Personifikasi
Not a member yet
    169 research outputs found

    PENGARUH SCHOOL WELL BEING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA

    No full text
    This study aims to determine the effect of school well being of the students' motivation. A good education system capable of making prosperous their students. Student welfare important for schools because it is associated with the degree of effectiveness of the communication functions of the students at the school. School well being or welfare of the student in an educational context can not be explained explicitly and in detail as listed in educational policy.Well being Protégé is an order of life and livelihood of the students to ensure the growth and development of the students fairly, both spiritually, physically, and socially.In essence, the motivation to learn is internal and external encouragement to the students who are learn to make changes in behavior.Expected well being a good school can provide a good influence on the students motivation.Result analysis: School well being has a significant effect on learning motivasi.  Keywords: school well being, motivation to learn

    Hubungan antara Tingkat Kognisi Sosial dengan Kenakalan Remaja di STM Siang Surabaya

    No full text
    Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Pada masa remaja mengembangkan identitas diri atau jati diri. Jika remaja gagal mengembangkan identitas dirinya, maka remaja akan mengalami kebingungan, kehilangan arah dan dapat mengembangkan perilaku menyimpang, seperti mengisolasi diri dari masyarakat. Perkembangan moral pada masa remaja, biasanya akan muncul perilaku yang melanggar atau tidak sesuai dengan norma, sehingga perilaku ini tidak dapat dibenarkan, seperti tawuran antara sekolah, kejahatan, dan penggunaan narkoba. Pengendalian diri dan kematangan emosional dapat mempengaruhi penyesuaian kognisi sosial pada remaja, di mana remaja dituntut untuk mandiri, dan lebih dewasa dalam penyesuaian. Pemahaman ini mendorong remaja untuk melakukan hubungan sosial yang lebih akrab dengan kelompok teman sebaya. Analisa korelasi produk moment antara tingkat kognisi sosial dengan kenakalan remaja diperoleh hasil yaitu rxy = 0,110 pada tingkat signifikansi (p) = 0,012 ini berarti bahwa variabel bebas X tidak memiliki hubungan dengan variabel dependen Y. Tidak adanya hubungan dalam penelitian ini bisa dipengaruhi oleh banyaknya hal, sehingga mengarah pada kenakalan remaja. Salah satu faktor yang bisa mempengaruhinya adalah konasi dan afeksi

    Penanggulangan Kenakalan Remaja Melalui Pendekatan Terapi Rasional Emotif

    No full text
    Kenakalan remaja merupakan gambaran dari kepribadian antisosial atau gangguan tingkah laku remaja.  Hal ini kalau dibiarkan akan mengganggu banyak hal dan juga perkembangan remaja itu sendiri. Model pendekatan rasional terapi yang dikembangkan Albert Ellis kiranya sangat tepat untuk mengatasi kenakalan remaja. Karena terapi ini bertumpu pada pandangan utama bahwa individu merupakan makhluk yang rasional dan juga tidak rasional. Melalui pendekatan terapi rasional emotif ini diharapkan remaja yang berperilaku menyimpang mampu berfikir rasional sehingga mereka akan kembali ke perilaku yang sesuai dengan norma masyarakat

    Sixth Sense dan Kearifan Lokal

    No full text
    Di era modern ini, perdebatan mengenai indera keenam masih menjadi topic yang sangat menarik. Setidaknya ada kubu dengan dua sudut pandang yang berbeda dalam memandang indera keenam ini, yang pertama adalah kubu ilmuwan yang mengedepankan sudut pandang ilmiah dan analisis rasional, dan kubu kedua adalah kubu orang-orang yang memegang kepercayaan tradisional dan kearifan lokal. Sayangnya, setiap kubu berpijak pada sudut pandangnya masing-masing dan memandang sudut pandang lainnya sebagai sesuatu yang tidak benar. Kesenjangan antara sudut pandang kedua kubu ini memicu kebingungan mengenai indera keenam yang sebenarnya. Dampak yang muncul adalah adanya perbedaan sikap di masyarakat dalam memandang dan mempersepsikan indera keenam. Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai indera keenam dari dua sudut pandang tersebut; sudut pandan ilmiah dan sudut pandang tradisional. Artikel ini juga memberikan penjelasan mengenai jenis indera keenam dan pengaruhnya pada masyarakat modern

    Proses Nrimo pada Lansia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses nrimo pada lansia. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel 2 orang lansia yang memiliki tingkat nrimo yang berbeda kemudian membandingkan keduanya untuk mendalami proses-proses nrimo yang dialami oleh kedua sampel. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara pada key person dan significant person serta melakukan observasi. Kedua informan menunjukkan perbedaan dalam memaknai pengalaman hidupnya. Lansia yang tidak nrimo cenderung merasakan hidupnya susah sedangkan lansia nrimo merasa senang-senang saja. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik garis besarnya bahwa nrimo merupakan pembawaan, namun juga harus diusahakan supaya tetap berkembang. Perbedaan kemampuan nrimo dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain 1) kesadaran yang meliputi kesadaran diri, kesadaran terhadap pengalaman (keterbukaan) dan kesadaran akan perbedaan, 2) orientasi hidup, 3) hubungan vertikal dengan Gusti Allah dan, 4) kepentingan. Nrimo memberikan dampak positif bagi lansia antara lain, 1) meningkatkan daya tahan dalam menghadapi nasib buruk, 2) tetap gembira dalam penderitaan, 3) mempunyai daya tahan yang lebih baik secara fisik, 4) meningkatkan tanggung jawab diri, 5) menjaga diri dari perbuatan yang melanggar norma sosial, serta 6) ketenangan

    Hubungan antara Locus of Control dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa

    No full text
    Prokrastinasi akademik yang dilakukan sebagai bentuk coping penghindaran terhadap tugas-tugas akademik menimbulkan dampak negatif bagi prestasi akademik mahasiswa. Keyakinan mahasiswa terhadap diri sendiri mampu menghindari kecenderungan prokrastnasi akademik.Tingkat locus of control yang tinggi menjadi penting dimiliki oleh mahasiswa sebagai salah satu faktor signifikan mempengaruhi tingkat prokrastinasi akademik. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 80 orang yang diambil dari populasi yang berjumlah 679 orang. Alat pengumpul data menggunakan skala locus of control dan skala prokrastinasi akademik. Indeks daya beda pada skala locus of control koefisien totalnya berkisar 0,363-0,713 dengan koefisien reliabilitas 0.915, sedangkan pada prokrastinasi akademik koefisien totalnya berkisar 0,397-0,741 dengan koefisien reliabilitas 0.941.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis  korelasi product moment. Hasil analisis diperoleh koefisien korelasi antara kedua variabel sebesar -0,565 dengan signifikansi sebesar 0,01 (p kurang dari 0,05). Dengan kata lain hipotesis dalam penelitian ini diterima. Artinya, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara locus of control dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Ini berarti semakin tinggi locus of control mahasiswa maka semakin rendah tingkat prokrastinasi akademiknya. Sebaliknya semakin rendah locus of control mahasiswa maka semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademiknya

    Pemberian Informasi Kesehatan Reproduksi dan Intensi Melakukan Hubungan Seksual Pranikah pada Remaja

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah informasi tentang kesehatan reproduksi dapat mempengaruhi intensi perilaku seksual pranikah pada remaja. Hipotesis penelitian ini adalah kelompok remaja yang mendapatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi (kelompok eksperimen) memiliki intensi perilaku seksual pranikah lebih rendah daripada kelompok remaja yang tidak mendapatkan informasi kesehatan reproduksi (kelompok kontrol). Sebanyak 24 subjek yang berpartisipasi dalam eksperimen ini dan dibagi menjadi 2 kelompok (kelompok eksperimen dan kelompok kontrol). Proses pembagian subjek menggunakan teknik random assignment. Desain eksperimen yang digunakan adalah pretest posttest control group design. Data diambil dengan menggunakan Skala Intensi melakukan Hubungan Seksual Pranikah dan dianalisa dengan menggunakan teknik U-Mann Whitney. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki tingkat intensi perilaku seksual pranikah yang lebih rendah daripada kelompok kontrol (Z = 4,173; p kurang dari 0,05)

    Penerapan Prinsip Adult Learning untuk Meningkatkan Pemahaman orang Tua mengenai Pentingnya Bermain Sambil Belajar bagi Anak Usia Prasekolah

    No full text
    Bermain sangat penting dalam kehidupan anak. Oleh karena itu orangtua perlu memahami hal tersebut, sebab orangtua berperan penting dalam menstimulasi perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan prinsip adult learning dalam pelatihan untuk meningkatkan pemahaman orangtua mengenai pentingnya bermain sambil belajar bagi anak usia prasekolah. Materi pelatihan mencakup aspek perkembangan masa kanak-kanak awal, manfaat bermain, prinsip bermain sambil belajar, dan peran orangtua dalam mengoptimalkan perkembangan anak, yang didiskusikan berdasarkan teori dan refleksi pengalaman subjek sebagai orangtua. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip adult learning dalam pelatihan efektif untuk meningkatkan pemahaman orangtua mengenai pentingnya bermain sambil belajar bagi anak prasekolah

    Pemecahan Masalah pada Penderita Depresi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pemecahan masalah pada penderita depresi. Diathesis stress, kondisi psikososial yang menimbulkan tekanan, dan faktor keturunan merupakan berberapa faktor yang mempengaruhi responden mengalami depresi mayor. Meskipun tidak semua individu rentan terhadap depresi karena faktor tersebut, namun faktor tersebut merupakan pemicu awal terjadinya depresi yang diawali dengan stress ringan dan berkembang menjadi depresi apabila tidak ditangani sejak dini kemunculannya. Pemecahan masalah merupakan tindakan awal yang secara naluriah akan dilakukan individu apabila individu sedang terjebak dalam sesuatu kondisi penuh tekanan dan masalah. Menghindari sumber masalah, memahami inti masalah dan mencari jalan keluarnya, serta menggunakan pengalaman (insight) terdahulu yang sama untuk memecahkan masalah yang hampir sama merupakan berberapa tindakan yang umumnya akan dilakukan individu ketika mengadapi masalah. Namun tidak semua individu mampu bertindak secara tepat untuk mengatasi masalah yang berbeda. Hal ini disebabkan karena pengetahuan yang berbeda-beda terhadap kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan menggunakan dua orang responden wanita dengan karakteristik responden penderita mayor. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa proses pemecahan masalah pada kedua responden belum secara maksimal dapat menghilangkan episode depresi mayor secara menyeluruh, namun tindakan pemecahan masalah yang dilakukan kedua resoponden dapat mengurangi frekuensi terjadinya episode depresi mayor yang dialami kedua responden. Oleh karena itu, proses pemecahan masalah sangat berkontribusi untuk mengurangi frekuensi terjadinya kekambuhan depresi

    Konsep Diri Remaja Putus Sekolah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menggambarkan konsep diri remaja putus sekolah. Konsep diri adalah bentuk-bentuk kepercayaan, cara pandang, pengetahuan, evaluasi-evaluasi, dan gambaran terhadap diri dalam konteks masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang sehingga konsep diri akan mengarah pada kemampuan atau ketidakmampuan individu yang mana hal itu akan mempengaruhi perilaku, serta membuat usaha dalam mencapaicita-cita. Penelitian ini adalah merupakan penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan pada remaja putus sekolah saat SMA karena pilihan sendiri (karakteristik pribadi). Subjek penelitian dipilih karena sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian. Jenis pengambilan subjek menggunakan pengambilan sampel dengan kriteria tertentu. Subjek berjumlah dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan. Alat pengumpul data dalam penelitian ini berupa wawancara. Validitas dan reliabilitas penelitian menggunakan triangulasi data dengan significant others. Penulis menganalisa data dengan analisis tematik.Kesimpulan dari dua kasus dalam penelitian ini, yaitu subjek memiliki kecenderungan konsep diri positif dimana subjek mampu menentukan tujuan hidup setelah putus sekolah sesuai dengan realitas yang ada

    0

    full texts

    169

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Personifikasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇