Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
    162 research outputs found

    PENINGKATAN KUALITAS AIR MINUM MENGGUNAKAN PENYARINGAN SEDERHANA BERBASIS LIMBAH CANGKANG SIPUT GONGGONG DI DESA KULUR ILIR KABUPATEN BANGKA TENGAH: Peningkatan Kualitas Air Minum Menggunakan Penyaringan Sederhana Berbasis Limbah Cangkang Siput Gonggong Di Desa Kulur Ilir Kabupaten Bangka Tengah

    No full text
    Permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat desa Kulur Ilir adalah kurang tersedianya sumber air yang memenuhi baku mutu air minum terutama derajat keasaman air (pH) yang rendah yaitu berkisar antara 3,9– 5,6. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat diharapkan dapat membuat dan menggunakan alat penyaringan air sederhana skala rumah tangga untuk memperoleh sumber air yang memenuhi baku mutu air minum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Metode yang digunakan adalah membuat penyaringan sederhana menggunakan bahan-bahan yang tersedia di desa Kulur Ilir, antara lain : serbuk arang, batu kerikil, pasir pantai, ijuk/sabut kelapa, limbah cangkang siput gonggong yang terdapat di pesisir pantai desa Kulur Ilir. Cangkang siput gonggong dapat meningkatkan pH air karena mengandung kalsium karbonat yang tinggi. Selain itu menggunakan wadah penampungan air sumur dari drum 520 liter. Program ini membuat masyarakat desa Kulur Ilir memperoleh pengetahuan tentang pentingnya mengkonsumsi air minum yang baik untuk kesehatan. Selain itu, masyarakat mengetahui cara pembuatan alat penyaringansederhana. Berdasarkan hasil pengukuran pH air (7-8) dan fisik air (tidak berwarna, tidak berasa dan berbau) sesudah dilakukan penyaringan maka penyaringan sederhana berbasis cangkang siput gonggong dapat meningkatkan kualitas air minum masyarakat yang bersumber dari air sumur. Peninjauan (survey) kembali ke masyarakat diperoleh bahwa masyarakat mengaplikasikan kegiatan yang telah dilakukan.Permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat desa Kulur Ilir adalah kurang tersedianya sumber air yang memenuhi baku mutu air minum terutama derajat keasaman air (pH) yang rendah yaitu berkisar antara 3,9– 5,6. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat diharapkan dapat membuat dan menggunakan alat penyaringan air sederhana skala rumah tangga untuk memperoleh sumber air yang memenuhi baku mutu air minum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Metode yang digunakan adalah membuat penyaringan sederhana menggunakan bahan-bahan yang tersedia di desa Kulur Ilir, antara lain : serbuk arang, batu kerikil, pasir pantai, ijuk/sabut kelapa, limbah cangkang siput gonggong yang terdapat di pesisir pantai desa Kulur Ilir. Cangkang siput gonggong dapat meningkatkan pH air karena mengandung kalsium karbonat yang tinggi. Selain itu menggunakan wadah penampungan air sumur dari drum 520 liter. Program ini membuat masyarakat desa Kulur Ilir memperoleh pengetahuan tentang pentingnya mengkonsumsi air minum yang baik untuk kesehatan. Selain itu, masyarakat mengetahui cara pembuatan alat penyaringansederhana. Berdasarkan hasil pengukuran pH air (7-8) dan fisik air (tidak berwarna, tidak berasa dan berbau) sesudah dilakukan penyaringan maka penyaringan sederhana berbasis cangkang siput gonggong dapat meningkatkan kualitas air minum masyarakat yang bersumber dari air sumur. Peninjauan (survey) kembali ke masyarakat diperoleh bahwa masyarakat mengaplikasikan kegiatan yang telah dilakukan

    KOPERASI DESA “CARA JITU MEMBANGUN PEREKONOMIAN DESA’’: Koperasi Desa “Cara Jitu Membangun Perekonomian Desa’’

    Full text link
    Pedesaan dengan sektor pertanian sebagai komoditas utama memerlukan koperasi unit desa untuk dapat memberikan bimbingan teknis kepada petani yang masih menggunakan teknologi tradisional yaitu dengan mengadakan penyuluhan dan kursus bagi petani. Bimbingan dan penyuluhan bagi para petani sangat dibutuhkan karena untuk meningkatkan produksi hasil pertanian. Dengan adanya hal tersebut diharapkan tujuan akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan bagi petani yang ada wilayah pedesaan. Selain itu juga koperasi desa atau koperasi unit desa diharapkan dapat menjadi lembaga penjamin kesejahteraan petani.Melalui kegiatan pengabdian yang dilakukan Universitas Bangka Belitung dalam hal secara spesifik melalui kegiatan KKN bekerjasama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Mikro dan Menengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Komunitas Bangun Desa Indonesia melakukan upaya- upaya pembentukan koperasi bagi desa. Penyuluhan serta sosialisasi kepada masyarakat untuk menjelaskan prinsip- prinsip Koperasi serta pentingnya Koperasi Desa.Mahasiswa sebagai kaum mda yang intelektual dan sebagai agent of change seharusnya mempunyai peranan penting dalam masyarakat. Peranan tersebut harus diwujudkandengan sebuah pengaplikasian yang nyata. Kuliah Kerja Nyata XI Universitas Bangka Belitung dibidang tematik yang diselenggarakan di Desa Paya Benua yang merupakan daerah mata pencarian masyarakatnya petani ini bertujuan untuk membangun perekonomian desa melalui “Koperasi’. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi ke masyarakat dan ke sekolah sekitar dan langsung memberikan pendekatan langsung ke masyarakat yang dilaksanakan mulai 20 Juli sampai dengan 24 Agustus 2016.Pedesaan dengan sektor pertanian sebagai komoditas utama memerlukan koperasi unit desa untuk dapat memberikan bimbingan teknis kepada petani yang masih menggunakan teknologi tradisional yaitu dengan mengadakan penyuluhan dan kursus bagi petani. Bimbingan dan penyuluhan bagi para petani sangat dibutuhkan karena untuk meningkatkan produksi hasil pertanian. Dengan adanya hal tersebut diharapkan tujuan akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan bagi petani yang ada wilayah pedesaan. Selain itu juga koperasi desa atau koperasi unit desa diharapkan dapat menjadi lembaga penjamin kesejahteraan petani.Melalui kegiatan pengabdian yang dilakukan Universitas Bangka Belitung dalam hal secara spesifik melalui kegiatan KKN bekerjasama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Mikro dan Menengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Komunitas Bangun Desa Indonesia melakukan upaya- upaya pembentukan koperasi bagi desa. Penyuluhan serta sosialisasi kepada masyarakat untuk menjelaskan prinsip- prinsip Koperasi serta pentingnya Koperasi Desa.Mahasiswa sebagai kaum mda yang intelektual dan sebagai agent of change seharusnya mempunyai peranan penting dalam masyarakat. Peranan tersebut harus diwujudkandengan sebuah pengaplikasian yang nyata. Kuliah Kerja Nyata XI Universitas Bangka Belitung dibidang tematik yang diselenggarakan di Desa Paya Benua yang merupakan daerah mata pencarian masyarakatnya petani ini bertujuan untuk membangun perekonomian desa melalui “Koperasi’. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi ke masyarakat dan ke sekolah sekitar dan langsung memberikan pendekatan langsung ke masyarakat yang dilaksanakan mulai 20 Juli sampai dengan 24 Agustus 2016

    INDUSTRI RUMAH TANGGA SEBAGAI USAHA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PEREMPUAN DAN KETAHANAN RUMAH TANGGA: Industri Rumah Tangga Sebagai Usaha Pemberdayaan Perempuan Untuk Peningkatan Kesejahteraan Perempuan Dan Ketahanan Rumah Tangga

    No full text
    Pada tahun 2005, di bidang pendidikan, kesenjangan gender terlihat dari angka buta huruf perempuan umur 15 tahun ke atas sebanyak 11% yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki sebesar 5%. Selain itu, jenjang pendidikan yang ditamatkan perempuan jauh lebih rendah daripada laki-laki. Melalui intensifikasi pelaksanaan kelompok belajar Paket A, Paket B, dan Paket C kesenjangan itu diharapkan semakin sempit sehingga pada tahun 2006 angka buta huruf perempuan umur 15 tahun ke atas diperkirakan menurun menjadi 10%. Pengembangan lokal terkait erat dengan keberadaan industri kecil yang dapat memanfaatkan potensi lokal berupa penyerapan tenaga kerja, terutama perempuan. Perempuan dalam industri kecil, banyak mengalami persoalan yang terkait dengan peran jender yang menyebabkan marginalisasi (pemiskinan ekonomi) dan pelabelan negatif (stereotype) terhadap kaum perempuan. Kondisi tersebut dinilai tidak sesuai dengan peran mereka sebagai kekuatan industri kecil. Industri kecil juga dikatakan sebagai upaya pengembangan lokal di Indonesia, hal ini dikarenakan bahwa industri rumahan atau industri kecil adalah pondasi ekonomi keluarga. Terlebih dalam hal ini industri rumahan yang dikawangi oleh perempuan-perempuan. Walaupun sebenarnya pada industri rumahan bukan hanya perempuan yang berperan, namun juga anggota keluarga atau bahkan melibatkan warga sekitarPada tahun 2005, di bidang pendidikan, kesenjangan gender terlihat dari angka buta huruf perempuan umur 15 tahun ke atas sebanyak 11% yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki sebesar 5%. Selain itu, jenjang pendidikan yang ditamatkan perempuan jauh lebih rendah daripada laki-laki. Melalui intensifikasi pelaksanaan kelompok belajar Paket A, Paket B, dan Paket C kesenjangan itu diharapkan semakin sempit sehingga pada tahun 2006 angka buta huruf perempuan umur 15 tahun ke atas diperkirakan menurun menjadi 10%. Pengembangan lokal terkait erat dengan keberadaan industri kecil yang dapat memanfaatkan potensi lokal berupa penyerapan tenaga kerja, terutama perempuan. Perempuan dalam industri kecil, banyak mengalami persoalan yang terkait dengan peran jender yang menyebabkan marginalisasi (pemiskinan ekonomi) dan pelabelan negatif (stereotype) terhadap kaum perempuan. Kondisi tersebut dinilai tidak sesuai dengan peran mereka sebagai kekuatan industri kecil. Industri kecil juga dikatakan sebagai upaya pengembangan lokal di Indonesia, hal ini dikarenakan bahwa industri rumahan atau industri kecil adalah pondasi ekonomi keluarga. Terlebih dalam hal ini industri rumahan yang dikawangi oleh perempuan-perempuan. Walaupun sebenarnya pada industri rumahan bukan hanya perempuan yang berperan, namun juga anggota keluarga atau bahkan melibatkan warga sekita

    REVITALISASI FUNGSI SISTEM DRAINASE BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PENGURANGAN RISIKO BANJIR KOTA PANGKALPINANG: Revitalisasi Fungsi Sistem Drainase Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka Pengurangan Risiko Banjir Kota Pangkalpinang

    No full text
    The implementation of this thematic KKN is based on the objective of revitalizing the function of the Pangkalpinang City drainage system to reduce the risk of flooding that has often occurred. To be able to revitalize the function, the drainage system must be viewed as a unit of the water system, and the solution requires multidisciplinary science. Problem solving in the drainage system function revitalization program emphasizes maintenance activities that use a participatory approach with the aim of influencing community behavior so that the level of public awareness increases towards the importance of a good drainage system.Four programs (11 activities) were implemented. The implementation of KKN-Thematic with a time span of one month is not able to cover all areas and all aspects of the drainage system management in Pangkalpinang City. Therefore, revitalization of drainage system functions in Pangkalpinang City is still needed in the future to reach areas in the system that are problematic and maintain good system conditions.Future programs to revitalize the function of the drainage system are projected in the form of implementation of concepts that have been initiated in the 2015 KKN-Thematic and accommodate recommendations from the Residents\u27 Consultation, taking into account aspects of rationality and compatibility with local government programs.Pelaksanaan KKN tematik ini didasarkan pada tujuan objektif revitalisasi fungsi sistem drainase Kota Pangkalpinang untuk mengurangi resiko banjir yang selama ini sering terjadi. Untuk dapat melakukan revitalisasi fungsi tersebut, sistem drainase harus dipandang sebagai satu kesatuan sistem tata air, dan penyelesaiannya memerlukan multidisiplin ilmu. Penyelesaian masalah dalam program revitalisasi fungsi sistem drainase ditekankan pada kegiatan pemeliharaan yang menggunakan pendekatan partisipatif dengan tujuan mempengaruhi prilaku masyarakat sehingga tingkat kesadaran masyarakat meningkat terhadap pentingnya sistem drainase yang baik.Program KKN yang dilaksanakan sebanyak empat program (11 kegiatan). Pelaksanaan KKN-Tematik dengan rentang waktu satu bulan tidak mampu menjangkau seluruh wilayah dan seluruh aspek dalam pengelolaan sistem drainase Kota Pangkalpinang. Untuk itu, kegiatan revitalisasi fungsi sistem drainase di Kota Pangkalpinang tetap diperlukan di masa yang akan datang untuk menjangkau wilayah-wilayah dalam sistem yang bermasalah serta mempertahankan kondisi-kondisi sistem yang sudah baik.Program-progaram kegiatan revitalisasi fungsi sistem drainase berikutnya diproyeksikan dalam bentuk implementasi konsep-konsep yang telah dicetuskan pada KKN-Tematik tahun 2015 serta mengakomodir rekomendasi hasil Rembug Warga, dengan mempertimbangkan aspekaspek rasionalitas dan kesesuaian dengan program Pemerintah Daerah

    REVITALISASI FUNGSI DRAINASE DAN PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN PRINSIP 4R (Reduce, Reuse, Recycle Dan Replace) DI KELURAHAN PARIT LALANG DAN KELURAHAN ASAM: Revitalisasi Fungsi Drainase Dan Pengolahan Sampah Dengan Prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle Dan Replace) Di Kelurahan Parit Lalat Dan Kelurahan Asam

    No full text
    Banjir dan genangan air merupakan salah satu permasalahan lingkungan di perkotaan terutama kota Pangkalpinang. Hal inilah yang menjadi dasar untuk mengajak masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam merevitalisasi saluran drainase dan pengolahan sampah dengan prinsip 4R. Harapan yang ingin dicapai dari adanya KKNTematik ini dapat menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat akan menjaga lingkungan sekitarnya dan memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Dari hasil KKN yang telah dilaksanakan, diperoleh beberapa program kerja yang dapat menjaga dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan yaitu, pembuatan lubang biopori, penanaman bibit pohon, revitaslisasi drainase, pembuatan tong sampah, pemanfaatan limbah sampah dengan prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace), pembuatan tagline mengenai bahaya sampah dan lain sebagainya. Melalui hasil pengabdian KKN ini, masyarakat terutama di wilayah kelurahan Parit Lalang dan Asam mengalami perubahan terutama dalam kebiasaan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan disekitarnya agar tetap bersih, hijau dan sehat.Banjir dan genangan air merupakan salah satu permasalahan lingkungan di perkotaan terutama kota Pangkalpinang. Hal inilah yang menjadi dasar untuk mengajak masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam merevitalisasi saluran drainase dan pengolahan sampah dengan prinsip 4R. Harapan yang ingin dicapai dari adanya KKNTematik ini dapat menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat akan menjaga lingkungan sekitarnya dan memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Dari hasil KKN yang telah dilaksanakan, diperoleh beberapa program kerja yang dapat menjaga dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan yaitu, pembuatan lubang biopori, penanaman bibit pohon, revitaslisasi drainase, pembuatan tong sampah, pemanfaatan limbah sampah dengan prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace), pembuatan tagline mengenai bahaya sampah dan lain sebagainya. Melalui hasil pengabdian KKN ini, masyarakat terutama di wilayah kelurahan Parit Lalang dan Asam mengalami perubahan terutama dalam kebiasaan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan disekitarnya agar tetap bersih, hijau dan sehat

    DESA BALUNIJUK MENUJU DESA MANDIRI: Desa Balunijuk Menuju DEsa Mandiri

    Full text link
    Community Service is a form of community service as a manifestation of the practice of the tri dharma of higher education. One of the objectives of the Community Service Program is to train students in applying science, technology, arts and culture as well as developing soft skills and student character. The Universitas Bangka Belitung\u27s X Real Work Lecture in the thematic field held in Balunijuk village aims to provide an understanding of village officials and the local community of the importance of village funds, foster a community entrepreneurial spirit, increase community interest in reading and realize a healthy community through participation in health facilities guaranteed by the government. The implementation method was carried out through surveys, socialization and assistance to residents, which was carried out from July 27 to September 4, 2015. Students were divided into 3 (three) groups according to the main program that has been planned, namely group 1 (socialization of village funds), group 2 (socialization of BPJS health), and group 3 (socialization and entrepreneurship training). The main programs and some additional programs have been carried out well. The addition of BPJS Health membership from the community and the birth of products produced from processed pineapple are benchmarks for achieving the objectives of the Real Work Lecture. This starting point is expected to provide a step forward for Balunijuk village towards an independent village.Kuliah Kerja Nyata merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai perwujudan dari pengamalan tri dharma perguruan tinggi. Salah satu tujuan dari Kuliah Kerja Nyata ialah untuk melatih mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya serta mengembangkan softskills dan karakter mahasiswa. Kuliah Kerja Nyata X Universitas Bangka Belitung dibidang tematik yang diselenggarakan di desa Balunijuk ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap perangkat desa dan masyarakat setempat akan pentingnya dana desa, menumbuhkan jiwa wirausaha masyarakat, meningkatkan minat baca masyarakat serta mewujudkan masyarakat sehat melalui keikusertaan dalam fasilitas kesehatan yang dijamin oleh pemerintah. Metode pelaksanaan dilakukan melalui survey, sosialiasi serta pendampingan terhadap warga, yang dilaksanakan mulai tanggal 27 Juli sampai dengan 4 September 2015. Mahasiswa dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok sesuai dengan program utama yang telah direncanakan, yaitu kelompok 1 (sosialisasi dana desa), kelompok 2 (sosialisasi BPJS kesehatan), dan kelompok 3 (sosialisasi dan pelatihan kewirausahaan). Program-program utama serta beberapa program tambahan telah terlaksana dengan baik. Adanya penambahan keanggotaan BPJS Kesehatan dari masyarakat serta lahirnya produk yang dihasilkan dari olahan nanas menjadi tolok ukur tercapainya tujuan dilaksanakannya Kuliah Kerja Nyata. Titik awal ini diharapkan memberikan langkah yang lebih maju bagi desa Balunijuk menuju desa mandiri

    IDENTIFIKASI POTENSI SUMBERDAYA MANGROVE DI PESISIR KECAMATAN SIMPANG PESAK KABUPATEN BELITUNG TIMUR SEBAGAI ALTERNATIF PENGEMBANGAN EKOWISATA BERKELANJUTAN: Identifikasi Potensi Sumberdaya Mangrove Di Pesisir Kecamatan Simpang Pesak Kabupaten Belitung Timur Sebagai Alternatif Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan

    No full text
    Secara geografis Kecamatan Simpang Pesak merupakan kawasan pesisir dengan kondisi ekosistem mangrove yang cukup baik. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengkaji potensi sumberdaya mangrove di pesisir Kecamatan Simpang Pesak Kabupaten Belitung Timur sebagai alternatif pengembangan ekowisata berkelanjutan dengan pendekatan 1) Keanekaragaman jenis mangrove, 2) Pengetahuan masyarakat terhadap ekosistem mangrove, dan 3) Pembangunan sarana penunjang. Pengabdian berlangsung pada tanggal 20 Juli – 23 Agustus 2016 di Kecamatan Simpang Pesak, dengan metode survei, presentasi, dan observasi. Ditemukan 13 Jenis mangrove di Kecamatan Simpang Pesak, dengan jumlah terbanyak ditemukan pada Desa Dukong. Berdasarkan hasil identifikasi potensi sumberdaya mangrove yang melibatkan masyarakat, dapat dikatakan Kecamatan Simpang Pesak berpotensi untuk dijadikan kawasan ekowisata mangrove, hal ini tercermin dari tingginya minat masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Tingginya minat dan partisipasi masyarakat juga terlihat pada kegiatan pengabdian KKN Tematik dalam rangka peningkatan keterampilan (skill) ibuibu PKK maupun istri-istri nelayan.Secara geografis Kecamatan Simpang Pesak merupakan kawasan pesisir dengan kondisi ekosistem mangrove yang cukup baik. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengkaji potensi sumberdaya mangrove di pesisir Kecamatan Simpang Pesak Kabupaten Belitung Timur sebagai alternatif pengembangan ekowisata berkelanjutan dengan pendekatan 1) Keanekaragaman jenis mangrove, 2) Pengetahuan masyarakat terhadap ekosistem mangrove, dan 3) Pembangunan sarana penunjang. Pengabdian berlangsung pada tanggal 20 Juli – 23 Agustus 2016 di Kecamatan Simpang Pesak, dengan metode survei, presentasi, dan observasi. Ditemukan 13 Jenis mangrove di Kecamatan Simpang Pesak, dengan jumlah terbanyak ditemukan pada Desa Dukong. Berdasarkan hasil identifikasi potensi sumberdaya mangrove yang melibatkan masyarakat, dapat dikatakan Kecamatan Simpang Pesak berpotensi untuk dijadikan kawasan ekowisata mangrove, hal ini tercermin dari tingginya minat masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Tingginya minat dan partisipasi masyarakat juga terlihat pada kegiatan pengabdian KKN Tematik dalam rangka peningkatan keterampilan (skill) ibuibu PKK maupun istri-istri nelayan

    DISEMINASI TEKNOLOGI PEMBUATAN PAKAN IKAN BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL DAN TEKNOLOGI APLIKATIF SEDERHANA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEUNTUNGAN BAGI PEMBUDIDAYA IKAN DI DESA TUA TUNU,KOTA PANGKALPINANG: Diseminasi Teknologi Pembuatan Pakan Ikan Berbasis Bahan Baku Lokal Dan Teknologi Aplikatif Sederhana Sebagai Upaya Meningkatkan Keuntungan Bagi Pembudidaya Ikan Di Desa Tua Tunu,Kota Pangkalpinang

    No full text
    Pakan ikan merupakan permasalahan utama dalam kegiatan usaha bisnis budidaya ikan. Hal ini dikarenakan kebutuhan biaya untuk pembelian pakan ikan menghabiskan 60 – 70% biaya operasional produksi. Kondisi ini berdampak pada menurunnya pendapatan (income) bagi para pembudidaya ikan. Pembudidaya Ikan di Desa Tua Tunu, Kota Pangkalpinang merupakan pembudidaya ikan yang bergerak dalam kegiatan budidaya ikan air tawar. Selama ini kegiatan budidaya ikan yang dilakukan oleh para pembudidaya terkendala oleh besarnya biaya pakan yang dikeluarkan. Bangka Belitung memiliki potensi perairan laut yang menghasilkan ikan-ikan rucah dalam jumlah yang berlimpah. Ikan rucah harganya murah dan bisa digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan pakan ikan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan aplikasi IPTEKS berupa pemanfaatan bahan baku lokal berupa ikan rucah untuk dijadikan bahan baku bagi pembuatan pakan ikan dengan menggunakan teknologi sederhana yang aplikatif. Kegiatan ini dilaksanakan di kolam budidaya ikan yang dimiliki oleh para pembudidaya ikan di Desa Tua Tunu, Kota Pangkalpinang. Hasil dari kegiatan ini yaitu Aplikasi dan desain teknologimampu membantu pembudidaya ikan dalam membuat pakan mandiri. Teknologi yang diterapkan berjalan dengan baik dan membantu mitra pembudidaya ikan dalam mendapatkan keuntungan yang optimal. Biaya produksi untuk pembelian pakan ikan berkurang. Bila dibandingkan dengan pakan pabrik (pakan komersil) terdapat perbedaan yang menunjukan pakan mandiri lebih menguntungkan.Pakan ikan merupakan permasalahan utama dalam kegiatan usaha bisnis budidaya ikan. Hal ini dikarenakan kebutuhan biaya untuk pembelian pakan ikan menghabiskan 60 – 70% biaya operasional produksi. Kondisi ini berdampak pada menurunnya pendapatan (income) bagi para pembudidaya ikan. Pembudidaya Ikan di Desa Tua Tunu, Kota Pangkalpinang merupakan pembudidaya ikan yang bergerak dalam kegiatan budidaya ikan air tawar. Selama ini kegiatan budidaya ikan yang dilakukan oleh para pembudidaya terkendala oleh besarnya biaya pakan yang dikeluarkan. Bangka Belitung memiliki potensi perairan laut yang menghasilkan ikan-ikan rucah dalam jumlah yang berlimpah. Ikan rucah harganya murah dan bisa digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan pakan ikan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan aplikasi IPTEKS berupa pemanfaatan bahan baku lokal berupa ikan rucah untuk dijadikan bahan baku bagi pembuatan pakan ikan dengan menggunakan teknologi sederhana yang aplikatif. Kegiatan ini dilaksanakan di kolam budidaya ikan yang dimiliki oleh para pembudidaya ikan di Desa Tua Tunu, Kota Pangkalpinang. Hasil dari kegiatan ini yaitu Aplikasi dan desain teknologimampu membantu pembudidaya ikan dalam membuat pakan mandiri. Teknologi yang diterapkan berjalan dengan baik dan membantu mitra pembudidaya ikan dalam mendapatkan keuntungan yang optimal. Biaya produksi untuk pembelian pakan ikan berkurang. Bila dibandingkan dengan pakan pabrik (pakan komersil) terdapat perbedaan yang menunjukan pakan mandiri lebih menguntungkan

    SENTRA PRODUKSI KERICU DI DESA BATU BELUBANG KECAMATAN PANGKALAN BARU KABUPATEN BANGKA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN MESIN PENCETAK KERICU: Sentra Produksi Kericu Di Desa Batu Belubang Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah Dengan Menggunakan Mesin Pencetak Kericu

    No full text
    Batu Belubang merupakan desa pesisir yang berada di wilayah Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan yaitu kurang lebih 62,5 % (buku profil desa, 2015). Nelayan menjual hasil laut yang melimpah di tempat pelelangan ikan desa setempat, selain itu ada juga yang menjual di bawa ke kota pangkalpinang. Kericu merupakan salah satu olahan hasil laut yang di produksi insdustri rumah tangga. Kericu adalahan makanan khas bangka yang digemari masyarakat. Pembuatan kericu dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan. Pengabdian kepada masyarakat melalui KKN Tematik dilakukan di desa ini bertujuan untuk membantu masyarakat setempat dalam membuat kericu dengan menggunakan mesin pencetak kericu. Adapun mesin pencetak kericu merupakan hasil dari tugas akhir mahasiswa Teknik Mesin UBB yang di bimbing oleh Dosen Teknik Mesin dan bekerjasama dengan pak Suarno (guru dari SMK N 2 Pangkalpinang)Batu Belubang merupakan desa pesisir yang berada di wilayah Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan yaitu kurang lebih 62,5 % (buku profil desa, 2015). Nelayan menjual hasil laut yang melimpah di tempat pelelangan ikan desa setempat, selain itu ada juga yang menjual di bawa ke kota pangkalpinang. Kericu merupakan salah satu olahan hasil laut yang di produksi insdustri rumah tangga. Kericu adalahan makanan khas bangka yang digemari masyarakat. Pembuatan kericu dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan. Pengabdian kepada masyarakat melalui KKN Tematik dilakukan di desa ini bertujuan untuk membantu masyarakat setempat dalam membuat kericu dengan menggunakan mesin pencetak kericu. Adapun mesin pencetak kericu merupakan hasil dari tugas akhir mahasiswa Teknik Mesin UBB yang di bimbing oleh Dosen Teknik Mesin dan bekerjasama dengan pak Suarno (guru dari SMK N 2 Pangkalpinang

    EDUKASI PENCEGAHAN ZAT ADITIF BERBAHAYA PADA BAHAN PANGAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP SEHAT BAGI MASYARAKAT SE-KECAMATAN MERAWANG: Edukasi Pencegahan Zat Aditif Berbahaya Pada Bahan Pangan Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Sehat Bagi Masyarakat Se-Kecamatan Merawang

    No full text
    Tumbuh kembangnya anak- anak yang optimal tergantung pada pemberian nutrisi dengan kualitas dan kuantitas yang baik serta benar. Banyaknya asupan makanan pada anak menjadi hal utama yang patut diperhatikan. Namun demikian, pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan maraknya peredaran bahan pangan dengan zat aditif berbahaya masih sangat rendah. Adapun permasalahan ini timbul karena kurangnya pengetahuan dan kepedulian warga terhadap peredaran zat aditif yang berbahaya pada bahan pangan serta jenis yang sering dijumpai; kurangnya pengetahuan dan kepedulian warga terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan bahan tambahan yang berbahaya pada makanan; belum adanya pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang cara mengidentifikasi adanya zat aditif berbahaya pada bahan pangan. Untuk memecahkan persoalan ini, maka pengusul program memberikan wawasan melalui informasi dan diskusi ke mitra program tentang zat aditif berbahaya pada bahan pangan. Selain itu telah dilakukan praktik identifikasi adanya bahan tambahan pangan berbahaya yang bekerjasama dengan BPOM Kepulauan Bangka Belitung. Setelah dilakukan penyampaikan informasi dan diskusi, serta praktik maka diharapkan masyarakat mampu meningkatkan pengetahuannya mengenai bahan tambahan pangan berbahaya yang akan dievaluasi melalui pemberian angket sehingga program ini dapat meningkatkan kualitas hidup sehat masyarakat di Kecamatan MerawangTumbuh kembangnya anak- anak yang optimal tergantung pada pemberian nutrisi dengan kualitas dan kuantitas yang baik serta benar. Banyaknya asupan makanan pada anak menjadi hal utama yang patut diperhatikan. Namun demikian, pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan maraknya peredaran bahan pangan dengan zat aditif berbahaya masih sangat rendah. Adapun permasalahan ini timbul karena kurangnya pengetahuan dan kepedulian warga terhadap peredaran zat aditif yang berbahaya pada bahan pangan serta jenis yang sering dijumpai; kurangnya pengetahuan dan kepedulian warga terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan bahan tambahan yang berbahaya pada makanan; belum adanya pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang cara mengidentifikasi adanya zat aditif berbahaya pada bahan pangan. Untuk memecahkan persoalan ini, maka pengusul program memberikan wawasan melalui informasi dan diskusi ke mitra program tentang zat aditif berbahaya pada bahan pangan. Selain itu telah dilakukan praktik identifikasi adanya bahan tambahan pangan berbahaya yang bekerjasama dengan BPOM Kepulauan Bangka Belitung. Setelah dilakukan penyampaikan informasi dan diskusi, serta praktik maka diharapkan masyarakat mampu meningkatkan pengetahuannya mengenai bahan tambahan pangan berbahaya yang akan dievaluasi melalui pemberian angket sehingga program ini dapat meningkatkan kualitas hidup sehat masyarakat di Kecamatan Merawan

    18

    full texts

    162

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇