Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT ( Solanum Lycopersicum) TERHADAP BEBERAPA JENIS PUPUK ORGANIK
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui respon terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat berdasarkan pengaruh beberapa jenis pupuk organik. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan yaitu bulan Februari 2019 sampai dengan Mei 2019. Penelitian ini dilaksanakan, di Desa Sidera Trans, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), yang terdiri atas 6 pelakuan dan menggunakan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut : C1 = Tanpa Pemupukan( Kontrol ),C2 = Perlakuan pupuk kotoran sapi( 10 Ton/Ha atau 4,4kg/ petak), C3 = Perlakuan pupuk kotoran kambing( 10 Ton/Ha atau 4,4 kg/petak), C4 = Perlakuan pupuk kotoran ayam( 10 Ton/Ha atau 4,4 kg/petak), C5 = perlakuan menggunakan bokashi jerami( 10 Ton/Ha atau 4,4 kg/petak ), C6 = Perlakuan menggunakan Super Biota Plus( 10 cc/ 7 liter air ). Setiap bedengan/petakan percobaan diberikan 4,4 kg pupuk untuk bahan penelitian. Masing-masing perlakuan tersebut di ulang sebanyak 3 kali sehingga Dengan demikian terdapat 18 unit percobaan, tiap unit ulangan ada 16 tanaman/petak maka jumlah populasi tanaman seluruhnya 288 tanaman. Hasil penelitian menunjukan pupuk organik sangat berperan dalam pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Pupuk kandang ayam merupakan pupuk kandang yang paling baik dalam pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada penelitian ini.
 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI SALAK DI DESA TAMARENJA KECAMATAN SINDUE TOBATA KABUPATEN DONGGALA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pendapatan yang diterima oleh petani zakat dan Bagaimana pengaruhnya terhadap harga salak (X1) harga pupuk (X2)upah buruh (X3)luas lahan (X4)produksi (X5)dan pestisida (X6), terhadap pendapatan usahatani salak di Desa Tamarenja, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala. Penentuan lokasi ini dilakukan dengan sengaja (purposive), dengan pertimbangan bahwa Desa Tamarenja adalah salah satu penghasil pertanian salak tertinggi di Kecamatan Tobata Sindue, Kabupaten Donggala. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode (simple random sampling). Jumlah responden adalah 40 petani ular. Data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan pendapatan Analisis Regresi Linier Berganda, sedangkan data pendapatan dari petani salak menggunakan analisis pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah rata-rata pendapatan usahatani salak di Desa Tamarenja, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala selama satu musim tanam adalah Rp 2.698.692,18 / ha / MT. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani salak adalah harga salak (X1), harga pupuk (X2)upah buruh (X3) luas lahan (X4) produksi (X5) dan pestisida (X6), secara simultan memiliki pengaruh yang sama secara bersama-sama (pengaruh signifikan) terhadap salak pendapatan pertanian di Desa Tamarenja. Sedangkan secara parsial faktor yang berpengaruh adalah harga jual salak (X1), upah tenaga kerja (X3) dan produksi (X5)yang memiliki pengaruh signifikan (pengaruh signifikan) terhadap pendapatan di Desa Tamarenja, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala
RESPON TANAMAN SELEDRI AKIBAT PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PUPUK KANDANG (Apium graveolens L.)
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri. Penelitian dilaksanakan di Screenhouse Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 sampai bulan Oktober 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor. Pemberian berbagai jenis pupuk kandang, P0 = kontrol (Tanpa pupuk) 5kg tanah, P1 (Pupuk kandang ayam) 50 gram, P2 (Pupuk kandang sapi) 50 gram, P3 (Pupuk kandang kambing) 50 gram, P4 (Pupuk kandang ayam + pupuk kandang sapi) 50 gram, P5 (Pupuk kandang ayam + pupuk kandang kambing) 50 gram, P6 (Pupuk kandang sapi + pupuk kandang kambing) 50 gram, P (Pupuk kandang sapi + pupuk kandang ayam + pupuk kandang kambing) 50 gram. Dengan demikian terdapat 8 perlakuan yang setiap perlakuan diulang 4 kali, sehingga diperoleh 32 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas 2 tanaman, sehingga jumlah keseluruhan ulangan terdapat 64 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai jenis pupuk kandang berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman pada 8 MST dan 9 MST, Berat segar tanaman, Berat kering tanaman, Sedangakan pemberian berbagai jenis pupuk kandang yang berpengaruh nyata pada berat segar akar, dan pemberian berbagai jenis pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun.
 
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI SALAK DI DESA TAMARENJA KECAMATAN SINDUE TOBATA KABUPATEN DONGGALA
Buah-buahan berperan dalam meningkatkan pendapatan petani. Salah satunya ialah tanaman hortikultura yang memiliki potensi untuk dikembangkan secara komersial dan berorientasi agribisnis adalah salak. Salak (Salacca zalacca) yang termaksud famili palmae, yang serumpun dengan tanaman kelapa, kelapa sawit, aren (enau), palem dan pakis yang bercabang rendah dan tegak. Tanaman salak dapat bertumbuh dan berproduksi secara optimal di daerah dataran rendah sampai ketinggian 400 m dpl dengan iklim tropika basah.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tamarenja Kecamatan Sindue Tobata Kabupaten Donggala dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan usahatani salak di Desa Tamarenja Kecamatan Sindue Tobata Kabupaten Donggala. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Februari sampai Bulan April 2020. Penentuan lokasi ini dilakukan secara sengaja (purposive). Penentuan responden dilakukan dengan metode sampel acak sederhana (simple random sampling) dimana responden yang telah dipilih memiliki hak untuk dipilih kembali. Penelitian ini menggunakan analisis Revenue Cost Ratio (R/C-ratio atau dikenal dengan perbandingan (nisbah) antara Total Revenue (TR) dan Total Cost (TC), dimana apabila a = 1, berarti usahatani salak tidak untung dan tidak rugi atau impas,selanjutnya bila a < 1, menunjukkan bahwa usaha tersebut tidak layak diusahakan, dan jika a > 1, maka usahatani tersebut layak untuk diusahakan. Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Analisis Kelayakan Usahatani Salak di Desa Tamarenja sebesar Rp 4,96, maka dinyatakan Usahatani Salak di Desa Tamarenja layak diusahakan dengan nilai TR/TC >1 yaitu 4,96 yang artinya bahwa setiap pengeluaran sebesar Rp 1.000 akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp 4.960. Rata-rata luas lahan responden adalah sebesar 0,68/ha, rata-rata biaya tenaga kerja sebesar Rp. 825.000, rata-rata biaya pengunaan pupuk sebesar Rp. 204.000/0,68ha atau jika dikonversikan Rp.298.901/ha, rata-rata biaya penggunaan pestisida adalah sebesar Rp. 48.375/0.68ha atau jika dikonversikan Rp. 70.879/ha
PERTUMBUHAN BIBIT CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) PADA BERAGAM MEDIA PUPUK KANDANG
The objective of this research was to determine the most effective type of manure for supporting the initial growth of clove seedlings. The study was conducted between October 2021 and February 2022 at Tadulako University\u27s Faculty of Agriculture Screen House in Palu. Chicken, cow, goat, and sheep manure were each added to the planting medium at a ratio of 2:1 (v/v) and compared to non-manure treated media. Although the results indicated that none of the different types of manure had a significant impact on the growth of clove seedlings, cow manure showed some promise in terms of promoting clove height, leaf number, leaf area, and stem diameter
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENDAPATAN USAHA IKAN NILA DI KECAMATAN DOLO BARAT KABUPATEN SIGI PROVINSI SULAWESI TENGAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan dan mengetahui besarnya pendapatan usaha budidaya ikan nila di Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah yang telah dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Februari tahun 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengambilan atau penentuan lokasi yang dilakukan secara sengaja (purposive sampling) kepada 25 orang petambak ikan responden. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan bahwa variabel luas lahan (X1), jumlah benih ikan (X2), jumlah pakan (X3), jumlah produksi (X4), dan pengalaman petambak ikan (X5) dengan nilai Fhitung 925,907 > Ftabel 0,172 berpengaruh nyata terhadap pendapatan. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan variabel jumlah produksi (X4) dengan nilai t-hitung 38,289 berpengaruh terhadap pendapatan, sedangkan variabel luas lahan (X1) t-hitung 0,278, jumlah benih (X2) t-hitung -10,697, jumlah pakan (X3) t-hitung -6,058, dan pengalaman petambak (X5) t-hitung -1,180 < ttabel = 1,724 tidak berpengaruh terhadap pendapatan usaha ikan nila (Y). Hasil total biaya tetap sebesar Rp 896.312/0,75 ha dijumlahkan dengan total biaya variabel sebesar Rp 7.292.000/0,75ha, maka diperoleh total biaya produksi sebesar Rp 8.188.312/0,75 ha/MP. Hasil rata-rata penerimaan diperoleh setiap responden yaitu sebesar Rp 17.264.000/0,75 ha. Pendapatan diperoleh dari rata-rata penerimaan dikurangi total biaya produksi, sehingga hasil pendapatan yang diperoleh setiap responden di Kecamatan Dolo Barat sebesar Rp10.106.888/0,75 Ha /MP
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KAKAO DI DESA BOBO KECAMATAN DOLO BARAT KABUPATEN SIGI
Tujuan dari penelitian ini mengetahuipendapatan usahatani kakao di Desa Bobo Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi.Lokasi penelitian ini dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Bobo merupakan daerah penghasil kakao terbesar di Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi.Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan yakni dari bulan Mei hingga Juli 2019.Responden dalam penelitian ini adalah petani kakao di Desa Bobo.Penetapan responden dilakukan dengan metode acak sederhanasimple random sampling, Jumlah populasi sebanyak 107 dari jumlah populasi tersebut yang di ambil sebanyak 31 orang.Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder.Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan.Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah rata-rata produksi kakao yang dihasilkan oleh petani kakao di Desa Bobo sebesar Rp. 1.294kg/1,74Ha/Tahun dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp. 37.512.903/1,74Ha/Tahun, sedangkan rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani kakao di Desa Bobo sebesar Rp.8.018.683/1,74 Ha/Tahun. Rata-rata pendapatan yang diperoleh petani kakao di Desa Bobo sebesar Rp. 29.494.220/1,74 Ha/Tahun atau Rp.16.931.867/1,74 Ha/Tahun
RESPONS PERTUMBUHAN JAGUNG UNGU (Zea Mays L.) PADA BERBAGAI CEKAMAN SALINITAS
Tanaman jagung penting dalam upaya peningkatan ekonomi pertanian dunia dan Ketertarikan akan jagung ungu banyak dimanfaatkan dalam bidang kesehatan. Salinitas merupakan salah satu faktor pembatas utama yang mampu menyebabkan menurunya pertumbuhan dan produktivitas suatu jenis tanaman. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan ketersediaan lahan, perlu dilakukan upaya untuk mendapatkan tanaman yang mampu tumbuh pada kondisi cekaman lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui respon Jagung Ungu terhadap cekaman salinitas yang dapat menurunkan potensial air yang ada pada lingkungan dengan konsentrasi NaCl yang berbeda. Penelitian ini dilaksankan di Green house Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah dan berlangsung pada bulan Agustus sampai Oktober 2020. Penelitian ini menggunakan Rancanan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan konsentrasi NaCl yaitu 0 ppm (P0), 1.500 ppm (P1), 3.500 ppm (P2), 5.500 ppm (P3). Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Hasil penelitian memperoleh bahwa pemberian larutan NaCl dengan level yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap berat kering tanaman dengan rata-rata tertinggi yaitu kontrol 11,54 g dan konsentrasi sedang 4,72 g. Interaksi cekaman salinitas dengan perlakuan kontrol tidak berbeda nyata dengan konsentrasi rendah dan konsentrasi tinggi namun berbeda nyata dengan konsentrasi sedang, dan pemberian NaCl dengan konsentrasi rendah 1.500 ppm menghambat pertumbuhan jagung ungu
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) PADA PEMBERIAN BERBAGAI KOSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR BIOTA PLUS YANG DITANAM DIBAWAH TANAMAN KAKAO
Tanaman tomat (Lycopersicon esculentum, Mill.) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran penting di Indonesia, disamping itu tomat memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Penggunakan pupuk organik lebih efisien dibanding menggunakan pupuk anorganik untuk itu penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang baik dalam membudidayanya tanaman tomat dengan melakukan pemupukan yang baik dan benar dengan menggunakan pupuk organik cair yang memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro yang cukup lengakap untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat, pupuk organik cair mudah larut dalam air, aman lingkungan serta aman untuk pemakai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil pada tanaman tomat dengan berbagai kosentrasi pemberian pupuk organik cair biota plus. Penelitian dilaksanakan di Desa Kamarora B Kecematan Nokilalaki Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah, mulai bulan Juli sampai Oktober 2019. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, 6 perlakuan dan diulang 3 kali. Adapun perlakuannya adalah (P0) control, (P1) 3 ml/l POC biota plus, (P2) 6 ml/l POC biota plus, (P3) 9 ml/l POC biota plus, (P4) 12 ml/l POC biota plus dan (P5) 15 ml/l POC biota plus. Perlakuan yang memberikan pengaruh nyata di uji lanjud menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair biota plus dengan kosentrasi 3 ml/l (P1) memberikan pertumbuhan dan hasil yang baik pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang produktif, bobot berat buah per tanaman, hasil perubinan dan per ha
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) DENGAN PEMBERIAN AIR KELAPA PADA SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT
Selada merupakan salah satu sayuran yang memiliki kandungan gizi yang cukup diantaranya Kalsium, Fosfor, Zat besi, Vitamin A, B, dan C. Tanaman selada dibudidayakan untuk diambil daunnya dan dimanfaatkan sebagai lalapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis yang tepat untuk Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada dengan pemberian air kelapa pada sistem hidroponik substrat. Penelitian ini telah dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian, Univesitas Tadulako. Palu, Sulawasi Tengah. Penelitian ini dimulai dari bulan Desember 2019 sampai bulan Januari 2020. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan pengelompokan berdasarkan tinggi tanaman setelah semai selama 10 hari dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Sehingga didapat total keseluruhan 21 unit percobaan. Perlakuan air kelapa yang memberikan pengaruh yang nyata di uji lanjut BNJ dengan taraf 5% terhadap seluruh parameter amatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman, bering kering setelah oven dan luas daun. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian air kelapa berpengaruh pada setiap parameter amatan penelitian yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman setelah oven dan luas daun. Perlakuan air kelapa dengan dosis 275 ml/tanaman dan 280 ml/tanaman (M7) memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan tanaman selada secara hidroponik substrat pada semua variabel pengamatan