Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
PENGARUH VOLUME PENGENCERAN EKSTRAK JAHE MURNI TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK MINUMAN JAHE INSTAN
Jahe merupakan tanaman rempah dan herbal yang dimanfaatkan sebagai campuran pada bahan pangan selain itu, jahe dapat diolah menjadi produk minuman fungsional yang dikemas secara praktis, mudah untuk dikonsumsi dan proses penyajian dapat dilakukan dalam waktu singkat. Tujuan penelitia ini untuk mendapatkan volume pengenceran ekstrak jahe murni yang memberikan pengaruh terbaik terhadap sifat fisikokimia sensoris minuman jahe instan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agroindustri Fakultas Pertanian Universitas Tadulako dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola satu factor yang diterapkan untuk analisis sifat fisik dan kimia (rendemen, kadar air, pH, Aktivitas antioksidan) sedangkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan untuk analisis sifat organoleptik (aroma, rasa dan kesukaan) dengan berbagai volume Pengenceran air yaitu 0, 70, 140, 210, dan 280 mL dengan ekstrak jahe murni konstan yaitu 140 mL setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga terdapat 20 unit percobaan. Berdasarkan hasil yang telah dilakukan perlakuan rasio Air dan ekstrak jahe (140:140) memberikan pengaruh terbaik terhadap Rendemen 34,40 % , Kadar air 2,15% pH 4,60, Rasa 2,65 aroma 2,80 dan kesukaan 2,55
ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN PETANI KELAPA SAWIT MITRA DAN NON MITRA DI DESA GUNUNG SARI KECAMATAN PASANGKAYU KABUPATEN PASANGKAYU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pendapatan usahatani kelapa sawit antara petani yang bermitra dan non-mitra di Desa Gunung Sari Kecamatan Pasangkayu Kabupaten Pasangkayu. Responden dalam penelitian ini adalah petani kelapa sawit mitra dan non mitra. Penentuan responden dipilih dengan metode Proportional stratified random sampling. Jumlah populasi 351 orang petani, yang terdiri atas 93 petani kelapa sawit mitra diambil sebanyak 11 sampel dan 258 petani kelapa sawit non-mitra di ambil sebanyak 29 sampel. Alat analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan analisis komparatif. Hasil analisis menunjukkan pendapatan rata-rata usahatani kelapa sawit mitra sebesar Rp34.615.087,10 Ha/Thn dan usahatani non mitra sebesar Rp. 30.051.704,54 Ha/Thn. Hasil t-hitung memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata antara pendapatan petani mitra dan non mitra, yaitu nilai t-hitung 2,18 dengan ? 5% t-tabel 2,02. Hal ini berarti H0 ditolak dan H1 teruji kebenarannya bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata antara pendapatan petani kelapa sawit sistem mitra dengan pendapatan petani kelapa sawit non mitra
PENGARUH KONSENTRASI GARAM KROSOK TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK TEPUNG BIJI DURIAN (Durio zibethinus Murr)
Durian merupakan buah yang berpotensial tinggi karena bagian dari buahnya yang khas dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran olahan makanan, salah satunya memanfaatkan biji durian menjadi tepung. Tujuan penelitian ini. mendapatkan konsentrasi perendaman larutan garam krosok yang memberikan pengaruh terbaik terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik pada tepung biji durian. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agroindustri Fakultas Pertanian dan Laboratorium Kimia Fakultas Fmipa Universitas Tadulako. Perlakuan yang terdapat pada penelitian pembuatan tepung biji durian ini adalah konsentrasi garam yang terdiri dari 0, 5, 5, 7,5 dan 10%. Setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga tredapat 20 unit percobaan. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dan Rancangan Acak Kelompok. Variabel pengamatan meliputi rendemen, kadar air, kadar pati, kadar amilosa, kadar amilopektin, kadar asam oksalat dan organoleptik menggunakan analisis ragam (Anova) melalui aplikasi program Exel. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa uji rendemen, kadar asam oksalat, aroma dan warna menjadi sifat fisikokimia tepung biji durian dengan memberi pengaruh terbaik pada perendaman garam krosok dengan konsentrasi 10%
KARAKTER MORFOLOGI BEBERAPA KULTIVAR PADI GOGO LOKAL
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kultivar padi gogo yang memiliki karakter yang berpotensi untuk dikembangkan, pada beberapa kultivar padi gogo lokal. Penelitian ini dilaksanakan dilahan pertanian Desa Tamarenja (Kalama) Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala. pada ketinggian tempat 180 sampai 250 mdpl, pada kordinat 00o26’51.5’’LS dan 119o49’50.6’’ BT. Waktu penelitian dimulai dari bulan Mei sampai September 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan kemiringan lahan sebagai dasar pengelompokan dan 6 Kultivar sebagai perlakuan yaitu: 1) Dongan, 2) Pulu tau Leru, 3) Delima, 4) Pae Bohe, 5) Uva Buya, dan 6) Tako, yang diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan, dimana setiap unit percobaan terdapat 28 rumpun sehingga total keseluruhan terdapat 672 rumpun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakter morfologi dari enam kultivar padi gogo lokal, kultivar delima, dan dongan merupakan kultivar yang terbaik dan berpotensi untuk dikembangkan, karena dapat menghasilkan, panjang malai yang lebih panjang, jumlah anakan produktif yang lebih banyak, jumlah gabah per malai dan produksi yang lebih banyak, sedangkan kultivar dongan memiliki keunggulan berat 1000 gabah terberat serta umur keluar malai dan umur panen yang cepat dibanding kultivar yang lain
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI POC URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.)
Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan konsentrasi POC urin sapi yang baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian dilakukan di rumah kaca, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako Palu, Sulawesi Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2021. Desain penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dengan perlakuan yang dicobakan yakni berbagai konsentrasi Pupuk organik cair (POC) urin sapi terdiri dari : P0 : tanpa POC P1 : 10 %, P2 : 15 %, P3 20 %, P4 : 25 %. Terdapat 5 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 25 unit percobaan, setiap unit percobaan ditanam 2 tanaman sehingga jumlah keseluruhan 50 tanaman. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah (tajuk), bobot segar akar, volume akar, dan kadar klorofil. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pada parameter amatan tinggi tanaman pada umur 4 MST, namun memberikan pengaruh tidak nyata pada umur 2 dan 3 MST pada tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tajuk, bobot segar akar, volume akar, dan kadar klorofil
STRATEGI PEMASARAN TELUR AYAM RAS PADA USAHA PETERNAKAN “HJ. INTAN” DI DESA POTOYA KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman serta mengetahui strategi pemasaran yang sesuai dengan kondisi lingkungan eksternal dan internal peternakan ayam ras petelur di Desa Potoya Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan November-Desember 2020. Responden yang diambil sebanyak 6 orang, yakni 1 orang pimpinan peternakan ayam ras petelur, 2 orang karyawan, 1 pesaing, 1 orang konsumen dan 1 dari dinas peternakan. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah metode SWOT. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran yang sesuai dengan kondisi lngkungan eksternal dan internal pada usaha peternakan “Hj. Intan” yaitu menggunakan strategi W-O, strategi WO (Weakness and Opportunities) strategi ini digunakan untuk menangkap dan memanfaatkan peluang industri yang ada untuk memperkecil kelemahan internal yang di miliki oleh perusahaan. Sehingga strategi yang relevan untuk dilaksanakan bagi perusahaan yaitu meningkatkan promosi karena adanya peluang pasar dari bertambahnya jumlah penduduk agar dapat meningkatkan permintaan telur, memaksimalkan peralatan teknologi dan memperbaiki kontrak kerja pada saat melakukan pemasaran produk pada bahan baku usaha kuliner agar aktivitas pemasaran bisa terkontrol dengan baik, memaksimalkan perawatan pada ternak dengan memanfaatkan ketersediaan tenaga kerja dan tersedianya bahan baku pakan agar dapat meningkatkan permintaan terhadap telur ayam ras
IDENTIFIKASI SIFAT FISIKA TANAH DAN STATUS SODIUM PADA LAHAN MINA PADI DI DESA SIDONDO I KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI
Mina padi represents a polyculture system that combines fish farming with paddy rice cultivation. In situations where there is limited irrigation water, this arrangement often transitions into a dryland cropping system. The primary objective of this study is to assess various soil characteristics and the sodium levels in dried mina wetland rice fields located in Sidondo I Village, Sigi Biromaru District, Sigi Regency. The findings revealed that the mina padi fields exhibited a range of textures, including loamy loam, sandy loam, and loam. Permeability varied from slow (0.39 cm/hour) to very fast (37.11 cm/h), while soil bulk density ranged from medium (1.37 g/cm3) to heavy (1.73 g/cm3). Porosity values ranged between slightly poor (48.3%) to poor (40.0%), organic matter content spanned from low (1.53%) to medium (3.44%), and sodium levels ranged from relatively low (0.36 Na-dd (cmol (+) kg-1) to very high (10.42 Na-dd (cmol (+) kg-1)
MENINGKATKAN PRODUKSI BAWANG MERAH LEMBAH PALU(Allium wakegi Araki) DENGAN INOVASI TEKNOLOGI WAKTU PENGGEMBURAN TANAH DAN PUPUK ORGANIK CAIR
The objective of this research was to find the optimal combination of soil loosening timing and liquid organic fertilizer dosage to enhance the yield of Lembah Palu shallot variety. The study was conducted in Kayumalue Ngapa village, Central Sulawesi, from November 2019 to January 2020. A two-factorial randomized block design was employed. The first factor was the soil loosening time: loosening at 1, 3, 5 weeks after planting and loosening at 2, 4, 6 weeks after planting. The second factor was the application of liquid organic fertilizer: 150 ml/ha, 300 ml/ha, and 450 ml/ha. The findings revealed that the interaction between soil loosening time and liquid organic fertilizer dosage significantly affected the plant height parameter. Particularly, loosening the soil at 1, 3, 5 weeks after planting along with a 150 ml/ha dose of liquid organic fertilizer produced higher plant height. Moreover, the soil loosening time of 1, 3, 5 weeks after planting resulted in improved plant height, tuber diameter, and fresh tuber weight. Similarly, the liquid organic fertilizer of 150 ml/ha demonstrated positive effects on plant height
ANALISIS PEMASARAN BUAH SALAK PONDOH DI DESA TAMARENJA KECEMATAN SINDUE TOBATA KABUPATEN DONGGALA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk saluran pemasaran, margin pemasaran, bagian harga yang diterima petani serta efisiensi pemasaran buah salak pondoh di Desa Tamerenja Kecamatan Sindue Tobata Kabupaten Donggala. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai dengan November 2019 di Tamarenja Kecamatan Sindue Tobata Kabupaten Donggala. Responden yang dijadikan sampel terdiri dari produsen petani buah salak, pedagang. Pengambilan sampel petani buah salak dilakukan dengan menggunakan metode acak sedarhana (Simple Random Sampling Methode) sebanyak 33 produsen (petani) dari total populasi 130 responden yang mengusahakan komoditi buah salak kemudian pengambilan sampel pedagang dilakukan dengan cara metode penjajakan (Tracing Sampling Methode) sehingga diperoleh sebanyak 3 orang pedagang pengumpul. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pemasaran yaitu saluran pemasaran, margin pemasaran, bagian harga yang diterima petani dan efisiensi pemasaran. Hasil analisis pemasaran menunjukan bahwa saluran pemasaran buah salak pondoh di Desa Tamarenja melalui dua saluran pemasaran yaitu:
Petani Pedagang pengumpul Konsumen Akhir
Petani Konsumen Akhir
Hasil analisis margin pemasaran buah salak pondoh saluran 1 yaitu MT = Rp.10.000/Kg sedangkan saluran kedua yaitu MT = Rp. 15.000/Kg. Bagian harga yang diterima petani buah salak pada saluran 1 yaitu sebesar 47,61 %, sedangkan pada saluran kedua yaitu sebesar 71,42 %. Efisiensi pemasaran pada saluran pertama sebesar 18,5%, sedangkan nilai efisiensi untuk saluran II adalah sebesar 16,6%, sehingga dari kedua saluran tersebut, saluran yang paling efisien yaitu saluran kedua dengan nilai efisiensi sebesar 16,6%
ANALISIS PENDAPATAN USAHA GULA AREN DI DESA ONCONE RAYA KECAMATAN TINOMBO SELATAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Usaha gula aren merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pengrajin gula aren mulai dari persiapan sampai dengan proses produksi, dimana hasil penjualan produksi di peruntukan memenuhi kebutuhan hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui; Besarnya pendapatan usaha gula aren di Desa Oncone Raya Kecamatan Tinombo Selatan Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Oncone Raya Kecamatan Tinombo Selatan Kabupaten Parigi Moutong pada Bulan Desember 2021. Penentuan responden pada penelitian ini dilakukan dengan metode sensus. Dengan jumlah responden 40 orang, dari populasi pengrajin gula aren sebanyak 40 orang ; Metode sensus yaitu semua individu yang ada dalam anggota populasi diambil sebagai responden, jika jumlah populasi kurang dari 100 orang maka jumlah sampel yang diambil secara keseluruhan, tetapi jika anggota populasinya lebih besar dari 100 orang maka diambil 10-15% atau 20-25%. dimana yang dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah pengrajin gula aren. Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Pendapatan (? = TR – TC). Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan rata-rata yang diperoleh responden pengrajin gula aren dalam satu bulan di Desa Oncone Raya Kecamatan Tinombo Selatan Kabupaten Parigi Moutong sebesar Rp. 2.257.876/bulan