JURNAL POLITICO
Not a member yet
    276 research outputs found

    Sikap Politik Indonesia Terhadap Sengketa Laut China Selatan Pada Masa Pemerintahan Joko Widodo 2014-2019

    No full text
    Artikel ini mengkaji bagaimana sikap Indonesia pada masa pemerintahan Joko Widodo dalam rangka menyelesaikan konflik sengketa klaim di Laut Cina Selatan. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif penelitian ini akan mendeskripsikan bagaimana sikap pemerintah Indonesia dimasa Pemerintahan Presiden Joko Widodo pada periode 2014-2019 dalam upaya menyelesaikan konflik yang terjadi di Laut China Selatan. Dari hasil penelitian tergambar bahwa sikap Indonesia dalam menangani konflik wilayah perairan Natuna dengan China adalah dengan melakukan litigasi yaitu menggunakan pengadilan internasional dalam permasalahan ini. hal itu dilakukan karena kedua negara bisa mengajukan gugatan dan bantahannya masing-masing. Indonesia juga menggunakan cara komunikasi internasional agar bisa dibicarakan dengan baik, harmonis, dan damai. Terakhir Indonesia juga menggunakan pendekatan geopolitik, pendekatan pertahanan, pendekatan keamanan, pendeketan hukum dan diplomasi serta pendekatan kerjasama ekonomi. Dampak konflik klaim China di laut Natuna Utara terhadap hubungan diplomatic Indonesia dengan China tidak terlalu signifikan, buktinya pada era Jokowi Indonesia beberapa kali mengunjungi Tiongkok untuk membahas kerjasama dalam bidang ekonomi, pembangunan, maritim, pajak, antariksa, BUMN & BankChina dan industry & Infrastruktur. Sepertinya Indonesia berfokus pada kerjasama dengan Tiongkok tanpa memperdulikan masalah batas wilayah Natuna Utara dan Laut China Selatan.   Kata Kunci: Sikap Politik; Indonesia; Laut China Selatan   ABSTRACT This article examines how Indonesia's attitude during the Joko Widodo administration in order to resolve conflict over claims in the South China Sea. By using a qualitative descriptive method, this research will describe the attitude of the Indonesian government during President Joko Widodo's administration in the 2014-2019 period in efforts to resolve the conflict that occurred in the South China Sea. From the research results, it is clear that Indonesia's attitude in handling the conflict over the Natuna waters with China is by conducting litigation, namely using international courts in this matter. This was done because both countries could submit their own complaints and objections. Indonesia also uses international communication methods so that it can be discussed well, harmoniously and peacefully. Lastly, Indonesia also uses a geopolitical approach, a defense approach, a security approach, a legal and diplomatic approach and an economic cooperation approach. The impact of the conflict over China's claims in the North Natuna Sea on Indonesia's diplomatic relations with China is not very significant, the proof is that during the Jokowi era, Indonesia visited China several times to discuss cooperation in the fields of economics, development, maritime, tax, space, BUMN & Bank China and industry & infrastructure. It seems that Indonesia is focused on cooperation with China without paying attention to the border issues of North Natuna and the South China Sea.   Keywords: Political Attitudes; Indonesia; South China Se

    Pola Rekrutmen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Pada Pemilihan Anggota Legislatif Kota Manado Tahun 2019

    No full text
    Artikel ini mengkaji pola rekruitmen yang dilakukan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap calon anggota legislatif Kota Manado pada tahun 2019. Dengan menggunakan metode kualitatif, kajian ini akan menggambarkan pola rekrutmen yang dilakukan oleh PDIP Kota Manado. Temuan penelitian menggambarkan bahwa PDIP dalam melakukan rekrutmen calon melalui 3 (tiga) tahapan yaitu tahapan penjaringan calon, tahapan penyaringan dan seleksi calon yang telah dijaring, dan tahapan penetapan calon. Hal itu dilakukan karena PDIP menginginkan calon yang diutus partai merupakan calon yang berkualitas dan memang pantas untuk dicalonkan sebagai anggota legislatif.   Kata Kunci: Rekrutmen; Anggota Legislatif; PDIP; Manado   ABSTRACT This article examines the recruitment pattern carried out by the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDIP) against candidates for the Manado City legislature in 2019. Using a qualitative method, this study will describe the recruitment pattern carried out by the Manado City PDIP. The findings of the study illustrate that PDIP in recruiting candidates goes through 3 (three) stages, namely the selection stage of candidates, the screening and selection stages of candidates who have been recruited, and the stages of determining candidates. This was done because PDIP wanted the candidates sent by the party to be qualified candidates and deserved to be nominated as members of the legislature.   Keywords: Recruitment; Legislative Members; PDIP; Manad

    Peranan Tokoh Masyarakat Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Pada Proses Pembangunan Desa

    No full text
    Artikel ini mengidentifikasi bagaimana peran tokoh masyarakat dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada proses pembangunan di Desa Bebu Kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe.  Dengan menggunakan metode kualitatif, peran tokoh masyarakat ini dikaji dengan menggunakan pendekatan yang dikemukakan oleh Adi Isbandi Rukminto (2001), tentang bagaimana keterlibatan masyarakat dalam tahapan pembangunan yaitu: tahapan perencanaan, tahapan pelaksanaan, dan tahapan evaluasi. Temuan penelitian menggambarkan bahwa keterlibatan tokoh masyarakat dalam proses pembangunan di Desa Bebu Kecamatan Tamako sudah dimulai sejak awal yaitu dalam proses perencanaan program, penetapan program alternatif, pelaksanaan program, hingga proses evaluasi. Namun efek dari keterlibatan tokoh masyarakat dalam meningkatkan partisipasi masyarakat desa Bebu belum maksimal karena tokoh masyarakat tidak bisa menyakinkan masyarakat untuk mau berpartisipasi secara sukarela. Hal itu terlihat dari banyaknya orang yang berasal dari luar desa yang justru terlibat dalam proses pengerjaan proyek pembangunan yang ada di Desa Bebu.   Kata Kunci: Tokoh Masyarakat; Partisipasi; Pembangunan Desa   ABSTRACT This article identifies the role of community leaders in increasing community participation in the development process in Bebu Village, Tamako District, Sangihe Islands Regency. By using a qualitative method, the role of community leaders is examined using the approach proposed by Adi Isbandi Rukminto (2001), about how community involvement in the development stages is: the planning stage, the implementation stage, and the evaluation stage. The research findings illustrate that the involvement of community leaders in the development process in Bebu Village, Tamako District, has started from the beginning, namely in the program planning process, determining alternative programs, implementing programs, to the evaluation process. However, the effect of the involvement of community leaders in increasing the participation of the Bebu village community has not been maximized because community leaders cannot convince the community to participate voluntarily. This can be seen from the number of people who come from outside the village who are actually involved in the process of working on development projects in Bebu Village.   Keywords: Community Leaders; Participation; Village Developmen

    Peran Elit Lokal Dalam Pemenangan Pemilihan Kepala Desa: Studi Kasus: Pemilihan Kepala Desa Eris Tahun 2022

    No full text
    Penelitian ini mengkaji peran dari elit lokal dalam pemenangan salah satu calon Hukum Tua di Desa Eris Kecamatan Tondano kabupaten Minahasa pada pemilihan Hukum Tua tahun 2022. Elit lokal yang dimaksud adalah governing elite yaitu elit yang memiliki kekuasaan politik yang berpengaruh dan mampu mempengaruhi pilihan masyarakat sebagai pemilih. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dari hasil penelitian tergambar bahwa peran dari elit lokal tersebut dalam mempengaruhi pemilih memang sangat kuat. Elit lokal tersebut bertindak sebagai  pelaku pengarah opini, dan memiliki peran untuk mengendalikan dan mempengaruhi masyarakat. Elit lokal menggunakan modal sosial dan kekuasaan yang dimilikinya untuk mendukung dan memenangkan salah satu calon. Kepemilikan modal social ternyata dapat membangun kepercayaan dari masyarakat sehingga setiap tindakan yang dia ambil menjadi panutan bagi masyarakat. Selanjutnya elit lokal memanfaatkan jabatan dan kedudukannya di dalam pemerintahan, sehingga dengan kapasitas kekuasaan yang besar tersebut dia dapat mengendalikan masyarakat tertentu. Dalam halnya pada Pilkades Desa Eris terbukti bahwa dia mampu mempengaruhi dan mengendalikan masyarakat tertentu dalam menentukan pilihan pada Pilkades. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa elit lokal berperan penting dalam Pilkades di Desa Eris tahun 2022. Kata Kunci: Elit Lokal, Hukum Tua, Pilkades   ABSTRACT This research examines the role of the local elite in winning one of the Old Law candidates in Eris Village, Tondano District, Minahasa Regency in the 2022 Old Law election. The local elite in question is the governing elite, namely elites who have influential political power and are able to influence people's choices as voters. . This study uses a qualitative method. From the research results it is illustrated that the role of the local elite in influencing voters is indeed very strong. These local elites act as opinion actors, and have a role to control and influence the community. Local elites use their social capital and power to support and win over one of the candidates. Ownership of social capital turns out to be able to build trust from the community so that every action he takes becomes a role model for the community. Furthermore, local elites take advantage of their positions and positions in government, so that with this large capacity of power they can control certain communities. In the case of the Pilkades in Eris Village, it was proven that he was able to influence and control certain people in making choices in the Pilkades. With this, it can be concluded that local elites play an important role in the Pilkades in Eris Village in 2022.   Keywords: Local Elite, Old Law, Pilkade

    Peran Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Dalam Penataan Pasar Tradisional Poyowa Kecil Di Kota Kotamobagu

    No full text
    Untuk dapat mendorong terwujudnya pasar tradisional yang berdaya saing dengan pasar modern diperlukan penatan, pengelolahan, dan pemberdayaan pasar tradisional secara profesional.  Penataan pasar tradisional merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah agar pasar tradisional akan tetap ada. Persaingan yang terjdi antara usaha perdagangan eceran dalam skala kecil dan menengah dengan usaha perdagangan eceran modern dalam skala besar, memerlukan pemberdayaan pasar tradisional agar dapat tumbuh dan berkembanng serasi, saling memerlukan, saling memperkuat, serta saling menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peranan Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) dalam penataan pasar tradisional Poyowa di Kota Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Temuan penelitian mengggambarkan bahwa  terdapat beberapa peran yang dimainkan oleh DisdagkopUKM yaitu peran sebagai fasilitator, sebagai regulator, dan sebagai katalisator. Memang peran-peran tersebut belum maksimal dan menghasilkan seperti yang diharapkan, karena masih memerlukan beberapa perbaikan dan penyempurnaan.   Kata Kunci: Peran; DisdagkopUKM; Pasar Tradisional     ABSTRACT To be able to encourage the realization of traditional markets that are competitive with modern markets, it is necessary to professionally organize, manage and empower traditional markets. Structuring traditional markets is one of the efforts that must be made by the government so that traditional markets will continue to exist. The competition that occurs between small and medium scale retail trade businesses and large scale modern retail trade businesses requires the empowerment of traditional markets so that they can grow and develop in harmony, need each other, strengthen each other and benefit each other. This research aims to look at the role of the Department of Trade, Cooperatives, Small and Medium Enterprises (Disdagkop UKM) in organizing the Poyowa traditional market in Kotamobagu City. This study uses a qualitative method. The research findings illustrate that there are several roles played by DisdagkopUKM, namely the role of facilitator, regulator and catalyst. Indeed, these roles have not been maximized and produced as expected, because they still require some improvements and improvements.   Keywords: Role; DisdagkopUKM; Traditional marke

    Implementasi Fungsi Rekrutmen Calon Legislatif Partai Nasional Demokrat Kota Manado Pada Pemilu Tahun 2024

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mengkaji pola rekrutmen yang dilakukan oleh Partai Nasional Demokrat (Nasdem) terhadap para calon anggota legislatif (Caleg) yang akan di usung partai Nasdem pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan fokus penelitian pada pola rekrutmen yang dilakukan oleh Partai Nasdem Kota Manado. Temuan penelitian menggambarkan bahwa dalam melaksanakan rekrutmen calon anggota legislatif untuk duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado periode 2024-2029 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Nasdem melakukan metode antara lain mengoptimalkan peran organisasi sayap partai dan membangun relasi sosial melalui pelayanan public. Dalam upaya melakukan penjaringan demi mendapatkan kursi di DPRD Kota Manado, DPD Partai Nasdem juga melakukan beberapa strategi antara lain melakukan penjaringan dengan berdasarkan kemampuan kognitif, melakukan penjaringan berdasarkan proses kaderisasi, melakukan penjaringan berdasarkan ikatan primordial dan melakukan penjaringan berdasarkan wilayah administrative. Diakui setiap strategi yang dijalankan pasti memiliki kelemahannya masing-masing. Sebagai contoh dimana pada penjaringan lewat pertimbangan wilayah administrative bisa saja menutup kesempatan calon lain yang unggul secara kognitif, ataupun yang lahir dari proses politik bahkan yang memiliki ikatan primordial.   Kata Kunci: Implementasi; Fungsi Rekrutmen; Caleg; Partai Nasdem   ABSTRACT The research aims to examine the recruitment patterns carried out by the National Democratic Party (Nasdem) for legislative member candidates (Caleg) who will be promoted by the Nasdem party in the 2024 General Election (Pemilu). This research uses qualitative methods with a research focus on recruitment patterns. carried out by the Manado City Nasdem Party. The research findings illustrate that in carrying out the recruitment of prospective legislative members to sit in seats in the Regional People's Representative Council (DPRD) of Manado City for the 2024-2029 period, the Nasdem Party's Regional Representative Council (DPD) used methods including optimizing the role of party wing organizations and building social relations through service. public. In an effort to carry out a selection process to get a seat in the Manado City DPRD, the Nasdem Party DPD also carried out several strategies, including conducting a selection based on cognitive abilities, conducting a selection based on the cadre formation process, conducting a selection based on primordial ties and conducting a selection based on administrative areas. It is acknowledged that every strategy implemented must have its own weaknesses. For example, when selecting candidates based on administrative area considerations, it could close the opportunity for other candidates who are cognitively superior, or who were born from the political process, even those who have primordial ties.   Keywords: Implementation; Recruitment Function; Legislative Candidates; Nasdem Part

    Strategi Partai Golkar Dalam Pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Di Kota Manado Tahun 2020

    No full text
    Sebagai salah satu partai besar yang ada di Kota Manado Partai Golkar sangat berambisi untuk dapat memenangkan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwako) pada tahun 2020. Namun pada kenyataannya partai Golkar mengalami kekalahan. Artikel ini akan mengkaji strategi yang dimainkan oleh partai Golkar untuk memenangkan kompetisi Pilwako di Kota Manado. Dengan menggunakan metode kualitatif, artikel ini akan fokus melihat dan mendeskripsikan strategi partai Golkar dan kelemahan dari strategi tersebut sehingga menyebabkan kekalahan partai Golkar. Kajian dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang dikemukakan oleh Nimmo (2011), tentang jenis strategi kampanye. Temuan penelitian menggambarkan beberapa strategi yang dilakukan oleh partai Golkar, diantaranya adalah Strategi komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan jaringan kekuasaan tingkat local. Selain itu, partai Golkar juga menghimpun kekuasaan mayoritas elite lokal di kota Manado untuk kemudian ‘mengikatnya’ baik secara sukarela ataupun melalui tekanan structural, dengan memanfaatkan pengaruh elite secara luas, baik di structural birokrasi, pengusaha maupun elite di lingkungan pendukung. Partai Golkar juga melakukan sosialisasi dengan melakukan pencitraan dan penguatan jati diri (karakter partai) kepada masyarakat serta menyampaikan visi dan misi serta program partai Golkar. Selain itu partai Golkar juga sering menghadiri atau mengadakan event di lingkungan masyarakat dengan menyampaikan program, kampanye atau sosialisasi ke masyarakat.   Kata Kunci: Strategi; Partai Golkar: Pilwako     ABSTRACT As one of the major parties in Manado City, the Golkar Party is very ambitious to win the Mayor and Deputy Mayor Election (Pilwako) in 2020. But in reality the Golkar party has lost. This article will examine the strategy played by the Golkar party to win the Wako election competition in Manado City. By using a qualitative method, this article will focus on looking at and describing the strategy of the Golkar party and the weaknesses of that strategy that led to the defeat of the Golkar party. The study was conducted using the approach proposed by Nimmo (2011), regarding the types of campaign strategies. The research findings describe several strategies carried out by the Golkar party, including the communication strategy carried out using a local level power network. In addition, the Golkar party also collects the power of the majority of local elites in the city of Manado to then 'bind' it either voluntarily or through structural pressure, by utilizing the influence of the elite widely, both in the structural bureaucracy, businessmen and elites in the supporting environment. The Golkar Party also conducts socialization by conducting imagery and strengthening of identity (party character) to the public as well as conveying the vision and mission and programs of the Golkar party. In addition, the Golkar party also often attends or holds events in the community by conveying programs, campaigns or outreach to the public.   Keywords: Strategy; Golkar Party: Pilwak

    Pendidikan Politik Generasi Milenial Melalui Organisasi Sayap Partai: Studi Kasus Liga Mahasiswa Nasdem Sulut

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi implementasi pendidikan politik yang dilakukan oleh Liga Mahasiswa Nasdem Sulawesi Utara dalam upaya meningkatkan pemahaman politik generasi milenial di Sulawesi Utara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, obersvasi, wawancara kepada informan dan melakukan focus group discussion. Penelitian ini menunjukan bahwa dalam melaksanakan konsep pendidikan politik yang ada, Liga Mahasiswa Nasdem Sulut melakukan beberapa strategi antara lain; penguatan peran tokoh politik, penguatan kelembahaan melalui pengembangan SDM, efesiensi ruang penidikan politik dan optimalisasi peran mahasiswa sebagai kaum intelektual. Pada penerapan strategi-strategi tersebut ditemui kendala antara lain kondisi geografis yang kurang memungkinkan untuk mengumpulkan seluruh anggota dalam satu kegiatan. Kemudian kurangnya penjabatan kegiatan di tingkat kabupaten/kota menyebabkan target penerapan konsep pendidikan politik yang ada kurang optimal. Kata kunci: Pendidikan Politik; Milenial;  Organisasi Sayap Partai   ABSRTACT This study aims to determine the implementation strategy of political education carried out by the Liga Mahasiswa Nasdem Sulut in an effort to increase political understanding of the millennial generation in North Sulawesi. This research was conducted using qualitative methods with a descriptive approach. Data collection is carried out through documentation studies, observations, interviews with informants and conducting focus group discussions. This research shows that in implementing the existing political education concept, the Liga Mahasiswa Nasdem Sulut carried out several strategies, including; strengthening the role of political figures, strengthening valleys through human resource development, efficiency of political education space and optimizing the role of students as intellectuals. In the implementation of these strategies, obstacles were encountered, including geographical conditions that were less likely to gather all members in one activity. Then the lack of activity positioning at the district / city level causes the target of implementing the existing political education concept to be less than optimal.   Key words: Political Education; Milennial; Wings Party Organizatio

    Strategi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dalam Komunikasi Politik Lewat Media Sosial Pada Pilkada 2020 di Kota Manado

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif sebagai media untuk memaparkan secara ilmiah strategi Partai PDIP dalam komunikasi politik lewat media sosial. Penelitian ini berfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan strategi partai PDIP dalam melakukan komunikasi politik pada masyarakat luas pada Pilkada tahun 2020 di kota Manado. Penelitian yang melibatkan beberapa informan antaranya pengurus DPC PDIP Kota Manado, Tokoh Politik, Akademisi, Tokoh Masyarakat dan Mahasiswa. Serta menggunakan Teknik pengumpulan data seperti wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian ini menjelaskan bahwa PDIP telah melaksanakan strategi politiknya dengan baik. Strategi yang digunakan antara lain pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi politik. Namun pada pelaksanaannya masih ada kendala yang dihadapi seperti kader-kader yang ada masih kurang maksimal melaksanakan strategi tersebut. Kata kunci: Strategi, Komunikasi Politik, Pilkada   ABSTRACT This research was conducted using descriptive qualitative research as a medium to scientifically explain the PDIP Party's strategy in political communication through social media. This research focuses on matters related to the PDIP party's strategy in conducting political communication to the wider community in the 2020 Pilkada in Manado city. The research involved several informants including Manado City DPC PDIP administrators, political figures, academics, community leaders and students. As well as using data collection techniques such as interviews and documentation. The findings of this study explain that PDIP has implemented its political strategy well. The strategies used include the use of social media as a means of political communication. However, in its implementation there are still obstacles faced, such as existing cadres who are still not maximally implementing the strategy.   Key words: Strategy; Political Communication; Electio

    Perilaku Politik Pemuda Pada Pemilihan Kepala Daerah: (Analisis Perilaku Pemuda Di Kelurahan Kolongan Akembawi, Kecamatan Tahuna Barat, Kabupaten Kepulauan Sangihe Pada Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020)

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini mengkaji tentang perilaku politik pemuda pada pemilihan kepala daerah. Pemuda dalam penelitian ini di fokuskan pada para pemuda yang ada di kelurahan Kolongan Akembawi, kecamatan Tahuna Barat, Kabupaten Kepulauan Sangihe pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk melihat bagaimana bentuk dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemuda pada pemilihan kepala daerah di Sulawesi Utara tahun 2020 tersebut. Temuan penelitian mengambarkan terdapat beberapa bentuk perilaku para pemuda yang ada di kelurahan Kolongan Akembawi, kecamatan Tahuna Barat, Kabupaten Kepulauan Sangihe, diantaranya adalah ada yang berperilaku idealis yaitu mereka yang dalam menentukan pilihannya kepada kandidat dengan melihat visi dan misi yang disampaikan. Selain itu ada juga yang berperilaku kritis, yaitu mereka yang tidak langsung percaya dengan visi dan misi yang disampaikan dan cenderung memperhatikan rekam jejak dari kandidat. Selain kedua bentuk perilaku tersebut ada juga para pemuda yang berperilaku sebagai seorang yang memiliki kesadaran politik yang tinggi,. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemuda disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yakni disebabkan karena kepemilikan pengetahuan yang mendorong kesadaran politik mereka menjadi tinggi, sedangkan faktor eksternal lebih banyak disebabkan oleh pengaruh visi misi yang disampaikan oleh para kandidat serta rekam jejak para kandidat.   Kata Kunci : Perilaku politik ; Pemuda; Pemilihan Kepala Daerah       ABSTRACT                 his study examines the political behavior of youth in regional head elections. The youth in this study focused on youth in the Kolongan Akembawi sub-district, Tahuna Barat sub-district, Sangihe Islands Regency in the 2020 election of the Governor and Deputy Governor of North Sulawesi. This study used qualitative methods to see how forms and factors influence behavior youth in the 2020 regional head election in North Sulawesi. The research findings illustrate that there are several forms of youth behavior in the Kolongan Akembawi sub-district, Tahuna Barat sub-district, Sangihe Islands Regency, including some who behave idealistically, namely those who determine their choice of candidates by looking at the vision and mission conveyed. In addition, there are also those who behave critically, namely those who do not immediately believe in the vision and mission presented and tend to pay attention to the candidate's track record. In addition to these two forms of behavior, there are also young people who behave as someone who has high political awareness. While the factors that influence youth behavior are caused by two factors, namely internal factors and external factors. Internal factors are caused by the ownership of knowledge that drives their political awareness to be high, while external factors are more due to the influence of the vision and mission conveyed by the candidates and the track records of the candidates.   Keywords: Political behavior; Youth; Regional Head Electio

    201

    full texts

    276

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL POLITICO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇