami kemiskinan yang cukup memprihatikan sehingga terjadinya mata rantai pendidikan yang terputus. Oleh karena itu dengan adanya kegiatan IbM (IPTEK bagi Masyarakat), penulis mencoba berinisiatif untuk membuat sebuah wadah pembelajaran yang disebut Rumah Pendidikan dan Revolusi Mental bagi mereka yang kurang beruntung karena tidak memiliki orang tua, putus sekolah karena kekurangan biaya dan sebagai tindakan preventif dalam rangka menurunkan gejala vandalisme dan kriminalisme di Desa Balunijuk, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Rumah Pendidikan dan Revolusi Mental yang penulis sediakan dibuat dengan beberapa kluster kompetensi yang dimiliki oleh peserta dengan jumlah maksimal 20 peserta dan batas waktu efektif dua bulan. Metode observasi lapangan, wawancara dan survei langsung digunakan untuk mendapatkan gambaran deskriptif kualitatif dankuantitatif serta uji Wilcoxon dengan aplikasi SPSS versi 22 untuk mengetahui nilai kemampuan ilmu komputer sebelum dan sesudah pelatihan para peserta. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat perdesaaan dan memberikan kontribusi terhadap literatur pendidikan dalam bentuk publikasi ilmiah