Fikiran Masyarakat
Not a member yet
    89 research outputs found

    Perbedaan Penerimaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Kalangan Mahasiswa Perguruan Tinggi Islam

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbedaan penerimaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam kalangan mahasiswa perguruan tinggi Islam. Secara khususnya, bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap terhadap TIK antara mahasiswa alumni pondok pesantren dengan alumni non-pondok pesantren. Sikap ditinjau berdasarkan model Unified Theory of Acceptance and Usage of Technology (UTAUT II) yaitu kegunaan (performance expectancy), keyakinan (effort expectancy), pengaruh sosial (social influence), keadaan fasilitas (facilitating condition), motivasi hedonik (hedonic motivation), harga (price value), kebiasaan (habit) dan tingkah laku (behavioral intention). Penelitian ini dilaksanakan terhadap 805 orang mahasiswa jurusan Pendidikan Islam di institusi perguruan tinggi Islam Sumatera Barat yang dipilih secara bertujuan yaitu mahasiswa semester 1 dan semester akhir saja. Penelitian ini merupakan penelitian survey secara kuantitatif dengan menggunakan kuesioner skala Likert 5 poin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penerimaan yang signifikan dalam aspek keyakinan, pengaruh sosial, keadaan fasilitas, motivasi hedonik, harga dan kebiasaan. Aspek kegunaan dan niat tingkah laku tidak terdapat perbedaan penerimaanPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbedaan penerimaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam kalangan mahasiswa perguruan tinggi Islam. Secara khususnya, bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap terhadap TIK antara mahasiswa alumni pondok pesantren dengan alumni non-pondok pesantren. Sikap ditinjau berdasarkan model Unified Theory of Acceptance and Usage of Technology (UTAUT II) yaitu kegunaan (performance expectancy), keyakinan (effort expectancy), pengaruh sosial (social influence), keadaan fasilitas (facilitating condition), motivasi hedonik (hedonic motivation), harga (price value), kebiasaan (habit) dan tingkah laku (behavioral intention). Penelitian ini dilaksanakan terhadap 805 orang mahasiswa jurusan Pendidikan Islam di institusi perguruan tinggi Islam Sumatera Barat yang dipilih secara bertujuan yaitu mahasiswa semester 1 dan semester akhir saja. Penelitian ini merupakan penelitian survey secara kuantitatif dengan menggunakan kuesioner skala Likert 5 poin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penerimaan yang signifikan dalam aspek keyakinan, pengaruh sosial, keadaan fasilitas, motivasi hedonik, harga dan kebiasaan. Aspek kegunaan dan niat tingkah laku tidak terdapat perbedaan penerimaan

    Amalan - Amalan Kerohanian Dalam Kalangan Pesakit Kanser Wanita

    Get PDF
    Kerohanian menurut Islam merupakan aspek penting yang perlu difahami oleh semua pesakit kanser. Ia sangat sesuai diaplikasikan oleh pesakit kanser wanita. Namun, terdapat segelintir manusia apabila menghadapi ujian kesakitan, mereka tidak redha dan sabar sehingga tiada harapan untuk meneruskan kehidupan. Selain itu, terdapat juga pesakit yang mengambil jalan pintas iaitu mendapatkan kaedah rawatan tradisional seperti bomoh, pawang dan sebagainya. Akibatnya ramai pesakit yang menganggap ujian ini sebenarnya tiada harapan lagi dan hanya menunggu ajal sahaja. Bahkan juga ada sebahagian amalan mereka jauh menyimpang daripada ajaran Islam. Hal ini menyebabkan pesakit mengamalkan rawatan yang tidak betul dan bertentangan dengan tuntutan syarak seperti mengamalkan mantera yang jelas terpesong dari akidah Islam. Kertas kerja ini bertujuan untuk mengkaji amalan-amalan kerohanian yang boleh diamalkan oleh pesakit kanser wanita. Reka bentuk kajian adalah kuantitatif yang berbentuk kajian tinjauan. Data dikumpulkan menerusi borang soal selidik dan dianalisis menggunakan perisian komputer Statistical Package for the Social Science (SPSS) Version 23 berdasarkan kekerapan, peratus dan min. Dapatan kajian menunjukkan bahawa amalan-amalan kerohanian amat sesuai diamalkan dalam kalangan pesakit kanser wanita seperti membaca al-Quran, berzikir, berdoa, beristighfar, qiamullail, berpuasa, mengerjakan haji dan umrah serta bermuhasabah untuk membentuk kehidupan mereka agar berterusan dengan baik.Kerohanian menurut Islam merupakan aspek penting yang perlu difahami oleh semua pesakit kanser. Ia sangat sesuai diaplikasikan oleh pesakit kanser wanita. Namun, terdapat segelintir manusia apabila menghadapi ujian kesakitan, mereka tidak redha dan sabar sehingga tiada harapan untuk meneruskan kehidupan. Selain itu, terdapat juga pesakit yang mengambil jalan pintas iaitu mendapatkan kaedah rawatan tradisional seperti bomoh, pawang dan sebagainya. Akibatnya ramai pesakit yang menganggap ujian ini sebenarnya tiada harapan lagi dan hanya menunggu ajal sahaja. Bahkan juga ada sebahagian amalan mereka jauh menyimpang daripada ajaran Islam. Hal ini menyebabkan pesakit mengamalkan rawatan yang tidak betul dan bertentangan dengan tuntutan syarak seperti mengamalkan mantera yang jelas terpesong dari akidah Islam. Kertas kerja ini bertujuan untuk mengkaji amalan-amalan kerohanian yang boleh diamalkan oleh pesakit kanser wanita. Reka bentuk kajian adalah kuantitatif yang berbentuk kajian tinjauan. Data dikumpulkan menerusi borang soal selidik dan dianalisis menggunakan perisian komputer Statistical Package for the Social Science (SPSS) Version 23 berdasarkan kekerapan, peratus dan min. Dapatan kajian menunjukkan bahawa amalan-amalan kerohanian amat sesuai diamalkan dalam kalangan pesakit kanser wanita seperti membaca al-Quran, berzikir, berdoa, beristighfar, qiamullail, berpuasa, mengerjakan haji dan umrah serta bermuhasabah untuk membentuk kehidupan mereka agar berterusan dengan baik

    Dampak Otonomi Daerah Terhadap Politik Etnisitas: Upaya Mengantisipasi Gejolak Konflik

    Get PDF
    Otonomi daerah sejak digulirkan sampai sekarang telah ditafsirkan dalam berbagai sudut pandang, bergantung dari kelincanhan seseorang atau kelompok di dalam memaknainya. Salah satu kelompok yang memiliki kelincahan pemikiran itu adalah kaum akademisi. Tulisan ini ingin menjelaskan dampak otonomi daerah terhadap etnisitas, kaitannya dengan antisipasi terjadinya konflik sosial. Tulisan ini sesungguhnya sari dari hasil seminar yang diselenggarakan oleh LAB FISIP UMSU khususnya bagi pada Doktor yang baru pulang dari studi diberbagai Perguruan Tinggi baik dalam dan luar negeri. Sebagai hasil penelitian, tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif, melihat secara langsung berbagai fenomena yang terjadi di lapangan. Tulisan ini memperoleh temuan bahwa titik kelemahan otonomi daerah yang dilaksanakan sekarang ini diduga terletak kepada kedangkalan pemaknaan makna otonomi daerah oleh masyarakat suatu daerah yang diserahi otonomi. Penyerahan otonomi daerah dimaknai sebagai penyerahan kekuasaan secara utuh, dengan mengabaikan kebersamaan dalam satu negara NKRI, atau mengurangi sukatan hidup di atas keberagaman.Otonomi daerah sejak digulirkan sampai sekarang telah ditafsirkan dalam berbagai sudut pandang, bergantung dari kelincanhan seseorang atau kelompok di dalam memaknainya. Salah satu kelompok yang memiliki kelincahan pemikiran itu adalah kaum akademisi. Tulisan ini ingin menjelaskan dampak otonomi daerah terhadap etnisitas, kaitannya dengan antisipasi terjadinya konflik sosial. Tulisan ini sesungguhnya sari dari hasil seminar yang diselenggarakan oleh LAB FISIP UMSU khususnya bagi pada Doktor yang baru pulang dari studi diberbagai Perguruan Tinggi baik dalam dan luar negeri. Sebagai hasil penelitian, tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif, melihat secara langsung berbagai fenomena yang terjadi di lapangan. Tulisan ini memperoleh temuan bahwa titik kelemahan otonomi daerah yang dilaksanakan sekarang ini diduga terletak kepada kedangkalan pemaknaan makna otonomi daerah oleh masyarakat suatu daerah yang diserahi otonomi. Penyerahan otonomi daerah dimaknai sebagai penyerahan kekuasaan secara utuh, dengan mengabaikan kebersamaan dalam satu negara NKRI, atau mengurangi sukatan hidup di atas keberagaman

    Syarat – Syarat Iqta’ dalam Undang-Undang Tanah Islam

    Get PDF
    Pelupusan tanah merupakan perkara yang tidak asing dalam bidang pengurusan tanah. Dalam undang-undang tanah Islam, pelupusan boleh dinisbahkan kepada iqta’. Iqta’ adalah satu konsep pemberian tanah oleh pihak kerajaan kepada rakyat samada individu atau kumpulan tertentu. Berdasarkan kepada konsep tersebut, timbul persoalan berkaitan dengan syarat-syarat yang dikenakan sebelum berlakunya iqta’ kerana sudah pasti perkara penting seperti tanah ini tidak diberi sewenang-wenangnya kepada penerima tanpa ada sebarang syarat yang mengikat. Terdapat juga syarat-syarat yang melibatkan perkara selain daripada penerima yang turut perlu diambilkira untuk menyempurnakan proses iqta’. Justeru, artikel ini bertujuan untuk mengkaji syarat-syarat yang perlu dipenuhi sebelum berlakunya proses iqta’ berdasarkan hadis dan karya ulama-ulama silam. Syarat-syarat tersebut meliputi semua aspek yang terlibat dalam proses iqta’. Kajian ini berbentuk kualitatif dengan mengambil pendekatan metode tatacara pengumpulan data dan penganalisan data yang disampaikan secara deskriptif. Hasil kajian mendapati bahawa syarat-syarat berlakunya iqta’ tidak tertumpu kepada penerimanya sahaja bahkan beberapa perkara lain juga. Ini termasuklah tempoh masa iqta’, penjagaan hak awam, status tanah dan juga tujuan mendapatkan iqta’. Syarat-syarat ini membuktikan bahawa undang-undang tanah dalam Islam adalah sebuah undang-undang yang stabil dan lengkap walaupun ianya tidak termaktub secara teratur dalam undang-undang bertulis sepertimana undang-undang yang ada pada hari ini.Pelupusan tanah merupakan perkara yang tidak asing dalam bidang pengurusan tanah. Dalam undang-undang tanah Islam, pelupusan boleh dinisbahkan kepada iqta’. Iqta’ adalah satu konsep pemberian tanah oleh pihak kerajaan kepada rakyat samada individu atau kumpulan tertentu. Berdasarkan kepada konsep tersebut, timbul persoalan berkaitan dengan syarat-syarat yang dikenakan sebelum berlakunya iqta’ kerana sudah pasti perkara penting seperti tanah ini tidak diberi sewenang-wenangnya kepada penerima tanpa ada sebarang syarat yang mengikat. Terdapat juga syarat-syarat yang melibatkan perkara selain daripada penerima yang turut perlu diambilkira untuk menyempurnakan proses iqta’. Justeru, artikel ini bertujuan untuk mengkaji syarat-syarat yang perlu dipenuhi sebelum berlakunya proses iqta’ berdasarkan hadis dan karya ulama-ulama silam. Syarat-syarat tersebut meliputi semua aspek yang terlibat dalam proses iqta’. Kajian ini berbentuk kualitatif dengan mengambil pendekatan metode tatacara pengumpulan data dan penganalisan data yang disampaikan secara deskriptif. Hasil kajian mendapati bahawa syarat-syarat berlakunya iqta’ tidak tertumpu kepada penerimanya sahaja bahkan beberapa perkara lain juga. Ini termasuklah tempoh masa iqta’, penjagaan hak awam, status tanah dan juga tujuan mendapatkan iqta’. Syarat-syarat ini membuktikan bahawa undang-undang tanah dalam Islam adalah sebuah undang-undang yang stabil dan lengkap walaupun ianya tidak termaktub secara teratur dalam undang-undang bertulis sepertimana undang-undang yang ada pada hari ini

    Pendekatan Motivasi dalam Menangani Tingkah Laku Remaja Berisiko

    Get PDF
    Zaman remaja adalah zaman perkembangan yang agak rumit dan sukar difahami bagi orang disekeliling, pada waktu ini akan berlakunya perkembangan dan perubahan dari sudut mental dan fizikal serta berubahan emosi, bagi remaja yang tidak dapat kawal konflik dalam jiwa dan masalah yang dihadapi,mereka berpotensi mengalami tekanan perasaan sertamudah terjerumus dengan gejala sosial. Oleh itu, kajian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang remaja berisiko danbentuk tingkah laku remaja berisiko, pendekatan psikologi dakwah melalui pendekatan motivasi kepada remaja berisiko. Responden kajian ini adalah seramai 73 orang pelajar sekolah Tunas Bakti Teluk Air Tawar Butterworth Pulau Pinang iaitu Institusi pemulihan akhlak bagi remaja berumur antara 12 hingga 20 tahun yang terlibat dengan jenayah dan tidak dapat dikawal oleh ibu bapa, mereka dimasukkan sekolah ini dibawah perintah mahkamah Kajian ini telah dijalankan pada Januari 2017 dengan menggunakan reka bentuk tinjauan secara kuantitatif melalui persampelan secara rawak.Selain itu, kajian ini menggunakan instrument soal selidik dan dianalisis menggunakan perisian Statistical Package for the social Sciences (SPSS versi 23), data kajian ini dianalisis menggunakan analisis diskriptif (kekerapan, peratus dan min). Hasil kajian mendapati tiga bentuk tingkah laku yang mempunyai nilai min yang tinggi iaitu merokok, ponteng sekolah, bergaduh. Artikel ini bertujuan mengkaji pendekatan psikologi dakwah melalui pendekatan motivasi kepada remaja berisiko di Sekolah Tunas Bakti Teluk Air Tawar, Butterworth – Pulau Pinang, Malaysia.Zaman remaja adalah zaman perkembangan yang agak rumit dan sukar difahami bagi orang disekeliling, pada waktu ini akan berlakunya perkembangan dan perubahan dari sudut mental dan fizikal serta berubahan emosi, bagi remaja yang tidak dapat kawal konflik dalam jiwa dan masalah yang dihadapi,mereka berpotensi mengalami tekanan perasaan sertamudah terjerumus dengan gejala sosial. Oleh itu, kajian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang remaja berisiko danbentuk tingkah laku remaja berisiko, pendekatan psikologi dakwah melalui pendekatan motivasi kepada remaja berisiko. Responden kajian ini adalah seramai 73 orang pelajar sekolah Tunas Bakti Teluk Air Tawar Butterworth Pulau Pinang iaitu Institusi pemulihan akhlak bagi remaja berumur antara 12 hingga 20 tahun yang terlibat dengan jenayah dan tidak dapat dikawal oleh ibu bapa, mereka dimasukkan sekolah ini dibawah perintah mahkamah Kajian ini telah dijalankan pada Januari 2017 dengan menggunakan reka bentuk tinjauan secara kuantitatif melalui persampelan secara rawak.Selain itu, kajian ini menggunakan instrument soal selidik dan dianalisis menggunakan perisian Statistical Package for the social Sciences (SPSS versi 23), data kajian ini dianalisis menggunakan analisis diskriptif (kekerapan, peratus dan min). Hasil kajian mendapati tiga bentuk tingkah laku yang mempunyai nilai min yang tinggi iaitu merokok, ponteng sekolah, bergaduh. Artikel ini bertujuan mengkaji pendekatan psikologi dakwah melalui pendekatan motivasi kepada remaja berisiko di Sekolah Tunas Bakti Teluk Air Tawar, Butterworth – Pulau Pinang, Malaysia

    Survey Keberadaan TV Muhammadiyah (TV-Mu) di Tingkat Ranting Warga Muhammadiyah

    Get PDF
    Televisi merupakan media informasi yang effektif untuk memberikan informasi secara audio dan visual. Dalam perkembangnya siaran – siaran program televisi, wawancara langsung, film (dokumenter, hiburan), realita, SINETRON (sinema elektronik), iklan serta acara atau program siaran keagamaan. Program siaran keagamaan telah ada sejak adanya siaran TVRI sebagai stasiun pemancar TV pemerintah serta diikuti oleh TV – TV swasta lainnya namun waktu penayangannya relatif singkat atau cepat. Sehingga dirasakan perlunya televisi yang menyiarkan program – program bernuansa keagamaan dan Islami. Salah satu pemancar televisi keagamaan yaitu TV-Mu (TV Muhammadiyah) yang didirikan oleh PP Muhammadiyah. Stasiun pemancar TV-Mu bertujuan sebagai media dakwah dengan menyiarkan program – program pengetahuan agama dan kemuhammadiyahan serta seluruh kegiatan – kegiatan yang ada diperserikatan Muhammadiyah. Berdasarkan tujuan dakwah tersebut perlu untuk melakukan pengukuran pendapat TV-Mu pada tiga kawasan yaitu: Ranting Tanjung Barat – Cabang Pasar Minggu; Ranting Ciganjur – Cabang Cipedak dan Cabang Kebayoran Baru serta untuk mengetahui apakah warga Muhammadiyah sudah mengetahui keberadaan TV Muhammadiyah dan mengetahui isi siaran – siaran program dari TV MU, serta dirasakan manfaatnya bagi ranting – ranting Muhammadiyah. Ini juga merupakan penilaian kualitatif dan umpan-balik dari warga Muhammadiyah (khususnya tingkat ranting) untuk TV MU yang dibawah langsung PP Muhammadiyah.Televisi merupakan media informasi yang effektif untuk memberikan informasi secara audio dan visual. Dalam perkembangnya siaran – siaran program televisi, wawancara langsung, film (dokumenter, hiburan), realita, SINETRON (sinema elektronik), iklan serta acara atau program siaran keagamaan. Program siaran keagamaan telah ada sejak adanya siaran TVRI sebagai stasiun pemancar TV pemerintah serta diikuti oleh TV – TV swasta lainnya namun waktu penayangannya relatif singkat atau cepat. Sehingga dirasakan perlunya televisi yang menyiarkan program – program bernuansa keagamaan dan Islami. Salah satu pemancar televisi keagamaan yaitu TV-Mu (TV Muhammadiyah) yang didirikan oleh PP Muhammadiyah. Stasiun pemancar TV-Mu bertujuan sebagai media dakwah dengan menyiarkan program – program pengetahuan agama dan kemuhammadiyahan serta seluruh kegiatan – kegiatan yang ada diperserikatan Muhammadiyah. Berdasarkan tujuan dakwah tersebut perlu untuk melakukan pengukuran pendapat TV-Mu pada tiga kawasan yaitu: Ranting Tanjung Barat – Cabang Pasar Minggu; Ranting Ciganjur – Cabang Cipedak dan Cabang Kebayoran Baru serta untuk mengetahui apakah warga Muhammadiyah sudah mengetahui keberadaan TV Muhammadiyah dan mengetahui isi siaran – siaran program dari TV MU, serta dirasakan manfaatnya bagi ranting – ranting Muhammadiyah. Ini juga merupakan penilaian kualitatif dan umpan-balik dari warga Muhammadiyah (khususnya tingkat ranting) untuk TV MU yang dibawah langsung PP Muhammadiyah

    Bimbingan Saudara Baru Melalui Model Pendidikan Berasrama di Asrama Darul Hidayah, Kuala Lumpur

    Get PDF
    Kajian ini menfokuskan penerapan model pendidikan berasrama kepada saudara baru. Ia merupakan kaedah bimbingan saudara baru yang digunakan oleh pihak Jabatan Agama Islam Wilayah (JAWI). Memandangkan saudara baru adalah golongan yang belum kukuh kefahaman dan pegangan mereka terhadap agama Islam. Maka, model bimbingan saudara baru berkonsepkan asrama diwujudkan bagi membentuk persekitaran yang bercorak Islami. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep model pendidikan berasrama, mengetahui pelaksanaan model pendidikan berasrama di Asrama Darul Hidayah dan mengenal pasti nilai-nilai Islam yang wujud dalam model pendidikan berasrama. Kajian ini merupakan kajian kualitatif (kualitatif research). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Model analisis data yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif analisis. Dengan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kajian menunjukkan bahawa bimbingan yang diterapkan melalui model pendidikan berasrama mempunyai elemen-elemen pembelajaran, kelaziman, pengembangan diri, keteladanan, menjalin komunikasi dengan para mubaligh (pengajar), penerima nasihat dan perhatian. Elemen-elemen tersebut menyumbang kepada penambahbaikan dalam meningkatkan kualiti saudara baru dalam aspek ilmu pengetahuan Islam, pengamalannya sekaligus mampu berinteraksi bersama masyarakat dengan baik.Kajian ini menfokuskan penerapan model pendidikan berasrama kepada saudara baru. Ia merupakan kaedah bimbingan saudara baru yang digunakan oleh pihak Jabatan Agama Islam Wilayah (JAWI). Memandangkan saudara baru adalah golongan yang belum kukuh kefahaman dan pegangan mereka terhadap agama Islam. Maka, model bimbingan saudara baru berkonsepkan asrama diwujudkan bagi membentuk persekitaran yang bercorak Islami. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep model pendidikan berasrama, mengetahui pelaksanaan model pendidikan berasrama di Asrama Darul Hidayah dan mengenal pasti nilai-nilai Islam yang wujud dalam model pendidikan berasrama. Kajian ini merupakan kajian kualitatif (kualitatif research). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Model analisis data yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif analisis. Dengan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kajian menunjukkan bahawa bimbingan yang diterapkan melalui model pendidikan berasrama mempunyai elemen-elemen pembelajaran, kelaziman, pengembangan diri, keteladanan, menjalin komunikasi dengan para mubaligh (pengajar), penerima nasihat dan perhatian. Elemen-elemen tersebut menyumbang kepada penambahbaikan dalam meningkatkan kualiti saudara baru dalam aspek ilmu pengetahuan Islam, pengamalannya sekaligus mampu berinteraksi bersama masyarakat dengan baik

    Pengajian Hadith di Masjid Malaysia

    Get PDF
    Di Malaysia, pengajian hadis telah menjadi kebiasaan bagi masyarakat kajian ini iaitu untuk mengkaji isu dan masalah pengajian hadis di masjid Malaysia Proses pengumpulan data adalah melalui data primer iaitu data yang diperoleh hasil daripada temu bual dan data sekunder iaitu data yang diperoleh daripada sumber dokumen, buku, artikel dan jurnal. Daripada penulisan yang telah dilakukan penulis dapat menyimpulkan bahawa pengajian hadith pada hakikatnya bermula pada zaman Rasulullah SAW. lagi sehingga disambung oleh generasi para sahabat seterusnya tabiin dan tabi’ tabiin. Kajian ini juga menyentuh pengajian hadith yang berlangsung di Malaysia ia tertumpu kepada cabaran yang dihadapi oleh Negara Malaysia dalam menyampaikan sesebuah hadith, cabaran tersebut merangkumi pemeliharaan kesucian hadith dan menyekat penyebaran hadith palsu. Dalam pada itu institusi masjid berperanan sebagai pusat ibadat dan penyebaran dakwah. Pengajian hadith merupakan sebuah medium penyampain dakwah yang begitu penting kepada masyarakat untuk mewujudkan kefahaman dan pemeliharaan khazanah hadith serta kitab-kitab hadith. Dalam bab ini juga menyatakan kitab-kitab yang digunakan dalam pengajian hadith di masjid. Antara kitab yang digunakan oleh institusi masjid dalam menyebarkan dakwah adalah kitab Riyadhus Salihin, hadith 40 Imam al-Nawawi, Bulughul Maram, Bahrul Madhi dan Mastika Hadith. Disamping itu juga penulis membawakan tokoh-tokoh yang telah bergiat aktif dalam penyampaian pengajian hadith di masjid-masjid. Diantara ulamak tersebut seperti Maulana Tok Khurasan, Maulana Asri Abdul Hamid dan Dr Abdul Hayei Abdul Sukor, ketokohan mereka dalam meyampaikan dakwah dalam pengajian hadith tidak dinafikan bahkan mendapat sambutan yang agak baik oleh pengurusan masjid dan masyarakat. Kebiasaanya metod yang digunakan oleh penceramah atau tenaga pengajar di masjid-masjid hampir sama salah satunya adalah dengan membaca kitab hadith, pengajian hadith berbentuk tematik, tidak tertumpu kepada kitab iaitu mencakupi ilmu syariah akidah dan akhlak, dan penyampaian lebih kepada memberi kesedaran dalam agama Islam.Di Malaysia, pengajian hadis telah menjadi kebiasaan bagi masyarakat kajian ini iaitu untuk mengkaji isu dan masalah pengajian hadis di masjid Malaysia Proses pengumpulan data adalah melalui data primer iaitu data yang diperoleh hasil daripada temu bual dan data sekunder iaitu data yang diperoleh daripada sumber dokumen, buku, artikel dan jurnal. Daripada penulisan yang telah dilakukan penulis dapat menyimpulkan bahawa pengajian hadith pada hakikatnya bermula pada zaman Rasulullah SAW. lagi sehingga disambung oleh generasi para sahabat seterusnya tabiin dan tabi’ tabiin. Kajian ini juga menyentuh pengajian hadith yang berlangsung di Malaysia ia tertumpu kepada cabaran yang dihadapi oleh Negara Malaysia dalam menyampaikan sesebuah hadith, cabaran tersebut merangkumi pemeliharaan kesucian hadith dan menyekat penyebaran hadith palsu. Dalam pada itu institusi masjid berperanan sebagai pusat ibadat dan penyebaran dakwah. Pengajian hadith merupakan sebuah medium penyampain dakwah yang begitu penting kepada masyarakat untuk mewujudkan kefahaman dan pemeliharaan khazanah hadith serta kitab-kitab hadith. Dalam bab ini juga menyatakan kitab-kitab yang digunakan dalam pengajian hadith di masjid. Antara kitab yang digunakan oleh institusi masjid dalam menyebarkan dakwah adalah kitab Riyadhus Salihin, hadith 40 Imam al-Nawawi, Bulughul Maram, Bahrul Madhi dan Mastika Hadith. Disamping itu juga penulis membawakan tokoh-tokoh yang telah bergiat aktif dalam penyampaian pengajian hadith di masjid-masjid. Diantara ulamak tersebut seperti Maulana Tok Khurasan, Maulana Asri Abdul Hamid dan Dr Abdul Hayei Abdul Sukor, ketokohan mereka dalam meyampaikan dakwah dalam pengajian hadith tidak dinafikan bahkan mendapat sambutan yang agak baik oleh pengurusan masjid dan masyarakat. Kebiasaanya metod yang digunakan oleh penceramah atau tenaga pengajar di masjid-masjid hampir sama salah satunya adalah dengan membaca kitab hadith, pengajian hadith berbentuk tematik, tidak tertumpu kepada kitab iaitu mencakupi ilmu syariah akidah dan akhlak, dan penyampaian lebih kepada memberi kesedaran dalam agama Islam

    Kajian Kes Pengambilan Tanah Wakaf di Kedah: Cadangan Penambahbaikan

    Get PDF
    Di Malaysia, mutakhir ini pengambilan tanah giat dilakukan oleh pihak berkuasa untuk melaksanakan beberapa siri projek – projek pembangunan. Antaranya seperti penambahbaikan dalam jaringan pengangkutan, pembangunan projek-projek perumahan dan pelbagai lagi projek dalam fasa pembinaan. Tidak terkecuali, pengambilan tanah ini melibatkan tanah yang berstatus wakaf apabila Akta Pengambilan Tanah (APT) 1960 digunakan bagi pengambilan tanah wakaf. Persoalannya, sampai bilakah pihak kerajaan akan terus melakukan pengambilan tanah wakaf ini?. Oleh yang demikian, suatu kajian telah dijalankan dengan menganalisis beberapa kes-kes pengambilan tanah wakaf di negeri Kedah. Pada setiap kes-kes pengambilan tanah wakaf ini terdapat isu dan masalah yang telah berlaku sepanjang proses pengambilan tanah wakaf ini. Oleh itu, objektif kajian ini adalah untuk mengemukakan beberapa cadangan penambahbaikan bagi isu dan masalah dalam pengambilan tanah wakaf di negeri Kedah. Proses pengumpulan data adalah melalui data primer iaitu data yang diperoleh hasil daripada temu bual dan data sekunder iaitu data yang diperoleh daripada sumber dokumen, buku, artikel dan jurnal. Data daripada temu bual dianalisis menggunakan teknik analisis secara kandungan manakala data daripada sumber dokumen iaitu kajian kes dianalisis menggunakan teknik analisis secara diskriptif dan naratif (quote). Hasil daripada kajian ini mendapati perlunya pindaan dilakukan pada Akta Pengambilan Tanah (APT) 1960.Di Malaysia, mutakhir ini pengambilan tanah giat dilakukan oleh pihak berkuasa untuk melaksanakan beberapa siri projek – projek pembangunan. Antaranya seperti penambahbaikan dalam jaringan pengangkutan, pembangunan projek-projek perumahan dan pelbagai lagi projek dalam fasa pembinaan. Tidak terkecuali, pengambilan tanah ini melibatkan tanah yang berstatus wakaf apabila Akta Pengambilan Tanah (APT) 1960 digunakan bagi pengambilan tanah wakaf. Persoalannya, sampai bilakah pihak kerajaan akan terus melakukan pengambilan tanah wakaf ini?. Oleh yang demikian, suatu kajian telah dijalankan dengan menganalisis beberapa kes-kes pengambilan tanah wakaf di negeri Kedah. Pada setiap kes-kes pengambilan tanah wakaf ini terdapat isu dan masalah yang telah berlaku sepanjang proses pengambilan tanah wakaf ini. Oleh itu, objektif kajian ini adalah untuk mengemukakan beberapa cadangan penambahbaikan bagi isu dan masalah dalam pengambilan tanah wakaf di negeri Kedah. Proses pengumpulan data adalah melalui data primer iaitu data yang diperoleh hasil daripada temu bual dan data sekunder iaitu data yang diperoleh daripada sumber dokumen, buku, artikel dan jurnal. Data daripada temu bual dianalisis menggunakan teknik analisis secara kandungan manakala data daripada sumber dokumen iaitu kajian kes dianalisis menggunakan teknik analisis secara diskriptif dan naratif (quote). Hasil daripada kajian ini mendapati perlunya pindaan dilakukan pada Akta Pengambilan Tanah (APT) 1960

    Peranan Pegawai Penguatkuasa Agama (PPA) Dalam Melaksanakan Hisbah di Negeri Selangor

    Get PDF
    Hisbah merupakan salah satu elemen yang wujud dalam amalan pengurusan Islam bagi memenuhi tanggungjawab menyeru kepada kebajikan dan mencegah kemungkaran (amar maaruf nahi munkar). Ia mempunyai skop yang luas merangkumi aspek ekonomi, sosial dan politik. Dalam pelaksanaan hisbah di Selangor, tumpuan banyak diberikan kepada aspek yang pencegahan maksiat menerusi penubuhan skuad yang dinamakan dengan Pegawai Penguatkuasa Agama (PPA). Oleh itu kajian ini bertujuan untuk meneliti peranan sebenar PPA dalam melaksanakan hisbah Pengurusan Hal Ehwal Islam (PHEI) di Negeri Selangor khususnya dari sudut bidangkuasa. Ini merupakan kajian kualitatif yang menggunakan kaedah analisis dokumen dalam pengumpulan data kajian. Hasil kajian mendapati bahawa konsep hisbah yang dilaksanakan tertumpu kepada aspek kesalahan berhubung dengan kesusilaan (pencegahan maksiat), akidah, kesucian agama Islam dan institusinya serta kesalahan pelbagai. PPA juga turut memainkan peranan yang cukup besar dan penting dalam usaha menjalankan tugas amar maaruf nahi mungkar di Negeri Selangor demi menjaga kemaslahatan agama dan masyarakat Islam. Jelasnya bidangkuasa PPA dalam menjalankan tugas hisbah tersebut adalah tertakluk kepada apa yang telah termaktub di dalam enakmen-enakmen yang berhubung dengan undang-undang pentadbiran agama Islam Negeri Selangor Darul Ehsan. Kajian ini juga wajar diteruskan dan diperkembangkan lagi pada masa akan datang untuk kepentingan bersama bagi mentransformasikan Pengurusan Hal Ehwal Islam (PHEI) di Malaysia ke arah yang lebih baik khususnya dalam usaha pelaksanaan hisbah.Hisbah merupakan salah satu elemen yang wujud dalam amalan pengurusan Islam bagi memenuhi tanggungjawab menyeru kepada kebajikan dan mencegah kemungkaran (amar maaruf nahi munkar). Ia mempunyai skop yang luas merangkumi aspek ekonomi, sosial dan politik. Dalam pelaksanaan hisbah di Selangor, tumpuan banyak diberikan kepada aspek yang pencegahan maksiat menerusi penubuhan skuad yang dinamakan dengan Pegawai Penguatkuasa Agama (PPA). Oleh itu kajian ini bertujuan untuk meneliti peranan sebenar PPA dalam melaksanakan hisbah Pengurusan Hal Ehwal Islam (PHEI) di Negeri Selangor khususnya dari sudut bidangkuasa. Ini merupakan kajian kualitatif yang menggunakan kaedah analisis dokumen dalam pengumpulan data kajian. Hasil kajian mendapati bahawa konsep hisbah yang dilaksanakan tertumpu kepada aspek kesalahan berhubung dengan kesusilaan (pencegahan maksiat), akidah, kesucian agama Islam dan institusinya serta kesalahan pelbagai. PPA juga turut memainkan peranan yang cukup besar dan penting dalam usaha menjalankan tugas amar maaruf nahi mungkar di Negeri Selangor demi menjaga kemaslahatan agama dan masyarakat Islam. Jelasnya bidangkuasa PPA dalam menjalankan tugas hisbah tersebut adalah tertakluk kepada apa yang telah termaktub di dalam enakmen-enakmen yang berhubung dengan undang-undang pentadbiran agama Islam Negeri Selangor Darul Ehsan. Kajian ini juga wajar diteruskan dan diperkembangkan lagi pada masa akan datang untuk kepentingan bersama bagi mentransformasikan Pengurusan Hal Ehwal Islam (PHEI) di Malaysia ke arah yang lebih baik khususnya dalam usaha pelaksanaan hisbah

    86

    full texts

    89

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Fikiran Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇