Personifikasi
Not a member yet
    169 research outputs found

    PENGARUH PERSEPSI RISIKO KECELAKAAN KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA PEKERJA BAGIAN PENGELASAN PADA INDUSTRI DAUR-ULANG KAPAL DI DESA TANJUNG JATI KAMAL MADURA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi risiko kecelakaan kerja terhadap motivasi kerja pekerja bagian pengelasan pada industri daur-ulang kapal di Desa Tanjung Jati Kamal Madura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebayak 64 pekerja. Untuk mengumpulkan data digunakan skala persepsi risiko kecelakaan kerja dan motivasi kerja. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linear sederhana yang dilakukan dengan bantuan program SPSS 24.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh signifikansi 0,000 (p= 0,000 kurangdari  0,05), artinya terdapat pengaruh persepsi risiko kecelakaan kerja terhadap motivasi kerja pekerja bagian pengelasan pada industri daur-ulang kapal di Desa Tanjung Jati Kamal Madura. Analisis nilai R Square sebesar 0,250 yang menjelaskan kontribusi persepsi risiko kecelakaan kerja terhadap motivasi kerja sebesar 25% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Nilai persamaan garis regresi Ý = 46.113+ 0.434χ

    KEPUASAN KERJA SATUAN PENGAMANAN (SATPAM) UNIVERSITAS PADJADJARAN: DITINJAU DARI ASPEK JOB DESCRIPTION INDEX (JDI)

    No full text
    Abstrak: kepuasan kerja security (satpam) Universitas Padjadjaran: ditinjau dari aspek Job Description Index (JDI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja satpam yang bekerja di Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif survei. Populasi dalam penelitian ini adalah satpam yang aktif bekerja di lingkungan Universitas Padjadjaran. Sampel dalam penelitian ini adalah 36 orang satpam. Alat ukur yang digunakan skala Job Description Index (JDI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5,56% satpam di Universitas Padjadjaran memiliki tingkat kepuasan kerja yang cenderung tidak puas, 13,88% satpam di Universitas Padjadjaran memiliki tingkat kepuasan kerja puas, dan di dominasi dengan tingkat kepuasan cenderung puas dengan 80,56%. Kata Kunci: kepuasan kerja, satpam Abstract: security guard job satisfactionof Padjadjaran University: base on aspect Job Description Index (JDI).This study was tomeasure the security guard job satisfactionof Padjadjaran University. The method used is a quantitative survey method.The population in this study is an active security guard that was working in the Padjadjaran University. The sample in this study were 36 security guards. Data collector using scale of Job Description Index (JDI). The results showed that 5.56% of security guards at Padjadjaran University had a level of job satisfaction that dissatisfied, 13.88% of security guards at Padjadjaran University had a satisfactory level of job satisfaction, and were dominated levels satisfied with 80.56%

    INFORMASI KARIR DAN PERUBAHAN MINAT KARIR PADA SISWA SMP NEGERI 21 SURABAYA

    No full text
    AbstrakMinat pada remaja cenderung masih banyak berubah, karena pada masa remaja ini masih pada masa pencarian identitas diri. Hal ini karena minat karir pada masa remaja masih tentatif dan masih dalam masa pencarian karir yang dianggap sesuai dengan dirinya. Penelitian ini dilakukan pada siswa di SMP Negeri 21 Surabaya. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 orang siswa kelas 9. Tujuan penelitiannya untuk mengetahui perubahan minat setelah diberi pemahaman atau informasi tentang karir, program studi di perguruan tinggi dan tentang peminatan di SMA atau SMK. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rothwell Miller Interest Blank atau sering dikenal dengan RMIB. Analisis datanya menggunakan deskriptif kuantitatif, yaitu dengan membandingkan hasil pretest dengan posttest pada aspek yang paling diminati (ranking 1) pada hasil pretest dengan aspek yang paling diminati (ranking 1) pada hasil post test. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua siswa (70 orang) menunjukkan perubahan minat antara sebelum diberi informasi dengan setelah diberi informasi tentang kairir. Selian itu diketahui juga bahwa ada hanya 6 orang atau sekitar 8,6% yang bergeser dari pilhan 1 menjadi pilihan ke dua, atau dari pilihan ke dua menjadi pilihan 1, selebihnya (64 orang) minat karirnya berubah atau bergeser dari pilihan utama menjadi pilihan ke 3 dan seterusnya. Hal ini dapat disimpulkan bahwa informasi karir dapat mempengaruhi atau mengubah minat kairir. Kata Kunci: Informasi Karir, Perubahan Minat Kari

    ORIENTASI MASA DEPAN REMAJA PEMULUNG DI SAMARINDA

    No full text
    ABSTRACTThis study aims to identify the future orientation of youth trash picker in Bukit Pinang final waste; to analyze influencing factors; and formulate an intervention model to improve the future orientation of youth trash picker. The data collection used the scale of future orientation and semi-structured interviews to determine the factors which affect the future orientation of youth trash picker. The method refers to the five stages consisting of the organization, reading and marking data, description, classification, and the interpreted the data into codes and themes, interpreted the overall data, and restated as well as displays the analytical data. The result indicated that the future orientation of trash picker in Bukit Pinang TPA in general is in the average category (medium) with influencing factors consisting of optimism factor (belief) toward the ideals, achievement, support and obstacles, readiness to achieve goals, and emotional regulation. The intervention needed to improve the future orientation of trash picker is a reconstruction of cognition which aims to change the way in which non-supportive thinking becomes supportive through a systematically practiced skill training process. Keywords: future orientation; youth trash picker; optimism  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi orientasi masa depan remaja pemulung di TPA Bukit Pinang; menganalisa faktor yang mempengaruhi; dan merumuskan model intervensi guna meningkatkan orientasi masa depan remaja pemulung. Metode pengumpulan data menggunakan skala orientasi masa depan dan wawancara semi terstruktur untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi orientasi masa depan remaja pemulung. Metode analisa yang digunakan mengacu pada lima tahapan yang terdiri dari organisasi data; membaca dan menandai data; deskripsi, klasifikasi, dan inpretasi data menjadi kode dan tema; melakukan interpretasi data keseluruhan; dan menyajikan kembali dan menampilkan data hasil analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orientasi masa depan remaja pemulung di TPA Bukit Pinang secara umum berada pada kategori rata-rata (sedang) dengan faktor-faktor yang mempengaruhi terdiri dari faktor optimisme (keyakinan) terhadap cita-cita, pencapaian prestasi, dukungan dan hambatan, kesiapan meraih cita-cita, serta regulasi emosi. Intervensi yang dibutuhkan untuk meningkatkan orientasi masa depan remaja pemulung adalah sebuah rekonstruksi kognitifyang bertujuan untuk mengubah cara berpikir dari yang tidak mendukung menjadi mendukung melalui proses latihan keterampilan yang diakukan secara sistematis.                                                   Kata kunci: orientasi masa depan, remaja pemulung, optimism

    ANALISIS KOMPONEN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA KOMUNITAS VESPA ALIRAN EKSTREM

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui subjective well -being anggota komunitas vespa aliran ekstrem di Surabaya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, dengan metode pengumpulan data wawancara semi terstruktur. Teknik analisa data Milles dan Huberman. Triangulasi sumber dan triangulasi waktu sebagai uji keabsahan data.Informan berjumlah 3 orang (SB, ZA, PS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota komunitas vespa aliran ekstrem menunjukkan adanya subjective well being. Dengan berdasarkan pada beberapa komponen yaitu pertama, komponen kognitif menunjukkan bahwa anggota komunitas berfikir dengan bergabung di komunitas vespa akan memiliki banyak teman sehingga dapat mengembangkan diri dan dapat membangun hubungan baik dengan masyarakat, baik sesama anggota komunitas vespa maupun komunitas motor lain, lebih optimis menjalani hidup. Kedua, komponen afeksi positif menunjukkan perasaan bahagia, senang bergabung dan melakukan aktivitas di komunitas vespa karena disamping dapat menyalurkan bakat memodifikasi vespa, juga banyak teman, menumbuhkan kepekaan interpersonal seperti perhatian terhadap orang lain, saling menolong, bangga sebagai bagian dari komunitas vespa, memiliki solidaritas tinggi. Ketiga, komponen ketiadaan afeksi negatif menunjukkan tidak ada kondisi yang dirasakan berat, tidak memiliki konflik sesama anggota komunitas vespa dan komunitas motor lain, menanggapi stigma negative dengan tetap positif dalam sikap dan perilaku

    PERILAKU POLITIK MENYIMPANG DALAM KONTESTASI PEREBUTAN KEKUASAAN

    No full text
    AbstrakPolitik merupakan alat yang digunakan untuk sampai pada tujuan yang dikehandaki oleh individu, kelompok, masyarakat, institusi ataupun negara. Proses politik ini sering dilakukan oleh masyarakat kelas menengah keatas, meskipun masyarakat menengah ke bawah tidak menutup kemungkinan juga bisa melakukannya. Perilaku politik menyimpang dilakukan untuk mendapatkan sesuatu dengan jalan tidak normal, bisa berupa kampanye hitam, hoax, cyber crime dan fitnah. Mereka melakukan perilaku menyimpang, karena mereka tidak cukup cerdas untuk beradu program kerja yang bermanfaat untuk masyarakat. Banyak pemeran politik atau politikus hanya memiliki keinginan tapi kurang memiliki kemampuan dalam mengelola seninya berpolitik dalam lingkungan masyarakat

    MOTIVASI PADA SATUAN PENGAMANAN (SATPAM) DI PERUSAHAAN X

    No full text
    AbstractCompanies that are oriented towards work motivation will make a person's performance be good and increase, motivation for each person is different from one another. Someone's motivation to work is largely due to basic needs. Motivation will make workers do their jobs harder in achieving company goals. This research was conducted to analyze the factors that influence work motivation in company X based on Maslow's theory of needs. This research is quantitative with the research subjects as many as 31 security guards (satpam). Retrieving data using questionnaires and using measuring instruments based on Maslow's theory. From this study the results showed that the highest work motivation was in the Safety and Security dimension, namely a comfortable workplace made them very motivated, while the lowest motivation was in the basic need dimension, namely the income obtained was insufficient.Perusahaan yang berorientasi pada motivasi kerja akan membuat kinerja seseorang dapat menjadi baik dan meningkat, motivasi pada setiap orang berbeda satu dengan yang lain. Motivasi seseorang dalam bekerja sebagian besar disebabkan adanya kebutuhan dasar. Motivasi akan membuat pekerja akan melakukan pekerjaan mereka dengan lebih keras dalam mencapai tujuan perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja di perusahaan X berdasarkan teori kebutuhan Maslow. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan subyek penelitiannya sebanyak 31 orang satpam. Pengambilan data menggunakan kuisioner dan menggunakan alat ukur berdasarkan teori Maslow. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa motivasi kerja tertinggi berada pada dimensi Safety and Security yaitu tempat kerja yang nyaman membuat mereka sangat termotivasi, sedangkan motivasi terendah berada pada dimensi basic need yaitu penghasilan yang diperoleh tidak mencukupi kebutuhan.Keywords: job motivation, motivation, security guar

    DUKUNGAN SOSIAL DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA MASEHI 2 PSAK SEMARANG

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan pada siswa-siswi di SMA Masehi 2 PSAK Semarang. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 91 siswa. Peneliti tidak menggunakan keseluruhannya sebagi sampel namun hanya mengambil sampel dengan jumlah 50 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menguji korelasi antar variable. Data yang sudah dikumpulkan diolah dengan dengan teknik korelasi spearman. Hasil analisis menunjukan bahwa r = 0,044, p= 0,762, p lebih dari 0,05 berdasarkan analisis data dapat diambil kesimpulan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan motivsi belajar siswa di di SMA Masehi 2 PSAK Semarang. Jadi hipotesis yang menytakan ada hubungan antara dukungan sosial dengan motivasi belajar siswa di di SMA Masehi 2 PSAK Semarang ditolak

    MENAKAR KONFLIK DALAM SUDUT PANDANG KEPENTINGAN

    No full text
    AbstrakKesenjangan dalam hidup akan menimbulkan konflik, sebab kesenjangan jadi daya tarik untuk orang melakukan perbuatan diluar ketentuan akal sehat dan norma masyarakat. Dalam konflik selalu ada muatan kepentingan yang tidak sepadan, nilai yang berbeda dan sikap hidup yang tidak setara. Fenomena ini merebak dalam sektor kehidupan yang penuh dengan varian stimulus keadaan. Stimulus itu memberikan motivasi dan daya tarik untuk melakukan apa yang menjadi keinginan dari individu, kelompok ataupun dari suatu institusi. Keinginan akan menjanjikan yang namanya kebahagiaan untuk hari dan yang akan datang. Maka tidak jarang kemudian untuk sampai pada titik dimana suatu harapan menjadi hal utama untuk harus dicapai, akan membawa konflik keberagaman dalam menjalani kehidupan, jadi santapan kepentingan. Untuk menakar suatu konflik dapat dilihat sejauh mana ada kesangsian antara realitas dan harapan yang menjadi target. Ketika target tidak kunjung tercapai atau tidak tercapai, tidak jarang jalan pintas dan kekerasan menjadi solusi untuk memuluskan keinginan. Maka dari itu penulis tertarik untuk mengupas konflik dalam kaca mata kepentingan, karena ujung dari sebuah terjadinya konflik ada tiang besar yang menjadi faktor utama terjadinya konflik yaitu kepentingan itu sendiri yang digunakan untuk mendapatkan kekuasaan, melenyapkan posisi orang lain dan untuk merubah suatu peradaban yang ada di dunia

    GAMBARAN REGULASI DIRI MAHASISWA BIDIKMISI UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA YANG MENGALAMI PENURUNAN PRESTASI AKADEMIK

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran regulasi diri mahasiswa bidik misi Universitas Trunojoyo Madura yang mengalami penurunan prestasi akademik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi pada ketiga mahasiswa bidik misi yang ditentukan berdasarkan purposive sampling yang memiliki kriteria minimal semester 6, mahasiswa yang mempunyai riwayat indeks prestasi semester (IPS) ≤ 0,4 poin, mahasiswa bidik misi yang semester sekarang memiliki indeks prestasi komulatif (IPK) cumlaude. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu wawancara semiterstruktur. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu gambaran regulasi diri mahasiswa bidik misi Universitas Trunojoyo Madura yang mengalami penurunan prestasi akademik pada 6 (enam) aspek regulasi diri. Pada aspek standar dan tujuan yang ditentukan sendiri, mahasiswa bidik misi menginginkan untuk tidak mendapatkan indeks prestasi komulatif (IPK) dibawah 3,00 dan juga mempunyai keinginan untuk lulus tepat waktu. Pada aspek pengaturan emosi, mahasiswa bidik misi merasa sedih dan kecewa karena mengalami penurunan nilai sehingga mahasiswa bidik misi berusaha untuk meningkatkan prestasinya. Pada aspek intruksi diri, mahasiswa bidik misi mengintruksi diri untuk selalu belajar lebih giat dan optimal agar mendapatkan nilai yang maksimal. Pada aspek monitor diri, mahasiswa bidik misi mengatur waktu untuk belajar maksimal dengan cara tidak mengikuti kegiatan non akademik. Pada aspek evaluasi diri, mahasiswa bidik misi berusaha belajar secara optimal sehingga berhasil meningkatkan prestasi akademik yang pernah turun. Pada aspek kontingensi yang ditetapkan sendiri, mahasiswa bidik misi merasa senang karena berhasil meningkatkan prestasinya dan mempertahankan beasiswa bidik misi hingga sekarang dan dapat membuktikan kepada orang-orang yang sudah mendukungnya. Kata Kunci : Regulasi diri, mahasiswa bidik misi, prestasi akademik

    0

    full texts

    169

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Personifikasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇