Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hipogeae L.) PADA BERBAGAI DOSIS ECOFARMING DALAM SISTEM TUMPANG SARI DENGAN BEBERAPA KULTIVAR UBI BANGGAI (Dioscorea spp)
Kacang tanah merupakan tanaman pangan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi karena kandungan gizinya terutama protein dan lemak yang tinggi. Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun terus meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan gizi masyarakat, diversifikasi pangan, serta meningkatnya kapasitas industri pakan dan makanan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan Untuk Mendapatkan Interaksi Pupuk Ecofarming dan varietas ubi banggai yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah pada pola tumpangsari dengan ubi banggai. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari 2022 sampai dengan Mei 2022 di Desa Loru, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak Kelompok (RAK) 2 faktor, yaitu faktor pertama POC ecofarming dengan 3 perlakuan yaitu Tanpa Pupuk, 3,5 l/ha, 7 l/ha, dan Faktor Kedua kultivar Ubi banggai yaitu Pusus, Solopia, dan Boan Mela, masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kultivar dan interaksi antara pupuk Ecofarming dan varietas ubi banggai terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah pada pola tumpangsari. Pengaruh POC Ecofarming Pupuk Ecofarming dan varietas ubi banggai yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah pada pola tumpangsari dengan ubi banggai berpengaruh terhadap umur berbunga. Berdasarkan hasil uji bnj 5% menunjukkan bahwa pemberian pupuk Ecoarming Dosis POC 7 l/ha menyebabkan waktu berbunga satu hari lebih lambat dibandingkan dengan tanpa pupuk, namun semua perlakuan mempunyai umur berbunga sesuai dengan deskripsi varietas
STATUS KESUBURAN TANAH PADA PENGUNAAN LAHAN BERBEDA DI DESA JONOKALORA PARIGI BARAT
Tanah sebagai media pertumbuhan tanaman berfungsi pula sebagai pemasok unsur hara, dan tanah secara alami memiliki tingkat ketahanan yang sangat beragam sebagai media tumbuh tanaman. Tujuan dari penelitian ini dilakukan yaitu untuk menentukan status kesuburan tanah pada pengunaan lahan berbeda di Desa Jonokalora Parigi Barat. Sedangkan manfaat dari penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan mengenai sifat kimia tanah penggunaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai Januari 2020 , bertempat di Desa Jonokalora Kecamatan Parigi Barat. Analisis sifat kimia tanah dilakukan di Laboratorium Sumber Daya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat tulis, kertas label, plastik, parang, Global Position System (GPS), kamera digital dan karet gelang. Bahan yang digunakan adalah sampel tanah tidak utuh yang diambil dari masing-masing penggunaan lahan serta zat kimia yang merupakan bahan pendukung dari analisis tanah. Penelitian ini dilakukan dengan 4 (empat) tahap yaitu persiapan, kegiatan lapangan, analisis laboratorium, pengolahan data, pembuatan peta, serta penyusunan laporan. Parameter Amatan. Pada Pengamatan mempunyai 5 parameter diantaranya sifat kimia yaitu C-organik, P2O5, K2O, KTK dan KB Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sifat kimia tanah pada pengunaan lahan yang berbeda di desa Jonokalora semua parameter tergolong rendah sehingga tingkat kesuburan tanahnya juga termaksud rendah
PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill)
Tomat merupakam salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai kandungan gizi yang baik. Salah satu yang menyebabkan produksi tomat rendah adalah penggunaan pupuk yang belum optimal. Adapun salah satu teknik budidaya tanaman yang diharapkan dapat meningkatkan hasil pertumbuhan tanaman tornat yaitu dengan memanfaatkan limbah cair tahu sebagai pupuk organik tanaman tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dengan memanfaatkan limbah cair tahu sebagai pupuk organik. Penelitian dilaksanakan di Morowali, Kecamatan With Ponda Sulawesi Tengah yang dimulai pada bulan November 2018 sampai dengan bulan Januari 2019. Penelitian mi disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 tahap konsentrasi yaitu konsentrasi limbah cair tahu 10% (P1), 20% (P2),30% (P3),40% (P4), dan 50% (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah cair tahu sebagai pupuk organik dengan konsentrasi 50% berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 4 MST dan 5 MST sedangkan pemberian limbah cair tahu sebagai pupuk organik dengan konsentrasi 50% tidak berpengaruh nyata terhadap umur berbunga, jumlah buah, dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah cair tahu sebagai pupuk organik yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah dengan konsentrasi 50%
EFEKTIVITAS MIKORIZA DAN TANAMAN PERANGKAP TERHADAP POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA PENGGOROK DAUN (Liriomyza Sp.) PADA BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU
Salah satu hama tanaman yang menyerang bawang merah lokal Palu adalah Liriomyza Sp. (Diptera: Agromyzidae). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas mikoriza dan tanaman perangkap terhadap populasi dan intensitas serangan pengorok daun (Liriomyza Sp.) pada bawang merah varoieatas lembah Palu. Penelitian ini dilaksanakan di UPT SP 1 Bulupountujaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Metode Penelitian rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah. Plot utama adalah tanaman perangkap; terdiri dari dengan menggunakan Tanaman perangkap (P1) dan tanpa tanaman perangkap (P0) sedangkan anak petak adalah dosis mikoriza yang terdiri dari 3 taraf, M0 = tanpa mikoriza, M1 = 5 g, dan M2 = 10 g. Variebel penelitian yaitu jumlah populasi Liriomyza Sp dan intensitas serangan Liriomyza Sp Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikoriza tidak berpengaruh terhadap semua variabel yang diamati. Namun, tanaman perangkap memiliki efek yang signifikan dalam mengurangi intensitasi pengorok daun. Efek signifikan dari tanaman perangkap dicatat dari lima sampai delapan minggu setelah tanam. Hasil penelitian Tanpa Tanaman Perangkap (P0) lebih tinggi intensitas serangan di banding dengan yang menggunakan Tanaman Perangkap (P1). Rata-rata Intensitas serangan Liriomyza Sp tanpa menggunakan tanaman perangkap (P0) yaitu 5 MST 15,19 %, 6MST 19,58%, 7MST 18,95%, 8 MST 18,46% sedangkan penggunaan tanaman perangkap (P1) lebih rendah intensitas serangan Liriomyza Sp yaitu 5 MST 12,35%, 6 MST 15,99%, 7 MST 15,71%, 8 MST 13,07%
KARAKTERISTIK BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI DESA LARIANG KECAMATAN TIKKE RAYA KABUPATEN PASANGKAYU
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Karakteristik sifat kimia tanah pada lahan perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Desa Lariang Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Pasangkayu.penelitian ini dilaksanakan di Desa Lariang Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Pasangkayu, dan analisis tanah dilakukan di Laboraturium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako Palu. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli sampai Agustus 2019. Parameter pengamatan yang terdiri dari 4 variabel, yaitu C-organik, P2O5 (mg.100gr-1), K2O (mg.100gr-1), KTK (cmol(+)kg-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan C-organik dalam tanah, pada ke lima Blok sampel di peroleh hasil dengan kriteria sedang dengan nilai kisaran 2.25%-2.98%. kandungan P2O5 (mg.100gr-1) dalam tanah,. Dengan hasil menunjukkan bahwa pada ke lima kode sampel di peroleh hasil dengan kriteria sedang dengan nilai kisaran 25.67%-39.45%. K2O (mg.100gr-1). dalam tanah, menunjukkan bahwa pada Blok 1 memiliki kriteria rendah dengan nilai 18.24%, selanjutnya ke empat blok secara berurut memiliki kriteria sedang dengan nilai kisaran 21.85%-23.95%. KTK (cmol(+)kg-1). dalam tanah, menunjukkan bahwa pada Ke lima Blok Sampel memiliki kriteria sedang dengan nilai 18.6%- 23.13%
MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TAHU PADA INDUSTRI TAHU AFIFAH DI KOTA PALU
Industri Tahu Afifah merupakan salah satu usaha yang bergerak dibidang agroindustri yang memanfaatkan Kedelai sebagai bahan baku utama. Industri Tahu Afifah masih kesulitan dalam mengatur proses produksi, dikarenakn harga bahan baku yang berubah-ubah (berfluktuasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) berapa banyak pembelian bahan baku ekonomis (EOQ) untuk persediaan bahan baku pada Industri Tahu Afifah, (2) seberapa banyak persediaan pengaman (Safety Stock) pada Industri Tahu Afifah, (3) kapan waktu yang tepat bagi Industri Tahu Afifah untuk melakukan pemesanan kembali (ROP) terhadap persediaan bahan baku (4) total biaya persediaan (TIC) bahan baku pada Industri Tahu Afifah. Penelitiaan ini dilaksanakan pada Industri Tahu Afifah di Jalan Jati No.18, Kelurahan Nunu , Kecamatan Palu Barat Kota Palu. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (purposive), dengan pertimbangaan bahwa Tahu Afifah merupakan salah satu usaha yang memproduksi kedelai sebagai bahan baku utama pembuatan tahu di Kota Palu. Penelitiaan ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan April 2021. Responden ialah pemilik dan karyawan di Industri Tahu Afifah yang terpilih sebagai sumber informasih dalam penelitiaan, jumlah seluruh responden adalah 3 orang. Berdasarkan data yang akan diperoleh dari Industri Tahu Afifah mengenai masalah manajemen persediaan bahan baku kedelai maka analisis data yang digunakan adalah Economic Order Quantity (EOQ), Persediaan Pengaman (Safety Stock) Pemesanan Kembali (ROP), dan total biaya persediaan (TIC).Hasil penelitian ini menunjukan bahwa manajemen persediaan bahan baku pada Industri Tahu Afifah dengan menggunakan metode (Economic Order Quantity) pada Bulan Januari-Desember 2020 rata-rata sebesar 40.926,20 kg. Persediaan pengaman (Safety Stock) bahan baku yang selalu tersedia pada Industri Tahu Afifah sebesar 24.727,67 kg. Pemesanan kembali (Reorder Point) yang harus dilakukan Industri Tahu Afifah Bulan Januari-Desember 2020 rata-rata sebesar 253.011,283 kg. Total biaya persediaan bahan baku kedelai yang dilakukan di Industri Tahu Afifah rata-rata sebesar Rp. 295.988,17/bulan
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG HIBRIDA TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam dan NPK Phonska terhadap pertumbuhan dan hasil jagung hibrida. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kombo Kecamatan Dampal-Selatan Kabupaten Toli-Toli. Waktu penelitian mulai bulan Maret sampai dengan Mei 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor yang pertama adalah dengan menggunakan pupuk kandang ayam (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu pupuk kandang ayam 5 ton ha-1 (A1), pupuk kandang ayam 10 ton ha-1 (A2), dan pupuk kandang ayam 20 ton ha-1(A3). Faktor kedua adalah pupuk Phonska (O) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu pupuk Phonska 200 kg ha-1 (O1), pupuk phonska 300 kg ha-1 (O2), dan pupuk Phonska 400 kg ha-1 (O3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara bahan organik (pupuk kandang ayam) dengan dosis 15 ton ha-1 dan bahan anorganik (Phonska) pada dosis 200 kg ha-1 adalah yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman jagung hibrida. Pupuk kandang ayam dengan dosis 10 ton ha-1 memberikan pertumbuhan terbaik. Pemberian pupuk Phonska tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung hibrida
MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUK KOPI BUBUK INDUSTRI RAJA BAWANG DI KELURAHAN BIROBULI KECAMATAN PALU SELATAN KOTA PALU
Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan persediaan pengaman (Safety Stock) agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan bahan baku yang akan menghambat proses produksi untuk memenuhi permintaan konsumen. Penelitian ini menunjukkan bahwa Jumlah pembelian optimal bahan baku kopi dengan menggunakan metode EOQ, analisis persediaan bahan baku kopi pada periode produksi Januari – Desember 2019 rata-rata sebesar 751,27 Total biaya persediaan bahan baku optimal yang dikeluarkan oleh Industri Raja Bawang pada periode produksi Januari – Desember 2019 rata-rata sebesar Rp. 122,455 Persediaan pengaman atau safety stock yang harus selalu tersedia di gudang Industri Raja Bawang pada periode produksi Januari – Desember 2019 sebesar 10 Kg.Titik pemesanan kembali (reorder point) bahan baku kopi yang harus dilakukan oleh Industri Raja Bawang pada periode Januari – Desember 2019 sebesar 67,78 Kg setiap bulannya
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR BIOBOOST TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.)
Liquid organic fertilizer, derived from natural sources, enhances the physical, chemical, and biological properties of soil. In cocoa cultivation, the use of organic fertilizers like Bioboost is crucial for soil fertility. Bioboost is a biological fertilizer containing beneficial microorganisms that promote soil fertility through biochemical processes. This study aimed to evaluate the effects of different concentrations of Bioboost liquid organic fertilizer on the growth of cocoa seedlings. The research was conducted at the Agronomy Screen House, Faculty of Agriculture, Tadulako University, Palu, Central Sulawesi, from July to October 2021. A Randomized Block Design (RBD) was employed, with five levels of Bioboost concentrations: 0 ml/l (control), 5 ml/l, 10 ml/l, 15 ml/l, and 20 ml/l. The results indicated that a Bioboost concentration of 20 ml/l produced the most favorable outcomes across all observed growth parameters for cocoa seedlings
PERTUMBUHAN BEBERAPA KULTIVAR PADI GOGO LOKAL (Oryza satifa L.) PADA BERBAGAI INTERVAL WAKTU PENYIRAMAN
This study aimed to evaluate the drought tolerance of different local upland rice cultivars under various watering intervals. The research was conducted at the Greenhouse of Plant Breeding, Faculty of Agriculture, Tadulako University, Palu, from June to August 2020. A two-factorial completely randomized design was used. The first factor was the rice cultivar, comprising three types: Pulu Tau Leru, Jahara, and Uva Buya. The second factor was the watering interval, with five level watering: daily (P1), every other day (P2), every two days (P3), every three days (P4), and every four days (P5). This resulted in 15 treatment combinations, each replicated four times, totaling 60 experimental units. Observed parameters included plant height, leaf length, leaf curl, and number of tillers. The results indicated that the growth of the different local upland rice cultivars was significantly affected by the watering intervals across all observed parameters