Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
162 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN SENSOR KELEMBABAN TANAH UNTUK STUDI PEMBUATAN ALAT PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS CABE RAWIT DI DESA PRIYOSO KECAMATAN KARANGBINANGUN KABUPATEN LAMONGAN: Pemanfaatan Sensor Kelembaban Tanah Untuk Studi Pembuatan Alat Penyiram Tanaman Otomatis Cabe Rawit Di Desa Priyoso Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan
The development of technology is currently increasing rapidly, people expect tools that can help human work, for that technology is a necessity for humans. One of the things that needs to be realized is to make a tool that can do the job of watering chili plants automatically. This tool aims to replace manual work to be automatic. The benefit of this tool is to facilitate human work in watering chili plants. This tool uses a soil moisture soil sensor that functions as a detector and sends commands to the ATmega328 microcontroller to turn on the relay driver so that the pump can water as needed automatically. The making of this tool is done by designing, making and implementing system components which include ATmega328 microcontroller as a controller, relay driver to turn on and off the water pump, LCD (Cristal Display liquid) to display the score of soil moisture. The results prove that the tool made can work well and can be developed as expected. The tool can function when the soil moisture is above 1003 PH, but does not function if the soil moisture is less than 345 PH.Perkembangan teknologi saat ini semakin pesat, masyarakat mengharapkan adanya alat yang dapat membantu pekerjaan manusia, untuk itu teknologi menjadi suatu kebutuhan bagi manusia. Salah satu hal yang perlu diwujudkan adalah membuat alat yang bisa melakukan pekerjaan menyiram tanaman cabai secara otomatis. Alat ini bertujuan untuk menggantikan pekerjaan manual menjadi otomatis. Manfaat yang didapat dari alat ini adalah untuk memudahkan pekerjaan manusia dalam menyiram tanaman cabai. Alat ini menggunakan sensor tanah kelembaban tanah yang berfungsi sebagai pendeteksi dan mengirimkan perintah ke mikrokontroler ATmega328 untuk menyalakan relay driver agar pompa dapat menyiram air sesuai kebutuhan secara otomatis. Pembuatan alat ini dilakukan dengan merancang, membuat dan mengimplementasikan komponen sistem yang meliputi Mikrokontroler ATmega328 sebagai pengontrol, relay driver untuk menghidupkan dan mematikan pompa air, LCD (Cristal Display liquid) untuk menampilkan skor Kelembaban tanah. Hasil penelitian membuktikan alat yang dibuat dapat bekerja dengan baik dan dapat dikembangkan sesuai dengan yang diharapkan. Alat dapat berfungsi bila kelembaban tanah di atas 1003 PH, namun tidak berfungsi jika kelembaban tanah kurang dari 345 P
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PETERNAKAN AYAM DESA BENCAH MELALUI PROGRAM PEMANFAATAN MESIN TETAS TELUR: Peningkatan Produktivitas Peternakan Ayam Desa Bencah Melalui Program Pemanfaatan Mesin Tetas Telur
Program pengabdian ini adalah tentang pemanfaatan mesin tetas telur yang diaplikasikan di Desa Bencah Kabupaten Bangka Selatan untuk membantu masyarakat meningkatkan perekonomian mereka. Pengabdian dilakukan dengan beberapa tahapan, tahap pertama adalah observasi dan wawancara permasalahan mitra, tahap kedua penentuan fokus dan solusi permasalahan, tahap ketiga penerapan pengabdian dan tahap terakhir adalah pendampingan kegiatan. Berdasarkan observasi awal bahwa pada masa pandemi ini beberapa masyarakat Desa bencah sulit mendapatkan pekerjaan. Berdasarkan wawancara dan survey awal juga, beberapa dari masyarakat menginginkan beternak ayam untuk mengatasi kondisi sulit ini, namun mereka kesulitan menetaskan telur karena kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga tingkat keberhasilan penetasn relatif sangat rendah. Pengabdian yang dilakukan adalah dengan memberikan bantuan dua unit mesin tetas telur kepada dua kelompok mitra di desa Bencah sekaligus penyuluhan bagaimana sistem penggunaan mesin. Agar mendapatkan hasil yang maksimal, selain pemanfaatan mesin tetas telur, kegiatan yang dilakukan adalah memberikan pendampingan kepada masyarakat bagaimana cara pembiakan ayam.Program pengabdian ini adalah tentang pemanfaatan mesin tetas telur yang diaplikasikan di Desa Bencah Kabupaten Bangka Selatan untuk membantu masyarakat meningkatkan perekonomian mereka. Pengabdian dilakukan dengan beberapa tahapan, tahap pertama adalah observasi dan wawancara permasalahan mitra, tahap kedua penentuan fokus dan solusi permasalahan, tahap ketiga penerapan pengabdian dan tahap terakhir adalah pendampingan kegiatan. Berdasarkan observasi awal bahwa pada masa pandemi ini beberapa masyarakat Desa bencah sulit mendapatkan pekerjaan. Berdasarkan wawancara dan survey awal juga, beberapa dari masyarakat menginginkan beternak ayam untuk mengatasi kondisi sulit ini, namun mereka kesulitan menetaskan telur karena kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga tingkat keberhasilan penetasn relatif sangat rendah. Pengabdian yang dilakukan adalah dengan memberikan bantuan dua unit mesin tetas telur kepada dua kelompok mitra di desa Bencah sekaligus penyuluhan bagaimana sistem penggunaan mesin. Agar mendapatkan hasil yang maksimal, selain pemanfaatan mesin tetas telur, kegiatan yang dilakukan adalah memberikan pendampingan kepada masyarakat bagaimana cara pembiakan ayam
PEMBERDAYAAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) UBB: EKSPLORASI KEINDAHAN BAWAH LAUT BANGKA BELITUNG MELALUI BATIK TULIS: Pemberdayaan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Bangka Belitung: Eksplorasi Keindahan Bawah Laut Bangka Belitung Melalui Batik Tulis
Kegiatan IbM dilaksanakan di workshop UKM Batik Tulis Pinang Sirih Kelurahan Selindung Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang. Melalui program ini mahasiswa dapat memperoleh keterampilan membatik, sekaligus makin meningkatkan kecintaan mereka terhadap bahari dan budaya Indonesia. Kegiatan membatik ini diharapkan dapat memberikan keuntungan antara lain: 1) Menumbuhkan minat mahasiswa untuk melestarikan batik; 2) Meningkatkan keterampilan mahasiswa menghasilkan batik bermotif keindahan alam; 3) Membuka peluang usaha; dan 4) Menumbuhkan jiwa entrepreneur bagi mahasiswa. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Peningkatan kuantitas dan kualitas batik tulis. Semakin beragamnya motif batik, akan meningkatkan minat konsumen untuk membeli produk; 2) Peningkatan pemahaman dan keterampilan mahasiswa untuk membatik; dan 3) Peningkatan pendapatan bagi mahasiswa, sehingga diharapkan mahasiswa mampu mendanai kuliah mereka, dan menjadi bekal berwirausaha setelah lulusKegiatan IbM dilaksanakan di workshop UKM Batik Tulis Pinang Sirih Kelurahan Selindung Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang. Melalui program ini mahasiswa dapat memperoleh keterampilan membatik, sekaligus makin meningkatkan kecintaan mereka terhadap bahari dan budaya Indonesia. Kegiatan membatik ini diharapkan dapat memberikan keuntungan antara lain: 1) Menumbuhkan minat mahasiswa untuk melestarikan batik; 2) Meningkatkan keterampilan mahasiswa menghasilkan batik bermotif keindahan alam; 3) Membuka peluang usaha; dan 4) Menumbuhkan jiwa entrepreneur bagi mahasiswa. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Peningkatan kuantitas dan kualitas batik tulis. Semakin beragamnya motif batik, akan meningkatkan minat konsumen untuk membeli produk; 2) Peningkatan pemahaman dan keterampilan mahasiswa untuk membatik; dan 3) Peningkatan pendapatan bagi mahasiswa, sehingga diharapkan mahasiswa mampu mendanai kuliah mereka, dan menjadi bekal berwirausaha setelah lulu
PENDAMPINGAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN KOTORAN TERNAK DAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN TERNAK SAPI POTONG ALTERNATIF DI DESA PANCA TUNGGAL KABUPATEN BANGKA SELATAN: Pendampingan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Kotoran Ternak Dan Teknologi Pengolahan Pakan Ternak Sapi Potong Alternatif Di Desa Panca Tunggal Kabupaten Bangka Selatan
Pendampingan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian merupakan salah satu alternatif strategi untuk mendukung program pencapaian swasembada daging. Salah satu usaha di bidang peternakan ini menggunakan konsep agribisnis dalam usahanya berupa transfer berupa teknologi dan edukasi pada peternak dengan bentuk pendampingan masyarakat melalui pemanfaatan kotoran ternak dan teknologi pengolahan pakan alternatif ternak sapi potong. Pendampingan masyarakat menuju desa berbasis kearifan lokal (peternakan, pertanian, perkebunan dan wisata) menjadi penting untuk dilakukan karena berguna untuk meningkatkan perekonomian masyarakatnya salah satunya berupa dapat membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan pendapatan masyarakat desa panca tunggal. Desa Panca Tunggal disebut juga desa ternak karena rata-rata profesi yang digeluti masyarakat di desa panca tunggal adalah beternak, karena dipengaruhi oleh kebudayaan masyarakatnya Jawa yang dominan lebih sering beternak dan berkebun. Desa panca tunggal juga dicanangkan sebagai salah satu desa swasembada daging di Kabupaten Bangka Selatan. Kata kunci : Pendampingan, pemanfaatan, teknologi PENDAHULUAN Pendampingan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian merupakan salah satu alternatif strategi untuk mendukung program pencapaian swasembada daging. Salah satu usaha di bidang peternakan ini menggunakan konsep agribisnis dalam usaha guna meningkatkan pendapatan masyarakat desa Panca Tunggal berupa transfer berupa teknologi dan edukasi pada peternak dengan bentuk pendampingan masyarakat melalui pemanfaatan kotoran ternak dan teknologi pengolahan pakan alternatif ternak sapi potong. Keberhasilkan suatu usaha peternakan ditentukan oleh beberapa faktor pendukung diantaranya pakan, tatalakasana pemeliharaan (manajemen) dan lingkungan. Dari beberapa faktor pendukung tersebut, pakan merupakan faktor utama yang Tunggal disebut juga desa ternak karena rata-rata profesi yang digeluti masyarakat di desa panca tunggal adalah beternak, karena dipengaruhi oleh kebudayaan masyarakatnya Jawa yang dominan lebih sering beternak dan berkebun. Desa panca tunggal juga dicanangkan sebagai salah satu desa swasembada daging di Kabupaten Bangka SelatanPendampingan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian merupakan salah satu alternatif strategi untuk mendukung program pencapaian swasembada daging. Salah satu usaha di bidang peternakan ini menggunakan konsep agribisnis dalam usahanya berupa transfer berupa teknologi dan edukasi pada peternak dengan bentuk pendampingan masyarakat melalui pemanfaatan kotoran ternak dan teknologi pengolahan pakan alternatif ternak sapi potong. Pendampingan masyarakat menuju desa berbasis kearifan lokal (peternakan, pertanian, perkebunan dan wisata) menjadi penting untuk dilakukan karena berguna untuk meningkatkan perekonomian masyarakatnya salah satunya berupa dapat membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan pendapatan masyarakat desa panca tunggal. Desa Panca Tunggal disebut juga desa ternak karena rata-rata profesi yang digeluti masyarakat di desa panca tunggal adalah beternak, karena dipengaruhi oleh kebudayaan masyarakatnya Jawa yang dominan lebih sering beternak dan berkebun. Desa panca tunggal juga dicanangkan sebagai salah satu desa swasembada daging di Kabupaten Bangka Selatan. Kata kunci : Pendampingan, pemanfaatan, teknologi PENDAHULUAN Pendampingan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian merupakan salah satu alternatif strategi untuk mendukung program pencapaian swasembada daging. Salah satu usaha di bidang peternakan ini menggunakan konsep agribisnis dalam usaha guna meningkatkan pendapatan masyarakat desa Panca Tunggal berupa transfer berupa teknologi dan edukasi pada peternak dengan bentuk pendampingan masyarakat melalui pemanfaatan kotoran ternak dan teknologi pengolahan pakan alternatif ternak sapi potong. Keberhasilkan suatu usaha peternakan ditentukan oleh beberapa faktor pendukung diantaranya pakan, tatalakasana pemeliharaan (manajemen) dan lingkungan. Dari beberapa faktor pendukung tersebut, pakan merupakan faktor utama yang Tunggal disebut juga desa ternak karena rata-rata profesi yang digeluti masyarakat di desa panca tunggal adalah beternak, karena dipengaruhi oleh kebudayaan masyarakatnya Jawa yang dominan lebih sering beternak dan berkebun. Desa panca tunggal juga dicanangkan sebagai salah satu desa swasembada daging di Kabupaten Bangka Selata
GERAKAN INDONESIA MELAYANI “MEMPERBAIKI SISTEM PENGADUAN MASYARAKAT” DI DESA BATU BERIGA KECAMATAN LUBUK BESAR KABUPATEN BANGKA TENGAH: Gerakan Indonesia Melayani “Memperbaiki Sistem Pengaduan Masyarakat” Di Desa Batu Beriga Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah
Gerakan Indonesia Melayani merupakan salah satu implementasi dari Gerakan Revolusi Mental sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2016. Tujuan Inpres ini untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa dengan mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila.Gerakan Indonesia Melayani ini difokuskan kepada peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur sipil negara(ASN), peningkatan penegakan disiplin aparatur pemerintah dan penegak hukum,penyempurnaan standar pelayanan dan sistem pelayanan yang inovatif (egovernment). Tiga hal yang menjadi target dari Gerakan Indonesia Melayani, yaitu bagaimana meningkatkan kualitas manusianya, bagaimana memperbaiki sistem dan aturannya, serta bagaimana meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan publiknya. Gerakan Indonesia Melayani ini dilaksanakan oleh mahasiswa didampingi dosen pembimbing lapangan melalui Kerja Nyata Revolusi Mental (KKN-RM). Subtema yang dilaksanakan dari gerakan Indonesia melayani yaitu “ sistem pengaduan masyarakat” di desa Batu Beriga Kabupaten Bangka Tengah. Targetnya adalah tercapainya sistem pelayanan terbaik dari pemerintah desa, dengan segala informasi yang yang menyangkut tata kelola pelayanannya. Oleh karena itu kelompok KKN-RM desa Batu Beriga melakukan kegiatan sosialisasi tentang pentingnya untuk mengetahui prosedur layanan pengaduan masyarakat dan mempermudah masyarakat dalam memberi saran dan informasi penting kepada pemerintah desa sehingga informasi tersebut cepat ditanggapi oleh pemerintah desaGerakan Indonesia Melayani merupakan salah satu implementasi dari Gerakan Revolusi Mental sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2016. Tujuan Inpres ini untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa dengan mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila.Gerakan Indonesia Melayani ini difokuskan kepada peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur sipil negara(ASN), peningkatan penegakan disiplin aparatur pemerintah dan penegak hukum,penyempurnaan standar pelayanan dan sistem pelayanan yang inovatif (egovernment). Tiga hal yang menjadi target dari Gerakan Indonesia Melayani, yaitu bagaimana meningkatkan kualitas manusianya, bagaimana memperbaiki sistem dan aturannya, serta bagaimana meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan publiknya. Gerakan Indonesia Melayani ini dilaksanakan oleh mahasiswa didampingi dosen pembimbing lapangan melalui Kerja Nyata Revolusi Mental (KKN-RM). Subtema yang dilaksanakan dari gerakan Indonesia melayani yaitu “ sistem pengaduan masyarakat” di desa Batu Beriga Kabupaten Bangka Tengah. Targetnya adalah tercapainya sistem pelayanan terbaik dari pemerintah desa, dengan segala informasi yang yang menyangkut tata kelola pelayanannya. Oleh karena itu kelompok KKN-RM desa Batu Beriga melakukan kegiatan sosialisasi tentang pentingnya untuk mengetahui prosedur layanan pengaduan masyarakat dan mempermudah masyarakat dalam memberi saran dan informasi penting kepada pemerintah desa sehingga informasi tersebut cepat ditanggapi oleh pemerintah des
MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DAN POTENSI DESA SEBAGAI EDUTOURISM DI KEMUJA KABUPATEN BANGKA: Memberdayakan Masyarakat Dan Potensi Desa Sebagai Edutourism Di Kemuja Kabupaten Bangka
Edutourism atau wisata edukasi merupakan suatu perjalanan wisata yang memiliki nilai tambah edukasi, tidak hanya sekedar berwisata tetapi juga bertujuan untuk menambah nilainilai edukasi atau pendidikan bagi wisatawan (Buku Panduan Eduwisata, 2017). Desa Kemuja merupakan salah satu desa di Kabupaten Bangka yang memiliki potensi dan peluang untuk pengembangan kawasan eduwisata. Hal ini terlihat dari potensi berupa produk unggulan Desa Kemuja yaitu beras aruk yang berbahan dasar singkong serta potensi lainnya berupa cetak sawah atau areal persawahan yang cukup luas mencapai 320 hektar (BPS, 2017). Namun besarnya potensi yang dimiliki belum didukung dengan pengoptimalan pemberdayaan masyarakat setempat khususnya pemberdayaan kelompok-kelompok tani di Desa Kemuja. Hal tersebut dikarenakan terbatasnya pengetahuan, wawasan dan keterampilan dalam memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode survey sebagai tahap persiapan dan sosialisasi serta dialog sebagai tahap pelaksanaan. Tujuan pelaksanaan dialog dan sosialisasi yaitu untuk memberi wawasan tentang potensi desa yang dimiliki dengan pemanfaatan teknologi untuk peningkatan produksi beras aruk dan menjadikan proses produksinya sebagai peluang edutourism di Desa Kemuja. Selain itu, sosialisasi dan dialog dilakukan dengan tujuan untuk memberdayakan Gapoktan Sejahtera Desa Kemuja mengenai pengembangan areal persawahan sebagai kawasan edutourism. Hasil dari kegiatan ini berupa rancangan alternatif draft visi dan misi edutourism di Desa Kemuja serta upaya peningkatan partisipasi masyarakat setempat melalui pemberdayaan kelompok-kelompok tani yang ada di Desa KemujaEdutourism atau wisata edukasi merupakan suatu perjalanan wisata yang memiliki nilai tambah edukasi, tidak hanya sekedar berwisata tetapi juga bertujuan untuk menambah nilainilai edukasi atau pendidikan bagi wisatawan (Buku Panduan Eduwisata, 2017). Desa Kemuja merupakan salah satu desa di Kabupaten Bangka yang memiliki potensi dan peluang untuk pengembangan kawasan eduwisata. Hal ini terlihat dari potensi berupa produk unggulan Desa Kemuja yaitu beras aruk yang berbahan dasar singkong serta potensi lainnya berupa cetak sawah atau areal persawahan yang cukup luas mencapai 320 hektar (BPS, 2017). Namun besarnya potensi yang dimiliki belum didukung dengan pengoptimalan pemberdayaan masyarakat setempat khususnya pemberdayaan kelompok-kelompok tani di Desa Kemuja. Hal tersebut dikarenakan terbatasnya pengetahuan, wawasan dan keterampilan dalam memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode survey sebagai tahap persiapan dan sosialisasi serta dialog sebagai tahap pelaksanaan. Tujuan pelaksanaan dialog dan sosialisasi yaitu untuk memberi wawasan tentang potensi desa yang dimiliki dengan pemanfaatan teknologi untuk peningkatan produksi beras aruk dan menjadikan proses produksinya sebagai peluang edutourism di Desa Kemuja. Selain itu, sosialisasi dan dialog dilakukan dengan tujuan untuk memberdayakan Gapoktan Sejahtera Desa Kemuja mengenai pengembangan areal persawahan sebagai kawasan edutourism. Hasil dari kegiatan ini berupa rancangan alternatif draft visi dan misi edutourism di Desa Kemuja serta upaya peningkatan partisipasi masyarakat setempat melalui pemberdayaan kelompok-kelompok tani yang ada di Desa Kemuj
PENGEMBANGAN OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA DI DESA TANJUNG LABU KECAMATAN LEPAR PONGOK BANGKA BELITUNG: Pengembangan Objek Dan Daya Tarik Wisata Alam Sebagai Daerah Tujuan Wisata Di Desa Tanjung Labu Kecamatan Lepar Pongok Bangka Belitung
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki berbagai macam wisata dan budaya yang patut untuk dikembangkan. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengembangkan wisata lokal yang ada di indonesia khususnya di desa Tanjung Labu, Kecamatan Lepar Pongok. Di daerah ini salah satu wisata yang terkenal dan sedang dalam proses pengembangan yaitu wisata Pantai Lampu. Pantai ini berada di bagian sebelah ujung desa tanjung labu tidak jauh dari pemukiman warga. Pantai ini memiliki air yang jernih dan pasir yang putih dan bersih. Melihat potensi yang ada dari pantai tersebut, sudah selayaknya pemerintah melakukan pengembangan terhadap wisata Pantai Lampu. Mahasiswa KKN TEMATIK UBB XIII yang mengabdi di Kecamatan Lepar Pongok ikut turut serta membantu dalam proses pengembangan pantai tersebut bekerja sama dengan pemerintah sekitar. Pantai ini sempat di kembangkan sebelumnya namun karena tidak di rawat dengan baik maka pantai tersebut kembali ditinggalkan dan jarang dikunjungi oleh masyarakat sekitar. Pengembangan Pantai Lampu yang dilakukan berupa pembangunan beberapa infrastuktur serta pembersihan pantai. Ada beberapa program yang dilaksanakan di pantai tersebut yaitu pembuatan spot bakar – bakar, gapura pembuatan spot foto, pagar pembatas, serta arena bermain untuk para pengunjung.Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki berbagai macam wisata dan budaya yang patut untuk dikembangkan. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengembangkan wisata lokal yang ada di indonesia khususnya di desa Tanjung Labu, Kecamatan Lepar Pongok. Di daerah ini salah satu wisata yang terkenal dan sedang dalam proses pengembangan yaitu wisata Pantai Lampu. Pantai ini berada di bagian sebelah ujung desa tanjung labu tidak jauh dari pemukiman warga. Pantai ini memiliki air yang jernih dan pasir yang putih dan bersih. Melihat potensi yang ada dari pantai tersebut, sudah selayaknya pemerintah melakukan pengembangan terhadap wisata Pantai Lampu. Mahasiswa KKN TEMATIK UBB XIII yang mengabdi di Kecamatan Lepar Pongok ikut turut serta membantu dalam proses pengembangan pantai tersebut bekerja sama dengan pemerintah sekitar. Pantai ini sempat di kembangkan sebelumnya namun karena tidak di rawat dengan baik maka pantai tersebut kembali ditinggalkan dan jarang dikunjungi oleh masyarakat sekitar. Pengembangan Pantai Lampu yang dilakukan berupa pembangunan beberapa infrastuktur serta pembersihan pantai. Ada beberapa program yang dilaksanakan di pantai tersebut yaitu pembuatan spot bakar – bakar, gapura pembuatan spot foto, pagar pembatas, serta arena bermain untuk para pengunjung
SOCIETY EMPOWERMENT MELALUI CAPACITY BUILDING GUNA MENCIPTAKAN COMPETITIVE ADVANTAGE DESA BARU SEBAGAI DESA BISMILLAH (BERSIH, IMAN, SEHAT, MANDIRI, INDAH, LESTARI, AMAN DAN HARMONIS): Society Empowerment Melalui Capacity Building Guna Menciptakan Competitive Advantage Desa Baru Sebagai Desa BISMILLAH (Bersih, Iman, Sehat, Mandiri, Indah, Lestari, Aman Dan Harmonis)
Masalah yang ditemukan di Desa Baru yaitu masih kurangnya pengetahuan dan keahlian masyarakat dalam mengolah potensi hasil laut yang dimiliki, sehingga banyak sekali potensi yang belum dioptimalkan. Oleh karena itulah perlu dilakukan sosialisasi untuk menambah wawasan serta pemberian keterampilan tambahan bagi masyarakat sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat pula. Maka tema yang diangkat yaitu “Society Empowerment Melalui Capacity Building Guna Menciptakan Competitive Advantage Desa Baru Sebagai Desa Bismillah”. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan. Hasil evaluasi dari kegiatan adalah masyarakat sangat terbuka dan menerima saran dan pengetahuan dari Mahasiswa KKNMasalah yang ditemukan di Desa Baru yaitu masih kurangnya pengetahuan dan keahlian masyarakat dalam mengolah potensi hasil laut yang dimiliki, sehingga banyak sekali potensi yang belum dioptimalkan. Oleh karena itulah perlu dilakukan sosialisasi untuk menambah wawasan serta pemberian keterampilan tambahan bagi masyarakat sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat pula. Maka tema yang diangkat yaitu “Society Empowerment Melalui Capacity Building Guna Menciptakan Competitive Advantage Desa Baru Sebagai Desa Bismillah”. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan. Hasil evaluasi dari kegiatan adalah masyarakat sangat terbuka dan menerima saran dan pengetahuan dari Mahasiswa KK
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS POWERPOINT BAGI TENAGA PENDIDIK PAUD HIMPAUDI KECAMATAN GABEK KOTA PANGKALPINANG: Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Powerpoint Bagi Tenaga Pendidik Paud Himpaudi Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang
Proses pembelajaran di sekolah hendaknya disertai dengan media pembelajaran. Media pembelajaran yang paling banyak berkembang pada saat ini yaitu media pembelajaran berbasis komputer. Salah satu contoh media pembelajaran berbasis komputer yang paling sederhana dan mudah untuk dibuat guru adalah media pembelajaran berbasis Powerpoint. Aplikasi yang digunakan dalam pengabdian ini adalah microsoft powerpoint. Target kegiatan ini adalah peserta dapat membuat media pembelajaran interaktif berbasis powerpoint serta dapat menerapkannya dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan media pembelajaran ini maka akan menarik perhatian siswa dan membuat proses pembelajaran menjadi menyenangkan.Proses pembelajaran di sekolah hendaknya disertai dengan media pembelajaran. Media pembelajaran yang paling banyak berkembang pada saat ini yaitu media pembelajaran berbasis komputer. Salah satu contoh media pembelajaran berbasis komputer yang paling sederhana dan mudah untuk dibuat guru adalah media pembelajaran berbasis Powerpoint. Aplikasi yang digunakan dalam pengabdian ini adalah microsoft powerpoint. Target kegiatan ini adalah peserta dapat membuat media pembelajaran interaktif berbasis powerpoint serta dapat menerapkannya dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan media pembelajaran ini maka akan menarik perhatian siswa dan membuat proses pembelajaran menjadi menyenangkan
OPTIMALISASI PENGELOLAAN WISATA SUNGAI UPANG DAN PERIKANAN BUDIDAYA SEBAGAI SEKTOR UNGGULAN DI DESA TANAH BAWAH KABUPATEN BANGKA: Optimalisasi Pengelolaan Wisata Sungai Uang Dan Perikanan Budidaya Sebagai Sektor Unggulan Di Desa Tanah Bawah Kabupaten Bangka
Desa Tanah Bawah merupakan salah satu Desa yang terdapat di Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka. Desa Tanah Bawah memiliki potensi sumberdaya hayati perairan dari Sungai Upang yang sangat potensial untuk dikembangkan. Sungai Upang menyimpan keanekaragaman sumberdaya ikan air tawar yang cukup beragam dengan jumlah spesies yang sudah teridentifikasi sebanyak 14 jenis. Pemanfaatan Sungai Upang hingga saat ini baru sebatas pada penangkapan ikan sekala kecil dan tradisional untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat dan wisata mancing. Kondisi Sungai Upang yang masih alami membuat arah pengembangan sungai ini tidak hanya terbatas pada wisata mancing saja melainkan dapat dikembangkan dengan wisata edukasi biodiversitas flora dan fauna yang ada di kawasan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema optimalisasi pengelolaan wisata Sungai Upang dan perikanan budidaya sebagai sektor unggulan Desa Tanah Bawah merupakan tahap awal perintisan dan pengembangan potensi Sungai Upang. Untuk mengoptimalkan potensi Sungai Upang sebagai kawasan wisata dan perikanan budidaya dilakukanlah beberapa kegiatan antara lain, 1) Membuat pusat informasi biodiversitas flora dan fauna Sungai Upang sebagai objek pendukung wisata edukasi. 2) Branding wisata sungai upang dengan kemasan lebih milenial, 3) Membangun kesadaran masyarakat untuk mengutamakan K3 dalam beraktivitas di Sungai Upang bagi keselamatan wisatawan maupun pelaku pengelola Sungai. 4) Edukasi potensi pengembangan budidaya ikan dalam bentuk penangkaran ikan-ikan lokal Sungai Upang. Hasil pengabdian mendapat respon dan dukungan yang baik oleh seluruh stageholder antara lain Pemerintah Desa Tanah Bawah, Komunitas Pecinta Sungai Upang, Bangka Flora Society, dan masyarakat calon pembudidaya maupun pengelola Sungai Upang. Kegiatan pengabdian telah menghasilkan pusat informasi flora dan fauna Sungai Upang, adanya kesadaran masyarakat terkait branding wisata Sungai Upang dan K3, adanya keinginan masyarakat untuk melakukan kegiatan penangkaran ikan-ikan lokal Sungai Upang sebagai .penunjang ekonomi pribadi maupun calon kelompok pembudidaya. Adanya sinergitas antara pemerintah desa, komunitas pecinta Sungai Upang, dan akademisi dalam pengelolaan Sungai Upang maka untuk mewujudkan konsep wisata Sungai Upang berbasis ekologi dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu bukan hal yang sulit.Desa Tanah Bawah merupakan salah satu Desa yang terdapat di Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka. Desa Tanah Bawah memiliki potensi sumberdaya hayati perairan dari Sungai Upang yang sangat potensial untuk dikembangkan. Sungai Upang menyimpan keanekaragaman sumberdaya ikan air tawar yang cukup beragam dengan jumlah spesies yang sudah teridentifikasi sebanyak 14 jenis. Pemanfaatan Sungai Upang hingga saat ini baru sebatas pada penangkapan ikan sekala kecil dan tradisional untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat dan wisata mancing. Kondisi Sungai Upang yang masih alami membuat arah pengembangan sungai ini tidak hanya terbatas pada wisata mancing saja melainkan dapat dikembangkan dengan wisata edukasi biodiversitas flora dan fauna yang ada di kawasan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema optimalisasi pengelolaan wisata Sungai Upang dan perikanan budidaya sebagai sektor unggulan Desa Tanah Bawah merupakan tahap awal perintisan dan pengembangan potensi Sungai Upang. Untuk mengoptimalkan potensi Sungai Upang sebagai kawasan wisata dan perikanan budidaya dilakukanlah beberapa kegiatan antara lain, 1) Membuat pusat informasi biodiversitas flora dan fauna Sungai Upang sebagai objek pendukung wisata edukasi. 2) Branding wisata sungai upang dengan kemasan lebih milenial, 3) Membangun kesadaran masyarakat untuk mengutamakan K3 dalam beraktivitas di Sungai Upang bagi keselamatan wisatawan maupun pelaku pengelola Sungai. 4) Edukasi potensi pengembangan budidaya ikan dalam bentuk penangkaran ikan-ikan lokal Sungai Upang. Hasil pengabdian mendapat respon dan dukungan yang baik oleh seluruh stageholder antara lain Pemerintah Desa Tanah Bawah, Komunitas Pecinta Sungai Upang, Bangka Flora Society, dan masyarakat calon pembudidaya maupun pengelola Sungai Upang. Kegiatan pengabdian telah menghasilkan pusat informasi flora dan fauna Sungai Upang, adanya kesadaran masyarakat terkait branding wisata Sungai Upang dan K3, adanya keinginan masyarakat untuk melakukan kegiatan penangkaran ikan-ikan lokal Sungai Upang sebagai .penunjang ekonomi pribadi maupun calon kelompok pembudidaya. Adanya sinergitas antara pemerintah desa, komunitas pecinta Sungai Upang, dan akademisi dalam pengelolaan Sungai Upang maka untuk mewujudkan konsep wisata Sungai Upang berbasis ekologi dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu bukan hal yang sulit