Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SAMBAL IKAN ROA PADA UKM RAJA BAWANG DI KOTA PALU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan internal dan eksternal serta untuk mengetahui strategi pemasarann apa yang tepat dilakukan oleh UKM Raja Bawang. penelitian ini dilakukan secara sengaja (Purposive),. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan dua jenis data yaitu,data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis SWOT.Hasil perhitungan dari nilai rating dan bobot faktor internal strategi pengembangan usaha sambal ikan roa pada UKM Raja Bawang diperoleh dari hasil pengurangan antara faktor kekuatan (Strengths) dan faktor kelemahan (Weaknesses) 2,05 – 1,45 = 0,6 yaitu sumbu X dalam diagram SWOT sebesar 0,6. sedangkan pada hasil perhitungan faktor eksternal yang diperoleh dari pengurangan antara faktor peluang (Opportunities) dan faktor ancaman (Treaths) yaitu 2-1= 1 yang dijadikan sebagai sumbu horizontal Y, maka sumbu Y pada diagram SWOT adalah 1
APLIKASI N, P DAN K UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)
Bawang merah merupakan salah satu komonitas hortikultura yang dalam pertumbuhannya membutuhkan NPK. Kalium merupakan salah satu unsur hara yang penting untuk meningkatkan kualitas bawang tersebut. Ketersediaan K dalam bentuk tunggal saat ini sulit ditemukan.Upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi nutrisi maka diganti dengan penambahan pupuk majemuk.Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan dosis N, P dan K yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok, terdiri dari tujuh perlakuan sebagai berikut: 1.Pemberian 300 kg/ha Urea, 50 kg/ha SP-36, dan 200 kg/ha NPK. 2.Pemberian 325 kg/ha Urea, 75 kg/ha SP-36, dan 225 kg/ha NPK, 3.Pemberian 350 kg/ha Urea, 100 kg/ha SP-36, dan 250 kg/ha NPK, 4.Pemberian 375 kg/ha Urea, 125 kg/ha SP-36, dan 275 kg/ha NPK, 5.Pemberian 400 kg/ha Urea, 150 kg/ha SP-36, dan 300 kg/ha NPK, 6.Pemberian 425 kg/ha Urea, 175 kg/ha SP-36, dan 325 kg/ha NPK, 7. Pemberian 450 kg/ha Urea, 200 kg/ha SP-36, dan 350 kg/ha NPK. Perlakuan ini diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 24 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan terbaik terdapat pada perlakuan dosis pupuk Urea (425 kg/ha), SP-36 (175 kg/ha) dan NPK (325 kg/ha). Pupuk Urea, SP-36 dan NPK memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tinggi tanaman (30,48 cm), jumlah daun (18,75 dan 22,00), bobot basah umbi per tanaman (16,98 g), bobot kering umbi per tanaman (4,61 g),total padatan terlarut (6,55 obri
PENGARUH KONSENTRASI KONIDIACENDAWAN Beuveria bassiana TERHADAP MORTALITAS DAN DAYA HAMBAT MAKAN LARVA Spodoptera exigu HubPADA BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU(Allium ascalonicumL)
Beuveria basiana adalah jamur mikroskopik dengan tubuh berbentuk benang-benang halus (hifa). Tujuan dari penelitian untuk membandingkan berbagai konsentrasi konidia B. bassiana terhadap mortalitas dan daya hambat makan larva Spodoptera exigua. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Hama dan di laboratorium Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako pada bulan Februari sampai dengan Juni 2020. Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RAl), dengan 5 unit perlakuan dan 5 ulangan, sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis keragaman (ANOVA) dan apabila menunjukan pengaruh yang nyata selanjutnya diuji dengan menggunakan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada tingkat konsentrasi konidia cendawan B. bassiana berpengaruh nyata dalam menekan mortalitas dan daya hambat makan larva Spodoptera exigua. Selama 5 hari pengamatan menunjukan mortalitas tertinggi terdapat pada konsentrasi 109/ml dengan persentase kematian sebanyak 20% dan daya hambat makan terendah terdapat pada konsentrasi 106/ml dengan persentase sebanyak 19,44%. Hal ini menunjukan bahwa cendawan B. bassiana cukup efektip sebagai agen hayati dalam menekan larva S. exigua
KONTRIBUSI MIKROORGANISME LOKAL (MOL) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontribusi mikroorganisme lokal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah (Lactuca sativa L.) pada tanah bekas likuifaksi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Laboratorium Tanah Universitas Tadulako, Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, dimulai pada bulan November tahun 2019 sampai bulan Januari tahun 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan satu faktor yaitu jenis MOL yang terdiri dari M0 : Tanpa MOL (kontrol), M1 : MOL bonggol pisang, M2 : MOL limbah buah papaya, M3: MOL rebung bambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroorganisme lokal (MOL) cenderung memperbaiki pertumbuhan tanaman, pertumbuhan dan hasil tanaman yang diberi MOL lebih baik dibandingkan tanaman yang tidak diberi MOL. Adapun MOL yang memberikan kontribusi terbaik dan nyata adalah MOL berbahan dasar bonggol pisang
ANALISIS PEMASARAN BERAS DI DESA TORIBULU KECAMATAN TOTRIBULU KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui saluran pemasaran beras, besarnya marjin pemasaran yang diperoleh setiap lembaga pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran beras, besarnya bagian harga yang diterima oleh petani pada masing-masing saluran pemasaran beras, dan mengetahui efisiensi pemasaran beras. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Toribulu Kecamatan Toribulu Kabupaten Parigi Moutong dengan mengambil 37 responden dari 230 petani dengan menggunakan metode sampel acak sederhana (simple random sampling method), penentuan responden pedagang digunakan dengan cara penjajakan (tracing sampling) sebanyak 8 orang pedagang sehingga jumlah keseluruhan responden sebanyak 50 orang. Hasil analisis menunjukan bahwa saluran pemasaran beras di Desa Toribulu Kecamatan Toribulu Kabupaten Parigi Moutong terdapat dua saluran pemasaran. Total margin pemasaran beras yang diperoleh untuk saluran pertama yaitu sebesar Rp 2.000 dan total margin pemasaran beras yang diperoleh untuk saluran kedua sebesar Rp 2.400. Bagian harga yang diterima petani saluran pertama sebesar 79,59% dan bagian harga yang diterima petani pada saluran kedua sebesar 76,47%, sehingga bagian yang paling besar diterima petani adalah pada saluran pertama. Saluran pertama ini efisiensinya sebesar 2,97%, sedangkan pada saluran kedua nilai efisiensinya sebesar 6,64%. Dari dua saluran pemasaran beras tersebut, saluran yang efisien adalah saluran pertama
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI PADA USAHATANI PADI SAWAH DI DESA KOTARAYA TIMUR KECAMATAN MEPANGA KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Tujuan penelitian ini yaitu (1) menegtahui besar pengaruh penggunaan input produksi (luas lahan, benih, pupuk Urea, pupuk Phonska, dan tenaga kerja) terhadap produksi usahatanai padi sawah, dan (2) mengetahui tingkat efisiensi penggunaan input produksi usahatani padi sawah di Desa Kotaraya Timur Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian dilakukan di Desa Kotaraya Timur. Lokasi penelitian ini ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Kotaraya Timur merupakan salah satu desa sentra produksi usahatani padi sawah di Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode acak sederhana (Simple Random Sampling), maka diperoleh jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 72 responden petani padi sawah. Alat analisis yang diguanakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Fungsi Produksi Cobb Douglass dan Analisis Efisiensi Alokatif. Berdasarkan hasil penelitan diketahui (1) Variabel input produksi (luas lahan, benih, pupuk Urea, pupuk Phonska dan tenaga kerja) secara simultan dan parsial berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah di Desa Kotaraya Timur Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong. (2) Analisis efisiensi alokatif menunjukkan bahwa nilai k dari semua variabel input produksi (luas lahan, benih, pupuk Urea, pupuk Phonska dan tenaga kerja) menunjukkan nilai > 1, artinya dilihat dari sisi harga semua input produksi yang digunakan dalam usahatani padi sawah di Desa Kotaraya Timur Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong dinyatakan belum efisien
TOKSISITAS DAN DAYA HAMBAT MAKAN EKSTRAK DAUN TEMBELEKAN (Lantana camara L.) PADA LARVA (Spodoptera frugiperda)
Ulat grayak jagung S. frugiperda J.E. Smith merupakan serangga invasif yang telah menjadi hama pada tanaman jagung (Zea mays) di Indonesia. Serangan ulat grayak ini tidak seperti biasanya (Sprodoptera litura) tetapi merupakan jenis Spodoptera frugiperda yang serangannya apabila tidak segera di tangani akan sampai merusak ketitik tumbuh tanaman jagung. Tembelekan memiliki banyak kandungan kimia diantaranya minyak atsiri, fenol, flavonoid, karbohidrat, protein, alkaloid, glikosida, glikosida iridoid, etanoid fenil, oligosakarida, quinin, saponin, steroid, triterpin, sesquiterpenoid dan tanin. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui toksisitas dan daya hambat makan pada larva S. frugiperda setelah pengaplikasian ekstrak daun tembelekan L. camara L. Penelitian ini di laksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako Palu, dan di laksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Sandwich atau metode celup pakan dengan perlakuan yang digunakan sebanyak 5 konsentrasi yaitu 0% (kontrol), 5%, 10%, 15%, 20% ekstrak daun tembelekan yang diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan daya hambat makan di uji mengunakan analisis regresi untuk mengetahui hubungan konsentrasi ekstrak terhadap aktivitas makan larva, untuk pengamatan mortalitas larva di analisis mengunakan analisis probit manual. Hasil penelitian menngunakan ekstrak daun tembelekan Lantana camara L. dari semua perlakuan konsentrasi berpengaruh terhadap mortalitas larva serangga uji S. frugiperda di banding dengan kontrol namun terdapat jumlah perbedaan mortalitas masing-masing konsentrasi menyebabkan mortalitas tertinggi pada konsentrasi 20% dengan nilai probit 6,13, dan daya hambat makan sangat berpengaruh nyata pada konsentrasi 20% ekstrak daun tembelekan dengan nilai rata-rata 28,10%. Semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi daya hambat makan dari larva S. frugiperda.
 
ANALISIS SIFAT FISIKA TANAH PADA PENGEMBANGAN LAHAN KELAPA SAWIT (Elaeis quineensis Jacq.) di DESA LAEMANTA UTARA KECAMATAN KASIMBAR KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan beberapa sifat fisika tanah pada pengembangan lahan kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq.) di Desa Laemanta Utara, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong. Lokasi pengambilan sampel tanah dilaksanakan di Desa laemanta utara, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong. Untuk analisis sifat fisika tanah dilakukan di Laboratorium Unit Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – April 2021. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survey. Titik lokasi pengambilan sampel tanah ditentukan secara Purposive Sampling menggunakan alat GPS (Global Position System) sebanyak 5 titik lokasi. Pengamabilan sampel tanah dilakukan pada kedalaman 0-20 cm. Hasil penelitian menunjukan sifat fisika tanah pada lahan kelapa sawit memiliki tekstur tanah dengan kriteria liat, liat berdebu dan lempung liat berdebu. Kadar air kapasitas lapang dengan nilai berkisar (22,86% - 27,84%). Konduktivitas hidrolik jenuh dengan kriteria agak lambat, Bulk density dengan kriteria sedang sampai berat dan Indeks stabilitas agregat dengan kriteria tidak stabil
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS LEMBAH PALU TERHADAP BERBAGAI JENIS PUPUK ORGANIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas Lembah Palu. Penelitian ini bertempat di Dusun Bulupountu Jaya Kabupaten Sigi dan dimulai bulan Maret Mei 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan pupuk organik yang terdiri atas: B0= Tanpa pupuk organik, B1= Bokasi pupuk kandang sapi. B2= Bokasi pupuk kandang ayam. B3= Bokasi pupuk kandang kambing. B4= pupuk petroganik, dan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 15 petak percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian bokashi pupuk kandang kambing dosis 10 ton/ hektar cenderung menghasilkan jumlah anakan (6,31 anakan), berat basah umbi (36,00g), berat dan kering umbi (25,33 g) dan hasil (6,78) ton/ha
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK NPK
Tanaman sawi memerlukan unsur hara yang cukup dan tersedia bagi pertumbuhan dan perkembangannya untuk menghasilkan produksi yang maksimal. Salah satu unsur hara yang sangat berperan pada pertumbuhan daun adalah Nitrogen (N). Salah satu sumber N yang banyak digunakan adalah NPK dengan kandungan 15% N, oleh karena itu baik untuk proses pertumbuhan tanaman sawi khususnya tanaman yang dipanen daunnya. Selain itu pupuk NPK mempunyai sifat higroskopis mudah larut dalam air dan bereaksi cepat, sehingga cepat pula diserap oleh akar tanaman. Dosis NPK yang diaplikasikan pada tanaman akan menentukan pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tondo Palu pada bulan Juli sampai Agustus 2019. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan dosis pupuk NPK terdiri 7 taraf yaitu Kontrol, NPK 50 kg/ha, NPK 100 kg/ha, NPK 150 kg/ha, NPK 200 kg/ha, NPK 250kg/ha, NPK 300 kg/ha. Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 21 unit percobaan. Setiap perlakuan diwakili dua tanaman dengan demikian secara keseluruhan terdapat 42 polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk NPK 300 kg/ha yang setara 67,5 g/polybag adalah yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman sawi pada umur 10 HST