Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) PADA PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK GUANO DAN KOSENTRASI POC
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan perbandingan dosis pupuk guano yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelaidan untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk organik cair yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tombiano Kecamatan Tojo Barat, Kabupaten Tojo Una-Una.Penelitian di mulai pada Maret 2020 sampai dengan Juni 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor.Faktor pertama adalah Pupuk Guano terdiri dari 5 taraf yakni : tanpa Guano ton.ha-1, Guano 10 ton.ha-1, Guano 15 ton.ha-1, Guano 20 ton.ha-1, Guano 25 ton.ha-1. Faktor kedua kosentrasi POC terdiri dari 2 taraf yakni tanpa POC, POC 1,0 %. Sehingga terdapat 10 perlakuan, setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali sebagai kelompok. Terdapat pengaruh interaksi antar dosis pupuk guano dan kosentrasi POC.Terdapat pengaruh interaksi antara dosis pupuk Guano dan konsentrasi POC yang berpengaruh nyata pada parameter pengamatan tinggi tanaman, dan tidak berpengaruh nyata terhadap pengamatan lebar daun, jumlah cabang, biji perpolong dan biji perhektar.Pengaruh pupuk guano sebagai pupuk dasar berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai dengan dosis 15 ton.ha-1 (30,22).Pengaruh pemberian berbagai kosentrasi pupuk organik cair (POC) pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai dengan kosentrasi pada P0 dan P1 yang tidak berpengaruh nyata
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK MAJEMUK DAN PUPUK TUNGGAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor l. moench)
Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia karena mempunyai sifat adaptasi yang baik. Tanaman sorgum toleran terhadap kekeringan, dapat berproduksi pada lahan marginal, serta relatif tahan terhadap gangguan hama / penyakit. Penelitian bertujuan Untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Majemuk Dan Pupuk Tunggal Terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus 2020 sampai November 2020 di Kota Palu, Kecamatan Palu Barat, Kelurahan Baru. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 5 (Lima) perlakuan. dengan rincian sebagai berikut : 1) = NPK 0,75g/polybag, 2) = Urea 1g /polybag, 3) = Kcl 1g /polybag, 4) = Sp36 1g /polybag, 5) = ZA 1g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Urea, KCl, SP-36, dan ZA meningkatkan pertumbuhan sorgum pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dibandingkan pupuk NPK pada umur 12 MST. Pemberian pupuk ZA cenderung meningkatkan pertumbuhan lebih baik dibandingkan pupuk lainnya. Selain itu, pemberian pupuk NPK, Urea, KCl, SP-36, dan ZA tidak menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan terhadap hasil sorgum bobot biji
FAKTOR–FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERMINTAAN KUBIS DI PASAR TRADISIONAL INPRES KOTA PALU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor harga kubis, harga sawi (substitusi), pendapatan, jumlah tanggungan keluarga dan umur permintaan kubis di Pasar Inpres Kota Palu.Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Tradisional Inpres Kota Palu Sulawesi Tengah dan dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan September 2020.Penentuan responden dilakukan secara sengaja (purposive) dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden.Analisis data menggunakan persamaan regresi linier berganda, uji t, uji F dan uji koefisien determinasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan semua variabel secara bersama-sama berpengaruh nyata secara signifikan terhadap permintaan sayur kubis.Secara parsial di ketahui variabel harga sayur kubis, harga sayur sawi putih, pendapatan, jumlah tanggungan keluarga dan umur berpengaruh nyata secara signifikan terhadap permintaan sayur kubis di Kota Palu. Hasil determinasike lima variabel terhadap permintaan sayur kubis sebesar 96,2 % dan sisanya 3,8% di pengaruhi oleh variabel lain yang tidak di masukan dalam persamaan
PEMANFAATAN PUPUK KANDANG SAPI SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN DAMPAKANYA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS
Sistem pertanian organik adalah suatu sistem yang yang memfaatkan sumberdaya secara terintegrasi, menjaga kesimbangan alam, memanfaatkan sumberdaya lokal penggunaan pupuk organik untuk menjaga keberlajutan ekologi, ekonomi dan sosial sistem pertanian. Tujuan penelitian adalah mengkaji penggunaan pupuk kandang sapi dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal, 6 taraf perlakuan dosis pupuk kandang sapi dilabeli S0 tanpa pupuk kandang, S1. 10 ton ha-1, S2. 20 ton ha-1 , S3. 30 ton ha-1 , S4. 40 ton ha-1 dan S5. 50 ton ha-1.. data yang diperoleh dianlisis ragam dan uji lanjut BNJ 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Dosis pupuk kandang sapi 50 ton ha-1 meningkatkan tinggi tanaman 16,7%, jumlah daun, panjang tongkol, diameter tongkol, berat tongkol, dan produksi
ANALISIS PEMASARAN CABAI RAWIT DI DESA SIWALEMPU KECAMATAN SOJOL KABUPATEN DONGGALA
The main objectives of this research were to examine the various marketing channel of cayenne pepper, to assess the percentage of the price received by farmers (producers) in every channel, and to evaluate the marketing efficiency of cayenne pepper in Siwalempu village, Sojol sub district, Donggala district. A total of 40 respondents participated in the study, selected using a simple random sampling method. The chili commodity in Siwalempu Village was found to be marketed through two different channels. The first channel involves the sequence: Producers ? Collectors ? Retailers ? Consumers, and in this channel whereas the second channel operates as follows: Producers ? Retailers ? Consumers. The farmers in the channel 2 received 91% of the final price paid by consumers greater than the farmers received in the channel 1 (87%). Additionally, it was observed that the channel 2 has a shorter marketing process compared to channel 1. The research revealed that the channel 2 exhibits higher marketing efficiency, with a value of 3.08%, while channel 1 marketing efficiency calculated was 2.24%. Therefore, channel 2 is considered to be more efficient in the marketing of cayenne pepper compared to the channel 1
IDENTIFIKASI SIFAT FISIKA TANAH PADA PENGGUNAAN LAHAN KAKAO DI INSTALASI PENELITIAN DAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN DESA SIDONDO III
The aim of this research was to investigate the physical characteristics of soil in cocoa plantations at the Agricultural Technology Research and Assessment Installation of Sigi Biromaru Sub District, Sigi District. Two locations were selected for soil sampling, based on the age of the cocoa plants, specifically 20 years and 25 years. At each location, ten soil samples were collected - five undisturbed and five disturbed samples. The soil analysis was performed at the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Tadulako University, spanning from August to September 2021. The findings indicated that the 20-year-old cocoa plantation had soil predominantly with a loamy sand texture, heavy bulk density, very poor porosity, moderate organic matter content, and moderate permeability. Whereas, the 25-year-old cocoa plantation exhibited clay-dominated soil with heavy bulk density, very poor porosity, moderate organic matter content, and slightly slow permeability
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI HASIL TANGKAPAN IKAN DENGAN ALAT TANGKAP PUKAT CINCIN DI DESA PARANGGI KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG
The purpose of this study is to assess the effect of operational costs, length of time at sea, ship engine, distance covered at sea, and experience at sea on the catches of purse seine fisherman in Paranggi Village, Ampibabo Sub District, Parigi Moutong District from November 2020 to January 2021. According to the study\u27s findings, operational costs, duration of sea trips, ship engine, distance travelled at sea, and experience at sea all influence the capture of fish with purse seiners in Paranggi Village, Ampibabo District, Parigi Moutong Regency
RESPONS PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ARABIKA TERHADAP PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa L.)
The objective of this study was to achieve optimal concentrations for promoting the growth of Arabica coffee seedlings. This investigation was carried out in the Screen House at Tadulako University\u27s Faculty of Agriculture in Palu, Central Sulawesi. The research lasted from April until August of 2020. Using a Randomized Block Design (RBD) with a single factor—shallot extract—three treatments were used, each replicated nine times, for a total of 81 experimental units: E1 at 40%, E2 at 50%, and E3 at 60%. An analysis of variance (with a significance level of 5%) was performed to assess the impact of these interventions on the observed parameters. In cases where statistically significant effects were found, a second honest significant difference test (5% BNJ) was performed. The results showed that applying different doses of shallot extract stimulated Arabica coffee seedling growth, as shown by increased plant height, leaf count, and stem diameter. Notably, a 60% shallot extract concentration had a particularly significant influence on the growth rate of Arabica coffee seedlings. 
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L. Varaggregatum) VARIETAS LEMBAH PALU PADA APLIKASI BERBAGAI JENIS PUPUK ORGANIK CAIR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pupuk organaik cair terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah Lembah Palu. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. mulai pada bulan Oktober sampai Januari 2020. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan diulang 4 kali. T0 : Di semprot tanpa POC, T1: Disemprot POC Petrovita (umur 15, 30, 45 dan 60 hst).5 ml/liter, T2 :Disemprot POC Ekxtra Green (umur 15,30,45 dan 60 hst).5ml/liter, T3: Disemprot POC Seprint (umur 15, 30, 45 dan 60 hst).5 ml/liter, T4: Disemprot POC Nasa (umur 15, 30, 45 dan 60 hst).5 ml/liter. Dari 5 (lima) perlakuan diulang sebanyak 4 (empat) kali sehingga secara keseluruhan terdapat 20 unit percobaan
PENGARUH BERBAGAI MEDIA ARANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.)
Produktivitas bawang daun di tingkat petani masih rendah akibat belum menggunakan media tanam dan pupuk yang optimal. Arang merupakan jenis-jenis bahan organik yang berasal dari berbagai sumber. Sumber dan komposisi bahan yang berbeda akan menyebabkan kemampuan mempengaruhi penyediaan fosfor dan kalium pada tanah berbeda pula. Penggunaan arang sebagai media dapat menetralisir dan mengadaptasi kekeliruan unsur hara dalam pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai media arang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah pada Bulan Maret sampai dengan Bulan Juni 2019. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 9 taraf perlakuan media arang, yaitu Arang Kayu 1 kg per polybag (AK1), Arang Sekam 1 kg per polybag (AS1), Arang Tempurung 1 kg per polybag (AT1), Arang Kayu 2 kg per polybag (AK2), Arang Sekam 2 kg per polybag (AS2), Arang Tempurung 2 kg per polybag (AT2), Arang Kayu 3 kg per polybag (AK3), Arang Sekam 3 kg per polybag (AS3) dan Arang Tempurung 3 kg per polybag (AT3). Hasil penelitian menunjukan bahwa media tanam arang sekam dengan dosis 2 kg per polibag memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman bawang daun