Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN INDUSTRI TAHU AFIFAH DI KOTA PALU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen industri Tahu Afifah. Penelitian ini telah dilaksanakan di industri Tahu Afifah pada bulan Desember 2020 sampai dengan bulan Maret 2021, dan teknik penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode accidental sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis Chi-Square, dan untuk menghitung nilai skor pada kuisioner digunakan Skala Likert. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa preferensi konsumen industri Tahu Afifah dipengaruhi oleh semua atribut yang diamati, yang terdiri dari rasa, tekstur, ukuran, dan daya tahan. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis Chi-Square semua atribut yang diamati memiliki nilai hitung sebesar 2.267 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 3. Jika dibandingkan dengan nilai tabel dengan tingkat signifikasi sebesar 25% dengan derajat kebebasan sebesar 3, maka hitung 2.267 > tabel 1.212, ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa atribut tahu yang diamati mempengaruhi preferensi konsumen dalam mengkonsumsi Tahu Afifah. Adapun urutan atribut dari yang paling dipertimbangkan konsumen sampai dengan yang kurang dipertimbangkan konsumen dalam membeli produk Tahu Afifah yaitu atribut rasa, tekstur, daya tahan, dan ukuran
PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DARI BENIH PADA BERBAGAI KONSENTRASI SUKROSA DAN KEPEKATAN MEDIA MURASHIGE DAN SKOOG
The growth of explants in tissue culture media is determined by a number of factors, including the concentration of sucrose and the concentration of nutrients in the media used. The experiment was designed to determine the suitable concentration of sucrose and nutrient concentration in MS media for the growth of shallot from seeds. The experiment used a Two-factorial Completely Randomized design (CRD), namely the concentration of sucrose (30 g sucrose/l MS media, 45 g sucrose/l MS media, and 60 g sucrose/l MS media) and the concentration of MS media nutrients (0.5 times, 1 times, and 1.5 times the concentration). There were nine combinations of treatments, with each treatment repeated four times. A total of 108 shallot seeds were used in the experiment, with each experimental unit consisting of three shallot seed explants. The observed variables were the time when buds appeared, the number of leaves, the length of the leaves, and the weight of biomass. The results of the experiment showed that the concentration of 30 g sucrose/l media and 0.5 times concentration of the basic media MS is the most suitable composition for the initial growth of shallots from seeds. This was indicated by the fastest buds and the formation of the most leaves at 2 weeks after planting. The use of sucrose or MS base media, each at a concentration of 30 g sucrose/l Media or 0.5 times of concentration, was found to be suitable for the growth of shallots indicated by the longest leaf growth and the heaviest biomass
ISOLASI DAN KARAKTERISTIK BAKTERI ASAL RHIZOSFER PADI SAWAH INTENSIF DI KABUPATEN SIGI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui total populasi dan karakteristik bakteri asal rhizosfer padi sawah intensif di Kabupaten Sigi. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada daerah rhizosfer padi sawah intensif di Kabupaten Sigi dan analisis sampel tanah dilaksanakan di Laboratorium Unit Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Agustus–Oktober 2020. Isolasi bakteri menggunakan metode pengenceran dan perhitungan jumlah koloni menggunakan alat Colony Counter Sample Analysed With SCAN 500R. Hasil penelitian diperoleh total populasi bakteri dari rhizosfer padi, paling banyak terdapat pada sampel GS1 (3,11 x 106 cfu/mL), GS3 (3,00 x 106 cfu/mL), GS2 (2,92 x 106 cfu/mL), lalu diikuti pada sampel PS1&PS2 (2,58 x 106 cfu/mL), PS3 (2,41 x 106 cfu/mL), BS2 (2,31 x 106 cfu/mL), BS1 (2,26, x 106 cfu/mL), dan paling sedikit terdapat pada sampel BS3 (2,21 x 106 cfu/mL). Karakter bakteri pada lahan persawahan intensif di Kabupaten Sigi didominasi bakteri yang berwarna bening dan putih susu, dengan ciri morfologi memiliki zona bening, namun bentuk dari bakteri berbeda–beda mulai dari bulat, oval dan kapsul (tepi bergerigi dan tidak bergerigi), bahkan diameter bakteri pun berbeda – beda, mulai dari 0,1 cm hingga yang paling besar adalah bakteri yang berdiameter 0,8 cm
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA MARGAPURA KECAMATAN BOLANO LAMBUNU KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pendapatan usahatani padi sawah di Desa Margapura Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2019 - Januari 2020 di Desa Margapura Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong.Pemilihan Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Margapura merupakan salah satu sentral produksi padi sawah di Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong.Analisis yang digunakan adalah Analisi Pendapatan.Hasil penelitian menunjukkan besarnya pendapatan yang diperoleh petani responden tergantung besarnya tingkat penerimaan yang didapatkan petani, hal tersebut dilihat dari berapa besar produksi yang dihasilkan petani responden dan berapa besar harga yang berlaku dipasaran. Rata-rata total biaya usahatani padi sawah yang dikeluarkan petani dalam satu kali musim tanam yaitu sebesar Rp.10.220.186/1,13ha/MT atau Rp.9.054.124/ha/MT dengan rata-rata penerimaan usahatani padi sawah sebesar Rp.21.471..273/1,13ha/MT atau Rp.19.021.530/ha/MT dengan jumlah rata-rata produksi sebesar 2.982kg/1,13ha/MT atau 2.642kg/ha/MT dan harga yang berlaku di tingkat petani sebesar Rp.7.200/kg. Rata-rata pendapatan usahatani padi sawah di Desa Margapura Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Motong adalah sebesar Rp 11.251.087/1,13 ha/MT atau Rp.9.967.406/ha/MT
ANALISIS PEMASARAN BERAS DI DESA SULI INDAH KECAMATAN BALINGGI KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bentuk saluran pemasaran beras di Desa Suli Indah Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong,Mengetehui margin pemasaran beras di Desa Suli Indah Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong, Mengetahui besarnya bagian harga yang diterima oleh petani (produsen) pada masing-masing saluran pemasaran beras, Mengetahui tingkat efesiensi pemasaran beras di Desa Suli Indah.Lokasi penelitian ini dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Suli Indah merupakan sentral Produksi padi sawah di Kecamatan Balinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November – Desember 2019. Responden dalam penelitian ini adalah petani Padi di Desa Suli.Responden penelitian ini ditentukan dengan metode acak sederhana (simple Random Sampling). Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis pemasaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada dua bentuk saluran pemasaran beras yang terdapat di Desa Suli Indah yaitu; saluran pertama, petani ? pedagang pengumpul ? pedagang pengecer ? konsumen. saluran kedua, petani ? pedagang pengumpul pedagang besar ? pedagang pengecer? konsumen.Margin pemasaran beras yang diperoleh untuk saluran pertama yaitu Rp 1.500, dan margin pemasaran beras yang diperoleh untuk saluran kedua yaitu sebesar Rp 2.000.margin padasaluran pertama lebih kecil dibandingkan pada saluran kedua karena saluran pertama tanpamelalui pedagang besar,sehingga aliran pemasarannya lebih pendek dibandingkan saluran kedua.Bagian harga yang diperoleh petani pada saluran pertama diperoleh 84,21% dan untuk saluran kedua diperoleh petani sebesar 80,00%.Nilai efisiensi pemasaran saluran pertama sebesar 2,94% dan untuk saluran kedua sebesar 10,42%. Sehingga saluran pertama lebih efisiensi dari saluran kedua
HUBUNGAN KUALITAS PRODUK TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN CORN CHIPS (Studi Kasus UKM Putri Malindo 1 di Desa Salulemo Kabupaten Luwu Utara)
Hubungan kualitas produk terhadap loyalitas konsumen bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan positif antara kualitas produk (daya tahan, harga, rasa, dan merek) terhadap loyalitas konsumen Corn chips pada industri Putri Malindo 1. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Desember 2020 sampai januari 2021. Penentuan responden dalam penelitian ini dilakukan dengan meteode (accidental), dimana setiap konsumen yang di temui pada saat penelitian dapat dijadikan responden jika orang tersebut dapat menjadi sumber data yang diperlukan peneliti. Metode yang digunakan dalam penelititan ini yaitu Analisis Korelasi Rank Spearman dan skala likert. Hasil analisis menunjukkan bahwa koefisien korelasi daya tahan terhadap loyalitas konsumen adalah, 0,996 dengan signifikansi 0,000, koefisien harga terhadap loyalitas konsumen adalah 0,514 dengan signifikansi 0,004, koefisien korelasi rasa terhadap loyalitas konsumen adalah 0,839 dengan signifikansi 0,000, koefisien korelasi merek terhadap loyalitas konsumen adalah 0,564 dengan signifikansi 0,001 karena signifikansi < 0,05, maka Ho ditolak, berarti Ha diterima hasil koefisien korelasi tersebut juga dapat dipahami bahwa korelasinnya bersifat positif artinya ada hubungan signifikan antara daya tahan, harga, rasa, merek terhadap loyalitas konsumen industri Putri Malindo 1
PUPUK ORGANIK CAIR DAN PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pupuk organik cair dalam menunjang pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu Sulawesi Tengah pada bulan September sampai Desember 2020. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 level perlakuan yaitu tanpa POC (Kontrol), POC 1 ml l-1 air, POC 2 ml l-1 air, POC 3 ml l-1 air, POC 4 ml l-1 air dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga total satuan penelitian adalah 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair mampu meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman sawit yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter bonggol, volume akar, berat kering akar, dan cenderung meningkatkan berat kering tajuk. Konsentrasi POC 4 ml l-1 air memiliki efek tertinggi pada hampir semua parameter yang diukur
KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK TEPUNG AMPAS KELAPA DENGAN BERBAGAI METODE PENGERING
Daging buah kelapa dapat diolah menjadi beraneka ragam produk, seperti minyak kelapa atau coconut oil, santan atau coco milk dan produk lain dari olahan parutan kelapa seperti tepung kelapa, manisan, toasted coconut, coconut chip dan lain-lain. Bahkan ampas kelapa dapat diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak, sarundeng, dan tepung ampas kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode pengeringan yang memberikan pengaruh terbaik terhadap karakteristik kimia dan organoleptik tepung ampas kelapa. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agroindustri, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah pada bulan Oktober – Desember 2019. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)dan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang dicobakan adalah berbagai metode pengeringan yaitu freeze dryer, oven, oven vacuum, dan sinar matahari. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 16 kali ulangan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah sifat kimia tepung kelapa (kadar air, abu, protein, lemak dan dan karbohidrat) dan organoleptik (aroma, tekstur, warna dan rasa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengeringan freeze dryer memberikan pengaruh terbaik terhadap karakteristik kimia dan organoleptik tepung ampas kelapa dengan nilai rata-rata kadar air 3,47%, abu 1,62%, protein 5,25%, lemak 38,19%, karbohidrat 51,47%, warna 5,0 (agak suka), aroma 5,60 (agak suka), rasa 4,68 (netral), dan tekstur 5,36 (agak suka)
ANALISIS TITIK PULANG POKOK USAHA KOPI SARIWANGI PADA INDUSTRI BUMI MUTIARA DI KOTA PALU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya total biaya produksi, penerimaan dan produksi yang di peroleh industri Bumi Mutiara dalam usaha kopi sariwangi di Kota Palu, pada kondisi mencapai titik pulang pokok. Penentuan responden pada penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive), dengan mewancarai pimpinan industri. Penelitian ini dilaksanakan di Industri Bumi Mutiara pada bulan November – Desember 2019, dengan menggunakan metode Analisis Titik Pulang Pokok (Break Event Point). Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa biaya produksi untuk produk kemasan 40 gr sebesar Rp 22.768.702,78/bulan, dengan penerimaan sebesar Rp 30.000.000,00/bulan, dan Titik Pulang Pokok kemasan 40 gr adalah 4.851 kemasan dengan harga Rp 2.500,00/kemasan penerimaannya sebesar Rp 12.127.500,00. Biaya produksi untuk produk kemasan 150 gr sebesar Rp 19.922.614,93/bulan, dengan penerimaan sebesar Rp 25.200.000,00/bulan, dan Titik Pulang Pokok kemasan 150 gr adalah 1.173 kemasan dengan harga Rp 9.000,00/kemasan penerimaannya sebesar Rp 10.557.000,00. Biaya produksi untuk produk kemasan 300 gr sebesar Rp 14.230.439,24/bulan, dengan penerimaan sebesar Rp 17.000.000,00/bulan, dan Titik Pulang Pokok kemasan 300 gr adalah 491 kemasan dengan harga jual Rp 17.000,00/kemasan penerimaannya sebesar Rp 8.347.000,00
FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI TOMAT DI DESA LABUAN TOPOSO KECAMATAN LABUAN KABUPATEN DONGGALA
Permasalahan yang dihadapi petani tomat dilokasi tersebut yaitu kurang optimalnya penggunaan faktor produksi yang ada, terbatasnya jumlah pupuk, yang diikuti dengan seringnya terjadi kelangkaan pupuk. Pupuk sangat berpengaruh penting dalam meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman tomat, kemudian dalam penggunaan dosis pupuk sesuai dengan pengalaman petani sebelumnya, yang akan berpengaruh terhadap besarnya produksi usahatani yang diterima oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk kcl, dan tenaga kerja terhadap produksi tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Labuan Toposo Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala pada bulan Agustus sampai November 2020. Penentuan Responden dilakukan dengan menggunakan sampel acak sederhana (Simple Random Sampling), dimana 34 responden petani terpilih dari jumlah populasi sebanyak 143 orang petani. Alat analisis yang digunakan adalah fungsi produksi Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fhitung = 26.611> Ftabel = 2,56 pada ? = 5% membuktikan bahwa secara simultan luas lahan, benih, pupuk Urea, pupuk KCL, dan tenaga kerja, memengaruhi produksi Tomat di Desa Labuan Toposo. Secara parsial nilai variabel tenaga kerja t-hitung = -4.430 > t-tabel 2,048 yang artinya variabel tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi Tomat di Desa Labuan Toposo Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala