Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
ANALISIS PEMASARAN CABAI RAWIT DI DESA MAKU KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI
Salah satu komoditas hortikultura yang mendapat perhatian untuk dikembangkan adalah cabai. Kebutuhan akan cabai yang terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan perkembangan industri yang membutuhkan bahan baku cabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya margin, jalur pemasaran, serta efisiensi pemasaran cabai rawit.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Maku Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah yang dimulai dari Bulan September sampai dengan Bulan Oktober 2019. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis margin pemasaran dan evisiensi pemasaran. Jumlah responden 30 orang dan cara penentuan responden dengan metode sensus, sedangkan untuk sampel pedagang pengumpul dan pedagang pengecer dan penjajakan Hasil penelitian menunjukan bahwa saluran pemasaran di Desa Maku terdiri dari saluran pertama : petani - pedagang pengumpul – pedagang pengecer – konsumen, dan saluran kedua terdiri dari : Petani – Pedagang pengecer –konsumen. Serta margin pemasaran pada saluran I sebesar Rp 10.000 sedangkan margin pemasaran kedua sebesar Rp 5000. Dengan efisiensi pemasaran I yaitu 0,15% sedangkan efisiensi pemasaran II sebesar 0,11%.
 
ANALISIS BASIS SUBSEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI SULAWESI TENGAH
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui subsektor pertanian basis di Sulawesi Tengah pada saat ini dan dimasa yang akan dating, dengan menggunakan data sekunder. Analisis data menggunakan metode LQ dan DLQ. Berdasarkan hasil analisis Location Quotient, subsektor perkebunan, kehutanan serta perikanan adalah subsektor basis dengan rata-rata nilai LQ>1. Subsektor tanaman pangan, tanaman hortikultura serta peternakan adalah subsektor non basis dengan rata-rata nilai LQ<1 pada sektor pertanian di Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil analisis Dynamic Location Quotient, subsektor tanaman pangan, tanaman perkebunan, tanaman hortikultura, kehutanan, perikanan dan peternakan adalah subsektor basis di masa yang akan datang pada sektor pertanian di Provinsi Sulawesi Tengah dengan rata-rata nilai DLQ>1
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC NASA)TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair nasa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada (lactuca sativa L.) dan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan/tanah. Penelitian ini di laksanakan kurang lebih 2 bulan, dari bulan februari 2021 sampai maret 2021, yang bertempat di green house, fakultas pertanian, universitas tadulako, palu sulawesi tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)satu Faktor , yaitu perlakuan konsentrasi pupuk organik cair NASA yang terdiri atas 5 taraf perlakuan yaitu, kontrol tanpa POC NASA (K0), pemberian POC NASA 2ml/L air (K1), pemberian POC NASA 4ml/L air (K2), pemberian POC NASA 6ml/L air (K3), pemberian POC NASA 8ml/L air (K4). Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Setiap unit percobaan menggunakan dua polybag, dengan demikian total yang digunakan sebanyak 30 polybag. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa pemberian pupuk organik cair POC NASA berpengaruh lebih baik dibandingkan dengan tanpa perlakuan pemberian pupuk cair POC NASA pada semua parameter pengamatan pertumbuhan tanaman selada (tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, berangkasan basah total, berat bagian atas akar dan berat akar) dan pada hampir semua waktu pengamatan, kecuali hanya pada umur 7 HST pada parameter pertumbuhan panjang daun dan lebar daun tanaman selada
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza Sativa L.) PADA BERBAGAI KOMBINASI DOSIS PUPUK NPK DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR
Penelitian ini bertujuan Untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk NPK dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian di desa Siney, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong. Waktu penelitian dimulai dari November 2019 sampai Maret 2020. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor. Perlakuan yang dicobakan adalah kombinasi dosis pupuk NPK phonska dan pupuk Organik Cair (POC) yang terdiri dari Sembilan Kombinasi yaitu: Pemberian NPK 200 kg ha-1 tanpa POC, Pemberian NPK 200 kg ha-1 + POC 2%, Pemberian NPK 200 kg ha-1 + POC 4%, Pemberian NPK 400 kg ha-1 tanpa POC, Pemberian NPK 400 kg ha-1 POC 2%, Pemberian NPK 400 kg ha-1 POC 4%, Pemberian NPK 600 kg ha-1 tanpa POC, Pemberian NPK 600 kg ha-1 POC 2%,Pemberian NPK 600 kg ha-1 POC 4%, Setiap perlakuan diulang tiga kali sebagai kelompok sehingga diperoleh 27 unit percobaaan, variable pengamatan tinggi tanaman, jumlah anakan, umur berbunga, jumlah anaka produktif, panjang malai, jumlah gabah, persentase, gabah hampah, bobot 1000 biji, hasil gabah kering. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan analisis keragaman nyata atau sangat nyata
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI KAKAO DI DESA GIMPU KECAMATAN KULAWI SELATAN KABUPATEN SIGI
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh luas lahan (X1), pupuk urea (X2), pupuk TSP (X3), pupuk NPK Phonska (X4), pestisida kloromit (X5), pestisida dursban (X6), dan tenaga kerja (X7) terhadap produksi kakao di Desa Gimpu Kecamatan Kulawi Selatan Kabupaten Sigi. Metode penelitian ini menggunakan analisis fungsi Cobb-Douglas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2019. Penenntuan responden dilakukan dengan menggunakan metode sample acak sederhana (simple ramdom sampling). Jumlah responden dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan persamaan yang dirumuskan oleh Slovin. Jumlah populasi petani yang berusahatani kakao sebanyak (N) 170 petani dengan tingkat kesalahan e sebesar 15% sehingga di dapatkan jumlah petani responden dalam penelitian ini sebesar 37 petani usahatani kakao. Berdasarkan analisis yang dilakukan, maka diperoleh kesimpulan bahwa variable bebas luas lahan (X1), pupuk urea (X2), pupuk TSP (X3), pupuk NPK Phonska (X4), pestisida kloromit (X5), pestisida dursban (X6), dan tenaga kerja (X7) secara simultan (bersama-sama) berpengaruh nyata terhadap produksi kakao di Desa Gimpu Kecamatan Kulawi Selatan Kabupaten Sigi dimana Fhitung 443, 373 > Ttabel 2,045 pada tingkat kepercayaan 95% dengan nilai Koefisien Determinan (R2) 0,988 hal ini menunjuhkan bahwa variabel produksi usahatani kakao sebesar 98,8 % di pengaruhi oleh variabel bebas sedangkan sisanya 1,2 % dipengaruhi oleh variabel-variabel lain luar model . Penggunaan luas lahan (X1), pengunaan pupuk TSP (X3), penggunaan pupuk phonska (X4) pengaruh nyata terhadap produksi (Y) kakao di Desa Gimpu, sedangkan secara parsial variabel pupuk urea (X2), penggunaan pestisida kloromit (X5) penggunaan pestisida dursban (X6), dan dan tenaga kerja (X7) pengaruh tidak nyata terhadap produksi (Y) kakao di Desa Gimpu Kecamatan Kulawi Selatan Kabupaten Sigi
PEMETAAN SIFAT KIMIA TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA BOYANTONGO KECAMATAN PARIGI SELATAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Tujuan penelitan ini adalah untuk memetakan beberapa sifat kimia tanah pada Desa Boyantongo Kecamatan Parigi Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni 2019 hingga bulan Agustus 2019. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Boyantongo Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong, dan analisis tanah akan dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu. Analisis data yang dilakukan dengan metode deskriptif yaitu menjelaskan suatu keadaan yang dilapangan berdasarkan karakteristik tanah pada masing-masing penggunaan lahan. Penggunaan lahan di desa Boyantongo terbagi menjadi tiga penggunaan lahan yaitu digunakan untuk kebutuhan pertanian dan penggunaan lahan yang lain dimanfaatkan untuk pemukiman. Penggunaan lahan yang dilakukan untuk pertanian yaitu sawah, perkebunan dan tambak atau empang. Berdasarkan hasil analisis di laboratorium sampel tanah di beberapa SPL menunjukkan hasil sifat kimia yang berbeda-beda setiap SPL karena penggunaan lahan yang berbeda-beda pula
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA TERNAK KAMBING CV. PRIMA BREED KELURAHAN TONDO KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU
Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore Kota Palu pada bulan Oktober sampai Desember 2019. Penentuan responden dilakukan secara sengaja (purpossive). Responden berjumlah 3 orang yaitu pemimpin dan 2 orang karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kelayakan finansial Usaha Peternakan Kambing CV. Prima BREED berdasarkan data jumlah investasi, modal kerja, data jumlah produksi, penerimaan pendapatan, hasil analisis kelayakan usaha dan sensitivitas melalui kriteria Net Present Value (NVP) menurun dari nilai NPV pada harga pakan normal sebesar 46.257.388 setelah kenaikan harga nilai paling rendah pada kenaikan pakan 5 persen sebesar 40.528.13. Kenaikan nilai NPV terjadi pada skenario kedua yaitu kenaikan harga pakan dan harga produk sebesar 5 persen dengan nilai NPV sebesar 121.423.052. Profitability Index (PI) menurun dari nilai Profitability Index (PI) pada harga pakan normal sebesar 1,07 nilai paling rendah pada kenaikan pakan 5 persen nilai Profitability Index (PI) sebesar 1,06. Kenaikan nilai Profitability Index (PI) terjadi pada skenario kedua yaitu kenaikan harga pakan dan harga produk sebesar 5 persen dengan nilai Profitability Index (PI) 1,17. Internal Rate of Return (IRR) menurun dari nilai Internal Rate of Return (IRR) pada harga pakan normal sebesar 15,91persen nilai paling rendah pada kenaikan pakan 5 persen nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 15,43 persen. Kenaikan nilai Internal Rate of Return (IRR) terjadi pada skenario kedua yaitu kenaikan harga pakan dan harga produk sebesar 5 persen dengan nilai Internal Rate of Return (IRR) 22,18 persen. Net Benefit Cost (Net B/C) menurun dari nilai Net Benefit Cost pada harga pakan normal sebesar 21,1 nilai paling rendah pada kenaikan pakan 5 persen nilai Net Benefit Cost menurun sebesar 2,5. Payback period naik dari nilai payback period pada harga pakan normal sebesar 2 tahun 2,4 bulan setelah kenaikan harga nilai paling tingi pada kenaikan pakan 5 persen sebesar 2 tahun 2,6 bulan. Penurunan nilai payback period terjadi pada skenario kedua yaitu kenaikan harga pakan dan harga produk sebesar 5 persen dengan nilai payback period sebesar 1 tahun 11,7 bulan
UJI SALINITAS PADI GOGO DENGAN MENGGUNAKAN BERBAGAI LARUTAN NaCl PADA FASE PERKECAMBAHAN
Salah satu upaya peningkatan produktivitas padi di lahan pasang surut yang mengandung cekaman salinitas (NaCl) yakni dengan menggunakan karakter varietas yang toleran. Tujuan penelitian ini ialah untuk mencari kultivar padi gogo yang tahan terhadap cekaman salinitas dan menentukan batas toleransi setiap kultivar terhadap cekaman salinitas. Penelitiaan ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu, yang di laksanakan pada bulan November sampai Desember 2020. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri 2 faktor. Faktor pertama menggunakan empat kultivar padi gogo yaitu: (K1) Uva buya, (K2) Delima, (K3) Jahara, (K4) Dongan dan faktor kedua menggunakan tujuh konsentrasi NaCl yaitu (N0) Kontrol , (N1) 0,5%, (N2) 0,6%, (N3) 0,7%, (N4) 0,8%, (N5) 0,9% dan (N6) 1%, sehingga diperoleh 28 kombinasi percobaan diulang sebanyak tiga kali dengan total 84 unit percobaan, dimana setiap unit percobaan terdapat 50 benih, sehingga jumlah benih yang dibutuhkan sebanyak 4.200 butir benih. Variable yang di amati ialah daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, waktu berkecambah, dan indeks sensitifitas stress. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar Uva buya mampu berkecambah normal hingga konsentrasi 0.7%, kultivar Delima, Jahara dan Uva Dongan mempu berkecambah dengan normal hingga konsentrasi 1%. Kultivar Delima, Jahara, dan Dongan merupakan kultivar yang tolerah terhadap cekaman salinitas pada fase perkecambahan
SIFAT KIMIA TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI KELURAHAN POBOYA KECAMATAN MANTIKULORE
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat kimia tanah (pH, Corganik, N-total, P-total, K-total) pada berbagai tipe penggunaan lahan. Metode yang digunakan adalah metode survey lapangan dan titik pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Data hasil analisis beberapa sifat kimia tanah di Laboratorium Analisis Sumber Daya Alam dan Lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Selanjutnya dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian tiga penggunaan lahan yang berbeda menunjukkan bahwa analisis kimia pada penggunaan lahan kelapa memiliki tingkat pH netral dan dagak alkalis, C-Organik rendah dan sangat rendah, N-total rendah dan sangat rendah, P-total dan K-total sedang, penggunaan lahan jagung memiliki tingkat pH agak alkalis, C-Organik rendah dan sedang, N-total sangat rendah dan sedang, P-total tinggi dan K-total sedang dan pada penggunaan lahan sawah memiliki tingkat pH agak alkalis, C-Organik sedang, N-total rendah, P-total tinggi dan K-total sedang
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERMINTAAN KONSUMEN SAYURAN KANGKUNG KECAMATAN AMPANA KOTA KABUPATEN TOJO UNA-UNA
The purpose of this research was to determine the effect of various factors, including the prices of water spinach and long bean (as a substitute good), consumer income, number of family dependents, and consumer tastes on the demand for water spinach. The study was conducted in both the morning and evening markets in Ampana Kota. Multiple Linear Regression was utilized to test the hypotheses in this study. The analysis revealed that the coefficient of determination (R2) was 0.728, indicating a reasonably strong relationship between the variables. The F test results showed that the calculated F value (12.827) was greater than the critical F value (2.758), indicating that the multiple linear regression model is suitable for explaining the effect of the spinach and long bean prices, consumer income, number of family dependents, and consumer age on the demand for water spinach. These factors had simultaneously significant effect on the spinach demand. Separately, all factors had also a significant effect on the demand