Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
    1395 research outputs found

    PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) PADA PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS POC LIMBAH AIR TAHU

    No full text
    This study aimed to determine the optimal dose of tofu wastewater-based organic fertilizer (LOF) on the growth and yields of two mung bean varieties, Vima 1 and Vima 3. The experiment was conducted at the Academic Garden of the Faculty of Agriculture, Tadulako University, Palu, from October 2021 to January 2022. A Randomized Block Design (RBD) with two factors was employed: mung bean variety (Vima 1 and Vima 3) and POC dose (0, 40 ml/plant, 50 ml/plant, 60 ml/plant, 70 ml/plant, and 80 ml/plant). The results indicated that both varieties showed similar vegetative growth responses to the LOF doses, with significant differences observed only in production components. The 80 ml/plant dose led to increased growth for both varieties, suggesting this as the optimal level for enhancing plant growth

    PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU (Allium wakegi Araki) DENGAN WAKTU TANAM BERBEDA DIANTARA TANAMAN CABAI SEBAGAI TANAMAN PAGAR

    No full text
    Lembah Palu shallot variety is a prominent commodity in Central Sulawesi, known for being a key raw material in the onion industry a regional trademark of Palu city. To enhance the shallot productivity, one effective strategy is the intercropping of shallots with chili plants, particularly with the F1 variety \u27Dewa\u27. This study aimed to evaluate the growth and yield of Lembah Palu shallots when planted at different intervals relative to chili plants used as border crops. The research was conducted in Oloboju Village, Sigi Biromaru District, Central Sulawesi Province, from September to November 2019. The study employed a Randomized Block Design (RBD) with treatments based on different planting times of the shallots relative to the chili plants: T1 (simultaneous planting with chili), T2 (7 days after chili planting), T3 (14 days after chili planting), and T4 (21 days after chili planting). Each treatment was replicated four times, resulting in a total of 16 experimental plots. The results indicated that the different planting times of Lembah Palu shallots intercropped with chili plants did not significantly affect plant height, leaf number, or fresh root weight. However, significant effects were observed on the bulbdiameter and yield of Lembah Palu shallots

    UJI EFEKTIVITAS Trichoderma CAIR UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT Fusarium oxyforum f.sp., cepae DAN PENGARUH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L. Aggregatum)

    No full text
    The objective of this research was to investigate the ability of Trichoderma harzianum to suppress the growth of Fusarium oxysporum f.sp. cepae, which causes damage to red onion crops. The study was conducted in Sidera Village, Sigi Biromaru Subdistrict, Sigi Regency, Central Sulawesi Province, and at the Plant Disease Laboratory, Faculty of Agriculture, Tadulako University, Palu, from August to December 2021. A randomized complete block design (RCBD) was employed, with six treatments: P1 (10-3 dilution, immersion), P2 (10-3 dilution, immersion and one foliar application), P3 (10-3 dilution, immersion and two foliar applications), P4 (10-6 dilution, immersion), P5 (10-6 dilution, immersion and one foliar application), and P6 (10-6 dilution, immersion and two foliar applications). Each treatment was replicated three times, resulting in 18 experimental units. The results indicated that the combination of immersion and foliar application at a 10-3 concentration was effective in suppressing the pathogen\u27s growth and reducing moler disease incidence. Moreover, the 10-3 concentration was more efficient in enhancing onion growth and yield compared to the 10-6 concentration, likely due to its faster or more targeted application

    IDENTIFIKASI CENDAWAN PATOGEN SERANGA ASAL TANAH KEBUN KAKAO DAN ASAL TANAH LIQUIFAKSI

    No full text
    Cendawan entomopatogen  adalah organisme heterotrof  yang hidup sebagai parasit pada serangga dan juga mempunyai sifat patogenik (penyebab penyakit) pada serangga atau hama. Tanah merupakan salah satu tempat untuk melihat keberadaan cendawan entomopatogen di alam.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cendawan entomopatogen apa saja yang terdapat pada perkebunan kakao dan tanah liquifaksi. Penilitian dilaksanakan pada bulan juli 2019 sampai november 2019  di perkebunan kakao desa loru dan tanah liquifaksi jono oge kecamatan Sigi Biromaru kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Hama Penyakit tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu.dua tahap, yaitu tahap pertama mengambil pupa C. cramerella dan sampel tanah dari perkebunan kakao dan tanah liquifaksi, di bawa ke laboratorium, kemudian tahap kedua pupa yang terinfeksi patogen di isolasi kemudian di amati jenis jamur apa yang menginfeksi. Cendawan entomopatogen yang di koleksi dari lahan perkebunan kakao dan tanah liquifaksi, berjumlah 18 isolat. Dari hasil identifikasi cendawan entomopatogen ditemukan 3 genus yaitu Aspergilus pada perkebunan kakao di lapisan tanah  0-5 cm A, 5-10 cm B, 5-10 cm B, 10-15cm C, dan ditanah liquifaksi terdapat genus Aspergilus pada lapisan tanah 0-5 cm A. Genus Vertilicium pada perkebunan kakao pada lapisan tanah 0-5 cm B, 0-5 cm C, 5-10 cm A dan  10-15 cm A, Beauveria pada tanah liquifaksi pertanaman kakao di lapisan tanah 5-10 cm c

    PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADAT DAN CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L)

    No full text
    Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang penting setelah kelapa sawit dan karet. Hal ini karena disamping permintaan dalam negeri semakin tinggi, juga berkembangnya sektor agroindustri yang membutuhkan bahan baku kakao seperti permen, bubuk coklat dan lemak coklat yang biasa digunakan untuk industri farmasi dan industri komestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair dan pupuk organik padat terhadap pertumbuhan bibit kakao, yang dilaksanakan dilaksanakan di Desa Towera, Kecamatan Siniu dan Laboratorim Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu Sulawesi Tengah sejak bulan Januari sampai dengan bulan April 2021 Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Dua faktor yang terdiri dari empat perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 144 tanaman dengan perlakuan pupuk organik padat yaitu 1 = (kontrol), 2 = 6 g/polybag, 3 = 12 g/polybag, 4 = 18 g/polybag dan pupuk organik cair 1 = (kontrol), 2 = 500 ml/polybag, 3 = 750 ml/polybag,  4 = 1000 mL/polybag. Pemberian pupuk organik padat dan cair  diulang sebanyak tiga kali serta parameter yang diamati dalam penelitian ini ialah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, lebar daun, panjang akar dan berat kering akar. Hasil yang diperoleh  dalam penelitian ini yakni : 1) Adanya pengaruh nyata pemberian pupuk organik padat terhadap jumlah daun tanaman bibit kakao pada umur 12, dan 16 Minggu setelah tanam dan panjang akar tanaman bibit kakao pada umut 16 minggu setelah tanaman. 2) Tidak terdapat pengaruh yang nyata pada pemberian pupuk organik cair terhadap semua parameter. 3) Tidak ada interaksi antara faktor pemberian pupuk organik padat dan cair terhadap seluruh parameter yang diamati

    ANALISIS NILAI TAMBAH PENYULINGAN MINYAK DAUN CENGKEH (Atsiri) DI KECAMATAN PALASA KABUPATEN PARIGI MOUTONG

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan pada penyulingan di Desa Bambasiang dan Desa Palasa Tangki Kecamatan Palasa Kabupaten Parigi Moutong pada bulan Juli sampai Agustus 2022. Responden dalam penelitian ini adalah pemilik penyulingan dan karyawan pada masing-masing penyulingan. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan nilai tambah (Metode Hayami). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penyulingan minyak daun cengkeh adalah salah satu jenis minyak atsiri yang dapat dihasilkan dari proses penyulingan daun cengkeh kering yang dilakukan selama 8 jam dengan rata-rata bahan baku yang digunakan sebanyak 783,33kg/produksi. Rata-rata nilai tambah yang dihasilkan oleh penyulingan minyak daun cengkeh di Kecamatan Palasa adalah sebesar Rp. 1.938,92/kg dalam satu kali produksi dengan rata-rata rasio nilai tambah sebesar 44,8%. Dari hasil analisis nilai tambah ini, diperoleh hasil bahwa penyulingan minyak daun cengkeh di Kecamatan Palasa memberikan nilai tambah yang tinggi berkisar >40%

    ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA SAYURAN HIDROPONIK SELADA DI DESA POMBEWE KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI (STUDI KASUS UD. NINA AGRO FARM)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan kelayakan usaha sayuran selada di UD. Nina Agro Farm. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai Januari 2022. Penelitian dilakukan di UD. Nina Agro Farm yang terletak di Desa Pombewe Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Penentuan responden dilakukan secara sengaja (Purpossive) terdiri dari 2 orang yang merupakan pemilik dari UD. Nina Agro Farm, serta 2 orang yang merupakan konsumen sayuran hidroponik selada pada UD. Nina Agro Farm. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan biaya yang di keluarkan oleh UD. Nina Agro Farm dalam memproduksi sayuran hidroponik pada bulan September - November Tahun 2020 yaitu terdiri dari biaya tetap sebesar Rp. 19.548.303 dan biaya variabel sebesar Rp. 19.032.000. Jadi total biaya produksi sayuran hidroponik selada dikeluarkan UD. Nina Agro Farm dalam memproduksi sayuran hidroponik selada sebesar Rp. 38.580.303. Sedangkan penerimaan yang diperoleh UD. Nina Agro Farm dalam penjualan sayuran selada selama bulan September – November tahun 2020 mengalami kenaikan, dan setiap bulan jumlah produksinya meningkat sebanyak 120 kg. Hal ini disebabkan karena permintaan konsumen terhadap sayuran selada juga semakin meningkat. Pendapatan usaha sayuran hidroponik selada pada UD. Nina Agro Farm selama bulan September - November tahun 2020 sebesar Rp. 42.419.697. Pendapatan mengalami kenaikan karena dari hasil produksi sayuran selada juga ikut meningkat. Penerimaan usaha sayuran hidroponik selada pada UD. Nina Agro Farm sebesar Rp. 81.000.000 sedangkan biaya total yang dikeluarkan UD. Nina Agro Farm untuk sayuran hidroponik selada sebesar Rp. 38.580.303. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat dilihat total penerimaan (revenue) yang diperoleh UD. Nina Agro Farm adalah sebesar Rp. 81.000.000 dengan total biaya (total cost) sayuran hidroponik selada adalah sebesar Rp. 38.580.303, sehingga diperoleh nilai indeks R/C rasio usaha sayuran hidroponik selada adalah sebesar 2,09 artinya setiap Rp. 2, yang dikeluarkan akan diperoleh keuntungan sebesar Rp. 2,09. Berdasarkan hasil perhitungan analisis kelayakan usaha, semua dikatakan layak jika nilai R/C ratio > 1. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa usaha sayuran hidroponik selada pada UD. Nina Agro Farm memperoleh keuntungan dan layak untuk dijalankan

    ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA INDUSTRI PALU MANDIRI ROTAN DI KECAMATAN PALU UTARA

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Kelayakan Finansial pada industri Palu Mandiri Rotan. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (Purpossive), dengan pertimbangan bahwa industri Palu Mandiri Rotan  ini adalah  salah  satu  industri  pengolahan  rotan, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019, Penentuan responden dalam penelitian ini dilakukan secara sengaja (purpossive) ini berjumlah 4 responden dan lokasi penelitian dilakukan kecamatan Palu Utara (Mamboro). Dengan mengunakan rumus investasi, Net Present Value (NPV) Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) Internal Rate of Return (IRR) Payback Period  ( PP) Analisis sensitivitas.   Hasil perhitungan Net Present Value (NPV) yang diperoleh sebesar Rp. . 796.009.430 lebih besar dari 0, Net Benefit  Cost Ration ( Net B/C ) Sebesar, 5,91 lebih besar dari 1, Internal Rate Of Return ( IRR ) sebesar 5%  persen  dan  Payback Pariode memiliki  masa  pengembalian selama 1,2  tahun ( 1 tahun 2 bulan).Dengan tingkat sensitivitas

    PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) VARIETAS Junction PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK NPK

    No full text
    Tanaman selada (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran yang mengandung gizi terutama vitamin dan mineral, dapat dikembangkan untuk meningkatkan produksinya. Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi adalah melalui pemupukan. Pupuk NPK (16:16:16) dinilai lebih sederhana serta efektif mampu meningkatkan kandungan hara yang dapat diserap langsung oleh tanaman. Pupuk NPK mengandung beberapa senyawa anorganik yaitu unsur hara makro seperti N, P, dan K bagi tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari/mengetahui pengaruh berbagai dosis pupuk NPK dan salah satu dosis NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada varietas junction. Manfaat penelitian adalah sebagai bahan informasi bagi masyarakat, khususnya petani selada. Penelitian dilaksanakan di areal PT. Nina Agro Jaya, Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. Penelitian berlangsung dari bulan Desember 2022 sampai dengan bulan Februari 2023. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) berdasarkan tinggi bibit dengan menggunakan berbagai dosis pupuk NPK yang berbeda yaitu: kontrol/tanpa NPK (P0); 0,25 g/polibag (P1); 0,5 g/polibag (P2); 0,75 g/polibag (P3); 1 g/polibag (P4); 1,25 g/polibag (P5); 1,5 g/polibag (P6); 1,75 g/polibag (P7). Terdapat 8 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali dan masing-masing terdiri dari 3 tanaman, sehingga terdapat 72 unit percobaan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dengan uji F 0,05 dan 0,01. Jika menunjukan hasil yang signifikan, maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf ? = 5%, untuk mengetahui perbedaan pengaruh antar perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pupuk NPK Mutiara (16:16:16) berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada varietas junction. Dosis NPK 1,75 g/polibag memberikan bobot segar lebih tinggi dibanding dosis NPK lainnya. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan dosis NPK perlu ditingkatkan lagi diatas 1,75 g/polibag

    ANALISIS PENDAPATAN USAHA GULA AREN DI DESA LEMBAH HARAPAN KECAMATAN DAMPAL SELATAN KABUPATEN TOLI-TOLI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan unuk: (1) mengetahui berapa besar pendapatan usaha gula merah Aren di Desa Lembah Harapan Kecamatan Dampal Selatan Kabupaten Toli-Toli. lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Lembah Harapan Kecamatan Dampal Selatan Kabupaten Toli-Toli, pada bulan April-Mei 2021. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Lembah Harapan merupkan daerah penghasil gula aren terbesar di Kecamatan Dampal Selatan. Penentuan sampel menggunakan metode sensus yaitu sebanyak 33 populasi pengrajin gula aren dijadikan sebagai responden.  Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara langsung dengan menggunakan kuisioner. Analisis data yang digunakan yaitu analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil produksi yang diperoleh setiap bulan sebesar 361/kg dengan harga jual Rp15,000/kg. Sehingga, diperoleh penerimaan rata-rata sebesar Rp5.418.182/Bulan dan total biaya rata-rata yang dikeluarkan sebesar Rp1.988.310 /Bulan. Maka diperoleh rata-rata pendapatan responden sebesar Rp3.429.872/Bulan

    65

    full texts

    1,395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇