Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
162 research outputs found
Sort by
ADAPTASI KEBIASAAN BARU (NEW NORMAL) BAGI NELAYAN DI PPN SUNGAILIAT KABUPATEN BANGKA: Adaptasi Kebiasaa Baru (New Normal) Bagi Nelayan Di PPN Sungailiat Kabupaten Bangka
Since January 2020, WHO has declared the world into a global emergency related to the Covid-19 virus. Specifically in Indonesia, the government has issued a disaster emergency status from February 29, 2020 to May 29, 2020 related to this virus pandemic with a total time of 91 days. Entering the beginning of June 2020, the government issued regulations to enter the New Normal or New Habit Adaptation stage for the community by following various health protocols. The implementation of New Habit Adaptation has begun to be socialized by the government both through television media, social media, and information centers to various institutions and direct socialization to local governments to continue implementing New Habit Adaptation in various circles and environments. This is what makes us take part in socializing the Adaptation of New Habits, especially for fishermen in Sungailiat VAT, Bangka Regency. This implementation activity is divided into 2 main activities, namely: Increasing fishermen\u27s understanding of New Normal Adaptation at PPN Sungailiat, Bangka Regency by distributing posters and explaining them to fishermen, but the implementation was carried out by following the physical distancing protocol without holding any gatherings; and Distribution of masks and vitamins for fishermen in order to increase the peace and health of fishermen. Socialization of New Normal Adaptation to fishermen including; ensuring that the crew is free from Covid-19, always wearing masks during activities, washing hands with soap, using their own eating utensils when going to sea, eating nutritious and balanced meals and getting used to hygienic life, diligent exercise, adequate rest and taking vitamins.Sejak Januari 2020, WHO telah menyatakan dunia masuk kedalam darurat global terkait virus Covid-19. Khusus di Indonesia sendiri pemerintah telah mengeluarkan status darurat bencana terhitung mulai tanggal 29 Februari 2020 hingga 29 Mei 2020 terkait pandemi virus ini dengan jumlah waktu 91 hari. Memasuki awal bulan Juni 2020, pemerintah mengeluarkan regulasi untuk memasuki tahap New Normalatau Adaptasi Kebiasaan Baru bagi masyarakat dengan mengikuti berbagai protokol kesehatan. Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru ini sudah mulai disosialisasikan oleh pemerintah baik melalui media televisi, sosial media, dan pusat informasi ke berbagai lembaga dan sosialisasi langsung ke pemerintah daerah setempat untuk melanjutkan penerapkanAdaptasi Kebiasaan Barudi berbagai kalangan dan lingkungan. Hal ini yang membuat kami ikut andil dalam mensosialisasikan Adaptasi Kebiasaan Barukhususnya bagi nelayan di PPN Sungailiat Kabupaten Bangka. Kegiatan pelaksanaan ini terbagi menjadi 2 kegiatan utama yaitu: Peningkatan pemahaman nelayan mengenai Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal) di PPN Sungailiat Kabupaten Bangka dengan membagikan poster dan menjelaskannya kepada nelayan, namun pelaksanaan dilakukan dengan mengikuti protokol physical distancingtanpa mengadakan perkumpulan apapun; dan Pembagian masker dan vitamin untuk nelayan dalam rangka peningkatan ketentraman dan kesehatan nelayan. SosialisasiAdaptasi Kebiasaan Baru (New Normal) pada nelayan diantaranya; memastikan kru kapal bebas Covid-19, selalu menggunakan masker saat beraktivitas, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan peralatan makan sendiri ketika melaut, makan makanan yang bergizi dan seimbang dan membiasakan hidup higienis, rajin olahraga, istirahat cukup dan minum vitamin
OPTIMALISASI SISTEM PRODUKSI PRODUK OLAHAN NENAS BERKUALITAS SERTA MANAJEMEN LIMBAH PASCA PRODUKSINYA DI KELURAHAN TUATUNU – KOTA PANGKALPINANG: Optimalisasi Sistem Produksi Produk Olahan Nenas Berkualitas Serta Manajemen Limbah Pasca Produksinya Di Kelurahan Tua Tunu – Kota Pangkalpinang
Aktivitas agronomi dan usahatani lokal seringkali belum mendapatkan sentuhan teknologi mumpuni, baik dalam sisi manajerial produksi maupun pengelolaan limbah pasca produksinya. Salah satu kelompok usaha tani yang masih menggunakan teknologi tradisional adalah usahatani pengolahan produk nenas lokal. Produk nenas lokal umumnya dijual dalam bentuk komoditas hortikultura segar dan olahan berupa selai nenas. Nenas yang diproduksi oleh petani lokal memiliki kualitas yang cukup baik walaupun secara ukuran dan konsistensi kualitas masih belum dapat dipertahankan. Kondisi inilah yang menyebabkan sulitnya komoditas nenas lokal bangka bersaing dengan komoditas nenas yang dihasilkan oleh provinsi lain. Oleh karena itu, diperlukan adanya diseminasi teknologi pengolahan hasil pertanian berbasis produk. Diseminasi teknologi dan inovasi dapat dilakukan sebagai upaya diversifikasi produk pertanian yang dapat mengangkat potensi keberlanjutan usaha dari mitra pengabdian. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini menjadi salah satu media transfer teknologi manajemen produksi olahan nenas lokal bangka berbasis usahatani keluarga berorientasi produk. Transfer teknologi yang telah dilaksanakan dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan pemahaman serta penguasaan teknologi pada masyarakat. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan melewati 3 tahap kegiatan, yaitu pelatihan pembuatan produk olahan nenas, pembuatan POC dan kegiatan sosialisasi ke KWT Ceria kelurahan Tuatunu. Pembuatan produk nenas diawali dengan kegiatan survey dan pembuatan video teknik pemilihan buah nenas yang baik untuk diolah selanjutnya dilakukan proses pengupasan, penghalusan, pemasakan dan penyimpanan. Kegiatan pembuatan POC limbah nenas dilaksanakan dengan memanfaatkan limbah diantaranya adalah limbah kulit nanas, air kelapa limbah tempat pemarutan kelapa dan limbah air cucian beras yang difermentasi selama sekitar 30 hari. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan menggunakan metode presentasi dan diskusi interaktif yang memuat semua pertanyaan dan respon positif dari para tamu/audienceAktivitas agronomi dan usahatani lokal seringkali belum mendapatkan sentuhan teknologi mumpuni, baik dalam sisi manajerial produksi maupun pengelolaan limbah pasca produksinya. Salah satu kelompok usaha tani yang masih menggunakan teknologi tradisional adalah usahatani pengolahan produk nenas lokal. Produk nenas lokal umumnya dijual dalam bentuk komoditas hortikultura segar dan olahan berupa selai nenas. Nenas yang diproduksi oleh petani lokal memiliki kualitas yang cukup baik walaupun secara ukuran dan konsistensi kualitas masih belum dapat dipertahankan. Kondisi inilah yang menyebabkan sulitnya komoditas nenas lokal bangka bersaing dengan komoditas nenas yang dihasilkan oleh provinsi lain. Oleh karena itu, diperlukan adanya diseminasi teknologi pengolahan hasil pertanian berbasis produk. Diseminasi teknologi dan inovasi dapat dilakukan sebagai upaya diversifikasi produk pertanian yang dapat mengangkat potensi keberlanjutan usaha dari mitra pengabdian. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini menjadi salah satu media transfer teknologi manajemen produksi olahan nenas lokal bangka berbasis usahatani keluarga berorientasi produk. Transfer teknologi yang telah dilaksanakan dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan pemahaman serta penguasaan teknologi pada masyarakat. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan melewati 3 tahap kegiatan, yaitu pelatihan pembuatan produk olahan nenas, pembuatan POC dan kegiatan sosialisasi ke KWT Ceria kelurahan Tuatunu. Pembuatan produk nenas diawali dengan kegiatan survey dan pembuatan video teknik pemilihan buah nenas yang baik untuk diolah selanjutnya dilakukan proses pengupasan, penghalusan, pemasakan dan penyimpanan. Kegiatan pembuatan POC limbah nenas dilaksanakan dengan memanfaatkan limbah diantaranya adalah limbah kulit nanas, air kelapa limbah tempat pemarutan kelapa dan limbah air cucian beras yang difermentasi selama sekitar 30 hari. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan menggunakan metode presentasi dan diskusi interaktif yang memuat semua pertanyaan dan respon positif dari para tamu/audienc
PENERAPAN LITERASI DIGITAL MENUJU MAHASISWA UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG MILENIAL ANTI HOAX: Penerapan Literasi Digital Menuju Mahasiswa Universitas Bangka Belitung Milenial Anti Hoax
The number of Internet users in Indonesia has reached 132.7 million people out of 256.2 million Indonesian population. The reality shows that the large number of Internet users in Indonesia, as well as the high frequency of accessing information content and social media, does not necessarily guarantee the \u27maturity\u27 of Indonesian netizens in using the Internet. In addition to the gap that occurs, various cases of Internet abuse are also rampant, ranging from internet fraud, addiction or addiction, violation of privacy, reality bias, to the most recent one is the spread of hoaxes. The method used in this service activity is to facilitate the improvement of students\u27 understanding of digital literacy and hoax information by conducting training through (a) lecture method (b) practice method (c) mentoring method. This service activity involving students was held at the Babel IV Building, Universitas Bangka Belitung. This activity aims to provide students with an understanding of the meaning of hoaxes, the background of someone producing and spreading hoaxes, the cycle of information dissemination and hoaxes, the media for spreading hoaxes, the circle of spreading hoaxes, and how to anticipate hoaxes. The ways are (a) Be careful with provocative titles, (b) Look at the site address (URL), (c) Check facts and verify the truth, (d) Get involved in various anti hoax groups and (e) Check the authenticity of photos. The service activities carried out provide outputs in the form of forming an understanding in digital literacy, especially in avoiding hoax news as a form of news that is not true so that it becomes a smart society in literacy. The socialization of digital literacy towards anti-hoax millennial Universitas Bangka Belitung (UBB) students was attended by students with speakers from the Universitas Bangka Belitung Library and the results of collaboration with the UPT Perpustakaan Universitas Bangka BelitungJumlah pengguna Internet di Indonesia telah mencapai 132.7 juta orang dari 256.2 juta orang populasi Indonesia. Kenyataan menunjukkan, banyaknya jumlah pengguna Internet di Indonesia, serta tingginya frekuensi mengakses konten informasi dan media sosial, tidak serta-merta menjamin ‘kedewasaan’ netizen Indonesia dalam menggunakan Internet. Selain kesenjangan yang terjadi, berbagai kasus penyalahgunaan Internet juga marak, mulai dari internet fraud, adiksi atau kecanduan, pelanggaran privasi, bias realitas, hingga yang paling mutakhir adalah meluasnya hoax. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian yaitu dengan memfasilitasi peningkatan pemahaman mahasiwa terhadap literasi digital dan informasi Hoax adalah dengan mengadakan pelatihan melalui (a) Metode ceramah (b) Metode praktek (c) Metode pendampingan. Kegiatan pengabdian ini melibatkan mahasiswa dilangsungkan di Gedung Babel IV Universitas Bangka Belitung. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pengertian hoax, latar belakang seseorang memproduksi dan menyebarkan hoax, siklus penyebaran informasi dan hoax, media penyebaran hoax, lingkaran penyebaran hoax, dan cara mengantisipasi hoax.. Adapun cara caranya yaitu berupa (a) Hati-hati dengan Judul Provokatif, (b) Mencermati Alamat situs (URL), (c) Memeriksa Fakta dan Memverifikasi kebenaran, (d) Terlibat dalam berbagai group anti hoax dan (e) Memeriksa keaslian foto. Kegiatan pengabdian yang dilakukan memberikan luaran berupa terbentuk pemahaman dalam literasi digital khususnya dalam menghindari dari berita hoax sebagai bentuk berita yang tidak benar sehingga menjadi masyarakat yang cerdas dalam berliterasi. Kegiatan sosialisasi Literasi digital menuju mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) milenial anti hoax diikuti oleh mahasiswa dengan narasumber dari Perpustakaan Universitas Bangka Belitung dan hasil kerjasama dengan UPT Perpustakaan Universitas Bangka Belitun
KKN TEMATIK XV COVID 19 UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG DAN GERAKAN PAKAI MASKER, MINUS PLASTIC SERTA CINTA LINGKUNGAN MELALUI 3 M (MENSOSIALISASI, MEMBERSIHKAN, MENJAGA) TANGGAP UNTUK NEGERI DI DESA AIR RUAY KECAMATAN PEMALI: KKN Tematik XV Covid 19 Universitas Bangka Belitung Dan Gerakan Pakai Masker, Minus Plastic Serta Cinta Lingkungan Melalui 3 M (Mensosialisasi, Membersihkan, Menjaga) Tanggap Untuk Negeri Di Desa Air Ruay Kecamatan Pemali
Kegiatan KKN XV COVID 19 ini dilaksanakan di Desa Air Ruay Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka selama 40 hari, Hasil dari kegiatan ini terbagi menjadi dua kegiatan, yakni tahap persiapan dan pelaksanaan. Tahap persiapan bertujuan untuk melihat lokasi atau lingkungan yang tercemar oleh pembuangan sampah liar. Mengumpulkan data untuk dijadikan informasi sekaligus meminta pendapat dari perangkat desa mengenai masalah sampah serta pandangannya terhadap kesadaran masyarakat mengenai masalah sampah di Desa Air Ruai. Selanjutnya dipilih dan dilakukan solusi yang tepat untuk menangani permasalahan ini dan bagaimana cara agar masyarakat Desa Air Ruai bisa menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah secara liar. Setelah itu disiapkan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan pengabdian. Luaran kegiatan ini pada intinya memberikan Edukasi pada Masyarakat setempat tentang Pengelolaan sampah dan Budaya Patuh serta Tertib agar dapat memutus mata rantai COVID 19 dan menciptakan lingkungan Desa yang bersih dan Asri.Kegiatan KKN XV COVID 19 ini dilaksanakan di Desa Air Ruay Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka selama 40 hari, Hasil dari kegiatan ini terbagi menjadi dua kegiatan, yakni tahap persiapan dan pelaksanaan. Tahap persiapan bertujuan untuk melihat lokasi atau lingkungan yang tercemar oleh pembuangan sampah liar. Mengumpulkan data untuk dijadikan informasi sekaligus meminta pendapat dari perangkat desa mengenai masalah sampah serta pandangannya terhadap kesadaran masyarakat mengenai masalah sampah di Desa Air Ruai. Selanjutnya dipilih dan dilakukan solusi yang tepat untuk menangani permasalahan ini dan bagaimana cara agar masyarakat Desa Air Ruai bisa menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah secara liar. Setelah itu disiapkan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan pengabdian. Luaran kegiatan ini pada intinya memberikan Edukasi pada Masyarakat setempat tentang Pengelolaan sampah dan Budaya Patuh serta Tertib agar dapat memutus mata rantai COVID 19 dan menciptakan lingkungan Desa yang bersih dan Asri
PENINGKATAN PEMAHAMAN LITERASI KEUANGAN DI ERA PANDEMI CORONA SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KETAHANAN EKONOMI KELUARGA: Peningkatan Pemahaman Literasi Keuangan Di Era Pandemi Corona Sebagai UPaya Penguatan Ketahanan Ekonomi Keluarga
Tahun 2020 menjadi tahun musibah bagi seluruh negara termasuk Indonesia dengan munculnya Wabah corona (Covid-19). Perekonomian dunia menjadi porak-poranda akibat melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia termasuk juga Indonesia. Hal ini menjadikan banyak kepala rumah tangga mengalami kesulitan ekonomi akibat dari pendapatan yang menurun akibat dari kebijakan PSBB yang diberlakukan pemerintah Indonesia untuk mengatasi laju penyebarab dari virus corona. Kurangnya pendapatan kepala rumah tangga ini menjadikan ibu rumah tangga sebagai seorang Financial Planner harus bijak dalam mengelola keuangan rumah tangga di masa sulit. Sebagai Financial Planner, perempuan haruslah menjadi seorang perencaa yang baik dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Hal ini dikarenakan podasi rumah tangga terdapat pada bagaimana penguatan ketahanan ekonomi keluarga yang berasal dari peran perempuan sebagai Financial Planner. Oleh karenanya, perempuan dan ibu rumah tangga harus mendapatkan edukasi mengenai bagaimana manajemen keuangan rumah tangga dengan baikTahun 2020 menjadi tahun musibah bagi seluruh negara termasuk Indonesia dengan munculnya Wabah corona (Covid-19). Perekonomian dunia menjadi porak-poranda akibat melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia termasuk juga Indonesia. Hal ini menjadikan banyak kepala rumah tangga mengalami kesulitan ekonomi akibat dari pendapatan yang menurun akibat dari kebijakan PSBB yang diberlakukan pemerintah Indonesia untuk mengatasi laju penyebarab dari virus corona. Kurangnya pendapatan kepala rumah tangga ini menjadikan ibu rumah tangga sebagai seorang Financial Planner harus bijak dalam mengelola keuangan rumah tangga di masa sulit. Sebagai Financial Planner, perempuan haruslah menjadi seorang perencaa yang baik dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Hal ini dikarenakan podasi rumah tangga terdapat pada bagaimana penguatan ketahanan ekonomi keluarga yang berasal dari peran perempuan sebagai Financial Planner. Oleh karenanya, perempuan dan ibu rumah tangga harus mendapatkan edukasi mengenai bagaimana manajemen keuangan rumah tangga dengan bai
PROGRAM PENDAMPINGAN MENDAPATKAN DANA KUR SYARIAH DAN PEMBERDAYAAN UMKM DI KOTA PANGKALPINANG: Program Pendampingan Mendapatkan Dana Kur Syariah Dan Pemberdayaan UMKM Di Kota Pangkalpinang
Program kegiatan ini merupakan skema pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan sosialisasi dan pendampingan untuk mendapatkan dana KUR Syariah dan Pemberdayaan UMKM di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan sosialisasi diikuti 30 pelaku UMKM Kota Pangkalpinang. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman dan kemampuan mengajukan dana, serta mendapatkan dana untuk pengembangan usahanya sehingga mampu meningkatkan penjualan dan pertumbuhan ekonomi secara umum di Kota PangkalpinangProgram kegiatan ini merupakan skema pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan sosialisasi dan pendampingan untuk mendapatkan dana KUR Syariah dan Pemberdayaan UMKM di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan sosialisasi diikuti 30 pelaku UMKM Kota Pangkalpinang. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman dan kemampuan mengajukan dana, serta mendapatkan dana untuk pengembangan usahanya sehingga mampu meningkatkan penjualan dan pertumbuhan ekonomi secara umum di Kota Pangkalpinan
PELATIHAN HUKUM ACARA PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM DI KELURAHAN SAWAH LEBAR, KOTA BENGKULU: Pelatihan Hukum Acara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Di Kelurahan Sawah Lebar, Kota Bengkulu
MK sebagai wajah konstitusi di Indonesia dengan kewajibannya untuk melindungi dan memberikan interpretasi terhadap konstitusi, idealnya haruslah menyadari bahwa Pemilu sebagai kontestasi politik dipengaruhi oleh banyak hal dalam pelaksanaanya. Maksudnya adalah, patut diduga bahwa tidak semua hal yang menciderai asas Luber Jurdil telah di atur dalam peraturan perundang-undangan atau dapat disebut sebagai pelanggaran atau kejahatan Pemilu secara positivistik. Berdasar pada anggapan di atas, maka patutlah diajukan pertanyaan, apakah proses penyelesaian PHPU di MK telah mampu menjamin terlaksanya Pemilu yang Luber Jurdil?, atau sederhananya apakah Penyelesaian PHPU tersebut telah ideal?. Pertanyaan tersebut patut untuk didiskusikan secara ilmiah dengan mendalam dan menyeluruh dalam Pelatihan yang Pengabdi jadikan sebagai Pengabdian Kepada Masyarakat untuk Semester Genap T.A.2019/2020. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada Peserta tentang Mekanisme Perselisihan Hasil Pemilu; Memberi pemahaman kepada Peserta tentang hal-hal update tentang Hukum Acara Perselisihan Hasil Pemilu; Menciptakan Praktisi hukum yang dapat memformulasikan serta memetakan permasalahan Hukum Pemilu; dan Teruntuk Dosen yang menjadi Narasumber juga sebagai Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.MK sebagai wajah konstitusi di Indonesia dengan kewajibannya untuk melindungi dan memberikan interpretasi terhadap konstitusi, idealnya haruslah menyadari bahwa Pemilu sebagai kontestasi politik dipengaruhi oleh banyak hal dalam pelaksanaanya. Maksudnya adalah, patut diduga bahwa tidak semua hal yang menciderai asas Luber Jurdil telah di atur dalam peraturan perundang-undangan atau dapat disebut sebagai pelanggaran atau kejahatan Pemilu secara positivistik. Berdasar pada anggapan di atas, maka patutlah diajukan pertanyaan, apakah proses penyelesaian PHPU di MK telah mampu menjamin terlaksanya Pemilu yang Luber Jurdil?, atau sederhananya apakah Penyelesaian PHPU tersebut telah ideal?. Pertanyaan tersebut patut untuk didiskusikan secara ilmiah dengan mendalam dan menyeluruh dalam Pelatihan yang Pengabdi jadikan sebagai Pengabdian Kepada Masyarakat untuk Semester Genap T.A.2019/2020. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada Peserta tentang Mekanisme Perselisihan Hasil Pemilu; Memberi pemahaman kepada Peserta tentang hal-hal update tentang Hukum Acara Perselisihan Hasil Pemilu; Menciptakan Praktisi hukum yang dapat memformulasikan serta memetakan permasalahan Hukum Pemilu; dan Teruntuk Dosen yang menjadi Narasumber juga sebagai Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi
EDUKASI POLA ASUH DAN BAHAYA PENGGUNAAN GADGET: Edukasi Pola Asuh Dan Bahaya Penggunaan Gadget
Families have the most important role in childcare. Parenting patterns are influenced by parents\u27 education and income. Mistakes in childcare will have a negative impact when the child grows up. Habituation of children to do good things, children will get used to doing good things too. Parents can be disciplined and firm with their children. The parenting pattern of parents to their children determines the morals of children when they are teenagers. Moral is the main foundation in the success of life later. Parents can supervise children when using gadgets to avoid unwanted things. Parents, family and environment have an important role in shaping the character of personality and intelligence of children.Keluarga memiliki peran paling penting dalam pengasuhan anak. Pola pengasuhan orang tua terhadap anak dipengaruhi pendidikan dan pendapatan orang tua. Kesalahan dalam pengasuhan anak akan berdampak buruk ketika anak dewasa nanti. Pembiasaan pada anak untuk melakukan hal yang baik maka anak akan terbiasa melakukan hal baik juga. Orang tua dapat bersikap disiplin dan tegas kepada anak. Pola pengasuhan orang tua kepada anaknya anak menentukan moral anak ketika remaja. Moral merupakan landasan utama dalam keberhasilan kehidupan nantinya. Orang tua dapat melakukan pengawasan kepada anak saat menggunakan gadget untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Orang tua, keluarga dan lingkungan memiliki peran penting dalam pembentukan karakter kepribadian dan kecerdasan anak
MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN MELALUI PENINGKATAN KREATIVITAS DAN INOVASI DIRI PADA ANAKANAK PANTI ASUHAN PUTRI SITI KHADIJAH SEMARANG: Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Melalui Peningkatan Kreativitas Dan Inovasi Diri Pada Anak-Anak Panti Asuhan Putri Siti Khadijah Semarang
The ideal entrepreneur demands values towards the highest possible human qualities. To develop humans into useful beings, it is not enough to provide intelligence, skills or technical expertise. The fundamental priority is to build a good mental attitude first. Because, as the saying goes, knowledge without mental attitude results in injustice, while mental attitude without knowledge is weakness. These two aspects must be present together, because if one of them is absent, it will have a bad impact. Training activities or seminars, whether from students, practitioners, or lecturers, are opportunities for orphanage children to increase their knowledge. The hope is that the abilities and knowledge of the orphanage children will grow. With these various sources of knowledge, children are more eager to carry out other activities outside of formal education activities that must be carried out. The motivation given in these activities makes children feel that being an orphanage child is not an obstacle to continue to develop. The purpose of this training is so that Siti Khadijah\u27s daughter orphanage children are able to understand the importance of entrepreneurial knowledge for life, Siti Khadijah\u27s daughter orphanage children are able to foster their creativity and innovation, and Siti Khadijah\u27s daughter orphanage children realize that they need to equip themselves to face the development of the business world. So that if these goals can be achieved, it will be things and experiences that can be used as provisions for the orphanage children to be more confident in running or starting a business.Sosok wirausahawan yang ideal, menuntut nilai-nilai ke arah kualitas manusia yang semapan mungkin. Untuk membina manusia menjadi makluk yang berguna, tidak cukup hanya memberikan kecerdasan, ketrampilan atau kepiawaian teknis saja. Prioritas mendasar adalah dengan membangun sikap mental yang baik terlebih dahulu. Sebab, seperti pepatah mengatakan, ilmu tanpa sikap mental menghasilkan kezaliman, sedangkan sikap mental tanpa ilmu adalah kelemahan. Dua aspek ini harus hadir salling isi mengisi, karena jika terjadi absen pada salah satunya, maka akan berdampak buruk. Kegiatan pelatihan atau seminar, baik dari mahasiswa, praktisi, ataupun pengabdian dosen merupakan kesempatan bagi anakanak panti untuk menambah pengetahuannya. Harapannya agar kemampuan dan pengetahuan anak panti tersebut semakin berkembang. Dengan berbagai sumber ilmu tersebut anak-anak lebih bersemangat untuk melakukan kegiatan lain diluar kegiatan pendidikan formal yang wajib dilaksanakan. Adanya motivasi yang diberikan paa kegiatan tersebut membuat anak-anak merasa bahwa menjadi anak panti bukanlah halangan untuk terus berkembang. Tujuan dari diadakannya pelatihan ini adalah agar snak-anak panti asuhan putri Siti Khadijah mampu memahami pentingnya pengetahuan kewirausahaan bagi kehidupan, anakanak panti asuhan putri Siti Khadijah mampu menumbuhkan kreatifitas dan inovasi yang dimiliki, serta anak-anak panti asuhan putri Siti Khadijah menyadari bahwa perlu adanya bekal diri untuk menghadapi perkembangan dunia usaha. Sehingga apabila tujuan tersebut mampu tercapai maka akan menjadi hal dan pengalaman yang dapat dijadikan bekal untuk anakanak panti tersebut untuk lebih percaya diri dalam menjalankan atau memulai sebuah usah
PEMBANGUNAN JEMBATAN PENYEBRANGAN ORANG UNTUK PETANI DI DESA JADA BAHRIN: Pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang Untuk Petani Di Desa Jada Bahrin
Jembatan merupakan sarana yang digunakan dalam penyebrangan. Pada salah satu kawasan perkebunan di Desa Jada Bahrin, Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Propinsi Kepulauan Bangka Belitung terdapat aliran sungai kecil dengan jembatan kayu yang kondisinya sudah kurang layak digunakan. Jembatan ini digunakan sebagai akses penyebrangan petani Desa Jada Bahrin. Selain itu jembatan digunakan juga sebagai akses penghubung Desa Jada Bahrin dan Desa Balun Ijuk melalui kawasan perkebunan. Sebagai pengganti jembatan kayu, dibangun sebuah jembatan rangka baja dengan bentang 4 meter dan lebar 1,5 m. Jembatan ini dirancang dengan beban maksimum 400 kg dan hanya bisa dilalui kendaraan roda 2. Pembangunan jembatan dimulai dari pembuataan pondasi serta abutment jembatan, pembuatan rangka jembatan, perletakan rangka jembatan dan pembuatan oprit jembatan. Dengan dibuatkan jembatan ini masyarakat desa Jada Bahrin khususnya para petani di kawasan ini, telah memiliki akses penyebrangan di perkebunan yang lebih memadai.Jembatan merupakan sarana yang digunakan dalam penyebrangan. Pada salah satu kawasan perkebunan di Desa Jada Bahrin, Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Propinsi Kepulauan Bangka Belitung terdapat aliran sungai kecil dengan jembatan kayu yang kondisinya sudah kurang layak digunakan. Jembatan ini digunakan sebagai akses penyebrangan petani Desa Jada Bahrin. Selain itu jembatan digunakan juga sebagai akses penghubung Desa Jada Bahrin dan Desa Balun Ijuk melalui kawasan perkebunan. Sebagai pengganti jembatan kayu, dibangun sebuah jembatan rangka baja dengan bentang 4 meter dan lebar 1,5 m. Jembatan ini dirancang dengan beban maksimum 400 kg dan hanya bisa dilalui kendaraan roda 2. Pembangunan jembatan dimulai dari pembuataan pondasi serta abutment jembatan, pembuatan rangka jembatan, perletakan rangka jembatan dan pembuatan oprit jembatan. Dengan dibuatkan jembatan ini masyarakat desa Jada Bahrin khususnya para petani di kawasan ini, telah memiliki akses penyebrangan di perkebunan yang lebih memadai