Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
    1395 research outputs found

    ANALISIS PRODUKSI BAWANG MERAH DI KELURAHAN KAYUMALUE NGAPA KECAMATAN PALU UTARA KOTA PALU

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kayumalue Ngapa Kecamatan Palu Utara Kota Palu pada bulan januari sampai dengan Februari 2020. Responden Dalam penelitian ini adalah petani bawang merah yang melakukan produksi bawang merah lokal Palu, penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode sampel acak sederhana (simple random sampling), artinya dilakukan dengan memberikan kesempatan yang sama kepada populasi untuk dipilih menjadi sampel penelitian. Responden yang dijadikan sumber informasi dalam penelitian ini sebanyak 32 responden dari populasi 120 KK. Data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan bentuk analisis yaitu analisis fungsi produksi Cobb-Douglas.Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh menunjukan bahwa nilai Fhitung = 90,104> Ftabel = 2,73 berarti secara bersama-sama variabel bebas luas lahan (X1), benih (X2), pupuk (X3), dan tenaga kerja (X4) secara simultan (bersama-sama) berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah lokal Palu di Kelurahan Kayumalue Ngapa. Secara parsial variabel luas lahan (X1), benih (X2), pupuk (X3), dan tenaga kerja (X4), berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah wang merah lokal Palu di Kelurahan Kayumalue Ngapa Kecamatan Palu Utara Kota Palu

    STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KERIPIK SUKUN PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA CITRA LESTARI PRODUCTION DI KOTA PALU

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang tepat diterapkan dalam pengembangan keripik sukun pada industri rumah tangga “Citra Lestari Production” di Kota Palu. Responden pada penelitian ini terdiri dari 6 orang yaitu, 1 pimpinan, 2 karyawan dan 3 konsumen. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel dilakukan dengan sengaja (Purposive). Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Total nilai yang diperoleh pada Tabel IFAS yaitu sebesar 3,23 dengan skor kekuatan 2,08 dan skor kelemahan 1,15. Hal ini menunjukkan bahwa faktor kekuatan industri rumah tangga “Citra Lestari Production”  lebih besar dari pada kelemahan, sedangkan total nilai yang diperoleh pada Tabel EFAS yaitu sebesar 3,18 dengan skor peluang 2,16 dan skor ancaman 1,02. Hal ini faktor peluang yang dimiliki oleh industri rumah tangga “Citra Lestari Production” lebih besar dari faktor ancaman. Berdasarkan hasil perhitungan dari nilai rating dan bobot faktor internal dan faktor eksternal strategi pengembangan usaha keripik sukun pada industri rumah tangga “Citra Lestari Production” didapatkan strategi yang tepat untuk pengembangan keripik sukun terdapat pada kuadran I adalah Mendukung Strategi SO (Strengths-Opportunities) dengan nilai 4,24 adalah Memanfaatkan Peluang Pasar Yang Ada Dengan Memaksimalkan Media Promosi Serta Mengenalkan Produk Sehingga Dapat Bersaing Dengan Industri Lainya

    ANALISIS PEMASARANCABAI RAWIT DI DESA SUNJU KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk saluran pemasaran dan besarnya margin pemasaran cabai rawit pada masing-masing saluran pemasaran, berapa besar bagian harga yang diterima oleh petani (Produsen) cabai rawit pada masing-masing saluran pemasaran, dan tingkat efisiensi pemasaran cabai rawit pada masing-masing saluran pemasaran di Desa Sunju. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2019 di Desa Sunju Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Pemilihan Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Sunju merupakan daerah penghasil cabai rawit tertinggi di Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Analisis yang digunakan adalah Analisis Margin Pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan Ada 2 bentuk saluran pemasaran yang terjadi di Desa Sunju Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi, yaitu: 1. Petani (produsen) à pedagang pengumpul à pedagang besar à Pedagang Pengecer à konsumen, 2. Petani (produsen) à pedagang pengecer à konsumen. Margin pemasaran cabai rawit yang diperoleh di Desa Sunju pada saluran pertama yaitu sebesar Rp.12.000/Kg, sedangkan margin pemasaran cabai rawit yang diperoleh pada saluran kedua yaitu sebesar Rp.7.000/Kg. Bagian harga yang diperoleh petani dari pemasaran cabai rawit pada saluran pertama yaitu sebesar 76,92 %, sedangkan bagian harga yang diterima petani pada saluran kedua yaitu sebesar 85,11%. Efisiensi pemasaran cabai rawit di Desa Sunju pada saluran pertama diperoleh hasil sebesar 3,42% dan saluran kedua diperoleh hasil sebesar 1,69%

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERMINTAAN TAHU DI KECAMATAN PAMONA SELATAN KABUPATEN POSO

    No full text
    Tofu is a popular and nutritionally balanced food, widely favored as a side dish among people. The aim of this study was to investigate the factors affecting the demand for tofu in Pamona Selatan Sub District of Poso District, focusing on the influence of tofu price, tempeh price, consumer income, the number of dependents in the consumer\u27s family, and the age of the consumer.  The analysis revealed that, among the five variables examined, namely tofu price, tempeh price, consumer income, number of family dependents, and consumer age, only tofu price, the number of family dependents, and consumer age had a significant effect on the demand for tofu in Pamona Selatan sub-district, Poso Regency. On the other hand, the price of tempeh and consumer income did not show any significant effect on the demand for tofu in this region.  The R2 calculation indicated that approximately 69.1% of the variation in tofu demand in South Pamona District, Poso Regency, can be explained by the variables such as tofu price, tempeh price, the number of dependents in the consumer\u27s family, and the age of the consumer. The remaining percentage is attributed to other variables that were not considered in this study

    STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA TIKKE KECAMATAN TIKKE RAYA KABUPATEN PASANGKAYU

    No full text
    Tikke, a village located in Tikke Raya Sub District of Pasangkayu District, is primarily inhabited by oil palm farmers.  This study aimed to determine appropriate alternative strategies to be implemented in the development of smallholder oil palm plantations in the village. Respondents were purposively selected, resulting in a total of 30 participants, comprising 25 oil palm plantation owners, two workers, two collectors, and one representative from the Plantation and Livestock Service Office of Pasangkayu District.  SWOT analysis was used in this research to calculate the internal and external factors scores.  The factor scores were 1.46 for the internal factors and 1.47 for the external factors indicating that the development strategy for the smallholder oil palm plantation business is in quadrant I and to enhance productivity is through the strengths - opportunities (SO) strategy.  The proposed alternative strategies include (i) utilizing ownership certificates as collateral for banking institutions, (ii) leveraging the high morale and productive age of plants to encourage wise technology adoption by farmers, (iii) establishing effective communication channels with the workforce and the company to boost oil palm plantation productivity, and (iv) Increasing productivity by employing local workers, which can contribute to reducing unemployment

    STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TAHU PADA INDUSTRI TAHU MITRA CEMANGI KOTA PALU

    No full text
    Tofu, a processed soy product, has undergone continuous innovation, evolving from a simple fried snack sold on roadsides to becoming a prominent item on the menus of large restaurants. In Indonesia, people show less interest in consuming raw soybeans and prefer processed options, with tofu being one of their preferred choices. This study was carried out at Mitra Cemangi Tofu industry located in Bayoge Village, Tatanga Sub District of Palu City. The choice of this location was intentional as Mitra Cemangi is a prominent tofu business in Palu City. The research was conducted between March and April 2020, with five purposively selected respondents: one leader and two employees and two consumers. The analysis utilized the SWOT method, which revealed a rating value of 1.71 for the internal strategic factors and 1.21 for the external factors in the development of the Nitra Cemangi Tofu Industry business. It was determined that the appropriate development strategy for the Mitra Cemangi Tofu Industry is the S-O strategy. This strategy focuses on leveraging strengths to capitalize on existing opportunities and can prove beneficial for the growth of the Tofu Mitra Cemangi Industry

    EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PEPAYA Carica papaya L. TERHADAP JAMUR Alternaria porri PENYEBAB PENYAKIT BERCAK UNGU PADA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) SECARA IN VITRO

    No full text
    One of the significant diseases afflicting shallots (Allium ascalonicum L) is the purple spot disease (Alternaria porri), leading to substantial harm. The objective of this investigation was to assess the efficacy of papaya leaf extract (Carica papaya L.) against Alternaria porri, the causative agent of purple spot disease in shallots (Allium ascalonicum L.). This research employed a completely randomized design (CRD) with six concentrations of papaya leaf extract (0%, 1%, 2%, 3%, 4%, and 5%) as treatments.  The most effective treatment was observed at a 5% extract concentration, which resulted in the slowest expansion of the A. porri colony diameter (1.60 cm) and the most substantial inhibition percentage (77.21%). These outcomes were significantly different from the control treatment, wherein A. porri colony growth reached 6.17 cm and the inhibitory effect was only 16.22%. &nbsp

    KONTRIBUSI CURAHAN WAKTU KERJA WANITA NELAYAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA NELAYAN DI KELURAHAN BANTAYA KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PARIGI MOUTONG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kontibusi Curahan Waktu Kerja Wanita Nelayan Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Nelayan di Kelurahan Bantaya kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong. Secara umum masyarakat nelayan dianggap sebagai salah satu lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang masih rendah. Tentunya tidak semua nelayan dapat dikatakan berada dalam garis kemiskinan, banyak juga nelayan-nelayan yang tergolong sejahtera. Mengetahui peningkatan pendapatan rumah tangga nelayan melalui kontribusi curahan waktu kerja wanita nelayan dalam membatu suami mencari nafkah, sehingga wanita nelayan dapat memberikan kontribusi curahan waktu kerja terhadap rumah tangga dan dapat mengurangi beban tanggungan dalam keluarga nelayan. Peran wanita nelayan tidak hanya sebagai ibu rumah tangga tetapi juga sebagai pencari nafkah, wanita nelayan mempunyai peran ganda dalam keluarganya. Wanita nelayan membantu suami mereka bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarga. di Kelurahan Bantaya Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong sebagian besar masyarakatnya tinggal di pesisir pantai dan bekerja sebagai nelayan. Wanita nelayan ikut serta membantu mencari meningkatkan perekonomian rumah tangga nelayan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui : Pendapatan Rumah Tangga Nelayan di Kelurahan Bantaya Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong, Menganalisis Kontribusi Curahan Waktu Kerja Wanita Nelayan di Kelurahan Bantaya Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong. Metode penentuan responden yang digunakan dalam Pengambilan sampel yaitu  dengan metode sampel acak sederhana (simple random sampling)  sebanyak 36 orang wanita nelayan di Kelurahan Bantaya Kecamatan Parigi kabupaten Parigi Moutong Analisis yang digunakan yaitu analisis pendapatan (Pendapatan rumah tangga serta kontribusi curahan waktu kerja istri nelayan dalam rumah tangga nelayan). Hasil penelitian menunjukkan pendapatan rumah tangga nelayan (keluarga nelayan) di Kelurahan Bantaya Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong sebesar 1.180.709/bulan, sedangkan kontribusi curahan waktu kerja wanita nelayan terhadap pendapatan  rumah tangga nelayan  adalah 48,15% atau 568.511/bulan

    ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA OGOTION KECAMATAN MEPANGA KABUPATEN PARIGI MOUTONG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani padi sawah di Desa Ogotion Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2021. Penentuan responden dilakukan dengan  menggunakan metode sampel acak sederhana sedangkan penentuan jumlah responden menggunakan rumus slovin dimana jumlah sampel 35 responden. Hasil analisis menunjukan responden petani di Desa Ogotion memiliki karakteristik yakni: sebagian besar petani responden memiliki umur yang masih produktif, rata-rata tingkat pendidikan petani formal 6 tahun (tingkat dasar) tergolongan masih rendah, jumlah tanggungan keluarga petani responden rata-ratanya 2 orang, pengalaman berusahataninya rata-rata 20 tahun. Rata-rata penerimaan usahatani padi sawah di Desa Ogotion sebesar Rp.22.689.215,52 ha/MT, rata-rata total biaya yang dikeluarkan petani sebesar Rp.8.699.545,03 ha/MT dan rata-rata pendapatan usahatani padi sawah sebesar  Rp.13.989.670,50ha/MT

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI KELAPA SAWIT DI DESA RIO MUKTI KECAMATAN RIO PAKAVA KABUPATEN DONGGALA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh luas lahan, tenaga kerja, jumlah pohon produktif, dan pupuk terhadap produksi usahatani Kelapa Sawit di Desa Rio Mukti Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala. Responden dalam penelitian ini adalah petani kelapa sawit di Desa Rio Mukti, dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden petani kelapa sawit. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode sampel acak sederhana (Simple Random Sampling). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis fungsi produksi Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel berpengaruh nyata terhadap produksi kelapa sawit dengan Fhit = 281,835 > Ftab = 2,92 pada taraf ? = 5% dan koefisien determinan R2 (R-square) sebesar 0,964. Artinya, variabel produksi usahatani kelapa sawit sebesar 96,4% dipengaruhi oleh variabel bebas, sedangkan sisanya 3,6% dipengaruhi oleh faktor lain diluar model. Secara parsial variabel jumlah pohon produktif dengan thit = 2,123 dan variabel pupuk dengan t hit = 4,325 berpengaruh sangat nyata terhadap produksi kelapa sawit dengan ttab = 2,042 < dari pada t hit. Sedangkan variabel luas lahan dan variabel tenaga kerja berpengaruh tidak nyata terhadap produksi kelapa sawit pada taraf ? = 5% dan koefisien determinan R2 (R-square) sebesar 0,964

    65

    full texts

    1,395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇