Personifikasi
Not a member yet
    169 research outputs found

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADURA BERBASIS PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL MELALUI SOCIAL ENTERPRENEURSHIP

    No full text
    Setiap masyarakat di suatu daerah memiliki corak khusus sebagai identitasnya. Ciri dari masyarakat Madura jika dilihat dari sudut pandang ekonomi adalah pekerja keras. peribahasa yang mencerminkan bagaimana masyarakat Madura yaitu Mon adagang, adaging(jika berdagang, akan berdaging).Perdagangan merupakan salah satu mata pencaharian yang dimiliki masyarakat Madura. Salah satu potret perdagangan di wilayah Madura dapat dilihat di area jembatan Suramadu.Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik penelitian yang digunakan ada dua teknik yang pertama, wawancara semi terstruktur adalah pengabungan antara wawancara berpedoman dan pertanyaan mendalam yang ditujukan pada pedagang di area Suramadu. Yang kedua observasi adalah metode pengumpulan data berlandaskan pada pengamatan langsung terhadap pengembangan ekonomi lokal masyarakat di sekitar Suramadu.Strategi yang tepat untuk memberdayakan masyarakat dapat difokuskan dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Dimana pemberdayaan dapat dilakukan dengan beberapa sektor penting diantaranya adalah sektor ekonomi dan sosial. Ketika pengembangan ekonomi lokal dilakukan maka secara tidak langsung akan memberikan dampak bagi pemberdayaan masyarakat dan begitu juga sebaliknya. Kata Kunci:Madura, Ekonomi Lokal, Social Enterpreneurship

    MENUMBUHKAN SIKAP POSITIF SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    No full text
    Pembelajaran matematika yang dilaksanakan guru di kelas menjadi persoalan yang sangat menarik untuk didiskusikan. Siswa memandang matematika sebagai suatu mata pelajaran yang sangat membosankan, menyeramkan, bahkan menakutkan. Banyak siswa yang berusaha menghindari mata pelajaran tersebut. Hal ini jelas sangat berakibat buruk bagi perkembangan pendidikan matematika ke depan. Pembelajaran bermakna diharapkan dapat meningkatkan sikap positif terhadap matematika yang akhir-akhir ini sangat jarang dilakukan. Tulisan ini menguraikan tentang cara menumbuhkan sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kata kunci: Sikap positif, dan pembelajaran matematik

    AGRESIVITAS REMAJA PUTRI AKIBAT TRADISI TAN-MANTANAN dI DESA POTERAN, KECAMATAN TALANGO, KABUPATEN SUMENEP

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Agresivitas remaja Akibat Tradisi Tan-mantanan dan faktor apa saja yang menyebabkan remaja melakukan agresi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan dengan tiga orang subjek dengan karakteristik penelitian remaja yang melakukan tradisi tan-mantanan, remaja akhir yang berusia 19-22 tahun, remaja yang melakukan pemberontakan untuk membatalkan pertunangan, remaja perempuan dan remaja penduduk asli Desa Poteran. Adapun penentuan sampel dalam penelitian menggunakan purposive sampling, serta teknik pengambilan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Teknis analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yakni dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan.Hasil penelitian gambaran agresivitas remaja akibat tradisi tan-mantanan. 1. Verbal aggression. subjek yang melakukan tradisi tan-mantanan melakukan perlawanan kepada orang tua seperti mendesak orang tua, tunangan dan mertua membatalkan pertunangan dan melakukan penghinaan kepada tunangan. 2. Anger . Subjek melampiaskan bentuk kemarahannya seperti tidak melakukan komunikasi dengan orang tua, tidak menghampiri tunangan pada saat berkunjung kerumahnya dan subjek tidak mau tidur di rumahnya. 3. Hostility. Subjek yang melakukan tradisi tan-mantanan semakin tidak menyukai orang tua, mertua dan juga tunangan karena tetap mempertahankan pertunangan dan emosi subjek semakin meningkat karena tunangan semakin memberikan perhatian kepada subjek. 4. Physical agression. Subjek yang melakukan tradisi tan-mantanan semakin melakukan perlawanan kepada orang tua dan juga tunangan seperti menampar dan mendorong tunangan. Faktor pendukung agresivitas remaja akibat tradisi tan-mantanan adalah 1. Faktor amarah. Subjek tidak menyukai sifat tunangan. 2. Faktor belajar social alas an remaja melakukan agresi disebabkan atas meniru teman-temannya yang berperilaku negatif untuk membatalkan pertunangan. Kata Kunci: Agresivitas, remaja yang melakukan tradisi tan-mantana

    Pengetahuan Kanker Serviks pada Wanita Dewasa Awal Berdasarkan Tingkat Kesadaran Terhadap Kesehatan

    No full text
    Kanker serviks merupakan penyakit mematikan kedua setelah kanker payudara di kalangan wanita Indonesia. Sayangnya, tidak banyak wanita memiliki pengetahuan mengenai penyebab terjadinya kanker serviks, pencegahan dan penanganannya. Padahal pengetahuan ini dibutuhkan sebagai tindakan preventif atau deteksi dini terhadap penyakit kanker serviks. Tinggi rendahnya pengetahuan mengenai kanker serviks diduga terkait dengan tingkat kesadaran wanita terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya perbedaan pengetahuan kanker serviks pada wanita dewasa awal ditinjau dari tingkat kesadaran mereka pada kesehatan. Partisipan penelitian adalah 100 orang wanita dewasa awal di Surabaya yang berusia 18-40 tahun dan telah menikah. Mereka secara sukarela mengisi kuesioner online atau mendapat hardcopy dari peneliti (incidental sampling). Alat ukur yang digunakan adalah tes pengetahuan kanker serviks dan skala Health Consciousness. Hasil penelitian dengan menggunakan U-Mann Whitney menunjukkan nilai 803,500 dengan p = 0,002 (p kurang dari 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada pengetahuan kanker serviks antara wanita yang memiliki tingkat kesadaran kesehatan yang tinggi dengan mereka yang memiliki tingkat kesadaran kesehatan yang rendah

    Hardiness pada Penderita Kusta

    No full text
    This study aims to reveal the hardiness of leprosy patients in the village of Tanjung Kenongo, Sumber Glagah sub village, Mojokerto. This study uses qualitative research with case study approach. Subjects in this study are two with purposive sampling techniques and methods of collecting data using semi-structured interview technique. Analysis technique used in this study is a model of Miles and Huberman include data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The result of the research show that the leprosy patients filled showed by 3 aspect of hardiness. The first that control aspect, leprosy patients can control them self and influence all events that happened in their life with accept the reality and be patient of their hardships of life. Second that commitment aspect, the leprosy patients can involve them self to the society with following the social activity and found the meaning of their event in their life. Last that challenge aspect, the leprosy patients with the physical limitations can help the family economic and showed the attitude if they want have better relationship with their family that refuse them.Keywords: Hardiness, the leprosy patient, Sumber Glagah sub villag

    Kecemasan akan Kepuasan Pernikahan Istri-istri Pelaut

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecemasan akan kepuasan pernikahan pada istri-istri pelaut.  Kecemasan adalah sebagai bentuk simptom atau gejala yang muncul, kecemasan yang timbul bisa berupa kecemasan fisik maupun kecemasan Psikis.  Kecemasan fisik dapat berupa gemetar, tidak bisa tidur, keluar keringat dingin mual dan lainnya.  Sedangkan kecemasan psikologis dapat berupa takut untuk melakukan sesuatu dan lain-lainnya.  Pelaut merupakan suatu pekerjaan yang dikhususkan bagi orang-orang yang bekerja, berlayar bahkan berkehidupan dilaut.  Pelaut yang sering pergi berlayar selama berhari-hari bahkan bulan-bulan sehingga durasi untuk bertemu bahkan bertatap muka dengan keluarga anak dan istrinya minim sekali.  Kepuasan pernikahan merupakan bentuk seberapa besar istri-istri pelaut tersebut mampu menjalani hidup dan kehidupannya baik sebagai ibu rumah tangga maupun sebagai wanita pekerja.  Subyek penelitian ini adalah istri-istri pelaut yang berjumlah 43 subyek yang terdiri dari 29 subyek yang tinggal di Flat armada timur Surabaya dan 14 subyek yang terdapat di luar Flat, yang mana masing-masing subyek tersebut berstatus istri anggota, perwira dan pelaut (Swasta).  Sampel penelitian menggunakan teknik Purposive sampling, yaitu pengambilan sampel yang karakteristiknya sudah ditentukan dan diketahui terlebih dahulu berdasarkan ciri-ciri tertentu.  Hasil penelitian didapat Uji hubungan teknik korelasi product moment diperoleh hasil bahwa nilai koefisien korelasi (Rxy) adalah -0,019 lebih kecil dari R table untuk N=43 dengan taraf signifikansi 5% yaitu 0,301 dan diketahui juga bahwa nilai Sid (2-tailed) adalah 0,906 yang berarti lebih besar dari 0,05 sehingga kesimpulannya Tidak ada hubungan antara variable X dengan variable YKata kunci :  Kecemasan, Kepuasan pernikaha

    Pengaruh PsikoedukasiLGBT ( Lesbian, Gay,Biseksual dan Transgender ) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang LGBT

    No full text
    Psikoedukasi adalah salah satu intervensi untuk meningatkan pengetahuan dan keterampilan individu agar dapat menjalani aneka transisi kehidupan secara efektif. Psikoedukasi dapat berbentuk pelatihan dan pengembangan program berupa modul yang dalam pelaksanaannya ada yang bersifat langsung dan tidak langsung. Psikoedukasi dalam penelitian ini bersifat langsung yakni dengan melibatkan subjek remaja dalam bentuk pelatihan. Pengembangan program dilakukan dengan memberikan modul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi LGBT untuk meningkatkan pengetahuan tentang LGBT pada remaja. Dengan meningkatnya pengetahuan remaja tentang LGBT maka diharapkan remaja dapat terhindar dari perilkau LBGT yang akhir-akhir ini semakin marak. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang berjumlah 18 orang. Pemilihan subjek dilakukan dengan purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan pretest-post test group design. Berdasarkan random assignment maka didapatkan 9 orang sebagai kelompok kontrol dan 9 orang sebagai kelompok eksperimen. Metode analisis data yang digunakan adalah statistic non parametric dengan menggunakan uji mann U Whitney dan Uji Wilcoxon test untuk membandingkan skor subjek pada pretest dan posttest dari kelompok kontrol dan eksperimen.Hasil uji Mann U Whitney menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen psikoedukasi berpengaruh meningkatkan pengetahuan LGBT remaja (p= 0.024). Hasil Uji Wilcoxon test pada kelompok eksperimen juga menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan LGBT yang signifikan (p=0,012) dibandingan dengan kelompok kontrol. Secara umum psikoedukasi berpengaruh  karena mampu meningkatkan pengetahuan LGBT yang dimiliki oleh remaja.Kata Kunci: Psikoedukasi, LGB

    “Resilience picture Women Prisoners and Detention Class IIB Bangkalan”Thesis.

    No full text
    This study aims to describe the resilience of women prisoners of Jail Class IIB Bangkalan. Thisstudy uses descriptive qualitative method on each subject that has been determined by purposive sampling, this study uses method of collecting data semi-structured interviews. Subjects in this study are a woman prisoner who experienced abuse cases that led to deaths and homicides. Female prisoners experience conflict sourced from within the jail and sourced outside of the jail, resulting in feelings of sadness, regret, depressed, even feel does not want anymore and crash. The results of this study indicate that women prisoners are able to overcome the problems faced in which these problems can lead to adversity and suffering every day. The ability of the female prisoners is the ability to resilience. To achieve the Traffic resilience of women prisoners also passed the seven dimensions: women prisoners are able to regulate negative emotions owned into a positive activity, impulse control women prisoners are able to withstand the desire arising from within himself, female inmates have a feeling of optimism for passing sentence at the jail and after coming out of the jail, clausal analyze the female inmates were able to analyze the causes of the problem either cause prisoners Imprisoned and during serving his sentence at the jail, women prisoners are able to empathize with a fellow inmate and able to empathize with the families left behind, self efficacy inmates have the ability to override the problems faced by the various ways that do, reaching out female prisoners were able to take the positive aspects or to take lessons from the problems faced. In addition to the seven dimensions of women prisoners to support the ability for resilience also supported by three factors: individual, family, neighborhood. So that each subject was able to achieve resilience and change the situation is better than before, and can take lessons from the events experienced.Keywords: Resilience, Women prisoner

    Pelatihan Penguatan Perkawinanuntuk Meningkatkan Kepuasan Perkawinan pada Suami Istri Bekerja

    No full text
    A marital enhancement program were designed to improve marital satisfaction among dual-career couples. Subjects were five dual-career couples (10 spouses) in Yogyakarta. Marital enhancement program was a set of activities designed to help couples develop the better functions of their marriage. The program based on aspects of Couples Coping Enhancement Training (CCET) from Bordermann and Shantinanth (2004) and Rosen-Grandon (1999). Marital Satisfaction Scale was used to collect data of marital satisfaction level. The data analysis using t-test showed that there was no difference in marital satisfaction between pretest and posttest, which mean that the marital enhancement program was not effective for this research’s subjects. Some related matters were then discussed.                                        Keywords:Marital enhancement, marital satisfaction, dual-career couple

    EFEKTIVITAS PELATIHAN SEFT (SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE) TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN WANITA YANG BERADA PADA MASA KLIMAKTERIUM BERDASARKAN PENGETAHUAN TENTANG PREMENOPAUSE

    No full text
    Kecemasan merupakan suatu perasaan tidak nyaman yang dialami oleh wanita di fase premenopause yang ditandai adanya beberapa reaksi yaitu ; Reaksi fisiologis,Reaksi Kognitif, Reaksi perilaku, dan Reaksi Emosional. Metode SEFT merupakan suatu teknik yang mengkombinasikan penyelarasan sistem energi tubuh dan terapi spiritualitas dengan menggunakan metode tapping (ketukan) dalam mengatasi masalah fisik dan psikologis yang dilakukan dengan cara mengetuk dibeberapa titik dibagian tubuh dengan dua jari yang berdurasi waktu ±5-50 menit. Pada penelitian ini, pelatihan SEFT bertujuan untuk menetralisir emosi negatif sehingga subjek lebih realistis terhadap kecemasannya sehingga akan berdampak pada penurunan kecemasan yang selama ini dialami subjek. Desain penelitian ini termasuk ke dalam quasi experiment dengan jenis rancangan yang digunakan adalah one group pre test - post test design (before and after). Subjek penelitian diambil dengan teknik purposive sampling pada wanita berusia 40-55 tahun yang belum menopause. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala ARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) telah dibuktikan memiliki validitas dan reliabilitas cukup tinggi untuk melakukan pengukuran kecemasan pada penelitian trial clinic yaitu 0,93 dan 0,97. Analisis data yang menggunakan uji non parametric Wilcoxon Signed Ranks Test pada kelompok eksperimen diperoleh hasil Z = -2,820 dengan nilai p = 0,005 (p kurang dari 0,05), artinya setelah dilakukan intervensi pelatihan SEFT terjadi penurunan skor skala kecemasan. Hal tersebut menandakan bahwa Pelatihan SEFT efektif secara signifikan untuk menurunkan kecemasan pada wanita premenopause, sehingga hipotesis pertama diterima. Perhitungan hasil analisis menggunakan uji Mann Whitney Test berdasarkan tingkat pengetahuan tentang premenopause menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kecemasan antara pengetahuan tentang premenopause kategori kurang, kategori cukup, dan kategori baik. Hal ini berarti tingkat pengetahuan tentang premenopause tidak mmberikan pengaruh yang signifikan terhadap kecemasan, sehingga hipotesis ditolak.Kata kunci : Kecemasan, SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique), Tingkat Pengetahuan Premenopaus

    0

    full texts

    169

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Personifikasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇