Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) PADA BERBAGAI KOMBINASI PUPUK NPK DENGAN POC URIN SAPI
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi POC urin sapi dengan pupuk NPK (mutiara) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun, disamping itu perlakuan dengan cara mengkombinasikan kedua jenis pupuk tersebut diharapkan dosis pupuk NPK lebih hemat oleh penggunaan POC urin sapi. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Adapun perlakuan kombinasi POC urin sapi dengan pupuk NPK adalah sebagai berikut : P0 = Tanpa perlakuan (kontrol), P1 = 10 g NPK/tanaman (50%) + 20 ml POC urin sapi, P2 = 10 g NPK/tanaman (50%)+30 ml POC urin sapi, P3 = 10 g NPK/tanaman (50 %) + 40 ml POC urin sapi, P4 = 20 g NPK/tanaman (75 %) + 20 ml POC urin sapi, P5 = 20 g NPK/tanaman (75 %) + 30 ml POC urin sapi, P6 = 20 g NPK/tanaman (75 %) + 40 ml POC urin sapi, P7 = 30 g NPK/tanaman (100 %) + 20 ml POC urin sapi, P8 = 30 g NPK/tanaman (100 %) + 30 ml POC urin sapi, P9 = 30 g NPK/tanaman (100 %) + 40 ml POC urin sapi. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga menghasilkan 30 unit percobaan. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perlakuan berbagai kombinasi urin sapi dengan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 8 MST, luas daun, panjang buah, lilit buah tetapi tidak berpengaruh nyata pada pengamatan bobot segar buah. Kombinasi pupuk NPK 20 gram (75%) + 40 ml POC urin sapi per tanaman (P6) merupakan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Ini berarti bahwa dengan menggunakan POC urin sapi 40ml dapat menghemat dosis pupuk NPK hingga 75%
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI BIO-URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK BATANG TANAMAN PURING (Codiaeum varigatum)
Tanaman puring telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Di Indonesia, tanaman yang memiliki daun dengan banyak corak warna ini ditanam sebagai penghias taman, untuk pagar, atau sebagai tanaman peneduh di makam-makam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman pada konsentrasi bio urin terhadap pertumbuhan stek tanaman Puring. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Waktu pelaksanaan penelitian ini di lakukan mulai bulan September–Desember 2019. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor, dngan perlakuan sebanyak lima taraf yaitu K0=(Kontrol), K1=50 ml/100ml air, K2=100 ml/100ml air, K3=150 ml/100ml air, K4=200 ml/100ml air, setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Setiap satuan percobaan terdapat 3 tanaman sehingga terdapat 45 sampel tanaman yang diamati. Penelitian ini meliputi, jumlah tunas, jumlah daun, panjang akar, volume akar, dan persentase stek hidup. Hasil penelitian hanya terdapat satu yang berpengaruh nyata yaitu volume akar terhadap perlakuan bio urin sapi
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.)
Tomat (Solanum lycopersicum L.) adalah salah satu komoditas sayuran yang diusahakan oleh petani di Indonesia dan sayuran yang multiguna, selain sebagai sayuran, juga digunakan sebagai bahan baku industri obat-obatan dan kosmetik serta bahan baku pengolahan makanan. Tomat tergolong dalam tanaman sayuran yaitu family Solanaceae. Penelitian ini selama 4 bulan yaitu pada bulan Juni-September 2020. Penelitian ini dilakukan di Desa Lolu Kecamatan Sigi, Kabupaten Sigi . Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian POC urin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Adapun perlakuannya terdiri dari : P0 = Tanpa konsentrasi POC (control), P1 = konsentrasi POC urin sapi 50ml/liter air, P2 = konsentrasi POC urin sapi 100ml/liter air, P3 = konsentrasi POC urin sapi 150ml/liter air, P4 = konsentrasi POC urin sapi 200ml/liter air. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pemberian POC urin sapi pada tanaman tomat, tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, waktu berbunga, jumlah cabang produktif, jumlah buah tomat serta berat buah tomat. pemberian POC urin 200 ml (P4) memberikan pengaruh yang baik terhadap berat buah (456,55 g)
PREFERENSI KUTU DAUN Aphis gossypii Glover (HEMIPTERA:APHIDIDAE) PADA BEBERAPA JENIS TANAMAN INANG
Kutu daun merupakan salah satu hama utama pada sebagian besar jenis tanaman budidaya yang memberi dampak pada pengurangan hasil panen. Salah satu spesies kutu daun yang menjadi keluhan oleh petani adalah Aphis gossypii Glover. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari preferensi kutu daun A. gossypii Glover (Hemiptera: Aphididae) dibeberapa jenis tanaman inang. Penelitian dilaksanakan November sampai Desember 2022 di Laboratorium Hama Tumbuhan dan Kebun Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yang diacak menjadi 5 kelompok berdasarkan pengamatan Minggu Setelah Investasi (MSI) 1 MSI, 2 MSI, 3 MSI, 4 MSI dan 5 MSI sebagai berikut P1= 2 kutu daun A. gossypii + Tanaman Jagung (Z. mays), P2= 2 kutu daun A. gossypii + Tanaman Kacang panjang (V. sinensis), P3= 2 kutu daun A. gossypii + Tanaman Terong (S. melongena), P4= 2 Kutu daun A. gossypii + Tanaman Tomat (S. lycopersicum) dan P5= 2 Kutu Daun A. gossypii + Tanaman Cabai (C. annum). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Sidik Ragam yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa A. gossypii mempunyai preferensi paling tinggi pada tanaman cabai dengan jumlah nimfa terbanyak 8 ekor (pada pengamatan 1 MSI) dan jumlah nimfa terendah terdapat pada tanaman terong 1 ekor (pada pengamatan 2 MSI
PENGENDALIAN HAYATI LARVA Spodoptera frugiperda J.E. SMITH DENGAN MENGGUNAKAN CENDAWAN ENTOMOPATOGEN Metarhizium anisopliae DI LABORATORIUM
Tanaman jagung di Indonesia telah mengalami kerusakan akibat serangan hama. Spodoptera frugiperda termasuk hama yang menjadi salah satu penyebab utama turunnya produktivitas jagung di berbagai belahan dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi yang efektif dari cendawan entomopatogen M. anisopliae terhadap mortalitas hama S. frugiperda. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan larva S. frugiperda instar 3 yang diujikan dengan perlakuan kerapatan konidia 104, 106, 108, 1010 dan kontrol untuk melihat deskrisi gejala infeksi yang timbul masa inkubasi cendwan, dan mortalitas larva. Hasil penelitian menujukan perlakuan yang paling efektif yaiu kerapatan 1010 menunjukkan angka mortalitas tertinggi sebesar 77.5% dan masa inkubasi tercepat selama 1.5 Hari. Gejala infeksi yang timbul pada larva pada 1 – 3 HSA mulai muncul hifa berwarna putih pada bagian tubuh larva yang menyebabkan lambatnya aktivitas larva, hifa memenuhi tubuh larva dan berubah warna menjadi hijau gelap, pada fase ini tubuh larva telah mati dan kaku. Perlakuan kerapatan konidia sangat berpengaruh nyata terhadap mortalitas larva. Mortalitas tertinggi terdapat pada perlakuan kerapatan 1010 sebesar 77.5 % dan kerapatan 108 sebesar 45%
PENGARUH KONSENTRASI LIMBAH CAIR TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi limbah cair tahu terhadap pertumbuhan tanaman seledri (Apium graveolens L.). Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Pada 27 oktober 2019 sampai dengan 5 januari 2020.. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor yaitu konsentrasi limbah cair tahu masing-masing di ulang sebanyak 3 kali dengan masing-masing unit terdapat pengamatan 6 tanaman. K0 : 0 % Kontrol (Tanpa Limbah Cair Tahu),K1 : 10% (100 ml Limbah Cair Tahu + air 900 ml),K2 : 20% (200 ml Limbah Cair Tahu + air 800 ml),K3 : 30% (300 ml Limbah Cair Tahu + air 700 ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi limbah cair tahu tidak memberikan pengaruh yang nyata pada semua variabel pengamatan
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI JAGUNG DI DESA BAKUBAKULU KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi faktor internal (Kekuatan dan Kelemahan) dan faktor Eksternal (Peluang Dan Ancaman) dalam mendukung peningkatan produksi tanaman jagung dalam berusahatani, sehingga memberikan peluang keberhasilan semakin besar. Penelitian dilaksanakan di Desa Bakubakulu Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purpossive), dimana Desa ini merupakan salah satu Desa penghasil tanaman jagung yang ada di Kecamatan Palolo yang mempunyai kapasitas produksi rendah dibandingkan dengan produksi di wilayah lainnya. Fokus penelitian ini yaitu pada peningkatan produksi tanaman jagung yang ada di Desa Bakubakulu Kecamatan Palolo. Penentuan responden dalam acak sederhana (Simple Random Sampling Method), jumlah responden petani jagung sebanyak 31 orang petani dari total populasi petani jagung sebanyak 110 orang petani jagung. Teknik analisis data menggunakan analisis SWOT. Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi kelompok tani. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strength), dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weakness) dan ancaman (Threats).Strategi yang dapat diprioritaskan yaitu strategi S – O, diantaranya yaitu:1). Menggunakan dan meningkatkan manajemen yang sudah ada dari proses penanaman sampai pemasaran hasil produksi jagung.2).Memenuhi permintaan pasar dengan memanfaatkan jarak distribusi yang dapat dijangkau secara baik.3). Memanfaatkan tingkat kesuburan lahan dengan meningkatkan produksi jagung. Dalam hal ini tingginya permintaan jagung merupakan peluang bagi bagi para petani jagung untuk meningkatkan produksinya
PENENTUAN KOMODITAS BASIS DAN NONBASIS SUBSEKTOR TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN BANGGAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komoditi basis dan nonbasis subsektor tanaman pangan, serta melihat komoditi tanaman pangan apa saja yang berpotensi menjadi komoditi basis dimasa yang akan datang di Kabupaten Banggai dan melihat perubahan peranan komoditi subsektor tanaman pangan dimasa yang akan datang. Hasil analisis LQ menunjukan bahwa komoditi jagung, padi ladang dan kacang tanah adalah komoditi non basis di Kabupaten Banggai dengan nilai LQ<1. Sementara komoditi kedelai, padi sawah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar menjadi basis komoditi dengan nilai LQ>1. Terdapat 4 (empat) komoditi yang memiliki nilai rata-rata DLQ>1. Keempat komoditi tersebut yaitu, padi sawah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar
PERSEPSI DAN TINDAKAN PETANI TERHADAP OPT UTAMA TANAMAN BAWANG MERAH DI DESA GUNTARANO
Bawang merah merupakan komoditi prioritas dalam pengembangan sayuran dataran rendah di Indonesia. Pengembangan tanaman bawang merah varitas Lokal Palu terkendala salah satunya adalah serangan hama dan penyakit. Penelitian ini dilakukan di Desa Guntarano, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juli 2019. Penelitian ini dilakukan dengan dua metode pengambilan data yaitu data primer dan data skunder. Data dianalisis berdasarkan frekuensi jawaban petani menggunakan office Excel 2007 yang disajikan dalam bentuk grafik dan tabulasi. Sebanyak 48,1% responden yang menjawab kerusakan yang disebabkan oleh lalat pengorok daun yaitu sebesar >40-60%. Hal ini menunjukkan bahwa kehilangan hasil di atas 50% umum terjadi pada kebanyakan pertanaman bawang goreng yang diserang oleh lalat pengorok daun. Sebanyak 48% responden menyatakan bahwa serangan ulat bawang dapat menurunkan hasil hingga lebih dari 50%, dan kehilangan hasil lebih dari 80% di laporkan oleh 18% responden
EFEKTIVITAS BEBERAPA JAMUR (Aspergillus sp, Beauveria Bassiana, Verticilliumsp) UNTUK MENGENDALIKAN PUPA PENGGEREK BUAH KAKAO (Conopomorpha cramerella Snellen)
Kakao merupakan salah satu produk pertanian yang dapat diandalkan dalam mewujudkan program pembangunan pertanian, khususnya dalam hal penyediaan lapangan kerja, pendorong pengembangan wilayah, peningkatan kesejahteraan petani dan peningkatan pendapatan/devisa Negara. Kerugian akibat serangan PBK merupakan resultan dari penurunan berat biji, kehilangan hasil dan meningkatnya biaya panen diakibatkan sulitnya memisahkan biji yang terserang dari kulit buahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengaplikasian beberapa jamur dalam berbagai konsentrasi terhadap pupa penggerek buah kakao. Pengambilan pupa serangga PBK yaitu dikumpulkan dari buah kakao yang memiliki gejala serangan PBK, selain itu juga pupa serangga didapatkan dari tumpukkan buah dan kulit-kulit buah kakao, Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 3 perlakuan dan 1 kontrol yang diulang sebanyak 3 kali. Setiap perlakuan menggunakan 10 ekor pupa uji. Berdasarkan hasil uji ketiga jenis cendawan entomopatogen yang dapat menyebabkan mortalitas pupa PBK (C. cramerella), dari ketiga cendawan tersebut yang lebih efektif digunakan yaitu cendawan Aspergillus sp dengan tingkat mortalitas 90,50%, sedangkan tingkat mortalitas cendawan Verticillium sp yaitu 80,50% dan yang terendah cendawan Beauveria Bassiana yaitu 56,67%.