Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
    1395 research outputs found

    ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN INDUSTRI TEMPE CAK. ROHIM SEBELUM DAN PADA MASA PANDEMIK COVID-19 DI KOTA PALU

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan di Industri Tempe Cak. Rohim Jl. Kelora no.12, Kelurahan Nunu, Kec.Tetanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah . Penentuan lokasi secara sengaja (Purposive), atas petimbangan bahwa usaha Tempe Cak. Rohim merupakan industri penghasil Tempe yang ada di Kota Palu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2021. Penelitian ini menggunakan analisis pendapatan dan Kelayakan Usaha. Hasil penelitian ini menghasilkan pendapatan yang diperoleh oleh Industri Cak. Rohim sebelum Pandemik Covid-19 yaitu sebesar Rp.67.442.500 dan pada masa pandemik Covid-19 sebesar Rp. 22.208.500. perbandingan pendapatan sebelum dan pada masa pandemik covid-19 sebesar Rp. 45.234.500.  Kelayakan usaha Industri Tempe Cak. Rohim sebelum Pandemik Covid-19 sebesar 1,484141838 dan Pada Masa Pandemik covid-19 sebesar  1,3997022584. Sehingga  R/C > 1 berarti usaha Industri Tempe Cak. Rohim dinyatakan efesien atau menguntungakan dan layak diusahakan, baik pada saat sebelum dan sesudah Pandemik Covid-19

    ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI USAHATANI CABAI RAWIT DI DESA MAKU KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh penggunaan input produksi luas lahan,benih, pupuk urea, pupuk phonska, pupuk NPK mutiara dan tenaga kerja terhadap usahatani cabai rawit Di Desa Maku Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Penelitian ini dilakukan di Desa Maku dan dilaksanakan pada bulan November 2019 sampai dengan Januari 2020. Penentuan responden dilakukan dengan metode sampling jenuh (sensus) dengan mengambil semua anggota populasi  sebagai sampel sebanyak 32 responden petani cabai rawit. Analisis data yang digunakan adalah analisis linear berganda dengan model fungsi produksi Cobb Douglas dan analisis efisiensi harga (alokatif). Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel secara simultan semua input produksi berpengaruh terhadap produksi cabai rawit. Secara parsial input Luas Lahan, Benih, Pupuk Urea,  Pupuk NPK Mutiara dan tenaga kerja  berpengaruh sangat nyata terhadap produksi, sedangkan Pupuk Phonska berpengaruh tidak nyata terhadap produksi cabai rawit di Desa Maku. Hasil analisis efisiensi input luas lahan, pupuk urea, dan  pupuk NPK mutiara, ditinjau dari sisi harga belum efisien sementara untuk input benih, pupuk phonska, tenaga kerja dinyatakan tidak efisien

    BEBERAPA SIFAT FISIKA-MEKANIK TANAH TERLIKUIFAKSI DI DESA SIBALAYA, LEMBAH PALU

    No full text
    Likuifaksi dapat menyebabkan memburuknya sifat fisika-mekanik tanah. Pertumbuhan akar tanaman, ketersediaan air tanah dan kemudahan tanah untuk diolah menjadi rendah sebagai akibat terjadinya likuifaksi.  Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi beberapa sifat fisika-mekanik tanah pada lahan pertanian yang mengalami likuifaksi.  Survai tanah di lakukan di Desa Sibalaya Lembah Palu menggunakan teknik purposive sampling.   Penggunaan lahan dominan untuk pengembangan pertanian yang dikerjakan sebelum terjadi  bencana likuifaksi digunakan sebagai dasar pertimbangan pemilihan lokasi pengambilan sampel tanah.  Terdapat 12 titik pengambilan sampel tanah yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likufaksi menyebabkan terjadinya keragaman tekstur tanah permukaan berkisar pada kategori lempung berpasir – liat.  Bobot isi dan porositas tanah tergolong berat dan jelek.  Konduktivitas hidraulik tanah jenuh tergolong agak lambat – sangat lambat.  Kadar air kapasitas lapang 16,31 % – 26,49 % dan plastisitas tanah tergolong rendah – tinggi. &nbsp

    IDENTIFIKASI DAN UJI KEMAMPUAN MELARUTKAN FOSFAT FUNGI PELARUT FOSFAT DARI RHIZOSFER TANAMAN NILAM (Pogestemon cablin Benth.) DI DESA MAKMUR KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan morfologi dan kemampuan melarutkan fosfat isolat fungi pelarut fosfat yang di isolasi dari rhizosfer tanaman nilam (pogestemon cablin Benth.). Penelitian dilaksanakan dari bulan September sampai Oktober 2019. Sampel rhizosfer tanaman Nilam diambil di Desa Makmur, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Isolasi fungi pelarut fosfat di lakukan di Laboratorium Unit Ilmu Tanah, di Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif. Dari puluhan isolat fungi pelarut fosfat yang teridentifikasi di cawan petri maka dipilih 5 isolat berdasarkan warna dan bentuk isolat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat dengan simbol Ndl-1 memiliki kemampuan melarutkan fosfat tertinggi sebesar 38, 5040 ppm diikuti isolat dengan simbol Nks-4 sebesar 33, 2360 ppm, isolat dengan simbol Nbs-2 sebesar 32, 5850 ppm, isolat dengan simbol Ndl-3 sebesar 31, 4160 ppm sedangkan isolat dengan simbol Nbs-5 memiliki kemampuan melarutkan fosfat terendah sebesar 24, 2520 ppm

    ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KELAPA SAWIT DI DESA AKO KECAMATAN PASANGKAYU KABUPATEN PASANGKAYU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani Kelapa Sawit di Desa Ako Kecamatan Pasangkayu Kabupaten Pasangkayu. Penelitian di laksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2021. Bertempat di Desa Ako Kecamatan Pasangkayu Kabupaten Pasangkayu. Penentuan responden dilakukan dengan metode sampel acak sederhana (Simpel Random Sampling Method) dengan jumlah sampel 31 petani dari 110 petani kelapa sawit. Metode analisis digunakan adalah analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi kelapa sawit  371.226 Kg/5,61 Ha/Tahun atau 66.172 Kg/Ha/Tahun dan rata-rata penerimaan yang di peroleh petani sebesar Rp.392.400.000/6,06Ha/Tahun atau sejumlah Rp.69.946.524/Ha/Tahun, sedangkan total biaya yang dikeluarkan petani rata-rata sebesar Rp.38.246.426/6,06Ha/Tahun atau sejumlah Rp.6.817.545/Ha/Tahun. Dan pendapatan usahatani kelapa sawit di Desa Ako Kecamatan Pasangkayu Kabupaten Pasangkayu sebesar Rp.354.153.574/6,06Ha/Tahun atau sebesar Rp.63.128.979 /Ha/Tahun

    ANALISIS PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI PADI SAWAH DI DESA TORIBULU KECAMATAN TORIBULU KABUPATEN PARIGI MOUTONG

    No full text
    The objective of this research is to determine the influence of input factors such as land area, seeds, urea fertilizer, phonska fertilizer, and labor on the production of lowland rice in Toribulu village, Toribulu sub district, Parigi Moutong district. The study was conducted between 29 November 2019 and 8 January 2020, and 37 out of 240 individuals were randomly selected as respondents for the study. The Cobb Douglass production function was used for analysis, and the results indicate that the combination of all input factors simultaneously has a significant effect on the production. However, individually, only land area, seeds, and urea fertilizer had a significant effect on production, while phonska fertilizer and labor had no significant effect. The significance level was 0.000, which is less than the 5% level of significance

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH di DESA AMPERA KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI

    No full text
    As the main food crop for the Indonesian population, rice. Rice is a staple food for the people of Indonesia, and it plays a crucial role in ensuring food security in the country.  The study aimed to determine the magnitude of the influence of the different factors such as land area, seeds, fertilizers, pesticides and labor on the production of lowland rice farming in Ampera Village, Palolo District, Sigi Regency. The number of 35 respondents was calculated using the Slovin formula. The study used multiple regression analysis with the Cobb-Douglas production function model to analyze the data. it was found that the variables of land area, seeds, fertilizer, pesticides, and labor simultaneously had a significant effect on the production of lowland rice farming. This means that increasing the land area, using quality seeds, applying appropriate fertilizers and pesticides, and employing more labor can all contribute to higher rice production

    PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum Var. Lembah Palu.) PADA POLA TANAM BERBEDA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola tanam bawang merah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah lembah palu. Pengaturan pola tanam diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil dalam kegiatan budidaya bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai September 2018 di Dusun Oloboju Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 4 Perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman bawang merah secara tumpangsari dengan pola 3 baris memberikan pertumbuhan panjang daun tanaman bawang merah yang lebih panjang dari perlakuan lainnya yaitu 29,88 cm. Perlakuan tersebut juga menghasilkan diameter umbi yang lebih besar yaitu 1,58 cm dibanding perlakuan lainnya. Hasil tersebut tidaklah berbeda nyata dengan penanaman secara monokultur baik pada jumlah umbi dan bobot segar umbi bawang merah. Tumpangsari bawang merah dengan pola 3 baris diketahui mampu memberikan pertumbuhan dan hasil yang baik pada tanaman bawang merah

    ANALISIS TITIK PULANG POKOK USAHA BAWANG GORENG PADA INDUSTRI IKM HJ. MBOK SRI DI KOTA PALU

    No full text
    Bawang goreng varietas Palu merupakan bahan baku industri olahan bawang goreng serta telah menjadi “brand lokal” Palu. . Salah satu keunikan bawang ini yang membedakan dengan bawang merah lainnya adalah umbinya mempunyai tekstur yang padat sehingga menghasilkan bawang goreng yang renyah dan gurih serta aroma yang tidak berubah walaupun disimpan lama dalam wadah yang tertutup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha, total biaya produksi dan penerimaan usaha tersebut mencapai titik pulang pokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Titik Pulang Pokok Produk bawang goreng kemasan 100 gram dicapai pada volume produksi 340 kemasan sehingga diperoleh penerimaan dan total biaya produksi pada saat titik pulang pokok sebesar Rp.10.200.000. Titik pulang pokok kemasan 150 gram dicapai pada volume produksi sebanyak 150 kemasan sehingga diperoleh penerimaan dan total biaya produksi pada saat titik pulang pokok sebesar Rp.6.750.000. Titik pulang pokok untuk kemasan 200 gram dicapai pada volume produksi sebanyak 82 kemasan sehingga diperoleh penerimaan dan total biaya produksi produksi pada saat titik pulang pokok sebesar Rp.4.920.000. Titik pulang pokok kemasan 250 gram dicapai pada volume  produksi sebanyak 50 kemasan sehingga diperoleh penerimaan dan total biaya produksi pada saat titik pulang pokok sebesar Rp.3.750.000. Titik pulang pokok kemasan 400 gram dicapai pada volume produksi sebanyak 29 kemasan sehingga diperoleh penerimaan dan total biaya produksi pada titik pulang pokok sebesar Rp.3.480.000. Titik pulang pokok untuk kemasan 500 gram dicapai pada volume produksi sebanyak 19 kemasan sehinggga diperoleh penerimaan dan total biaya produksi pada titik pulang pokok sebesar Rp.2.565.000

    UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN KELOR(Moringa oleifera) DALAM MENEKAN PERTUMBUHAN JAMUR Fusarium oxysporum SECARA IN-VITRO

    No full text
    Bawang merah (Allium Ascolanicum) merupakan tanaman sayuran yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Penurunan produksi bawang merah salah satunya di sebabkan oleh serangan penyakit layu fusarium yang di sebabkan jamur sehingga tanaman mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak kelo dalam menekan pertumbuhan fusarium oxysprum. Metode penelitian ini menggunakan rancagan acak lengkap (RAL) satu faktor 6 perlakuan3 kali ulangan. Pengujian aktivitas jamur di lakukan dengan metode kosentrasi 0%, 1%, 2%, 3%,4% dan 5%. Prosedur pembuatan media menggunakan potato dexrosa agar (PDA). Pengujian ini terlebih dahulu mengukur ekstrak cair daun kelor sesuai perlakuan, selanjutnya dimasukan ke dalam erlemeyer yang telah di campurkan dengan nedia yang sudah dicairkan, lalu di vorteks untuk menghomogen ekstrak cair daun kelor. Kemudian dicampurkan lagi media PDA sebanyak 100 ml, dimasukan ke dalam laminar air flow, terakhir menyediakan cawan petri sebanyak 18 buah lalu diletakan bersama dengan alat yang digunakan. Dari hasil yang didapatkan bahwa pemberian ekstrak daun kelor pada media PDA dengan kosentrasi tertinggi 5%, merupakan kosentrasi terbaik dalam menekan pertumbuhan jamur fusarium oxysporum pada bawang merah secara in-vitro serta memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan koloni dan daya hambat fusarium oxysporu

    65

    full texts

    1,395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇