Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya
Not a member yet
    130 research outputs found

    Pilihan Merk Kosmetik dan Kebangsaan : Studi mengenai minat beli Kosmetik dan Identitas Sosial pada Mahasiswa

    No full text
    Abstrak Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman budayanya, keanekaragaman budaya ini sekaligus menjadi aset penting bagi bangsa Indonesia, namun di era globalisasi saat ini banyak kebudayaan luar negeri yang masuk kedalam Indonesia, masuknya budaya luar saat ini bisa saja menjadi pengaruh buruk bagi generasi muda Indonesia padahal generasi muda merupakan harapan dalam membangun bangsa ini dimasa depan. Menghargai dan mencintai produk dalam negeri merupakan salah satu wujud nyata dari rasa cinta tanah air yang dimiliki oleh seseorang kepada bangsa dan negaranya. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap adakah hubungan identitas sosial dengan  minat beli produk dalam negeri ? Sampel yang dilibatkan adalah sejumlah 146 mahasiswa yang sudah dibekali wawasan kebangsaan. Data dalam penelitian ini diperoleh menggunakan instrumen penelitian berupa skala yaitu skala Identitas Sosial berdasar teori dari Tajfel (dalam Andriyani 2019) serta minat beli berdasar teori dari Kotler (2008). Teknik analisis data menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment. Diperoleh nilai r = 0,282 dengan sig. (p) = 0,001 (p < 0,05) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut Hal ini berarti semakin tinggi identitas sosialnya maka semakin tinggi minat beli kosmetik produk dalam negeri, demikian sebaliknya semakin rendah identitas sosialnya maka semakin rendah minat beli kosmetik produk dalam negeri. Kata Kunci: Identitas Sosial, Minat Beli, Kebangsaan, Kosmeti

    Efektifitas Metode Diskusi Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII Pada Mata Pelajaran PKn Di MTs Nurul Karomah Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan

    No full text
    This study aims to determine the effectiveness of discussion learning methods in improving student learning outcomes in Civic Education subjects in class VII MTs Nurul Karomah. This research method uses descriptive qualitative research. The object of this study was students of MTs Nurul Karomah, Paterongan Village, Galis District, Bangkalan Regency. The sample of this study was grade VII MTs Nurul Karomah Galis District Bangkalan with a total of 73 students. Data analysis was performed using the lesson plan implementation sheet, student activity observation sheets, student response questionnaires and learning achievement tests. The results of the study of the implementation of the RPP on learning Civics using the discussion method carried out very well with the results of the percentage of 78.75. Student activities during the discussion learning took place said to be in a very good category with the achievement of a scale of 78.75. Questionnaire responses of students earned 88.3 means that students gave very positive responses to learning using the discussion method. This means that the activities carried out by students are classified as effective or the learning that has been carried out is able to stimulate students to actively learn in class by using learning discussion methods. Student learning outcomes that have been achieved after a test with KKM 75 using learning methods of discussion are said to be effective because the number of students who complete reaches a percentage of 94.44%. The conclusion from the research that has been done, that the discussion learning method in MTs Nurul Karomah Galis sub-district of Bangkalan district has been effective in improving student learning outcomes in PPKn subjects. This can be seen the teaching and learning process carried out by Civics teachers and the learning outcomes achieved by students both and have increased

    Paradigma Bela negara dalam Pendidikan Kewarganegaraan pada Era Pascareformasi

    No full text
    Paradigma Bela negara menjadi salah satu isu penting dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bela negara setidak hanya dimaknai sebagai upaya dan tindakan tetapi doktrin dan ideologi yang mengarahkan dan mendorong warga negara untuk mengenali peran negara dan partisipasi warga negara dalam kehidupan kewarganegaraan. Proses pengenalan dan pemahaman tentang bela negara dapat dikaji dari peran pendidikan warga negara melalui pendidikan kewarganegaraan yang dilakukan oleh negara kepada warga negara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis paradigma bela negara pada era pascareformasi dalam pendidikan kewarganegaraan di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan mengkaji berbagai sumber bahan dari buku teks, peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, dan dokumen yang diterbitkan oleh lembaga resmi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis koherensi, interpretasi, dan induktif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa paradigma bela negara yang berkembang di Indonesia mengalami perubahan dan perkembangan dari konsepsi bela negara untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara berbasis militeristik menuju bela negara pada konstruksi non militeristik mengisi kemerdekaan untuk berperan aktif dalam pembangunan, serta menghadapi berbagai tantangan dari dalam dan luar negeri pada masa kini maupun di masa yang akan datang dengan pendekatan keterlibatan aktif warga negara (civic engagement)

    Pengaruh Metode Problem Based Learningdan Metode Inquiry Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Pada Siswa Kelas VII MTs Miftahul Mubtadiin

    No full text
    Civics Education is a course that aims to educate students to foster morals and become a good citizen, which are expected to be realized in daily life, both in the school environment and outside the school environment. Civics education should be able to shape activeness , creativity, and intelligent thinking of students in solving any existing problem by way of consensus agreement in accordance with the 4th-point Pancasila precepts namely "Democracy led by wisdom discretion in deliberation and representation". Civics is a lesson about government and civic obligations relating to the state or among citizens'. This study uses a quantitative quasi-experimental type of research by using one variable to know the learning outcomes, namely, affective, cognitive and psychomotor, which aims to determine the effect and differences of the Problem Based Learning and Inquiry methods on the results. Based on the data analysis, it can be concluded that citizenship education learning with Problem Based Learning (PBL) method is better than Inquiry learning. There are differences in student learning achievement after using the Problem based learning method in Civics VIII A/B MTs Miftahul Mubtadiin

    Actualization Of Wuku Taun Tradition In The Midst Of Modernization(A Case Study To The Peoples Of Cikondang Traditional Village In Pangalengan, Bandung)

    No full text
    Penelitian ini didasari oleh permasalahan yang terjadi di kampung adat di mana nilai-nilai  budaya dan tradisi sudah mulai terkikis oleh arus modernisasi. Di tengah ancaman tersebut, masyarakat Kampung Cikondang Desa lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung masih berusaha untuk mengaktualisasi kebudayaan melalui sebuah tradisi yang dinamakan Wuku Taun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana aktualisasi tradisi Wuku Taun dapat bertahan di tengah arus modernisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa sampai saat ini tradisi Wuku Taun  merupakan upacara adat tahunan yang masih rutin dilaksanakan setiap tahunnya sebagai pola dalam mengatur pola kehidupan masyarakat kampung adat Cikondang Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung sehingga tradisi Wuku Taun memberikan peranan penting dalam kehidupan masyarakat sebagai pranata sosial yang mengatur kehidupan bermasyarakat dan menjadi salah satu sumber nilai budaya sund

    Survei Aktivitas Dan Kebiasaan Masyarakat Serta Tingkat Resikonya Dalam Menghadapi Wabah COVID-19 Di Indonesia

    No full text
    COVID-19 allegedly appeared for the first time in the city of wuhan, but in some discussions there were also those who disagree with this opinion because until now the origin of the virus remained unconfirmed. The transfer of the virus from human to human is very rapid in social groups that are actively engaged. Diligent in maintaining hand hygiene washing it with soap or hand sanitizer is a strategy to prevent the spread of the virus through the touch of a hand because it is suspected that the virus can be spread by contact between both hands with other people or objects that have been exposed to viruses or touches on the face. To measure the validity of the instruments used, the calculation of the reproducibility coefficient and scalability was carried out in this study. Whereas the reliability test used the calculation with Kuder-Richardson20 formula. The Kolmogorov-Smirnov normality test is used to test the normality of data as well as descriptive analysis with a quantitative approach to conclude research. From the results of the study concluded that respondents with habits and high-risk activities are still classified as very little where about 1.5% of 133 respondents or more precisely only 2 respondents included in the category of "high risk". While around 27.07% of the total respondents or more precisely 36 included in the category of "moderate risk". Furthermore it was found that about 71.43% of the total respondents or rather 95 people were included in the "low risk" category.   COVID-19 yang diduga muncul pertama kali di kota wuhan namun dalam beberapa bahasan juga ada yang tidak setuju dengan pendapat tersebut karena hingga saat ini asal virus tersebut tetap belum terkonfirmasi dengan valid. Perpindahan virus dari manusia ke manusia sangat cepat terjadi pada kelompok sosial yang aktif berkempul. Rajin menjaga kebersihan tangan mencucinya dengan sabun atau hand sanitizer merupakan strategi pencegahan penyebaran virus melalui sentuhan tangan karena ditengarai virus dapat disebarkan oleh kontak antara kedua tangan dengan orang lain atau benda yang telah terepapar virus ataupun sentuhan pada bagian muka. Untuk mengukur validitas instrumen yang digunakan, penghitungan koefisien reprodusibilitas beserta skalabilitas dilakukan dalam penelitian ini. Sedangkan untuk uji reliabilitas digunakan penghitungan dengan rumus Kuder-Richardson20. Uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk menguji normalitas data serta analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif  untuk menyimpulkan penelitian. Dari hasil penelitian disimpulkan responden dengan kebiasaan dan aktivitas yang beresiko tinggi masih tergolong sangat sedikit dimana sekitar 1,5% dari 133 responden atau lebih tepatnya hanya 2 responden termasuk dalam kategori “resiko tinggi”. Sedangkan sekitar 27,07% dari total responden atau lebih tepatnya 36 termasuk dalam kategori “resiko sedang”. Selanjutnya ditemukan bahwa sekitar 71,43% dari total responden atau lebih tepatnya 95 orang termasuk dalam kategori “resiko rendah”

    Perjuangan Kaum Disabilitas Dalam Mendapatkan Identitas Kewargaan

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang perjuangan kaum disabilitas dalam mendapatkan identitas kewargaan. Politik kewargaan di berikan sebagai sebuah status hukum yang diberikan oleh negarabangsa dengan kajian-kajian ilmu, sosial kewargaan semakin fokus pada bentuk-bentuk kewargaan sosial, kultural dan politik. Dalam konteks seperti itu, maka kewargaan difahami sebagai perjuangan melawan hubungan kekuasaan yang secara politik, ekonomi dan kultural menindas dan mengeksklusi kelompok rakyat tertentu atau diskriminasi. Inti dari perjuangan ini adalah tuntutan akan adanya representasi politik, keadilan sosial dan ekonomi, serta pengakuan kultural. Secara umum tuntutan itu ditujukan kepada negara dan kekuatan dominan lainnya. Strategi untuk memenuhi tuntutan kewargaan dapat berlangsung dengan cara menjaga jarak atau dengan terlibat langsung dengan pemegang kekuasaan hegemonik. Negeri ini secara formal bisa di katakan demokratif, tetapi secara subtansif masih belum dikarenakan banyak kelompok yang terpinggirkan. Kelompok-kelompok yang tertindas dan terpinggirkan merupakan masyarakat dari kalangan sipil dan kerakyatan yang dianggap sebelah mata dan tidak terlihat oleh pemerintah dianggap hanya sebagai kaum lemah seperti halnya, PKL, perempuan, disabilitas, mahasiswa dan kelompok pasca fundamentalis.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analisis yang akan mengungkapkan fenomenan secara sistematis pada berbagai temuan dalam penelitian. Penelitian ini fokus membahas bagaimana perjuangan yang dilakukan oleh kaum disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah Perjuangan Disabilitas Atas Identitas Kewargaannya serta menjelaskan faktor-faktor yang memperngaruhi perjuangan kaum disabilitas atas identitas kewargaannya. Kata Kunci: Perjuangan, Disabilitas, Identitas Kewargaa

    Upaya Meningkatkan Hasil Belajar PKn Materi Norma Melalui Metode Pembelajaran Inkuiri Pada Siswa Kelas VIIID Di UPTD SMP Negeri 05 Bangkalan

    No full text
    This type of research used in this study is the type of Classroom Action Research (CAR). This research was conducted in 2 cycles, each cycle consisting of 1 meeting. Each cycle consists of four sides, namely planning, acting, observing and reflecting. Data collection techniques using tests and observations. The results of this study indicate how an increase in teacher skills, student activities and student learning outcomes in learning civics norm material through Inquiry learning methods in class VIIID students at UPTD SMP Negeri 5 Bangkalan. In cycle I, the average teacher skills gained 3.11 (good), the second cycle increased to 3.22 (good). In cycle I the average activity of students was 18.1 (enough), cycle II increased to 28 (good). Based on the value of learning outcomes obtained in the first cycle the average value obtained by students is 61.07. In cycle II the average value achieved by students becomes 75.09. Thus it can be concluded that by learning inquiry in Civics learning can improve teacher skills, student activities, and learning outcomes in class VIIID students of SMP Negeri 5 Bangkalan. The Inquiry Method improves the quality of learning so that it can be applied to other lessons

    Kendala Orang Tua Mendampingi Anak Belajar di Rumah Dalam Menghadapi Situasi Covid 19

    No full text
    In this study thhe writer has the aim to find the obstaclws faced by parents in assisting children to study at home in facing covid 19.  The method used in this study is the interview method an uses several reliable sources.  The results and discussion in this study the author discussion the impact covid 19 in education, economy and social relations.  As well as the authors find the conclusions in this study are as follow: many spend the cost to buy a data package, parents find it difficult because of the lack of material explanation children trust teachers more than their parent, parent experience stress espencially a mother, parent experience stress especially a mother, and the limited facilities availabl

    Perjuangan Pedagang Kaki Lima(PKL) dalam Membangun Identitas Kewargaan

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang perjuangan Pedagang Kaki Lima (PKL) dalam membangun identitas kewargaannya. Politik kewargaan adalah serangkaian hak–hak kewargaan yang diperjuangkan untuk kelompok sosial yang mengalami eksklusi politik, ekonomi dan kultural dan selalu bersifat politis. Dalam mewujudkan hak-hak kewargaan dapat dilakukan dengan melalui tiga upaya, antara lain yaitu memperjuangkan pengakuan kultural, keadilan sosial dan kesejahteraan, memperjuangkan demokrasi dan representasi politik secara bersinergi. Demokrasi merupakan faham dan sistem politik yang disasarkan pada doktrin power of the people, yakni kekuasaan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Bahwa rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi dalam sistem pemerintahan. Praktik demokrasi formal di Indonesia yang relatif berhasil ternyata jauh dari cukup untuk menjamin kewargaan yang lebih substantif. Demokrasi yang ada hanya memberi keuntungan utamanya bagi kelompok oligarki, sembari mendorong perjuangan individu dan kelompok non-oligarki menggunakan tata aturan dan regulasi yang ada untuk menuntut hak-hak kewargaannya. Ada banyak organisasi atau gerakan di Indonesia yang berjuang untuk membangun identitas kewargaannya. Salah satu kelompok  yang menghimpun gerakan-gerakan dalam ranah publik secara konsisten adalah dari kelompok pedagang kaki lima. Pedagang Kaki Lima atau pedagang kaki lima dapat diartikan sebagai pedagang yang tidak memiliki lokasi usaha yang permanen atau tetap. Para Pedagang Kaki Lima pada dasarnya memiliki tujuan sederhanan yakni untuk memenuhi kebutuhan perekonomian mereka. Akan tetapi, dilapangan menunjukkan para  Pedagang Kaki Lima sering kali termarginalkan oleh lingkungan bahkan oleh pemerintah sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analisis yang akan mengungkapkan fenomenan secara sistematis pada berbagai temuan dalam penelitian. Penelitian ini fokus membahas tentang bagaimana perjuangan yang dilakukan oleh Pedagangan Kaki Lima. Penelitian ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah perjuangan Pedagangan Kaki Lima dalam membangun identitas kewargaannya serta menjelaskan faktor-faktor yang memperngaruhi perjuangan Pedagang Kaki Lima dalam meneguhkan identitas kewargaannya

    31

    full texts

    130

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇