Personifikasi
Not a member yet
169 research outputs found
Sort by
Studi Awal Adaptasi Alat Ukur Leisure Satisfaction di Indonesia
Leisure Satisfaction Sscale (LSS) - Short form merupakan skala yang memberikan ukuran sejauh mana individu memandang bahwa kebutuhan pribadi tertentu dipenuhi atau dipuaskan melalui kegiatan waktu luang. Di Indonesia, LSS - Short form belum pernah diadaptasi ke versi Bahasa Indonesia. Peneliti melihat bahwa perlu dilakukan adaptasi LSS - Short form versi Bahasa Indonesia yang mana sebelumnya alat ukur ini sudah banyak digunakan oleh penelitian terdahulu. LSS - Short form memiliki enam komponen atau sub-skala yaitu psychological, educational, social, relaxation, physiological, dan aesthetic. Masing-masing sub-skala terdiri dari 4 aitem sehingga keseluruhan LSS - Short form terdiri dari 24 aitem. Proses adaptasi mengikuti enam tahapan (translate-sintesa-backward translate), baik kualitatif maupun kuantitatif. Hasil terjemahan alat ukur tersebut kemudian diberikan kepada lima orang karyawan di Jakarta dan mereka diminta untuk membaca setiap aitem untuk mengecek pemahaman dalam setiap aitem. Hasil uji keterbacaan dari 5 partisipan tersebut menyatakan bahwa LSS - Short form memiliki kalimat yang mudah dipahami oleh partisipan sehingga LSS - Short form langsung diuji coba kepada 30 orang karyawan untuk dianalisis secara kuantitatif. Hasil akhir aitem ini kemudian dilakukan pengambilan data kepada 81 orang karyawan di Jakarta. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa LSS - Short form versi Bahasa Indonesia memiliki reliabilitas dan validitas yang baik
Perilaku Prososial Siswa dan Implikasi Program dalam Bimbingan Pribadi Sosial
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat perilaku prososial pada siswa 11 IPS SMA Negeri 1 Kota Cilegon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Probability Sampling dengan metode Propotional Random Sampling menggunkan angket. Partisipan dalam penelitian yaitu siswa kelas XI IPS 1-4 yang berjumlah 142 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran perilaku prososial siswa terbagi menjadi tiga kategori, yaitu tinggi dengan presentase 20%, kategori sedang dengan presentase 63%, dan kategori rendah dengan presentase 17%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan adanya potensi rendahnya perilaku prososial sedang dan rendah sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan perilaku prososial bagi siswa. Upaya tersebut diimplikasikan dalam pembuatan program Bimbingan dan Konseling Pribadi-Sosial untuk meningkatkan perilaku prososial siswa
Analisis Kebutuhan Pengembangan Organisasi Pada Kelompok Usaha X (Pendekatan 7s Framework Of Mckinsey)
Perkembangan era globalisasi menjadikan persaiangan dunia usaha dan industri semakin meningkat pesat. Usaha X termasuk kedalam usaha mandiri yang didirikan dengan tujuan mengembangan keterampilan serta perekonomian kelompok dari Usaha X, pada akhirnya Usaha X ini berhasil didirikan pada tahun 2020. Salah satu metode efektif yang dapat dilakukan untuk melihat efektivitas Usaha X adalah dengan menggunakan analisis 7s Mc Kinsey. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini ialah untuk Mengevaluasi efektivitas kinerja Usaha X dan Menganalisa kebutuhan pengembangan Usaha X berdasarkan hasil asesmen dan analisis yang dilakukan. Metode utama yang digunakan dalam deksriftif kualitatif dengan observasi dan wawancara yang menjadi metode pengumpulan data. Berpedoman dari hasil yang diperoleh memperlihatkan sasaran yang ditentukan pada awal untuk pengembangan terkait keterampilan individu sebagai pengurus usaha X belum jelas. Oleh sebab itu, Goal Setting Training dibutuhkan untuk psikoedukasi/pelatihan dalam usaha X untuk peningkatan kinerja untuk mencapai tujuan yang tepat dan jelas
Wisata Super Premium Labuan Bajo: Mengkaji Peran Langsung dan Tidak Langsung Terhadap Visiting Intention Ditinjau dari Destination Image dan Tourist Expectation
The Indonesian government was planning a super premium tour of Labuan Bajo to be realized in 2020. Still, the change in this type of tourism resulted in various changes in travel behaviour. This study aims to examine the direct and indirect role of visiting intentions to Labuan Bajo through the destination image and tourist expectation. This research involved 141 tourists who have been and who have a desire to visit Labuan Bajo. Researchers used three scales of analysis, namely the scale of destination image, traveller expectations and visiting intentions. The analysis of this study uses multiple linear regression. The results showed a direct or indirect role of the destination image toward visiting intentions. There are two direct roles obtained, the first direct role from the destination image to the visiting intention and the other direct role from tourist's expectation towards visiting intentions. In contrast, the indirect role of the destination image generated through the expectation of a traveller toward visiting intention. Other results show that there is a simultaneous role between destination image and tourist expectations of the intention to visit Labuan Bajo
Pengaruh Situasi Sosial Dan Nilai Budaya Madura Terhadap Regulasi Emosi Individu Etnis Madura
AbstrakAll this time individual of Madurese ethnic are known temperamental and emotional as well as highly carry self esteem. Social situation and the Madurese cultural values take role in emotion regulation. This research is intended to see and to test of the influence of Madurese social situation and cultural values toward their emotion regulation. This research uses 400 persons as samples taken from 4 (four) regencies available in Madura island by applying Multi stage sampling technique. The data are taken by using the emotion regulation scale, social situation scale and the Madurese cultural value scale. All of these samples are analysed by using the Partial Least Square (PLS) Methode. Output of calculation indicates Madurese cultural values greater impact on emotion regulation compared with social situation. Key word : social situation, Madurese cultural values, emotion regulation. Abstrak Selama ini individu etnis Madura diketahui temperamental dan emosional serta menjunjung tinggi harga diri. Situasi social dan nilai budaya Madura berperan terhadap regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menguji pengaruh dari situasi social dan nilai budaya Madura terhadap regulasi emosi individunya. Penelitian ini menggunakan sampel 400 orang dari empat kabupaten yang ada di Pulau Madura, dengan teknik multistage sampling. Data digali menggunakan skala regulasi emosi, situasi social, skala nilai budaya Madura dan dianalisis dengan menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil perhitungan menunjukkan nilai budaya Madura lebih besar pengaruhnya terhadap regulasi emosi disbanding dengan situasi sosial. Kata kunci : situasi sosial, nilai budaya Madura, regulasi emosi
Pengaruh Servant Leadership Terhadap Psychological Capital Prajurit TNI AD di Pusat Pendidikan Infanteri
Penelitian ini adalah studi kausal antara Servant Leadership dengan Psychological Capital Prajurit TNI AD di pusat Pendidikan Infanteri. Maksud dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran mengenai ada atau tidaknya pengaruh antara Servant Leadership dengan Psychological Capital Prajurit TNI AD di pusat Pendidikan Infanteri. “Servant Leadership adalah orang yang pertama memberikan pelayanan. Ini dimulai dengan perasaan alami bahwa orang ingin dilayani, melayani terlebih dahulu. Kemudian pilihan sadar membawa seseorang berkeinginan untuk memimpin” Greenleaf (1999). Sedangkan “Psychological Capital adalah suatu bagian dari psikologis positif yang dimiliki oleh setiap individu yang berguna untuk membantu individu tersebut untuk dapat berkembang dengan adanya Self-efficacy, Hope, Optimism and Resilience Luthans, Youssef dan Avolio (2007). Adapun yang menjadi sampel penelitian ini adalah 147 orang Prajurit di pusat Pendidikan Infanteri dengan pangkat Perwira, Bintara dan Tamtama yang di dapatkan dengan teknik probability sampling. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh Pengaruh Servant Leadership terhadap Psychological Capital Prajurit di pusat Pendidikan Infanteri dengan Nilai R² yang diperoleh adalah sebesar 0.469, artinya besarnya Pengaruh Servant Leadership terhadap Psychological Capital Prajurit sebesar 46 persen. Aspek Servant Leadership yang paling mempengaruhi adalah aspek Wisdom, selain itu Psychological Capital Prajurit di dominasi oleh pangkat bintara pada aspek Self Efficacy, Hope, dan Optimism. Sedangkan Perwira pada aspek Resilience
Hubungan antara Self Esteem dengan Kecenderungan Nomophobia pada Mahasiswa Perempuan di Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan kecenderungan nomophobia pada mahasiswa perempuan di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis korelasi. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif di Surabaya dengan jumlah 349 responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala self-esteem dan skala kecenderungan nomophobia. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji korelasi product moment dengan bantuan program SPSS 23.0 for windows. Hasil penelitian memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (sig. 0,00 kurang dari 0,05) dengan koefisien korelasi -0,471 hal tersebut membuktikan ada hubungan negatif yang signifikan antara self-esteem dengan kecenderungan nomophobia pada mahasiswa perempuan di Surabaya. Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima, artinya ada hubungan antara self-esteem dengan kecenderungan nomophobia pada mahasiswa perempuan di Surabaya. Semakin tinggi self-esteem, maka semakin rendah kecenderungan nomophobia pada mahasiswa perempuan di Surabaya. Begitu sebaliknya semakin rendah self-esteem, maka semakin tinggi kecenderungan nomophobia pada mahasiswa perempuan di Surabaya
Self Esteem Mantan Klebun di Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui self esteem pada mantan Klebun di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi terhadap dua Klebun yang sudah purna tugas sebagai subjek penelitian yang ditentukan dengan menggunakan teknik purpossive sampling dengan kriteria, 1) merupakan Klebun keturunan (sebelumnya keluarganya yang jadi Klebun), 2) menjabat Klebun minimal dua periode 3) merupakan mantan Klebun di kecamatan Pademawu, kabupaten Pamekasan. Metode pengambilan data yang digunakan yaitu wawancara semi terstruktur dengan teknik analisa data Miles and Huberman dengan triangulasi waktu dan sumber sebagai uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan Harga diri mantan Klebun saat ini memiliki harga diri tinggi. Terlihat dari beberapa aspek yaitu, kekuasaan berupa perilaku subjek bisa mengontrol diri dan orang lain. Keberartian berupa perhatian dan kepedulian orang sekitar kepada subjek. Terlihat dari keluarga, sahabat yang masih peduli kepada subjek. Kebajikan, Terlihat dari kegiatan sehari-hari subjek yakni sering solat berjamaah di masjid maupun musholla, sering diminta untuk mengimami jamaah, juga setiap pekan ada kegiatan masyarakat seperti tahlil, yaasinan, dsb. Kemampuan terlihat dari kemampuan subjek dalam mengkoordinir setiap anggota dari kelompok yang subjek menjadi ketuanya