Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
    1395 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI USAHA TANI PADI SAWAH DI DESA BAMBAIRA KECAMATAN BAMBAIRA KABUPATEN PASANGKAYU

    No full text
    Peningkatan produksi suatu usahatani merupakan indikator keberhasilan dari suatu usahatani yang bersangkutan. Namun tingginya produksi suatu komoditas yang diperoleh oleh satuan luas lahan belum menjamin tingginya pendapatan usahatani padi sawah yang dipengaruhi oleh harga yang diterima oleh petani dan biaya-biaya penggunaan input usahatni. Dalam hubungan tersebut maka perlu diadakan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi produksi Usahatani padi sawah di Desa Bambaira Kecamatan Bambaira Kabupaten Pasangkayu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bambaira Kecamatan Bambaira Kabupaten Pasangkayu selama 1 bulan pada bulan Juni 2020. Responden dalam penelitian ini ialah petani yang melakukan kegiatan usahatani padi sawah di Desa Bambaira. Penentuan responden dilakukan dengan metode sampel acak sederhana. (Simple Random Sampling Method), dimana 32 responden petani padi sawah terpilih dari jumlah populasi sebanyak 240 orang petani padi sawah. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah fungsi produksi Cobb-Douglas. Berdasarakan dari hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan yaitu, secara simulasi variabel luas lahan, benih, pupuk, pestisida, dan tenagga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah di Kecamatan Bambaira. Secara parsial variabel luas lahan, benih, pupuk, pestisida, dan tenagga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah di Kecamatan Bambaira, kecuali variabel pestisida berpengaruh tidak nyata terhadap produksi padi sawah di Kecamatan Bambaira

    PENGARUH CAMPURAN MEDIA TANAM DAN WAKTU PEMANGKASAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam dan waktu pemangkasan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis media tanam dan pemangkasan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2020 sampai Februari 2021. Penelitian bertempat di Screen House Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Palu, Sulawesi Tengah, dengan menggunakan rancangan Acak Kelompok dua faktor, faktor pertama adalah jenis media tanam dan Faktor kedua waktu pemangkasan pucuk. Memiliki sembilan kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga menghasilkan 27 unit percobaan dan setiap unit percobaan terdiri dari tiga tanaman, sehingga terdapat 81 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan jenis media tanam berpengaruh nyata terhadap Tinggi Tanaman, Jumlah daun, diameter buah, berat buah, panjang buah, dan jumlah buah. Waktu pemangkasan berpengaruh pada diameter buah, berat buah, panjang buah dan jumlah buah

    EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMANKAKAO(Theobroma cacao L.) DI DESA SEJAHTERAKECEMATAN PALOLOKABUPATEN SIGI

    No full text
    Penelitian ini betujuan menentukan kesesuaian lahan untuk tanaman kakao (Theobroma cacao L.) di desa Sejahtera. Kegunaan penelitian ini adalah dapat dijadikan sebagai bahan informasi dalam pengambilan keputusan tata guna lahan dan usaha-usaha pengelolaan yang mempengaruhi produktifitas lahan diwilayah ini.  Metode kesesuaian lahan yang diterapkan dalam penelitian adalah metode sistim pencocokan (Matching). Penelitian ini dilakukan bulan September sampai bulan Desember 2019. Penentuan pengambilan titik sampel pengamatan dilakukan secara disengaja berdasarkan kemiringan lereng. Peta satuan peta lahan (SPL) dibuat dengan menumpangsusunkan peta penggunaan lahan, peta topografi dan peta tanah yang menghasilkan lima SPL. Pengamatan lapangan dilakukan terhadap drainase, kedalaman efektif, tingkat bahaya erosi, lereng, batuan permukaan dan singkapan batuan. Sedangkan analisis tanah di laboratorium dilakukan terhadap tekstur, pH, N-total, P-total, K-total, C-Organik, KTK, kejenuhan basa (KB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman kakao di Desa Sejahtera Kecamatan Palolo Kabupaten sigi terdiri dari tiga sub kelas yaitu kelas S1(sangat sesuai) terdapat pada SPL 1,kelas S3(sesuai marjinal) terdapat pada SPL 2dan3, sedangkan sub kelas N1(Tidak sesuai) terdapat pada SPL 4 dan 5. Beberapa tindakan dan masukan teknologi yang perlu diperhatikan oleh pihak masyarakat maupun pengguna lahan yaitu upaya konservasi tanah dan air, pemanfaatan bibit unggul, pemanfaatan sisa-sisa tanaman, pemupukan (pupuk organik dan anorganik), untuk menunjang hasil produksi tanaman yang optimal

    PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS MIKORIZA DAN DOSIS BOKASHI KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassicca Rapa L.) PADA MEDIA TANAH BEKAS LIKUIFAKSI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil  tanaman pakcoy   (Brassica rapa L.) yang diberikan perlakuan dosis mikoriza dan dosis bokashi kandang ayam yang ditanam pada media tanah liqiufaksi. Penelitian ini dilaksanakan di kebun Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako yang berlangsung bulan September Sampai Oktober 2019. Desain Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor.  Faktor pertama adalah dosis mikoriza yang terdiri atas: 5g/polybag (MK1), 10g/polybag (MK2) dan 15 g/Polibag (MK3). Sedangkan Faktor kedua adalah dosis bokashi kandang ayam yang terdiri atas :10 ton/ha (BA1) , g Ayam 15 ton/ha (BA2) dan 20 ton/ha (BA3). Setianp unit percobaan terdiri atas 3 polybag dan diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapai 81 unit percobaan. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar, bobot kering, panjang akar, volume akar, berat akar basah dan berat akar kering. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis of varians (ANOVA) dan menggunakan uji lanjut BNJ ( Beda Nyata Jujur) pada taraf a = 5%. Hasil uji BNJ menunjukkan  bahwa Secara umum tidak ada pengaruh pemberian mikoriza maupun pupuk bokashi kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK GUANO BURUNG WALET

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dosis pupuk guano burung walet yang memberikan pengaruh lebih baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, dengan perlakuan dosis pupuk guano burung walet yang terdiri dari 6 taraf yaitu G0 = Tanpa pemberian pupuk (Kontrol), G1 = Pupuk Guano 10 g/polibag, G2 = Pupuk Guano 20 g/polibag, G3 = Pupuk Guano 30 g/polibag, G4 = Pupuk Guano 40 g/polibag dan G5 = Pupuk Guano 50 g/polibag, dimana setiap perlakuan diulang empat kali, sehingga secara keseluruhan terdapat 24 unit percobaan, setiap unit percobaan terdapat 2 polybag, maka total keseliruhan 48. Hasil penelitian menunjukkan yaitu perlakuan dosis pupuk guano burung walet yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy yaitu perlakuan G4 = Pupuk Guano 40 g/polibag hampir pada semua parameter pengamatan terkecuali luas daun dan volume akar

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI USAHATANI KAKAO SAMBUNG PUCUK DI DESASIDOLE TIMUR KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pohon Produktif,pupuk dan tenaga kerja terhadap terhadap produksi kakao sambung pucuk diDesa Sidole Timur Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Agustus 2021. Penetuan responden dilakukan dengan metode sampel acak sederhana   (Simple Randon Sampling Method)  dengan pertimbangan responden yang diambil dalam penelitian ini adalah petani Kakao sambung pucuk . jumlah populasi 130 orang petani dengan jumlah sampel 33 responden, dimana unsur dalam semua populasi mempunyai kemungkinan yang sama untuk untuk menjadi sampel penelitian dengan asumsi bahwa populasi homogen  Analisis data yang digunakan. Analisis fungsi Cobb-Douglas, koefesien determinasi (R2),hasil analisis menunjukan penggunaan input produksi usahatani kakao sambung pucuk diDesa Sidole Timur menunjukan bahwa  F hitung = 22.326 >F tabel =2,66  berarti secara bersama-sama mengetahui pengaruh jumlah pohon, pupuk NPK pelangi, dan tenaga kerja terhadap variabel bebas jumlah pohon(X1), pupuk NPK pelangi(x2) tenaga kerja (x3) secara  silmutan bersama-sama berpengaruh nyata terhadap usahatani Kakao Sambung Pucuk diDesa Sidole Timur Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. secara persial variabel jumlah pohon(X1), pupuk NPK pelangi(x2) berpengaruh nyata terhadap  terhadap usahatani Kakao Sambung Pucuk diDesa Sidole Timur dan tenaga kerja (x3) tidak berpengaruh nyata terhadap Usahtani Kakao Sambung Pucuk diDesa Sidole Timur Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong

    EFEKTIVITAS BAKTERI PELARUT KALIUM ASAL RIZOSFER TANAMAN KLAMPIS (Acacia tomentosa)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari isolat bakteri pelarut kalium yang di isolasi dari rizosfer asal tanaman klampis (Acacia tomentosa). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Unit Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu, pada bulan November sampai dengan Januari 2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dimana hasil analisis K-tersedia dan pH tanah yang diperoleh akan dilakukan perbandingan antara dua jenis tanah steril dengan nilai pH yang berbeda. Hasil isolasi dari rizosfer Tanaman Klampis didapatkan 4 isolat bakteri pelarut kalium dengan karakteristik morfologi yang berbeda-beda sebagai uji efektivitas melarutkan kalium secara kualitatif. Ke-4 isolat bakteri pelarut kalium tersebut secara kuantitatif diuji efektivitasnya melarutkan kalium pada media tanah steril dengan dua nilai pH yang berbeda sehingga diperoleh dimana isolat K1 memiliki efektivitas paling tinggi dalam meningkatkan pH tanah dan K3 memiliki efektivitas tertinggi dalam melarutkan kalium tersedia pada jenis tanah yang memiliki nilai pH 4-5. Sedangkan pada tanah yang memiliki nilai pH 6-7 K3 yang memiliki efektivitas tertinggi dan K2 yang memiliki efektivitas tertinggi dalam melarutkan kalium

    APLIKASI PUPUK KANDANG KAMBING DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAHE MERAH (Zingiber officinable Rosc.) PANEN MUDA

    No full text
    Jahe merupakan komoditas tanaman obat dan aromatik yang diperdagangkan secara luas di dunia karena kegunaannya yang beragam baik sebagai rempah, obat,maupun bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa dosis pupuk organik kotoran kambing dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe merah panen muda. Manfaat dari penelitian ini yakni  memberikan informasi kepada masyarakat atau pembaca bahwa pupuk organik kotoran kambing, arang sekam padi dan sabut kelapa dapat digunakan sebagai media tanam tanaman jahe merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2 faktor. Faktor pertama adalah N1= dosis pupuk kandang 10 ton/ha (182 g/polibag), N2= pupuk kandang 20 ton/ha (364 g/polibag), N3= dosis pupuk kandang 30 tonha (546 g/polibag), dan N4= dosis pupuk kandang 40 ton/ha (728 g/polibag). Faktor kedua adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 3 yaitu : B1 (tanah+arang sekam padi (2:1), B2 (tanah+sabut kelapa (2:1), B3 (tanah+arang sekam padi+sabut kelapa ( 2:1:1). Terdapat 12 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sebagai kelompok sehingga menghasilkan 36 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 3 tanaman sehingga menghasilkan 108 populasi tanaman jahe merah. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis of varians (ANOVA) dan menggunakan uji lanjut BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam tanah +sabut kelapa dengan dosis pupuk kandang 20 ton/ha (B2N2) memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik pada tinggi tanaman, jumlah tunas, jumlah daun dibanding perlakuan lainnya. Sedangkan media tanam tanah+arang sekam padi+sabut kelapa dengan dosis 30 ton/ha (B3N3) memberikan hasil yang lebih baik pada bobot basah rimpah jahe merah dibanding perlakuan lainnya, dan untuk media tanam tanah+arang sekam padi+sabut kelapa dengan dosis pupuk kandang 10 ton/ha (B3N1) memberikan hasil yang lebih baik pada bobot kering rimpang jahe merah dibanding perlakuan lainnya

    ANALISIS PEMASARAN USAHA GULA AREN DI DESA BABANA KECAMATAN BUDONG-BUDONG KABUPATEN MAMUJU TENGAH

    No full text
    The research aimed to determine the various channels and mechanisms of the marketing dynamic of palm sugar. It was conducted from August to September 2021 in Babana Village, Budong Budong Subdistrict, Mamuju Central District, engaging with a total of 32 palm sugar craftsmen selected using a simple random sampling method.  The findings reveal a complex network of marketing channels, with two primary routes: (i) the first channel involves selling palm sugar to collectors, who then resell it to wholesalers in Mamuju Central city, before finally reaching consumers outside the city (West Kalimantan) and (ii) the second channel involves direct sales from the craftsmen to wholesalers, who then distribute the product to consumers in West Kalimantan. The analysis also indicated significant differences in marketing margins between these two channels, with a margin of IDR 5,000/kg in the first channel and of IDR 3,000/kg in the second. A higher percentage (88%) of the final price were received by the craftsmen in the second channel than the first channel (80%).  The second channel is more efficient with 80% efficiency value compared to 42% in the first channel

    PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK REBUNG BAMBU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP VIABILITAS BENIH BAWANG MERAH (Allium wakegi Araki)

    No full text
    This study examined the effects of bamboo shoot extract and storage duration on the viability of shallot seeds of Palu Valley variety. The experimental design was a factorial randomized block with two factors: bamboo shoot extract concentrations (10, 20, and 30 ml/liter of water) and seed storage durations (30, 40, 50, and 60 days). This resulted in twelve treatments, each replicated three times. Data were analyzed using analysis of variance, followed by an Honest Significant Difference test at the 5% level to compare treatment means. Results showed that bamboo shoot extract at 20 ml and 30 ml significantly increased the number of leaves in the first week and plant height in the first and second weeks. A 60-day storage duration positively affected germination, leaf number, plant height, and root volume

    65

    full texts

    1,395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇