Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
162 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN POTENSI WISATA REKREASI DI KAWASAN PANTAI KELURAHAN MATRAS : KEGIATAN KKN EDISI PANDEMI COVID – 19: Pengembangan Potensi Wisata Rekreasi Di Kawasan Pantai Kelurahan Matras: Kegiatan KKN Edisi Pandemi Covid – 19
Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) melakukan kegiatan KKN di Pulau Bangka dan Belitung. Pada KKN UBB tahun 2020, terdapat pola pengabdian yang berbeda dengan KKN UBB di tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan terjadinya pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid19). KKN UBB XV Kelurahan Matras melakukan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan ketentuan dan kesesuaian protokol kesehatan di masa Pandemi. Beberapa kegiatannya adalah meningkatkan pengembangan parawisata di kawasan pantai yang ada di Kelurahan Matras karena dengan adanya pandemi ini sektor parawisata di Kelurahan matras membuat perekonomian menjadi turun drastis sehingga membuat masyarakat yang ada di Kelurahan Matras terkena dampak 70% penurunan dari sektor perekonomiannya. Program kerja yang disusun oleh Tim KKN XV UBB 2020 meliputi pembuatan wahana permainan, pembuatan dream catcher, pembuatan plang nama, dan peresmian di Pantai Batu Berakit yang direkomendasikan langsung oleh Sekertaris Kelurahan Matras yang dimana pantai tersebut belum tereksplor di wilayah Kelurahan Matras. Selain itu pembuatan Vidio Wisata yang memanfaatkan media sosial untuk mengeksplor pantai Batu Berakit, Pantai Turun Aban, Pantai Parai, dan Pantai Matras yang tepatnya berada di Kelurahan Matras, Kabupaten BangkaMahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) melakukan kegiatan KKN di Pulau Bangka dan Belitung. Pada KKN UBB tahun 2020, terdapat pola pengabdian yang berbeda dengan KKN UBB di tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan terjadinya pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid19). KKN UBB XV Kelurahan Matras melakukan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan ketentuan dan kesesuaian protokol kesehatan di masa Pandemi. Beberapa kegiatannya adalah meningkatkan pengembangan parawisata di kawasan pantai yang ada di Kelurahan Matras karena dengan adanya pandemi ini sektor parawisata di Kelurahan matras membuat perekonomian menjadi turun drastis sehingga membuat masyarakat yang ada di Kelurahan Matras terkena dampak 70% penurunan dari sektor perekonomiannya. Program kerja yang disusun oleh Tim KKN XV UBB 2020 meliputi pembuatan wahana permainan, pembuatan dream catcher, pembuatan plang nama, dan peresmian di Pantai Batu Berakit yang direkomendasikan langsung oleh Sekertaris Kelurahan Matras yang dimana pantai tersebut belum tereksplor di wilayah Kelurahan Matras. Selain itu pembuatan Vidio Wisata yang memanfaatkan media sosial untuk mengeksplor pantai Batu Berakit, Pantai Turun Aban, Pantai Parai, dan Pantai Matras yang tepatnya berada di Kelurahan Matras, Kabupaten Bangk
PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUM DESA) DALAM RANGKA PENGUATAN EKONOMI DESA (PENDAMPINGAN DAN PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN BUM DESA DI DESA LABUH AIR PANDAN): Peran Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Dalam Rangka Penguatan Ekonomi Desa (Pendampingan Dan Peningkatan Kapasitas Kelembaban BUM Desa Di Desa Labuh Air Pandan
Village-Owned Enterprises or abbreviated as BUMDesa is one of the pillars of the people\u27s economy that is very important to build the village economy to be more progressive. Through BUMDesa, the potentials in the village are expected to be managed more professionally but still have a perspective of family values in it with the auspices of the village government as a driver of government autonomy in the village, especially in the field of sustainable economy. The same thing is also applied in Labuh Air Pandan Village, West Mendo District, Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province. As a village that has access far enough from urban areas, Labuh Air Pandan Village has enormous potential. This must be prioritized by building strong synergy between the Village Government, BUMDesa, and the community as a whole so that these potentials can be managed properly which then becomes an economic improvement in Labuh Air Pandan Village. However, real efforts and the involvement of academics in building this synergy are needed. For this reason, through this service program, various activities have been carried out as the main foundation in building a better village economy through BUMDesa in Labuh Air Pandan Village. Some of the service activities that have been realized include: preparation of draft village regulations on business entities, socialization of village economic development through BUMDesa, assistance with block printing operational equipment, establishment of an "independent business village" community, as well as additional outputs, namely the inclusion of the service implementation team as experts in village economic development assistance and the selection team for the fit and proper test for the election of new period BUMDesa Director officials in accordance with the request of the village.Badan Usaha Milik Desa atau yang disingkat BUMDesa merupakan salah satu pilar ekonomi kerakyatan yang sangat penting guna membangun perekonomian Desa agar lebih progresif. Melalui BUMDesa, potensi-potensi yang ada di desa diharapkan mampu untuk dikelola secara lebih profesional namun tetap memiliki perspektif nilai kekeluargaan di dalamnya dengan naungan pemerintahan desa sebagai penggerak otonomi pemerintahan di desa khususnya bidang perekonomian yang berkesinambungan. Hal yang sama juga diterapkan di Desa Labuh Air Pandan Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebagai sebuah Desa yang memiliki akses cukup jauh dari perkotaan, Desa Labuh Air Pandan memiliki potensi yang begitu besar. Hal inilah yang harus dikedepankan dengan membangun sinergisitas yang kuat antar Pemerintahan Desa, BUMDesa, serta masyarakat secara utuh sehingga potensi-potensi tersebut mampu dikelola dengan baik yang kemudian menjadi peningkatan perekonomi di Desa Labuh Air Pandan. Hanya saja, diperlukan upaya-upaya yang nyata serta keterlibatan akademisi dalam membangun senergi tersebut. Untuk itu melalui program pengabdian ini, berbagai kegiatan telah dilaksanakan sebagai landasan utama dalam membangun ekonomi desa yang lebih baik lagi melalui BUMDesa di Desa Labuh Air Pandan. Beberapa kegiatan pengabdian yang sudah terealisasi antara lain yakni : penyusunan draft peraturan desa tentang badan usaha, sosialisasi pembangunan ekonomi desa melalui bumdesa, bantuan alat operasional percetakan konblok, pendirian komunitas “desa usaha mandiri”, serta luaran tambahan yaitu masuknya tim pelaksana pengabdian sebagai tenaga ahli pendampingan pembangunan ekonomi desa dan tim seleksi fit and proper test pemilihan pejabat Direktur BUMDesa periode baru sesuai dengan permintaan pihak des
SEMANGAT MENGABDI BERGERAK BERSINERGI DIMASA PANDEMI COVID-19: Semangat Mengabdi Bergerak Bersinergi Dimasa Pandemi Covid-19
KKN Tematik Covid-19 merupakan program KKN yang direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan kondisi pandemi saat ini dimana mahasiswa dapat membantu masyarakat di daerah bersangkutan dengan upaya mencegah serta memutuskan penyebaran Covid-19 ini. Kelurahan kacang pedang, satu dari kelurahan yang berada di kecamatan Gerunggang Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Secara umum kelurahan Kacang Pedang memiliki luas wilayah yaitu 188,42 ha yang terdiri atas 3 Rukun Warga (RW) dam 10 Rukun Tetangga (RT). Total jumlah penduduk sebanyak 7.832 dengan jumlah penduduk laki-laki yaitu 3.968 dan penduduk perempuan yaitu 3.864. Desa Rias berjarak ± 10 Km dari Ibukota Kabupaten Bangka Selatan dengan potensi unggulan terbesar dari persawahan dengan luas 3.071 Ha dari luas total Desa Rias yaitu 5.000 Ha. Desa Rias dengan masyarakat yang berasal dari berbagai suku seperi Jawa, Sunda, Bugis, dan asli Melayu menjadikan Desa Rias hidup berdampingan dengan berbagai suku dan Budaya. Desa Rias ssat ini memiliki delapan dusun dan 36 Rukun Tetangga ( RT) dengan jumlah penduduk di tahun 2015 sebanyak 8.251 Jiwa. Pelaksanaan KKN di Desa Kacang Pedang dan Desa Rias memiliki program kerja di Bidang Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Sosial Masyarakat dengan mengedepankan protokol keamanan Covid-19KKN Tematik Covid-19 merupakan program KKN yang direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan kondisi pandemi saat ini dimana mahasiswa dapat membantu masyarakat di daerah bersangkutan dengan upaya mencegah serta memutuskan penyebaran Covid-19 ini. Kelurahan kacang pedang, satu dari kelurahan yang berada di kecamatan Gerunggang Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Secara umum kelurahan Kacang Pedang memiliki luas wilayah yaitu 188,42 ha yang terdiri atas 3 Rukun Warga (RW) dam 10 Rukun Tetangga (RT). Total jumlah penduduk sebanyak 7.832 dengan jumlah penduduk laki-laki yaitu 3.968 dan penduduk perempuan yaitu 3.864. Desa Rias berjarak ± 10 Km dari Ibukota Kabupaten Bangka Selatan dengan potensi unggulan terbesar dari persawahan dengan luas 3.071 Ha dari luas total Desa Rias yaitu 5.000 Ha. Desa Rias dengan masyarakat yang berasal dari berbagai suku seperi Jawa, Sunda, Bugis, dan asli Melayu menjadikan Desa Rias hidup berdampingan dengan berbagai suku dan Budaya. Desa Rias ssat ini memiliki delapan dusun dan 36 Rukun Tetangga ( RT) dengan jumlah penduduk di tahun 2015 sebanyak 8.251 Jiwa. Pelaksanaan KKN di Desa Kacang Pedang dan Desa Rias memiliki program kerja di Bidang Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Sosial Masyarakat dengan mengedepankan protokol keamanan Covid-1
PEMAANFAATAN INFRA RED CERAMICS HEATER (IRCH) SEBAGAI ALAT PENGERING PORTABLE DI DESA TENGGULUN KECAMATAN SOLOKURO KABUPATEN LAMONGAN: Pemanfaatan Infrared Ceramics Heater (IRCH) Sebagai Alat Pengering Portable Di Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan
Industri kecil penggilingan padi mengalami kesulitan untuk membuat lantai jemur yang dapat menampung gabah . Rata-rata penggilingan padi kecil hanya mempunyai lantai jemur gabah berkapasitas 4 sampai 5 ton gabah. Lama pengeringan dengan sinar matahari yang normal rata-rata berkisar antara jam 08.00 sampai 15.00 ( ± 7 jam) dan setiap dua jam harus dibalikan atau diaduk. Padi hasil panen dapat pula dikeringkan dengan menggunakan mesin pengering padi atau dryer. Sementara peralatan pengeringan membutuhkan perangkat berbiaya mahal dengan budget hingga ratusan juta rupiah.
Desain alat pengering yang telah dilaksanakan adalah berbasis infra red ceramics heater jenis AM-033 dengan jumlah 6 unit yang memiliki kapasitas 2,77 kilo kalor. Pada aplikasi pengeringan di dalam ruangan alat pengering bekerja dengan sumber energi dari gas LPG yang diatur oleh selenoid valve dengan pemantik menggunakan pembangkit tegangan tinggi dari 12v – 2,4 kilovolt. Timer (pengatur waktu) diaktifkan sesuai dengan kebutuhan waktu pengeringan dari 0-12 jam, sementara kontrol temperatur didasarkan atas sensor termokopel yang dibandingkan dengan pengatur temperatur dari 0°-600°. Sistem ini juga dilengkapi sensor temperatur dan kadar air berbasis arduino 328 yang membaca perubahan kadar air dari komoditas hasil pertanian. Parameter penurunan kadar air merupakan ukuran efektifitas bekerjanya alat pengering (dryer).
Kata kunci : dryer, infra red ceramic heater, temperatur, humidity (kadar air)Industri kecil penggilingan padi mengalami kesulitan untuk membuat lantai jemur yang dapat menampung gabah . Rata-rata penggilingan padi kecil hanya mempunyai lantai jemur gabah berkapasitas 4 sampai 5 ton gabah. Lama pengeringan dengan sinar matahari yang normal rata-rata berkisar antara jam 08.00 sampai 15.00 ( ± 7 jam) dan setiap dua jam harus dibalikan atau diaduk. Padi hasil panen dapat pula dikeringkan dengan menggunakan mesin pengering padi atau dryer. Sementara peralatan pengeringan membutuhkan perangkat berbiaya mahal dengan budget hingga ratusan juta rupiah.
Desain alat pengering yang telah dilaksanakan adalah berbasis infra red ceramics heater jenis AM-033 dengan jumlah 6 unit yang memiliki kapasitas 2,77 kilo kalor. Pada aplikasi pengeringan di dalam ruangan alat pengering bekerja dengan sumber energi dari gas LPG yang diatur oleh selenoid valve dengan pemantik menggunakan pembangkit tegangan tinggi dari 12v – 2,4 kilovolt. Timer (pengatur waktu) diaktifkan sesuai dengan kebutuhan waktu pengeringan dari 0-12 jam, sementara kontrol temperatur didasarkan atas sensor termokopel yang dibandingkan dengan pengatur temperatur dari 0°-600°. Sistem ini juga dilengkapi sensor temperatur dan kadar air berbasis arduino 328 yang membaca perubahan kadar air dari komoditas hasil pertanian. Parameter penurunan kadar air merupakan ukuran efektifitas bekerjanya alat pengering (dryer).
Kata kunci : dryer, infra red ceramic heater, temperatur, humidity (kadar air
TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI DESA DI JADA BAHRIN: Teknologi Tepat Guna Untuk Meningkatkan Ekonomi Desa Di Jada Bahrin
Desa Jada Bahrin berada di kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Desa ini memiliki banyak potensi wilayah yang belum dikembangkan secara maksimal. Jurusan Teknik Sipil UBB melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di desa Jada Bahrin dengan konsep pemberdayaan yang bersifat kontinu lewat program Teknologi Tepat Guna untuk meningkatkan ekonomi Desa di Jada Bahrin. Kegiatan yang diselenggarakan mencangkup kegiatan sosialisasi tentang cara membuat kemasan (packing), sosialisai tentang perubahan iklim atau cuaca, sosialisasi tentang bank sampah, sosialisasi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta pemberian bantuan bibit, dan pembuatan alat pengaduk pupuk kompos. Kegiatan pengabdian pada tahun ini bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Kep. Bangka Belitung, Badan Meteorologi dan Geofisika Bangka Belitung, Komunitas Becak Bangka Belitung, Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Baturusa cerucuk, , dan Sentra Kajian Pangan UBB Devisi Kehalalan . Pemberdayaan masyarakat ini diharapkan akan berdampak besar dari segi kemajuan dan segi ekonomi bagi masyarakat Jada Bahrin kedepannyaDesa Jada Bahrin berada di kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Desa ini memiliki banyak potensi wilayah yang belum dikembangkan secara maksimal. Jurusan Teknik Sipil UBB melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di desa Jada Bahrin dengan konsep pemberdayaan yang bersifat kontinu lewat program Teknologi Tepat Guna untuk meningkatkan ekonomi Desa di Jada Bahrin. Kegiatan yang diselenggarakan mencangkup kegiatan sosialisasi tentang cara membuat kemasan (packing), sosialisai tentang perubahan iklim atau cuaca, sosialisasi tentang bank sampah, sosialisasi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta pemberian bantuan bibit, dan pembuatan alat pengaduk pupuk kompos. Kegiatan pengabdian pada tahun ini bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Kep. Bangka Belitung, Badan Meteorologi dan Geofisika Bangka Belitung, Komunitas Becak Bangka Belitung, Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Baturusa cerucuk, , dan Sentra Kajian Pangan UBB Devisi Kehalalan . Pemberdayaan masyarakat ini diharapkan akan berdampak besar dari segi kemajuan dan segi ekonomi bagi masyarakat Jada Bahrin kedepanny
PELATIHAN PENDAMPINGAN USAHA PRODUKSI UKM “RAJA ABON MAKMUR LESTARI” BERBASIS MARKETING STRATEGY: Pelatihan Pendampingan Usaha Produksi UKM “Raja Abon Makmur Lestari” Berbasis Marketing Strategy
Usaha produksi Raja abon makmur lestari berbahan baku dari hewani dan tanaman Usaha tersebut dilaksanakan oleh si pemilik karena munculnya ide usaha karena si pemilik rajin mengikuti seminar-seminar yang sering diadakan oleh dinas-dinas terkait. Permasalahan mitra yang terjadi diantaranya produksi abon kurang karena pasokan dari supplier bahan baku, pembuatannya masih tradisional belum menggunakan mesin spinner, masih terbatasnya akses permodalan sebagai bentuk pengembangan usaha abon. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil produksi abon berbahan baku hewani (daging sapi, daging ayam, telur ) dan tanaman (nangka, rebung, nenas) yang berada di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang. Solusi yang ditawarkan adalah, perluasan akses pasar, meningkatkan kemampuan manajerial sehingga pendapatan mitra meningkat. Kegiatan pendampingan yang ingin dicapai adalah: pendampingan dalam manajemen usaha, manajemen permodalan, pendampingan pembuatan website, pendampingan pembuatan rak-rak khusus penjualan produk dan pendampingan pembuatan kemasan. Melalui kegiatan pendampingan harapan UKM menjadi home industry yang mandiri, sehingga mempunyai kemampuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas serta hasil produksi abon di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang serta diharapkan dapat menunjang peningkatan daya beli masyarakat dan peningkatan perekonomian dari daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Usaha produksi Raja abon makmur lestari berbahan baku dari hewani dan tanaman Usaha tersebut dilaksanakan oleh si pemilik karena munculnya ide usaha karena si pemilik rajin mengikuti seminar-seminar yang sering diadakan oleh dinas-dinas terkait. Permasalahan mitra yang terjadi diantaranya produksi abon kurang karena pasokan dari supplier bahan baku, pembuatannya masih tradisional belum menggunakan mesin spinner, masih terbatasnya akses permodalan sebagai bentuk pengembangan usaha abon. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil produksi abon berbahan baku hewani (daging sapi, daging ayam, telur ) dan tanaman (nangka, rebung, nenas) yang berada di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang. Solusi yang ditawarkan adalah, perluasan akses pasar, meningkatkan kemampuan manajerial sehingga pendapatan mitra meningkat. Kegiatan pendampingan yang ingin dicapai adalah: pendampingan dalam manajemen usaha, manajemen permodalan, pendampingan pembuatan website, pendampingan pembuatan rak-rak khusus penjualan produk dan pendampingan pembuatan kemasan. Melalui kegiatan pendampingan harapan UKM menjadi home industry yang mandiri, sehingga mempunyai kemampuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas serta hasil produksi abon di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang serta diharapkan dapat menunjang peningkatan daya beli masyarakat dan peningkatan perekonomian dari daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN KELUARGA DI DESA PAGARAWAN, KECAMATAN MERAWANG, KABUPATEN BANGKA: Pemanfaatan Lahan Pekarangan Untuk Memenuhi Kebutuhan Keluarga Di Desa Pagarawan, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka
Permasalahan yang sering dijumpai di desa Pagarawan adalah kurangnya pemanfaatan terhadap penggunaan lahan pekarangan warga untuk dijadikan sebagai lahan hijau. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah: (1) Melakukan pemanfaatan lahan kosong warga lebih berdaya guna dalam mewujudkan lingkungan sehat dan hijau, (2) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan menjadi nilai ekonomis bagi pendapatan rumah tangga. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan kepada kelompok ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) dan ibu-ibu PKK di Desa Pagarawan, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada bulan Juli sampai Agustus 2020. Metode yang digunakan untuk mencapai kegiatan ini adalah metode FGD (Foccus Discussion Group) dan demontrasi langsung. Dampak dari kegiatan pengabdian ini adalah: (1) Terciptanya kesadaran masyarakat akan lingkungan sehat dan hijau, (2) Peningkatan pengetahuan untuk memanfaatkan lahan pekarangan yang tidak terpakaiPermasalahan yang sering dijumpai di desa Pagarawan adalah kurangnya pemanfaatan terhadap penggunaan lahan pekarangan warga untuk dijadikan sebagai lahan hijau. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah: (1) Melakukan pemanfaatan lahan kosong warga lebih berdaya guna dalam mewujudkan lingkungan sehat dan hijau, (2) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan menjadi nilai ekonomis bagi pendapatan rumah tangga. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan kepada kelompok ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) dan ibu-ibu PKK di Desa Pagarawan, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada bulan Juli sampai Agustus 2020. Metode yang digunakan untuk mencapai kegiatan ini adalah metode FGD (Foccus Discussion Group) dan demontrasi langsung. Dampak dari kegiatan pengabdian ini adalah: (1) Terciptanya kesadaran masyarakat akan lingkungan sehat dan hijau, (2) Peningkatan pengetahuan untuk memanfaatkan lahan pekarangan yang tidak terpaka
OPTIMALISASI POTENSI SUMBER DAYA ALAM DI DESA TERENTANG III KABUPATEN BANGKA TENGAH: Optimalisasi Potensi Sumber Daya Alam Di Desa Terentang III Kabupaten Bangka Tengah
Desa Terentang III ditetapkan menjadi sebuah desa pada tanggal 10 September 1947 dan masuk ke daerah otonom Kecamatan Koba Kabupaten Bangka. Tahun 2003 terjadi pemekaran Kabupaten Bangka, sehingga desa ini masuk dalam wilayah Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah. Masyarakat desa Terentang III masih dominan menggantungkan mata pencaharian mereka di sektor pertanian, perkebunan, pertambangan dan nelayan.potensi desa salah satunya di sektor pariwisata yaitu pantai Terentang III. Pantai tersebut sudah dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat, dimana di area pantai tersebut sudah terdapat ruang terbuka hijau (RTH), taman yang hijau, mushola, toilet, arena panjat tebing, gazebo, jalan setapak yang telah dicor sebagai track jogging, lahan parkir yang luas. Oleh karena itu, melalui pengabdian tahun 2019, Tim pengabdian berinisiatif mengoptimalisasikan potensi sumber daya alam yang tersedia di Desa Terentang III.Desa Terentang III ditetapkan menjadi sebuah desa pada tanggal 10 September 1947 dan masuk ke daerah otonom Kecamatan Koba Kabupaten Bangka. Tahun 2003 terjadi pemekaran Kabupaten Bangka, sehingga desa ini masuk dalam wilayah Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah. Masyarakat desa Terentang III masih dominan menggantungkan mata pencaharian mereka di sektor pertanian, perkebunan, pertambangan dan nelayan.potensi desa salah satunya di sektor pariwisata yaitu pantai Terentang III. Pantai tersebut sudah dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat, dimana di area pantai tersebut sudah terdapat ruang terbuka hijau (RTH), taman yang hijau, mushola, toilet, arena panjat tebing, gazebo, jalan setapak yang telah dicor sebagai track jogging, lahan parkir yang luas. Oleh karena itu, melalui pengabdian tahun 2019, Tim pengabdian berinisiatif mengoptimalisasikan potensi sumber daya alam yang tersedia di Desa Terentang III
PENDAMPINGAN BUMDESma MITRA LADA BERSATU DALAM PENGELOLAAN MANAJEMEN USAHA LADA DI DESA AIR GEGAS KABUPATEN BANGKA SELATAN: Pendampingan BUMDESma Mitra Lada Bersatu Dalam Pengelolaan Manajemen Usaha Lada Di Desa Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan
The establishment of BUMDes is based on the needs and potential of the village, as an effort to improve community welfare. BUMDes is built on community initiatives based on cooperative, participatory, transparency, emancipative, inclusive, accountable, and sustainable principles with member-based and self-help mechanisms. One of the objectives of this BUMDes Training is that participants are able to understand and the regulations and governance of BUMDes in accordance with the BUMDes law are expected to stimulate and move the wheels of the village economy. Community service activities were carried out at BUMDESma Mitra Lada Bersatu from May to October 2019. Training and counseling activities on financial management and marketing management at BUMDESma Mitra Lada Bersatu were carried out well, even the participants looked enthusiastic and hoped that the counseling activities could continue with the provision of other materials, especially related to the management of newly started businesses including product design and the manufacture of pepper derivative products themselves. The BUMDESma management also hopes that there will be sustainable activities so that they can further increase the knowledge/capacity of the BUMDESma management.Pendirian BUMDes didasarkan pada kebutuhan dan potensi desa, sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. BUMDes dibangun atas inisiatif masyarakat berdasar prinsipprinsip kooperatif, partisipatif, transparansi, emansipatif, inklusif, akuntabel, dan menjaga keberlanjutan dengan mekanisme member-based dan self-help. Salah satu tujuan dari Pelatihan BUMDes ini adalah peserta mampu memahamami dan regulasi dan tata kelola BUMDes sesuai dengan undang-undang BUMDes diharapkan mampu menstimulasi dan menggerakakan roda perekonomian desa. Kegiatan pengabdian pada masyarakat di laksanakan di BUMDESma Mitra Lada Bersatu sejak bulan Mei sampai Oktober 2019. Kegiatan pelatihan dan penyuluhan tentang manajemen keuangan maupun manajemen pemasaran di BUMDESma Mitra Lada Bersatu terlaksana dengan baik bahkan para peserta terlihat antusias dan mengharapkan kegiatan penyuluhan dapat berlanjut dengan pemberian materi yang lainnya terutama terkait pengelolaan usaha yang baru dimulai diantaranya desain produk maupun pembuatan produk-produk turunan lada itu sendiri. Pengurus BUMDESma juga mengharapkan akan adanya kegiatan yang berkelanjutan sehingga semakin dapat meningkatkan pengetahuan /kapasitas penguru
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA AIR DUREN BERBASIS KEMANDIRIAN PERTANIAN DAN EKONOMI: Pemberdayaan Masyarakat Desa Air Duren Berbasis Kemandirian Pertanian Dan Ekonomi
Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung memiliki potensi di sektor hortikultura yang cukup besar, salah satu diantaranya adalah Desa Air Duren. Desa Air Duren terkenal sebagai daerah pemasok nenas terbesar di Kabupaten Bangka. Selain nenas, desa ini juga menghasilkan komoditi sayuran dan lada. Beberapa permasalahan yang dihadapi masyarakat di desa ini adalah adalah biaya produksi untuk pengadaan pupuk masih tinggi, limbah kulit nenas yang belum termanfaatkan, minimnya pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayuran, kurangnya promosi dari produk yang dihasilkan dan masih rendahnya pengetahuan tentang penanganan penyakit lada. Berdasarkan permasalahan tersebut dilaksanakanlah pengabdian masyarakat dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata-Tematik. Program yang dilaksanakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pemanfaatan kulit nenas sebagai pupuk organik, pemanfaatan lahan untuk budidaya tanaman secara vertikultur, pelatihan pembuatan blog sebagai sarana promosi produk pertanian dan pelatihan singkat cara aplikasi Trichoderma untuk mengatasi penyakit kuning tanaman lada. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian terlaksana dengan baik, namun terdapat beberapa kendala seperti susahnya jaringan internet sehingga menyulitkan pengecekkan web/ blog yang telah dibuat, dan kebiasaan memelihara hewan ternak yang tidak dikandangkan menyebabkan kerusakan tanaman sayuran yang ditanaman di pekarangan rumah.Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung memiliki potensi di sektor hortikultura yang cukup besar, salah satu diantaranya adalah Desa Air Duren. Desa Air Duren terkenal sebagai daerah pemasok nenas terbesar di Kabupaten Bangka. Selain nenas, desa ini juga menghasilkan komoditi sayuran dan lada. Beberapa permasalahan yang dihadapi masyarakat di desa ini adalah adalah biaya produksi untuk pengadaan pupuk masih tinggi, limbah kulit nenas yang belum termanfaatkan, minimnya pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayuran, kurangnya promosi dari produk yang dihasilkan dan masih rendahnya pengetahuan tentang penanganan penyakit lada. Berdasarkan permasalahan tersebut dilaksanakanlah pengabdian masyarakat dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata-Tematik. Program yang dilaksanakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pemanfaatan kulit nenas sebagai pupuk organik, pemanfaatan lahan untuk budidaya tanaman secara vertikultur, pelatihan pembuatan blog sebagai sarana promosi produk pertanian dan pelatihan singkat cara aplikasi Trichoderma untuk mengatasi penyakit kuning tanaman lada. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian terlaksana dengan baik, namun terdapat beberapa kendala seperti susahnya jaringan internet sehingga menyulitkan pengecekkan web/ blog yang telah dibuat, dan kebiasaan memelihara hewan ternak yang tidak dikandangkan menyebabkan kerusakan tanaman sayuran yang ditanaman di pekarangan rumah