Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SAPI POTONG PADA PETERNAKAN SRI JAYA DIKELURAHAN LAYANA KECAMATAN MANTIKULORE DIKOTA PALU
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi produktifitas usaha ternak sapi potong pada peternakan Sri Jaya dan menganalisis pengembangan strategi dalam mendudkung produktifitas usaha ternak sapi potong pada peternakan Sri Jaya. Analisis SWOT adalah suatu cara untuk mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis dalam rangka merumuskan strategi perusahaan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan observasi langsung yang dilakukan pada perusahaan dan melakukan wawancara dengan pemilik peternakan Sri Jaya. Kemudian juga dengan menambahkan dari buku-buku bacaan dan juga sumber lain yang berhubungan dengan penelitian ini. Berdasarkan Hasil analisis internal menggunakan IFAS diperoleh skor 5,30 dan hasil analisis eksternal merupakan EFAS diperoleh skor sebesar 4,80. Sehingga penelitian ditunjukan dari diagram cartesius bahwa perusahaan berada pada kuadran I, yaitu progresif, sangat menguntungkan. Perusahaan tersebut memiliki kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada
PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) PADA BERBAGAI DOSIS BOKASHI
Penelitiaan ini dilaksanakan di Kebun Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu, Sulawesi Tengah, pada bulan Desember 2020 sampai Maret 2021. Penelitian di desain menurut Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk bokashi kandang kambing (tanpa pupuk bokashi, 10 ton/ha dan 20 ton/ha). Faktor kedua adalah varietas jagung manis (bonanza, sweet boy, dan pertiwi). Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang tongkol berkelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol berkelobot, diameter tongkol tanpa kelobot, jumlah baris pertongkol, berat basah tongkol berkelobot, berat basah tongkol tanpa kelobot dan hasil tongkol per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara dosis dan varietas, bokashi pupuk kandang terbaik terdapat pada dosis 20 ton/ha dan varietas jagung manis pertiwi memiliki pertumbuhan dan hasil terbaik
EFEKTIVITAS CENDAWAN Gliocladium sp. TERHADAP Colletotrichum capsici PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.)
Cabai merah termasuk tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, namun kendala yang sering ditemui pada saat melakukan budidaya cabai merah yaitu penyakit antraknosa yang disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsici. Salah satu jenis cendwan yang berperan sebagai agen antagonis yang dapat menekan petumbuhan cendawan patogen ialah Gliocladium sp. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis Gliocladium sp. yang efektif dalam menekan keparahan dan intensitas serangan penyakit antraknosa pada buah cabai merah besar (Capsicum annum L). Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan dan di Rumah Kasa, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu yang berlangsung pada bulan Februari sampai Oktober 2024. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan 6 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 18 unit percobaan yang diamati melalui pemberian dosis 10 ml/polybag, 20 ml/polybag, 30 ml/polybag, 40 ml/polybag, dan 50 ml/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan dengan berbagai dosis Gliocladium sp. berbeda nyata dengan kontrol dimana perlakuan yang efektif dan efisien dalam menekan keparahan penyakit antraknosa diperoleh pada perlakuan P4 yaitu dosis 40 ml/polybag. Sedangkan pengamatan intensitas serangan penyakit menunjukkan bahwa pada pengamatan 104 HST, pemberian perlakuan berupa Gliocladium sp. berbeda nyata dengan tanaman kontrol. Dimana perlakuan P4 yaitu pemberian Gliocladium sp. dengan dosis 40 ml/polybag merupakan perlakuan yang paling efektif dan efisien dalam menakan intensitas serangan penyakit antraknosa pada cabai merah
STRATEGI PEMASARAN USAHA KACANDIPA PADA IKM KACANDIPA TERATAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi faktor internal (Kekuatan-Kelemahan) dan faktor eksternal (Peluang-Ancaman) dalam mendukung pengembangan usaha kacandipa pada IKM Kacandipa Teratai. Penentuan responden ditentukan secara sengaja (Purposive). Jumlah responden sebanyak 6 orang yang terdiri dari 1 orang pimpinan, 2 orang karyawan, 1 orang konsumen, 1 orang pesaing dan 1 orang dinas koperasi dan umkm Kabupaten Sigi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskripsi dan analisis SWOT. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pemasaran usaha kacandipa pada IKM Kacandipa Teratai berada pada strategi ST yaitu kuadran II, dimana pada posisi ini mengatasi ancaman yang ada dengan cara menggunakan kekuatan yang dimiliki. Alternatif strategi yaitu (1) Memanfaatkan kualitas produk serta pengalaman usaha guna mengantisipasi perubahan selera konsumen dan ancaman produk sejenis. (2) Memaksimalkan penggunaan modal dalam pembelian bahan baku guna mengantisipasi ancaman kenaikan harga bahan baku. (3) Memanfaatkn tanaga kerja yang berpengalaman guna mendapatkan produk yang berkualitas, untuk mengantisipasi adanya ancaman dari produk pesaing sejenisnya dan selera konsumen yang berubah
PERAN KELOMPOK TANI DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA SULI INDAH KECAMATAN BALINGGI KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Suli Indah Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian berlangsung dari bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2021. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan sampel acak sederhana (Simple Random Sampling), tingkat presisi sebesar 15%, dengan jumlah responden sebanyak 35 sampel yang terbagi dalam 5 stratum/kelompok. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pendapatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah selisih antara total penerimaan (TR) dan semua biaya (TC). Tingkat peran kelompok tani diukur dengan menggunakan 5 indikator yaitu kemampuan merencanakan kegiatan untuk meningkatkan produktivitas usaha tani, kemampuan kerjasama melaksanakan rencana yang telah diprogramkan, kemampuan meningkatkan hubungan yang melembaga antara kelompok tani dengan koperasi, kemampuan menerapkan teknologi dan pemanfaatan informasi serta kemampuan pemupukan modal dan pemanfaatan pendapatan secara rasional. Hasil penelitian menunjukkan yaitu rata-rata pendapatan usahatani padi sawah di Desa Suli Indah sebesar Rp. 12.868.551,16,-/ha. Peran kelompok tani terhadap pendapatan usahatani padi sawah dari 5 indikator yaitu 4 indikator peran kelompok berada pada kategori tinggi dan 1 indikator berada pada kategori sedang. Untuk pendapatan dari 5 indikator berada pada kategori sedang
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI DESA LEMBAH BOMBAN KECAMATAN BOLANO KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Tanaman Jagung merupakan salah satu komoditi tanaman pangan yang penting dan mengambil peran dalam pembangunan sektor pertanian. Jagung dapat menjadi barang substitusi beras dan ubi kayu bagi orang Indonesia dan merupakan makanan pokok kedua setelah beras. Kebutuhan jagung akan terus meningkat dari tahun ke tahun sejalan dengan peningkatan dan kemajuan industri pakan ternak sehingga perlu upaya peningkatan produktivitas dan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan usaha tani jagung di desa Lembah bomban dan mengetahui bagaimana harga jual jagung, harga benih, harga pupuk, upah tenaga kerja, luas lahan dan produksi jagung terhadap pendapatan usaha tani di Desa Lembah Bomban. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2021 di Desa Lembah Bomban Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan acak sederhana (simple random sampling). Jumlah responden digunakan sebanyak 35 orang petani dari populasi petani jagung sebanyak 161 orang petani jagung. Analsis data yang diperoleh secara kuantitatif deskriptif yatitu Analisis Pendapatan dan Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil Penelitian ini menujukkan bahwa rata-rata penerimaan setiap responden yaitu sebesar sebesar Rp 10.900.294/0,59 atau Rp.18.355.433/ ha. Penerimaan tersebut diperoleh dari rata-rata produksi jagung sebesar Rp 4.255 kg dikalikn dengan rata-rata harga jual jagung yaitu sebesar Rp 2.500/kg. Total biaya produksi diperoleh dari rata-rata penjumlahan total biaya tetap sebesar Rp.495.485.29/0,59 ha atau Rp 839.905.57/ha dan rata-rata total biaya variabel sebesar Rp 4.267.850/0,59 ha atau Rp 7.233.644, sehingga diperoleh rata-rata total biaya produksi sebesar Rp 4.763.071/0,59 ha atau Rp 8.073.300/ha, sedangkan pendapatan dari rata-rata penerimaan dikurangi total biaya produksi sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp.6.066.635/0,59 ha atau Rp 10.282.432/ha
PENGARUH MULSA DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis Sativus L.)
Mulsa merupakan salah satu komponen penting dalam usaha meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman karena memberikan keuntungan antara lain menghemat penggunaan air dengan mengurangi laju evaporasi dari permukaan lahan, memperkecil fluktuasi suhu tanah sehingga menguntungkan pertumbuhan akar dan mikroorganisme tanah, mengatasi erosi tanah dan menghambat pertumbuhan gulma. Kandungan yang tersedia pada pupuk kandang diantaranya unsur nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial. Faktor Pertama terdiri dari 3 taraf pemberian mulsa yaitu (M0) Tanpa Mulsa, (M1) Mulsa Jerami 10 ton/ha, (M2) Mulsa Plastik Hitam Perak, sedangkan faktor kedua pemberian berbagai dosis pupuk kandang sapi yang terdiri dari 3 taraf yaitu (S0) Tanpa Pupuk, (S1) 15 ton/ha Pupuk Kandang Sapi, (S2) 25 ton/ha Pupuk Kandang Sapi. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 27 unit percobaan dan setiap unit percobaan terdapat 16 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis mulsa dan pupuk kandang sapi memberikan interaksi nyata terhadap tinggi tanaman 3, 4 dan 5 MST. Penggunaan mulsa memberikan pengaruh yang nyata terhadap diameter batang, jumlah daun, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, berat buah per tanaman dan berat buah per hektar (t/ha). Penggunaan pupuk kandang sapi dengan dosis 25 ton/ha memberikan pengaruh yang sangat baik dibandingkan dengan dosis pupuk 15 ton/ha terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun
KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN SENSORIS STIK LABU KUNING (Cucurbita moschata Durch) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KELOR
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan karakteristik fisik dan kimia stik labu kuning yang disukai panelis dari penambahan ekstrak daun kelor. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agroindustri, Fakultas pertanian Universitas Tadulako dan Laboratorium Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang diterapkan untuk analisis sifat fisik dan kimia sedangkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan untuk analisis sifat sensoris stik. Dengan formulasi perlakuan ekstrak daun kelor, 0 g, 5 g, 10 g, 15 g, dan 20 g. Skala hedonik yang digunakan yaitu 7= sangat suka, 6= suka, 5= agak suka, 4= netral, 3= agak tidak suka, 2= tidak suka, 1= sangat tidak suka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor 20 g memberikan karakteristik fisik dan kimia terbaik terhadap stik dengan nilai rendemen 65,38%, dan aktivitas DPPH 47,85% dengan IC50 73,01 (kuat), namun tanpa penambahan ekstrak daun kelor menunjukkan stik terbaik dengan nilai kadar air 4,16% dan kadar abu 1,17%. Adapun stik labu kuning yang paling disukai panelis adalah tanpa ekstrak daun kelor. Skor warna 73,33% (sangat suka), tekstur 73,33% (sangat suka), aroma 66,66% (suka), rasa 66,66% (suka) dan tingkat kesukaan secara keseluruhan 80% (sangat suka). Penambahan ekstrak daun kelor 5 g masih diterima panelis dengan skor warna 53,33% (agak suka), tekstur 46,66% (Netral), aroma 53,33% (agak suka), rasa 60% (suka), kesukaan keseluruhan 60% (suka)
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SAMBAL ROA PADA UD. BINTANG SURAYYAH DI KOTA PALU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan usaha sambal roa pada industry UD. Bintang Surayyah di Kota Palu. Responden yang di ambil dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yang dipilih secara sengaja (purposive). Responden dari pihak internal terdiri 1 pemimpin dan 1 karyawan, sedangkan dari pihak eksternal terdiri 1 konsumen yang menjadi pelanggan tetap, 1 konsumen yang telah menjadi pelanggan 1 tahun, 1 pesaing dan dinas perindustrian dan perdagangan kota palu. Penelitian ini dilaksanakan di UD. Bintang Surayyah di kota palu Pada bulan maret sampai juni 2022, data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Hasil analisis SWOT menunjukan bahwa pengembagan Usaha Sambal Roa pada UD. Bintang Surayyah berada pada strategi SO yaitu kuadran I, dimana pada posisi ini menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Alternatif strategi yaitu, (a) Memanfaatkan kemasan yang menarik serta cita rasa yang khas dari produk sambal roa (b) Dengan memaksimalkan media promosi untuk memperluas jaringan distribusi UD. Bintang Surayyah (c) serta meningkatkan kualitas produk dengan memanfaatkan pengalaman usaha untuk dapat bersaing memperluas jaringan distribusi (d) dengan kerja sama dari pemerintah dalam hal kebijakan yang dapat menjadi peluang untuk mengembangkan usaha sambal roa pada industry UD. Bintang Surayyah
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI (Capsicum annum L.) PADA SISTEM HIDROPONIK DENGAN KOMBINASI AB MIX DAN POC NASA
Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi larutan AB MIX dan POC NASA pada pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah keriting pada sistem hidroponik. Penilitian ini dilakukan pada bulan oktober 2019-2020 di Green House Fakultas pertanian, Universitas Tadulako palu. Penilitian ini disusun dalam rancanan acak lengkap (RAL) dengan 4 kali ulangan dengan perlakuan sebagai berikut : (A1 Penyiraman dengan AB MIX 5 ml/L air), (A2 Penyiraman dengan POC NASA 5 ml/L air), (A3 Penyiraman dengan AB MIX 5 ml/L air + POC NASA 5 ml/L air), (A4 Penyiraman dengan AB MIX 5 ml/L air + POC NASA 8 ml/L air), (A5,Penyiraman dengan AB MIX 5 ml/L air + POC NASA 11 ml/L air). Perlakuan tersebut diulang sebanyak 4 kali setiap perlakuan 2 tanaman sehingga terdapat 40 satuan percobaan dengan pengamatan pada saat vegetatif. Variabel amatan dianalisis dengan uji beda nyata (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi AB MIX dan POC NASA berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, dan berat buah dengan perlakuan terbaik (A4)