Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK FISIKO KIMIA DAN SENSORIS TEPUNG KELAPA PADA BERBAGAI SUHU PENGERINGAN
This study objective was to evaluate various drying techniques used to produce coconut flour from coconut pulp in order to assess its physico-chemical and organoleptic properties. The research was carried out at the Agroindustry Laboratory of the Faculty of Agriculture and the Chemistry Laboratory of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences Tadulako University. This research was carried out from January to April 2021. The study was arranged using a completely randomized design and a randomized block design with one factor namely drying temperatures (40ºC, 50ºC, 60ºC, 70ºC and 80ºC). Each treatment was replicated 3 times. The results of the study showed that the best drying temperature based on the physico-chemical and sensory characteristics of coconut fluor was 70°C. The treatment at 70°C resulted in an average value of 3.64% moisture content, 1.86% ash content, 9.21% protein content, 51.68% fat content, and 26.24% fiber content for the coconut flour. Organoleptic analysis of coconut flour at 70°C showed a color score of 5.0 (slightly like), aroma score of 5.60 (slightly like), taste score of 4.68 (neutral), and texture score of 5.36 (slightly liked)
RENTABILITAS USAHA BAWANG GORENG PADA UKM LINDA DI KOTA PALU
The development for Small and Medium Enterprises (SMEs) in Indonesia is quite promising. Therefore, it is essential for small and medium entrepreneurs to enhance their business vision, considering the increasingly intense global competition. This heightened competition will undoubtedly impact SMEs\u27 performance. It is well-known that every established business shares a common goal: to maximize profits and enhance the overall value and sustainability of their business. The main objective of this study was to determine the level of business rentability achieved by SME Linda, a fried onion processing SME located in the city of Palu, based on loan capital. The selection of this location was done purposively, considering SME Linda processing fried onions that is worthy of research. The findings indicate that with an additional loan capital of IDR 100,000,000 at an interest rate of 18% per year, Linda\u27s Fried Onion UKM achieves an average economic rentability of 37.75%. In contrast, the average return on own capital stands at 5.82%
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAUN KELOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.)
Cucumber, an economically valuable horticultural product, requires enhanced productivity and quality. This study aimed to investigate the influence of different concentrations of liquid organic fertilizer (LOF) of Moringa leaf on the growth and yields of cucumber plants. The research was conducted at the Academic Garden of the Faculty of Agriculture, Tadulako University, Palu, between November 2020 and January 2021. Employing a randomized block design (RBD), the experiment involved five levels of Moringa leaf LOF concentrations: Control (P0), 100 ml/l water (P1), 200 ml/l water (P2), 300 ml/l water (P3), and 400 ml/l water (P4). The findings revealed a significant effect of Moringa leaf LOF concentration on the growth and yield components of cucumber plants. The concentration of 300 ml/l water of Moringa leaf LOF resulted in taller plants, an increased leaf area size and number and a higher fruit number
PENGARUH PERBANDINGAN MEDIA TANAM (TANAH DAN PUPUK KANDANG) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan media tanam (tanah dan pupuk kandang) yang memberikan pengaruh paling baik terhadap pertumbuhan tanaman selada. Penelitian ini dilaksanakan dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian. Penelitian berlangsung pada bulan Agustus sampai dengan bulan September 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan perbandingan media tanam, yaitu P0 = Kontrol, P1 = Tanah + Pupuk Kandang Ayam (1:1), P2 = Tanah + Pupuk Kandang Ayam (2:1) dan P3 = Tanah + Pupuk Kandang Ayam (1:2). Setiap perlakuan diatas diulangi sebanyak 4 kali, sehingga menghasilkan 16 unit percobaan, setiap unit percobaan terdapat 4 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbandingan media tanam yang memberikan pengaruh paling baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada yaitu perlakuan P2 = Tanah + Pupuk Kandang Ayam (2:1) hampir pada semua parameter pengamatan terkecuali luas daun
KEPADATAN POPULASI DAN INTESITAS SERANGAN ( SPODOPTERA FRUGIPERDA J.E.SMITH) (LEPIDOPTERA : NOCTUIDAE) PADA PERTANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) DI DESA LABUAN PANIMBA KABUPATEN DONGGALA
Spodoptera frugiperda merupakan hama baru keberdaaannya pada pertanaman jagung di wilayah Sulawesi Tengah. Hama ini mulai dilaporkan keberadaannya di Sulawesi Tengah, pada tahun 2019, yang tersebar di Kabupaten Donggala. Tujuan penelitian Memberikan informasi tentang kepadatan populasi dan intensitas serangan larva Spodoptera frugiperda. di desa Labuan Panimba Kabupaten Donggala agar dapat dilakukan pengendalian sejak dini. Metode yang di gunakan adalah Survei. Analisis data Penelitian kepadatan populasi dan intensitas serangan dianalisis menggunakan analisis deskritif kemudian data yang diuji menggunakan program statistik secara komputerisasi excel. Dilaksanakan dilokasi pertanaman jagung petani di Desa Labuan panimba, Kabupaten Donggala dari bulan april sampai dengan juni 2021. Pengamatan Kepadatan Populasi dan intensitas serangan Spodoptera frugiverda. dilakukan pada setiap plot, setiap sub plot diambil hama dan dihitung jumlah daun yang rusak. sebanyak 25 tanaman jagung (5 sub plot x 5 tanaman) .hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan populasi (6,48 %) dan intensitas serangan (46,19 %) paling tinggi berada dilokasi Jalan Sajuma
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING DI DESA KABOBONA KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI
Peternakan di Kabupaten Sigi diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, mampu memenuhi permintaan pasar akan daging ayam, mampu memberikan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan dan perbaikan taraf hidup. Peternakan ayam pedanging yang berada di Desa Kabobona merupakan suatu usaha peternakan ayam ras pedanging yang memberikan kontribusi terhadap penyuplaian daging ayam di Kabupaten Sigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa Besar Pendapatan Usaha Peternakan Ayam Ras Pedaging di Desa Kabobona Kacamatan Dolo Kabupaten Sigi dan Mengetahui apakah Usaha Peternakan Ayam Ras Pedaging di Desa Kabobona Kacamatan Dolo Kabupaten Sigi layak atau tidak untuk dilakukan. Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Kabobona Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi dari Bulan Juli 2020 sampai dengan September 2020. Responden dalam penelitian ini adalah semua peternakan ayam ras pedaging yang ada di Desa Kabobona Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Penetuan responden di tentukan dengan menggunakan metode sensus yaitu dengan mengambil jumlah keseluruhan terhadap semua peternakan yaitu sebanyak 12 orang peternak ayam potong yang ada di Desa Kabobona. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan dan Analisis kelayakan. Hasil penelitian Pendapatan yang diperoleh usaha peternak ayam ras pedaging Desa Kabobona adalah Rp.157,149,523 dengan penerimaan sebesar Rp.183.633.333. Dikurang dengan total biaya sebesar Rp.26,483,810. Jumlah pendapatan sangat tergantung pada jumlah penerimaan dan besarnya biaya yang dikeluarkan dalam beternak ayam ras pedaging dengan hasil Pendapatan bersih diperoleh peternak ayam ras pedaging Hal ini berarti cukup baik untuk diusahakan, Kelayakan Usaha Peternakan Ayam Ras Pedaging diperoleh sebesar 5,81 dapat dikatakan menguntungkan serta layak untuk diusahakan karena hasil B/C ratio tersebut lebih dari satu (B/C >1), Sehingga Pendapatan yang diperoleh Usaha Peternakan Ayam Ras Pedaging di Desa Kabobona lebih besar 5,81 kali lipat dibanding dengan biaya yang dikeluarkan. Nilai Break Even Point (BEP) diperoleh sebesar Rp.8,479,339. pada unit tersebut peternakan ayam tidak akan mengalami keuntungan maupun kerugian. Namun jika nilai BEP berada dibawah nilai tersebut maka peternakan akan mengalami kerugian dan sebaliknya jika berada diatas nilai BEP maka akan menerima keuntungan
KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI (Hg) PADA TANAH SEKITAR AREA PENGOLAHAN EMAS DI LAGARUTU KOTA PALU
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan merkuri yang terkandung di permukaan tanah sekitar area pengolahan emas di Lagarutu Kota Palu. penelitian lapangan dan pengambilan sampel bertempat di pengolahan emas di Lagarutu Keluharan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Sedangkan sampel tanah dianalisis di Laboratorium Unit Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2021 sampai Oktober 2021. Pengambilan sampel dilapangan dilakukan dengan metode survey, dan titik pengambilan sampelnya ditentukan secara sengaja (Purposive Sampling). Adapun tahapan tersebut, Tahap Persiapan, Tahap Survey Pendahuluan, Survey Utama, Pengambilan Sampel Tanah dan Analisis Laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Area Pengolahan Emas Di Lagarutu, Memiliki Kandungan Logam Berat yaitu (0,0068-0,0305 ppm) dengan kriteria Normal. C- Organik memiliki nilai (2,32-2,91%) dengan kriteria sedang. pH memiliki nilai (6,26-6,93) dengan kriteria Agak masam dan Netral. Permeabilitas memiliki nilai (0,99-10,02 cm/jam) dengan kriteria Sangat Lambat,Agak Lambat, Sedang dan Cepat
PENGARUH DOSIS BOKASHI PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis bokashi pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian ini bertempat di Dusun Bulupountu Jaya Kabupaten Sigi dan di mulai Maret sampai Mei 2018. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan dosis Bokashi Pupuk Kandang Ayam terdiri dari 6 taraf yaitu : K0 = tanpa pemupukan (kontrol), K1= Bokashi Pupuk Kandang Ayam 5 t.ha-1, K2= Bokashi Pupuk Kandang Ayam 7,5 t.ha-1, K3 = Bokashi Pupuk Kandang Ayam 10 t.ha-1, K4 = Bokashi Pupuk Kandang Ayam 12,5 t.ha-1, K5 = Bokashi Pupuk Kandang Ayam 15 t.ha-1. Dengan demikian terdapat 6 perlakuan, setiap perlakuan diulang 3 kali, sehingga keseluruhan adalah 18 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan Bokashi Pupuk Kandang Ayam dengan dosis 15 t.ha-1 (K5) untuk tinggi tanaman, jumlah daun, panjang buah, lingkar buah, dan berat segar buah mendapatkan hasil yang lebih baik
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA AYAM PETELUR PADA PETERNAKAN ANDREAS TANAMAL DI DESA MAKU KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan usaha ayam ras petelur pada peternakan Andreas Tanamal di Desa Maku Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Penelitian dilaksanakan di Peternakan Andreas Tanamal yang terletak di RT 03 Perumahan 1 Dusun II Desa Maku Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi pada Bulan September-Oktober 2021. Penentuan Responden dilakukan secara sengaja (purposive) sebanyak 6 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, metode analisis yang digunakan yaitu analisis SWOT (Strenghts, Weakneses, Opportunities, Treaths). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa strategi pengembangan yang sesuai dengan kondisi lingkungan internal dan eksternal Peternakan Andreas Tanamal berdasarkan analisis SWOT adalah Strategi S-O (Strengths-Opportunities). Strategi S-O adalah strategi yang menggunakan kekuatan internal usaha untuk memanfaatkan peluang eksternal. Adapun strategi yang dapat digunakan di Peternakan Andreas Tanamal yaitu: (1) Memanfaatkan lahan untuk peningkatan produksi yaitu dengan menambah kandang, (2) memanfaatkan dengan baik ketersediaan bahan baku pakan, (3) memanfaatkan dengan baik kualitas telur yang dihasilkan
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PENGUNJUNG BUNGA PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI KOTA PALU KECAMATAN MANTIKULORE
Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibutuhkan konsumen di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keragaman serangga pengunjung pada cabai (Capsicum frutescens L.). Metode yang digunakan dalam pengamatan serangga ialah scan sampling. Penangkapan serangga dilakukan dengan 2 metode yaitu metode jaring ayun (sweep net method) dan metode perangkap kuning (yellow trap). Hasil penelitian menunjukan bahwa total kelimpahan serangga pengunjung pada bunga tanaman cabai sebanyak 1.362 individu yang terdiri atas 14 genus dengan 11 famili dari 7 Ordo yaitu Hymenoptera, Diptera, Hemiptera, Orthoptera, Lepidoptera, Coleoptera, dan Odonata. Indeks keanekaragaman (=H\u27) tertinggi diperoleh pada pagi hari pukul 06.30-09.30 Wita (H’= 2,01) dan terendah pada siang hari pukul 10.30-13.30 Wita (H’= 1,72), dikategorikan sedang/medium karena memiliki nilai indeks 1<H’<3 dengan nilai 1,62-2,05. Indeks dominansi (=C) serangga pengunjung bunga cabai dikategorikan rendah (C = 0,177-0,247), yaitu indeks dominansi mendekati 0 (0-0,5) berarti tidak ada jenis yang mendominasi