Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Not a member yet
152 research outputs found
Sort by
The Discourse of Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama with Considerations of Geertz’s Religion of Java
Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama are two biggest Muslim organizations in the most populous Muslim country, Indonesia. Many studies have conducted to identify both roles in the Indonesian Islam context. However, there is lack study which actually traces possible similarities between the two. This paper illustrates the distinct description of the two organizations from the perspective of Clifford Geertz in his prominent work, the Religion of Java, where it covered some characteristics of the followers of both Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama. This study then continues with possible similar identification of Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama. This is qualitative study conducted through library research. This study concludes that despite the fact the differences, there are some similarities, which put the two organization together to contribute even more to the development of Islam in Indonesia. It then expects that the followers of both could work together to build peaceful Indonesian through better understanding of religious institutions such as the Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama.Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama adalah dua organisasi Muslim terbesar di negara berpenduduk Muslim terbanyak, Indonesia. Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengidentifikasi kedua peran tersebut dalam konteks Islam Indonesia. Namun, ada kekurangan studi untuk menelusuri kemungkinan kesamaan antara keduanya. Paper ini menggambarkan deskripsi yang berbeda dari kedua organisasi tersebut dari perspektif Clifford Geertz dalam karya utamanya, the Religion of Java, di mana Geertz meliput beberapa karakteristik pengikut Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Studi ini kemudian berlanjut dengan identifikasi common grounds dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Penelitian kualitatif ini dilakukan melalui penelitian kepustakaan. Studi ini menyimpulkan bahwa terlepas dari kenyataan perbedaannya, ada beberapa kesamaan, yang membuat kedua organisasi tersebut bersama-sama berkontribusi lebih pada pengembangan Islam di Indonesia. Kemudian diharapkan para pengikutnya untuk bisa bekerja sama untuk membangun Indonesia yang damai melalui pemahaman yang lebih baik tentang institusi keagamaan Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulam
INNOVATION IN ISLAMIC EDUCATION
The approach to religious education had been shaped by historical, cultural, social, and political reasons, however, both the inherited secular education system and traditional religious education system, as standalone, can never bring development to the society. Hence, the religious education must be combined with secular education and the innovative approaches in education evolve continuously to uphold the pedagogy, learning approaches and facilities even in the current context to sustain, endure to be relevant and culturally resilient with the contemporary scientific and advanced technology. The process of education evolved in many countries, radically changed from traditional madrasah to localized vernacular schools, and then on to European education. The educational curriculum should kindle the learning process by systematic observation, quantitative reasoning and scientific expressions. The learning tools should engage students with the creation through observation, pictorial and descriptive records, exploration, articulation, and communication with fellow students. This paper analysis a combination of both structural and cultural orientations on identified needs leading to facilitations in learning environment, implementing knowledge to practice, and finally evaluated for the fulfillment or gap identification, for furthering the learning or development inputs towards constructive utilization and growth.Pendekatan pendidikan agama terbentuk karena dipengaruhi oleh faktor sejarah, budaya, sosial, dan politik. Namun, baik sistem pendidikan sekuler maupun sistem pendidikan agama tradisional, tidak mampu membawa perkembangan yang maju dalam masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan agama harus berevolusi dan mengkombinasikan dengan pendidikan sekuler, dan pendekatan inovatif dalam pembelajaran serta fasilitas yang relevan dengan perkembang teknolongi untuk mendukung pendidikan. Proses pendidikan berkembang di banyak negara berubah secara radikal, dari madrasah tradisional ke sekolah lokal, dan kemudian ke menjadi pendidikan sistem Eropa. Kurikulum pendidikan harus mendorong terciptanya proses belajar dengan pengamatan sistematis, penalaran kuantitatif dan ekspresi ilmiah. Alat pembelajaran harus melibatkan siswa dengan penciptaan melalui observasi, gambar dan catatan deskriptif, eksplorasi, artikulasi, dan komunikasi dengan sesama siswa. Makalah ini menganalisis kombinasi dari kedua orientasi struktural dan budaya pada kebutuhan yang diidentifikasi mengarah ke fasilitasi di lingkungan belajar, menerapkan pengetahuan untuk berlatih, dan akhirnya dievaluasi untuk pemenuhan atau identifikasi gap, demi memajukan pembelajaran atau pengembangan terhadap pemanfaatan dan pertumbuhan yang konstruktif
Pengaruh Pembiayaan Perbankan Syariah terhadap Pertumbuhan Ekonomi: Studi Empiris di 13 Negara
This study aims to analyze the effect of financing in Islamic banking on economic growth. As case studies, 13 countries are selected which covers period from 2010 to 2015 by employing the Panel GMM. The results of this study indicate that financial depth in Islamic banking has a positive influence on economic growth. In addition, this research shows that trade oppennes has a positvely contribution towards economic growth, and reversely inflation has negative impact. This research recomends policymakers to support Islamic banking industry in order to create sustainable economic development.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembiayaan di perbankan Islam terhadap pertumbuhan ekonomi. Studi kasus dilakukan lintas 13 negara dari tahun 2010 hingga 2015 dengan menggunakan Panel GMM. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembiayaan khususnya kedalaman keuangan pada perbankan Islam memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa keterbukaan terhadap perdagangan internasional dapat memberikan dampak posisitf terhadap perekonomian, sedangkan variabel inflasi menunjukkan hubungan negatif terhadap perekonomian. Penelitian ini merekomendasikan kepada regulator untuk lebih mengembangkan perbankan Islam untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan
الترجيح بين مفهومي الموافقة والمخالفة وأثره في استنباط الأحكام الشرعية
ومن المسائل الأصولية التي تُبحث في باب التعارض والترجيح و هي الترجيح بين مفهومي الموافقة والمخالفة مع اختلاف بينهم مع ذكر الأقوال والأدلة في المسألة بين مستقل ومستكثر كل هذه الاقوال تأثر في استنباط الأحكام الشريعة. أما أهداف البحث هي ذكر أقوال العلماء في المسألة، وأدلتهم،بيان الراجح من تلك الأقوال،توضيح أثر الخلاف في المسألة. فمت هذ البحث وفق المنهج الاستقرائي لكلام الأصوليين، ثم استعملت منهج التحليل لما وقفت عليه من كلامهم. و نتائج البحث هي : أن يعرف الترجيح بناء على أنه من فعل المجتهد، ينقسم المفهوم إلى مفهوم موافقة، الراجح في الترجيح بين مفهومي الموافقة والمخالفة إذا تعارضا عند القائلين بحجيتهما أن مفهوم الموافقة يرجح على مفهوم المخالفة إذا كانت دلالته قطعية، وأما إذا كانت دلالته ظنية فإنه لا يوجد قاعدة مطردة في ترجيح أحدهما على الآخر وإنما يكون في كل مسألة بحسبها. ظهر أثر الخلاف في الترجيح بين مفهومي الموافقة والمخالفة إذا كانت دلالتهما ظنية في استنباط الأحكام الشرعية في بعض الفروع الفقهية، مما يجعله سببًا من أسباب الاختلاف المحمود بين العلماء.
مفتاح الكلمات: الترجيح، مفهوم الموافقة، مفهوم والمخالفة، استنباط الأحكام الشريعةومن المسائل الأصولية التي تُبحث في باب التعارض والترجيح و هي الترجيح بين مفهومي الموافقة والمخالفة مع اختلاف بينهم مع ذكر الأقوال والأدلة في المسألة بين مستقل ومستكثر كل هذه الاقوال تأثر في استنباط الأحكام الشريعة. أما أهداف البحث هي ذكر أقوال العلماء في المسألة، وأدلتهم،بيان الراجح من تلك الأقوال،توضيح أثر الخلاف في المسألة. فمت هذ البحث وفق المنهج الاستقرائي لكلام الأصوليين، ثم استعملت منهج التحليل لما وقفت عليه من كلامهم. و نتائج البحث هي : أن يعرف الترجيح بناء على أنه من فعل المجتهد، ينقسم المفهوم إلى مفهوم موافقة، الراجح في الترجيح بين مفهومي الموافقة والمخالفة إذا تعارضا عند القائلين بحجيتهما أن مفهوم الموافقة يرجح على مفهوم المخالفة إذا كانت دلالته قطعية، وأما إذا كانت دلالته ظنية فإنه لا يوجد قاعدة مطردة في ترجيح أحدهما على الآخر وإنما يكون في كل مسألة بحسبها. ظهر أثر الخلاف في الترجيح بين مفهومي الموافقة والمخالفة إذا كانت دلالتهما ظنية في استنباط الأحكام الشرعية في بعض الفروع الفقهية، مما يجعله سببًا من أسباب الاختلاف المحمود بين العلماء.
مفتاح الكلمات: الترجيح، مفهوم الموافقة، مفهوم والمخالفة، استنباط الأحكام الشريع
Jalan Menuju Tuhan: Revitalisasi dan Interpretasi Makna atas Penciptaan Karya Tari Shirath Nan Tersirat
This article is an elaboration of the creation of Sirat Nan Tersirat dance which is the result of a revitalization of the cultural phenomenon of Paninggahan people who still believe in mystical matters that is known to contradict the Islamic creed, namely to ask the gods or jin by glorifying a place in Nagari Paninggahan. The purpose of this work is to express a work of dance depicting human characters entering the unseen world and to create a work of dance that reflects the human character who wants to meet his Lord (Allah SWT). The creation of this dance is inspired by the story in the origin of the Adok dance in Nagari Paninggahan when a king (Rajo Bagombak Bagalang Leg, the descendant of Pagaruyuang's king) is possessed when hearing the voice of the singing of the gods. The writing uses two approaches, namely the scienceof dance and Islamic approaches. The choreographer gives reinterpretation, i.e. not a god or jinn that enters the human realm but the man who enters the realm of the jinn. In the process of creating, it tries to reinterpret the Adok dance in accordance with the teachings of Islam and the main theme is the road to God (Sirat).Tulisan ini adalah eksplorasi dari penciptaan karya tari S}ira>t{, Nan Tersirat yang terinspirasi dari cerita rakyat, yakni fenomena budaya masyarakat Paninggahan yang masih yakin pada hal mistik yang bertentangan dengan akidah Islam, yaitu meminta pada dewa atau jin dengan mengagung-agungkan suatu tempat di Nagari Paninggahan. Penciptaan tari ini merupakan revitalisasi makna dari tari Adok di Nagari Paninggahan, yang bercerita tentang seorang raja (Rajo Bagombak Bagalang Kaki, keturunan raja Pagaruyuang) kerasukan saat mendengar suara nyanyian dewa.Tujuan penggarapan karya ini adalah untuk mengekspresikan karya tari yang menggambarkan karakter manusia yang memasuki alam gaib dan mencerminkan karakter manusia yang ingin bertemu dengan Tuhannya (Allah SWT). Adapun tulisan ini menggunakan dua pendekatan yakni ilmu seni tari dan pendekatan keislaman (Tasawuf). Penciptaan tari dilakukan dengan memberi reinterpretasi yagar sesuai dengan ajaran Islam dengan tema utama adalah jalan menuju Tuhan (Sirat)
Metode Penentuan Awal Bulan Empat Mazhab
There is a problem of determining the beginning of the lunar month among Muslims. They split into different group of opinions and maintain their distinct interpretations as ijtihad against the others. This problem started from the different interpretations of the hadith. Some of them understand it textually that produces ru’yah faction, and some prefer a contextual understanding then belong to the hisab faction. Furthermore, it study underlines the need to understand about how the previous ‘ulama (salaf) argued, especially the ‘ulama of four madhhabs, whose their argument often used as a reference by the ‘ulama of today (khalaf). In this discussion it found that the opinions of the ‘ulama of four madhhab are different. Some used ru’yah and some other used hisab. This is natural as it is the product of ijtihad that each mujtahid has various interpretations. Thus, Muslims have two options: between the scientific determination (Shari’ah/Astronomy) or corporative determination (Unification Calendar). These two options are very difficult to compromise, and one of them must be selected.Permasalahan penentuan awal bulan kamariah masih belum menemukan titik temunya. Masing-masing pihak masih mempertahankan hasil ijtihadnya. Permasalahan tersebut berawal dari perbedaan interpretasi hadis-hadis awal bulan, ada yang memahami secara tekstual yang menghasilkan kubu rukyah dan ada yang memahami secara konstekstual dan menghasilkan kubu hisab. Selain pemahaman tentang dua kubu tersebut, lebih jauh lagi kita harus memahami bagaimana ulama salaf berpendapat, terutama ulama empat madzhab yang sering dijadikan rujukan oleh para ulama khalaf. Dalam pembahasan ini ditemukan bahwa pendapat ulama empat madzhab mengenai metode penentuan awal bulan kamariah berbeda-beda, ada yang memakai rukyat, dan ada pula yang memakai hisab. Hal itu wajar, karena hal tersebut merupakan produk ijtihadi yang masing-masing mujtahid mempunyai penafsiran yang bermacam-macam. Kita sebagai umat muslim dihadapkan pada dua pilihan, antara penetapan awal bulan ilmiah (shari’ah/astronomi) atau penetapan awal bulan berjama’ah (unifikasi kalender kamariah). Dua opsi tersebut sangat sulit untuk dikompromikan dan harus ada yang dipilih salah satu di antaranya
Ambivalensi Dakwah dan Ambisi Politik (Membaca Sisi Tak Terbaca pada Gerakan Dakwah Mahasiswa Pembebasan)
Da'wah is a very sacred teaching in Islam. Its existence is the determination of whether or not the prophetic leaflet. But da'wah in the past is often ignored, as some groups make da'wah a vehicle to satisfy its political ambitions. Da'wah is not infrequently manifested by the politicization of religion in order to vent worldly appetites. So various ways to carry the wheel of da'wah, even in ways of violence. Some groups who have ambition to preach are the GEMA Pembebasan. The da'wah for this group is to replace the democratic system with the system of khilafah islamiyah. So ambiguities and ambivalencies between da'wah and political ambitions are indistinguishable. GEMA Pembebasan claims da'wah movement but its locomotive is politics.
Dakwah adalah ajaran yang sangat sakral di dalam Islam. Keberadaannya menjadi penentu lanjut atau tidaknya risalah kenabian. Akan tetapi dakwah di masa kini sering tidak diindahkan, karena ada sebagian kelompok yang menjadikan dakwah sebagai kendaraan untuk memuaskan ambisi politiknya. Dakwah tidak jarang diwujudkan dengan politisasi agama guna melampiaskan nafsu duniawi. Sehingga berbagai cara dilakukan guna menjalankan roda dakwah, walaupun dengan cara-cara kekerasan. Sebagian kelompok yang memiliki ambisi berdakwah ialah Gerakan Mahasiswa Pembebasan. Dakwah bagi kelompok ini adalah untuk menggantikan sistem demokrasi dengan sistem khilafah islamiyah. Sehingga ambiguitas dan ambivalensitas antar dakwah dan ambisi politik tak dapat dibedakan. GEMA Pembebasan mengaku gerakan dakwah tetapi lokomotifnya adalah politik
Makna Simbolik Ayat-Ayat tentang Kiamat dan Kebangkitan dalam Al-Qur'an
This research aims to get a symbolic understanding of the meaning of the doomsday and resurrection in the Qur'an (eschatological verses) with textual and contextual analysis of these verses. The eschatological verses in the Qur'an beside having textual-theological meanings have symbolic meanings. Theological meanings presupposes that the events of the apocalypse, the resurrection, the life of heaven and hell are the areas of faith that must be believed to be a real event of a supernatural nature. While symbolic meanings menyaran on the understanding that the verses are diuturnkan in the context of culture and situation of certain historical conditions that allow the reading of eschatological concepts are contextual. The research uses literature approach and literature review method that is used is structural analysis, based on the theory that the text of al-Qur'an consists of various elements forming the structure. This research also uses descriptive qualitative research approach with survey research method. The survey method is used to describe PAI lecturer's understanding of the symbolic meaning of eschatological verses in the Qur'anPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman simbolik tentang makna kiamat dan kebangkitan dalam al-Qur’an (ayat-ayat eskatologis) dengan analisis tekstual dan kontekstual terhadap ayat-ayat tersebut. Ayat-ayat eskatologis dalam al-Qur’an di samping memiliki makna tekstual-teologis juga memiliki makna simbolik. Pemaknaan teologis mengandaikan bahwa peristiwa-peristiwa kiamat, kebangkitan, kehidupan syurga dan neraka adalah wilayah keimanan yang harus diyakini sebagai peristiwa nyata yang sifatnya ghaib. Sedangkan pemaknaan simbolik menyaran pada pemahaman bahwa ayat-ayat tersebut diuturnkan dalam konteks budaya dan situasi kondisi kesejarahan tertentu yang memungkinkan pembacaan terhadap konsep-konsep eskatologis tersebut secara kontekstual. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan sastra dan metode penelaahan sastra yang digunakan adalah analisis struktural, yang berdasarkan teori bahwa teks al-Qur’an terdiri dari bermacam-macam unsur pembentuk struktur. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode penelitian survey. Metode survey digunakan untuk mendeskripsikan pemahaman dosen PAI terhadap makna simbolik ayat-ayat eskatologis dalam al-Qur’an
Practice of Fetish-Badri in Healing a Possessed Among the People of Kala-Balge Local Government Area, Borno State, Nigeria: An Islamic Perspective
This research work is centered on a Comparative Study of Badri-fetish in the light of Islam, with particular reference to Kala Balge. In this regard the role played by the populace in interaction with Badri fetish was examined. To this matter, the researchers used interview as instrument for data collection. So also Textbooks, Journals, Dissertations, Seminar papers were also included. The research found out that there are many kinds of traditional possession remedies in Borno according to different geo-political zones. It is interesting to note that Badri-fetish as a remedy has a link with supernatural forces. Badri-fetish is a healing process or ritual centered on the belief in the existence of the power of Jinn which possess their victims in various ways and forms. Therefore, the research found out that the rural dwellers are patronizing the aforementioned traditional remedy for the belief that all the practices involved are aimed at cure and healing. As such some of the fetishism practitioners have also regarded it as a means of entertainment and gain of worldly benefits. It is recommended that all sorts of healing methods should be considered provided they do not contravene to the teachings of Islam and if it may not harm or endanger the life of the people. To attain this it is recommended that whoever wants to engage in any permissible healing technique one must seek a deep knowledge in the field and to know the basic Islamic rulings in regards to his method, so as not to endanger the life of his clients.Penelitian ini merupakan studi banding tentang ‘Fetish-Badri’ menurut pandangan Islam, dengan kasus pada masyarakat Kala Balge. Kajian ini meneliti peran yang dimainkan oleh penduduk dalam interaksi dengan ‘Fetish-Badri’. Adapun instrumen pengumpulan data berupa wawancara, buku pelajaran, jurnal, disertasi, dan makalah seminar. Penelitian menemukan bahwa terdapat banyak pemilikan jenis obat tradisional di Borno yang berbeda menurut zona geo-politik. Sangat menarik untuk dicatat bahwa ‘Fetish-Badri’ sebagai obat memiliki hubungan dengan kekuatan supranatural. ‘Fetish-Badri’ adalah proses penyembuhan atau ritual yang berpusat pada keyakinan akan keberadaan kekuatan Jin yang memiliki korban dalam berbagai cara dan bentuk. Oleh karena itu, penelitian menemukan bahwa penduduk pedesaan menyukai pengobatan tradisional tersebut karena keyakinan bahwa semua praktik yang terlibat ditujukan untuk pengobatan dan penyembuhan. Dengan demikian beberapa praktisi fetisisme juga menganggapnya sebagai sarana hiburan dan memperoleh manfaat duniawi. Disarankan bahwa segala macam metode penyembuhan harus dipertimbangkan asalkan tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan tidak membahayakan kehidupan masyarakat. Untuk mencapai hal ini, dianjurkan bahwa siapa pun yang ingin terlibat dalam teknik penyembuhan yang diperbolehkan seseorang harus mencari pengetahuan yang mendalam di lapangan dan untuk mengetahui aturan-aturan Islam dasar dalam hal metode, agar tidak membahayakan kehidupan kliennya
بيان القراءات القرآنية وأثرها في الدراسات النحوية واللغوية دراسة وصفية تحليلية تطبيقية
This study aims at exposing the linguistic value of the Holy Qurans recitation and its effect on the Arabic linguistics and syntax. To achieve that, the research has been divided into three sections. The first section focused on the Holy Quran recitation among Basra and Kufa scholars; while the second section explained Holy Quran recitation in the light of the fundamental of Arabic syntax. The last section studied some holy Quran recitations that have influenced the Arabic syntax and linguistic studies which connected to the dialects. This study concludes with a conclusion which includes the most Important results of the study and recommendations.تهدف هذه الدراسة إلى إبراز القيمة اللغوية للقراءات القرآنية ومدى أثرها في الدراسات النحوية واللغوية وبيان أن القرآن بكامله أثر تأثيراً كبيراً في الدراسات النحوية واللغوية ، فاشتملت هذه الدراسة على المحاور الآتية :المحور الأول : القراءات بين البصريين والكوفيين، المحور الثاني : القراءات في ضوء الأصول النحوية والتخريجات،المحور الثالث : قراءات أثرت في الدراســـــات النحوية واللغوية ومرجعها إلى اللغات " اللهجات "