Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK MIKORIZA DI PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.)
Jagung (Zae mays L.) merupakan sumber utama karbohidrat dan protein setelah beras, sehingga jagung memiliki peluang untuk dikembangkan serta dapat menjadi komoditas pangan yang strategis dan bernilai ekonomis. Mikoriza berfungsi sebagai fasilitator penyerapan hara, dan juga berpotensi sebagai pengendali hayati (bioprotektor). Tanaman yang mengandung mikoriza mengalami kerusakan yang lebih sedikit dibandingkan dengan tanaman tidak mengandung mikoriza dan serangan penyakit berkurang atau perkembangan patogen terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik mikoriza di pertanaman jagung (Zea mays). Manfaat dari penelitian ini diharapkan menjadi sumber informasi bagi peneliti dan pembaca mengenai karakteristik mikoriza di pertanaman jagung (Zea mays) di Desa Dolago Padang Kecamatan Parigi Selatan. Dalam penelitian ini menggunakan metode survei secara langsung kemudian dilanjutkan dengan penentuan titik pengambilan sampel tanah secara porposive samplinh pada lahan. Dan dilanjutkan analisis di Laboratorium Unit Ilmu Tanah dan Laboratorium Agronomi falkultas Pertanain UniversitasTadulako Palu pada bulan Desember 2022 hingga bulan Januari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikoriza pada lahan jagung memiliki jumlah populasi paling banyak pada titik sampel JD4 pada subsampel 2 dan 3 dengan jumlah masing-masing 6 spora. Sedangkan jumlah spora paling sedikit pada sampel JD2 pada subsampel 2 dengan jumlah 1 spora. Warna masing-masing spora mikoriza rata-rata kuning, kuning kecoklatan, dan kuning kehitaman. Dan berbentuk bulat hingga bulat lonjong. Dari hasil analisis sifat kimia yang mempengaruhi spora fungi mikoriza arbuskula (FMA) dapat diketahui nilai pH dari keduabelas sampel memiliki kriteria yang berbeda-beda. Pada sampel JD1(1), JD2(2), JD3(3) memiliki kriteria masam, pada sampel JD1(2), JD2(3), JD4(1), JD4(3), JD3(1), JD3(2) memiliki kriteria agak masam, pada sampel JD1(3), JD2(1), JD4(2) memiliki kriteria netral. Hasil dari C-Organik pada sampel JD1(1), JD2(3), JD3(1), JD3(2), JD4(1), JD4(2), JD4(3) memiliki kriteria rendah, pada sampel JD1(2), JD2(3), JD3(3) memiliki kriteria sangat rendah. Pada sampel JD1(3) memiliki kriteria sedang dan pada sampel JD2(1) memiliki kriteria sangat tinggi. Hasil analisis P-Total memiliki kriteria yang berbeda-beda pula. Kriteria yang sangat tinggi pada sampel JD1(2) dan JD1(3) dengan nilai 58,02 dan 64,26 dan kriteria yang sangat rendah pada sampel JD3(1), JD3(2), JD3(3), JD4 (1), JD4(2), JD4(3) dengan nilai 0,46, 0,50, 1,00, 0,96, 0,50, 0,45
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapaL.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) pada berbagai konsentrasi pupuk organik cair, Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2020 di green house Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu. Penelitian ini didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu pemberian pupuk organik cair nasa yang terdiri dari N0:kontrol, N1:30ml/1literair, N2:40ml/1liter air, N3:50ml/1liter air, N4:60ml/1liter air, N5:70ml/1literair, N6:80ml/1liter air. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 21 unit percobaan, setiap unit percobaan terdapat 3 tanaman sehingga jumlah keseluruhan adalah 63 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari semua komponen yang diamati baik dari pertumbuhan vegetatif maupun generatif, tidak memberikan berpengaruh nyata, tetapi pemberian POC Nasa dengan konsentrasi 80ml/ 1 liter air cenderung dapat meningkatkan berat segar tanaman tertinggi yaitu 58,50 g dan berat kering tanaman tertinggi yaitu 8,41 g dibandingkan perlakuan lainnya. 
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KASCING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI SENDOK (Brasicca rapa L)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman sawi sendok yang maksimal. Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse Fakultas pertanian Universitas Tadulako, Palu. Adapun waktu pelaksanaan penelitian akan dimulai pada bulan januari sampai bulan maret 2021. Penelitian ini menggenakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan 5 perlakuan yaitu Ko = tanpa pupuk kascing, K1 = 100 gram pupuk kascing, K2 = 200 gram pupuk kascing, K3 = 300 gram pupuk kascing, K4 = 400 gram pupuk kascing. Setiap perlakuan terdiri atas 2 tanaman atau polybag dan di ulang sebanyak 5 kali. Sehinggah jumlah unit percobaan sebanyak 5x5x2 = 50 tanaman atau polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kascing berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan dan dosis pupuk kascing 400 gram/polybag memberikan hasil terbaik pada tanaman sawi sendok.
 
PENGARUH PUPUK ORGANIK PADAT DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara pupuk organik padat dan pupuk organik cair yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau, serta mengetahui interaksi antara perbandingan pupuk organik padat dan pupuk organik cair yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau. Telah dilaksanakan di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Desa Labuan donggulu, Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung dari tanggal 27 Desember 2020 sampai 26 Maret 2021. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 3 dua faktor, dengan 3 kali kelompok. Kemudian setiap satuan percobaan menggunakan 3 tanaman, sehingga terdapat 81 unit percobaan. Faktor pertama yaitu dosis pupuk organik padat (D) terdiri dari 3 taraf yaitu D1= 500 gram/bedeng, D2= 1000 gram/bedeng, D3= 1500 gram/bedeng. Faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk organik cair (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu k1= 5 ml/liter, k2= 10 ml/liter dan k3= 15 ml/liter. Penelitian ini menggunakan uji BNJ 0,05 menunjukkan bahwa pada pupuk organik padat D2 1000 gram/bedeng nyata lebih tinggi di bandingkan dengan perlakuan D1 500 gram/bedeng dan D3 1500 gram/bedeng. Sedangkan pada kosentrasi pupuk organik cair pada uji BNJ 0,05 maka K2 10 ml/liter dan K3 15 ml/liter lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan K1 5 ml/liter pada pertumbuhan tanaman kacang hijau. Pupuk organik cair dan pupuk organik padat sangat berpengaruh pada semua pengamatan, sehingga menghasilkan tanaman kacang hijau yang baik
RESPON TANAMAN PAKCOY (Brassica Chinensis L.)PADA PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kosentrasi pupuk organik cair urin sapi yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sibonu Kabupaten Sigi, Kecamatan Dolo Barat. Waktu penelitian dimulai dari bulan November sampai Desember 2019. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah caangkul, parang, meteran, tali rafia, garu, pisau, ember, handsprayer, timbangan analitik, timbangan kalkulator dan alat tulis menulis. Bahan yang digunakan adalah benih pakcoy varian Nauli F1 dan pupuk organic cair (POC) urin sapi yang sudah difermentasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu Kontrol (P0) POC konsentrasi 5% (P1), POC konsentrasi 10% (P2), POC konsentrasi 15% (P3), POC konsentrasi 20% (P4), POC konsentrasi 25% (P5). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga didapatkan 24 unit percobaan. Parameter Pengamatan Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Daun (Helai), Luas Daun ( cm2), Berat Segar (g), Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis keragaman (uji F 0,05). Apabila hasil analisis keragaman yang menunjukan pengaruh nyata atau sangat nyata akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf signifikan 5% guna mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara perlakuan dengan kontrol
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM HUBUNGAN PRODUKSI PADI SAWAH DI DESA TORIBULU KECAMATAN TORIBULU KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran penyuluh pertanian terhadap produksi padi sawah di Desa Toribulu Kecamatan Toribulu Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai November 2020. Analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman menggunakan alat analisis spss 22. Hasil analisis data uji korelasi rank spearman diketahui bahwa terdapat hubungan antara peran penyuluh terhadap produksi padi sawah di Desa Toribulu Kecamatan Toribulu Kabupaten Parigi Moutong yang ditunjukkan oleh nilai r bernilai positif yaitu 0,145, karena hasilnya positif maka hubungan antara keduanya berbanding lurus artinya semakin besar nilai peran penyuluh pertanian maka semakin besar pula pengaruhnya terhadap produksi usahatani padi sawah di Desa Toribulu Kecamatan Toribulu Kabupaten Parigi Moutong, berdasarkan hasil skala likert penilaian peran penyuluh pertanian termasuk dalam kriteria kurang baik sehingga produksi padi sawah di Desa Toribulu tidak maksimal
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis quenensis Jacq.) PADA PLASMA PIONOTO I DESA JATIMULYA KECAMATAN TILOAN KABUPATEN BUOL
Evaluasi lahan merupakan proses pendugaan potensi lahan untuk bermacam alternatif penggunaan lahan. Ini merupakan cara yang biasa digunakan dalam perencanaan penggunaan lahan. Survey tanah adalah satu cara atau metoda untuk mengevaluasi lahan guna mendapat data langsung dari lapangan. Kegiatan survey terdiri dari kegiatan lapangan, membuat analisis data, interpretasi data terhadap tujuan dan membuat laporan survey. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan tanaman kelapa sawit (Elaeis quenensis Jacq). Di wilayah Plasma Pionoto I Desa Jatimulya Kecamatan Tiloan Kabupaten Buol. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah GPS (Global Positioning System), klinometer, alat tulis menulis, kertas plastik, bor tanah, karet pengikat, kertas label, pisau/cutter, meteran dan kamera, dan alat-alat laboratorium untuk menganalisis sampel tanah. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel tanah tidak utuh dan beberapa zat kimia lainnya yang digunakan untuk menganalisis sampel tanah. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk mendapatkan karakteristik lahan. Lokasi pengamatan ditetapkan berdasarkan hasil pengamatan di lapangan terhadap tingkat pengelolaan yang sama untuk areal yang sudah di tanami tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan dengan cara pengambilan contoh tanah di lapangan yang dilanjutkan dengan analisis di laboratorium. Kegiatan penelitian meliputi 4 (empat) tahap yaitu : Persiapan, Kegiatan lapangan, Analisis Laboratorium dan Pengolahan data, pembuatan peta dan penyusunan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan Aktual untuk tanaman kelapa sawit (Elaeis quenensis Jacq) di daerah penelitian yaitu Kelas S2 (cukup sesuai) pada SPL I, II, IV dan V dengan total luas lahan 444,5 ha, serta S3 (sesuai marginal) pada SPL III dengan luas lahan 97,4 ha. Sedangkan kelas kesesuaian lahan Potensial yaitu kelas S2 (cukup sesuai) pada semua SPL dengan total luas lahan 541,9 ha.  
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI DESA LABUAN SALUMBONE KECAMATAN LABUAN KABUPATEN DONGGALA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani jagung Hibrida di Desa Labuan Salumbone Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala. Penelitian ini di laksanakan pada bulan November 2020 sampai dengan Januari 2021, bertempat di Desa Labuan Salumbone Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala. Penentuan responden di lakukan dengan metode sampel acak sederhana (Simple Random Sampling Method) dengan jumlah sampel 58 petani dari 138 petani jagung. Metode analisis di gunakan adalah analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani rata-rata produksi jagung hibrida dalam satu kali musim tanam di Desa Labuan Salumbone Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala sebesar 2.356,034 kg/1,04 ha atau 2.269,934 kg/ha dan rata-rata penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp.7.409.726,93/1,04 ha atau Rp.7.138.942,43/ha, sedangkan total biaya yang dikeluarkan petani rata-rata sebesar Rp.4.067.393,06/1,04 ha atau Rp.3.918.750,79/ha dan pendapatan usahatani jagung di Desa Labuan Salumbone Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala Rp.3.342.333,87/1,04 ha atau Rp.3.220.191,64/ha.  
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea Mays Saccharata Sturt) PADA PEMBERIAN BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK NPK
The objective of this study was to investigate the response of sweet corn growth and yield to the application of rice husk biochar and NPK fertilizer, and to determine the optimal combination of biochar and NPK dosages that enhance sweet corn growth and yield. The study was conducted in Makmur Village, Palolo Subdistrict, Sigi District, Central Sulawesi, Indonesia from January to April 2022. A two-factorial randomized block design (RBD), namely biochar dosage and NPK fertilizer dosage, was employed. Each factor had three levels, and each treatment combination was replicated three times. The results showed that the interaction between NPK fertilizer and rice husk biochar was significant only for ear length and ear weight, regardless of ear type (tasselled or untasselled). The application of rice husk biochar significantly reduced the need for NPK fertilizer in sweet corn cultivation
IDENTIFIKASI BEBERAPA LOGAM BERAT TANAH DI PESISIR TELUK PALU TERDAMPAK TSUNAMI
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui jenis dan kadar logam berat tanah yang terdapat di sekitar area terdampak tsunami di Kelurahan Tondo. Analisis sifat kima tanah dilakukan di Laboratorium Sumber Daya Lahan dan Lingkungan Fakultas Pertanian Universias Tadulako, Palu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling. Pengambilann sampel tanah dilakukan pada titik koordinat di enam tempat yang terdampak tsunami. Pengambilan sampel tanah tidak utuh menggunakan sekop dengan kedalaman (15-20 cm). Uji logam berat dilakukan dengan menggunakan alat XRF (X-Ray Fluorescence). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat logam berat Titanium (Ti) dengan konsentrasi tertinggi yaitu 0,278% dan terendah 0,200% , Kromium (Cr) dengan konsentrasi tertinggi yaitu 0,018% dan terendah 0,010% , dan Vanadium (V) dengan konsentrasi tertinggi yaitu 0,022% dan terendah 0,014%. Ini menunjukkan kandungan unsur logam berat titanium dan kromium sudah termasuk dalam kategori tercemar karena konsentrasi logam berat yang terkandung dalam tanah sudah melebihi ambang batas yang telah ditetapkan. Sedangkan unsur logam vanadium masih tergolong dalam kriteria rendah dari ambang batas kritis logam berat.