Personifikasi
Not a member yet
    169 research outputs found

    Hubungan antara Kepercayaan Diri dengan Kecemasan Berbicara di Depan Umum pada Mahasiswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa. Partisipan berjumlah 166 mahasiswa Universitas Abdurrab Pekanbaru. Partisipan mengisi dua kuesioner, yaitu kepercayaan diri dan kecemasan berbicara di depan umum. Pengumpulan data menggunakan purposif sampling. Hasilnya menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum (r) = 0.461, p = 0.000 (p kurangdari 0.05). Implikasi hasil penelitian dibahas dalam artikel ini

    Kontribusi Pola Asuh dan Religiusitas Orang Tua terhadap Moralitas Siswa SMA Islam Hidayatullah Semarang

    No full text
    Kemajuan teknologi banyak sekali membawa dampak, terutama bagi remaja. Remaja sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki moral yang baik sehingga nantinya terbentuk pribadi yang unggul. Untuk menanamkan moral pada diri remaja sangat dibutuhkan dukungan dari berbagai kalangan, terutama keluarga yang merupakan komunitas pertama yang dikenal remaja. Dari lingkungan keluarga inilah remaja mengenal semua hal termasuk agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi dari : (1) pola asuh otoriter terhadap moralitas siswa, (2) pola asuh demokratis terhadap moralitas siswa, (3) pola asuh permisif terhadap moralitas siswa, dan (4) religiusitas orang tua terhadap moralitas siswa SMA Islam Hidayatullah. Populasi penelitian adalah siswa SMA Islam Hidayatullah Semarang. Data penelitian dianalisis dengan statistik korelasi dan regresi yang selanjutnya diuji dengan uji F dengan menggunakan analisis program SPSS 11.0 for windows. Hasil penelitian didapatkan : (1) ada kontribusi yang signifikan  antara pola asuh otoriter dengan moralitas siswa, dengan r = 0,387 dan koefisien determinasinya (R2) = 0,150, kontribusi yang diberikan pola asuh otoriter terhadap  hasil belajar siswa sebesar 15 %. (2) Ada kontribusi yang signifikan  antara pola asuh demokratis dengan moralitas siswa, dengan r = 0,541 dan koefisien determinasinya (R2) = 0,293,  kontribusi yang diberikan pola asuh demokratis terhadap  hasil belajar siswa sebesar 29,3 %. (3) Ada kontribusi yang signifikan  antara pola asuh permisif dengan moralitas siswa, dengan r = 0,334 dan koefisien determinasinya (R2) = 0,112, kontribusi yang diberikan pola asuh permisif terhadap  hasil belajar siswa sebesar 11,2 %. (4) Ada kontribusi yang signifikan antara religiusitas orang tua dengan moralitas siswa, dengan r = 0,596 dan koefisien determinasinya (R2) = 0,355, kontribusi yang diberikan religiusitas orang tua terhadap  moralitas siswa sebesar 35,5 %. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar moralitas siswa SMA Islam Hidayatullah Semarang dapat ditingkatkan atau diprediksi melalui pola asuh orang tua (terutama pola asuh demokratis)  dan religiusitas orang tua yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap peningkatan moralitas siswa. Dengan terjawabnya penelitian ini, pihak sekolah lewat guru bimbingan konseling hendaknya memberikan informasi kepada orang tua tentang pentingnya pola asuh yang tepat, dan juga menghimbau orang tua untuk lebih meningkatkan ketaatan beragama

    Dinamika Psikologis Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga

    No full text
    Kekerasan terhadap perempuan khususnya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih dipandang sebagai ikatan yang sakral, dan lebih dipenuhi dengan berbagai norma sosial, budaya dan keyakinan agama. Ada beberapa faktor yang menyulitkan perempuan korban KDRT untuk menyelesaikan masalahnya : a) masyarakat umum masih memandang masalah KDRT sebagai masalah pribadi keluarga, tidak boleh dicampuri, dianggap wajar karena suami ditempatkan sebagai kepala keluarga dan pendidik istri, b) masyarakat masih memandang keutuhan institusi keluarga ada di tangan istri, sehingga istri justru akan dipersalahkan dan dicela apabila institusi keluarga hancur, c) ada stigma di masyarakat terhadap perempuan berstatus janda, d) ada kecenderungan istri tergantung secara ekonomi maupun emosional terhadap suaminya, sehingga sulit bagi mereka membuat keputusan untuk berpisah atau melaporkan perbuatan aniaya suaminya. Hal yang paling sering muncul dan dominan adalah kebimbangan dalam membuat keputusan atas dirinya sendiri dalam menghadapi situasi kekerasan dari suaminya. Karakteristik rasa bersalah umum terjadi pada survivor kekerasan, bahkan seringkali si istri yang merasa bahwa dirinyalah yang bertanggung jawab atas semua perilaku kasar suaminya. Perempuan korban KDRT biasanya memiliki stres emosional yang berkepanjangan dan terus menerus (konstan) karena dirinya telah terjebak dalam siklus kekerasan tanpa dapat memotong siklus tersebut. Dinamika psikologis perempuan korban kekerasan, antara lain yaitu : merasa bersalah, merasa tidak berdaya (powerless), kemarahan yang mendalam, malu, cemas, gangguan tidur. Kewajiban di dalam masyarakat untuk menghentikan tindakan KDRT dengan cara mencegah dan membantu korban KDRT, sehingga korban dapat terbantu dalam mengambil keputusan yang tepat untuk dirinya

    Hubungan antara Frekuensi Rekreasi di Akhir Pekan dengan Motivasi Kerja Karyawan FISIB Universitas Trunojoyo Madura

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi rekreasi di akhir pekan dengan motivasi kerja karyawan FISIB Universitas Trunojoyo Madura.Penelitian ini adalah suatu  penelitian deskriptif tipe analisis korelasi dengan populasi total.Responden penelitian ini adalah karyawan FISIB Unioversitas Trunojoyo Madura.Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan korelasi antara frekuensi rekreasi di akhir pekan dan motivasi kerja r = - 0,071, p = 0, 782 (p kurang dari 0,05).Data tersebut menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara frekuensi rekreasi di akhir pekan dengan motivasi kerja

    Komunikasi Interpersonal Suami Isteri Menuju Keluarga Harmonis

    No full text
    Komunikasi merupakan bagian inti dari kehidupan manusia. Melalui proses komunikasi, seseorang berusaha untuk menyampaikan pikiran dan perasaannya kepada orang lain. Dari proses komunikasi tersebut tercipta upaya dalam mempengaruhi orang lain untuk ikut merasakan atau lebih jauh melakukan apa yang dikehendaki oleh si pembicara (komunikator). Keberhasilan dalam menciptakan keluarga yang harmonis tergantung pada komitmen suami isteri untuk tetap setia pada ikatan perkawinan. Janji setia untuk tidak mengkhianati perkawinan tersebut perlu terus-menerus dipertahankan dengan menyuburkan komunikasi interpersonal di kalangan pasangan suami isteri. Banyak pasangan suami isteri kurang memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik, khususnya dalam menerapkan komunikasi interpersonal di antara mereka, sehingga mereka tidak mampu mengatasi “hempasan badai rumah tangga”. Jadi untuk membangun sebuah keluarga yang harmonis, suami isteri dituntut harus menjadi tim yang solid. Maka dari itu keterampilan komunikasi interpersonal sangat penting

    Mendongeng dan Penguasaan Perbendaharaan Kata pada Anak Usia Taman Kanak-kanak

    No full text
    Anak Usia Taman Kanak-kanak termasuk anak usia prasekolah (Biechler dan Snowman dalam Patmonodewo, 2000). Pada saat ini, perkembangan fisik dan perkembangan kemampuan berbahasa terbentuk dan berkembang dengan pesat (Rachmadi, 2002). Menurut Papalia dan Olds (1986) anak usia  prasekolah dapat berkomunikasi dengan teman-temannya atau orang-orang dewasa di sekitarnya melalui kemampuan berbahasanya. Bahasa juga membantu anak prasekolah untuk meminta dan meraih apa yang diinginkan, mampu menjaga diri serta melatih kontrol diri. Kemampuan berbahasa anak prasekolah salah satunya dapat dilihat dari perbendaharaan kata yang dimilikinya (Stanford-Binet dalam Gregory, 1996). Salah satu faktor yang dianggap dapat meningkatkan penguasaan perbendaharaan kata anak-anak usia taman kanak-kanak adalah melalui pemberian cerita (mendongeng)

    Terapi Keluarga untuk Meningkatkan Harga Diri Individu yang Mengalami Retardasi Mental dan gangguan Somatisasi

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah Menerapkan  terapi keluarga untuk meningkatkan Harga Diri  individu yang mengalami retardasi mental dan gangguan somatisasi. Pendidikan keluarga, satu bidang yang paling penting yang dapat di jawab oleh klinisi adalah pendidikan keluarga dari anak yang mengalami gangguan retardasi mental tentang cara meningkatkan kompetensi dan harga diri sambil mempertahankan harapan yang realistik untuk pasien. Penelitian ini menggunakan metodelogi penelitian jenis kualitatif. Adapun cara mendapatkan data dilakukan dengan melakukan asesment psikotes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dilakukan rancangan intervensi yang melibatkan seluruh anggota keluarga untuk meningkatkan kemadirian pada individu tersebut, dan dilakukan evaluasi di tiap tahapan tersebut. Intervensi ini dilakukan selama 1½ bulan dan dianggap efektif untuk membantu memecahkan problem perilaku anak dan mengubah sistem keluarga, sehingga dapat meningkatkan harga diri pada individu retardasi mental dan somatisasi

    Stimulasi Kecerdasan Emosi Anak Usia Dini Melalui Pendidikan Emosi

    No full text
    Aspek emosi sangat penting untuk distimulasi sejak usia dini agar kecerdasan emosi anak dapat berkembang secara optimal. Melalui pengembangan kecerdasan emosi, keterampilan sosial anak akan mengalami peningkatan, demikian pula prestasi akademiknya (aspek intelektual), sehingga pada akhirnya akan mendukung kesiapan anak untuk sekolah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelatihan pendidikan emosi untuk meningkatkan pemahaman Bunda PAUD mengenai stimulasi kecerdasan emosi pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Subjek adalah 34 orang Bunda PAUD dari berbagai wilayah Surabaya. Hasil uji perbedaan skor pre test dan skor post test menunjukkan nilai t sebesar -4.359 pada p = 0.000. Artinya, ada perbedaan yang signifikan pada perubahan tingkat pemahaman subjek mengenai stimulasi kecerdasan emosi antara sebelum dan setelah memperoleh pelatihan. Kesimpulannya adalah pelatihan pendidikan emosi efektif untuk meningkatkan pemahaman Bunda PAUD mengenai stimulasi kecerdasan emosi pada anak usia dini

    Studi Deskriptif tentang Gaya Hidup Masyarakat Pesisir (Nelayan) Pantai Utara Blimbing Paciran-Lamongan

    No full text
    Masyarakat adalah sebuah kelompok individu yang berbeda antara satu dengan yang lainnya dalam satu area, kondisi dan situasi yang membentuk satu komunitas masyarakat daerah pesisir (nelayan), yang mana kebanyakan dari mata pencaharian mereka bergantung pada laut. Lingkungan dalam satu komunitas merupakan tempat penting bagi kita untuk mempelajari sesuatu; baik lingkungan secara fisik yang merupakan ciri dari komunitas daerah pesisir (nelayan) dan juga lingkungan secara tidak fisik yang mencangkup kebudayaan sosial sebagai seorang individu yang memiliki kebutuhan fisik dan psikologis. Secara bertahap, seorang individu akan belajar mempelajari hal yang sebaik yang gambarkan untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam masyarakat. Pada akhirnya, cara ini akan menjadi karakter pribadi mereka dan berlanjut menjadi gaya hidup. Penelitian ini menggunakan bentuk kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menjabarkan bagaimana gaya hidup masyarakat daerah pesisir pada umumnya dengan menggunakan instrumen interview dan observasi. Sampel dari penelitian ini adalah 15 orang yang hidup di daerah pesisir pantai Lamongan-Paciran-Blimbing. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya hidup masyarakat daerah pesisir lebih banyak menghabiskan waktu mereka di rumah bersama keluarga. Sebagian kecil dari subjek yang diteliti adalah subjek yang bukan individualisme yang tidak ingin menjadi orang asing yang menghabiskan sejumlah besar uang demi kebahagian pribadi. Hal yang terpenting adalah subjek tetap menjaga hubungan dengan tetangga, menghargai hubungan antar individu. Disisi lain, subjek yang diteliti ini lebih banyak menghabiskan uang mereka pada pakaian dan halhal yang bernuansa sepak bola. Subjek juga memiliki karakter yang tidak bisa berdiam diri dan selalu ingin melakukan sesuatu

    0

    full texts

    169

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Personifikasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇