Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
    1395 research outputs found

    EVALUASI SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN IRIGASI PADI SAWAH (Oryza Sativa L.) DI DESA RANTELEDA KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI

    No full text
    This study aims to evaluate the status of chemical properties of lowland rice soil by analyzing several parameters of the chemical elements of the soil on lowland rice fields in Ranteleda Village. This research was carried out in Ranteleda Village, Palolo District, Sigi Regency, Central Sulawesi and soil analysis was carried out at the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, University of Tadulako and Laboratory of Analysis of Natural Resources and Environment, Faculty of Agriculture, University of Tadulako. This research was conducted from November to January 2023. The method used in this research was a survey method and the determination of the research location was carried out purposively. Sampling of disturbed soil (disturbed soil sample) using the Systematic method with 4 sampling points at a depth of 30 cm. Disturbed soil samples were then put into plastic bags and labeled which were then taken to the laboratory for analysis of the chemical nutrient content of the soil. The results of the analysis of the chemical properties of the soil showed that in the lowland rice irrigated land in Ranteleda village the N-Total values ??were very low to low, P-Available was very high to high, K-Total was classified as moderate to low, soil pH was slightly acidic to sour, C levels -Very low to low organic, low to moderate CEC

    ANALISIS PENDAPATAN PETAMBAK GARAM DI KELURAHAN TALISE KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pendapatan petambak garam di Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu Penelitian ini dilaksanakan di lahan petambak garam rakyat tempat penggaraman Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Lokasi penelitian ini dipilih secara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan bahwa Kelurahan Talise merupakan satu-satunya daerah penghasil garam di Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Waktu Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2021. Jumlah sampel sebanyak 30 responden yang di tentukan dengan teknik penentuan responden menggunakan simple random sampling. Analisis data yang di gunakan adalah Analisis Pendapatan yaitu : hasil pendapatan usaha petambak garam sebesar Rp 1.814.430,5/bulan. Pendapatan ini didapatkan oleh selisih penerimaan sebesar Rp 3.556.666,66/bulan dikurangi biaya produksi sebesar Rp 1.742.236,16/bulan. Penghasilan ini dipengaruhi oleh cuaca dan iklim yang berlangsung selama masa produksi, penghasilan para petambak garam juga mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangganya

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERMINTAAN KONSUMEN CABAI RAWIT DI PASAR LABUAN INDUK KECAMATAN LABUAN KABUPATEN DONGGALA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya faktor-faktor yang memengaruhi permintaan konsumen cabai rawit di Pasar Labuan Induk Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Labuan Induk kecamatan Labuan Kabupaten Donggala pada Bulan Januari sampai Maret 2021. Responden sebanyak 30 orang dipilih dengan menggunakan metode sampel aksidental. Analisis yang digunakan Analisis regresi berganda. Variabel terhadap permintaan cabai rawit di pasar Labuan ditunjukkan dengan R Square sebesar 0,060 yang berarti bahwa permintaan cabai rawit dipengaruhi oleh harga cabai rawit, harga cabai besar, pendapatan konsumen, jumlah tanggungan keluarga, dan umur konsumen sebesar 60% dan sisanya sebesar 40% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam persamaan. Pengujian secara simultan pada taraf nyata (?) = 5% diperoleh nilai bahwa harga cabai rawit, harga cabai besar, pendapatan konsumen, jumlah tanggungan keluarga, dan umur secara simultan berpengaruh nyata terhadap permintaan cabai rawit di pasar Labuan. Secara parsial variabel harga cabai rawit, dan umur konsumen berpengaruh tidak nyata terhadap permintaan cabai rawit di pasar Labuan, sedangkan variabel harga cabai besar, pendapatan konsumen, Dan tanggungan keluarga berpengaruh nyata terhadap permintaan cabai rawit di pasar Labuan

    ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN KOPI BUBUK ROBUSTA PADA INDUSTRI 3 BINTANG KOPI KAILI DESA TINGGEDE KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan kopi bubuk robusta pada industri 3 Bintang Kopi Kaili. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai Mei 2022 yang berlokasi di Perumahan Ray Permai Blok 3, Desa Tinggede Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Responden dalam penelitian ini adalah pemilik industri dan dua orang tenaga kerja dari Industri 3 Bintang Kopi Kaili. Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Nilai Tambah menurut Metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan kopi bubuk robusta pada Industri 3 Bintang Kopi Kaili sebesar  Rp. 22.217,77/gram untuk kemasan 1.000 gam dan Rp. 17.439,31/gram untuk kemasan 100 gram. Rasio nilai tambah merupakan persentase antara nilai tambah dengan nilai output. Besarnya rasio nilai tambah pada Industri 3 Bintang Kopi Kaili sebesar 34,71% untuk kemasan 1.000 gram dan 87,19% untuk kemasan 100 gram. Hal ini menunjukan bahwa dari setiap pengolahan 1.000 gram dan 100 gram kopi bubuk robusta akan memperoleh nilai tambah sebesar 34,71% dan 87,19%

    STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN AGROWISATA KOPI DESA LONU KECAMATAN BUNOBOGU KABUPATEN BUOL

    No full text
    Agrowisata Kebun Kopi harus membuat dan merumuskan strategi pengembangan yang kompeten dan tepat untuk keberlangsungan usaha sebagai salah satu upaya menarik perhatian konsumen.  Sehingga  potensi  agrowisata Agrowisata Kebun Kopi dapat dikembangkan semaksimal mungkin dan dapat mendatangkan keuntungan bagi pemilik usaha, pemerintah, masyarakat  sekitar, serta wisatawan yang dapat menikmati keindahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi potensi  yang  dapat  dikembangkan  pada  Agrowisata Kebun Kopi di Desa Lonu  Kecamatan Bunobogu Kabupaten Buol. (2) Menganalisis strategi pengembangan Agrowisata Kebun Kopi di Desa Lonu  Kecamatan Bunobogu Kabupaten Buol. Jumlah  responden yang diwawancarai sebanyak 6 orang responden dipilih dari  pihak-  pihak internal dan eksternal. Analisis yang digunakan adalah  analisis  SWOT.  Hasil analisis menunjukan bahwa posisi pada sel VI (jaga dan pertahankan) dalam matriks Internal – eksternal (IE) dan pemetaan faktor internal dan eksternal pada diagram matrik berada di kuadran I. Hal ini menunjukan bahwa  kondisi Agrowisata Kebun Kopi berada pada posisi hold and maintain dan strategi  yang  tepat  untuk diterapkan adalah  strategi  S-O.  Strategi yang dihasilkan yaitu (1) Melakukan kerja sama dengan pemerintah dan warga setempat di sekitar lokasi usaha untuk menjaga dan merawat infrastruktur jalan serta lalu lintasnya agar memudahkan konsumen yang akan berkunjung ke Agrowisata Kebun Kopi.. (2) Meluaskan area tanaman Kopi untuk  pengembangan  Agrowisata

    PENGARUH INTERVAL PEMBERIAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.)

    No full text
    Selada merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari masyarakat dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. produksi selada di Indonesia masih tergolong rendah sehingga belum memenuhi kebutuhan selada nasional. Pemberian air merupakan salah satu faktor penting untuk dilakukan, dimana air berfungsi sebagai pereaksi dalam proses fotosintesis dan berbagai proses hidrolisis, serta untuk menjaga turginitas tanaman, dengan demikian perlu adanya penelitian untuk meningkatkan hasil selada dengan pemberian air yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interval pemberian air yang lebih baik bagi pertumbuhan tanaman selada. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah kaca Fakultas Pertanian, yang berlangsung  bulan Agustus sampai dengan bulan September  2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang dikelompokan berdasarkan tinggi tanaman yaitu kelompok I (rendah), Kelompok II (sedang), Kelompok III (sedang), Kelompok IV (tinggi)   dengan perlakuan interval pemberian air secara langsung pada media tanam, yaitu A1 (Penyiraman 1  hari sekali), A2 (Penyiraman 2 hari sekali), A3 (Penyiraman 3 hari sekali), dan A4  (Penyiraman 4 hari sekali), setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga menghasilkan 16 unit percobaan, setiap unit percobaan diwakili oleh 4 tanaman, sehingga secara keseluruhan digunakan 64 tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis keragaman atau uji F pada taraf ?=0,05. dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf ?=0,05. Hasil penelitian interval pemberian air terhadap pertumbuhan tanaman selada dapat disimpulkan menunjukan bahwa interval pemberian air berpengaruh  nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot segar tajuk  tanaman. Perlakuan pemberian air 1 hari sekali dengan kondisi kapasitas lapang menghasilkan tinggi tanaman dan bobot segar tajuk tanaman selada yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan penyiraman 2, 3, dan 4 hari sekali

    EKSPLORASI CENDAWAN PADA BUAH KAKAO BEKAS SERANGAN Helopeltis sp. (Hemiptera: Miridae) PADA PERKEBUNAN KAKAO DI KECAMATAN TAPANGO KABUPATEN POLEWALI MANDAR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa jenis cendawan yang berasosiasi pada buah kakao akibat serangan hama Helopeltis sp. pada perkebunan kakao rakyat untuk dikembangkan sebagai agens hayati hama Helopeltis sp. Peneltian ini dilakukan di dua tempat yaitu Desa Tapango, Kab.Polewali Mandar dan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Universitas Tadulako. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai dengan  April 2023. Sampel buah yang terserang Helopeltis sp. disterilkan dan diisolasi kedalam media Potato Dextrose Agar (PDA), isolat yang sudah berumur 7-14 hari kemudian diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis berdasarkan karakter morfologinya, dan dilanjutkan uji patogenisitas dengan menggunakan metode postulat Koch pengenceran 10-6. Hasil penelitiannya ditemukan 2 jenis cendawan entomopatogen yang berasosiasi yaitu cendawan Aspergillus flavus dan Verticillium sp. Hasil uji postulat Koch menunjukkan bahwa Aspergillus flavus dan Verticillium sp. dapat menginfeksi serangga uji  dan rata-rata infeksi terjadi pada hari keempat

    MUTU BENIH BAWANG MERAH (Allium wakegi Araki) PADA PERLAKUAN EKSTRAK RUMPUT LAUT DAN LAMA PENYIMPANAN

    No full text
        Rumput laut mengandung ZPT seperti auksin, sitokinin dan giberelin yang mampu mendorong pembelahan sel. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh konsentrasi ekstrak rumput laut lato dan lama penyimpanan yang dapat mempertahankan kualitas benih bawang merah varietas lembah palu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan maret sampai mei 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama perendaman dengan zat pengatur tumbuh dari ekstrak rumput laut lato dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 10%, 20% dan 30%. Faktor kedua lama Penyimpanan yang terdiri dari penyimpanan 30 hari, penyimpanan 40 hari dan penyimpanan 50 hari. Dengan demikian terdapat 9 perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Umur simpan 40 hari memberikan hasil yang lebih baik terhadap variable amatan tinggi tanaman yaitu 7 HST  dan 14 HST. Pemberian konsentrasi Ekstrak rumput laut lato 30% memberikan hasil yang lebih baik terhadap tinggi tanaman pada 7 HST dengan rata-rata tinggi tanaman 143,73 cm dan 14 HST dengan rata – rata tinggi tanaman 278,55 cm

    PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG KAMBING DAN MULSA PLASTIK HITAM PERAK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Var Rubrum)

    Get PDF
    Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai ramuan rempah-rempah, campuran makanan, minuman, kosmetik dan parfum. Produksi jahe di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yaitu pada Tahun 2012 sekitar 114.537.65 ton meningkat menjadi 32.888.249 ton pada Tahun 2016. Salah satu usaha yang dapat dilakukan peningkatan produktivitas tanaman jahe secara intensifikasi adalah dengan penggunaan mulsa dan pemupukan yang berimbang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang dan mulsa pelastik hitam perak terhadap pertumbuhan tanaman jahe merah. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Simagaya, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala Waktu pelaksanaan penelitian dimulai dari bulan Maret sampai Juni 2021. Penelitian didesain menurut Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang kambing yang terdiri dari tiga taraf yaitu P0 = tanpa menggunakan pupuk, P1 = pupuk kandang kambing 10 ton/ha (1,8 kg/petak), P2 = pupuk kandang kambing 15 ton/ha (2,7 kg/petak), P3= pupuk kandang kambing 20 ton/ha (3,6 kg/petak). Faktor kedua adalah penggunaan mulsa yang terdiri dari dua aras yaitu M0 = tanpa mulsa (kontrol), M1 = mulsa pelastik hitam perak. Dengan demikian maka kombinasi dari dua faktor maka diperoleh 8 unit dan diulang 4 kali sehingga diperoleh 32 unit percobaan. Setiap unit percobaan diamati 6 sampel tanaman, dengan demikan jumlah tanaman keseluruhan adalah 192 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang kambing 20 ton/ha (3,6 kg/petak) dengan mulsa plastik hitam perak memberikan pertumbuhan tanaman jahe merah yang lebih baik.          &nbsp

    RESPON ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) DAN TINGKAT KEMATANGAN BUAH KAKAO TERHADAP MUTU FISIOLOGIS BENIH KAKAO (Theobroma cacao L.)

    Get PDF
    The research aims to obtain the type of growth regulator that provides the best physiological quality for cacao seeds. To obtain a level of maturity that provides the best physiological quality of cacao  seeds. carried out at the Seed Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Tadulako University. The research period started from February to March 2024. This research was structured using a Randomized Block Design consisting of two factors. The first factor consisted of 3 levels of treatment, namely Control (without ZPT), Young Coconut Water and ZPT Cytokinin benzyl adenine, with 3 levels Treatment: Control (without ZPT), young coconut water 50%, PGR Cytoconine benzyl adenine 30%, The second factor is the maturity level of cacao seeds consisting of 3 levels namely, yellow in the groove of the fruit, yellow in the groove and back of the fruit, yellow in all parts of the fruit.               The research results showed that the interaction of growth regulators and the level of maturity of the cacao fruit had an effect on the speed of germination. The use of growth regulators in the form of cytokinin 30% benzyl adenine improves the physiological quality of cocoa seeds. The level of maturity of cocoa pods has a positive impact on the physiological quality of cacao seed

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇