Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
PENGENDALIAN ULAT GRAYAK Spodoptera frugiperda J.E Smith (Lepidoptera:Noctuidae) PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays) MENGGUNAKAN Crotalaria juncea dan Brachiaria mulato II SEBAGAI TANAMAN PENOLAK-PENARIK
Tanaman jagung yang di tanam bersamaan dengan Crotalaria juncea dan Brachiaria mulato II merupakan cara pengendalian hayati untuk pengendalian ulat grayak Spodoptera frugiperda pada tanaman jagung. Tujuan penelitian untuk menguji pengaruh pengendalian ulat grayak S. frugiperda J.E Smith (Lepidoptera: Noctuidae) pada tanaman jagung (Zea mays) menggunakan Crotalaria juncea dan Brachiaria mulato II sebagai tanaman penolak-penarik terhadap, kepadatan populasi larva S. frugiperda pada tanaman jagung, intensitas serangan tanaman jagung pada fase vegetative dan keanekaragama arthropoda pada tanaman jagung. Penelitian menggunakan metode Eksperimental yang membandingkan antara tanaman jagung perlakuan penolak-penarik dan tanaman jagung tanpa perlakuan penolak-penarik (Kontrol). Pengamatan dilakukan setiap minggu selama fase vegetative, yang dimulai pada tiga minggu setelah tanam. Pengamatan kepadatan populasi larva dan intensitas serangan dilakukan secara langsung pada tanaman jagung sampel dan pengamatan keanekaragaman arthropoda menggunakan tiga perangkap yaitu nampan kuning, pitfall dan jaring ayun. Data kepadatan populasi larva dan intensitas serangan dianalisis menggunakan Uji T, sedangkan keanekaragaman arthropoda dianalisis berdasarkan analisis indeks keanekaragam Shannon wienner (H’). Berdasakan hasil penelitian yang dilakukan pada lahan penelitian tanaman jagung kedua perlakuan dapat disimpulkam bahwa penggunaan tanaman C. juncea dan B. mulato II dapat mengurangi kepadatan populasi larva S. frugiperda dan intensitas serangan tanaman jagung pada fase vegetative. Nilai keanekaragaman arthropoda pada tanaman jagung menggunakan perlakuan Crotalaria juncea dan Brachiaria mulato II (H’ 2,453) dan tanaman jagung tanpa perlakuan Crotalaria juncea dan Brachiaria mulato II (H’ 2,435) yang tergolong dalam kategori sedang
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR
Penggunaan pupuk organik cair (POC) dalam praktik pertanian yang berwawasan lingkungan kian mendapat perhatian dari para petani saat ini. Salah satu POC yang cukup banyak beredar di pasaran dan digunakan dalam budidaya tanaman adalah POC BMW, namun penggunaannya serta konsentrasi yang diaplikasikan ke tanaman seledri belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dari konsentrasi POC BMW terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri. Penelitiaan ini dilaksanakan di Kebun Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako dari bulan Mei sampai Juli 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor dengan perlakuan yang dicobakan yaitu konsentrasi POC BMW yang terdiri dari enam level, yaitu 0% (kontrol); 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5%. Setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis keragaman dan hasil analisis yang menunjukkan pengaruh nyata atau sangat nyata diuji lanjut dengan menggunakan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC BMW tidak dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman seledri, namun terdapat kecenderungan pemberian POC BMW pada konsentrasi 0,4% lebih baik pada komponen tinggi tanaman, jumlah daun dan volume akar
SERAPAN HARA N PADA TANAMAN TOMAT (Solanum Lycopersicum L.) AKIBAT PEMBERIAN BOKASHI KOTORAN SAPI PADA ENTISOL SIDERA
Tanaman tomat (Solanum Iycopersicum L.) adalah salah satu komoditas pertanian yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia karena mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan. Entisols lembah Palu terbentuk di bawah pengaruh iklim kering dengan bahan induk didominasi mineral kuarsa yang sangat resistensi terhadap pelapukan. Iklim kering menyebabkan pelapukan dan reaksi-reaksi kimia dalam tanah berlangsung sangat lambat. Pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serapan hara N pada tanaman tomat akibat pemberian bokashi kotoran sapi pada entisols Sidera. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan RE. Martadinata, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Analisis tanah dan tanaman dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Kota Palu. Waktu penelitian dimulai dari bulan Maret 2020 sampai Desember 2020. Penelitian ini dilakukan dengan 6 taraf perlakuan bokashi kotoran sapi kode = B, dan diulang 4 kali, sehingga terdapat 24 unit. Adapun perlakuan dimaksud adalah sebagai berikut : B0= Kontrol (tanpa perlakuan), B1 = 5 ton/h (16,23 g/polybag), B2 = 10 ton/ha (32,46 g/polibag), B3 = 15 ton/ha (48,70 g/polybag), B4 = 20 ton/ha (64,93 g/polybag), B5 = 25 ton/ha (81,16 g/polybag). Berdasarkan hasil penelitian tentang serapan unsur hara N pada tanaman tomat akibat pemberian bokashi kotoran sapi pada entisol sidera dapat disimpulka bahwa Berdasarkan hasil penelitian tentang serapan unsur hara N pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) akibat pemberian bokashi kotoran sapi pada entisol sidera bahwa semakin tinggi pemberian dosis pupuk bokashi kotoran sapi pada tanah entisol Sidera dimana sampel B5 dengan pemberian pupuk bokashi kotoran sapi dengan dosis tertinggi yaitu sebesar 25 ton/ha atau 81,16 g/pot memiliki nilai yang tinggi yaitu pH 7,15, C-organik 3,21%, N-total 0,85, pada sampel tanah. Pada sampel serapan N nilai tertinggi terdapat pada sampel B5 dengan dosis 25 ton/ha atau 81,16 g/pot yaitu sebesar 2,91
SIKAP PETANI JAGUNG TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KELURAHA KALI KECAMATA BIAU KABUPATEN BUOL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : sikap petani jagung terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kelurahan Kali Kecamatan Biau Kabupaten Buol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2019 sampai dengan Januari 2020. Metode yang digunakan yaitu metode proposinal acak bertingkat dengan jumlah sampel 32 petani Jagung. Metode analisis yang digunakan adalah skala likert. Hasil analisis : (1) dilihat dari tingkat keberhasilan pelaksanaan penyuluhan pertanian yang mana ingin melihat kinerja yang dilakukan oleh penyuluh pertanian diperoleh hasil skor sebesar 2092 dengan rata-rata 254, yang mana hal ini menujukan tingkat kinerja penyuluh pertanian di Kelurahan Kali Kecamatan Biau Kabupaten Buol berada pada kategori baik; (2) sikap petani terhadap kinerja peyuluh pertanian di Kelurahan Kali Kecamatan Biau Kabupaten Buol yang mana, dari 33 sampel petani yang diwawancarai 18 petani menyatakaan sikap positif dengan presentasi 54,55% dan 15 petani menyatakan sikap negatif dengan presentase 45,45%, secara umum petani telah menerima penyuluhan pertanian yang diberika oleh penyuluh pertanian
ANALISIS NILAI TAMBAH KERIPIK PISANG PADA INDUSTRI FLAMBOYAN DI KELURAHA PANAU KECAMATAN TAWELI KOTA PALU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan pisang menjadi keripik pisang pada industri rumah tangga Flamboyan. Penelitian ini di lakukan di Industri Flamboyan di Kelurahan Panau Kecamatan Taweli Kota Palu, Responden yang diambil yaitu 1 orang pimpinan dan 2 orang karyawan pada bagian produksi dan bagian pemasaran yang secara aktif melakukan pengolahan Keripik Pisang. Data yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder, analisis yang digunakan dalam penelitia ini adalah Analisis menggunakan metode Hayami. Berdasarkan hasil dan pembahasan maka diperoleh kesimpulan produksi keripik pisang pada industri Flamboyan selama Bulan Juli tahun 2022 menggunakan 100 kg bahan baku keripik pisang dan menghasilkan 82 kg keripik pisang. Dengan harga Rp. 66.000 per kg, hasil produksi kemudian dikemas dalam kemasan 150 gram dan dijual dengan harga Rp. 10.000 untuk setiap bungkusnya. Besarnya pendapatan yang diperoleh oleh industri rumah tangga Flamboyan sebesar Rp. 3.851.945 dan nilai tambah yang diperoleh dari hasil olahan keripik pisang sebesar Rp. 38.098 untuk setiap 1 kg keripik pisang yang diproduksi dengan keuntungan sebesar Rp. 34.378 dan tingkat keuntungan sebesar 93%. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengolahan pisang menjadi keripik memiliki nilai tambah yang tinggi
PERTUMBUHAN STEK NILAM (Pogostemon Cablin Benth.) PADA BERBAGAI LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI AIR KELAPA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dari interaksi antara lama perendaman dan konsentrasi air kelapa; pengaruh dari lama perendaman atau pun konsentrasi air kelapa terhadap pertumbuhan stek nilam. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ongka Kabupaten Parigi Moutong dari bulan November-Desember 2019 Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan dua perlakuan, yaitu lama perendaman yang terdiri atas tiga: 4 jam, 6 jam dan 8 jam; dan konsentrasi air kelapa terdiri atas lima taraf: tanpa air kelapa, 25%, 50%, 75% dan 100% air kelapa; sehingga diperoleh 15 kombinasi perlakuan. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 45 unit percobaan. Variabel yang diamati mencakup tinggi tanaman, jumlah tunas, jumlah dan luas daun serta panjang akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis keragaman dan bila hasil analisis menunjukkan pengaruh nyata atau sangat nyata, maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji Beda Nyata Jujur taraf 5% guna mengetahui perbedaan nilai rata-rata antar perlakuan yang dicobakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air kelapa dapat meningkatkan pertumbuhan stek nilam dengan lama perendaman 8 jam dan konsentrasi 100% yang ditunjukkan dengan pembentukan daun paling banyak serta cenderung diperoleh tanaman lebih tinggi, jumlah tunas lebih banyak, jumlah serta ukuran daun lebih banyak dan lebih luas dan ukuran akar lebih panjang. Perendaman stek nilam selama 8 jam meningkatkan pembentukan helai daun saat 5 MST dan cenderung didapatkan tanaman lebih tinggi, jumlah tunas dan daun lebih banyak, ukuran daun lebih luas serta akar lebih panjang. Penggunaan 100% air kelapa dalam penyetekkan nilam meningkatan pembentukan helai daun saat 4 MST hingga 6 MST dan cenderung diperoleh tanaman yang lebih tinggi, jumlah tunas lebih banyak, jumlah dan ukuran daun lebih banyak dan lebih luas serta akar lebih panjang
PEMBERIAN KONSENTRASI BIOURIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.)
Pakcoy merupakan tanaman dari keluarga Cruciferae yang masih berada dalam satu jenis dengan sawi putih/petsai dan sawi hijau/caisim. Pakcoy merupakan salah satu varietas dari tanaman sawi yang dimanfaatkan daunnya sebagai sayuran. Pakcoy berasal dari benua Asia yaitu dari Tiongkok dan Asia Timur.Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi biourine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 Taraf perlakuan yaitu K0 = Kontrol, K1 = Konsentrasi Biourie Sapi Sebanyak 20 ml/L Air %, K2 =Konsentrasi Biourie Sapi Sebanyak 40 ml/L Air %, K3 =Konsentrasi Biourie Sapi Sebanyak 60 ml/L Air %, K4 = Konsentrasi Biourie Sapi Sebanyak 80 ml/L Air %, K5 = Konsentrasi Biourie Sapi Sebanyak 100 ml/L Air % dan K6 = Konsentrasi Biourie Sapi Sebanyak 120 ml/L Air %.Pupukcair yang digunakan sebagai bahan perlakuan adalah urin sapi yang sudah difermentasikan, pemberian pertama ketanaman dilakukan pada umur 15 hari setelah tanam ( HST ), selanjutnya diberikan pada umur 25 HST, dengan memperhatikan sesuai perlakuan konsentrasi masing – masing . Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 3 tanaman sehingga total tanaman 63 Polybag. Penelitian ini telah dilaksanakan di Screen house Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Waktu pelaksanaannya dimulai dari bulan Maret sampai April 2022. Data yang diperoleh dianalisis, menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan jika perlakuan menunjukan pengaruh nyata, maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 120 ml/L air. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi POC Biourin Sapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun, tinggi tanaman dan Berat Basah namun berpengaruh nyata terhadapvolume akar dan Luas daun dengan hasil tertinggi 15,89 dan 8,23
NILAI TAMBAH PENGOLAHAN KELAPA MENJADI KOPRA PUTIH DI USAHA KECIL MENENGAH (UKM) KOPRA PUTIH AZ-ZAHRA DESA OGOAMAS II KECAMATAN SOJOL UTARA KABUPATEN DONGGALA
Pengolahan kelapa menjadi kopra putih memiliki peluang yang besar dukungan dengan melimpahnya bahan baku yang mudah didapatkan. Kopra putih adalah salah satu produk turunan kelapa, dimana pengolahan kelapa menjadi kopra putih akan memberikan nilai tambah. Namun belum diketahui seberapa besar nilai tambah yang didapatkan dari pengolahan kelapa menjadi kopra putih. Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui seberapa besar nilai tambah yang didapatkan oleh UKM Kopra Putih Az-Zahrah. Penelitian ini dilakukan di UKM Kopra Putih Az-Zahrah Desa Ogoamas II Kecamatan Sojol Utara Kabupaten Donggala pada bulan Juni sampai dengan Juli 2022, dengan jumlah sampel 5 orang terdiri dari 4 orang karyawan dan pimpinan 1 orang.. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Analisis data yang digunakan yaitu analisis pendapatan dan analisis nilai tambah. Hasil penelitian menunjukan bahan baku yang digunakan selama 1 bulan poduksi sebanyak 130.400 butir kelapa, setelah melalui proses pengolahan menghasilkan 30.644 Kg kopra putih dan 1.956 kopra sortasi. Nilai tambah yang diperoleh sebesar Rp. 965/Kg kopra putih dengan rasio nilai tambah sebesar 40,63%. Keuntungan yang diperoleh dalam 1 Kg kopra putih sebesar Rp. 240/Kg Kopra putih dengan tingkat keuntungan sebesar 25%
PERTUMBUHAN JENIS EKSPLAN APEL (Malus sylvestris Mill. var. Fuji) PADA KOMPOSISI ZAT PENGATUR TUMBUH BERBEDA
Pertumbuhan tanaman dalam kultur jaringan ditentukan oleh berbagai faktor, seperti jenis eksplan dan komposisi ZPT yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari jenis eksplan, komposisi ZPT serta kemampuan pertumbuhan setiap jenis eksplan pada berbagai komposisi ZPT yang dicobakan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako dari bulan Oktober 2022 sampai Februari 2023. Penelitian ini disusun berdasarkan pola Rancangan Petak Terpisah dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Petak utama adalah jenis eksplan yang terdiri atas dua aras, yaitu pangkal dan pucuk. Anak petak adalah komposisi zat pengatur tumbuh yang terdiri atas empat kombinasi, yaitu 1). 2 ppm BAP + 0,2 ppm NAA; 2). 3 ppm BAP + 0,4 ppm NAA; 3). 3 ppm Kinetin + 0,2 ppm NAA; 4). 3 ppm Kinetin + 0,4 ppm IAA. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 32 satuan percobaan. Variabel yang diamati yaitu kecepatan muncul tunas, jumlah tunas, jumlah daun, tinggi planlet dan warna kalus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi ZPT 2 ppm BAP dan 0,2 ppm cenderung lebih mendukung pertumbuhan eksplan pucuk pada apel varietas Fuji walaupun tidak signifikan secara statistik. Media kultur yang disuplai 2 ppm BAP dan 0,2 ppm NAA cenderung lebih baik bagi pertumbuhan apel varietas Fuji pada kedua jenis eksplan yang ditunjukkan dengan pembentukan tunas dan daun yang relatif lebih banyak. Penggunaan eksplan pucuk lebih baik bagi pertumbuhan apel varietas Fuji dengan ditunjukkan pembentukan daun paling banyak serta jumlah maupun kecepatan muncul tunas yang cenderung lebih banyak dan lebih cepat.  
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DENGAN SISTEM TANAM PINDAH DI DESA BANGKIR KECAMATAN DAMPAL SELATAN KABUPATEN TOLI-TOLI
The objective of this research was to investigate the income level of the paddy rice farmers practicing the transplanting system known as Tapin in Bangkir Village of South Dampal Subdistrict of Toli-Toli District. This research was carried out in Bangkir Village, South Dampal District, Toli-Toli Regency which was selected purposively due to its significant contribution to farm production income in this area. The study was conducted from September to November 2021. The average income the respondent farmers received was IDR 14,352,432. 43/2.12 ha/planting season (PS) calculated from an average production rate of 1,794. 05 kg/2.12 ha/PS and with an average price of IDR 8,000/kg. The total average cost incurred by the farmer was IDR 7,490,082. 21/ha/PS. This resulted in an average net income of IDR 6,862,350/0.23 ha/PS for the paddy rice farmers in Bangkir Village.