Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya
Not a member yet
    130 research outputs found

    Hubungan Welas Diri dan Ketakutan Melahirkan pada Ibu Hamil

    Full text link
    Ketakutan akan persalinan, kesehatan psikososial pada masa kehamilan, persalinan dan masa nifas memiliki dampak negative pada perempuan. Welas diri dapat dipandang sebagai strategi yang berguna untuk mengatur emosi, pada perasaan yang menyedihkan atau menyusahkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara rasa takut akan persalinan dan welas diri pada ibu hamil. Jumlah subjek penelitian yaitu sebanyak 104 ibu hamil. Data dikumpulkan melalui angket Welas diri  dan angket Wijma Delivery Expectancy Quesionnaire A (W-DEQ A). Rata rata skor W-DEQ A ibu hamil adalah 74,51 ±34,18. Tingkat ketakutan terhadap persalinan pada ibu hamil menurut skor W-DEQ A adalah 49% pada tingkat klinis / gangguan, 18,3 % pada tingkat berat, 15,4 % pada tingkat sedang, dan 17,3 % pada tingkat rendah. Ada korelasi negative antara skor W-DEQ A dan welas diri  dan subskalanya termasuk kebaikan diri, mindfulness, kemanusiaan universal, tetapi ada korelasi signifikan positif penilaian diri, isolasi, identifikasi berlebihan. Welas Diri adalah prediktor yang signifikan dari rasa takut melahirkan (p<0,001). Sebagai hasil dari penelitian ini, seiring dengan meningkatnya welas diri, rasa takut akan persalinan berkurang. Profesional kesehatan harus mempertanyakan wanita hamil dalam hal ketakutan melahirkan dan kasih sayang diri. Studi intervensi untuk meningkatkan welas diri direkomendasikan untuk mengurangi rasa takut melahirkan pada ibu hamil

    Kapasitas Perempuan Bekerja Dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Di Kota Medan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas perempuan dalam meningkatkan ketahanan keluarga di Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif  dengan pendekatan fenomenologi. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian tentang kapasitas perempuan bekerja dalam meningkatkan ketahanan keluarga di Kota Medan, kapasitas perempuan bekerja dalam meningkatkan ketahanan keluarga di Kota Medan dengan cara memberikan pola asuh anak secara optimal. Pola asuh yang dilakukan dalam rangka meningkatkan ketahanan keluarga di Kota Medan diantaranya pemberian perhatian, kasih sayang dan apresiasi secara optimal dengan mengedepankan sosialisasi nilai dan norma yang ditanamkan merupakan bagian yang paling penting dalam menumbuhkan sikap semangat dan positif pada anak. Hal ini dikarenakan apresiasi dapat memberikan dorongan stimulus dalam bentuk tindakan yang baik dan diharapkan oleh setiap orang tua. Pemberian apresiasi dan kasih sayang juga pada dasarnya merupakan bagian dari pengakuan yang diberikan oleh orang tua agar anak dipandang bagian dari buah hati para orang tua. Dalam memberikan pola asuh optimal yang dilakukan orang tua kepada anak juga memberikan pendidikan seks mengacu pada doktrinisasi yang diberikan orang tua. Doktrin yang diberikan lebih mengacu dampak yang ditimbulkan oleh seks bebas seperti hamil di luar nikah, berkorelasi dengan kriminalitas, sampai pada sanksi pengucilan pada masyarakat. &nbsp

    Implementasi Penerapan Disiplin Kerja Pegawai Negeri Sipil Dinas Kesehatan Di Kabupaten Kotawaringin Barat Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil

    No full text
    Public service is the government's effort to improve the welfare of the community as well as to improve the quality and capacity of carrying out the duties and functions of government institutions. The purpose of this study is to describe and analyze the implementation of the application of the rules of discipline for Civil Servants at the Health Office of West Kotawaringin Regency. This research use desciptive qualitative approach. Data collection in this study was carried out through observation, interviews, documentation and data triangulation. Checking the validity of the research data was carried out in three ways, namely member check, data triangulation and method triangulation. The data analysis model used in this study uses the Miles and Hubermen interactive model with three components of analysis, namely Data Reduction, Data Presentation and Conclusion Drawing. The result of this research is that the implementation of Government Regulation No. 53/2010 in the Health Office of West Kotawaringin Regency needs cooperation and commitment from all parties, especially the leaders of the Health Office and employees

    Perlindungan Hak Asasi Manusia dan Penegakan Hukum Pidana Bagi Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kota Malang Dalam Prespektif PKN

    Full text link
    Penelitian ini bertujun untuk mengetahui Peran Lembaga pemasyarakatan kelas I kota Malang sebagai sistem peradilan pidana dalam upaya penegakkan hukum dan perlindungan hak asasi narapidana. Serta Upaya dalam pelaksanaan penegakan hukum dan perlindungan hak asasi Narapidna di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I kota Malang. Metode penelitian menggunakan dasar penelitian dimana menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis yakni metode untuk pengukuran yang cermat terhadap fenomena sosial. Peran penegakan hukum dalam Lembaga pemasyarkatan diatur dalam undang-undang nomer 12 tahun 1995 tentang Lembaga pemasyarakatan pada pasal 8 disebutkan bahwa petugas pemasyarakatan merupakan pejabat fungsional penegak hukum yang melaksanakan tugas dibidang pembinaan pengamanan dan bimbingan warga binaan pemasyarakatan. Upaya dalam penegakan dan pembinaan narapidana  supaya terpenuhi hak asasinya, dengan Konsep pengelolaan pembinaan yang berjumlah dua yakni kepribadian dan  pembinaan kemandirian. Pembinaan kepribadian lapas kelas I kota Malang berorientasi kepada perubahan mainsait, artinya diluar melakukan tindakan pidana, dan dibina dengan tujuan tidak mengulangi perbuatnya Kembali. Kata Kunci : Lembaga Pemasyarakatan, HAM, hukum pidan

    Gender Equality in Batak Toba Wedding Ceremony

    Full text link
    Batak Toba is one of the tribes in North Sumatra. In Batak custom where men buy women in marriage. The position of men is higher in the Batak tribe because it follows the patriarchal lineage where men are the successors of the descendants or clans. In general, women do not have an important position or position in every traditional event that is carried out. Because men take all the important roles in every traditional Batak Toba event. In this analysis, because of gender is an interesting thing to discuss, especially in Batak Toba ceremony. This article use Liberal and Radical Feminism (in Tong, 2006). The objective of this research is to promote fairness and balance in the roles and responsibilities of men and women during the event is the goal of gender equality in Toba Batak wedding ceremonies. This attempts to guarantee that both partners actively participate in and enjoy the ceremony on an equal footing, and that traditions and customs do not perpetuate gender-based discrimination. Therefore, it is important to apply justice which refers to gender equality in the Batak Toba tribe. With the passage of time, it is hoped that this tradition will continue to empower women to be able to communicate with elders

    Kepatuhan Hukum Berlalu Lintas Pada Mahasiswa PRODI Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Jambi

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan hukum berlalu lintas pada mahasiswa Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Jambi dan untuk mengetahui kepatuhan hukum berlalu lintas pada mahasiswa Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Jambi berdasarkan indikator compliance. identification dan internalization. Penelitian ini dilakukan di Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Jambi. Dalam penelitian ini, pendekatan penelitian kualitatif yang digunakan. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah Studi kasus, data yang dikumpulkan dalam penelitian ini bersifat deskriptif yang dihasilkan nantinya berbentuk penjabaran berupa kata-kata maupun gambar dan tidak menekankan pada angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepatuhan hukum berlalu lintas mahasiswa masih banyak yang melanggar peraturan lalu lintas. Upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengurangi angka pelanggaran lalu lintas adalah dengan melakukan tindakan tilang. Kepatuhan hukum berlalu lintas berdasarkan compliance, yaitu kepatuhan hukum mahasiswa hanya pada perilakunya saja sehingga hanya saat-saat tertentu saja mereka mematuhi peraturan lalu lintas serta upaya yang dilakukan aparat kepolisian berupa himbauan tindakan teguran dan tindakan tilang. Kepatuhan hukum berdasarkan Identification mahasiswa telah mematuhi kepatuhan hukum seperti telah memiliki helm, SIM, STNK dan selalu membayar pajak kendaraan bermotor. Upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian berupa pencegahan serta memberikan edukasi, sosialisasi dan memberikan spanduk-spanduk di jalan. Kepatuhan hukum berdasarkan internalization mahasiswa mengetahui tujuan dan fungsi dari pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas. Sehingga menyebabkan mahasiswa patuh kepada peraturan tersebut serta upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian berupa ajakan atau bimbingan kepada pelaku pelanggaran agar mau bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku

    The Meaning of Defending the Country as Strengthening Non-Military Security: Perceptions of Indonesian Society

    Full text link
    Shifting threats regarding state sovereignty and resilience are currently experiencing a shift. In addition to military threats, non-military threats are also threats that are no less important for the sustainability of a country. Public perception of threats and their relation to defending the state is essential because protecting the state is not only the obligation of the TNI and Polri but all Indonesian citizens. This study aims to explain the meaning of defending the country as Non-Military Security Strengthening and its relation to public perceptions of current threats. The research method used in this research is a qualitative descriptive research method. The results of this study indicate that public perceptions of threats ranging from non-military threats such as the Covid-19 pandemic, diminishing job opportunities, unequal education, corruption of political elites, The erosion of national culture by foreign influences, natural disasters (floods, landslides, earthquake, volcanic eruptions, etc.), the potential for social conflict due to poor tolerance between religious communities, the rise of hoaxes, and hate speech in cyberspace/the internet for the increase of crime and the spread of drugs. As for the strategy to deal with non-military threats, non-physical State Defense can overcome them. According to the threat perception, the process can be carried out through dedication according to their respective professions and strengthening the values of defending the country, such as love for the motherland, awareness of the nation and state, loyalty to Pancasila, willingness to sacrifice for the nation, as well as the initial ability to defend the country

    Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Peran Organisasi Pemuda di Masyarakat

    Full text link
    The lack of implementation of Pancasila values ​​in people's lives show that there are still many people, especially the young generation, who neglect to apply the values ​​of Pancasila because of the influence of globalization and modernization, so that the revitalization of Pancasila values ​​needs to be done. This research uses interview, observation, and documentation techniques. The results of the study describe three substances, namely: 1) The role of the branch subsidiary Nahdlatul Ulama Student Association (IPNU/IPPNU) in Kabuh Jombang Regency through organizational culture in introduction, training activities and combination organizational culture through activity programs such as: Sholawatan, Istighosah, Millenial Edu Center, CBP/KPP, Makesta, Diklatama, and Lakmud; 2) The results of the revitalization of Pancasila; 3) Supporting and inhibiting factors for cultural revitalization, namely: a) The supporting factor found was community support; b) The inhibiting factor found was internal conflict within the organization.

    Pengaruh Media Sosial Twitter Terhadap Pembentukan Civic Disposition Warganet Pada Kalangan Generasi Z

    Full text link
    Abstract This research aims to investigate the impact of Twitter as a social media platform on the development of civic disposition among Generation Z. Utilizing a descriptive study with a quantitative approach. The sample collection for this research utilized a non-probability sampling technique known as purposive samplinzqqg. A total of 100 samples were obtained using the Lemeshow formula. Primary data was collected through observation, questionnaires, and documentation. In this research, a questionnaire distributed via Google Forms serves as the research instrument, and the Likert scale was used. The data analysis technique involves descriptive statistics to present the data,  as well as inferential statistics with parametric statistics to test hypotheses and draw conclusions based on the sample taken from the population. The classical assumption prerequisite tests, including the normality and linearity tests, while the hypothesis test used was simple linear regression analysis, were conducted. the data is normally distributed (0.200 > 0.05) and exhibits linearity (0.871 > 0.05). Furthermore, the final result of this research revealed that there is an influence of Twitter as a social media on the formation of civic disposition among Generation Z netizens. This can be observed from the results of the hypothesis test conducted using simple linear regression analysis. On the other hand, when comparing the value of tcount with the value of ttable, it is known that the tcount is 4.906 > ttable 1.98. This means that the zero hypothesis (Ho) is rejected while the alternative hypothesis (Ha) can be accepted. Keywords: Civic Disposition, Generation Z, Twitter as Social Media,.         Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial twitter terhadap pembentukan civic disposition pada kalangan Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling yaitu dengan purposive sampling. Menentukan sampel menggunakan rumus lemeshow diperoleh 100 sampel. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dengan bantuan google formulir dan memakai skala likert. Teknik analisis data yaitu statistik deskriptif untuk menyajikan data dan statistik inferensial dengan jenis statistik parametris untuk menguji hipotesis dan membuat kesimpulan berdasarkan sampel yang diambil dari populasi. Uji prasyarat asumsi klasik yaitu uji normalitas dan uji linearitas sedangkan uji hipotesis yaitu analisis regresi linear sederhana. Hasil yang didapatkan dari kedua uji prasyarat yang telah dilakukan dinyatakan telah memenuhi asumsi masing-masing pengujian yaitu data berdistribusi normal sebesar 0,200 > 0,05 dan bersifat linear sebesar 0,871 > 0,05. Selanjutnya hasil akhir yaitu hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh media sosial twitter terhadap pembentukan civic disposition warganet pada kalangan Generasi Z. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji hipotesis penelitian dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana yaitu apabila membandingkan nilai signifikansi dengan nilai probabilitas berdasarkan nilai signifikansi dari tabel coefficient diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Sedangkan apabila membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel didapatkan nilai t hitung = 4,906 > t tabel = 1,98. Artinya, hipotesis nol (Ho) ditolak sedangkan hipotesis alternatif (Ha) dapat diterima. Kata Kunci: Civic Disposition, Generasi Z, Media Sosial Twitter.   &nbsp

    Strategi Pengembangan Mutu Sekolah Dasar dan Penguatan Karakter Siswa Di Masa Pandemi Covid-19 (Melalui Studi Kasus Di SDN 1 Kunti Sampung)

    No full text
    Pendidikan merupakan salah satu sebuah usaha yang tentukan dan dirancang secara terstruktur agar bisa menciptakan sebuah proses belajar mengajar yang aktif, sehingga bisa mengembangkan potensi diri untuk memperkuat spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kegiatan masyarakat dan bangsa. Pendidikan juga untuk menciptakan manusia yang memiliki wawasan luas sehingga bisa meningkatkan mutu bagi semua aspek kehidupan. Sekolah menjadi sarana yang sangat stategis dalam menanamkan Pendidikan karakter. Dalam menanamkan Pendidikan karakter bisa dilakukan dengan beberapa Langkah yang strategis yaitu dengan mengintegrasikan konten Pendidikan karakter yang telah dirumuskan dalam semua mata pelajaran, mengintegrasikan Pendidikan karakter dalam kegiatan sehari-hari di sekolah, mengintegrasikan Pendidikan karakter dalam kegiatan yang di programkan atau direncanakan, dan membangun komunikasi Kerjasama antar sekolah dan orang tua peserta didik. Akan tetapi mutu Pendidikan nasional dan Pendidikan karakter yang sedang diharapkan, saat ini mengalami sebuah permasalahan pada peningkatan kualitas Pendidikan dan Pendidikan karakter, pemerataan kesempatan belajar yang hanya terfokuskan pada Pendidikan akademi sehingga Pendidikan karakter menjadi tidak diperhatikan, keterbatasan anggaran dan masih belum terpenuhinya sumber daya manusia yang professional. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan factor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan mutu sekolah dasar dan penguatan karakter siswa di masa pandemi Covid-19 (Melalui Studi Kasus Di SDN 1 Kunti Sampung) dan strategi yang dilakukan untuk mengembangkan mutu sekolah dasar dan penguatan karakter Siswa di masa pandemi Covid-19 (Melalui Studi Kasus Di SDN 1 Kunti Sampung). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Data deskriptif yang diperoleh berasal dari narasumber yang mengetahui kondisi dan situasi dari lingkungan SDN 1 Kunti Sampung seperti kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa. Penentuan narasumber ini nantinya menggunakan Teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya Kurangnya guru yang berkompeten, Kurangnya minat belajar peserta didik, Kurangnya sarana dan prasarana, Kurangnya media pembelajaran, orang tua/wali peserta didik merupakan penduduk kalangan ekonomi kebawah, dan Kurangnya pembekalan dan masih minimnya informasi mengenai kurikulum 2013. Hasil penelitian yang sudah dilakukan maka dirumuskan strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan Mutu Sekolah Dasar Melalui Studi Kasus Di SDN 1 Kunti Sampung Di Masa Pandemi Covid-19. Beberaoa strategi yang dilakukan yaitu terfokuskan pada peningkatan kualitas guru, peningkatan kualitas pembelajaran, pemenuhan saran dan prasarana. &nbsp

    31

    full texts

    130

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇