138 research outputs found

    POTENSI GAS METHANE BATUBARA DI DAERAH KELAI, KABUPATEN BERAU, KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    A geological research was performed in the Berau Basin, to provide a better understanding on the potential and resources of coalbed methane (CBM) in Berau Regency, East Kalimantan Province, particularly in the Kelai Coalfield. Field observation conducted in the coalfield, shows that the banded to bright banded . Geochemical analysis shows the range of volatile matter content is from 35,17 – 40,11 %, total sulfur from 0,15 – 0,33 %, ash varies between 2,98 – 8,98 %, and fixed carbon from 39,29 – 40,34 %. Based on average of vitrinite reflectance 0,44 – 0,46 ,the coal rank of Kelai is sub-bituminous B . The Methane gas is resulted coming from biogenic process. The fairly well cleated Kelai coal shows cleat orientations trending North East – South West and perpendicular to nearly oblique to the Kelai syncline axis. An in-situ coal gas calculation tends to indicate a low to moderate methane content level, with a value of 4,40 m3/ton – 5,02 m3/t. Coal gas methane resources is 40,31 BCF.Key Words : Vitrinite reflectance, Cleat, Coalbed methan

    INTERPRETASI ANALISA CITRA SATELIT POTENSI NIKEL PULAU WAIGEO, KABUPATEN RAJA AMPAT, PROPINSI IRIAN JAYA BARAT

    No full text
    Berdasarkan hasil interpretasi dan analisa citra satelit (Landsat 7ETM+) daerah Waigeo yang menjelaskan kondisi geomorfologi dan struktur geologi, serta analisa dengan melakukan tumpang tindih hasil analisa citra dengan peta geologi yang ada menunjukkan daerah Waigeo merupakan daerah yang sangat berpotensi nikel dan mineral-mineral asosiasinya. Potensi nikel dan asosiasinya ditunjukkan dengan penyebaran iron oxide pada analisa crosta technique yang sifatnya setempat - setempat. Dari segi geologi ditunjukkan dengan penyebaran batuan ultramafik yang merupakan batuan tempat beradanya nikel dan asosiasinya. Nikel di daerah Waigeo berupa endapan laterit

    PEMETAAN GEOLOGI METODE LINTASAN SUNGAI

    No full text
    Daerah penelitian terletak di daerah Gunung Bahagia , Damai, Sumber Rejo, Kota Balikpapan, Propinsi Kalimantan TimurDalam pembahasan geologi daerah penelitian dengan metode lintas sungai pada daerah seluas 24 Km2 dengan skala : 1 : 25.000 . Pembahasan geomorfologi daerah penelitian yang dimaksud untuk mengetahui bentuk fisiografi yang ada , yaitu pembagian satuan morfologi type genetika, polah aliran dan stadia sungai daerah penelitian

    SIFAT FISIK & MANFAAT BATUAN BEKU DI DESA SAPULANTE, KECAMATAN PASREPAH KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR

    No full text
    Daerah telitian berada disekitar hasil kegiatan vulkanik Gunung Tengger di lereng Pegunungan Arjuno bagian timur laut pada ketinggian ± 250 mdpal, tepatnya di sekitar Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepah, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kondisi geologi lokasi penelitian terdiri dari Satuan lava trakit tersusun oleh perselang-selingan antara lava trakit dengan lapili dan aglomerat serta breksi vulkanik, Satuan breksi dan aglomerat dengan sisipan tipis lava dan Satuan perselingan lava traki-andesit dan andesit dengan breksi vulkanik. Hasil analisa sifat fisik 14 conto batuan terlihat bahwa batuan yang memiliki porositas sangat tinggi yaitu 17,17 % pada litologi lava trakit yang bertekstur skoria. Sedangkan nilai porositas terkecil 1,44 % pada litologi batu andesit. Nilai absorpsi dari tiap conto batuan berkisar antara 0,5–7,15 % selain itu nilai absorpsi tinggi yaitu 3,93 % dan 7,17 % juga terdapat pada litologi trakit bertekstur skoria. Analisa kuat tekan memperlihatkan bahwa kuat tekan lemah dapat dimanfaatkan sebagai batu hias atau tempel, tonggak & batu tepi jalan dan penutup lantai atau trotoar. Sedangkan kuat tekan kuat dapat dimanfaatkan sebagai pondasi bangunan ringan sampai bangunan sedang. Kemudian kuat tekan sangat kuat dapat dimanfaatkan sebagai pondasi bangunan berat

    KARAKTERISTIK ENDAPAN EMAS EPITERMAL SULFIDASI TINGGI DAN HUBUNGANNYA DENGAN MINERAL LEMPUNG HASIL ANALISA SPEKTRAL, DAERAH CIJULANG, KABUPATEN GARUT PROVINSI JAWA BARAT

    No full text
    Eksplorasi mineral bijih terutama emas saat ini memiliki target eksplorasi pada berbagai tipe endapan.Mineralisasi regional daerah Jawa Barat terdiri dari berbagai tipe endapan seperti endapan emas epitermal sulfidasi rendah (Cikotok, Cikidang, Pongkor), endapan porfiri (Cihurip, Jampang), vein epitermal Au–Zn,Pb,Cu (Arinem), tipe sulfidasi tinggi (Cibeureum, Cijulang).Geologi daerah Cijulang terdiri dari satuan andesit, crystalline tuff, phreatomagmatic breccia, juvenile rich phreatomagmatic breccia, dan microdiorite yang merupakan anggota Formasi Koleberes dan Formasi Jampang berumur Miosen akhir yang tertutup oleh satuan vulkaniklastik muda berumur Pleiosen.Endapan sulfidasi tinggi daerah Cijulang memiliki alterasi advanced argillic, argillic, propilitic, dan silisifikasi (massive quartz – vuggy quartz) dan mineralisasi terbentuk pada 3 fase yaitu pembentukan silika-pirit, enargit-kalkopirit, dan enargit-tenantit-kalkopirit-sfalerit-galena-stibnit.Analisa Terraspectral geology dominan yang dijumpai adalah kaolinit, dikit, pirofilit, sedangkan alunit hanya setempat dijumpai.Pola geokimia endapan emas high sulfidation epithermal daerah Cijulang berasosisasi dengan alterasi silifikasi (massvie quartz), dengan hubungan positif terhadap keberadaan mineral kaolinite-dickite yang berasosiasi oleh kehadiran pyrrophillite sebagai mineral penciri pathway mineralisasi emas. Pada alterasi advanced argillic terlihat terdapat juga anomali kehadiran emas (<0.2 ppm Au), yang berasosiasi dengan kehadiran pyrrophillite-kaolinite-dickite.Model lithocap Cijulang merupakan tipe cebakan sulfidasi tinggi yang berhubungan dengan tipe porfiri, yang berkembang pada tubuh diatrem

    PETROLOGI DAN GEOKIMIA BATUAN VOLKANIK DI DAERAH KULONPROGO DAN SEKITARNYA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    No full text
    Daerah penelitian secara administrasi terletak di Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah. Secara geografis daerah penelitian berada pada 110°00’00” BT - 110°15’02” BT dan 7°35’00” LS – 7°50’30” LS, dengan luas 32 x 32 km2.Geologi daerah penelitian didominasi oleh batuan volkanik berumur antara Oligosen-Miosen. Batuan volkanik tersebut termasuk dalam Formasi Andesit tua yang terdiri dari breksi volkanik, tuff, andesit, dasit dan diorit. Selain itu batuan volkanik juga termasuk dalam Busur magmatik Sunda-Banda.Batuan volkanik ini mempunyai komposisi kimia antara andesit basaltik sampai dasit dan termasuk seri batuan kalk alkali. Fenokris batuan terdiri dari piroksen, hornblende, plagioklas, felspar alkali dan kuarsa. Busur magmatik yang dihasilkan secara umum berarah timurlaut-baratdaya, berafinitas kalk - alkali dan berhubungan dengan lingkungan tektonik tansisional antara Busur Kepulauan dengan Tepian Benua AktifKata kunci : busur magmatik, formasi andesit tua, afinitas, busur kepulaua

    IDENTIFIKASI BAHAN GALIAN DALAM METODE EKSPLORASI AWAL

    No full text
    Daerah penelitian berada di ± 60% Desa Kamonji (di bagian barat) dan ± 40% Desa Malei (di bagian timur) Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Propinsi Sulawesi Tengah. Secara astronomis berada pada posisi UTM 796500 mE – 805500 mE dan 9967000 mN – 9994500mN.Stratigrafi daerah penelitian tersusun oleh intrusi diorit dan granodiorit selebar kurang dari 50 meter yang umumnya terdiri dari diorit, porfir diorit, mikrodiorit, dan granidiorit menerobos Formasi Tinombo dan menempati morfologi dataran menengah dan perbukitan bergelombang; oleh serpih, batupasir, konglomerat batugamping, dan batuan gunung api (Formasi Tinombo Ahlburg 1913) yang diendapkan dilingkungan laut; oleh konglomerat, batupasir, lempung, dan batugamping(Formasi Molasa Sarasin 1901) menindih secara tidak selaras Formasi Tinombo; dan oleh alluvium dan endapan pantai seperti kerikil, pasir, lumpur, batugamping koral yang terbentuk dilingkungan sungai , delta dan laut dangkal. Merupakan sedimen termuda didaerah ini dan berumur Holosen.Hasil pembahasan menunjukkan bahwa daerah penelitian berpotensi mineral logam seperti mineral pirit, kalkopirit, mangan, besi, emas, terlihat pada singkapan batuan yang mengandung urat-urat kwarsa yang termineralisasi dan penyebaran alterasi seperti silisifikasi, propilitik, argilik, dan intrusi batuan beku yang sudah mengalami mineralisasi. Bahan galian didominasi oleh bahan galian vital (Golongan B) yaitu Emas.Kata-kata kunci: intrusi, formasi, alluviu

    IMPLEMENTASI SISTEM KOMPUTER YANG LEBIH MAJU PADA PEMASANGAN VERTICAL DRAIN, STUDI KASUS CAI MEP INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL PROJECT, DI VIETNAM

    No full text
    Pada proses pemasangan Vertical Drain (PVD), umumnya pengumpulan data masih dilakukan secara manual, seperti untuk pencatatan kedalaman Vertical Drain secara manual dengan melihat tanda yang ditera pada mandrel dan diberi skala pada rumah mandrel (housing mandrel) dengan skala jarak 10 centimeter, data yang dihasilkan dicatat pada kertas formulir.Penggunaan sistem komputer pada proses pemasangan Vertical Drain, telah mulai di era 90’an, ketika itu output data dari komputer yang diperoleh masih sederhana, berupa beberapa jenis saja dan memakan waktu lama pada saat proses data menjadi informasi.Seiring berjalannya waktu, sistem komputer yang dipakai sekarang pada pemasangan Vertical Drain semakin lebih maju dan dapat memberikan lebih banyak informasi. Setelah selesai proses pemasangan, bisa langsung didapatkan informasi siap pakai yang dapat di simpan dan kemudian bisa dicetak langsung sebagai laporan..Kata Kunci : vertical drain, sistem komputer pada alat vertical drain, pv

    GEOLOGI DAN KUALITAS AIRTANAH DAERAH KARANGTALUN DAN SEKITARNYA KECAMATAN IMOGIRI KABUPATEN BANTUL PROPINSI D.I. YOGYAKARTA

    No full text
    Lokasi telitian terletak pada daerah Karangtalun dan sekitarnya, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Propinsi D.I. Yogyakarta. Lokasi telitian Secara Universal Traverse Mercator (UTM) terletak pada koordinat 428353mE – 432027mE dan 9122100mN – 9125780mN. Dengan luas daerah telitian 3x4 km2.Geologi daerah telitian terdiri dari 2 satuan batuan yaitu Satuan batupasir Merapi Muda dan Satuan Alluvial. Struktur geologi yang berkembang yaitu kekar yang berah umum utara-selatan dan sesar mendatar kanan dengan arah umum barat-timur. Geomorfologi daerah telitian terdiri dari 4 bentukan geomorfik yaitu satuan geomorfik Dataran Alluvial (F1), satuan geomorfik Dataran Limpah Banjir (F7), satuan geomorfik Tubuh Sungai (F22) dan satuan geomorfik Teras Sungai (F23).Dari hasil analisa laboratorium terhadap kimia air pada sepuluh suur didaerah telitian dengan parameter Fe = 0-0.1 mg/L, Mg = 180-385 mg/L, Ca = 34.0-90.0 mg/L, Cl = 30.80-152 mg/L, HCO3 = 275-443 mg/L, CO3 = 0 mg/L, SO4 = 40.04-101 mg/L, Na = 11.7-22.4 mg/L, K = 4.4-12.3 mg/L, pH = 6.66-6.94, DHL = 590-1675μmhos/cm, Kekeruhan = 0.57-1.73 FTU, TDS = 176-864 mg/L.Berdasarkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1451 K/10/MEM/2000, air pada sumur-sumur sample daerah telitian layak untuk dikonsumsi dan pertanian kecuali SM 9 tidak layak untuk di konsumsi tetapi layak untuk pertanian

    LATERITISASI NIKEL PULAU PAKAL, KAB. HALMAHERA SELATAN PROVINSI MALUKU UTARA

    No full text
    Laterite nickel study area in the southern part of the Pakal island is nickel mine owned by PT Antam ( presero ) Tbk , which has been done in mining ore for export .Ultramafic rocks are part of a series of regional ophiolite that formed as a plate collision obduction ocean crust on the island arc in the western Pacific plate. Minerals analysis with XRD and petrography are olivine and pyroxene which partially altered into serpentine as lizardite, chrysotile and talc. Olivine is a mineral that most carriers element Ni to 0.3 %. Ultramafic rocks classification based on mineral composition of olivine and piroksen are dunite and peridotite which is weak-strong serpentinize.Weathering process is strongly influenced by the origin of rock types, minerals and elements stability, mobilization ions, residual concentration and enrichment. Relative concentration of elements Mg and SiO2 which is inversely proportional to the mobile elements that are immobile Fe. Alteration of olivine and pyroxene due to weathering processes starts from the unstable nature altered into smectite in the saprolite and transition zone. Chrysopras is quartz vein that is formed on the associated with nickel saprolite zone between the boulders filled fractures. Serpentine and talc have altered slower and more stable at acidic pH but in alkaline pH more acid was forming secondary minerals such as oxidation minerals (hematite and gibbsite) and hydroxide minerals as goethite. Ni unstable in acidic pH was close to the surface and then tends to bind elements also form a ferro magnesian garnierite.Weathering process of unserpentine rocks was faster than serpentines rocks. The relative concentration of Ni in unserpentine rocks more than weak until strong serpentinize rocks, with a ratio of 3-6 : 2-3 .Enriched Ni > 1.5 % occurred in the saprolite zone and transition zone with Fe < 13 % , 14-21 % Mg , with a range of 0.03% Co. Concentration of nickel study area can be classified as a potential Hydrous silicate Deposits (saprolite zone) and Oxide deposite (zone limonite - transition), the fix system processing nickel laterite ore for study area is a combination of propagators pyrometalurgical and hydrometallurgy

    0

    full texts

    138

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MTG
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇