Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogae L) PADA BERBAGAI JENIS DAN DOSIS BOKASHI PUPUK KANDANG
This study was conducted at the Faculty of Agriculture Academic Gardens of Tadulako University between August and December 2021. The research used a two factorial randomized block design (RBD). The first factor was different types of manure bokashi, including no bokashi, chicken manure bokashi, cow manure bokashi, and goat manure bokashi. The second factor was the bokashi dose, comprising four levels: no bokashi, 10 t/ha, 15 t/ha, and 20 t/ha. Each treatment was replicated three times, resulting in a total of 48 experimental units. The findings revealed that there was no significant interaction between the bokashi dose and type of manure on the growth and yield of peanut plants. Among the various bokashi doses, the application of 20 t/ha resulted in the best growth and yields for peanuts. Additionally, when comparing different types of bokashi, the goat manure bokashi produced greatest peanut growth and yields
ANALISIS PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA MASANI KECAMATAN POSO PESISIR KABUPATEN POSO
The objectives of this research were to determine the effects of inputs including land area, seeds, urea fertilizer, phonska fertilizer, and labor on rice production, and to determine the income generated from lowland rice farming in Masani Village, Poso Pesisir Sub District, Poso District. Respondents of 58 household head were selected using a census method. Data analysis was performed using the Coob-Douglas function analysis and income analysis. The findings of the research revealed that 89.50% of the variation in the rice production can be attributed to the effects of the land area, seeds, urea fertilizer, phonska fertilizer, and labor. The remaining 10.50% of the variation was influenced by other factors that were not accounted for in the estimation model. On average, the farmers in Masani Village, earn approximately IDR 15,233,951.35/ha/planting season
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA ROTI PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA AISYAH BAKERY DI KOTA PALU
Aisyah home industry is a business engaged in bread production, located at Jalan Simpati Number 8, South Palu District, Palu City. The main goal of this research was to identify the appropriate strategy for the development of Aisyah Bakery\u27s home industry. It was carried out between August and September 2020. The analysis method used in this study was the SWOT analysis. Based on the SWOT matrix of IFAS and EFAS, the strategic position of Aisyah Bakery home industry falls within quadrant I, which represents the Strengths-Opportunities strategy. Consequently, several effective strategies have been identified for the bakery business development: (a) Enhancing production capacity by leveraging readily available tools and raw materials to meet market demand, with support from the government; (b) Utilizing self-generated capital to explore new market segments
EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH MAJA (AEGLE MARMELOS L.) TERHADAP PENGENDALIAN larva PLUTELLA XYLOSTELLA L. ( LEPIDOPTERA : PLUTELIDAE) PADA TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.)
awi (Brassica juncea L.) adalah salah satu bahan pangan yang dibutuhkan tubuh dalam menunjang pola hidup sehat. Sawi merupakan sayuran yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa dari aspek sosial, masyarakat sudah menerima kehadiran sawi untuk dikonsumsi sehari-hari, namun dalam pembudidayaan tanaman sawi memiliki beberapa kendala yang dapat menyebabkan penurunan produksinya, salah satunya yaitu serangan larva . larva yang sering merusak tanaman sawi adalah Plutella xylostella. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak buah maja (Aegle marmelos) terhadap intensitas serangan dan populasi larva Plutella xylostella L. pada tanaman sawi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan, Rumah Kasa Hama Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako-Palu. Penelitian ini dilaksnakan pada pada areal pertanaman sawi petani di Desa Sidera, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi dan dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober tahun 2019. Pembuatan ekstrak buah maja dilakukan dengan cara buah maja yang telah tua dibelah kemudian diambil isinya dan disimpan di dalam wadah tertutup dan didiamkan selama 3 hari. Kemudian buah maja diperas dan disaring dan diambil ekstraknya. Ekstrak buah maja diaplikasian pada umur tanaman 9 HST sampai dengan 15 hari dilanjutan dengan interval 6 hari 21 HST dengan interval waktu 6 hari sekali. Pengaplikasiannya dengan cara menyemprotkan larutan ekstrak buah maja dengan kosentrasi P1 10%, P2 20%, P3 30%, P4 40%, P5 50%, P6 60%. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali dan pembanding kontrol menggunaan handsprayer. Variabel pengamatan yaitu gejalah serangan hama, populasi hama dan intensitas serangan hama Plutella xylostella L. Berdasarkan hasil penelitin ini dapat di simpulkan bahwa aplikasi estrak buah maja sangat efektif dalam pengendalian populasi larva dan intensitas serangan hama Plutella xylostella L. Kosentrasi larutan estrak buah maja 30% lebih efektif dan efisien dalam menekan/menghambat populasi larva dan intensitas serangan larva Plutella xylostella L. dengan pembanding kontrol
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI NILAM DI DESA LINDO KECAMATAN BATUDAKA KABUPATEN TOJO UNA-UNA
Secara umum peningkatan pruduksi suatu usahatani dapat merupakan indikator keberhasilan dari usahatani yang bersangkutan, namun tingginya produksi suatu komoditas yang diperoleh persatuan luas lahan belum menjamin tingginya pendapatan usahatani Nilam yang di pengaruhi oleh harga yang diterima oleh petani dan biaya-biaya penguatan input usahatani. Harga Nilam yang terjadi di Desa Lindo mengalami fluktuasi harga, perusahaan membeli dengan harga mulai dari Rp 500.000/Kg dimana masyarakat di Desa Lindo Kecamatan Batudaka Kabupaten Tojo Una-Una menjual hasil Panennya kepada pembeli nilam atau perusahaan.Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September sampai Desember 2020. Lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Lindo merupakan salah satu daerah yang memiliki luas panen terbesar yaitu 27 Ha namun produktivitas yang dicapai sebesar 1,008 Ton/Ha. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel sebanyak 31 petani. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis pendapatan (?). Hasil analisis menunjukan bahwa rata-rata pendapatan dari petani nilam di Desa Lindo sebanyak Rp 30.027.204/1,02 ha atau setara dengan nilai konversi Rp29.550.582 /ha
PENGARUH JARAK TANAM JAJAR LEGOWO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata sturt)
Jarak tanam jajar legowo pada pertumbuhan jagung manis bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam jajar legowo terhadap pertumbuhan jagung manis agar bisa meningkatkan jumlah populasi pertanaman dan untuk mengetahui perbedaan anatara sistem tanam jajar legowo dan jarak tanam konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kayulompa, Kecamatan Basidondo, Kabupaten ToliToli. Penelitian dimulai dari Bulan Desember sampai Maret 2020, dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok yang diulang sebanyak 3 kali. Penelitian ini dilakukan dengan tiga perlakuan, yaitu : jajar legowo 2:1, jajar legowo 3:1, dan jajar legowo 4:1 dengan jarak tanam konvensional. Jarak tanam untuk jajar legowo 25 cm x 50 cm dan konvensional 25 cm x 70 cm. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, lingkaran tongkol berkolobot, panjang tongkol berkelobot, dan bobot tongkol berkelobot yang diambil datanya tiap minggu. Hasil dari penelitian ini yaitu penggunaan sistem tanam jajar legowo jajar legowo 4:1 dengan jarak tanam 25 cm x 50 cm dan sistem tanam konvensional dengan jarak tanam 25 cm x 70 cm pada tanaman jagung manis disemua pengamatan memberikan pengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Dimana tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, lingkaran tongkol berkolobot, panjang tongkol berkelobot, dan bobot tongkol berkelobot memberikan nilai yang cenderung meningkat setiap minggunya. Perlakuan ini berbanding terbaik terdapat penggunaan jarak tanam J3 4:1 dan J4 25 cm x 70 cm
EFEKTIVITAS Plant Growth Promoting Microorganisms AKAR BAMBU UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU Fusarium PADA TANAMAN BAWANG MERAH(Allium ascolanicum L.)
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas Plant Growth Promoting Microorganisms akar bambu dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil serta penekanan penyakit layu Fusarium yang menyebabkan kerusakan pada bawang merah (Allium ascolanicum L). Penelitian ini dilakasanakan didesa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi dan Laboratorium Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini berlangsung dari bulan September 2021 – Desmber 2021. Desain penelitian yang digunakan yaitu metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yaitu P0 (Kontrol), P1 perendaman PGPM akar bambu pada bawang merah, P2 perendaman + 1 kali penyemprotan PGPM akar bambu pada bawang merah, P3 tanpa perendaman + 1 kali penyemprotan PGPM akar bambu pada bawang merah, P4 perendaman + 2 kali penyemprotan PGPM akar bambu pada bawang merah, P5 tanpa perendaman + 2 kali penyemprotan PGPM akar bambu pada bawang merah. 3 kali ulangan serta 6 perlakuan sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perendaman + 2 kali penyemprotan PGPM akar bambu, tanpa perendaman + 2 kali penyemprotan PGPM akar bambu, perendaman + 1 kali penyemprotan PGPM akar bambu mampu menekan pertumbuhan penyakit moler dan mampu meningkatkan pertumbuhan dari bawang merah (Allium ascolanicum L)
KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN FISIOLOGI PADI GOGO (Oryza Sativa. L ) LOKAL KULTIVAR UVA PADA KONDISI TINGKAT KELENGASAN TANAH YANG BERBEDA
Padi gogo merupakan salah satu tanaman padi yang dapat ditanam pada lahan kering. Lahan kering mempunyai ketersediaan air yang sedikit sehingga padi gogo yang ditanam di lahan kering harus mempunyai sifat toleran terhadap kekeringan,Perubahan karakter morfologi dan fisiologi merupakan salah satu indikator yang dapat menunjukan toleransi terhadap kekeringan. Karakter morfologi merupakan bentuk dan susunan tubuh tumbuhan yang ditampakan dalam menghadapi cekaman. Karakter fisiologis merupakan semua aktifitas yang terjadi didalam tubuh tumbuhan antara lain terhadap cekaman kekeringan. Kekeringan merupakan salah satu pembatas utama dalam produksi padi karena dapat menurun jumlah gabah isi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakter dan morfologi tanaman padi gogo lokar kultivar uva pada tingkat kelengasan tanah berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Green House, Fakultas pertanian Universitas Tadulako, Palu. Mulai September 2018 Sampai Januari 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu factor yaitu kondisi kapasitas lapang (KL) yang terdiri atas 4 taraf perlakuan yaitu kapasitas lapang (C0) (sebagai control), 85% kapasitas lapang (C1), 70% kapasitas lapang (C2), 55% kapasitas lapang (C3). Setiap perlakuan di ulang sebanyak 6 kali, sehingga terdapat 24 unit percobaan. Setiap unit percobaan di wakili 1 ember dan setiap ember terdapat 2 tanaman, dengan demikian seluruhnya 48 tanaman. Berdasarkan hasil penilitian dapat disimpulkan bahwa pada 55% tingkat kelengasan tanah mengakibatkan penurunan terhadap tinggi tanaman pada umur 10 MSP, jumlah anakan pada umur 12 MSP, persentase gabah berisi/bernas, persentase gabah hampa, kandungan air nisbi daun, dan kandungan klorofil daun padi gogo lokal lultivar Uva
ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI UBI JALAR DI DESA TOMBI KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani ubi alar di Desa Tombi Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2019. Penentuan responden yang dijadikan sampel yaitu dengan menggunakan metode simple Random sampling dengan asumsi populasi bersifat homogeny (sama)dengan jumlah populasi yang ada sebanyak 94 petani ubi jalar , dan metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan. Hasil analisis menunjukkan rata-rata penerimaan usahatani sebesar Rp.7.308.000 per 0,67 Ha atau Rp 10.907,463 per Ha, dengan rata-rata biaya total yang dikeluarkan petani sebesar Rp.4.536.086 per 0,67 Ha atau Rp.6.770,277 per Ha,sehingga rata-rata pendapatan per musim panen sebesar Rp 2,771,914 per 0,67 Ha atau Rp 4.137,185 per Ha
ANALISIS PENDAPATAN USAHA KOPRA di DESA BANGKIR KECAMATAN DAMPAL SELATAN KABUPATEN TOLI-TOLI
Kopra merupakan salah satu hasil produk olahan kelapa yang banyak diusahakan oleh masyarakat Sulawesi Tengah. Komoditas ini telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap peningkatan perekonomian. Selain menjadi sumber devisa, juga merupakan komoditas unggulan yang sangat menjanjikan serta menjadi tumpuan harapan masa depan bagi sebagian masyarakat di Sulawesi Tengah. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata produksi kopra yang dihasilkan oleh petani pengusaha kopra di Desa Bangkir Kecamatan Dampal Selatan selama satu kali produksi sebanyak 1.282,93 Kg dan harga jual Rp.5.500/Kg dengan rata-rata pendapatan yang diperoleh petani pengusaha kopra sebesar Rp. 4.297.928,40 per satu kali produksi