Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Not a member yet
152 research outputs found
Sort by
Hermeneutika Hadis tentang “Hidupkan Saya Bersama Orang Miskin” (Analisis Kualitas dan Sharh Hadis): Hermeneutika Hadis
Abstract
This article discusses the text of the hadith: "Hadith Turns Me With the Poor People" from the side of the hadiths and understands the hadith using the hermeneutic theory approach in the hadith. This research is research based on the library (library research). The approach used is descriptive qualitative which aims to describe or describe the existing or actual facts of the object under study. The results of this study indicate that the quality of the hadiths from the narrative path is dha'if (weak) based on the comments of hadith critics scholars in the books of al-jarh wa al-ta'dil and the hadith scholars conclusion that hadith dha'īf is not including false it can be part of moralities. The real method of hermeneutics to explain hadith texts contributes to enriching the explanation of the explanation hadiths, or sharh hadiths, so the meaning of the hadith text is that the words of miskin( poverty), al-masakin(needy) mean humility, reverence, and humbleness. And the meaning of hadith has been strengthened by presenting other hadiths as witnesses or i'tibar(regard).
Keywords: hermeneutics, hadith, poor.
Abstrak
Artikel ini membahas teks hadits: “Hadits Hidupkan Saya Bersama Orang Miskin” dari sisi sanad/jalur periwayatan hadistnya dan memahami hadits dengan pendekatan teori hermeneutika dalam hadits. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif berdasarkan perpustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan atau menggambarkan kenyataan yang ada atau kenyataan aktual dari objek yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kulitas hadist dari jalur periwayatnya dha’if atau lemah berdasarkan komentar ulama kritikus hadits dalam kitab-kitab al-Jarh wa al-Ta’dil dan simpulan ulama hadits bahwa hadits dha’if yang bukan hadits palsu dapat dijadikan bagian dari fadha’il al-a’mal. Sesungguhnya metode hermeneutika untuk menjelaskan teks-teks hdits memberi kontribusi memperkaya upaya penjelasan/ syarh hadits/ teks hadits maka makna teks hadits bahwa ucapan kemiskinan / miskinan , al-masakin maknanya adalah kerendahan hati, ke_khusyu’-an dan tawadhu’. Dan makna hadits telah dikuatkan dengan menghadirkan hadits-hadits lain sebagai syaksi/i’tibar.
Kata Kunci: hermeneutika, hadits, miski
Analysis of Efficiency for Zakat Management Organization in Indonesia: A Comparison Study of Super Efficiency and Free Disposal Hull
This research aims to analyze the efficiency level of fourteen Zakat Management Organizations (ZMO) in Indonesia. This study uses a quantitative approach with the method of Free Disposal Hull (FDH) and the Super Efficiency (SE) method. Socialization Expense, Operational Expense, and Salary Expense are the input variables, while zakah fund collection and zakah distribution become the output variables. Empirical findings show that ZMO Corp 4 has the highest efficiency level, which analyzed through both methods of FDH or SE. ZMO managed by the government is the most efficient ZMO compared to the others who managed by private group and social organization. Total Potential Importance (TPI) shows that the output variable that requires the most significant adjustment is the zakat distribution, which is 12.66%Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi empat belas Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) yang beroperasi di Indonesia. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan membandingkan metode Free Disposal Hull (FDH) dan Super Efficiency (SE). Variabel input terdiri dari Socialization expense, Operational Expense, dan Salary Expense, sedangkan penghimpunan dana zakat dan penyaluran zakat merupakan variabel output. Temuan empiris menunjukkan bahwa ZMO Corp 4 merupakan lembaga dengan tingkat efisiensi tertinggi, baik dianalisis dengan metode FDH maupun Super Efficiency. OPZ yang dikelola oleh pemerintah adalah OPZ yang paling efisien dibandingkan dengan yang dikelola oleh grup swasta dan organisasi sosial. Tingkat Total Potential Importance (TPI) menunjukkan bahwa variabel output yang memerlukan penyesuaian paling signifikan adalah penyaluran zakat, yaitu 12,66%
Intercultural Communication Life of Transnational Indonesian PhD Muslim Female Students in the US and Australia
This study aimed at investigating the intercultural communication life of Indonesian PhD Muslim female students in the USA and Australia as transnationals. They face not only the language hardship but also the newest environments challenge both in academic and social setting. Stereotype, stigmatization, discrimination, and other forms of oppressions appear in relation to their visual identity. Applying Stella Ting-Toomey’ Identity Negotiation Theory, the study is to answer questions: (1) How far is the influence of the intercultural communication of these students living in a country? and (2) To what extent does intercultural communication competence influence the success of these students? This study is a qualitative descriptive based on the video/audio or diary tape of the respondents in the USA and Australia. To sum up, the video/audio or diary tape revealed that the success of intercultural communication on the these Indonesian Phd Muslim women students is influenced by knowledge, motivation, and skill obtained from the challenges in daily experiences both in academic and social life. Later, those three elements are very essential components in the ‘mindful/effectiveness intercultural communication’. Those elements become competence for Indonesian PhD Muslim women students to form adaptive strategies to overcome their internal and external situation. The process of intercultural communication might be challenging. However, the competence reveal during their first year living in a new country will be solution in facing problems or minimizing difficult situations in future years ahead.Studi ini menginvestigasi kehidupan komunikasi intercultural mahasiswi PhD muslim Indonesia di Amerika Serikat dan Australia sebagai transnasional. Mereka tidak hanya menghadapi masalah bahasa tetapi juga tantangan lingkungan baru baik secara akademis maupun sosial. Stereotip, stigmatisasi, diskriminasi, dan bentuk opresi lain muncul yang berhubungan dengan identitas visual mereka. Menerapkan Teori Negosiasi Identitas Stella Ting-Toomey untuk menjawab pertanyaan: (1) Seberapa jauh pengaruh komunikasi interkultural mahasiswi ini selama tinggal di negara tersebut? dan (2) Sejauh mana pengaruh kompetensi komunikasi interkultural terhadap kesuksesan mahasiswi ini? Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan hasil rekaman video/audio maupun catatan yang diberikan oleh responden di Amerika Serikat dan Australia. Perlakuan sama digunakan dengan meminta responden membuat video atau catatan tentang isu yang diambil dalam penelitian ini. Berdasarkan rekaman video/audio atau catatan menunjukkan bahwa kesuksesan komunikasi interkultural dari mahasiswi PhD muslimah Indonesia ini dipengaruhi oleh pengetahuan, motivasi, dan keterampilan yang diperoleh dari tantangan kehidupan keseharian baik di lingkungan akademik maupun sosial. Ketiga elemen tersebut merupakan komponen yang sangat esensial dalam keberhasilan komunikasi interkultural. Komponen tersebut menjadi kompetensi untuk membentuk strategi adaptif. Kompetensi ini membantu dalam mengatasi masalah internal dan eksternal yang menghambat keefektifan komunikasi interkultural. Proses komunikasi interkultural sangat menantang. Tetapi, kompetensi selama tahun pertama tinggal dapat menjadi solusi dalam menghadapi masalah atau meminimalisir situasi-situasi yang sulit di tahun-tahun berikutnya
Saeculum-Mundus Politik Indonesia: Satu Kajian Filosofis dalam Perspektif Nurcholish Madjid
This article suggests some common opinions on Muslim’s worldview, which became the center of contention. This gives rise to perspective which states that the religion participation in government will bring the world of politics into the arena of theo-centrism that ends in authoritarianism. The research is qualitative, based on library research. The approach used is descriptive critical analysis. It aims to describe factual dynamics on Indonesian social-politic from philosophical point of view. The research finds that, on the second half of twentieth century, Nurcholish Madjid’s renewal idea on Islamic political thought (secularization) gets a variety of responses. Madjid suggested the need to separate religion from social-politic arena with his slogan, ‘Islam Yes, Islamic party No’. The basis of the idea is built on the concept of rationality as the main authority in the social science paradigm. Ideas or dogma, meanwhile, is part of historical development which has to be submissive to conditions that always change. Everything that “exist” has to change, the only absolute one is the change itself.Artikel ini menyuguhkan beberapa pandangan umum mengenai posisi cara pandang Muslim yang menjadi rebutan. Hal ini memunculkan perspektif yang menyatakan bahwa turut sertanya agama dalam pemerintahan akan membawa dunia perpolitikan dalam kancah teosentrisme, yang berakhir pada otoritarianisme. Jenis artikel ini kualitatif, berbentuk studi kepustakaan (library research). Pendekatan yang dipergunakan adalah deskriptif analisis kritis. Tujuannya memotret dinamika aktual sosio politik di Indonesia dari kaca mata analisis filosofis. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa pada paruh kedua abad kedua puluh, Nurcholish Madjid melalui “sekularisasi” pembaharuan pemikiran politik Islam menuai berbagai reaksi. Madjid memandang perlunya agama untuk dipisahkan dari sosial-politik, slogannya Islam yes, partai Islam no. Basis gagasannya dibangun dari konsep rasionalitas sebagai pemegang otoritas utama dalam paradigma sains sosial. Sedangkan dogma dalam kehidupan manusia juga merupakan bagian dari proses perkembangan sejarah, harus tunduk pada perubahan zaman. Segala eksistensi niscaya akan berubah, satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri
Marwiyyāt al-Muḥaddiśīn al-Indūnisiyyīn li al-Arbaʻiniyāt: Dirāsah ʻan Mu᾽allafāt Nawawy al-Bantany, wa Maḥfūẓ al-Termasy wa Mukhtār ibn ʻAtārid: Narrations of Indonesian Hadith Scholars for the al-Arbaʻiniyāt: Study of the Works of Nawawy al-Bantany, Maḥfūẓ al-Termasy, and Mukhtār ibn ʻAtārid
(Abstract)
This article analyzes hadith science works of Indonesian Muslim scholars. Being the largest Muslim country, Indonesian scholars who settled in al-Haramayn in 13th H, have more significant works than other Arab region scholars. One of it is Kitab “Arba`īn” that compiled forty ḥadīth about life. It has a simple style, easy to remember, unconvoluted, and does not contain different schools of thought. The era’s leading figures who wrote about the Arba`īn and its explanation (sharah) of famous scholar’s works, are Kiyai Nawawi from Banten, Kyai Mahfūzh from Termas, Mukhtar `Atorid from Bogor, Syekh Yasin from Padang. There is also the book Arba`īn on forty ḥadīth from forty books of forty sheikhs in forty cities. This study’s main data is collected from the works of Nawawi Banten on Imām Suyūti’s “Tanqīḥ qaul al-hathīth bi syaraḥ lubāb al-ḥadīth”. In this article, the author also compares the mentioned scholar works with other similar woks then presented analysis based on the Ḥadīth knowledge.
Keywords : Narration, The Prophet saying, Ḥadīth Scholar, Indonesian `Ulamā, Arba`īn
ملخص : يتناول هذا المقال مؤلفات العلماء الإندونيسيين المفيمين ببلد الحرمين في القرن الثالث عشر من الهجرة ، في علم الحديث خاصة . كان لهم دور لا يقل عن دور علماء العرب حينذاك حيث كان لهم مؤلفات متميزة في فنون مختلفة وتنوعت مؤلفاتهم في الحديث منها تأليف الأربعينيات وهو جمع أربعين حديثا من مصادر مختلفة وموضوعات متنوعة. ولعل الهدف منه تسهيل المجتمع العام للرجوع إلى مصادر دينهم دون الخوض في الخلافات ، والتعصب المذهبي. وهذا النمط يساعد المبتدئين في التفقه في دينهم ، وكان أمثال نووي البنتني ، ومحفوظ الترمسي ومختار عطارد البوغوري وياسين الفاداني من بين الرموز المشهورة. ومن بين أعمالهم شرح الأربعين وجمع أربعين حديثا من أربعين كتابا من أربعين شيخا من أربعين بلدا. وكان مرجع هذا البحث مؤلفات هؤلاء مثل كتاب (تنقيح القول الحثيث شرح لباب الحديث للسيوطي) للنووي ، وكتابي (المنحة الخيرية) و(الخلعة الفكرية) للترمسي و(أربعين) مختار بن عطارد. وعمل الكاتب هنا مقارنة تلك المؤلفات بالمؤلفات المشابهة وشيئ من التحليل العلمي المناسب.
الكلمات المفتاحية : الروايات ، الحديث ، المحدثون ، الإندونيسيون ، الأربعين .Abstrak
Artikel ini menela’ah karya ilmiyah ulama Indonesia yang bermukim di al-Haramayn pada abad ketigabelas hijriyah, khususnya di bidang Hadits. Sebagai negeri Muslim terbesar, ulama Indonesia tidak kalah peran dari sisi ilmiyah dari ulama lainnya di tanah Arab. Karya-karya mereka juga bervariasi. Salah satunya jenis kitab “Arba’īn”, yang menghimpun empat puluh hadits tentang berbagai aspek kehidupan. Sasarannya untuk menjawab tuntutan masyarakat awam akan perlunya pegangan dalam menjalankan tuntunan agama sehari-hari. Arbain mempunyai corak sederhana, mudah diingat, tidak berbelit-belit, dan tanpa perbedaan mazhab. Nama-nama seperti Kyai Nawawi dari Banten, Kyai Mahfuzh dari Termas, Mukhtar Atorid dari Bogor, Syekh Yasin dari Padang dan lainnya merupakan tokoh-tokoh terkemuka masa itu. Mereka menulis syaraḥ (penjelasan) atas Arba’īn karya ulama terkenal. Bahkan ada model kitab Arba’in, empat puluh ḥadīts dari empat puluh kitab dari empat puluh Syekh di empat puluh kota.
Data utama untuk penelitian ini dikumpulkan dari karya mereka, antara lain: Nawāwi Banten yang men-syarah kitab Imām Suyūṭi, dengan judul “Tanqīḥ qaul al-hathīth bi syarah lubāb al-ḥadīth”. Dua karya Syekh Mahfūz Termas “al-minḥah al-khairiyah” dan “al-khil`at al-fikriyyah”, juga karya Syekh Mukhtar turut memperkaya artikel ini. Penulis membandingkan karya-karya itu dengan karya lain sejenis dan memberi analisa dari sisi Hadits.
Kata Kunci : Riwayat, Hadits, Ahli Hadits, Ulama Indonesia, Arba’īn
Identity and Leisure Time: Aspiration of Muslim Influencers on Instagram: Identitas dan Waktu Luang: Aspirasi Influencer Muslim di Instagram
Abstract
This paper analyzes the segmentation of identity and aspirations through the discourse of leisure time carried by Indonesian Muslim influencers as a representation of the negotiation efforts of the Muslim middle class society towards the orientation of religious understanding and popular culture within the framework of modernization. The inevitability of differences in religious understanding among these Muslim influencers ultimately influenced them in representing any discourse carried through new media, including leisure time. The neglected leisure time, its neglected role, is one of the determinants of the new style of Muslim identity when this is deliberately exhibited through various social media platforms. This study is important to see the extent of segmentation due to new identities and aspirations through leisure time that these Muslim influencers want to channel massively on social media, especially Instagram. This study was conduct through netnographic studies supported by various available relevant literature. The results of the study indicate that there are two major segmentation trends among Muslim influencers today through discourse on social media, they are committed Muslim influencers and Muslimist influencers, each of which has different identities and new aspirations in leisure time discourse based on contradiction of mutual religious understanding between them.Abstrak
Tulisan ini menganalisis segmentasi identitas dan aspirasi melalui wacana waktu luang yang diusung oleh kalangan influencer Muslim Indonesia sebagai representasi atas upaya negosiasi masyarakat kelas menengah Muslim baru terhadap orientasi pemahaman keagamaan dan budaya populer dalam kerangka modernisasi. Keniscayaan atas munculnya perbedaan pemahaman keagamaan diantara para influencer Muslim tersebut pada akhirnya mempengaruhi mereka dalam merepresentasikan setiap wacana yang diusung melalui media baru, termasuk waktu luang. Waktu luang yang perannya seringkali diabaikan, menjadi salah satu penentu identitas gaya baru Muslim menengah saat ini dengan sengaja dipamerkan melalui berbagai platform media sosial. Kajian ini penting dilakukan untuk melihat sejauh mana segmentasi akibat identitas dan aspirasi baru melalui waktu luang yang ingin disalurkan oleh kalangan influencer Muslim tersebut secara masif di media sosial, khususnya Instagram. Kajian ini dilakukan melalui studi netnografi dengan didukung oleh berbagai literatur relevan yang ada. Hasil dari kajian menunjukkan terdapat dua tren segmentasi besar di kalangan influencer Muslim saat ini melalui pewacanaan waktu luang di media sosial, mereka adalah committed Muslim influencer dan muslimist influencer dimana masing-masing memiliki perbedaan identitas dan aspirasi baru dalam mewacanakan waktu luang berdasarkan pemahaman keagamaan yang saling kontradiksi diantara keduanya
What is Sharia Based Hotel? A Meta-Analysis
This study tries to review the research around Sharia compliance hotel on reputable journal. It uses descriptive statistical analysis based on selected 50 article publications or paper related to sharia compliance hotel, with national and international journal. The entire sample journal publications have published for 7 years from 2013 to 2020. The Results show that sharia compliance hotel research study case is still dominated by Malaysia (29%), following by Indonesia (20%). There are at least 42 journals that publish sharia compliance hotel articles and the most research with Journal of Global Business and Social Entrepreneurship (GBSE), International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, Australasian Journal of Islamic Finance and Business, International Journal of Islamic Marketing and Branding, Journal of Islamic Monetary Economics and Finance Furthermore, the comparison of qualitative research (58%) is still more than the quantitative approach (42%).Penelitian ini bertujuan untuk meninjau artikel penelitian terkait hotel syariah pada jurnal terkemuka. Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif berdasarkan 50 artikel terpilih baik itu jurnal nasional maupun internasional. Seluruh artikel terkait hotel syariah telah diterbitkan selama tujuh tahun dari 2013 hingga 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi penelitian terkait hotel syariah masih didominasi oleh Malaysia (29%) dan Indonesia (20%). Terdapat 42 jurnal yang menerbitkan artikel terkait hotel syariah, namun yang paling banyak mempublikasikan artikel terkait hotel syariah yaitu Journal of Global Business and Social Entrepreneurship (GBSE), International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, Australasian Journal of Islamic Finance and Business, International Journal of Islamic Marketing and Branding, Journal of Islamic Monetary Economics and Finance. Pendekatan penelitian kualitatif (58%) lebih sering digunakan dibandingkan pendekatan kuantitatif (42%)
Pengembangan Kompetensi PAI Berbasis Nilai Multikulturan dan Kearifan Lokal di Perguruan Tinggi Indonesia
This study aims to identify the competencies developed from multicultural values and local wisdom in Indonesian society in Islamic Religion Education in Higher Education. This research method is qualitative, the technique of collecting data uses interviews, questioner, observation, study documentation, and focus group discussions. The subjects were lecturers and students participating in Islamic Religious Education learning. The study results found two main components, the competence of Islamic Religious Education Learning in Higher Education, which is based on multicultural values and local wisdom, and the development of indicators and instruments for assessing attitudes. The contribution of this research is the revitalization of the curriculum on the learning outcomes of Islamic education in the affective domain and cultivate multicultural values and local wisdom through Islamic Religious Education Learning in Higher Education.Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan kompetensi dari nilai-nilai multikultural dan kearifan lokal masyarakat Indonesia ke dalam mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi. Metode penelitian adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, angket, lembar observasi, studi dokumentasi, dan focus group discussion. Subjek penelitian adalah dosen dan mahasiswa peserta pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menemukan dua komponen utama pengembangan kompetensi pendidikan agama islam (PAI) di perguruan tinggi yaitu kompetensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang bertumpu pada nilai-nilai multikultural dan kearifan lokal, serta indikator dan instrumen penilaian sikap. Kontribusi penelitian ini adalah revitalisasi kurikulum pada hasil pembelajaran PAI ranah afektif serta membudayakan nilai-nilai multikultural dan kearifan lokal melalui pembelajaran PAI di Perguruan Tingg