Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan
Not a member yet
301 research outputs found
Sort by
Strengthening Character Education Based on Golden Habits at SMP Muhammadiyah 1 Depok Yogyakarta
This research is motivated by a deterioration in character values characterized by frequent psychological or moral violence. This type of research is qualitative research with a descriptive approach. This research was conducted in SMP Muhammadiyah 1 Depok Yogyakarta. The data gathered from the principal, assistant principal of curriculum, assistant principals of students' affairs, and five teachers of Ismuba. The results of this study showed: firstly, the planning of the strengthening golden habits character education was done through socialization to education practitioners, elaboration into the vision, mission, and goals of the school, designing and formulating activities of the strengthening character education through habituation. Secondly, the strengthening of golden habits character education was carried out through tahfidz, mufrodat, and mahfudzat in Arabic, English, and Javanese; the worship practice was decided by the tarjih assembly. Thirdly, evaluation of character strengthening based on golden habits was carried out with an evaluation pattern through three-scale scoring techniques, spontaneously, analysis of program implementation through work meetings, monitoring changes in student behavior, and reports on student character behavior and scoring.Penelitian ini dilatarbelakangi karena terjadinya kemerosotan pada nilai-nilai karakter yang ditandai dengan seringnya dijumpai tindak kekerasan psikis ataupun moral. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMP Muhammadiyah 1 Depok Yogyakarta. Subyek untuk perolehan sumber data, yaitu kepala sekolah, waka kurikulum, waka kesiswaan dan 5 guru Ismuba. Hasil penelitian ini menunjukkan, yaitu: pertama, perencanaan penguatan pendidikan karakter berbasis golden habits dilakukan dengan pola sosialisasi kepada praktisi pendidikan, penjabaran ke dalam visi, misi dan tujuan sekolah, mendesain dan merumuskan kegiatan penguatan pendidikan karakter melalui pembiasaan. Kedua, pelaksanaan penguatan pendidikan karakter berbasis golden habits dilakukan dengan pola kegiatan hafalan ayat-ayat Al-Qur’an pilihan di luar juz 30, hafalan pilihan dan wajib juz 30, mufrodat dan mahfudzat bahasa Arab, Inggris dan Jawa, amalan ibadah harian yang diputuskan oleh majelis tarjih. Ketiga, evaluasi penguatan pendidikan karakter berbasis golden habits dilakukan dengan pola lembar evaluasi melalui teknik penskoran skala tiga, secara spontan, analisa pelaksanaan program melalui rapat kerja, pengamatan perubahan tingkah laku peserta didik, laporan pengamatan perilaku karakter peserta didik dan penskoran
Athar Istikhdam Manhaj Take And Give Fi Nata’ij Ta’allum Maddah Al-Fiqh Li Tullab Al-Fasl Al-Thamin Bi Al-Madrasah Al-Thanawiyah Al-Muhammadiyyah 9 Watukebo Jember Al-”˜Am Al-Dirasi 2019/2020
Abstrak: The ability of students mastery influenced by a variety of factors. Omar H. Malik mentions there are influenced factors by both the absence of teachers in teaching. The more quality learning in the classroom, it is assumed the better, would affect the grades and student learning outcomes in the subject. There are many strategies of active learning is the strategy of give and take. This Strategy has characteristics that could improve the process quality of independent learning. Writing is aiming to know how effectiveness of strategies take and give to improve the outcomes of learning in the material Fiqh at SMP Muhammadiyah Watukebo Jember East Java. This research using quantitative method, type of experiment by comparing student learning outcomes in the experimental group and the control group. The result of t-test is performed which shows the Sig. (2-tailed) of 3.048˃ 0.003. It is showing the effectiveness of the method take and give in improving outcomes of learning Fiqh at SMP Muhammadiyah Watukebo Jember Java East.Abstrak: Kemampuan penguasaan siswa terhadap mata pelajaran dipengaruhi oleh berbagai faktor. Umar H. Malik menyebutkan di antaranya dipengaruhi oleh baik tidaknya guru dalam mengajar. Semakin berkualitas pembelajaran di kelas, diasumsikan semakin baik nilai dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran tersebut. Terdapat banyak strategi pembelajaran aktif, salah satu di antaranya adalah strategi take and give. Strategi ini memiliki karakteristik yang dapat meningkatkan mutu proses pembelajaran secara mandiri. Tulisan ini bertujuan ingin mengetahui efektivitas strategi Take and Give dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Fiqh di SMP Muhammadiyah Watukebo Jember Jawa Timur dengan menggunakan pendekatan kuantitatif jenis eksperimen. Hasil uji-t yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 3,048˃0,003. Hal ini menunjukkan efektivitas metode take and give dalam meningkatkan hasil belajar materi Fiqh di SMP Muhammadiyah Watukebo Jember Jawa Timur
The Internalization of Attitude and Values: Comparison Study in PTKIN and PTKIS
Abstrak: Internalisasisikapdan nilai-nilai merupakan aspek penting dari pendidikan tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola internalisasi aspek sikap dan nilai-nilai di lembaga pendidikan tinggi agama.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode multi kasus.Subjek penelitian ini adalah IAIN Ponorogo dan INSURI Ponorogo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) internalisasi sikap dan nilai-nilai lebih mungkin melalui kegiatan pendidikan dan pengajaran; 2) proses internalisasi di INSURI Ponorogo cenderung menggunakan strategi teladan, habituasi, dan intervensi sedangkan di IAIN Ponorogo cenderung menggunakan teladan, habituasi, intervensi, dan strategi penguatan; 3) Secara umum, hasil proses internalisasi aspek sikap dan nilai-nilai di IAIN Ponorogo cenderung tertanam dan mulai berkembang, sedangkan di INSURI Ponorogo beberapa sudah mulai berkembang dan beberapa lainnya baru mulai terlihat. ملخض : يعد استيعاب المواق٠والقيم جانباً مهماً ÙÙŠ التعليم العالي. الغرض من هذه الدراسة هو وص٠نمط استيعاب جوانب المواق٠والقيم ÙÙŠ مؤسسات التعليم الديني. يستخدم هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« مقاربة نوعية مع أسلوب متعدد Ø§Ù„ØØ§Ù„ات. مواضيع هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« هي IAIN Ponorogo Ùˆ INSURI Ponorogo. أظهرت النتائج ما يلي: 1) أن استيعاب المواق٠والقيم كان أكثر ترجيØÙ‹Ø§ من خلال أنشطة التعليم والتدريس Ø› 2) تميل عملية الاستيعاب ÙÙŠ INSURI Ponorogo إلى استخدام الاستراتيجيات المثالية والتوظي٠والتدخل بينما ÙÙŠ IAIN Ponorogo تميل إلى استخدام الاستراتيجيات المثالية والتوظي٠والتدخل وتعزيز الاستراتيجيات Ø› 3) بشكل عام ØŒ تميل نتائج عملية استيعاب جوانب المواق٠والقيم ÙÙŠ IAIN Ponorogo إلى أن تكون راسخة وبدأت ÙÙŠ التطور ØŒ بينما ÙÙŠ INSURI Ponorogo بدأ البعض ÙÙŠ التطور وبدأ البعض الآخر ÙÙŠ الظهور
The Role of Self-Regulated Learning on Students' English Achievement
The objective of this study is to measure whether there is a significant influence of self-regulated learning (based on the theory of Barry J Zimmerman and Timothy Cleary) on the English achievement of the students in the first grade of MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo in Academic Year 2018/2019. This research applies an ex-post facto design, which uses questionnaires and documentation as the data collection technique. The data were analyzed through a simple linear regression formula by using SPSS 23.00 for windows. The finding showsa significant influence on self-regulated learning on the students' English learning achievement. The value of the F-test proved it was higher than F-table. F-test 41.615 >F-table 3.19. The significance value was 0.000, which was lower than 0.05, and the equational regression model was Y=81.551 + 0.145X.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur apakah ada pengaruh yang signifikan dari self-regulated learning (berdasarkan teori Barry J Zimmerman and Timothy Cleary) terhadap prestasi Bahasa Inggris siswa MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo Tahun Pelajaran 2018/2019. Desain penelitian yang digunakan adalah ex-post facto, dengan populasi seluruh siswa kelas 1, dan sample sebanyak 148 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah Proportion-version Cochran. Data dikumpulkan dengan cara menyebar kuisioner dan mengumpulkan dokumentasi nailai raport, yang kemudian dianalisa dengan rumus regresi linear menggunakan SPSS 23.00 windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari self-regulated learning terhadap prestasi Bahasa Inggris siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai F-test 41.615, yang lebih tinggi daripada F-table 3.19. Nilai signifikansinya adalah 0.000, yaitu lebih rendah dari 0.05; dan persamaan model regresinya adalah Y=81.551 + 0.145X.
The Influence of Cultural and Citizenship Literacy on Students’ Critical Thinking Skill
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh potensial literasi budaya dan kewarganegaraan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data. Populasi subjek penelitian adalah 1.043 siswa dengan total sampel acak 281. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan verifikasi untuk menguji hipotesis dengan Partial Least Square (PLS). Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan, yaitu: (1) budaya dan kewarganegaraan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran sosial; (2) budaya dan kewarganegaraan literasi berada dalam kategori tinggi; dan (3) pemikiran kritis siswa keterampilan juga dalam kategori tinggi. Kurangnya peran administrasi sekolah serta perpustakaan sekolah membutuhkan perhatian lebih dari para pemangku kepentingan sekolah. Studi ini diharapkan menjadi panduan referensi bagi sekolah dan guru untuk memastikan keberadaan gerakan literasi sekolah dalam mendukung berbagai keterampilan di abad ke-21.الملخص: تهد٠هذه الدراسة إلى تØÙ„يل مدى تأثير Ø«Ù‚Ø§ÙØ© ومØÙˆ الأمية على مهارات التÙكير الناقد لدى الطلاب. يستخدم هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« نهجًا كميًا باستخدام استبيان كأداة رئيسية لجمع البيانات. كان عدد الطلاب 1043 مع عينة عشوائية من 281 موزعة بالتناسب. وقد تم تØÙ„يل البيانات مع التØÙ„يل الوصÙÙŠ وتØÙ„يل التØÙ‚Ù‚ لاختبار Ø§Ù„ÙØ±Ø¶ÙŠØ§Øª مع مربع الأقل جزئية (PLS). أظهرت النتائج أن Ù…ØÙˆ الأمية الثقاÙية والمواطنة كان لهما تأثير كبير على مهارات التÙكير الناقد لدى الطلاب ÙÙŠ موضوعات الدراسات الاجتماعية ØŒ ومØÙˆ الأمية الثقاÙية والمواطنة كانت ÙÙŠ Ø§Ù„ÙØ¦Ø© العليا ØŒ وكانت مهارات التÙكير النقدي لدى الطلاب أيضًا ÙÙŠ Ø§Ù„ÙØ¦Ø© العليا. بعض أوجه القصور ÙÙŠ جوانب دور موظÙÙŠ إدارة المدرسة واستخدام المكتبات Ø¨ØØ§Ø¬Ø© إلى Ø§Ù„ØØµÙˆÙ„ على مزيد من الاهتمام من المدرسة. يمكن استخدام تأثير هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« كمرجع للمدارس والمدرسين لضمان وجود ØØ±ÙƒØ© Ù…ØÙˆ الأمية المدرسية لدعم مختل٠مهارات القرن Ø§Ù„ØØ§Ø¯ÙŠ ÙˆØ§Ù„Ø¹Ø´Ø±ÙŠÙ†
Entrepreneurship Education in Pesantren: Strategies to Drive Students' Interest in Entrepreneurship
Today, educational competitiveness is getting tougher. Viewing this condition, Pesantren strives to explore students' potential in entrepreneurship because the educational world must capably play an active role in preparing educated and ready-to-work human resources. This study sought to find a depiction of entrepreneurship education in Pesantren Darussalam of Kepahiang by applying a descriptive qualitative approach. This study revealed that first, students were fully directed and guided through courses based on their talents and interests, and they were taught to get working experiences directly. Second, the supporting factors encompassed full supports and appreciation from Pesantren Darussalam, available facilities for entrepreneurship, and full societal supports. Subsequently, the inhibiting factors included inadequate external organizations that could broadly cover students to participate in entrepreneurial activities in a more prolonged way, and some students still had less enthusiasm to benefit from Kiai and teachers' support.Saat ini persaingan dalam dunia pendidikan semakin ketat. Mencermati kondisi tersebut, pihak Pondok Pesantren berusaha menggali potensi para santri di bidang kewirausahaan, karena dunia pendidikan harus mampu berperan aktif menyiapkan sumber daya manusia terdidik dan siap kerja. Menyikapi hal tersebut, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini berusaha menemukan gambaran tentang pendidikan kewirausahaan di Pesantren Darussalam yang terletak di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, Indonesia. Penelitian ini mengungkapkan bahwa: Pertama, para santri diarahkan dan dibimbing dengan penuh tanggung jawab melalui penyediaan tempat kursus sesuai dengan bakat dan minatnya serta mereka diajarkan untuk terlibat dalam praktik kerja secara langsung. Kedua, factor pendukungnya yaitu: dukungan dan apresiasi penuh dari Pembina Pondok Pesantren Darussalam; tersedianya beberapa fasilitas-fasilitas pendukung yang berhubungan dengan kewirausahaan; dan dukungan penuh dari masyarakat sekitar. Faktor penghambatnya yaitu: keberadaan organisasi dari pihak luar yang mewadahi santri dalam melaksanakan kegiatan kewirausahaan belum mencukupi dan sebagian santri masih belum memiliki antusias tinggi untuk memanfaatkan dukungan yang sudah diberikan oleh Kiai dan para ustadz and ustadzah
Co(e)laborative of Critical Pedagogy and Islamic Education: Reflections on The Construction of Religious Humanism Education
Abstract: Penelitian ini mendeskripsikan hubungan dan persimpangan antara pendidikan kritis dan pendidikan Islam dalam merancang pembangunan sistem pendidikan humanis dan beragama. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus tentang bagaimana berkolaborasi antara pendidikan kritis dan pendidikan Islam dalam membangun kesadaran subjek pendidikan. Berdasarkan pertanyaan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif melalui pola komprehensif, interpretasi dan induktif dalam menarik simpulan. Temuan penelitian ini adalah proses kolaborasi dan elaborasi antara pendidikan kritis dan pendidikan Islam yang dapat menghasilkan pendidikan humanis religius. Sistem pendidikan ini berupaya mengaktualisasikan "pengabdian sosial" dan "pengabdian spiritual", sehingga dapat menyeimbangkan dimensi keduniawian dan akhirat; antara posisi Abdullah dan kekhalifahan. Pendidikan ini bahkan mendidik subjek pendidikan untuk dapat menyelaraskan diri dengan visi dan misi Islam yaitu membebaskan manusia dari hegemonik-anarkis dan ketidakadilan sosial. Di satu sisi, ia juga mewujudkan cita-cita yang diinginkan oleh Islam dengan memperkuat iman dan menumbuhkan al-akhlak al-karimah. Inilah yang selaras antara monoteisme sosial dan teori.ملخص: يص٠هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« العلاقة والانتقال بين التربية والتربية الإسلامية ÙÙŠ تطوير نظام التعليم الإنساني والديني. لذلك، يركز هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« على كيÙية التعاون بين التربية النقدية والتربية الإسلامية ÙÙŠ بناء وعي الطلاب. بناءً على هذه الأسئلة، استخدم Ø§Ù„Ø¨Ø§ØØ«Ø§Ù† المدخل النوعي من خلال نمط شامل ÙˆØªÙØ³ÙŠØ± واستقرائي ÙÙŠ استخلاص النتائج. أما نتائج هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« Ùهي عملية التعاون ÙˆØ§Ù„ØªÙØµÙŠÙ„ بين التربية النقدية والتربية الإسلامية التي يمكن أن تنتج التربية الإنسانية الدينية. يسعى هذا النظام التربوي إلى تØÙ‚يق "الخدمة الاجتماعية" Ùˆ "الخدمة الروØÙŠØ©" ØŒ بØÙŠØ« يمكنها الموازنة بين الدنيا والآخرة، وبين كونهم عبد الله ÙˆØ§Ù„Ø®Ù„Ø§ÙØ©. وهذه التربية يثق٠الطلاب ØØªÙ‰ يتمكنون من التواÙÙ‚ مع رؤية الإسلام ورسالته، أي ØªØØ±ÙŠØ± الناس من القيادة الÙوضوية Ùˆ الظلم الإجتماعي. Ùمن ناØÙŠØ© أخرى، Ø¥ØØ¶Ø§Ø± الهمة التي يريدها الإسلام بتأكيد الإيمان والأخلاق الكريمة. هذا هو الانسجام بين Ø§Ù„ÙˆØØ¯Ø§Ù†ÙŠØ© الإجتماعية والنظرية
Cultural Identity, Capitalization of Education, and Pedagogy for Liberation
This paper aims to unravel the impact of globalization, whichbring the ideology of materialistic which erodes the cultural identity of third world countries, especially Indonesia, and gave birth to the capitalization of education. The data were collected through a qualitative approach, from the search of various kinds of literature on critical education and the reality of national education, then analyzed using discourse analysis and cultural analysis. This paperargues that requires the hard work of educational institutions to transmit pedagogy for liberation Freire’s concept, to unravel the problems of the national education world. Through educational principles that include students who are expected to have the awareness to take the necessary values to strengthen cultural identity, even loss of identity. Besides, the principle of pedagogy of liberation is also expected to change the face of rigid, mechanistic education, too busy with textbooks and curriculum that are not in touch with social reality, so that through education can be expected to develop all potential and creativity of learners.Tulisan ini bertujuan untuk membongkar dampak globalisasi yang membawa budaya positifistik materialistik Barat, serta mengikis identitas budaya Negara dunia ketiga khususnya Indonesia, serta melahirkan kapitalisasi pendidikan. Melalui pendekatan kualitatif, data dihimpun dari penelusuran berbagai literature mengenai pendidikan kritis dan realitas pendidikan nasional, kemudian dianalisis menggunakan analisis wacana dan analisis budaya. Tulisan ini mengajukan gagasan, bahwa diperlukan kerja keras dari lembaga pendidikan untuk mentransmisikan konsep pendidikan membebaskan Freire, untuk mengurai berbagai problem dunia pendidikan nasional. Melalui prinsip pendidikan yang membebaskan, siswa diharapkan memiliki kesadaran kritis untuk mengambil niai-nilai yang diperlukan dalam rangka memperkuat identitas budaya, bukannya malah kehilangan identitas dan jati diri. Selain itu, prinsip pendidikan membebaskan juga diharapkan mampu mengubah wajah pendidikan yang kaku, mekanistik, terlalu disibukkan dengan buku ajar dan kurikulum yang tidak bersentuhan dengan realitas sosial, sehingga melalui pendidikan membebaskan diharapkan dapat mengembangkan segala potensi dan kreativitas peserta didik
Multicultural-Based Islamic Religious Education in Ahmadiyya’s School: A Strategy to Strengthen The Moderation Vision of Indonesian Islam in School
Abstrak: Indonesia adalah negara dengan masyarakat multikultural dan plural. Hal ini merupakan keuntungan bagi Indonesia, namun di sisi lain, hal tersebut juga menyimpan potensi konflik. Sebagai bukti, konflik dan kekerasan bernuansa SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) seringkali terjadi di Indonesia, sedangkan konflik agama adalah yang paling dominan diantara mereka. Menanggapi tantangan-tersebut, SMA Perguruan Islam Republik Indonesia (PIRI) 1 Yogyakarta, salah satu sekolah yang berdiri di bawah organisasi Ahmadiyah, telah mencoba untuk merekonstruksi pendidikan Islamnya. Dengan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini difokuskan untuk membahas tentang best practices yang dilakukan oleh SMA PIRI 1 Yogyakarta untuk mengembangkan Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam rangka memperkuat visi moderasi Islam Indonesia kepada siswanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI di SMA PIRI 1 Yogyakarta telah dikembangkan dengan pendekatan multikultural mencakup pengembangan kurikulum yang terdiri dari tujuan, materi pelajaran, kegiatan pembelajaran, dan evaluasi; pengembangan media dan sumber belajar, serta diperkuat dengan menciptakan budaya religius-multikulturalis di sekolah. الملخص: إندونيسيا دولة ذات مجتمع متعدد Ø§Ù„Ø«Ù‚Ø§ÙØ§Øª والتعددية. هذه ميزة لإندونيسيا، لكنها من ناØÙŠØ© أخرى تنطوي على Ø§ØØªÙ…الات الصراع. كدليل، مثلا أنّ الصراعات Ùˆ العن٠القبلية Ùˆ الدينية والعرقية والمذهبية ØªØØ¯Ø« كثيرا بالنسبة لإندونيسيا، ÙÙŠ ØÙŠÙ† أن الصراع الديني هو أكثر شيوعا بينها. استجابة لهذه Ø§Ù„ØªØØ¯ÙŠØ§ØªØŒ ØØ§ÙˆÙ„ت SMA PIRI 1 يوجياكارتا، Ø¥ØØ¯Ù‰ المدارس التي أنشئت ÙÙŠ إطار منظمة الأØÙ…دية، بإعادة النظر ÙÙ‰ تربيتها الإسلامية. بطريقة المنهج الوصÙÙŠ النوعي، يركز هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« على مناقشة Ø£ÙØ¶Ù„ الممارسات التي قامت بهاSMA PIRI 1 يوجياكارتا لتطوير التربية الإسلامية (PAI) من أجل تعزيز نظرة اعتدال الإسلام الإندونيسي للطلاب. أظهرت نتيجة هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« أن التربية الإسلامية ÙÙ‰SMA PIRI 1 يوجياكارتا تطورت بمنهج متعدد Ø§Ù„Ø«Ù‚Ø§ÙØ§Øª تشتمل بما ÙÙŠ ذلك تطوير المنهج الدراسي الذى يتكون من الأهدا٠والمواد التعليمية وأنشطة التعلم والتقييم، تطوير الوسائل التعليمية ومصادر التعلم، وتعزيزها من خلال تكوين Ø«Ù‚Ø§ÙØ© دينية متعددة Ø§Ù„Ø«Ù‚Ø§ÙØ§Øª ÙÙŠ المدرسة
Charismatic-Visionary Leadership of Teungku in Developing The Role of Dayah Mudi Mesra Samalanga, Bireun, Aceh
Abstrak: Dayah merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang masih eksis di Aceh. Sebagaimana pesantren di Jawa, dayah menghadapi persaingan ketat dengan lembaga-lembaga pendidikan formal lain, seperti sekolah, madrasah, atau perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kepemimpinan teungku dayah (Abu MUDI Mesra Samalanga) dalam pengembangan peran dayah di era modern. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif yang memadukan antara kajian pustaka dan penelitian lapangan di Dayah MUDI Mesra Samalanga Bireun Aceh. Hasil penelitian menjelaskan bahwa (1) otoritas kepemimpinan Abu MUDI adalah karismatik yang bersumber dari sikap istiqomah dalam menjalankan ajaran Islam sehingga menjadi teladan dalam pengamalan syari’ah, (2) tipe kepemimpinan Abu MUDI adalah karismatik-visioner yang memiliki visi mengembangkan peran dayah di era modern dengan mendirikan Ma’had Aly dan IAI Al-Aziziyah agar alumni dayah selain menjadi teungku juga dapat berperan lebih luas di tengah-tengah masyarakat, seperti menjadi pegawai di instansi pemerintah karena memiliki ijazah formal dari perguruan tinggi. الملخص: 'الداية' هي Ø¥ØØ¯Ù‰ مؤسسات التربية الإسلامية التي لا تزال موجودة ÙÙŠ آتشيه. مثل البيزنترين (المعهد الإسلامي) ÙÙŠ جاوى، تواجه 'الداية' Ù…Ù†Ø§ÙØ³Ø© شديدة مع مؤسسات التعليم الرسمي الأخرى، مثل المدارس والجامعات. يهد٠هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« إلى وص٠كيÙية قيادة أستاذ (Teungku) 'الداية' (أبو مودي مسرى سامالانغا) Abu MUDI Mesra Samalanga)) ÙÙŠ تطوير دور 'الداية' ÙÙŠ العصر Ø§Ù„ØØ¯ÙŠØ«. مدخل Ø§Ù„Ø¨ØØ« هو نوعي يجمع بين الدراسة المكتبية والميدانية ÙÙŠ 'الداية' مودي مسرى سامالانغا بيرين آتشيه. Ø£ÙˆØ¶ØØª نتائج Ø§Ù„Ø¨ØØ« أن (1) السلطة القيادية لأبي مودي Abu MUDI هي كاريزمية التي تنبع من موقÙÙ‡ 'الاستقامة' ÙÙŠ تنÙيذ التعاليم الإسلامية بØÙŠØ« Ø£ØµØ¨ØØª مثالا ÙÙŠ ممارسة الشريعة، (2) كان نوع القيادة لأبي مودي Abu MUDI هو كاريزمية-بصيرة لديه رؤية لتطوير دور 'الداية' ÙÙŠ العصر Ø§Ù„ØØ¯ÙŠØ« بإنشاء المعهد العالي وجامعة 'العزيزية' الإسلامية بØÙŠØ« يمكن لخريجي 'الداية' Ø¨Ø¥Ø¶Ø§ÙØ© إلى كونهم الأستاذ (Teungku)ØŒ هم يستطيعون أن يلعبوا دورًا أوسع ÙÙŠ المجتمع، مثل: موظ٠ØÙƒÙˆÙ…ÙŠ لأن لديهم شهادة رسمية من مؤسسة جامعية