Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
    1395 research outputs found

    PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN BUAH-BUAHAN PADA SUBSEKTOR HORTIKULTURA DI KABUPATEN TOLITOLI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komoditas unggulan dan non unggulan buah-buahan pada subsektor hortikultura di Kabupaten Tolitoli dan perubahan peranan komoditas subsektor hortikultura dimasa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode Location Quotient (LQ) dan Dynamic Location Quotient (DLQ). Hasil analisis LQ menunjukkan bahwa komoditi jeruk, pisang, pepaya dan salak merupakan komoditi unggulan sedangkan komoditas durian dan mangga merupakan komoditas non unggulan subsektor tanaman hortikultura di Kabupaten Tolitoli. Berdasarkan analisis DLQ menunjukkan bahwa komoditi durian dan mangga mengalami perubahan peranan dari komoditas non unggulan menjadi unggulan dimasa yang akan datang. Sedangkan komoditi jeruk, pisang, pepaya, dan salak merupakan komoditas unggulan sehingga akan menjadi komoditas unggulan dimasa yang akan datang.&nbsp

    ANALISIS BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN PALA DI DESA TIBO KECAMATAN SINDUE TOMBUSABORA KABUPATEN DONGGALA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta memperoleh informasi tentang beberapa parameter sifat kimia tanah pada lahan Pala di Desa Tibo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tibo, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala dan analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2021 sampai Februari 2022. Metode yang digunakan adalah metode Survey dan penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive). Pengambilan sampel tanah terganggu (disturbed soil sample) menggunakan metode Sistematis dengan 5 titik pengambilan sampel pada kedalaman 0-20 cm. Sampel tanah terganggu kemudian dimasukkan kedalam kantong plastik serta diberi label yang kemudian dibawa ke laboratorium untuk di analisis kandungan unsur hara kimia tanah. Hasil analisis sifat kimia tanah menunjukkan bahwa pada lokasi tanaman Pala di desa Tibo dengan Nilai pH tanah agak masam hingga netral, C-Organik sangat rendah hingga sedang, N-total sangat rendah hingga sedang, P-Tersedia sangat rendah hingga rendah, dan Tekstur tanah pada kriteria lempung berdebu hingga lempung

    ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU DI DESA GUNTARANO KECAMATAN TANANTOVEA KABUPATEN DONGGALA

    No full text
    Bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan hortikultura Sulawesi Tengah. Bawang merah seperti komoditas hortikultura lainnya mempunyai sifat mudah rusak (perishable) dan setelah panen dapat mengalami perubahan yang cenderung merugikan akibat kegiatan pasca panen yang buruk, bawang Merah lokal Palu merupakan salah satu sumber pendapatan masyarakat Sulawesi Tengah yang bekerja disektor pertanian dan juga telah menjadi salah satu Sumber Pendapatan Daerah (PAD). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendapatan dan kelayakan usahatani bawang merah varietas lembah palu di Desa Guntarano Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala. Penelitian ini di laksanakan pada bulan juli sampai bulan september 2019. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode sampel acak sederhana (simple random sampling), dengan jumlah sampel 30 responden petani bawang merah varietas lembah palu. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pendapatan petani bawang merah varietas lembah palu rata-rata luas lahan petani responden adalah 0,5/ha dari luas lahan di peroleh rata-rata produksi bawang merah varietas lembah palu  1.605 kg dengan rata-rata harga jual Rp 30.000/kg, maka diperoleh rata-rata penerimaan sebesar Rp. 48.164.516/0,50 ha atau senilai Rp. 96.329.032/ha. Rata-rata biaya produksi Rp. 24.462.546/0,50 ha atau 48.925.092/ha, sehingga rata-rata pendapatan usahatani bawang merah varietas lembah palu yang di peroleh petani responden di Desa Guntarano sebesar Rp. 23.701.970/0,50 atau senilai Rp 47.403.940/ha. Nilai R/C adalah 1,96 (> 1) yang menunjukkan bahwa petani bawang merah varietas lembah palu layak untuk diusahakan

    FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KELAPA SAWIT DI DESA MINTIMAKMUR KECAMATAN RIO PAKAVA KABUPATEN DONGGALA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh luas lahan, jumlah pohon produktif, pupuk NPK, pupuk Urea, dan tenaga kerja pada hasil produksi petani kelapa sawit di Desa Mintimakmur Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala. Penetuan responden dilakukan dengan menggunakan metode Stratified Random Sampling, dimana jumlah populasi petani kelapa sawit yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah sebanyak 228 orang, yang menggunakan sistem IGA (Income Generating activity) yang memiliki dua tahan yaitu sistem IGA 1 sebanyak 182 orang dan sistem IGA 2 sebanyak 106 orang kemudian diambil sampel sebanyak 15% dari masing-masing sistem IGA dan diperoleh sebanyak 38 responden. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis fungsi produksi Coob-Douglass. Berdasarkan hasil penelitian terhadap usahatani kelapa sawit di Desa Mintimakmur Kecamatan Rip Pakava Kabupaten Donggala, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Luas Lahan, Jumlah Pohon Produktif, Pupuk NPK, Pupuk Urea, dan Tenaga Kerja secara bersama-sama (Simultan) berpengaruh nyata terhadap produksi kelapa sawit. Secara Parsial masing-masing variabel Luas Lahan berpengaruh nyata meningkatkan produksi sebesar 0,437% setiap penambahan luas lahan sebesar 1%. Jumlah Pohon Produktif berpengaruh nyata meningkatkan produksi sebesar 0,464% setiap penambahan luas lahan sebesar 1%. Pupuk NPK berpengaruh nyata meningkatkan sebesar 0,210% setiap penambahan luas lahan sebesar 1%. Pupuk Urea berpengaruh nyata meningkatkan produksi sebesar 0,305% setiap penambahan luas lahan sebesar 1% dan Tenaga Kerja berpengaruh nyata meningkatkan sebesar 0,561% setiap penambahan luas lahan sebesar 1% terhadap produksi kelapa sawit di Desa Mintimakmur Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala.  &nbsp

    UJI KETAHANAN KEKERINGAN BEBERAPA KULTIVAR PADI GOGO MENGGUNAKAN BERBAGAI KONSENTRASI PEG 6000 PADA FASE PERKECAMBAHAN

    No full text
    Kekeringan merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan produksi padi gogo, untuk itulah sifat ketahanan kekeringan sangat penting untuk diketahui agar dapat menjadi rekomendasi kultivar padi gogo yang cocok dan dapat ditanam pada lahan-lahan marginal untuk menghasilkan produksi yang terbaik.  Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mencari batas toleransi masing-masing kultivar padi gogo lokal yang dicobakan pada fase perkecambahan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu. Penelitian ini dimulai dari bulan November sampai dengan desember 2020. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor. Faktor pertama terdiri dari tiga kultivar padi gogo yaitu K1 (Dongan), K2 (Pulu Tau Leru), dan K3 (Uva Buya). dan faktor kedua terdiri atas Empat taraf pemberian PEG 6000 yaitu: Kontrol (air), 10%, 20%, 30% sehingga diperoleh 12 unit percobaan yang diulang sebanyak tiga kali dengan total 36 unit percobaan. Percobaan menggunakan metode uji Kertas Digulung didirikan dalam plastik (UKDdp) dimana setiap unit percobaan terdapat 50 benih, sehingga jumlah benih yang dibutuhkan sebanyak 1.800 butir benih.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar Dongan dan kultivar Pulu Tau Leru mampu berkecambah dengan baik hingga konsentrasi 20% dengan daya berkecambah 92.67 dan 90.62%. Sedangakan kultivar Uva Buya mampu berkecambah dengan baik hingga konsentrasi 30% dengan daya berkecambahnya 88.67%

    ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI BAWANG MERAH DI DESA LABUAN TOPOSO KECAMATAN LABUAN KABUPATEN DONGGALA

    No full text
    Hortikultura sebagai salah satu subsektor pertanian, menempati urutan kedua setelah tanaman pangan dalam struktur pembentukan PDB sektor pertanian. Subsektor hortikultura memperlihatkan kecenderungan yang terus meningkat terhadap pembentukan PDB terutama produksi sayuran. Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Responden penelitian ini adalah petani bawang merah yang berada di Desa Labuan Toposo Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala. Jumlah sampel 38 dari jumlah populasi sebesar 62. Rata-rata luas lahan yang dimiliki yaitu sebesar 0,4 Ha. Rata- rata penerimaan usahatani bawang merah sebesar Rp. 16.800.000 dari rata-rata produksi bawang merah sebesar 420 Kg dengan harga Rp. 40.000/Kg. Rata-rata total biaya yang dikeluarlan sebesar Rp.9.492.553., dengan rata-rata pendapatan usahatani bawang merah sebesar Rp.7.307.447., Sedangkan rata-rata nilai ratio usahatani bawang merah sebesar 1,76 atau lebih besar dari 1 yang berarti bahwa setiap satu rupiah yang dikeluarkan oleh petani bawang merah dapat menghasilkan pendapatan sebesar 1.76 rupiah

    PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI (Capsicum annum L.) PADA BERBAGAI TINGKAT PEMANGKASAN TANAMAN KAKAO

    No full text
    anaman Cabai (Capsicum annuum L) adalah tumbuh-tumbuhan perdu yang berkayu, dan menjadi salah satu komoditas sayuran yang banyak di butuhkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil  tanaman cabai pada berbagai tingkat naungan tanaman kakao. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan Oktober 2018 bertempat di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan antara lain P0 (kontrol), P1 (pemangkasan 50 cm), P2 (pemangkasan 100 cm), P3 (pemangkasan 150 cm), P4 (pemangkasan 200 cm) dan P5 (pemangkasan 250 cm) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali sehingga terdapat 18 unit percobaan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan naungan memberikan pengaruh nyata terhadap parameter penelitian, kecuali tinggi tanaman dan jumlah daun pada 2, 4, dan 6 MST. Perlakuan yang berbeda dengan perlakuan yang lain diperoleh pada pemamgkasan 250 cm. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor selain faktor internal diantaranya adalah lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbumbuhan tanaman cabai. Penggunaan naungan dengan berbagai pemangkasan kakao menghasilkan nilai yang terbaik dibandingkan perlakuan lainnya

    STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TORU FARM PALU DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui : (i) konsep “Business Model Canvas” yang sekarang diterapkan oleh Usaha Toru  Farm Palu, dan (ii) alternatif konsep “Business Model Canvas” yang dapat diterapkan oleh Usaha Toru Farm Palu di masa mendatang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Juni tahun 2022 Di Toru Farm Palu. Penentuan  responden  dalam  penelitian  ini  dilakukan  secara  sengaja (Purpossive). Responden dalam penelitian ini adalah pemilik, manajer serta karyawan Toru Farm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif  kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Business Model Canvas yang digunakan Toru Farm saat ini kemudian ditambahkan alternatif yang dapat diterapkan dimasa mendatang. Customer segments, ditambahkan alternatif 1).komunitas, 2). Millenials, 3). penyedia jasa bahan baku di restoran, cafe, hotel dan rumah sakit. Value Proposition, ditambahkan alternatif 1).Mengikuti tren, 2).melakukan control quality untuk menghasilkan produk dengan kualitas premium. Customer Relationship, ditambahkan alternatif 1).Memberikan reward bagi konsumen yang loyal. Channels, ditambahkan alternatif 1).Outlet baru dengan tempat strategis. Revenue Stream ditambahkan alternatif 1).Pendapatan dari penjualan produk baru, 2).Customized product. Key Resources, ditambahkan alternatif 1). kerjasama dengan tenaga ahli 2).pemanfaatan teknologi baru. Key Activities, ditambahkan alternatif 1).Pengolahan produk baru. Key partners, ditambahkan alternatif 1).Mitra potensial lokal dan luar daerah. Cost structure, ditambahkan alternatif 1).Biaya pembelajaran untuk product development

    KOMPONEN HASIL DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (ZEA MAYS SACCARATHA STURT) PADA BERBAGAI JENIS PUPUK KANDANG DAN PEMANGKASAN DAUN

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh pupuk kandang dan pemangkasan daun terhadap hasil dan komponen hasil jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mapane Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah pada bulan Februari sampai pada bulan Mei Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor yang pertama adalah pupuk kandang, terdiri atas 2 taraf yaitu : Pupuk kandang kambing  dan Pupuk kandang ayam. Faktor yang kedua adalah pemangkasan daun bawah terdiri dari 4 taraf yaitu Kontrol, 2 helai daun,  3 helai daun, dan  4 helai daun.Hasil penelitian menjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam menghasilkan diameter tongkol, panjang tongkol, jumlah baris biji per tongkol, berat tongkol pertanaman dan berat tongkol per hektar jagung manis lebih tinggi dibandingkan pupuk kandang kambing. Tanpa pemangkasan menghasilkan tongkol terpanjang dibandingkan dengan pemangkasan 3 dan 4  helai daun pada bagian bawah tongkol, namun tidak berbeda dengan pemangkasan 2 helai daun.  Tidak terdapat interaksi  antar pupuk kandang dan jumlah daun yang dipangkas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung

    PENGARUH DOSIS PUPUK NPK DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH BESAR (CAPSICUM ANNUUM L.)

    No full text
    Salah satu permasalahan yang dihadapi ialah penurunan produktivitas cabai besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK dan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah besar. Penelitian telah dilaksanakan di Screen House Fakultas pertanian, Universitas Tadulako Palu yang berlansung mulai dari bulan Januari 2020 sampai dengan bulan Mei 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial (2 faktor). Faktor pertama dosis pupuk NPK (P) terdiri-dari 4 taraf, yaitu : P1 (tanpa pupuk NPK), P2 (dosis pupuk NPK 200 kg/ha), P3 (dosis pupuk NPK 250 kg/ha), P4 (dosis pupuk NPK 300 kg/ha). Faktor kedua media tanam (M) terdiri-dari 3 taraf yaitu : M1 (Tanah + Arang Sekam Padi 2:1), M2, Tanah + Serbuk Gegaji Kayu 2:1), M3 (Tanah + Arang Sekam + Serbuk Gergaji Kayu 2:1:1). Dengan demikian terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Setiap satuan percobaan diwakili oleh 3 taanaman sehingga terdapat 108 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya interaksi yang nyata antara dosis pupuk NPK dan media tanam serta pengaruh tunggal media tanam terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah buah, dan berat buah pertanaman. Sedangkan pengaruh tunggal dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah besar menunjukan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah buah, dan berat buah pertanaman. Rata-rata berat buah tidak berbeda antara dosis pupuk NPK 250 kg/ha (P3) 245,27 g dan dosis pupuk NPK 300 kg/ha (P4) 247,07 g

    65

    full texts

    1,395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇